cover
Contact Name
I Wayan Suyanta
Contact Email
suyanta.kaler@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pratamawidyajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
ISSN : 25284037     EISSN : 26158396     DOI : -
Pratama Widya : Jurnal Pendidikan Anak Usia yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar ini didedikasikan sebagai media untuk mempublikasikan pemikiran maupun penelitian yang berkaitan dengan topik pendidikan anak usia dini. Fokus Pratama Widya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini : Paradigma, Filosofi, Teori, Strategi, Pendekatan, Metode, Model serta Kebijakan-kebijakan Pendidikan Anak Uisia Dini.
Arjuna Subject : -
Articles 181 Documents
PENERAPAN BELAJAR YOGA SEBAGAI PENINGKATAN KECERDASAN EMOSI GURU DAN MURID Werdi Purniasih, Ida Ayu Komang; Suyanta, I Wayan
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019): PRATAMA WIDYA JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Publisher : PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.255 KB)

Abstract

This research focuses on the study of the application of yoga learning carried out by teachers and students. Their life is done by meditation and yoga asana before starting learning. The literature review is related to emotional intelligence of early childhood and Yoga Sutra Patanjali. The method in this study used observation analysis, pre test and post test. Involving students and teachers from Madhu Vidya Kindergarten, totaling 57 children and 3 teachers. This study shows that there is (1) recognizing the form of self-emotion, (2) increasing the ability of teachers and students in managing emotions in themselves, (3) building relationships and communicating with others.
PENGGUNAAN METODE MENGAJAR DI PAUD DALAM RANGKA MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR ANAK Tanu, I Ketut
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 3, No 2 (2018): PRATAMA WIDYA JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Publisher : PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.301 KB)

Abstract

ABSTRAKTidak ada metode mengajar yang tepat diterapkan pada setiap pembelajaran akibatnya, metode pembelajaran anak PAUD sebagai metode pembelajaran PAUD adalah yang Efektif dan Menyenangkan. Sebab semua bisa mengajar namun belum tentu bisa mengajar di TK atau PAUD. Mengajar PAUD berarti mengajar anak yang sedang ada di masa usia keemasannya (golden age).Sebuah masa dimana potensi anak sedang berkembang dan saat yang tepat untuk membuatnya menjadi seorang pembelajar yang mandiri dan haus pengetahuan. Bagi anak, bermain merupakan suatu kegiatan yang sifatnya melekat langsung pada kodrat dan kebutuhan perkembangan anak. Pemahaman tentang pembelajaran anak usia dini dengan bermain, saat ini diharapkan sudah lebih dipahami para pengelola, pendidik atau pemerhati. Disamping itu lingkungan kondusif juga diperlukan bagi anak dengan pengertian lingkungan kondusif adalah lingkungan yg menstimulasi agar anak bisa dan mampu menjadi pembelajar yg mandiri. Selain melalui bermain, memperhatikan cara anak berpikir, cara anak bermain, dan cara anak berbicara adalah keseharian guru PAUD. Oleh karena itu penguasaan metode-metode pembelajaran anak usia dini merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru/tutor agar proses pembelajaran tersebut dapat mendorong perkembangan anak, baik perkembangan intelektual, fisik maupun emosionalnya. Dengan menguasai metode pembelajaran, selain tentunya kemampuan lainnya, seorang guru/ tutor dapat mengelola proses pembelajaran sesuai dengan tujuan yang hendap dicapainya, yaitu kemampuan-kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh anakKata kunci; Penggunaan, Metode pembelajaran, PAUD.
MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK SEBAGAI PENDUKUNG PENGUASAAN ENGLISH VOCABULARY PADA ANAK USIA DINI Andre Suhardiana, I Putu
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 3, No 1 (2018): PRATAMA WIDYA JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Publisher : PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2376.871 KB)

Abstract

Language is a developmental aspect which is important to be stimulated from an early age. Language development in children has a dynamic rhythm. There is numerous speech that seems common and consistent in the language of children. Fortunately, this phenomenon does not automatically close the gaps of diversity in the children’s classes. Thus, the method of developing language skills especially English in children must be based on awareness of their own level of development. In developing language skills, the mastery of vocabulary by children determines the dominant ability to communicate, so this should be given special attention by educators. Answering the challenge of mastering the English vocabulary in early childhood, this paper explores in depth about the Talking Stick Learning Model which tends to be reserved for children at a relatively early age. Their first interaction with English will in some way affect their wishes ahead to learn more about this International language. Talking Stick Learning Model projects teachers not to dominate the learning process. This method of learning requires the help of a stick and for the child holding the stick, in turn, must answer the questions of the teacher that have thoroughly studied a discussion. In addition to training children to speak, this model will create a fun atmosphere for learning and train students to participate actively and creatively. Keywords: Talking Stick Learning Model, English Vocabulary, Early ChildhoodAbstrakBahasa adalah aspek perkembangan yang penting untuk distimulus sejak usia dini. Perkembangan bahasa pada anak memiliki irama yang dinamis. Terdapat ujaran yang terkesan umum dan konsisten pada bahasa anak-anak. Untungnya, fenomena ini tidak secara otomatis menutup celah-celah munculnya keberagaman pada kelas-kelas anak. Dengan demikian, metode dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, terlebih bahasa Inggris, pada anak mesti didasarkan atas kesadaran mengenai tingkat perkembangan mereka masing-masing. Dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, penguasaan kosakata oleh anak menentukan secara dominan kemampuannya dalam berkomunikasi, sehingga hal ini sebaiknya diberikan atensi khusus oleh pendidik. Menjawab tantangan penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia dini, tulisan ini mengupas secara mendalam tentang Model Pembelajaran Talking Stick yang cenderung diperuntukkan bagi anak-anak pada usia relatif dini. Interaksi pertama mereka dengan bahasa Inggris akan sedikit banyak mempengaruhi keinginan mereka ke depan mempelajari lebih jauh bahasa Internasional ini. Model Pembelajaran Talking Stick memproyeksikan guru untuk tidak mendominasi proses pembelajaran. Bantuan tongkat diperlukan dalam metode pembelajaran ini dan bagi anak yang memegang tongkat pada gilirannya mesti menjawab pertanyaan dari guru setelah tuntas mempelajari suatu bahasan. Di samping melatih anak berbicara, model ini akan menciptakan suasana menyenangkan dalam pembelajaran serta melatih siswa untuk berpartisipasi aktif serta kreatif.Kata Kunci: Model Pembelajaran Talking Stick, English Vocabulary, Anak Usia Dini
MEMBANGUN SIKAP SOSIALANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL Mariani, Ni Nyoman
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.616 KB)

Abstract

Traditional games, especially traditional Balinese games have been abandoned, one reason is the rapid development of technology in various aspects of life, one of them is digital games. Traditional games actually have many benefits for children, indirectly children will be stimulated to be creative and very good for the physical and psychological training of children. It is part of the character education process, so the traditional games can be started early. In the traditional games, students are able to build social attitude, such as social ability to work together, compact, have democratic attitude and love attitude environment. social attitude is expected to facilitate or provide opportunities for positive development of children, then they will be able to achieve social development in a mature. On the contrary, if the social environment is less conducive, the social attitude of the children tend to display deviant behavior. For that, the development of a social attitude of children through traditional games is needed.
PERAN KOMUNIKASI KELUARGA TERHADAP KONSEP DIRI ANAK USIA DINI Magta, Mutiara
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019): PRATAMA WIDYA JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Publisher : PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.255 KB)

Abstract

Abstract.  Self-concept is a picture of a person based on his/her knowledge, expectation and judgment about him/herself through the various experiences. The development of self-concept that a person learn from childhood will lead them to self-actualization as a manifestation of their existence in social life. The first experience of a child's life takes place in the family. Interactions between family members affect the way a person views him and his surroundings. Various forms of communication provide a wealth of experience in shaping positive or negative self-concept Keywords : self concept, communication, family, early childhood
MENDIDIK ANAK MENJADI SUPUTRA MENURUT TEKS CANAKYA NITISASTRA Sanjaya, Putu
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 3, No 2 (2018): PRATAMA WIDYA JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Publisher : PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.218 KB)

Abstract

Pendidikan Agama Hindu pada dasarnya merupakan implementasi dan internalisasi dari ajaran-ajaran dan nilai-nilai yang bersumber dari kitab suci Weda serta susastra-susastra agama Hindu lainnya. Salah satu susastra agama Hindu yang mengajarkan kepada umatnya mengenai tata cara berperilaku yang susila termasuk pula mengajarkan bagaimana membentuk keturunan atau generasi penerus (baca: anak) yang suputra adalah teks Canakya Nitisastra. Adapun teks Canakya Nitisastra merupakan sebuah teks merupakan bentuk ringkas dari apa yang terdapat dalam kitab Arthasastra. Tulisan ini mengetengahkan petikan-petikan dari bait-bait sloka dari teks Canakya Nitisastra yang khusus mengajarkan bagaimana mewujudkan pendidikan yang baik pada anak sehingga nantinya menjadi anak yang suputra. Melalui pendekatan tekstual, dalam Canakya Nitisastra ditemukan tentang pentingnya pendidikan anak melalui cara bergaul dan penanaman ajaran kesusilaan dan kesucian dari orang tua.Kata kunci : Mendidik Anak Menjadi Suputra Menurut Teks Canakya Nitisastra
PERAN PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN QUALITY ASSURANCE PADA PAUD DI MATARAM Risky Indryani, Dita Destari Iin
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.075 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i2.1168

Abstract

Abstrak Mutu adalah kemampuan (ability) yang dimiliki oleh suatu produk atau jasa (service) yang dapat memenuhi kebutuhan atau harapan, kepuasan (satisfaction) pelanggan (customer) yang dalam pendidikan dikelompokkan menjadi dua, yaitu internal customer dan eksternal. Internal customer yaitu siswa atau mahasiswa sebagai pembelajar (leaners) dan eksternal customer yaitu masyarakat dan dunia industry. Mutu tidak berdiri sendiri, artinya banyak faktor untuk mencapainya dan untuk memelihara mutu. Dalam kaitan ini peran dan fungsi sistem penjaminan mutu (Quality Assurance System) sangat di butuhkan. penjaminan mutu dalam dunia pendidikan, itu perlu ada bahkan memang harus ditingkatkan mengingat mutu pendidikan di indonesia pada khususnya di Nusa Tenggara Barat jauh dari apa yang diharapkan. Ini juga mengakui bahwa sekolah-sekolah baik dari tingkat PAUD, maupun tingkat tinggi ingin melihat kondisi sarana prasarana dan proses pembelajaran masih kurang memuaskan, sehingga penjaminan mutu pendidikan merupakan program yang utama bahkan amat sangat penting bagi menteri pedidikan. Tentunya bagi pemerintah. Penjaminan mutu pendidikan itu sendiri merupakan kegiatan mandiri oleh lembaga pendidikan tertentu, oleh karena itu harus disusun, dirancang, dan dilaksanakan sendiri. Salah satu upaya dalam merealisasikan penjaminan mutu tersebut dapat dilakukan secara bertahap oleh pihak PAUD, yakni dengan melakukan evaluasi diri, kemudian ditindak lanjuti dengan monitoring sekolah oleh pihak pemerintah daerah, sehingga penjaminan mutu pendidikan anak usia dini dapat dilakukan dengan baik. Kata kunci: Penjamin Mutu, Guru, Peran, Anak Usia Dini                             Abstract                Quality is the ability possessed by a product or service that can meet the needs or expectations, satisfaction of customers (customers) which in education are grouped into two, namely internal and external customers. Internal customers, namely students or students as learners (leaners) and external customers, namely the community and the industrial world. Quality does not stand alone, meaning that there are many factors to achieve it and to maintain quality. In this connection the role and function of the quality assurance system (Quality Assurance System) is needed. quality assurance in the world of education, it needs to be even it must be improved considering the quality of education in Indonesia in particular in West Nusa Tenggara is far from what is expected. It also recognizes that schools from both the PAUD level and the high level want to see the condition of infrastructure facilities and the learning process are still unsatisfactory, so that the quality assurance of education is the main program and even very very important for the minister of education. Certainly for the government. The quality assurance of education itself is an independent activity by certain educational institutions, therefore it must be prepared, designed and implemented by itself. One of the efforts in realizing the quality assurance can be done in stages by PAUD namely by conducting a self-evaluation, then followed up by school monitoring by the local government, so that the quality assurance of early childhood education can be carried out properly. Keywords: Quality Assurance, Teacher, Role, Early Childhood
MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN PARENTING Wiranata, I Gusti Lanang Agung
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.053 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i1.1068

Abstract

Orangtua yang bijaksana akan memberi pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Kelak setelah dewasa, anak akan menjadi seseorang yang sangat dipengaruhi pola asuh yang diberlakukan oleh orangtuanya. Namun sayangnya masih banyak orang tua yang melakukan kesalahan dalam mendidik anaknya sehingga berdampak buruk bagi anak. Hal inidisebabkan karena kekurangpahaman dan kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh orang tua. Sebagai orang tua perlu dimulai kesadaran untuk mewujudkan kemandirian pada anak usia dini. Orang tua juga perlu memberikan kasih sayang yang cukup bagi anak agar anak tidak merasa kesepian. Anak-anak yang dibesarkan dalam limpahan kasih sayang orang tua akan memperlakukan orang lain dengan kasih sayang pula. Setelah dewasa, ia akan belajar mencintai istri, anak, sahabat, dan masyarakatnya. Dengan demikian, orang tua sudah membantu proses anak menjalani tugas perkembangannya sehingga akan terbentuk proses kemandirian dalam diri anak hingga dewasanya. Supaya anak mendapatkan kemandirian tersebut, maka orang tua membutuhkan pengetahuan atau ilmu tentang cara mendidik, mengasuh, dan membimbing anak dengan baik dan benar. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menstimulasi anaknya adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan parenting sebagai program pembimbing orang tua. Kata Kunci: Program parenting, orang tua, pengasuhan positif, perkembangan anak. ABSTRACT Parents who oppose will provide enormous growth in the growth and development of children. Later, after adults, children become who really like the parenting style imposed by their parents. However, there are still many parents who make mistakes in educating bad facts for children. This is because of the lack of understanding and knowledge possessed. As parents, awareness must be taken to realize independence in early childhood. Parents do not need to provide enough affection for children to be disliked. Children who are raised in an abundance of love for their parents will treat others with affection too. After adulthood, he will learn to love his wife, children, friends and society. Thus, parents must help the child development process so that it will develop of independencein the child to his adult life. In order to get that independence, parents need knowledge or how to educate, care, and guide children properly and correctly. One of the activities that can be done by parents to stimulate heredity is to take part in various parenting activities as a parent guidance program. Keywords: Parenting program, parents, positive parenting, and child development.
PENINGKATAN PERILAKU SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI STRATEGI DORAEMON DI TK PIVERI Hendrawati, Ni Wayan; Suyanta, I Wayan
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.242 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i2.1174

Abstract

Abstrak Penelitian ini hendak menggali perilaku sosial anak. Penerapan kelas inklusi dengan strategi doraemon yang dilaksanakan dengan kegiatan maplalianan diharapkan dapat menumbuhkan perilaku sosial anak yang positif seperti rasa empati dan simpati anak terhadap anak berkebutuhan khusus. Kajian ini menggunakan teknik observasi, dan dibedah dengan teori pendidikan inklusi, serta strategi permainan. Penelitian ini menemukan pertama tumbuh rasa kasih sayang pada setiap anak, kedua dapat memupuk rasa kerjasama dalam kegiatan apapun sehingga secara tidak langsung terjadi hubungan timbal balik, anak-anak berkebutuhan khusus menanggapi (merespon) stimulus (rangsangan) yang diberikan oleh temannya. Ketiga timbul rasa toleransi dengan cara saling menghargai, menghormati kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Keempat, timbulnya rasa percaya diri pada anak berkebutuhan khusus karena merasa termotivasi dan merasa dihargai saat ikut dilibatkan dalam kegiatan maplalianan. Kata kunci: Anak Usia Dini, Perilaku Sosial, Strategi Doraemon, Pendidikan inklusi. Abstract This research intends to explore children's social behavior. The implementation of inclusive classes with the Doraemon strategy implemented with map activities is expected to foster positive children's social behavior such as empathy and sympathy for children with special needs. This study uses observation techniques, and dissected with inclusive education theory, and game strategies. This research found that firstly growing affection for each child, secondly it can foster a sense of cooperation in any activity so that indirectly a reciprocal relationship occurs, children with special needs respond to (respond to) stimuli (stimuli) provided by their friends. Third arises a sense of tolerance by mutual respect, respect for strengths and weaknesses of each. Fourth, the emergence of confidence in children with special needs because they feel motivated and feel valued when involved in map activities.
PENERAPAN FINANCIAL PARENTING (GEMAR MENABUNG) PADA ANAK USIA DINI Krisdayanthi, Astrid
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.827 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i1.1063

Abstract

ABSTRAKPada masa keemasannya, anak sangat mudah dalam menyerap informasi. Orang tua memiliki tanggung jawab penuh dalam perkembangan anak dimasa keemasnnya ini. Tanggung jawab orang tua tidak sekedar membesarkan anak secara fisik, materi dan emosional saja, orang tua juga perlu menanamkan nilai-nilai kehidupan sebagai bekal untuk perkembangan anak, seperti mengajarkan tentang kecerdasan financial pada anak dalam mengelola keuangannya dengan cara menabung. Kebebasan financial yang diraih anak dimasa depan, adalah buah dari apa yang ditanamkan dan diajarkan oleh orang tuanya dimasa lalu. Keyword: financial parenting, pengelolaan keuangan, anak usia dini, gemar menabung ABSTRACT In its golden age, children are very easy to absorb information. Parents have full responsibility for developing children in their golden age. The responsibility of parents is not just raising children physically, materially and emotionally, parents also need to instill life values as a provision for children?s development, such as teaching about financial intelligence to children in managing their finances by saving money. Children who achieved financial freedom in the future, is the result of instilled and taught by his parents in the past. Keyword: financial parenting, financial management, childhood, save money

Page 4 of 19 | Total Record : 181