cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua - Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) Indonesian Health Scientific Journal is a tools of publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official website of University Of Aufa Royhan Padangsidimpuan city. This journal will be published every 6 months in June and December each year
Articles 621 Documents
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Kedokteran Preklinik Semester Akhir Fadgam Utsula, Muhammad Thoriq
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2428

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan biologis yang penting bagi pemulihan fisik dan mental. Mahasiswa kedokteran sering mengalami gangguan tidur akibat beban akademik yang tinggi, stres, dan gaya hidup kurang aktif. Aktivitas fisik diketahui berperan dalam meningkatkan kualitas tidur, namun hasil penelitian sebelumnya masih inkonsisten. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur mahasiswa kedokteran preklinik semester akhir Universitas Pendidikan Ganesha. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 109 mahasiswa, dengan 60 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan kualitas tidur diukur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik sedang (52%) dan kualitas tidur buruk (63%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur (p=0,053), meskipun terdapat kecenderungan bahwa aktivitas fisik yang lebih tinggi berhubungan dengan kualitas tidur yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas fisik tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kualitas tidur, namun peningkatan aktivitas fisik tetap direkomendasikan untuk menunjang kesehatan mahasiswa.
HUBUNGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA WANITA DI RSUD BULELENG Putri Pradnyani, Ni Luh Gede Putri Pradnyani; Irma Rahmayani; Aditya Prabawa
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2429

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang sering menjangkit masyarakat. Kabupaten Buleleng memiliki kasus tertinggi kedua di Bali penderita diabetes melitus tipe 2. Berbagai komplikasi dapat terjadi akibat menderita diabetes melitus, yang terdiri dari komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan diabetes melitus tipe 2 dengan kejadian infeksi saluran kemih pada wanita di poliklinik interna RSUD Buleleng tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional cross-sectional dengan teknik sampling non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan rekam medis pasien wanita poli interna tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92 sampel poliklinik interna dengan status diabetes melitus tipe 2 dan infeksi saluran kemih terjadi pada wanita di RSUD Buleleng. Hasil analisis data secara bivariat menggunakan uji Chi-Square Continuity Correction terpenuhi dengan perolehan nilai p=0.012 atau <0.005 dengan Odds Ratio (OR)= 3.541 dan Confidence Interval (CI) 95% didapatkan hasil 1.405-8.925. Hasil uji Chi-Square Continuity Correction menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara diabetes melitus tipe 2 dan kejadian infeksi saluran kemih pada pasien wanita di poliklinik interna RSUD Buleleng tahun 2024.
Hubungan Hipertensi dengan Tipe Stroke pada Pasien Stroke Usia Dewasa di RSUD Buleleng Ni Putu Leony Puspitayanti; Putu Adi Suputra; Ni Nyoman Mestri Agustini
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2430

Abstract

Stroke merupakan defisit neurologi yang terjadi secara tiba-tiba yang menetap selama 24 jam atau lebih yang semata-mata hanya masalah vaskular. Hipertensi kronis dan tidak terkontrol dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah yang menyebabkan komplikasi salah satunya adalah stroke. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara hipertensi dengan tipe stroke dan apakah pasien stroke dengan riwayat hipertensi lebih banyak pada tipe stroke hemoragik atau stroke iskemik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien stroke usia 18-59 tahun di RSUD Buleleng Tahun 2024 berjumlah 287 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 80 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 80 sampel, pasien stroke dengan riwayat hipertensi sebanyak 44 orang dan yang tidak memiliki riwayat hipertensi sebanyak 36 orang, sebanyak 34 orang mengalami stroke tipe hemoragik (42.5%) dan sebanyak 46 orang mengalami stroke tipe iskemik (57.5%). Uji statistik Chi-Square didapatkan p-value = 0.029 Dari penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara hipertensi dengan tipe stroke pada pasien stroke usia dewasa di RSUD Buleleng.
Peran Diabetes Melitus Tipe 2 dalam Patogenesis Stroke Iskemik: Tinjauan Literatur Kadek Mira Wahyuni Pratiwi; Ni Made Sri Dewi Lestari; Putu Adi Suputra
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2431

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 berperan dalam patogenesis stroke iskemik melalui mekanisme hiperglikemia kronis, resistensi insulin, dan dislipidemia. Proses-proses patologis pada diabetes melitus tipe 2 memicu disfungsi endotel serta aterosklerosis yang berujung pada stroke iskemik. Tujuan tinjauan literatur ini adalah mengetahui hubungan antara diabetes melitus tipe 2 dan kejadian stroke iskemik. Artikel ini menggunakan desain narrative literature review dengan menelusuri literatur melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan kata kunci “diabetes melitus tipe 2”, “stroke iskemik”, dan “hiperglikemia kronis”. Dari hasil seleksi terhadap 222.175 artikel menurut kriteria inklusi dan eksklusi, terdapat 6 artikel yang ditinjau. Terdapat empat penelitian yang menunjukkan hubungan signifikan antara diabetes melitus tipe 2 dan peningkatan risiko kejadian stroke iskemik. Dua penelitian lainnya tidak menemukan hubungan yang signifikan antara diabetes melitus tipe 2 dan stroke iskemik. Hal ini diakibatkan oleh keterbatasan sampel dan adanya faktor risiko lain. Pada penderita diabetes melitus tipe2, pengelolaan faktor risiko metabolik secara efektif sangat penting untuk mengurangi insidensi stroke iskemik.
PENGARUH USIA TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT ATAS PERAN APOTEKER DALAM PELAYANAN SWAMEDIKASI Koa, Oktaviana; Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Yuhara, Novena Adi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2434

Abstract

Community pharmacists have an important role in public health services, especially in self-medication services, namely the use of drugs without a doctor's prescription to treat minor complaints, although public perception of the role of pharmacists can differ between regions; the purpose of this study was to see the extent of the influence of Indonesian public perception on the role of community pharmacists in self-medication service practices using quantitative methods with a cross-sectional design through the distribution of online questionnaires covering six variables: General Awareness (GA), Effectiveness (EFF), Collaboration (COLL), Barriers (BARR), Trustworthiness (TRUST), and Self-medication Services, where the validity test with KMO and Bartlett's Test and PCA factor analysis showed a KMO value > 0.771 which met the construct feasibility requirements, while Cronbach's Alpha reliability > 0.743 indicated very good internal consistency; Chi-Square analysis for the influence of age and Pearson correlation between variables yielded a significance value > 0.05, meaning there was no significant relationship between age and respondents' perceptions, indicating a consistent relationship between constructs, with the highest correlation between self-medication service and barriers (r = 0.780), indicating the higher the perceived barriers, the stronger the relationship with self-medication services. The government and pharmacists are intensifying education to reduce barriers, pharmacists are strengthening collaboration and trust through personalized consultations, developing mobile drug consultation applications, and further research in specific areas to explore other factors such as education.
Hubungan Pemahaman Etika dengan Praktik Profesional: Studi Empiris pada Mahasiswa D3 Optometri Stepanus Silaban
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2448

Abstract

Penelitian ini mengkaji tingkat pemahaman etika dan praktik etika profesional pada mahasiswa D3 Optometri di ARO Gapopin Jakarta dengan menggunakan desain kuantitatif deskriptif-komparatif melalui pendekatan potong lintang. Sebanyak 58 mahasiswa mengisi kuesioner skala Likert lima poin yang mengukur empat prinsip utama etika biomedis—autonomi, beneficence, non-maleficence, dan keadilan—serta aspek-aspek penting praktik etika, termasuk kerahasiaan, pemahaman terhadap kode etik nasional, integritas dokumentasi, dan penerapan etika klinis. Analisis data mencakup statistik deskriptif, uji perbandingan antarkelompok, korelasi Spearman, dan kategorisasi skor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat pemahaman etika dan praktik etika yang tinggi, dengan skor tertinggi pada prinsip non-maleficence dan keadilan, serta pada aspek dokumentasi yang jujur dan akurat. Tidak ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin maupun kelompok angkatan, sementara korelasi positif yang kuat muncul antara pemahaman etika dan praktik etika (r = 0.68, p < 0.001), yang menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman etika seseorang, semakin konsisten perilaku etis yang diterapkannya. Temuan ini menegaskan efektivitas pendidikan etika yang telah diberikan sekaligus menggarisbawahi perlunya penguatan materi terkait prinsip autonomi dan kode etik nasional optometri untuk lebih mendukung pengembangan profesional mahasiswa.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU POSTPARTUM DENGAN PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PINTU LANGIT KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2025 Batubara, Novita Sari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2452

Abstract

Setelah melahirkan, seorang ibu mengalami berbagai perubahan psikologis yang muncul akibat peralihan perannya dari masa kehamilan menjadi seorang ibu. Perubahan ini dapat memicu timbulnya gangguan kecemasan, yang jika tidak ditangani dengan baik, dapat berdampak pada produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan ibu postpartum dan produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Pintu Langit, Kota Padangsidimpuan, pada tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 47 ibu postpartum yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Pintu Langit dari bulan Desember 2024 hingga Januari 2025, dengan menggunakan metode total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square, yang menunjukkan hasil (p= 0,002), menandakan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan ibu postpartum dengan produksi ASI. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecemasan ibu postpartum dengan produksi ASI. Oleh karena itu, disarankan agar petugas kesehatan memberikan edukasi kepada ibu postpartum mengenai tingkat kecemasan dapat mempengaruhi produksi ASI. Hal ini dilakukan dengan menyampaikan informasi yang akurat dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, diharapkan tingkat kecemasan ibu postpartum stabil dan pentingnya produksi ASI akan terwujud, serta terjalin hubungan yang baik antara petugas kesehatan dan ibu postpartum.
Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat terhadap Pencegahan Stunting pada Balita: Literature Review Bachtiar Safrudin
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2492

Abstract

Stunting tetap menjadi masalah kesehatan global yang kritis, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Pemberdayaan masyarakat memainkan peran penting dalam memastikan keberlanjutan intervensi gizi. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui kader kesehatan (Posyandu) dan program gizi berbasis masyarakat, dalam mencegah stunting pada balita. Tinjauan literatur dilakukan menggunakan kerangka kerja PICOS. Data diperoleh dari basis data Google Scholar, PubMed, dan Garuda untuk periode 2022–2025. Sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Tinjauan tersebut mengidentifikasi bahwa pemberdayaan masyarakat secara signifikan berkontribusi pada pengurangan stunting melalui tiga mekanisme utama: peningkatan kapasitas kader kesehatan, pemanfaatan sumber daya pangan lokal untuk pemberian makanan tambahan (PMT), dan peningkatan perilaku sanitasi. Pemberdayaan masyarakat merupakan intervensi yang efektif untuk pencegahan stunting. Penguatan pelatihan kader dan pengintegrasian kearifan lokal ke dalam program gizi direkomendasikan.
Asuhan Akupunktur pada Pasien Pasca-Stroke dengan Kesulitan Bicara: Studi Kasus Indah Indrianingtyas; Ikhwan Abdullah; Chantika Mahadini
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2512

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan yang sering mengakibatkan gangguan fungsi berbicara atau afasia, sehingga berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Di Rumah Sehat Indah Pandaan, ditemukan banyak kasus pasca-stroke dengan kesulitan berbicara yang memerlukan intervensi efektif dan holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita pasca-stroke yang mengalami kesulitan berbicara di Rumah Sehat Indah Pandaan Kabupaten Pasuruan. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satu partisipan (Ny. W, 42 tahun) yang mengalami afasia. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi selama enam sesi terapi dengan frekuensi dua kali seminggu menggunakan titik utama Ren-23 (Lianquan), LI-4 (Hegu), GB-20 (Fengchi), ST-40 (Fenglong), DU-15 (Yamen), HT-5 (Tongli), SP-6 (Sanyinjiao), dan KI-3 (Taixi). Hasil penelitian menunjukkan perbaikan signifikan pada kemampuan bicara partisipan yang ditandai dengan artikulasi suara lebih jelas, volume suara meningkat, serta keluhan wajah kebas yang teratasi sepenuhnya. Kemiringan pada bibir dan lidah juga berkurang hingga tampak hampir simetris, serta keluhan penyerta seperti pusing dan pandangan mata berkabut berhasil diatasi. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan studi ini dengan populasi partisipan yang lebih luas dan durasi penelitian yang lebih panjang untuk melihat efektivitas jangka panjang akupunktur pada kasus afasia kronis
Asuhan Akupunktur dalam Menangani Nyeri Leher: Studi Kasus Erlinawati; Chantika Mahadini; Ikhwan Abdullah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2513

Abstract

ABSTRAK Nyeri leher merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan dapat memengaruhi aktivitas serta kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan akupunktur pada pasien dengan nyeri leher. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus terhadap satu partisipan laki-laki berusia 52 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui empat metode pemeriksaan, yaitu pengamatan, pendengaran dan penciuman, wawancara, serta perabaan, dengan validitas data diuji menggunakan triangulasi. Intervensi akupunktur diberikan sebanyak enam sesi terapi selama tiga minggu sesuai prinsip penatalaksanaan nyeri leher. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan keluhan nyeri leher yang dirasakan partisipan. Rentang gerak leher membaik, kekakuan berkurang, dan kualitas tidur meningkat. Perbaikan kondisi umum juga terlihat pada ekspresi wajah, serta temuan lidah dan nadi yang lebih seimbang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar guna memperkuat temuan terkait asuhan akupunktur pada nyeri leher.