cover
Contact Name
Henny Syapitri
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ONLINE KEPERAWATAN INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 26212161     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Online Keperawatan Indonesia dikelola Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia merupakan wadah bagi dosen dan mahasiswa baik dilingkungan kampus maupun luar kampus untuk mengisi tulisan ataupun artikel penelitian khususnya masalah-masalah keperawatan yang terdapat dimasyarakat dan bagaimana penanggulangannya.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
EFFECTIVENESS OF SLOW STROKE BACK MASSAGE ON FATIGUE OF HEMODIALYSIS PATIENTS AT RSAU DR. M. SALAMUN BANDUNG IN 2024 DA, Syahwaludin; A, Ramadhan; M, Muhtadin; A.J, Pitono; T, Tohri
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) involves the gradual deterioration of renal function, resulting in the accumulation of metabolic waste and excess fluids, known as uremia. Hemodialysis serves as a renal replacement therapy that cleanses the blood by passing through an artificial kidney (dialyzer), eliminating toxins and surplus fluid through the processes of diffusion and ultrafiltration. Persistent tiredness among patients undergoing hemodialysis typically stems from treatment-related complications such as minor blood loss, resulting anemia, and ongoing uremic toxin retention. Research Objectives: To determine the effectiveness of SSBM on fatigue of HD patients. Research Method: : this research is quantitative research. Using pre-experimental pre-test post-test research with one group design. The sampling technique obtained by total sampling with a total of 40 male respondents. Using the Wilcoxon test to determine differences before and after intervention.. Result: The results of this study using the Wilcoxon test showed a p-value <0.001. Conclusion: There is a difference in fatigue scores before and after SSBM intervention
HUBUNGAN INTENSITAS & UNSUR PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL REMAJA DI SMP SANTO BELLARMINUS BEKASI Saegaert, Marbella Valemouren; Daryati, Elisabeth Isti; Pasaribu, Jesika
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Media sosial kini menjadi wadah utama bagi remaja dalam berkomunikasi dan mencari hiburan. Namun, penggunaan yang berlebihan berpotensi memengaruhi perkembangan kecerdasan emosional mereka. Kecerdasan emosional sendiri memiliki peran penting dalam kemampuan individu untuk mengenali, mengelola, serta mengekspresikan emosi secara tepat, sekaligus membangun relasi sosial yang sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas dan unsur penggunaan media sosial dengan kecerdasan emosional pada remaja. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi dan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 135 siswa kelas VIII dan IX yang ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner kecerdasan emosional (33 item), intensitas penggunaan media sosial (5 item), dan unsur penggunaan media sosial (7 item) yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kendall’s tau-c. Hasil: Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan media sosial yang sering (68,1%), unsur penggunaan media sosial tergolong baik (64,4%), dan tingkat kecerdasan emosional sedang (61,5%). Terdapat hubungan bermakna antara intensitas penggunaan media sosial (p=0,035) dan unsur penggunaan media sosial (p=0,018) dengan kecerdasan emosional. Kesimpulan: Intensitas dan kualitas penggunaan media sosial berpengaruh terhadap kecerdasan emosional remaja. Penggunaan yang bijak dan terarah dapat mendukung perkembangan emosional, sedangkan penggunaan berlebihan berpotensi menimbulkan dampak negatif.
ANALISIS KOMITMEN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI FAKTOR PENENTU KUALITAS KERJA DAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT Gulo, Adventy Riang Bevy; Hasibuan, Eva Kartika; Saragih, Masri; Loi, Trisnawaty
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Komitmen budaya organisasi merupakan keterikatan psikologis dan fisik karyawan untuk selalu ingin terlibat dan loyal serta bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dalam suatu organisasi. Tujuan: untuk menganalisis hubungan Komitmen Budaya Organisasi Dengan Kualitas Kerja Dan Kinerja Perawat Di RSU Advent Medan. Metode: menggunakan survey analitik dengan rancangan penelitian cros sectional. Sampel penelitian yang diperoleh berdasarkan kriteria penentuan yakni berjumlah 100 sampel dengan Teknik pengambilan sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling (teknik penetuan sample dengan pertimbangan tertentu). Hasil: membuktikan bahwa Mayoritas responden memiliki komitmen budaya organisasi yang sedang sebanyak 36 responden (36%), tinggi sebanyak 35 responden (35%), dan sangat tinggi sebanyak 29 responden (29%). Kemudian mayoritas responden kualitas kerja memiliki yang baik sebanyak 86 responden (86%), dan kualitas yang buruk sebanyak 14 responden (14%). Selanjutnya mayoritas responden kinerja yang baik memiliki sebanyak 90 responden (90%), dan kinerja yang buruk sebanyak 10 responden (10%). Kesimpulan: terdapat hubungan komitmen budaya organisasi dengan kualitas kerja di RSU Advent Medan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Begitu pun terdapat hubungan komitmen budaya organisasi dengan kinerja perawat di RSU Advent Medan dengan nilai signifikan sebesar 0,001< 0,05.
KUAT KARENA DI DUKUNG: KONTRIBUSI KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS Hunowu, Sri Yulian; Indra, Indra; Yasin, Nurnianingsih A.; Azis, Moh. Nisyar Sy. Abd.; Dumar, Bergita
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Indonesia menduduki peringkat ke dua di dunia sebagai negara dengan kasus terbanyak tuberkulosis setelah India. Kepatuhan pengobatan menjadi masalah utama dalam menjalani proses pengobatan. Oleh karenanya, dukungan keluarga menjadi krusial dalam meningkatkan kepatuhan minum obat bagi penderita tuberkulosis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan pada penderita tuberkulosis. Metode: Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian observasional (analitik) dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien penderita tuberkulosis berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampel, dimana sampel yang digunakan berupa seluruh pasien yang menjalani pengobatan di Puskesmas Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari total 31 responden, sebanyak 22 responden memiliki dukungan keluarga positif, sedangkan 9 responden mendapatkan dukungan keluarga negatif. Seluruh responden dengan dukungan keluarga positif (100%) menunjukkan kepatuhan terhadap pengobatan tuberkulosis. Pada kelompok dengan dukungan keluarga negatif, terdapat 6 responden (66,7%) yang patuh dan 3 responden (33,3%) yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Hasil uji statistik menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,019 (p < 0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Kesimpulan: Dukungan keluarga dapat memberikan kontribusi positif kepada kepatuhan penderita TB dalam mengkonsumsi obat, sedangkan kurangnya dukungan keluarga dapat meningkatkan risiko ketidakpatuhan mengkonsumsi obat kepada penderita TB.
HUBUNGAN SPIRITUAL WELL-BEING TERHADAP STRES PASIEN HEMODIALISIS Kinasih, Puji Setya; Melastuti, Erna; Amal, Ahmad Ikhlasul
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pasien yang menjalani hemodialisis rentan mengalami stres akibat perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang terjadi secara terus-menerus. Spiritual Well-Being berperan penting dalam membantu pasien beradaptasi serta menurunkan tingkat stres selama menjalani terapi jangka panjang. Tujuan: Studi ini menganalisis hubungan spiritual well-being terhadap stres pasien hemodialisis. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Spiritual Well-Being Scale (SWBS) kuesioner Perceived Stress Scale (PSS). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar responden memiliki spiritual well-being kategori tinggi, serta stres kategori sedang. Hasil analisis menunjukan terdapat hubungan signifikan antara spiritual well-being terhadap stres (p< 0,05) dengan arah korelasi negatif, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi spiritual well-being, maka semakin rendah stres pada pasien hemodialisis. Kesimpulan: Spiritual well-being berhubungan signifikan terhadap stres pada pasien hemodialisis. Intervensi keperawatan yang mendukung aspek spiritual perlu dipertimbangkan untuk membantu pasien mengelola stres selama menjalani terapi.
PENGARUH TERAPI KOMBINASI MOBILISASI DINI DENGAN AROMATERAPI LEMON TERHADAP NYERI POST OPERASI PADA PASIEN CHOLELITHIASIS Rahmila, Sri Salma; Melastuti, Erna; Amal, Ahmad Ikhlasul
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Nyeri post operasi merupakan masalah yang sering dialami pasien cholelithiasis setelah tindakan pembedahan dan dapat menghambat mobilisasi dini, memperlambat pemulihan, serta menurunkan kenyamanan pasien. Selain terapi farmakologis, perawat berperan penting dalam pemberian intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, salah satunya kombinasi mobilisasi dini dan aromaterapi lemon. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi kombinasi mobilisasi dini dengan aromaterapi lemon terhadap nyeri post operasi pada pasien cholelithiasis. Metode: menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest with control group. Sampel berjumlah 36 responden yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann–Whitney. Hasil: rata-rata tingkat nyeri kelompok perlakuan menurun dari 3,78 ± 0,428 menjadi 2,28 ± 0,575 setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan penurunan yang bermakna (p < 0,05) dengan kekuatan efek sangat kuat. Pada kelompok kontrol, perubahan tingkat nyeri tidak bermakna (p > 0,05). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol setelah intervensi (p < 0,05), sehingga terapi kombinasi mobilisasi dini dengan aromaterapi lemon efektif menurunkan nyeri pascaoperasi pada pasien cholelithiasis. Kesimpulan: menunjukkan bahwa kombinasi mobilisasi dini dan aromaterapi lemon efektif menurunkan nyeri post operasi pada pasien cholelithiasis dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis.
PENGARUH TERAPI KOMBINASI RELAKSASI AUTOGENIK DAN SLEEP HYGIENE TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN HEMODIALISIS Khusna, Ima Rotul; Melastuti, Erna; Amal, Ahmad Ikhlasul
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gangguan tidur merupakan keluhan yang sering dialami pasien hemodialisis akibat akumulasi toksin uremik, ketidaknyamanan prosedur, perubahan ritme aktivitas, dan stres psikologis. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik, keseimbangan emosional, dan kualitas hidup. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi kombinasi relaksasi autogenik dan sleep hygiene terhadap kualitas tidur pasien hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest with control group. Sebanyak 44 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberikan terapi kombinasi relaksasi autogenik dan sleep hygiene dua kali seminggu selama 20 menit setiap sesi. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden pada kelompok perlakuan memiliki kualitas tidur buruk (95,5%). Setelah diberikan terapi, kualitas tidur meningkat menjadi kategori baik (86,4%). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05). Pada kelompok kontrol, kualitas tidur tidak menunjukkan perubahan yang bermakna. Kesimpulan: Terapi kombinasi relaksasi autogenik dan sleep hygiene berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur pasien hemodialisis, sehingga direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan secara rutin dalam praktik klinik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA TERSEDAK PADA ANAK USIA DINI Sipayung, Normi Parida; Damanik, Rani Kawati; Amila, Amila; Kynanti, Kynanti
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tersedak adalah suatu kondisi yang sangat sering terjadi pada anak usia dini yaitu tersumbatnya jalan napas akibat benda asing baik secara total atau parsial, yang dapat menyebabkan korban kesulitan bernapas, kekurangan oksigen, dan penyebab kematian. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap ibu tentang pertolongan pertama tersedak pada anak usia dini di Dusun Vl Desa Padang Pulau. Metode: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan analisis korelasi dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu yang memiliki anak usia dini di Dusun Vl Desa Padang Pulau. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji spearman rank. Hasil: Hasil penelitian pada tingkat pengetahuan baik sebanyak 52,4%, tingkat pengetahuan cukup sebanyak 47,6%, untuk sikap baik sebanyak 73,8%, sikap tidak baik sebanyak 26,2%. Hasil uji spearman rank didapatkan hasil p=0,000 yang artinya ada hubungan pengetahuan ibu dengan sikap melakukan pertolongan pertama tersedak pada anak usia dini, dengan nilai r=0,516 yang artinya memiliki keeratan hubungan yang kuat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap ibu tentang pertolongan pertama tersedak pada anak usia dini, semakin baik tingkat pengetahuan ibu semakin baik juga sikap ibu dalam melakukan pertolongan pertama tersedak pada anak usia dini.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SESAK NAPAS PADA PASIEN HEMODIALISIS Mustafiatun, Siti; Melastuti, Erna; Amal, Ahmad Ikhlasul
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan keadaan yang berkembang secara bertahap dan menyebabkan fungsi ginjal semakin menurun pengganti ginjal berupa hemodialisis. Salah satu keluhan yang sering dialami pasien hemodialisis adalah sesak napas (dispnea), yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kelebihan volume cairan dan anemia. Studi ini tujuan untuk memahami berbagai faktor yang berkontribusi terhadap sesak napas pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang berpengaruh terhadap gejala sesak napas pada pasien yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menerapkan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang memanfaatkan data sekunder dari catatan medis. Terdapat sebanyak 211 pasien yang sesuai kriteria inklusi. Variabel yang dianalisis mencakup Interdialytic Weight Gain (IDWG) sebagai tanda kelebihan cairan dan konsentrasi hemoglobin sebagai penanda anemia. Pengolahan data dilakukan secara univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hampir semua pasien mengalami sesak napas. Mayoritas responden memiliki kategori IDWG baik, namun masih ditemukan pasien dengan IDWG berisiko. Berdasarkan kadar hemoglobin, sebagian pasien berada pada kategori anemia sedang. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Overload cairan dan anemia berperan penting terhadap sesak napas, sehingga pemantauan IDWG dan manajemen anemia perlu ditingkatkan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENDERITA HIPERTENSI DALAM MINUM OBAT HIPERTENSI Sinurat, Lasma Rina Efrina; Marbun, Agnes Silvina; Syapitri, Henny; Zega, Metalitas
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Keberhasilan suatu pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh akses pelayanan kesehatan, pengetahuan, peran petugasnya dan dukungan keluarga, tetapi juga dipengaruhi oleh kepatuhan pasien. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan penderita hipertensi dalam minum obat antihipertensi. Kepatuhan penderita hipertensi dalam minum obat penting karena obat antihipertensi mengkontrol tekanan darah dan dalam waktu jangka panjang resiko terjadinya kerusakan organ-organ dapat dikurangi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat hipertensi di Puskesmas Parsingkaman. Metode: Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 75 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat pengumpulan data adalah kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Hasil: Hasil penelitian diperoleh ada hubungan yang signifikan antara faktor keterjangkauan akses pelayanan kesehatan, pengetahuan, dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan dengan kepatuhan penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat hipertensi dengan p value= 0.003, 0.001, 0.002, 0.004. Kesimpulan: Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan dalam menyusun strategi untuk meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi dalam minum obat.