cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Peradaban Islam: Masa Kemandekan Pada Abad 7/13-14/20 Anggi Putri Azzara; Anggi Pratiwi; Dewi Sartika; Nabila Jaratun Nisa; Rizky Ananda Siregar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9904

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peradaban islam pada masa kemandekan pada abad ke 7/13 dapat di pandang sebagai arus baik dari apa yang dilakukan umat Islam pada abad ke 3/9 terhadap warisan ilmiah Yunani dan Persia. Dampak peradaban yang ditimbulkannya pun relatif sama, yaitu lahirnya sebuah gelombang kebangkitan yang akan merubah wajah Eropa secara dratis untuk selamanya. Sejak abad ke11/17 hingga pertengahan abad ke-14/20, apa yang tersisa dari kejayaan politik Islam satu persatu pecah dan kemudian jatuh di tangan kejayaan Eropa. Kemandekan mengubah secara drastis karakteristik peradaban Islam dari keadaannya pada masa kejayaan. Sejumlah karakteristik utama di masa kejayaan hilang dan digantikan oleh karakteristik yang berlawanan. Karakteristik kemandekan peradaban islam, yaitu konservatisme, rendahnya kreativitas, keterbatasan kurikulum, dominasi metode menghafal. Sebagai bangsa dengan peradaban yang lebih rendah, bangsa-bangsa Eropa mulai mempelajari ilmu pengetahuan dari umat islam. Mereka melakukan penerjemahan besar-besaran terhadap buku-buku ilmu pengetahuan Islam ke dalam bahasa-bahasa Eropa. Apa yang terjadi pada abad-abad ke 7/13 dapat di pandang sebagai arus baik dari apa yang dilakukan umat Islam pada abad ke 3/9 terhadap warisan ilmiah Yunani dan Persia. Dampak peradaban yang ditimbulkannya pun relatif sama, yaitu lahirnya sebuah gelombang kebangkitan yang akan merubah wajah Eropa secara dratis untuk selamanya. Kesenjangan tingkat kemajuan yang terus semakin melebar antara dunia Islam dan dunia Eropa pada akhirnya memberi jalan kepada babak paling kelam dari sejarah peradaban Islam, yaitu kolonialisasi. Sejak abad ke-11/17 hingga pertengahan abad ke-14/20, apa yang tersisa dari kejayaan politik Islam satu persatu pecah dan kemudian jatuh di tangan kejayaan Eropa. Akhirnya, hampir semua penjuru dunia Islam jauh ke bawah dominasi bangsa-bangsa Eropa. Lama serta proses penjajahan ini bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Umat yang tadinya merupakan pemilik peradaban terbaik di dunia berubah menjadi objek penjajahan oleh bangsa lainnya. Kejayaan dan keanggunan peradaban Islam tinggallah catatan dan kenangan sejarah. penelitian ini menggunakan metode (library reseach) dengan mengumpulkan sejumlah literatur yang berkenaan dengan masalah dan tujuan penelitian. Pengumpulan data dengan hasil penelitian terdahulu yang menjadi pendukung data pada penelitian ini.
Kedudukan dan Hakikat Manusia Serta Implikasinya terhadap Pendidikan dalam Islam Aisyah Amini; Ayu Lestari Nasution; Jamilatul Khoiriah Hasibuan; Rahmadani Rambe
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan dan hakikat manusia serta implikasinya terhadap pendidikan dalam islam, Metode pada penelitian ini menggunakan metode (library reseach) dengan mengumpulkan sejumlah literatur yang berkenaan dengan masalah dan tujuan penelitian. Pengumpulan data dengan hasil penelitian terdahulu yang menjadi pendukung data pada penelitian kedudukan dan hakikat manusia serta implikasinya terhadap pendidikan dalam islam. Manusia sebagai makhluk yang paling mulia diberi potensi untuk mengembangkan diri dan kemanusiaannya. Potensi-potensi tersebut merupakan modal dasar bagi manusia dalam menjalankan berbagai fungsi dan tanggungjawab kemunusiaannya. Agar potensi-potensi itu menjadi aktual dalam kehidupan perlu dikembangkan dan digiring pada penyempurnaan-penyempurnaan melalui upaya pendidikan, karena itu diperlukan penciptaan arah bangun pendidikan yang menjadikan manusia layak untuk mengembang misi Ilahi. Beribadah berarti mencakup keseluruhan kegiatan manusia dalam hidup di dunia ini, termasuk kegiatan duniawi sehari-hari, jika kegiatan itu dilakukan dengan sikap batin serta niat pengabdian dan penghambaan diri kepada Tuhan, yakni sebagai tindakan bermoral yakni untuk menempuh hidup dengan kesabaran penuh bahwa makna dan tujuan keberadaan manusia ialah perkenan atau ridha Allah swt. Hakekat manusia dalam konsep Islam sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT yang memiliki berbagai potensi untuk tumbuh berkembang, implikasi konsep Islam tentang hakekat manusia dan hubungannya dengan pendidikan Islam yaitu: Pertama, Sistem pendidikan Islam harus dibangun di atas konsep kesatuan antara qalbiyah dan aqliyah untuk dapat menghasilkan manusia intelektual dan berakhlak. Kedua, pendidikan Islam harus berupaya mengembangkan potensi yang dimiliki manusia secara maksimal, sehingga dapat diwujudkan bermuatan hard skill dan soft skill. Ketiga, pendidikan Islam harus dijadikan sarana yang kondusif bagi proses transformasi ilmu pengetahuan dan budaya Islami. Keempat, konsep hakekat manusia dan fungsi penciptaannya dalam alam semesta harus sepenuhnya diakomodasikan dalam perumusan teori-teori pendidikan Islam melalui pendekatan kewahyuan, empirik keilmuan dan rasional filosofis. Kelima, proses internalisasi nilai-nilai Islam kedalam pribadi seseorang harus dapat dipadukan melalui peran individu maupun orang lain (guru), sehingga dapat meperkuat terwujudnya kesatuan pola dan kesatuan tujuan menuju terbentuknya mentalitas insan kamil.
Periodisasi Perkembangan Peradaban Islam dan Ciri-Cirinya Ahmad Khairul; Nadiah Firza; Nola Kabeakan; Putri Audya Sari; Sukma Putri Aulia
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui periodisasi perkembangan peradaban islam dan ciri-cirinya. Periodisasi peradaban Islam adalah sifat ilmu sejarah yang mengkaji peristiwa dalam konteks waktu dan tempat dengan patokan yang bermacam-macam, peradaban Islam dimulai dari periodisasi Nabi Muhammad SAW. Hingga perkembangan Islam sampai saat ini. Periodesasi peradaban Islam merupakan ciri bagi sejarah yang mengkaji peristiwa dalam konteks waktu dan tempat dengan tolak ukur yang bermacam-macam. Periodesasi sejarah peradaban Islam menurut Ahmad Al-Usairy terbagi menjadi beberapa periode yaitu periode klasik, periode sejarah rasulullah, periode sejarah khulafaurrasyidin, periode pemerintahan Bani Umayyah, periode pemerintahan Bani Abbasiyah, periode pemerintahan Mamluk, periode pemerintahan Usmani, periode Dunia Islam Kontemporer. Sedangkan menurut Prof. Dr. Harun Nasution dan Nourouzzaman ash-Shiddiqi fese itu di bagi ke dalam tiga periode yaitu periode klasik, periode pertengahan dan periode modern. penelitian ini menggunakan metode (library reseach) dengan mengumpulkan sejumlah literatur yang berkenaan dengan masalah dan tujuan penelitian. Pengumpulan data dengan hasil penelitian terdahulu yang menjadi pendukung data pada periodisasi perkembangan peradaban islam dan ciri-cirinya.
Efektivitas Pembelajaran PAI Berbasis Daring terhadap Partisipasi Belajar Masa Pandemi Covid 19 di SMPIT Al Huda Wonogiri Edhi Santoso; Syamsul Huda Rohmadi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas pembelajaran PAI berbasis daring, tingkat partisipasi belajar dan pengaruhnya pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan mengajukan angket kepada 8 guru PAI dan 230 siswa secara random. Teknik analisis data untuk mengukur tingkat efektivitas dan partisipasi belajar dilakukan secara deskriptif. Kemudian untuk mengukur pengaruh efektivitas dan partisipasi menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat efektivitas pembelajaran PAI berbasis daring cukup efektif. Hal ini dapat disimpulkan dengan hasil rata-rata 71,3% dari keseluruhan setiap komponen yang dinilai yaitu (1) kualitas pembelajaran 71%, (2) kesesuaian tingkat pembelajaran 79%, (3) insentif 69%, (4) waktu 78%, (5) ketercapaian ketuntasan 69% dan (6) kemampuan guru mengelola pembelajaran 62%. Sementara itu tingkat partisipasi belajar menunjukan 61,5% dari rata-rata keseluruhan setiap komponen yaitu keaktifan siswa sebesar 60,5%, kepatuhan siswa sebesar 63,5%, dan kehadiran siswa sebesar 60,5%. Kemudian tidak ada pengaruh dari efektivitas pembelajaran PAI berbasis daring terhadap partisipasi belajar. Hal ini dapat diketahui dari hasil signifikansi lebih besar yang dari probabilitas (0,05) yaitu sebesar 0,118. Sementara itu tingkat pengaruh antara efektivitas pembelajaran dengan partisipasi belajar PAI secara daring sebesar 11% sedangkan 89% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Peranan Filosofi Wayang Kulitan Merupakan Media Komunikasi Pendidikan Moral Generasi Muda Sejak Dini I. Ketut Sudiana; Made Ida Mulyati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9909

Abstract

Sukses suatu bangsa dapat dilihat dari moral yang baik dalam mendidik anak sejak dini. Jika generasinya memiliki moral yang baik maka kondisi bangsa tersebut akan menjadi baik. Sebaliknya, jika moral generasinya rusak, maka rusaklah bangsa tersebut. Karena di tangan generasi mudalah kunci perbaikan suatu bangsa. Pada era sekarang di seluruh dunia kini sedang dikaji perlunya pendidikan moral atau pendidikan budi pekerti dibangkitkan kembali. Hal tersebut dikaji kembali oleh seluruh bangsa karena pada era sekarang ini keterkikisan moral bukan hanya dirasakan oleh bangsa Indonesia saja tetapi juga dirasakan oleh bangsa lain di seluruh dunia. Karakter budaya kuat bangsa Indonesia adalah pengamalan dan sikap berpegang teguh atas nilai-nilai religiusitas dan moral dalam dimensi kehidupan. Pendidikan moral di masyarakat akan lebih bervariasi salah satunya melalui budaya pagelaran wayang kulit. Untuk pelajaran moral non formal sebaiknya diberikan sejak dini terhadap generasi muda. Khususnya di Bali pelajaran moral sejak usia dini yang bersifat non formal bisa diperoleh dari pagelaran wayang kulit. Seperti salah satu contoh wayang kulitan Mahabharata ada tiga yang terkandung antara lain nilai moral terhadap diri sendiri, nilai moral terhadap sesama, dan nilai moral terhadap alam semesta. Disamping cerita dalam pewayang kulitan, tokoh dalam pewayang kulitan juga memberi pelajaran agar manusia berbuat baik seperti sifat-sifat dari karakter tokoh tersebut. Seperti di dalam cerita Mahabharata Yudistira memiliki karakter sabar dan jujur, Arjuna cerdas dan pemberani, sedangkan Bima memiliki karakter teguh dan tegas, Sedangkan Kresna memiliki karakter bijaksana, cerdas, dan cerdik dalam bersiasat. Didalam cerita pewayangan tokoh memiliki karakter moral yang baik pada akhirnya akan menang dalam segala hal. Untuk itu moral dari tokoh yang baik dapat menjadi panutan bagi generasi muda untuk memiliki moral yang baik untuk salah satunya meraih sukses dalam kehidupan ini dan menang dalam segala masalah dengan bermodal moral yang baik. Namun yang harus ditumbuhkan kepada generasi muda bagaimana mereka tetap menyayangi tontonan pagelaran wayang kulit sebagai hiburan sekaligus membina moral mereka. Mengingat kecenderungan tersebut maka untuk menyelamatkan moral generasi muda tugas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menumbuhkan budaya menonton kesenian wayang kulit sehingga generasi muda mengerti makna cerita pewayang kulitan dan karakter tokoh wayang bermoral baik yang dapat dijadikan panutan bagi generasi muda untuk membentuk moral mereka lebih baik. Disamping itu untuk menambah minat menonton wayang kulit bagi generasi muda, pihak dalang sebaiknya menyisipkan dialog-dialog yang lucu untuk membuat suasana nyaman bagi penonton.
Karakteristik Masker Peel Off Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca) Yang Difortifikasi Rumput Laut (Kappaphycus Alvarezii) Sebagai Agen Antioksidan Liska Gintulangi; Asri Silvana Naiu; Nikmawatisusanti Yusuf
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9910

Abstract

Masker peel off merupakan jenis masker wajah yang memiliki keunggulan dalam penggunaannya serta dapat membantu memperbaiki dan merawat kulit wajah akibat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan menganalisis formula terbaik serta karakteristik masker peel off berbahan ekstrak etanol kulit buah pisang kepok yang difortifikasi bubur rumput laut. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini adalah fortifikasi bubur rumput laut dengan 4 taraf perlakuan dan 2 kali ulangan yaitu F0 (tanpa bubur rumput laut), F1 (15 gr bubur rumput laut), F2 (20 gr bubur rumput laut) dan F3 (25 gr bubur rumput laut). Parameter yang di uji yaitu aktivitas antioksidan dan homogenitas yang dianalisis secara deskriptif; viskositas, pH, daya sebar, daya lekat, waktu mengering dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dianalisis menggunakan ANOVA; organoleptik dirancang dengan Kruskal-wallis, dianalisis K-Independent dan diuji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan yang menggunakan rumput laut memiliki aktivitas antioksidan paling kuat pada formula F3 yaitu 73,56 ppm, nilai viskositas 4250 cps, pH 4,50 memenuhi syarat SNI, daya sebar 5,82 cm, daya lekat 11,82 detik, waktu mengering 26,19 menit serta memiliki organoleptik aroma, warna dan tekstur yang disukai panelis.
Analisis Problematika Lukisan Ciptaan Artificial Intelligence Menurut Undang-Undang Hak Cipta Nadia Intan Rahmahafida; Whitney Brigitta Sinaga
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9911

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence dewasa ini kian pesat. Artificial Intelligence mampu mengolah dan mengumpulkan data untuk mengerjakan suatu tugas secara efisien dan akurat serta bersifat kreatif dan fleksibel, dengan demikian AI dapat menghasilkan karya secara independen. Akan tetapi penggunaan Artificial Intelligence tidak dapat dilepaskan dengan penyediaan data berupa karya cipta yang dilindungi hak cipta. Artikel ini membahas mengenai bagaimana konsep Artificial Intelligence dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta serta permasalahan yang ada yakni penggunaan ciptaan yang dilindungi hak cipta sebagai data untuk ciptaan Artificial Intelligence. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan dilakukan dengan menelaah doktrin-doktrin yang ada serta regulasi yang berlaku. Menurut ketentuan dari Hukum Hak Cipta di Indonesia, Artificial Intelligence belum dapat dikategorikan sebagai pencipta suatu ciptaan karena bukan merupakan subjek hukum, serta penggunaan ciptaan untuk pemanfaatan Artificial Intelligence di bidang kreatif tetap harus menghormati dan menghargai karya cipta dengan memperoleh izin dari pencipta ciptaan tersebut.
Hubungan Antara Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dan Budaya Sekolah Dengan Kompetensi Profesional Guru Di SD Negeri 02 Air Upas Venny Venny; Herry Sanoto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9912

Abstract

Kepala sekolah mempunyai peran penting dalam meningkatkan kemampuan, kompetensi dan kinerja para guru, begitupula dengan adanya sistem budaya sekolah yang terintegritas dengan baik. Dimana kedua hal ini sama dibutuhkannya dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran pada setiap lembaga pendidikan. Untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki para guru, secara khusus untuk kompetensi profesional diperlukan pelaksanaan supervisi akademik dan pelaksanakan budaya sekolah dengan terus-menerus kearah yang lebih baik. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan supervisi akademik kepala sekolah dan budaya sekolah dengan kompetensi profesional yang dimiliki para guru di SD Negeri 02 Air Upas. Dalam penelitian ini saya menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode statistika dan deskripsi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pelaksaan supervisi akademik kepala sekolah dan pelaksanaan budaya sekolah dengan kompetensi profesional guru di SD Negeri 02 Air Upas. Dari hasil pengujian ketiga variabel ini terdapat hubungan yang sangat kuat, signifikan, dan memilki arah yang positif. Dari hasil pengujian korelasi rank spearman yang dilakukan kita bisa melihat bahwa nilai koefisien korelasi antara variabel supervisi akademik dan kompetensi profesional guru menghasilkan nilai sebesar 0,837 dengan nilai signifikan sebesar 0,003 < 0,05. Begitupula dengan pengujian variable kedua yaitu hubungan antara budaya sekolah dengan kompetensi profesional guru yang menujukan hasil 0,855 dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 dimana hasil pengujian tiga variable ini menunjukan bahwa ketiga variabel memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan arah hubungan variabel yang positif.
Analisis Kesalahan Siswa Pada Materi Lingkaran ditinjau dari Pemahaman Konsep Matematika Siswa Lambok Simamora; Ul’fah Hernaeny; Fitri Handayani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9914

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggunakan kriteria Watson untuk mengidentifikasi dimana siswa melakukan kesalahan ketika mempelajari materi lingkaran, mengetahui penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pemahaman konsep matematika pada materi lingkaran dan Kemampuan pemahaman konsep matematika dalam menyelesaikan masalah pada materi lingkaran dapat diketahui dengan mengamati seberapa baik pemahaman siswa terhadap konsep tersebut dan apakah mampu menerapkannya dalam menyelesaikan masalah. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan di SMP Islam Arrohman Citeureup. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi yang kaya dan terperinci tentang sekolah dan siswanya. Subyek penelitian berjumlah sembilan orang, masing-masing terdiri dari tiga orang siswa dari kelompok tinggi, sedang, dan rendah. Kelompok dibedakan berdasarkan jumlah kesalahan yang dibuat. Hasil penelitian yang dapat dikemukakan adalah kecenderungan kesalahan yang dilakukan peserta didik hampir merata untuk tiap soal yang diberikan, dan kecenderungan kesalahan yang paling menonjol dilakukan yaitu kesalahan data tidak tepat (inappropriate data/id), prosedur tidak tepat (inappropriate procedure/ip), dan hierarki keterampilan (skills hierarchy problem/shp), Kesalahan biasanya terjadi ketika siswa kurang memahami konsep yang diajarkan, kurang mampu memecahkan masalah matematika, atau kurang terampil memanipulasi angka, dan Banyak guru masih berjuang untuk memahami konsep-konsep yang siswa coba pelajari dalam matematika.
Manajemen Mutu Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa di MAS Raushan Fikri Islamic School Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Amiruddin Siahaan; Rizki Akmalia; Ayu Azhari; Sri Apulina; Accep Noor Akbar Sambo; Sifa Maulida
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana meningkatkan prestasi siswa dalam manajemen mutu pendidikan Di Mas Raushan fikri Islamic School Kabupaten langkat, Sumatera Utara. pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pokok masalah tentang meningkatan prestasi siswa dalam manajemen mutu pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan metode observasi dan wawancara dengan bapak Muhammad Amin S.Pd selaku kepala sekolah. Dari hasi anallisis data diketahui bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia agar mampu mengaktualisasikan diri dallam kehidupan, dimana pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak hanya mempersiapkan siswa untuk suatu profesi atau posisi, tetapi untuk mecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari hari. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia di indonesia melalui pembinaan, pemikiran, olahraga, dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. meningkatkan kualitas prestasi siswa dalam mutu pendidikan di lembaga pendidikan Mas raushan fikri ini yang khususnya ditingkatkan pada Al quran. Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan mutu pendidikan, yaiti: penguatan kurikulum, penguatan kapasitas sekolah manajemen, penguatan sumber daya pendidikan, perbaikan berkelanjutan dan manajemen berbasis fakta.