cover
Contact Name
Henny Syapitri
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI
ISSN : -     EISSN : 25798332     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Sari Mutiara Indonesia berupaya untuk memaparkan pemikiran kritis maupun hasil penelitian yang berpijak kepada eksistensi Ilmu Komunikasi menghadapi dinamika ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Sari Mutiara Indonesia terbit 1 edisi selama satu tahun. Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Sari Mutiara mencoba menjadi sarana publikasi pemikiran dosen dan praktisi untuk berbagi ilmu pengetahuan khususnya di bidang Ilmu Komunikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 202 Documents
KOMPARASI RETORIKA ARISTOTELES MELALUI PIDATO, ADU PENDAPAT DALAM DEBAT CALON GUBERNUR / WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA 2024 TERHADAP HASIL PERHITUNGAN KPU Sulaeman, Angia; Pramajakti, Haris; Irwansyah
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v9i1.5884

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi, bentuk demokrasi yang dilakukan adalah pemilihan umum yang dilakukan dari level presiden hingga pemimpin daerah. Pemilihan gubernur DKI Jakarta 2024 menghadirkan 3 calon pasang calon, yang terdiri atas pasangan calon Ridwan Kamil dan Suswono, Dharma dan Kun dan Pramono Anung dan Rano Karno, Penelitian ini dilakukan komparasi Retorika Aristoteles melalui canons of rhetoric dan nilai berdasarkan etos, patos dan logos, yang kemudian hasilnya akan dikorelasikan dengan hasil perhitungan cepat dan hasil perhitungan KPU para calon. Retorika banyak diyakini sebagai teori pertama dalam ilmu komunikasi, dimana pertama kali dikembangkan di Yunani oleh Corax dan muridnya Tisias, Teorinya berisikan hal persuasi yang ada di Pengadilan. Hingga akhirnya teori ini banyak dikembangkan oleh Aristoteles. (Ruben & Stewart, 2006) Penelitian ini menggunakan analisis isi atau konten analisis yang diolah secara kuantitatif dengan sampel seluruh debat cagub dan cawagub DKI Jakarta yang dilakukan secara resmi oleh KPU. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa nilai Pramono Anung- Rano Karno memiliki nilai canons of rhetoric, etos, patos dan logos dengan nilai tertinggi, hal ini sesuai dengan perolehan suara yang diperkirakan oleh berbagai lembaga quick count dan hasil KPU. Pasangan Pramono Anung dan Rano Karno memiliki nilai etos tertinggi. Pemaparan data diatas menunjukkan bahwa untuk memenangkan pemilihan daerah faktor Retorika Aristoteles ( Canons of rhetoric, etos, patos dan logos) signifikan dalam mempengaruhi pilihan masyarakat. Faktor yang terdapat dalam Canons of rhetoric beserta etos, patos dan logos saling terikat untuk memberikan penilaian publik.
KONTRIBUSI HUMAN RELATIONS DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH: STUDI KASUS DI BPPMHKP PALEMBANG Adillah, Cantika Fadiya; Saputra, Sepriadi; Arif Setiawan, Muhamad
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v9i1.5887

Abstract

This study aims to examine the contribution of human relations in enhancing employee work motivation within government institutions, particularly at the Agency for the Control and Supervision of Marine and Fishery Product Quality (BPPMHKP) in Palembang City. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research is grounded in Abraham Maslow’s hierarchy of needs theory and the ten principles of human relations proposed by Sondang P. Siagian. The findings reveal that the implementation of human relations practices at BPPMHKP Palembang positively influences employee motivation. Harmonious working relationships, recognition of employee contributions, and open communication are identified as key factors that drive enthusiasm and productivity among employees. Nevertheless, several challenges persist, such as uneven workloads and limited access to training programs, which require further managerial attention. This study concludes that effective human relations can serve as a strategic approach to fostering a supportive and motivating work environment within the public sector
OPINI MASYARAKAT DESA KEDATIM (KEBUNDADAP TIMUR), SARONGGI, SUMENEP TERHADAP TRANSFORMASI LAHAN KONSERVASI MANGROVE MENJADI TEMPAT WISATA Kurniawan, Rio; Wahyudi, Muhtar
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v9i1.5889

Abstract

Opini publik warga sekitar mangrove Kedatim menjadi hal penting untuk keberlangsungan destinasi wisata. Pasalnya perubahan status mangrove menjadi tempat wisata membawa dampak bagi kebiasaan kehidupan baik secara sosial, lingkungan, ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk; Mengetahui Opini warga sekitar Mangrove Kedatim terhadap transformasi fungsi konservasi menjadi tempat wisata. Sebanyak 76 responden sebagai sampel menjawab pertanyaan wawancara dengan kuesioner. Sampel ditentukan dengan metode proposional cluster sampling, yaitu penggunaan perwakilan berimbang berdasarkan kelompok klaster. Peneliti harus mengetahui besar kecil unit-unit populasi yang ada, kemudian mengambil wakil dari unit-unit populasi tersebut dengan sistem perwakilan yang berimbang. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Opini warga sekitar Mangrove Kedatim terhadap transformasi fungsi konservasi menjadi tempat wisata dalam 3 (tiga) Aspek, yakni Knowledge (Pengetahuan), Attitude (Sikap), Practice (Tindakan) adalah  sebagai berikut. Masyarakat desa Kedatim tahu terhadap lahan konservasi mangrove yang ada didesa tersebut, tahu bahwa lahan mangrove tersebut telah berkembang menjadi lokasi wisata yang dikelola oleh pemerintah desa. Mereka juga mengapresiasi perkembangan lahan konservasi tersebut hingga bisa menjadi lokasi wisata yang terkenal dengan mengedepankan sumberdaya lokal.. Kearifan lokal madura yang percaya pada pemerintah desa (klebun) membuat stabilitas pengelolaan berjalan baik, resistensi masyarakat hanya akan muncul bila terjadi pelanggaran etik, moral, dan agama. Salah satu dari sikpa masyarakat desa kedatim adalah menolak penambahan SDM (impor) pekerja dan pengelola dari daerah lain di lahan tersebut dan berharap pemerintah desa melibatkan lebih banyak warga local. Penelitian ini menemukan keterlibatan tersebut hanya dimaknai sebagai pekerja / pegawai, bukan sebagai pegiat kewirausahaan yang sebenarnya potensial dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
DOCTOR INFLUENCER DAN KEBANGKITAN MEDIS DIGITAL: STUDI KONSEPTUAL DALAM EKOSISTEM TEKNOLOGI KOMUNIKASI 4.0 DI INDONESIA Nurana, Lasmita; Sulaeman, Angia; Zephania, Tiara Annisa; Ernungtyas, Niken Febrian
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v9i1.5893

Abstract

Pandemi Covid-19 menandai transformasi besar dalam komunikasi kesehatan publik di Indonesia dan global. Salah satu dampak paling menonjol adalah munculnya fenomena doctor influencer, yaitu praktisi medis yang memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan edukasi kesehatan, membangun persona publik, serta mempengaruhi opini masyarakat. Fenomena ini menandai kebangkitan medis digital, di mana otoritas profesional tidak lagi hanya dibangun melalui institusi formal, tetapi juga melalui kehadiran digital dan interaksi khalayak. Tulisan ini merupakan studi konseptual yang bertujuan memahami rekonstruksi otoritas medis dalam ekosistem teknologi komunikasi 4.0 melalui kemunculan doctor influencer. Kajian dilakukan dengan pendekatan critical review terhadap 35 artikel jurnal ilmiah menggunakan metode analisis tematik-kritis, yang berfokus pada pergeseran komunikasi kesehatan, medialisasi profesi, serta perubahan dalam struktur otoritas pengetahuan akibat digitalisasi. Dengan menggunakan kerangka ekosistem teknologi komunikasi (Grant, 2016; Schwab, 2016), penelitian ini menganalisis bagaimana enabling factors seperti media sosial, motivasi personal, dan krisis kepercayaan publik terhadap institusi formal mempercepat disrupsi tersebut. Temuan konseptual dari studi ini diharapkan memberikan kontribusi akademik dalam wacana komunikasi profesi dan implikasi praktis bagi tata kelola etika serta regulasi komunikasi medis digital di masa depan.
KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL UNTUK MEMBANGUN CITRA DAN DAYA TARIK DESA WISATA MEKARLAKSANA CIKANCUNG KABUPATEN BANDUNG Safitri, Deviana; Taufiq Maulana Ramdan, Ahmad
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v9i1.5917

Abstract

Desa Wisata Mekarlaksana di Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, merupakan destinasi yang memadukan kekayaan budaya lokal, potensi alam, dan pendekatan digital dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya komunikasi pemasaran digital sebagai strategi utama dalam membangun citra dan daya tarik destinasi wisata di era digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas strategi komunikasi pemasaran digital dalam memperkenalkan potensi wisata Desa Mekarlaksana kepada masyarakat luas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial seperti Instagram, YouTube, dan TikTok, serta pengelolaan website resmi desa, mampu meningkatkan visibilitas dan engagement wisatawan secara signifikan. Strategi digital yang digunakan meliputi storytelling, copywriting, konten visual berkualitas, serta kolaborasi dengan influencer dan travel blogger. Digital marketing terbukti berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan hingga 75%. Selain itu, keterlibatan Pokdarwis dan masyarakat dalam promosi digital turut memperkuat citra desa serta memperluas jangkauan pemasaran. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan SDM dan infrastruktur, komunikasi pemasaran digital tetap menjadi solusi efektif dalam mempromosikan desa wisata secara berkelanjutan. Kesimpulannya, strategi digital yang terencana dan partisipatif dapat membangun citra positif sekaligus meningkatkan daya saing Desa Wisata Mekarlaksana dalam industri pariwisata lokal maupun nasional.
KOMUNIKASI KEARIFAN LOKAL PEUSIJUK SEBAGAI IDENTITAS DAN CITRA BUDAYA MASYARAKAT ACEH Mustira, Sheila; Wiryany, Detya
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v9i1.5921

Abstract

Peusijuk is a cultural heritage of the Acehnese community that embodies deep religious, social, and symbolic values. The background of this study lies in the need to understand peusijuk not merely as a ceremonial ritual, but as a form of cultural communication that contributes to the construction and preservation of Acehnese identity and cultural image. This research aims to explore peusijuk as a form of local wisdom communication that reflects relational identity, shapes cultural imagery, and functions as a medium of social interaction. This study employs a qualitative descriptive method, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using data reduction techniques, and data validity was ensured through source triangulation. The results show that peusijuk not only strengthens social cohesion within the Acehnese community but also conveys symbolic messages reflecting values such as harmony, gratitude, and blessing. The tradition is capable of adapting to local variations and evolving societal contexts, though it faces challenges from modernization. In conclusion, peusijuk serves as an effective medium of cultural communication that helps maintain local wisdom and reinforces the collective identity of the Acehnese people. Therefore, educational and creative efforts are needed to ensure its relevance and continuity in modern society.
ANTI-SHARENTING SELEBRITAS: STRATEGI NON-DISCLOSURE DAN ETIKA VISIBILITAS ANAK DI MEDIA SOSIAL Zephania, Tiara Annisa; Letare, Yolanda Natasia
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v9i1.5958

Abstract

This conceptual paper critically examines the practice of anti-sharenting among Indonesian celebrities as a deliberate and ethical form of digital privacy management. Focusing on the case of Raisa Andriana and Hamish Daud, who consistently choose not to disclose their child’s identity online despite having a massive public following, this study applies Communication Privacy Management (CPM) theory to analyze the dynamics of non-disclosure, boundary control, and privacy turbulence within family communication. Through a critical review of 42 academic articles and narrative comparison with more performative celebrity families, the paper positions anti-sharenting not as absence or neglect, but as a conscious form of mindful parenting and symbolic resistance against the pressures of algorithmic visibility. The findings highlight how the refusal to expose children on social media can serve as a communicative strategy that prioritizes ethical reflection, child autonomy, and affective responsibility. By reframing invisibility as active agency, this study contributes to expanding sharenting discourse and encourages future research to consider non-visibility as a valid and protective parenting choice in the digital era.
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK SYAKUR PUTRI MELALUI PROGRAM KAMPANYE “HAP HUAP ASYIK” Ramadhan, Syahrul; Salamah, Ummu; Pratiwi, Resty Mustika
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v9i2.6282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik pasangan calon Syakur Amin dan Putri Karlina melalui program “Hap Huap Asyik” dalam kontestasi Pilkada Garut. Program ini merupakan bentuk adaptasi lokal dari isu nasional makan siang gratis yang diusung oleh Prabowo Subianto, namun dikemas dalam pendekatan budaya, emosional, dan komunikasi langsung yang menyentuh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, serta menganalisis lima dimensi utama strategi komunikasi politik, yaitu: penentuan komunikator, target khalayak, pesan yang disampaikan, media yang digunakan, dan dampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program ini ditentukan oleh kombinasi karakter birokratis Syakur dan pendekatan komunikatif-humanis dari Putri, sehingga membentuk figur komunikator politik yang kredibel dan diterima luas. Strategi ini juga menyasar masyarakat menengah ke bawah melalui titik-titik publik strategis dengan pendekatan yang inklusif dan empatik. Pesan yang disampaikan tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar, tetapi juga dibingkai secara simbolik dan emosional. Media kampanye memadukan komunikasi langsung dan distribusi digital melalui influencer yang memperkuat jangkauan pesan dan efek viral. Dampaknya mencakup peningkatan elektabilitas secara signifikan, pembentukan citra positif, serta koneksi emosional yang kuat dengan publik. Penelitian ini merekomendasikan agar strategi komunikasi semacam ini dilengkapi dengan elemen edukatif untuk mendorong literasi politik masyarakat secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
ANALISIS PERSONAL BRANDING STREAMER DEANKT TERHADAP KESUKSESAN AKUN MEDIA SOSIAL YOUTUBE Prinogya, Naufal Hisyam; Rahmadiva, Lelita Azaria
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v9i2.6424

Abstract

Penelitian ini menganalisis personal branding streamer DeanKT dan pengaruhnya terhadap kesuksesan akun YouTube miliknya. YouTube telah berkembang menjadi salah satu platform utama yang memungkinkan individu membangun karier profesional melalui pembuatan konten digital. Meningkatnya popularitas live streaming menegaskan pentingnya personal branding yang kuat dan konsisten dalam menarik serta mempertahankan keterlibatan audiens. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi personal branding yang diterapkan DeanKT memengaruhi engagement audiens serta berkontribusi terhadap keberhasilannya sebagai kreator konten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima anggota aktif kanal YouTube DeanKT yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data berfokus pada enam aspek yang umumnya digunakan dalam penilaian personal branding, meliputi keunikan, relevansi, konsistensi, kompetensi, kualitas penyajian, dan gaya komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan DeanKT didukung oleh persona yang autentik, jadwal streaming yang konsisten, kualitas produksi tinggi, serta gaya komunikasi yang interaktif dan humoris. Faktor-faktor tersebut memperkuat hubungan emosional dengan audiens, meningkatkan loyalitas, serta membuka peluang monetisasi melalui membership dan sponsor. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa kreator konten dapat meningkatkan keberhasilan di media digital dengan menerapkan strategi personal branding secara operasional, seperti menjaga jadwal unggahan yang rutin, menggunakan gaya komunikasi yang sesuai karakter audiens, meningkatkan kualitas teknis produksi, serta membangun interaksi dua arah yang aktif dengan pengikut untuk memperkuat loyalitas dan engagement jangka panjang. Kesimpulannya, personal branding yang diterapkan secara konsisten dan mencerminkan karakter kreator berperan dalam membentuk citra positif, meningkatkan keterlibatan audiens, serta berkontribusi pada perkembangan kanal streamer di platform digital.
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DAN IDENTITAS ADAT: PERAN KODE SIMBOLIK DALAM MELESTARIKAN WARISAN BUDAYA SUKU ANAK DALAM DI JAMBI, INDONESIA Adi Lestari, Frengky; Widiarto, Didik Sugeng
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v9i2.6426

Abstract

Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi merupakan salah satu komunitas adat yang kini berada dalam tekanan kuat akibat modernisasi, alih fungsi hutan, serta proses asimilasi yang berlangsung cepat. Kondisi tersebut berpotensi menggerus sistem nilai, praktik budaya, dan pola komunikasi tradisional yang selama ini menjadi penopang identitas komunal mereka. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana SAD memanfaatkan bentuk komunikasi simbolik seperti simpul tali serta tradisi lisan, pantun, dan dialog ritual untuk menjaga keberlanjutan budaya dan memperkuat kohesi sosial. Menggunakan pendekatan etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif di kawasan Bukit Duabelas dan wawancara mendalam dengan para tetua adat, termasuk Temenggung, Depati, dan Dukun. Analisis dilakukan melalui kerangka etnografi komunikasi Hymes serta semiotika budaya Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpul tali tidak sekadar berfungsi sebagai penanda praktis, tetapi juga sebagai simbol yang memuat pesan tentang harmoni, peringatan, dan hubungan antarkelompok. Tradisi lisan—terutama pantun dan petuah adat—memegang peran penting dalam transmisi nilai, pendidikan karakter, dan penguatan identitas generasional. Struktur komunikasi hierarkis dalam komunitas turut mengatur legitimasi pengambilan keputusan serta memastikan keberlangsungan norma adat. Di tengah hadirnya teknologi modern, masyarakat tetap mempertahankan praktik-praktik komunikasi tersebut dengan berbagai bentuk adaptasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem komunikasi simbolik dan lisan menjadi bagian inti dari strategi SAD dalam mempertahankan identitas budaya serta menegosiasikan posisinya dalam konteks sosial yang berubah. Temuan ini memperkaya kajian komunikasi antarbudaya dan pelestarian budaya di masyarakat adat Indonesia.