cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua - Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) Indonesian Health Scientific Journal is a tools of publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official website of University Of Aufa Royhan Padangsidimpuan city. This journal will be published every 6 months in June and December each year
Articles 621 Documents
Peran Pemantauan HbA1c dalam Menilai Rasionalitas Terapi Obat Antidiabetes Oral di Pelayanan Kesehatan Primer: Literature Review Siboro, Erwi Saulina Venezia; Sukohar, Asep; Kusumaningtyas, Intan; Oktarlina, Rasmi Zakiah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2355

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh resistensi insulin dan disfungsi sel β pankreas menyebabkan peningkatan glukosa darah serta meningkatkan risiko komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Pada pelayanan kesehatan primer, pengelolaan diabetes menuntut penggunaan terapi rasional untuk mencapai kontrol glikemik optimal dan mencegah progresivitas penyakit. Obat Antidiabetes Oral (OAD) menjadi pilihan utama berdasarkan efektivitas, keamanan, dan ketersediaan. Tinjauan pustaka ini bertujuan mengevaluasi peran pemeriksaan HbA1c dalam menilai rasionalitas terapi OAD di layanan kesehatan primer. Metode yang digunakan adalah literature review melalui Google Scholar, Science Direct, Scopus, dan Pubmed sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan pemeriksaan HbA1c merupakan parameter utama yang mencerminkan kontrol glikemik rata-rata dalam 2–3 bulan terakhir dengan target HbA1c <7% sebagai indikator keberhasilan terapi. HbA1c membantu menentukan efektivitas terapi, kebutuhan penyesuaian regimen maupun intensifikasi jika target tidak tercapai setelah tiga bulan yang dapat mengevaluasi kerasionalan pengobatan. Namun, pelaksanaan pemantauan HbA1c masih terkendala biaya, keterbatasan alat, dan sistem pencatatan yang belum terintegrasi. Literature review ini menyimpulkan bahwa pemantauan HbA1c yang terintegrasi dengan POR mampu meningkatkan efektivitas terapi OAD dan membantu mewujudkan pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 yang lebih efisien di pelayanan kesehatan primer.
Hubungan Strategi Koping dengan Burnout Syndrome pada Mahasiswa Profesi Ners Annisa Nurul Azizah; Dedah Ningrum; Ida Nurhidayah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.2356

Abstract

Pendidikan profesi ners dibayangkan pada tuntutan akademik dan praktik klinik yang kompleks yang berpotensi memicu kelelahan fisik dan emosional yang dapat mengakibatkan burnout syndrome . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan strategi penanggulangan dengan burnout syndrome pada mahasiswa program profesi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross sectional dengan populasi mahasiswa profesi Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang angkatan 2024 yang menempuh semester dua. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sebanyak 54 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Way's Of Coping Questionnaire (WOCQ) dan Maslach Burnout Inventory (MBI-HSS). Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat yaitu deskripsi variabel dan persentase serta analisa bivariat menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa (94,4%) menggunakan strategi coping emosional terfokus coping dan sebagian besar responden mengalami burnout syndrome tingkat sedang (64,8%) dengan gejala kelelahan emosional paling banyak dialami responden (42,62%). Hasil uji hipotesis Pearson menunjukkan nilai p-value sebesar 0,554 yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara strategi koping dengan burnout syndrome (p > 0,05) dengan nilai koefisien r = 0,082. Disarankan bagi mahasiswa profesi ners untuk meningkatkan strategi mengatasi masalah coping terfokus dan manajemen waktu serta mengadakan pelatihan manajemen stres dan menyediakan layanan konseling.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Obesitas pada Remaja di SMA LAB UM: Manuscript submitted for review. Nastiti, Zakiah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat dan dapat memengaruhi kondisi kesehatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi obesitas pada remaja di SMA Lab UM Malang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. sample penelitian berjumlah 82 siswa, sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja yang memiliki nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) > 25. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik, sedangkan variabel dependen adalah IMT. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan serta kuesioner usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire – Short Form (IPAQ-SF). Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh dari variabel independen terhadap IMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik memiliki pengaruh signifikan terhadap (IMT) obesitas pada remaja. Implikasi hasil Temuan diharapkan untuk mempertimbangkan intervensi dini pada gaya hidup remaja dengan upaya promotif dan preventif untuk mengembangkan program pencegahan yang baik untuk remaja obesitas terutama pada sasaran yang berisiko yaitu remaja berusia lebih muda, berjenis kelamin perempuan yang memiliki aktivitas yang rendah.
EFEKTIFITAS LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) MENGGUNAKAN TERAPI GENGGAM BOLA KARET TERHADAP GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK Putri Kristina, Putu; Ni Ketut Putri Marthasari; G. Nur Widya Putra
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2375

Abstract

ABSTRAK Stroke adalah gangguan saraf pusat yang terjadi akibat terhentinya aliran darah ke otak, menyebabkan penurunan kekuatan otot, koordinasi gerak, dan kemampuan aktivitas sehari-hari. Pemulihan melalui mobilisasi menjadi penting, dan penggunaan bola karet dalam latihan rentang gerak (ROM) terbukti efektif membantu mengembalikan fungsi sendi serta meningkatkan mobilitas fisik pasien. Tujuan: Untuk menjelaskan efektivitas latihan range of motion (ROM) menggunakan terapi genggam bola karet dalam mengatasi gangguan mobilitas fisik terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke hemoragik. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk mengidentifikasi masalah asuhan keperawatan pada pasien stroke hemoragik dengan kelemahan ekstremitas kiri melalui penerapan terapi bola karet, yang diberikan selama 2 × 24 jam di Ruang Nagasari, RSUP Prof. Dr. I G. N. G. Ngoerah, Denpasar. Dari penelitian dari pasien yang sudah diberikan latihan (ROM) menggunakan terapi bola tangan S: Pasien mengatakan kelemahan pada kaki dan tangan kiri sudah berkurang, pasien mengatakan sudah mampu menggunakan baju secara mandiri ke toilet, dan makan sendiri, O: K.U baik, pasien tampak sudah mampu melakukan gerakan rom pada jari tangan kanannya dan mampu mengangkat tangannya, T 120/70 mmHg, S : 36,00 C, N : 95x/m, SPO2 : 98%, RR: 18x/m, A: Gangguan Mobilitas Fisik Teratasi, P: Pertahankan Intervensi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat dalam menerapkan latihan Range of Motion (ROM) menggunakan bola karet sebagai upaya meningkatkan kekuatan otot dan mobilitas pasien stroke hemoragik. Kata kunci : ROM, Genggam Bola Karet, Stroke Hemoragik
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi Di Puskesmas Hutaimbaru LUBIS, ARISA HARFA SAID; Nur Arfah Nasution; Fatma Mutia; Anwar Syahadat; Sukhri Herianto Ritonga; Mei Adelina Harahap; Nur Aliyah Rangkuti
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2376

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator in determining the level of public health. Maternal deaths due to infection can be caused by several factors, including reproductive tract infections and sexually transmitted diseases such as Human Immunodeficiency Virus (HIV), Syphilis, and Hepatitis B. Prevention efforts for these diseases can begin while the baby is still in the womb through Triple Elimination screening. Triple Elimination aims to stop the transmission of HIV, Syphilis, and Hepatitis B from mother to child, reducing morbidity, disability, and mortality by conducting screenings for pregnant women. Prevalence rates in Indonesia for these three diseases indicate a risk of HIV transmission in pregnant women of 0.3%, syphilis infection in pregnant women of 1.7%, and hepatitis B infection in pregnant women of 2.5%. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of pregnant women regarding triple elimination screening. The research method used was quantitative with a descriptive design. The study was conducted at the Hutaimbaru Community Health Center, involving all 52 pregnant women attending the center. The results showed that 26 respondents (50%) had poor knowledge regarding triple elimination screening, 14 respondents (26.9%) had sufficient knowledge, and 12 respondents (23.1%) had good knowledge. Therefore, the knowledge of pregnant women regarding triple elimination screening in Hutaimbaru Community Health Center is largely inadequate (50%). The results of this study recommend more creative outreach programs to encourage pregnant women to undergo triple elimination screening. Keywords : Knowledge, Triple Elimination, Pregnant Women
Hubungan Sikap Pola Interaksi Keluarga Dalam Reconstituted Nuclear Family Terhadap Kesejahteaan Keluarga Shelomitha Fransiska; Dewi Dolifah; Amanda Puspanditaning Sejati
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2381

Abstract

Tingginya angka perceraian di Indonesia berdampak pada meningkatkan jumlah reconstituted nuclear family, yaitu keluarga yang terbentuk kembali setelah perceraian dan memiliki dinamika interaksi yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan melihat apakah sikap pola interaksi dalam keluarga berhubungan dengan tingkat kesejahteraan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 67 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian disusun oleh peneliti sendiri dengan mengadaptasi indikator dari Family Function Scale-Indonesia Version (FFS-I). Data dianalisis seara univariat untuk menggambarkan kategori sikap pola interaksi dan kesejahteraan, serta secara bivariat menggunakan uji Spearman Rank untuk menilai hubungan antarvariabel. Uji validitas menghasilkan 14 item layak pakai untuk variabel sikap pola interaksi dan 10 item untuk variabel kesejahteraan dengan reliabilitas sangat baik (0.962 dan 0.930). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori sikap pola interaksi dan kesejahteraan yang tinggi Uji bivariat menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara sikap pola interaksi dan kesejahteraan (ρ = 0,838; p < 0,01). Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan sikap pola interaksi kelurga untuk mendukung kesejahteraan pada reconstituted nuclear family.
Hubungan Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik dengan Konsentrasi Belajar Mahasiswa Lisnawati, Intan; Dedah Ningrum; Ida Nurhidayah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2384

Abstract

Kualitas tidur dan aktivitas fisik merupakan faktor gaya hidup yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif mahasiswa, termasuk kemampuan mempertahankan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa S1 PGSD Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 649 mahasiswa, dengan sampel 248 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), International Physical Activity Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF), dan Student Learning Concentration Questionnaire–Indonesia Version (SLCQ-I). Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk (68,5%), aktivitas fisik kategori sedang (69,8%), dan konsentrasi belajar kategori sedang (61,3%). Terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan konsentrasi belajar (r = –0,301; p < 0,001), sedangkan aktivitas fisik tidak berhubungan signifikan dengan konsentrasi belajar (r = 0,058; p = 0,361). Penelitian ini menyarankan peningkatan kualitas tidur sebagai strategi utama dalam mendukung konsentrasi belajar mahasiswa, serta tetap mendorong aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan.
EFEKTIVITAS KOMPRES KAYU MANIS TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI AKUT PADA LANSIA DENGAN GOUT ARTHRITIS DI PANTI SOSIAL WEDA JARA MARA PATI Oky Pumadi, I Wayan; Kresnayana, Made Yos; Ayu Rismayanti, I Dewa
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gout arthritis ialah merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah manusia sehingga terbentuk kristal monosodium urat yang mengendap di persendian dan menyebabkan nyeri yang meradang, jika nyeri yang dialami tidak segera ditangani akan mengakibatkan gangguan terhadap aktivitas fisik sehari-hari. Salah satu terapi non-farmakologi pada pasien gout arthritis adalah pemberian kompres kayu manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kompres kayu manis terhadap penurunan intensitas nyeri akut pada lansia dengan gout arthritis di Panti Sosial Weda Jara Mara Pati. Metode penelitian yang digunakan adalah asuhan keperawatan studi kasus. Partisipan adalah lansia dengan gout artritis dan kriteria usia 60 - 74 tahun yang mengalami nyeri sedang. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik, Studi dokumentasi dan angket menggunakan format askep gerontik. Hasil penelitian ini menunjukan terjadi penurunan intensitas nyeri dari skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 2 dan terjadi penuruan kadar asam urat dari 10,7 mg/dL menjadi 6,8 mg/dL setelah klien diberikan kompres kayu manis sebanyak 1 kali dalam sehari pada pagi hari dan dengan lama perlakuan yaitu 15 menit selama 4 hari secara berturut. Pemberian kompres kayu manis efektif untuk mengatasi masalah keperawatan nyeri akut pada pasien dengan gout arthritis.
Persepsi Masyarakat Indonesia Terhadap Peran Apoteker Komunitas Dalam Pelayanan Informasi Obat (PIO) Berdasarkan Wilayah Narwadan, Fortunata; Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Rawar, Ellsya Angeline
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2394

Abstract

The role of community pharmacists in providing drug information is increasingly important to improve the safety of drug use by the public. However, public perceptions of the role of pharmacists may vary between regions. This study aims to analyze the influence of region of residence on the perceptions of Indonesians regarding the role of community pharmacists in Drug Information Services (DIS). The study used a quantitative method with a cross-sectional design through the distribution of an online questionnaire covering six variables: General Awareness (GA), Effectiveness (EFF), Collaboration (COLL), Barriers (BARR), Trustworthiness (TRUST), and Drug Information Service (DIS). Validity testing was conducted using KMO and Bartlett's Test as well as PCA factor analysis, which showed that all items had a KMO value > 0.5 and met the construct validity requirements. Reliability was tested using Cronbach's Alpha, with all variables having a value > 0.7, indicating excellent internal consistency. Chi-Square analysis was used to examine the influence of region, while the relationship between variables was tested using Pearson's correlation. The results showed that region did not affect all perception variables (p > 0.05), indicating that public perception was uniform nationwide. Rank Spearman correlation showed that all variables were significantly related, especially between Barriers and PIO (r = 0.768). It is recommended that pharmacists improve the quality of communication and education to strengthen the implementation of PIO in the community.
Persepsi Masyarakat Indonesia Terhadap Peran Apoteker Komunitas Dalam Promosi Dan Edukasi Kesehatan Berdasarkan Pekerjaan Mahemba, Yunita Susanti; Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Rawar, Ellsya Angeline
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2395

Abstract

Pharmacists play an important role in health promotion as part of disease prevention and quality of life improvement efforts. In their development, community pharmacists not only function as medicine providers, but also as health workers who provide education, counseling, and interprofessional collaboration. Public perception of this role still varies, so this study aims to analyze the Indonesian public's perception of the role of community pharmacists in health promotion and education based on job type. This study used a quantitative method with a cross-sectional design through an online questionnaire covering six dimensions of perception: general awareness, effectiveness, collaboration, barriers, trustworthiness, and health promotion and education. The sample size was determined using Cochran's formula at a 95% confidence level and a 10% margin of error, resulting in 100 respondents. The analysis was descriptive, using the Chi-Square test for the relationship between occupation and perception, as well as Spearman's correlation between perception variables. The results show that public perception ranges from fairly good to very good, with effectiveness (57%) and collaboration (55%) being the highest. The barriers variable shows a significant relationship with employment (p=0.044), while the other dimensions do not. Strong correlations are seen in general awareness, effectiveness, and collaboration. This study confirms the need to strengthen access to and consistency of health promotion services by community pharmacists.