cover
Contact Name
Aslati
Contact Email
aslatidakwah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
madani@uin-suska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat
ISSN : 2338607X     EISSN : 26567741     DOI : -
Jurnal Masyarakat Madani menerbitkan penelitian terkait pemberdayaan masyarakat dan komunitas, agama, ekonomi, lingkungan, kebijakan public, kesejahteraan sosial, kewirausahaan sosial, pemetaan sosial dan pengorganisasian masyarakat. Artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ini merupakan kajian ilmiah atas masalah-masalah yang berkembang dalam masyarakat, gagasan-gagasan orisinal dan juga ringkasan hasil penelitian yang dituangkan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2025): Desember 2025" : 7 Documents clear
PEMBERDAYAAN LINGKUNGAN BERBASIS URBAN FARMING OLEH KELOMPOK TANI LORONG ANGGUR Tedi, Tedi Tedi
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 10, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v10i2.38173

Abstract

AbstrakPermasalahan lingkungan di Kelurahan Nusa Jaya, Kota Tangerang, dipicu oleh peningkatan populasi yang menyebabkan penyempitan ruang kota serta pembangunan industri berskala besar. Urban farming hadir sebagai alternatif solusi yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menjadi wadah pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya pemberdayaan yang dilakukan serta menganalisis modal sosial yang dimiliki Kelompok Tani Lorong Anggur dalam melaksanakan program urban farming. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan dengan purposive sampling, sementara analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan ketekunan pengamatan, triangulasi sumber, serta triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan modal sosial terdiri atas tiga komponen utama: kepercayaan, norma, dan jaringan. Ketiganya menjadi fondasi penting keberhasilan program urban farming berbasis pemberdayaan masyarakat. Kata kunci: Modal Sosial, Kelompok Tani, Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Lingkungan, Urban Farming. AbstractEnvironmental issues in Nusa Jaya Subdistrict, Tangerang City, are driven by population growth that narrows urban space and large-scale industrial development. Urban farming emerges as an alternative solution to preserve the environment while serving as a medium for community empowerment. This study aims to identify community empowerment efforts and analyze the social capital owned by the Lorong Anggur Farmer Group in implementing the urban farming program. The research employed a qualitative approach with a descriptive method through observation, interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, while data were analyzed through the processes of reduction, presentation, and conclusion drawing. Data validity was tested through persistent observation, source triangulation, and technique triangulation. The results show that social capital consists of three main components: trust, norms, and networks. These three elements form a crucial foundation for the success of urban farming programs based on community empowerment. Keywords: Farmer Group, Community Empowerment, Environmental Empowerment, Social Capital, Urban Farming
PEMETAAN PROBLEMATIKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS MAJELIS TAKLIM KOMUNITAS MUSLIMAH Ginda, Ginda
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 10, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v10i2.38560

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memetakan problematika pemberdayaan masyarakat berbasis Majelis Taklim komunitas muslimah di Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Taklim di lokasi penelitian belum menjalankan fungsi utamanya sebagai pusat pemberdayaan masyarakat (center for community development). Analisis berdasarkan tiga dimensi pemberdayaan—enabling (memungkinkan), empowering (pengkapasitasan), dan protecting (perlindungan)—mengungkapkan bahwa ketiganya tidak terimplementasi dengan baik, khususnya dalam aspek ekonomi. Aktivitas yang ada masih terbatas pada pengajian keagamaan dan kegiatan sosial dasar. Problematika utama yang diidentifikasi meliputi: (1) pemahaman pengurus dan jamaah yang terbatas mengenai fungsi pemberdayaan Majelis Taklim; (2) kurangnya pemahaman tentang makna dan ruang lingkup pemberdayaan masyarakat; serta (3) tidak optimalnya peran ustaz/ustazah dalam memberikan pendampingan dan fungsi advokasi (protecting). Disimpulkan bahwa diperlukan upaya peningkatan kapasitas dan perubahan paradigma agar Majelis Taklim dapat mengoptimalkan potensinya sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi.Kata Kunci: Pemetaan, Problematika, Majelis Taklim Dan PemberdayaanAbstractThis study aims to map the problems of community empowerment based on Muslim women's Majelis Taklim in the Tuah Madani District, Pekanbaru. A descriptive qualitative method was employed, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the Majelis Taklim in the research location have not yet performed their primary function as a center for community development. An analysis based on the three dimensions of empowerment—enabling, empowering (capacity-building), and protecting—reveals that none of these dimensions have been implemented effectively, particularly in the economic aspect. Existing activities are still limited to religious lectures and basic social events. The main problems identified include: (1) the limited understanding of the administrators and congregation regarding the empowerment function of Majelis Taklim; (2) a lack of understanding of the meaning and scope of community empowerment; and (3) the suboptimal role of the religious teachers (ustaz/ustazah) in providing mentoring and serving an advocacy function (protecting). It is concluded that efforts to enhance capacity and a shift in paradigm are necessary for the Majelis Taklim to optimize their potential as agents of social and economic change.Keywords: Mapping, Problems, Majelis Taklim and Empowerment
GIS SEBAGAI INSTRUMEN PENGUATAN TATA KELOLA DI DUSUN CIPUTRI DAN PEMBERDAYAAN BERBASIS DATA SPASIAL Nasution, Mhd. Sarif Muda; Amran, Ali; Siregar, Esli Zuraidah
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 10, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v10i2.38189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sistem Informasi Geografis (GIS) dalam memperkuat tata kelola dusun dan mendukung program pemberdayaan masyarakat berbasis data spasial. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan dusun akan sistem informasi yang mampu mengintegrasikan data spasial untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih efektif dan partisipatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dengan perangkat dusun dan tokoh masyarakat, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GIS mampu meningkatkan efisiensi dalam pemetaan aset dan potensi dusun, identifikasi wilayah prioritas pembangunan, serta transparansi dalam pengambilan keputusan. Selain itu, GIS juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan berbasis data aktual, yang pada akhirnya memperkuat aspek pemberdayaan dan kemandirian dusun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa GIS merupakan instrumen penting dalam tata kelola dusun modern yang berbasis data dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
INCLUSIVE COMMUNITY DEVELOPMENT IN ACTION: THE ROLE OF COMMUNITY-BASED REHABILITATION AND EMPOWERMENT STRATEGIES Anggraeni, Neni; Nurhayati, Sri; Boriboon, Gumpanat
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 10, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v10i2.37760

Abstract

This study investigates the persistent challenge of advancing sustainable disability inclusion in rural Indonesia by critically examining participatory, community-based approaches through a qualitative case study method. The research aims to elucidate how locally embedded methodologies—specifically participatory rural appraisal, bottom-up planning, and cross-sectoral stakeholder engagement—can address the structural and cultural barriers that marginalize children with disabilities and their families. Employing an interpretive case study design, data were collected via in-depth interviews, focus group discussions, and documentary analysis to generate a nuanced understanding of the lived experiences and collaborative processes among beneficiaries, practitioners, and local policymakers engaged in community-based disability programs. The findings demonstrate that the integration of participatory methodologies within multi-level partnerships is fundamental to shifting social attitudes, reducing stigma, and embedding inclusive practices within local policy and governance. The deliberate involvement of families, particularly mothers and children with disabilities, emerged as both a key driver and tangible outcome of empowerment and social transformation. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS PARIWISATA BERKELANJUTAN MELALUI KOMITMEN NILAI RELIGIUS DAN KEARIFAN BUDAYA LOKAL Triantoro, Dony Arung
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 10, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v10i2.33659

Abstract

Sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam menunjang perekonomian Masyarakat. Namun, masih terbatas studi yang mengkaji pemberdayaan Masyarakat berbasis pariwisata yang dikaitkan dengan komitmen nilai religius dan kearifan lokal. Artikel ini bertujuan mengkaji pemberdayaan Masyarakat berbasis pariwisata melalui komitmen nilai religius dan kearifan lokal di Gampong Nusa, Aceh Besar. Penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Masyarakat Gampong Nusa dalam mengelola pariwisata didorong oleh sikap komitmen terhadap nilai-nilai religious yang diimplementasikan melalui nilai kebersihan, berpakaian menutup aurat dan pemisahan gender, nilai keadilan, nilai keramahan, dan menjaga alam. Selain itu, sikap komitmen untuk melestarikan kearifan lokal melalui kegiatan tarian dan music tradisional, kenduri gampong, masakan dan permainan tradisional. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara nilai religious dan kearifan lokal dalam pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata.
TANTANGAN KOMUNIKASI PEMERINTAH PROVINSI RIAU DALAM MENDORONG PARTISIPASI DESA PADA LOMBA DESA DAN KELURAHAN 2025 Mustafa, Mustafa; Astuti, Dwi Sutri
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 10, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v10i2.38386

Abstract

AbstrakPenelitian ini menyoroti tantangan komunikasi yang dihadapi Pemerintah Provinsi Riau dalam meningkatkan partisipasi desa dan kelurahan pada Lomba Desa tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil studi menunjukkan Lomba Desa dan Kelurahan di Provinsi Riau, pada dasarnya memiliki tujuan positif sebagai instrumen evaluasi dan motivasi percepatan pembangunan desa–kelurahan. Namun dalam praktiknya, berbagai tantangan masih muncul, terutama terkait kompleksitas instrumen penilaian, beban administrasi yang tinggi, serta minimnya dukungan pendampingan teknis bagi desa yang memiliki kapasitas rendah. Selain itu, terdapat kesenjangan kesiapan sumber daya antara desa maju dan desa tertinggal yang memengaruhi partisipasi dalam lomba. Hal ini tampak dari alasan beberapa desa yang enggan ikut lomba karena tingginya biaya persiapan dibanding potensi hadiah yang diterima. Di sisi lain, aspek seremonial dalam menyambut tim penilai masih menjadi fokus di tingkat daerah, sehingga sering menimbulkan duplikasi beban pembiayaan dan mengaburkan orientasi utama lomba sebagai evaluasi pembangunan substantif.   Kata kunci: Komunikasi Pemerintah, Partisipasi Masyarakat, Lomba Desa AbstractThis study highlights the communication challenges faced by the Riau Provincial Government in increasing village and sub-district participation in the 2025 Village Competition. The study used a qualitative approach with interview and observation techniques. The results show that the Village and Sub-district Competition in Riau Province essentially has a positive objective as an evaluation instrument and motivation to accelerate village development. However, in practice, various obstacles still arise, particularly related to the complexity of the assessment instruments, high administrative burdens, and minimal technical assistance support for villages with low capacity. Furthermore, there is a mismatch in resources between developed and underdeveloped villages that affects participation in the competition. This is evident in the reasons why some villages are reluctant to participate in the competition due to the high preparation costs compared to the potential prizes received. On the other hand, the ceremonial aspect of welcoming the assessment team remains a focus at the regional level, often resulting in duplication of financial burdens and the activation of the competition's primary orientation as a substantive development evaluation. Keywords: Government Communication, Community Participation, Village Competition
PENDAMPING SOSIAL: KUNCI SUKSES BPNT BUNGARAYA Eprililawati, Tri Indah; Darusman, Darusman; Annisa, Yulia
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 10, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v10i2.37975

Abstract

Peran pendamping sosial dalam Program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) memiliki kontribusi yang signifikan dalam mendukung kelancaran program, meskipun dihadapkan pada berbagai kendala seperti terbatasnya akses data, birokrasi yang kompleks, dan evaluasi yang belum berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pendamping sosial dalam mendampingi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendamping menjalankan peran strategis dalam tiga tahap: pendekatan awal, pengembangan komitmen, dan pemantapan hubungan. Peran pendamping mencerminkan fungsi sebagai fasilitator sosial dalam proses pemberdayaan masyarakat. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan pengkapasitasan pendamping masih menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan peran tersebut secara optimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 7