cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua - Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) Indonesian Health Scientific Journal is a tools of publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official website of University Of Aufa Royhan Padangsidimpuan city. This journal will be published every 6 months in June and December each year
Articles 692 Documents
Asuhan Akupunktur pada Penderita Somnolen: Studi Kasus Erna Dwiyani; Puspo Wardoyo; Amal Prihatono
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2542

Abstract

Somnolen merupakan kondisi mengantuk berlebihan di siang hari yang dapat menurunkan fungsi aktivitas, konsentrasi, dan kualitas hidup, serta dalam perspektif Chinese Medicine sering dikaitkan dengan ketidakseimbangan organ Ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil Asuhan Akupunktur pada pasien somnolen dengan sindrom Defisiensi Yang Ginjal. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan satu subjek yang menjalani enam sesi terapi akupunktur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi klinis, wawancara, serta pemeriksaan tanda objektif meliputi kondisi wajah, tingkat kesadaran, fungsi tidur, eliminasi, lidah, dan nadi sebelum dan sesudah terapi. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan perubahan klinis antar sesi terapi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan bertahap keluhan mengantuk di siang hari hingga tidak ditemukan pada sesi akhir terapi, perbaikan kualitas tidur, peningkatan nafsu makan, serta perubahan kondisi fisik yang ditandai wajah lebih segar, suara lebih jelas, dan respons motorik yang lebih lincah. Pemeriksaan lidah dan nadi juga menunjukkan pergeseran ke arah kondisi yang lebih kuat dan stabil. Berdasarkan temuan tersebut, Asuhan Akupunktur pada kasus somnolen dengan Defisiensi Yang Ginjal disarankan untuk dipertimbangkan sebagai pendekatan komplementer dalam praktik klinis serta sebagai dasar pengembangan penelitian lanjutan dengan desain dan populasi yang lebih luas.
Intervensi Senam Hipertensi Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi: Literature Review Supardi Rustam
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2573

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global serius yang diderita oleh sekitar 33% penduduk dunia dan menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular kronis. Salah satu intervensi non-farmakologis yang efektif dan ekonomis untuk mengontrol tekanan darah serta meningkatkan kesejahteraan pasien adalah melalui aktivitas fisik berupa senam. Tujuan: Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai jenis intervensi senam yang efektif dalam menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kualitas hidup pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan pencarian artikel melalui database Google Scholar dan PubMed dalam rentang waktu 2019-2024 menggunakan kerangka PICO. Seleksi literatur dilakukan mengikuti alur PRISMA hingga didapatkan artikel yang relevan untuk diulas secara mendalam. Hasil: Analisis terhadap literatur menunjukkan bahwa senam hipertensi secara konsisten memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik melalui regulasi sistem saraf otonom. Selain luaran klinis, intervensi senam yang dilakukan secara rutin di komunitas juga terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup penderita secara drastis, dari 43,8% menjadi 75%, melalui jalur psikoneuroimunologi dan interaksi sosial. Saran: Sangat disarankan bagi pelayanan kesehatan primer untuk menerapkan program senam hipertensi secara masif sebagai metode preventif dan rehabilitatif yang praktis bagi penderita hipertensi
Hubungan Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Perilaku Aman Anggota PMR di SMA Rahmadani, Nurwadia Sri Putri; Mas'um, Cicci Chairunisa; Rasmiaji
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2596

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan perilaku aman pada anggota Palang Merah Remaja (PMR) di Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner tertutup berbasis Google Forms, dan wawancara. Partisipan penelitian merupakan anggota aktif PMR. Instrumen penelitian terdiri dari lima pertanyaan pengetahuan K3 berbentuk benar–salah serta lima pernyataan perilaku aman menggunakan skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan K3 anggota PMR tergolong baik hingga sangat baik. Seluruh responden (100%) mampu menjawab dengan benar pertanyaan terkait tujuan utama K3 di sekolah dan tindakan pertama setelah terjadi kecelakaan. Sebagian besar responden juga memahami penggunaan alat pelindung diri saat menangani luka berdarah (90,9%) serta penempatan kotak P3K yang mudah diakses (96,9%). Namun demikian, perilaku aman belum sepenuhnya konsisten, terutama dalam penggunaan sarung tangan saat menangani luka, sebagian besar responden masih bersikap netral (63,6%). Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan K3 yang baik belum selalu diikuti oleh penerapan perilaku aman secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pembiasaan praktik, pengawasan pembina, serta dukungan sarana prasarana untuk meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan sekolah. Kata kunci: Keselamatan dan kesehatan kerja, perilaku aman, PMR ABSTRACT Safe behavior is an important aspect of Occupational Safety and Health (OSH) implementation, particularly for Youth Red Cross (PMR) members who are often involved in first aid and health-related activities in schools. Understanding and applying safe behavior is essential to prevent accidents and reduce injury risks. This study aims to examine the relationship between the level of OSH knowledge and safe behavior among PMR members in senior high schools. The research used a qualitative approach with data collection techniques including observation, closed-ended questionnaires distributed through Google Forms, and interviews. The participants were active PMR members. The research instrument consisted of five true–false questions measuring OSH knowledge and five statements measuring safe behavior using a Likert scale. Data were analyzed descriptively by calculating frequencies and percentages. The results showed that the level of OSH knowledge among respondents was categorized as good to very good. All respondents (100%) correctly answered questions related to the main objectives of OSH and the first action after an accident. However, safe behavior was not fully consistent, particularly in the use of gloves when handling injuries. In conclusion, good OSH knowledge does not always guarantee consistent safe behavior, therefore strengthening practice and supervision is necessary to improve safety culture in schools. Keywords: Occupational Safety, Safe Behavior, PMR
STUNTING Model Pencegahan Stunting tahun 2015-2025 : Analisis Bibliometric: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dan menjadi perhatian global, terutama di negara berkembang oktaria safitri okta
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2580

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dan menjadi perhatian global, terutama di negara berkembang. Tujuan: Penelitian ini menganalisis pola penelitian tentang model pencegahan stunting menggunakan pendekatan bibliometrik untuk mengidentifikasi perkembangan publikasi, kolaborasi global, serta bentuk intervensi yang paling banyak dikaji. Metode: Sebanyak 128 artikel dari basis data Scopus periode 2015–2025 dianalisis menggunakan VOSviewer dan Microsoft Excel. Kata kunci yang digunakan adalah “Model” AND “Stunting” AND “Prevention”, dengan kriteria artikel berbahasa Inggris dan terbit pada rentang waktu tersebut. Hasil: Dari total dokumen, 66 artikel memenuhi kriteria analisis, dan 14 di antaranya secara khusus membahas model pencegahan stunting. Tren publikasi menunjukkan peningkatan signifikan dengan annual growth rate 21,48% dan puncak pada tahun 2025. Rata-rata sitasi per dokumen sebesar 12,8, menunjukkan dampak akademik yang baik. Kolaborasi internasional mencapai 53,03%, menegaskan stunting sebagai isu kesehatan global. Kesimpulan: Penelitian model pencegahan stunting berkembang pesat dengan pendekatan multisektoral, menggabungkan intervensi gizi spesifik, perbaikan sanitasi, akses layanan kesehatan, serta penguatan faktor sosial seperti pendidikan ibu. Tren penelitian bergeser dari identifikasi risiko menuju intervensi pada ibu hamil dan 1000 HPK, mencerminkan strategi global yang lebih preventif dan berbasis bukti, meskipun adaptasi konteks lokal masih diperlukan.Kata kunci: Model, pencegahan, stunting, bibliometrik.
Asuhan Akupuntur pada Kasus Saraf Terjepit Bagian Lumbar di Griya Sehat “Mandiri” Medan Delvin Delvin
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2583

Abstract

LDH merupakan kondisi patologis berupa pergeseran komponen disc (nukleus pulposus) melewati ruang intervertebralis. Diperkirakan sekitar 1%–3% penduduk menderita LDH setiap tahun, terutama di kalangan orang dewasa pekerja berusia 30–50 tahun. Hasil studi pendahuluan kepada 1 orang pasien di Griya Sehat melalui wawancara bahwa reponden berjenis kelamin laki-laki mengeluhkan nyeri dari pinggang bawah menjalar ke kaki sejak ±2 bulan yang lalu. Tujuan penelitian yaitu asuhan akupuntur pada kasus saraf terjepit bagian lumbar di Griya Sehat “Mandiri” Medan. Metode menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dibatasi hanya 1 orang, jenis kelamin laki-laki, pekerjaan sopir ekspedisi, teknik sampling purposive sampling, instrumen menggunakan lembar data klien, Skala nyeri NRS, terapi akupuntur titik titik BL 23, BL 25, BL 40, BL 60, GB 30, DU 3, Ashi point lumbar. Hasil studi kasus terdapat perbedaan signifikan antara terapi pertama dengan terapi keenam. Keluhan utama dan tambahan yang dirasakan pada terapi sesi akhir terdapat penurunan skala nyeri dari berat menjadi nyeri ringan. Terapi akupuntur dapat direkomendasikan untuk mengatasi keluhan LDH dan menghindari aktivitas repetitif berlebihan, dan melakukan peregangan secara rutin.
Cedera Tusuk Jarum sebagai Bahaya Okupasional pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit: Analisis Pola Kejadian, Determinan, dan Strategi Pencegahan: Needlestick Injury as an Occupational Hazard among Healthcare Workers in Hospitals: Analysis of Incidence Patterns, Determinants, and Prevention Strategies Erika Agustianti; Amanah Eva Fidusia; Luluk Hermawati; Siti Darifah; Yuda Nabella Prameswari; Firda Asma’ul Husna
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2590

Abstract

Cedera tusuk jarum merupakan bahaya okupasional yang umum dihadapi tenaga kesehatan, terutama di rumah sakit, dan berpotensi menimbulkan infeksi penyakit menular seperti HIV dan hepatitis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola kejadian, determinan risiko, dan strategi pencegahan cedera tusuk jarum pada tenaga kesehatan. Pendekatan yang digunakan adalah narrative review, dengan pencarian literatur melalui PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci "needlestick injury," "sharp injuries," "healthcare workers," dan "occupational hazard." Artikel yang diterbitkan antara 2015–2025 dan memenuhi kriteria inklusi diseleksi melalui judul, abstrak, dan teks lengkap, kemudian disintesis secara deskriptif-tematik ke dalam tiga kategori utama: pola kejadian, determinan risiko, dan strategi pencegahan. Hasil menunjukkan cedera tusuk jarum masih menjadi masalah signifikan, terutama pada tenaga kesehatan yang melakukan prosedur invasif, dengan faktor risiko meliputi pengalaman kerja terbatas, kurangnya pelatihan, dan pengelolaan limbah medis yang tidak sesuai prosedur. Pencegahan efektif memerlukan kebijakan keselamatan komprehensif, penggunaan alat medis berfitur pengaman, dan penguatan budaya keselamatan kerja. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik yang mengintegrasikan kebijakan, teknologi, dan kepemimpinan untuk menurunkan insiden cedera tusuk jarum di rumah sakit.
ASUHAN AKUPUNKTUR PADA PENDERITA GANGGUAN KECEMASAN BERLEBIH : STUDI KASUS Dedeh Kurniasih
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2613

Abstract

Kecemasan adalah kondisi psikologis seseorang yang penuh dengan rasa takut dan khawatir, dimana perasaan takut dan khawatir akan sesuatu hal yang belum pasti akan terjadi. Kecemasan dibagi dalam 3 jenis ada kecemasan neurosis, kecemasan realistis, dan kecemasan moral. Selain terapi farmakologis Asuhan Akupunktur juga bisa menjadi pilihan alternatif yang menarik karena mampu membantu memperbaiki sirkulasi energi dan aliran darah dan membuat tubuh menjadi rileks sehingga rasa gelisah dan cemas bisa mereda. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan melibatkan seorang partisipan perempuan berumur 36 tahun. Asuhan Akupunktur dilakukan di Udara Yoga Bali sebanyak 6 kali sesi terapi pada tanggal 08 April 2025 sampai dengan 25 April 2025. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara: Pengamatan (Wang), Pendengaran dan Penciuman (Wen), Wawancara (Wen), dan Palpasi (Qie) disertai studi dokumentasi. Setelah dilakukan Asuhan Akupunktur menunjukkan hasil yang baik, yaitu: Sudah tidak gelisah, merasa lebih tenang, tidak merasa khawatir berlebihan, jantung sudah tidak berdetak kencang, sudah tidak pusing, dada tidak berdebar, tidak kesemutan, tidak sulit memulai tidur, dan haid sudah normal (tidak pendek). Diharapkan hasil penelitian studi kasus ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi Akupunktur Terapis dalam memberikan Asuhan Akupunktur untuk menangani klien dengan Gangguan Kecemasan Berlebih.
Efektivitas Kombinasi Terapi Ankle Pump Exercise Dan Elevasi Kaki 30° Terhadap Edema Ekstremitas Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD Rey Egi Santana
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2636

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversibel, yang sering disertai komplikasi berupa edema ekstremitas bawah akibat gangguan keseimbangan cairan dan penurunan fungsi ekskresi ginjal. Edema ekstremitas bawah dapat menimbulkan ketidaknyamanan, keterbatasan mobilitas, serta menurunkan kualitas hidup pasien.. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah ankle pump exercise dan elevasi kaki 30°. Tujuan dari analisis praktik keperawatan ini adalah untuk mengetahui efektivitas intervensi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30° dalam menurunkan derajat edema ekstremitas bawah pada pasien CKD di ruang hemodialisa RSUD Inche Abdoel Moies Samarinda. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah pasien CKD yang menjalani hemodialisa dengan masalah keperawatan edema ekstremitas bawah. Intervensi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30° diberikan secara teratur sesuai prosedur. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan derajat edema ekstremitas bawah setelah pemberian intervensi, ditandai dengan berkurangnya pembengkakan dan peningkatan kenyamanan pasien. Kesimpulan dari analisis praktik keperawatan ini adalah terapi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30° efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan derajat edema ekstremitas bawah pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa. ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive and irreversible decline in kidney function, often accompanied by complications such as lower extremity edema caused by fluid imbalance and impaired renal excretory function. Lower extremity edema may lead to discomfort, restricted mobility, and decreased quality of life in patients undergoing hemodialysis. Nursing interventions are needed to help reduce edema and improve patient comfort. Non-pharmacological interventions that can be applied include ankle pump exercise and 30° leg elevation. These interventions are expected to improve venous return, enhance blood circulation, and facilitate fluid redistribution.This nursing practice analysis aimed to determine the effectiveness of ankle pump exercise and 30° leg elevation in reducing the degree of lower extremity edema in CKD patients undergoing hemodialysis at RSUD Inche Abdoel Moies Samarinda. The method used was a case study with a nursing process approach, including assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The subject of this study was a CKD patient undergoing hemodialysis who experienced lower extremity edema. Ankle pump exercise and 30° leg elevation were implemented regularly according to established procedures. Evaluation results showed a reduction in edema degree, indicated by decreased swelling and improved patient comfort. Therefore, these interventions can be considered effective nursing strategies
Hubungan Pengetahuan Tentang Seks Bebas dan Religiusitas dengan Perilaku Seksual Remaja Ilham Ferdiansyah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2652

Abstract

Meningkatnya angka perilaku seksual pada remaja menjadi persoalan yang serius. Pengetahuan dan tingkat religiusitas yang baik diyakini menjadi faktor internal yang penting dalam membentengi remaja dari perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang seks bebas dan tingkat religiusitas dengan perilaku seksual remaja di SMPN X Kabupaten Sukabumi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Cross-Sectional. Sampel penelitian berjumlah 200 siswa yang diambil menggunakan Teknik Proportional Random Sampling. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang dan tingkat religiusitas yang baik. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan atara pengetahuan tentang seks bebas (p-value = 0,007) dan religiusitas (p-value = 0,000) dengan perilaku seksual remaja. Disarankan bagi pihak puskesmas setempat untuk mengadakan kembali penyuluhan tentang seks bebas dan efek samping terhadap masa depan para remaja.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERSONAL HIGIENE GENITALIA DENGAN PERAWATAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIPIONGOT KECAMATAN DOLOK KABUPATEN PALUTA Nur Hamima Harahap; Rahmah Siregar; Irawati Harahap; Siti Alo Pasaribu; Nisa Indriani Harahap
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2654

Abstract

Personal hygiene Getitalia adalah segala tindakan atau upaya yang dilakukan dalam menjaga dan memelihara kesehatan serta kebersihan pada daerah kewanitaan agar terhindar dari bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Menurut WHO, Salah satu dampak dari proses persalinan normal adalah resiko infeksi perineum sekitar lebih dari 2, 8 % sampai lebih dari 18 %, bahkan resiko infeksi preineum ini bisa mencapai lebih dari 20 %. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan Personal Higiene Genitalia dengan perawatan luka perineum pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Sipiongot Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah Seleruh ibu nifas yang berada di wilayah kerja puskesmas sipiongot Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling yaitu tekhnik pengambilan sampel dengan cara mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sebanyak 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden tidak melakukan perawatan luka peninium sebanyak 22 orang (62,9%) dan 13 responden (37,1%) melakukan perawatan luka perineum. Terdapat hubungan antara pengetahuan Personal Hygine genitalia dengan perawatan luka perineum pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Sipiongot Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara dengan nilai p (value) = 0,000.