cover
Contact Name
I Wayan Suyanta
Contact Email
suyanta.kaler@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pratamawidyajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
ISSN : 25284037     EISSN : 26158396     DOI : -
Pratama Widya : Jurnal Pendidikan Anak Usia yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar ini didedikasikan sebagai media untuk mempublikasikan pemikiran maupun penelitian yang berkaitan dengan topik pendidikan anak usia dini. Fokus Pratama Widya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini : Paradigma, Filosofi, Teori, Strategi, Pendekatan, Metode, Model serta Kebijakan-kebijakan Pendidikan Anak Uisia Dini.
Arjuna Subject : -
Articles 181 Documents
PENERAPAN FINANCIAL PARENTING (GEMAR MENABUNG) PADA ANAK USIA DINI Krisdayanthi, Astrid
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v4i1.1063

Abstract

ABSTRAKPada masa keemasannya, anak sangat mudah dalam menyerap informasi. Orang tua memiliki tanggung jawab penuh dalam perkembangan anak dimasa keemasnnya ini. Tanggung jawab orang tua tidak sekedar membesarkan anak secara fisik, materi dan emosional saja, orang tua juga perlu menanamkan nilai-nilai kehidupan sebagai bekal untuk perkembangan anak, seperti mengajarkan tentang kecerdasan financial pada anak dalam mengelola keuangannya dengan cara menabung. Kebebasan financial yang diraih anak dimasa depan, adalah buah dari apa yang ditanamkan dan diajarkan oleh orang tuanya dimasa lalu. Keyword: financial parenting, pengelolaan keuangan, anak usia dini, gemar menabung ABSTRACT In its golden age, children are very easy to absorb information. Parents have full responsibility for developing children in their golden age. The responsibility of parents is not just raising children physically, materially and emotionally, parents also need to instill life values as a provision for children’s development, such as teaching about financial intelligence to children in managing their finances by saving money. Children who achieved financial freedom in the future, is the result of instilled and taught by his parents in the past. Keyword: financial parenting, financial management, childhood, save money
PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERBASIS PENDEKATAN KI HAJAR DEWANTARA Srie Kusuma Wardhani, Ni Ketut
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v6i2.2907

Abstract

Early childhood education is actually a shared responsibility between families, communities and governments. School as a continuation of education in the family, because the first and foremost education children get is in the family. The family as the smallest social unit is the most important and first educational environment, in the sense that the family is the environment most responsible for educating their children. The education provided by parents should provide the basis for education, the socialization process and life in society. According to Ki Hadjar Dewantara, the Among system is a method of learning and education based on care and dedication based on love. The among system is explained in three sentences as follows: Ing ngarso sing tulodo, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani, The among system is very suitable to be applied to children who have entered elementary school education between grades 1 to grade 3. because at this stage the child must be motivated and aroused the will so that the child is encouraged to be independent. This concept can also be used in building self-confidence and character building for children.
LAGU KEAGAMAAN HINDU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA PAUD HINDU AMERTHA YULIA GANESHA KABUPATEN KARANGASEM Mertayasa, I Wayan
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v3i2.739

Abstract

Masalah-masalah yang berkaitan dengan karakter siswa Hindu PAUD Hindu Amertha Yulia Ganesha antara lain: (1) tata cara sembahyang pengucapan Gayatri Mantram, siswa banyak bercanda dalam mengucapkan Gayatri Mantram (2) perilaku siswa yang berani melawan nasehat guru (3) siswa yang suka berkelahi dengan teman sebayanya (4) pencurian (5) kesadaran siswa menjaga kebersihan WC kurang, (6) siswa membuang sampah dengan sembarangan. Untuk mengatasi masalah yang sangat komplek tersebut maka pendidikan karakter perlu ditumbuhkembangkan melalui beraneka metode salah satunya adalah lagu keagamaan Hindu. Melalui lagu keagamaan Hindu yang dibuat khusus mengandung nilainilai pendidikan agama Hindu, seperti: menjaga hubungan yang baik antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, hubungan yang baik antara manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam semesta yang disebut dengan konsep Tri Hita Karana. Dari latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan yaitu : mengapa lagu keagamaan Hindu diterapkan dalam membentuk karakter siswa, apakah fungsi lagu keagamaan Hindu, bagaimanakah proses penerapan lagu keagamaan Hindu di PAUD Hindu Amertha Yulia Ganesha? Dari ketiga rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lagu keagamaan Hindu dalam membentuk karakter siswa, fungsi lagu keagamaan Hindu, dan proses penerapan lagu keagamaan Hindu di PAUD Hindu Amertha Yulia Ganesha, kabupaten Karangasem. Penelitian ini menggunakan teori behavioristik dan teori fungsional struktural sebagai dasar untuk membuat pertanyaan-pertanyaan secara terperinci untuk membedah rumusan masalah. Jenis Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif kualilatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, kemudian diolah dan dianalisis secara naratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh suatu temuan bahwa tujuan penerapan lagu keagamaan Hindu untuk membangun karakter siswa PAUD Hindu Amertha Yulia Ganesha adalah untuk membantu perkembangan peserta didik khususnya yang beragama Hindu untuk menjadi manusia yang lebih utuh dan sadar akan tanggung jawab terhadap dirinya, orang lain, alam semesta dan Tuhan Yang Maha Esa. Strategi penerapan lagu keagamaan hindu untuk membangun karakter adalah dengan pembiasaan menyanyikan lagu tersebut dan mengimplementasikannya dalam pembelajaran di PAUD dengan pembiasaan melakukan puja tri sandya/mengucapkan Gayatri Mantram, pembiasaan sembahyang pada hari suci Purnama dan Tilem serta hari raya Saraswati, pembiasaan mengucapkan salam Om Swastyasu. Menjaga kebersihan areal lingkungan sekolah, dampak penerapan lagu pendidikan karakter bagi siswa PAUD Hindu Amertha Yulia Ganesha adalah siswa mampu bekerja keras, memiliki sikap disiplin, menjadi orang beriman, menjadi orang berhati lembut, menjadi orang berhati lembut, menjadi orang bertanggung jawab, bersikap tenggang rasa, bersikap jujur, bersikap menghargai waktu, bersikap sopan, santun dan hormat. Kata Kunci : Lagu Keagamaan Hindu, Karakter Siswa
PENERAPAN METODE MIND MAP DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI Yeni Lestari, Ni Gusti Ayu Made
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v5i1.1357

Abstract

Basically, every young children have a potential to be creative and an ability to express themselves creatively, even in different ways and levels. A cavernous chance for creativity and full support from the environment give a very important role in making creative thinking children. Creativity is very important to be developed earlier because it can help the children for solving problems. There are four things that are concerned in developing early childhood creativity, namely: 1) giving mental stimulation, 2) giving conducive environment, 3) creative stimulation, and 4) parent involvement. One of method that can be used in developing early childhood creativity is the mind map method. Mind map is a form of writing note in picture or, visual form in which full of color to make the children easier in remembering and also it can be fun for them. Mind map method for playing activities can make children’s brain, both left and right brain, works actively and synergistically. Developing of two groups of brain activity in harmony will produce doubling the basic abilities synergistically too. 
STRATEGI ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK USIA DINI BELAJAR DARING DI RUMAH Wiguna, Ida Bagus Alit Arta; Drajati Ekaningtyas, Ni Luh
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v6i1.2141

Abstract

Abstract            Early childhood education is a shared responsibility of various parties; not only the government, but also schools, teachers and families (parents). During online learning, learning activities at home are part of the responsibiliy of the parents. This study aims to determine the strategies used by parents in accompanying their children during online learning at home. This research uses descriptive exploration techniques with qualitative analysis. Data collection was carried out in three different early childhood education institutions (PAUD). The results of the data analysis shows that TK A carries out full online learning and uses mentoring strategies by parents including preparing learning equipments, monitoring children during learning, and explaining subjects that are not understood by the children. PAUD B applies semi-online learning using a strategy: parents take and collect children’s homework every Monday. Meanwhile, PAUD C implements offline learning with a mentoring strategy in which the teacher conducts home visits. Parents in PAUD C have a role to supervise their children in learning, where parents come home from work and take the time to accompany their children, then advise the teachers to visit their homes. In general, it can be concluded that basically parents have no reason to not provide assistance to their children while learning from home during the COVID-19 pandemic. The synergyy between teachers and parents is the essence of a good early childhood education. 
PEMBELAJARAN SENI DAN TEKNOLOGI DIGITAL SEBAGAI MEDIA BELAJAR DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI Sri Cahya Dewi, Ni Komang; Suyanta, I Wayan
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v3i1.710

Abstract

Abstrak Pentingnya tahun-tahun awal kehidupan seseorang sudah disadari oleh semua pihak karena pada usia dinilah otak individu berkembang sangat pesat, bahkan hasil penelitian menyatakan bahwa perkembangannya mencapai hingga lebih dari 50%. Usia dini adalah fase fundamental bagi perkembangan individu yang disebut juga sebagai golden age atau usia emas. Pengalaman-pengalaman yang dijalani anak mungkin akan membentuk pengalaman yang akan dibawa seumur hidupnya. Implikasinya pada bidang usia dini adalah diperlukan langkah yang tepat (signifikan dan strategis) untuk membekali anak sejak usia dini. Upaya yang akan diambil akan dianggap semakin strategis jika dikaitkan dengan anggapan bahwa anak dalah praktisi masa depan. Dialah yang akan mengisi baik atau buruknya hari esok. Artinya, keberhasilan membina anak sejak dini merupakan kesuksesan bagi masa depan anak. sebaliknya, kegagalan dalam memberikan pembinaan, pendidikan, pengasuhan, dan perlakuan akan menjadi bencana bagi kehidupan anak di masa yang akan datang. Kata Kunci: Seni, Teknologi Digital dan Psikologi perkembangan PAUD
MENGENAL DAN MEMAHAMI KONSEP PEMBELAJARAN SAINS DAN MATEMATIKA UNTUK ANAK USIA DINI Lestiawati, I Made
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v4i2.1170

Abstract

Abstrak Sains merupakan suatu kreasi dari pemikiran manusia  dengan ide yang bebas serta adanya konsep (Einstein, 1938). Sains adalah kerangka pengetahuan yang sedari dulu sampai sekarang merupakan suatu sistem yang alami dan proses dari kerangka pengetahuan yang  telah di atur, secara simultan diperpanjang, ditingkatkan serta diperbaiki kesalahannya. Sains tidak hanya sekumpulan dari peraturan atau sebuah katalog dari fakta yang tidak berkaitan. Sains dan matematika merupakan dua aspek pengembangan pendidikan pada anak usia dini. Kedua bidang tersebut harus dipandang dalam tiga perspektif yakni perspektif perkembangan, perspektif aktivitas dan perspektif subject matter atau isi materi pembelajaran. Sains sebagai Konsep dan Konten : Scientific inquiry, History and nature of science, Science in personal dan social perspective, Science and technology, Physical science, Life science, Earth and space science. Adanya konsep dalam bermain matematika pada anak usia dini yaitu: Acuan Konsep dari Teori Piaget yaitu pemahaman bilangan pada anak mencakup: Klasifikasi sesuatu (benda, bentuk, warna, ukuran, tekstur, fungsi), Mengurutkan bilangan, Konservasi :(1) Konservasi Jumlah dan (2) Konservasi Bilangan, Korespondensi dasar dari menghitung. Tingkatan Belajar Matematika  (Underhill): Konkrit : manipulasi objek, Semi konkrit: ilustrasi benda-benda dalam matematika, Abstrak : penggunaan bilangan.  Kata kunci: Sains dan Matematika, Konsep Sains, Konsep Bermain Matematika.  Abstract                Science is a creation of human thought with free ideas and concepts (Einstein, 1938). Science is a knowledge framework that has, until now, been a natural system and process of a set of knowledge frameworks, simultaneously extended, improved and corrected for errors. Science is not just a set of rules or a catalog of unrelated facts. Science and mathematics are two aspects of developing education in early childhood. Both fields must be viewed in three perspectives, namely developmental perspectives, activity perspectives and perspective subject matter or content of learning material. Science as a Concept and Content: Scientific inquiry, History and nature of science, Science in personal and social perspective, Science and technology, Physical science, Life science, Earth and space science. The concept of playing mathematics in early childhood is: Reference The concept of Piaget's theory of understanding numbers in children includes: Classification of things (objects, shapes, colors, sizes, textures, functions), Sort numbers, Conservation: (1) Conservation of Amounts and (2) Conservation of Numbers, Basic correspondence from counting. Levels of Learning Mathematics (Underhill): Concrete: object manipulation, Semi concrete: illustration of objects in mathematics, Abstract: use of numbers. Keywords: Science and Mathematics, Science Concepts, Concepts of Playing Mathematics.
PENGARUH PROJECT BASED OUTDOOR LEARNING ACTIVITY MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP PERILAKU BELAJAR ANAK DI PAUD Primayana, Kadek Hengki; Dewi, Putu Yulia Angga; Gunawan, I Gede Dharman
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v5i2.1720

Abstract

This study aims to determine the significant impact of Project Based Outdoor Learning Activity using audiovisual media on children's learning behavior in PAUD Cluster VI Buleleng District. The research design used is a quasi-experimental design and quantitative methods. The population of this research is the whole group B in Cluster VI of Buleleng District. The sample of this study is TK B group Aisyiyah Bustanul Athfal, with a total of 15 children, group B TK Dharma Suda Singaraja, with a total of 18 children. Use the t-test to analyze data. The results obtained are t arithmetic = 3.15, the significance level is 5%, and when dk = 31, t table = 2.04. Therefore, the value of the t count> t table is 3.15> 2.04. It can be concluded that Project-Based Outdoor Learning Activity using audiovisual media has an impact on children's learning behavior in PAUD Cluster VI Buleleng District.
MENCERDASKAN ANAK BANGSA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Zaenab, Siti; Sueca, I Nyoman
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v3i1.589

Abstract

AbstractGovernment policy in a program with education care, and early childhood development (PAUD) as a concrete manifestation of the government’s commitment is in the document “National Program for Indonesian Children (PNBAI). The important value of early childhood (early childhood) period for the growth and development ofchildren in the future, is increasingly realized by parents. This growing awareness raises an escalation of interest for quality early childhood education that can meet their expectations. The intelligence that occurs in children, cognitive theory and psychoanalytic theory is very important in supporting children play a reference in determining the stage of child development in terms of cognitive, afktif, psikomotorik, language, and social emotional. Early childhood learning approach as the main arena in instilling knowledge of Indonesian children aged 4-5 years is done with various setrategi as a skill in mengartur appropriate learning, in order to achieve maximum results which is the hope of society. In some rural communities, many still do not take advantage of their early childhood education opportunities, many factors affect the economy, parents, and the distance to school. During this education from tingkan PAUD to kindergarten in rural areas almost mostly built by the party suwasta in the form of the foundation. This is something that needs to get the attention of the central government to the district level. Keywords: To hatch the nation’s childrenAbstrakKebijakan pemerintah dalam sebuah program dengan pengasuhan pendidikan, dan pengembangan anak usia dini (PAUD) sebagai wujud nyata komitmen pemerintah adalah yang temuat dalam dokumen berupa “Program Nasional Bagi Anak Indonesia (PNBAI). Nilai penting periode anak usia dini (PAUD) bagi pertumbuhan dan perkembangan anak dimasa yang akan datang, semakin disadari oleh orang tua. Kesadaran yang terus tumbuh tersebut menimbulkan eskalasi/pertambahan minat terhadap pendidikan anak usia dini yang berkualitas yang bisa memenuhi harapan mereka. Kecerdasan yang terjadi pada anak-anak, teori kognitif dan teori psikoanalitis sangat penting dalam menunjang main anak menjadi acuan dalam menentukan tahap perkembangan anak baik dari segi kognitif, afktif, fisikomotorik, bahasa, maupun sosial emosional. Pendekatan pembelajaran anak usia dini sebagai ajang utama dalam penanamkan pengetahuan terhadap anak Indonesia yang berumur 4-5 tahun dilakukan dengan berbagai setrategi sebagai sebuah ketrampilan dalam mengartur pembelajaran yang sesuai, agar mencapai hasil maksimal yang merupakan harapan masyarakat. Di beberapa masyarakat daerah pedesaan masih banyak belum memanfaatkan kesempatannya untuk membeikan pendidikan usia dini terhadap anak-anak mereka, hal ini banyak faktor yang mempengaruhi misalkan, ekonomi, kesibukan orang tua maupun jarak
PENTINGNYA MENCIPTAKAN SUASANA PEMBELAJARAN BAGI ANAK USIA DINI Perni, Ni Nyoman
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v2i2.1015

Abstract

Education is an important asset for the advancement of a nation, therefore, every citizen should and must follow the level of education, good early childhood education, primary education, secondary education or higher. In the field of education, a child from birth requires proper care in meeting the educational needs along with an understanding of the characteristics of early childhood education becomes very important and a major concern. Because of the importance of education, the parents will be held responsible how they educate their children. This will also apply for tutors, teachers or caregivers. Therefore, give the best education for our children in accordance with the development level of children, in order to be child respect for parents and teacher at the school There are four main considerations importance of early childhood education, namely: (1) prepare manpower quality (2) encourage the acceleration of the economic cycle and the low social costs (3) to improve equity in public life (4) to help parents and children.