cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua - Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) Indonesian Health Scientific Journal is a tools of publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official website of University Of Aufa Royhan Padangsidimpuan city. This journal will be published every 6 months in June and December each year
Articles 621 Documents
EFEKTIFITAS SLOW BACK MASSAGE PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT DI KLINIK LATU USADHA Putu Sailindra Wirayudha, Dewa
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2397

Abstract

Hipertensi termasuk dalam penyakit tidak menular. Orang terkadang menyebut hipertensi sebagai "pembunuh diam-diam" karena kondisi ini jarang menimbulkan tanda atau keluhan yang nyata. Di antara penyakit tidak menular, hipertensi ialah pemicu kematian ketiga teratas di Indonesia, setelah kanker dan penyakit kardiovaskular. Mengatahui Efektifitas Slow Back Massage Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Di Klinik Latu Usadha. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus yang mengidentifikasi pengaruh terapi Slow Stroke Back Massage terhadap tingkat nyeri pada penderita hipertensi. Setelah intervensi, dari 3 pasien menunjukkan penurunan nyeri dengan skala nyeri masing-masing menjadi 3 serta stabilitas tanda vital; Ny. R tekanan darah 120/80 mmHg, Ny. S 110/90 mmHg, dan Tn. D 110/70 mmHg. Ketiga klien tampak lebih nyaman, paham pengelolaan kondisi, dan direncanakan untuk melanjutkan perawatan mandiri dan direkomendasikan untuk melanjutkan terapi non-farmakologis Slow Stroke Back Massage (SSBM) secara rutin, serta menjaga kesehatan mandiri dan melakukan kontrol berkala ke fasilitas pelayanan kesehatan.
GAMBARAN DEMOGRAFI, PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENGGUNA METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DAN NON MKJP Fitriani, Hani Sri
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2398

Abstract

Pengkajian mengenai penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) menjadi penting karena tingkat pemanfaatannya masih rendah, terutama di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik sosiodemografi serta tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku pengguna MKJP dan non-MKJP di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 399 wanita usia subur berpartisipasi, terdiri dari 197 pengguna MKJP dan 202 pengguna non-MKJP, dipilih melalui teknik Cluster Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah lulus uji validitas (p < 0,05) dan reliabilitas (Cronbach’s alpha > 0,6). Analisis univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 25–45 tahun, berpendidikan menengah, dan berstatus ibu rumah tangga. Pengguna MKJP cenderung memiliki pendidikan lebih tinggi, lama menikah lebih dari lima tahun, memiliki lebih dari dua anak, serta berpenghasilan lebih besar dibandingkan pengguna non-MKJP. Mereka umumnya menerima layanan kontrasepsi dari puskesmas dan memiliki akses lebih dekat ke fasilitas kesehatan. Informasi kontrasepsi sebagian besar diperoleh dari tenaga kesehatan. Secara umum, pengguna MKJP memiliki pendidikan, akses informasi, dan layanan kesehatan yang lebih baik dibandingkan non-MKJP, sehingga hasil ini dapat menjadi dasar peningkatan edukasi dan pemerataan layanan kontrasepsi di pedesaan.
LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN PARITAS IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA Sista, Erlangga; Rahmayani, Irma; Prabawa, Aditya
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2399

Abstract

Plasenta previa merupakan salah satu penyebab utama perdarahan antepartum yang berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Salah satu faktor risiko yang sering dikaitkan dengan kejadian plasenta previa adalah paritas. Paritas diduga kuat sebagai faktor risiko dominan akibat perubahan struktur uterus pasca-persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paritas ibu hamil dengan kejadian plasenta previa berdasarkan studi literatur terkini. Desain penelitian adalah literature review dengan menelaah 8 artikel terpilih (2015–2025) yang diperoleh dari database elektronik utama menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Sintesis data menunjukkan 7 dari 8 studi (87,5%) melaporkan hubungan statistik yang signifikan. Ibu dengan status multipara dan grandemultipara memiliki risiko mengalami plasenta previa 2,5 hingga 6,4 kali lebih tinggi dibandingkan primipara. Tingginya risiko ini berkaitan dengan mekanisme atrofi endometrium dan vaskularisasi desidua yang buruk di fundus akibat bekas luka persalinan berulang, yang memicu plasenta berimplantasi di segmen bawah rahim. Terdapat korelasi positif yang konsisten antara peningkatan paritas dengan risiko plasenta previa.
LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN USIA MENARCHE Adistika, Larasati; Budiawan, Made; Suputra, Putu Adi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2400

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji yang tinggi kalori dan lemak telah menjadi gaya hidup remaja modern yang diduga kuat berkontribusi terhadap perubahan sistem hormonal dan percepatan usia menarche. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan usia menarche pada remaja putri melalui tinjauan literatur (literature review). Hasil tinjauan menunjukkan bahwa mayoritas studi menemukan hubungan positif yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian menarche dini, di mana asupan lemak berlebih memicu akumulasi jaringan adiposa dan peningkatan hormon leptin yang mempercepat pematangan seksual, meskipun beberapa studi lain tidak menemukan signifikansi akibat dominasi faktor genetik. Secara keseluruhan, konsumsi makanan cepat saji teridentifikasi sebagai faktor risiko lingkungan yang berperan dalam tren pubertas dini pada remaja. Diperlukan edukasi gizi seimbang dan pembatasan konsumsi makanan cepat saji sebagai upaya preventif untuk meminimalisir risiko gangguan kesehatan reproduksi dan metabolik jangka panjang pada remaja.
Persepsi Masyarakat Indonesia Terhadap Peran Apoteker Komunitas Dalam Pengkajian Resep Dan Pemberian Obat Berdasarkan Tingkat Pendidikan Masyarakat Ndruru, Joyce Nadia Clarita; Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Rawar, Ellsya Angeline
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2402

Abstract

Community pharmacists play a crucial role in pharmaceutical practice in Indonesia, including prescription compounding and medication dispensing. The impact of community education on perceptions of the role of community pharmacists in prescription assessment and medication dispensing has never been investigated. The aim of this study was to determine the impact of respondents' education on perceptions of the role of community pharmacists regarding general awareness (GA), effectiveness (EFF), collaborative care (COLL), barriers (BARR), trustworthiness (TRUST), and prescription review and administration (PRPO) based on respondents' education level. Data were collected from a 21-item questionnaire and analyzed quantitatively and descriptively using a cross-sectional design. The sample size was determined using the Cochran formula, resulting in 100 respondents, with an additional 50 respondents added to the validity test. A significance value of 0.000 and a Cronbach's Alpha value of 0.65 indicated that the questionnaire was valid and reliable. The results of statistical analysis using the chi-square test indicate an influence between education level on public perception regarding general awareness (GA), collaborative (COLL), barriers (BARR), trustworthiness (TRUST), while there is no influence between education level on public perception regarding effectiveness (EFF) and prescription review and administration (PRPO). The Spearman rank correlation of this study shows that the pair of variables that have a statistically significant relationship between EFF and PRPO has the highest correlation value (r=0.412).
HUBUNGAN DERAJAT PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN DERAJAT KEPARAHAN DRY EYE SYNDROME PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SINGARAJA Suci Rahmawati
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2414

Abstract

Dry eye syndrome merupakan gangguan permukaan okular yang ditandai oleh ketidakstabilan lapisan air mata dan inflamasi, dengan salah satu faktor risiko utama berupa penggunaan smartphone dalam durasi lama. Remaja usia sekolah merupakan kelompok dengan paparan layar digital yang tinggi, sehingga berisiko mengalami dry eye syndrome. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Derajat penggunaan smartphone diklasifikasikan berdasarkan durasi penggunaan harian, sedangkan derajat keparahan dry eye syndrome dinilai menggunakan instrumen penilaian yang tervalidasi yaitu pemeriksaan klinis tes schirmer. Analisis data yang dilakukan untuk menilai hubungan antara kedua variabel tersebut adalah Rank Spearman. Sampel penelitian berjumlah 73 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Uji korelasi Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara derajat penggunaan smartphone dengan derajat keparahan dry eye syndrome (r = 0,387; p = 0,001), dengan arah hubungan positif dan kekuatan korelasi cukup.
A HUBUNGAN TEMAN SEBAYA DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI SMPN 8 TANJAB TIMUR: Ulpa Yuniarsi, Muthia Mutmainnah, Meinarisa, Fadliyana Ekawaty, Luri Mekeama yuniarsi, ulpa
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2416

Abstract

Masa remaja fase krusial dalam perkembangan individu yang ditandai dengan perubahan signifikan, baik fisik, emosional, maupun sosial. Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang kompleks dan terus berkembang, mencerminkan dinamika perubahan sosial, budaya, dan teknologi. Tujuan mengetahui hubungan antara teman sebaya dan media sosial terhadap perilaku kenakalan remaja di SMP N 8 Tanjung Jabung Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional , di SMP N 8 Tanjung Jabung Timur. Jumlah populasi adalah 108 siswa yang dipilih secara acak menggunakan metode random sampling dengan sampel 80 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang berisi skala pengaruh teman sebaya, penggunaan media sosial, dan tingkat kenakalan remaja. Analisis data dengan uji Chi-square. Hasil: Sebesar 51,2% pengaruh teman sebaya dengan kategori sedang. Sebesar 55%% penggunaan media sosial kategori sedang. Sebesar 55% kenakalan remaja rendah dan 45% kenakalan remaja sedang. Terdapat hubungan signifikan antara teman sebaya dengan kenakalan remaja dengan hasil p-value 0,019 dan hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan kenakalan remaja dengan hasil p-value 0,014. Saran bagi sekolah dan orang tua perlu meningkatkan pengawasan dan memberikan arahan tentang penggunaan media sosial serta memperkuat hubungan positif antar teman sebaya untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OBESITAS PADA REMAJA DI SMA LAB UM: ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OBESITAS PADA REMAJA DI SMA LAB UM Nastiti, Zakiah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2425

Abstract

Obesitas pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat dan dapat memengaruhi kondisi kesehatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi obesitas pada remaja di SMA Lab UM Malang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. sample penelitian berjumlah 82 siswa, sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja yang memiliki nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) > 25. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik, sedangkan variabel dependen adalah IMT. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan serta kuesioner usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire – Short Form (IPAQ-SF). Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh dari variabel independen terhadap IMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik memiliki pengaruh signifikan terhadap (IMT) obesitas pada remaja. Implikasi hasil Temuan diharapkan untuk mempertimbangkan intervensi dini pada gaya hidup remaja dengan upaya promotif dan preventif untuk mengembangkan program pencegahan yang baik untuk remaja obesitas terutama pada sasaran yang berisiko yaitu remaja berusia lebih muda, berjenis kelamin perempuan yang memiliki aktivitas yang rendah.
A Analisis Tingkat Kebisingan Jalan Poros Palopo-Makassar dan Jalan Andi Jemma Belopa: Kebisingan Jalan Poros Putri, Ilma Helmalia; Zulaeka, Putri; Rasmiaji; Rahmadani, Nurwadia Sri Putri; Syahrir, Ismi Febriyanti
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2426

Abstract

Kebisingan jalan raya menyebabkan gangguan kehidupan kita sehari-hari. Banyak manusia yang beraktivitas diluar juga didalam bangunan yang berdekatan dengan jalan raya. Kebisingan menimbulkan berbagai macam dampak buruk pada kesehatan dan kenyamanan lingkungan manusia seperti gangguan psikologis, komunikasi, keluhan dan tindakan demonstrasi, selain itu keluhan somatic. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kebisingan dengan menggunakan aplikasi Sound Level Meter (SLM). Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif. Pengukuran tingkat kebisingan dilakukan untuk menganalisis tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh kendaraan bermootor di dua titik lokasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kebisingan di jalan andi jemma belopa (depan kantor bupati luwu) maka maka dapat diperoleh tingkat kebisingan pagi hari 08.30-09.00 adalah 109.2 dB dan sore hari jam 15.30-16.00 adalah 112.8 dB sedangkan di Perempatan Jl. Poros Palopo-Makassar dengan Jl. Gn.Latimojong dan Jl. Pelabuhan maka dapat diperoleh tingkat kebisingan pagi hari 09.00.09.30 yaitu 101.4 dB dan sore hari jam 16.00-16.30 106.0 db, Bagi warga dan pengendara disekitar jalan tersebut untuk selalu menggunakan alat pelindung diri seperti earplug dan untuk warga yang menggunakan knalpot modifikasi segera menganti agar kebisingan dibawah nilai ambang batas (NAB).
Pengaruh Pengeluaran Bulanan Terhadap Persepsi Peran Apoteker Komunitas Indonesia dalam Mencegah Resistensi Antibiotika Olivke, Debora; Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Yuhara, Novena Adi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2427

Abstract

Community pharmacists have an important role in health services, especially in providing education on the use of drugs and preventing antibiotic abuse amid rising antimicrobial resistance. Public perception of the role of community pharmacists is still not optimal, influenced by limited knowledge and socio-economic factors, such as monthly expenses. This study aims to analyze the influence of monthly expenditure on the perception of the Indonesian public regarding the role of community pharmacists in preventing antibiotic resistance. The study used a cross-sectional design with a quantitative approach, involving 100 respondents through a questionnaire distributed online through googleform. Perceptions were analyzed based on six aspects: General Awareness, Effectiveness, Collaborative, Barriers, Trustworthiness, and antibiotic resistance. The results of the validity test showed the value of the KMO and Bartlett's Test with a value of 0.689, with a significance (p< 0.001) indicating that the data was worth analysis, while the reliability of the instrument was good with Cronbach's Alpha 0.670 which indicated a reliable instrument when >0.6. Chi-square analysis showed that monthly expenditure had no significant effect on public perception (p = 0.186). The Rank Spearman correlation test showed that all variables were significantly related (p < 0.001) with positive direction and correlation strength was strong enough to be strong (r = 0.443–0.776), and the strongest correlation was between Collaborative and Barriers (r = 0.776). These findings confirm the importance of the role of community pharmacists in antibiotic education and collaboration with health care workers, as well as encourage further research using longitudinal designs or adding other variables that influence antibiotic use behavior.