cover
Contact Name
Henny Syapitri
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI
ISSN : -     EISSN : 25798332     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Sari Mutiara Indonesia berupaya untuk memaparkan pemikiran kritis maupun hasil penelitian yang berpijak kepada eksistensi Ilmu Komunikasi menghadapi dinamika ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Sari Mutiara Indonesia terbit 1 edisi selama satu tahun. Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Sari Mutiara mencoba menjadi sarana publikasi pemikiran dosen dan praktisi untuk berbagi ilmu pengetahuan khususnya di bidang Ilmu Komunikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
PERAN KOMUNIKASI DIGITAL DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PELANGGAN DI PT PLN (PERSERO) UP3 MUARA BUNGO Adi Lestari, Frengky; Widiarto, Didik Sugeng
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v9i2.6428

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan publik menjadi tuntutan penting di era industri 4.0, termasuk pada sektor ketenagalistrikan. PT PLN (Persero) melalui inovasi aplikasi PLN Mobile dan Aplikasi Pelayanan Keluhan Terpadu (APKT) berupaya meningkatkan efektivitas komunikasi dan kualitas pelayanan pelanggan. Namun, efektivitas implementasi teknologi komunikasi digital dalam mendukung kepuasan pelanggan masih perlu diteliti secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi digital melalui aplikasi PLN Mobile dan APKT dalam meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan di PT PLN (Persero) UP3 Muara Bungo, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan kendala dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 75 responden pelanggan serta wawancara mendalam dengan petugas layanan teknis. Analisis data dilakukan menggunakan teori Adaptive Structuration untuk memahami hubungan antara penggunaan teknologi digital dan struktur sosial organisasi dalam konteks pelayanan publik. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi PLN Mobile mampu meningkatkan efisiensi penanganan keluhan pelanggan dengan penurunan waktu penyelesaian sebesar 45% dibanding metode manual. Tingkat kepuasan pelanggan mencapai 82,7%, dipengaruhi oleh kemudahan akses, kecepatan respon, dan transparansi layanan. Integrasi PLN Mobile dengan APKT juga mendukung monitoring lapangan secara real-time sehingga meningkatkan akuntabilitas petugas. Kendala utama terletak pada rendahnya literasi digital pelanggan di daerah pedesaan dan keterbatasan fitur e-commerce pada aplikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi digital berperan penting dalam mempercepat, mempermudah, dan mengefisienkan pelayanan pelanggan di PLN UP3 Muara Bungo. Untuk optimalisasi, diperlukan peningkatan literasi digital masyarakat, pengembangan fitur aplikasi, dan perbaikan antarmuka pengguna guna mendukung transformasi digital berkelanjutan di sektor pelayanan ketenagalistrikan.
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM LIFE STYLE FRUGAL LIVING DI DAERAH WONOSOBO Ramadhan, Nathan Hilga; Masduki, Anang
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v9i2.6456

Abstract

Studi kualitatif fenomenologis ini menganalisis strategi komunikasi dalam penyebaran life style Frugal Living di Wonosobo, yang memiliki life style frugal living juga di kenal dengan gaya hidup menabung dan berbelanja secara bijaksana. Namun karena orang memiliki kebutuhan dan gaya hidup yang berbeda, mereka seringkali kesulitan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Hal ini menimbulakan berbagai macam masalah rumit dalam kehidupan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara hidup Frugal living sebagai Lifestyle sehingga konsep ini menjadi alternatuf bagi masyarakat kelas menengah bawah untuk bertahan hidup dengan menekan pengeluara yang minimal dengan pendapatan terbatas. Melalui wawancara mendalam dengan 10 informan sesuai kriteria dan analisis tematik Miles-Huberman, tiga temuan utama ditemukan: Pertama, hidup hemat bukan sekadar pratik ekonomi, melainkan hasil dari komunikasi yang didasarkan pada jaringan hubungan kuat, yang diturunkan melalui: (a) Peniru antar generasi dalam keluarga, (b) diskusi komunitas dalam kegiatan sosial, dan (c) media sosial untuk berbagi teknik berhemat. Kedua strategi ini menciptakan dilema sosial ketika prinsip menabung secara ekstrem bertentangan dengan norma komunitas, memicu stereotip “kikir”  saat menolak berpartisipasi dalam acara sosial, seperti yang dicermin dalam 70% kasus konflik yang dilaporkan. Ketiga, komunitas menginterpretasikan Frugal Living sebagai keseimbangan dinamis antara kesadaran finansial (investasi aset, pendidikan anak) dan komitmen sosial, dengan 10 informan menekankan pentingnya“kedermawanan strategis” untuk mempertahankan kohesi komunitas. Temuan ini membantah asumsi asumsi bahwa frugal living hanyalah tren perkotaan, dan menegaskan bahwa hal itu merupakan mekanisme ketahanan ekonomi berdasarkan komunitas budaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah yaitu beberapa orang beranggapan bahwa melakukan gaya hidup frugal living yang secara berlebihan itu tidak dianjurkan, lebih baik sedang-sedang atau biasa saja.
RESEPSI MAHASISWA UIN SUNAN KUDUS TERHADAP KONTEN YOUTUBE DEDDY CORBUZIER DALAM PODCAST LOGIN Sari, Winda; Rohimi, Primi
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v9i2.6491

Abstract

Podcast Login oleh Deddy Corbuzier merupakan medium digital yang menyajikan dialog terbuka mengenai isu keagamaan dengan gaya bahasa santai dan non-formal. Mahasiswa UIN Sunan Kudus, dengan basis pendidikan Islam yang kuat, menjadi audiens krusial untuk memahami efektivitas model dakwah digital ini. Penelitian ini mengeksplorasi resepsi mahasiswa UIN Sunan Kudus terhadap konten yang disajikan dalam Podcast Login yang dipandu oleh Habib Jafar. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian menelaah bagaimana mahasiswa memahami, menginterpretasi, dan merespons tema-tema yang diangkat dalam podcast termasuk isu sosial, psikologis, dan budaya populer serta implikasinya terhadap sikap, opini, dan praktik media mereka. Penelitian kualitatif menggunakan metode analisis resepsi (Stuart Hall). Sampel terdiri dari 15 mahasiswa aktif UIN Sunan Kudus yang diwawancarai secara mendalam. Hasil decoding dikelompokkan menjadi tiga posisi resepsi. Hasil menunjukkan adanya variasi resepsi: sebagian besar informan menempati posisi dominant/preferred reading terhadap gaya bahasa yang digunakan dalam podcast—mereka cenderung setuju karena menilai gaya tutur host bersifat santai, komunikatif, dan tidak memihak sehingga mudah dicerna dan memfasilitasi ruang diskusi. Respon yang setuju ini memperkuat kecenderungan mahasiswa untuk mengadopsi pendapat atau framing tertentu pada isu-isu populer, meskipun pada isu sensitif beberapa informan menunjukkan pembacaan negotiated atau oppositional yang merefleksikan nilai agama dan norma kampus.  Faktor penentu resepsi meliputi latar belakang agama, tingkat literasi media, pengalaman pribadi, dan dinamika komunitas kampus. Pembahasan mengaitkan temuan dengan teori encoding/decoding Hall dan konsep konvergensi budaya. Penelitian ini menyarankan pentingnya pendidikan literasi media di perguruan tinggi untuk memperkuat kemampuan analitis mahasiswa terhadap konten digital populer. Resepsi mahasiswa UIN Sunan Kudus bersifat positif dan cenderung setuju dengan format komunikasi yang terbuka, santai, dan non-memihak, membuktikan bahwa gaya komunikasi digital yang adaptif efektif diterima oleh audiens akademik dengan latar belakang keagamaan.
STRATEGI KOMUNIKASI REDAKSI PIKIRAN RAKYAT MEDIA NETWORK UNTUK MENANGANI WAWANCARA INVESTIGATIF DAN EKSKLUSIF Rahmadani, Riva Siti; Wiryany, Detya
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v9i2.6615

Abstract

Perkembangan media digital mendorong redaksi berita untuk menyesuaikan pola kerja dan pendekatan komunikasi, khususnya dalam liputan investigatif dan eksklusif yang menuntut ketelitian, verifikasi berlapis, serta kedekatan dengan narasumber. Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) sebagai media digital nasional berbasis jaringan menghadapi tantangan komunikasi redaksional yang kompleks karena sistem kolaboratif lintas platform dan wilayah. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi komunikasi redaksi PRMN dalam menangani wawancara investigatif dan eksklusif pada tahapan perencanaan, implementasi, evaluasi, serta kontrol editorial. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap praktik kerja redaksi dan konten yang telah dipublikasikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses peliputan di PRMN dijalankan melalui koordinasi redaksional yang fleksibel dan kolektif meskipun tidak didukung oleh SOP formal. Rapat redaksi dan diskusi terbuka menjadi mekanisme utama dalam penyusunan TOR, pemilihan narasumber, penentuan batasan topik, serta pengelolaan risiko pemberitaan. Proses evaluasi dilakukan secara berlapis melalui verifikasi konten, pemeriksaan rekaman, dan umpan balik editor sebelum publikasi. Temuan utama mengungkap adanya diferensiasi pendekatan komunikasi, di mana liputan investigatif menekankan konfirmasi silang, observasi lapangan, dan perspektif multipihak, sementara wawancara eksklusif lebih diarahkan pada komunikasi interpersonal yang menempatkan kenyamanan dan pengalaman personal narasumber sebagai fokus utama. Strategi komunikasi yang adaptif dan terkoordinasi ini berkontribusi pada terjaganya akurasi, keberimbangan, serta kredibilitas PRMN dalam ekosistem media digital berjaringan.
Nilai- Nilai Komunikasi Islam Dalam Tradisi Ba Ranup Pada Pesta Pernikahan Di Desa Lipha Rayeuk, Kecamatan Jeumpa Nadjwa Salsabila; Zainun Zainun
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v10i1.6159

Abstract

Fenomena yang terjadi di Desa Lipah Rayeuk menunjukkan bahwa tradisi Ba Ranup masih terus dilaksanakan dalam prosesi pernikahan adat Aceh, Penelitian ini bertujuan secara komprehensif untuk mengkaji pelestarian tradisi Ba Ranup serta signifikansi sosiokultural ranup (sirih) dalam upacara pernikahan adat maupun kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Lipah Rayeuk. Dengan menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, pengumpulan data dalam studi ini dilaksanakan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam bersama informan kunci yang memiliki pemahaman mendalam mengenai adat pernikahan dan budaya setempat. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa ranup tidak hanya sekadar simbol, melainkan berfungsi sebagai instrumen komunikasi intrakultural yang esensial untuk memuliakan tamu, mempererat kohesi sosial, serta bertindak sebagai medium pembuka yang sarat makna dalam prosesi pernikahan dan berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ba Ranup di Desa Lipah Rayeuk dilaksanakan sebagai prosesi lamaran adat yang dilakukan oleh keluarga calon mempelai laki-laki dengan membawa ranup ke rumah pihak perempuan sebagai simbol pengikat pertunangan. Dalam pelaksanaannya, calon mempelai laki-laki tidak ikut hadir dalam prosesi tersebut karena masyarakat setempat masih memegang teguh nilai-nilai Islam yang membatasi interaksi langsung antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Penelitian ini juga menemukan adanya perubahan dan penyesuaian dalam pelaksanaan tradisi Ba Ranup di beberapa daerah Aceh modern, baik di kabupaten maupun kota, namun masyarakat Desa Lipah Rayeuk tetap mempertahankan nilai adat dan komunikasi Islam yang terkandung dalam tradisi tersebut.
Strategi Komunikasi Digital Bakmi Serangkai Dalam Membangun Citra Kuliner Lokal Melalui UGC Dan E-Wom Noviani Putri Permatasari; Candra Yudha Satriya
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v10i1.6181

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara pelaku kuliner lokal membangun citra merek dan menjangkau konsumen. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi komunikasi digital Bakmi Serangkai Semarang dalam membangun citra sebagai kuliner lokal melalui pemanfaatan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemilik, admin media sosial, serta konsumen, dan dokumentasi pada platform Instagram, TikTok, dan Google Maps. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bakmi Serangkai menerapkan strategi komunikasi digital yang terencana melalui pengelolaan komunikator, pesan, media, audiens, dan efek. Pemanfaatan User-Generated Content (UGC) dan Electronic Word of Mouth (e-WOM) berperan signifikan dalam memperkuat kepercayaan, meningkatkan keterlibatan audiens, dan membentuk citra merek yang kuat sebagai kuliner lokal yang terjangkau, estetik, dan berkualitas. Penelitian ini menemukan bahwa strategi komunikasi digital yang digunakan Bakmi Serangkai, yang memanfaatkan media sosial secara konsisten dan partisipatif, berhasil membangun citra sebagai kuliner lokal. Kesimpulannya, penelitian ini menyarankan pelaku usaha kuliner lokal untuk mengoptimalkan konten interaktif dan keterlibatan konsumen untuk meningkatkan citra merek dan daya saing mereka.