cover
Contact Name
Rosnani Ginting
Contact Email
rosnani_usu@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsti@usu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Sistem Teknik Industri
ISSN : 14115247     EISSN : 25279408     DOI : -
Jurnal Sistem Teknik Industri (JSTI) of Universitas Sumatera Utara, Faculty of Engineering, Department of Industrial Engineering, was published in 1998. Until now, the number of publications has reached 21 volumes, each of which is published by TALENTA Publisher twice a year . Each volume has two publishing numbers, namely January issue numbers and July issue numbers.
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Penerapan Lean Kaizen untuk Meningkatkan Produktivitas Line Painting pada Bagian Produksi Automotive dengan Metode PDCA Kartika, Hayu
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 22 No. 1 (2020): JSTI Volume 22 Number 1 January 2020
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v22i1.3251

Abstract

This paper was conducted in the automotive industry, the purpose of this study was to improve the productivity of workmanship in the Line Painting process in the production department. The focus of this research is: to see the waste that occurs in this part of the process this is because in the process productivity is still far below the target set by the company, so it needs to be improved in the process. Improvements were made using the Lean concept combined with the PDCA method. From the results of repairs carried out, it was found that during the Line Painting process there was a lot of waste loss time, then improvements were made with the application of Lean to get an increase or improvement in productivity by 80.6% which previously productivity only reached 71%. From this research it is proven that by implementing Lean, this can significantly increase productivity
Redesain Alat Pemotong Singkong Menggunakan Metode Rasional Guna Meningkatkan Produktivitas Setyaningrum, Ratih; Miftakhul Ulum; Tita Talitha
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 22 No. 1 (2020): JSTI Volume 22 Number 1 January 2020
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v22i1.3255

Abstract

Cassava chips are a daily staple food for the community, cassava chips have a distinctive form that has never been changed since the first time they were made, namely a circular flat with a crispy texture. Cassava chips are food products made from cassava which have been known for a long time in Indonesia, cassava chips are also widely favored by the Indonesian people because they have a delicious, nutritious taste and the price is also affordable. Based on observations at SMEs know in the village of Manggar, Sluke District, Rembang Regency. It is known that the process of making cassava chips through various stages, ranging from the selection of cassava, cassava stripping and cassava cutting to pressing. In Mubarok UKM the cutting process is only done in 3 hours a day and in one month it is only done in 15 days. In Mubarok UKM, the cutting process still uses a simple tool, namely a knife, and a thread cutter by hand as the motor. With existing tools in UKM there are process constraints that are manual and require a long time, the resulting output is a little with a long time and the quality of pieces that are not uniform and the tools used are less ergonomic, the size of the tool, the tool still causes workers to be diseased, causing a decrease productivity. In this case I designed a tool for cassava cutters to improve the effectiveness and productivity of the MSME. The method used in the design of the tool is methodological. The rational method is one of the product design methods that uses a systematic approach at each stage to produce potential solutions. . Keyword: Cutting, Productivity, Cassava, Rational Method Abstrak. Kripik singkong merupakan makanan pokok sehari-hari bagi masyarakat, kripik singkong memilikinbentuknyangnkhas yang tidak pernah diubah sejak pertama kali pembuatannya yaitu pipih melingkar dengan tekstur yang renyah. Kripik singkong merupakan produk makanan berbahan bakunsingkongnyang sudah dikenal sejaknlama dinIndonesia, kripik singkong juga banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena memiliki cita rasa yang nikmat, bergizi tinggi dan harganya juga terjangkau. Berdasarkan hasil pengamatan di UKM kripik singkong di desa Manggar, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang. Diketahui proses pembuatan kripik singkong melalui berbagai tahapan, mulai dari pemilihan singkong, pengupasan singkong dan pemotongan singkong sampai dengan pengepresan. Di UKM Mubarok proses pemotongan hanya dilakukan dalam 3 jam saja dalam sehari dan dalam satu bulan hanya dikerjakan dalam 15 hari. Di UKM Mubarok proses pemotongan masih menggunakan alat sederhana yaitu pisau, dan pemotong ulir dengan menggunakan tangan sebagai motornya. Dengan alat yang ada pada UKM terdapat kendala prosesnya yang manual dan membutuhkan waktu yang lama, output yang dihasilkan sedikit dengan waktu yang cukup lama dan kualitas potongan yang tidak seragam dan alat yang digunakan kurang ergonomis, ukuran alat, alat masih menimbulkan kelelahan pekerja sehingga menimbulkan menurunnya produktivitas. Dalam hal ini saya merancang alat untuk pemotong singkong guna meningkatkan efektifitas dan prduktivitas UMKM tersebut. Metode yang digunakanndalamnperancangan alatntersebutnadalah metodenrasional. Metode rasional merupakan salah satu metode perancangan produk yang menggunakan pendekatan sistematis dalam tiap tahapan untuk menghasilkan solusi yang potensial. . Kata kunci : pemotong, produktivitas, singkong, Metode Rasional
Pengukuran Potensi Pemanfaatan Listrik Tenaga Sinar Matahari di Kabupaten Langkat Ginting, Rosnani; M.Zulfin; Hidayati, J
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 22 No. 1 (2020): JSTI Volume 22 Number 1 January 2020
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v22i1.3257

Abstract

Permintaan energi dunia terus meningkat sepanjang sejarah peradaban umat manusia. Proyeksi permintaan energi pada tahun 2050 hampir mencapai tiga kali lipat. Tampaknya masalah energi akan tetap menjadi topik yang harus dicarikan solusinya secara bersama-sama. Pemanfaatan energi telah berkembang dan meningkat sesuai dengan perkembangan manusia itu sendiri. Usaha-usaha untuk mendapatkan energi alternatif telah lama dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya minyak bumi. Pemanfaatan minyak bumi diperkirakan akan habis dalam waktu yang tidak lama jika pola pemakaian seperti sekarang ini yang justru semakin meningkat dengan meningkatnya industri maupun transportasi. Selain itu dari berbagai penelitian telah didapat gambaran bahwa kualitas udara telah semakin mengkawatirkan akibat pembakaran minyak bumi(Djoko Adi Widodo, Suryono, Tatyantoro A., Tugino. 2009.). Energi merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan manusia. Peningkatan kabutuhan energi dapat merupakan indikator peningkatan kemakmuran, namun bersamaan dengan itu juga menimbulkan masalah dalam usaha penyediaannya, karena manusia hanya mengandalkan energi fosil yang tentunya persediannya masih sangat terbatas dan semakin menipis. Karena tergolong unrenewable, maka akibat dikuras terus - menerus, persediaan energi tersebut semakin berkurang dan tidak bisa diupayakan kembali keberadaanya. Sehingga bukan suatu hal yang mustahil jika dimasa-masa yang akan datang akan timbul masalah-masalah yang berkaitan dengan krisis energi. Untuk mengantisipasi persedian energi di masa yang akan datang, sejak dua dekade terakhir ratusan pakar energi dari berbagai Negara saling berlomba untuk mengupayakan penemuan-penemuan baru tentang sumber energi alternatif yang tidak saja efisien tetapi juga bernuansa ramah lingkungan. Dan salah satu pilihannya adalah sel surya, walaupun secara efisiensi masih perlu pertimbangan lebih jauh (Satwiko Sidopekso, dan Anita Eka Febtiwiyanti, 2010) Matahari merupakan sumber energi yang potensial bagi kebutuhan manusia, dimana energi tersebut bisa didapat dari panas yang merambat sampai permukaan bumi, atau cahaya yang jatuh sampai permukaan bumi. Dari beberapa penelitian menyatakan bahwa dengan mengubah cahaya matahari terutama intensitas matahari dengan solar sel dapat dibuat sumber energy listrik untuk konsumsi manusia. Pemilihan sumber energi terbarukan ini sangat beralasan mengingat suplai energi surya dari sinar matahari yang di terima oleh permukaan bumi mencapai mencapai 3 x 1024 joule pertahun. Jumlah energi sebesar itu setara dengan 10.000 kali konsumsi energi di seluruh dunia saat ini. Di Indonesia melimpahnya cahaya matahari yang merata dan dapat ditangkap di seluruh kepulauan Indonesia hampir sepanjang tahun merupakan sumber energi listrik yang sangat potensial (Subekti Yuliananda1, Gede Sarya, RA Retno Hastijanti, 2015) Kabupaten Langkat adalah sebuah kabupaten yang terletak di Sumatera Utara, Indonesia. Ibu kotanya berada di Stabat. Kabupaten Langkat secara administratif terdiri dari 20 kecamatan dengan 215 desa dan 15 kelurahan. Luas wilayah Kabupaten Daerah Langkat adalah 6.263,29 Km2 atau 626.329 Ha, dengan jumlah penduduk 926.069 jiwa.Secara geografis letak Kabupaten Langkat berada antara 3014’00” dan 4013’00” Lintang Utara dan antara 97052’00” dan 98045’00” Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Langkat 6.263,29 km2 atau 8,74 persen dari total luas Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Langkat berada pada ketinggian 4-105 m di atas permukaan laut sehingga sebagiann besar wilayahnya merupakan daratan rendah (Badan Pusat Statistik Kabupaten Langkat, 2013). Kabupaten Langkat beriklim tropis dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim hujan pertama mulai bulan Agustus sampai dengan bulan Januari dan musim kedua pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei, sedangkan musim kemarau biasanya pada bulan Februari, Juni dan Juli. Kabupaten Langkat mengalami curah hujan sebanyak 3.289,94 mm dengan lama hujan 150,83 hari pada tahun 2012 dengan rata-rata total curah hujan tertinggi terjadi pada bulan November sebesar 408,88 mm dengan hari hujan sebanyak 18 hari kemudian pada bulan September sebesar 376,88 mm dengan hari hujan sebanyak 15 hari (Badan Pusat Statistik Kabupaten Langkat, 2013). Melihat dari kondisi alam Kabupaten Langkat seperti yang telah diuraikan sebelumnya, tim peneliti melihat adanya potensi untuk pengembangan energi alternatif. Potensi energi ini tentunya harus bisa dimanfaatkan bagi kapentingan masyarakat terutama penduduk kabupaten Langkat sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut, tentu yang harus dilakukan pertama kali ialah upaya untuk mengindetifikasi dan mengeksplorasi potensi alam tersebut. Potensi alam yang telah mampu dieksploitasi tentunya akan mampu menciptakan kemandirian energi bagi masyarakat setempat sehingga mampu mengurangi beban energi bagi permerintah. Selain itu, keberhasilan kemandirian energi di Kabupaten Langkat juga dapat digunakan sebagai percontohan rencana pembangunan di daeerah lain di seluruh Indonesia.
Performansi Alat Penukar Kalor Udara-Tanah Menggunakan Siklus Tertutup di Kota Medan Manik, Terang; Tulus Burhanuddin Sitorusa; Andi Syahputra
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 22 No. 1 (2020): JSTI Volume 22 Number 1 January 2020
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v22i1.3274

Abstract

. Upaya menemukan sumber energi alternatif terbarukan akhir-akhir ini semakin gencar dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan manusia akan konsumsi energi yang semakin tinggi. Penukar Kalor Udara-Tanah atau Earth-Air Heat Exchanger (EAHE) merupakan salah satu solusi yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan energi yang tersimpan dalam tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kinerja EAHE terhadap penurunan suhu udara yang masuk ke dalam ruangan uji maupun yang keluar, nilai Number of Transfer Unit dan juga nilai Coefficient of Performance pada pipa tanam bawah tanah. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa EAHE yang digunakan sebagai pendingin pasif ruangan dapat memberikan kinerja yang cukup baik dengan penurunan suhu di ruangan uji yang mencapai 3–6o C. NTU rata-rata pada tanggal 18 Juni 2019 diperoleh sebesar 1.238, dan tertinggi sebesar 1.254 dengan kecepatan udara 2 m/s. Sementara itu, pada tanggal 19 Juni 2019, di peroleh nilai NTU tertinggi sebesar 1.134 dan rata-rata sebesar 1.129 dengan kecepatan udara 3 m/s. Saat kecepatan udara 2 m/s, nilai COP rata-rata didapatkan 0,258. Ketika kecepatan udara 3 m/s, nilai COP rata-rata didapatkan 0,197.
Perbandingan Tingkat Stres Mahasiswa Empat Angkatan Program Studi Teknik Industri dengan Metode Skoring dari Health and Safety Executive Rahdiana, Nana
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 22 No. 1 (2020): JSTI Volume 22 Number 1 January 2020
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v22i1.3297

Abstract

Stress can be interpreted as psychological pressure that can cause both physical and mental illness. Stress on students can be anxious or tense that occurs in lectures, work assignments and other academic activities. Stress can influence students in completing their studies. This study aims to determine differences in stress levels between students in 2015, 2016, 2017 and 2018 Industrial Engineering Study Program, University of Buana Perjuangan Karawang in 2019. This research method is an observational analytic study with approach cross sectional. Data was obtained by distributing questionnaires to 90 student respondents who were divided proportionally per class by following the Slovin formula used was sampling technique simple random sampling. The. This study used the HSE questionnaire instrument, the data were analyzed statistically with the Independent T-test and Anova, as well as the correlation test with the method Point-biserial Correlation from Pearson and Spearmen's Rho. From the results of this study there are differences in stress levels between students in 2015, 2016, 2017 and 2018, where students in 2015 tend to be low stressed by 50.0%, while the classes of 2016, 2017 and 2018 tend to be moderate stress with a percentage of 55,6%; 65.4%; and 64.7%. Sex, age and work status of students do not affect stress levels, and do not have a significant relationship with stress levels.
Perancangan Shelter Bus Mebidang Dengan Menggunakan Quality Function Deployment (QFD) Fajri, Chalis; Sutrisno
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 22 No. 1 (2020): JSTI Volume 22 Number 1 January 2020
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v22i1.3630

Abstract

Belum banyaknya masyarakat yang menggunakan shelter sebagai tempat untuk naik dan turun memperlihatkan bagaimana tingkat kenyamanan dan pembangunan dari shelter yang belum sesuai dengan apa yang diiginkan oleh masyarakat, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan kenyamanan maka dilakukan perancangan shelter yang sesuai dengan keinginan masyarakat berdasarkan metode quality function depolymen (QFD, Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan melakukan identifikasi persepsi konsumen terhadap desain yang sudah ada selanjutnya dilakukan identifikasi keinginan konsumen terhadap desain shelter dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) dengan tujuan desain yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan QFD diperoleh keinginan konsumen untuk desin halte antara lain. Ukuran Halte ± (7 x 3 x 4) m, Lampu penerang halte bus ± 3 buah, Warna Cat halte merah dan biru, Ukuran anak tangga tingginya ± 12cm dan lebar ± 30, Bahan kerangka terbuat dari beton , Bahan tempat duduk terbuat dari stainless, Memiliki fungsi tambahan informasi rute, Memiliki fungsi tambahan informasi hargaa
Implementasi Early Warning System Berbasis Risiko dalam Pemantauan Laba sebagai Upaya Pengelolaan Risiko di PT XYZ Hardiana, Fatma Rizki; Irwan Iftadi
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 22 No. 2 (2020): JSTI Volume 22 Number 2 July 2020
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v22i2.3553

Abstract

PT XYZ memiliki risiko laba bersih yang tidak sesuai dengan target. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengembangkan early warning system berbasis risiko sebagai tindakan dalam manajemen risiko. Penelitian dilakukan dengan dua tahapan, yaitu menentukan indikator laba dan membuat early warning system. Dalam menentukan indikator, hal yang dilakukan adalah menguji indikator tersebut. Terdapat dua indikator dalam manajemen risiko, yaitu leading dan lagging indikator. Untuk leading indikator, proses yang dilakukan adalah pengumpulan data dan dilanjutkan mengolah data yaitu uji normalitas, analisis korelasi, dan analisis regresi linier. Untuk lagging indikator, dilakukan pengolahan data dengan melakukan pengkategorian laba yang dibagi menjadi tiga kategori yaitu aman, waspada dan bahaya. Berdasarkan data keuangan PT XYZ tahun 2006-2017, untuk leading indikator diperoleh hasil yang mempengaruhi laba yaitu HPP dan beban usaha. Dalam pembuatan dashboard early warning system diperlukan informasi mengenai latar belakang, dampak dari risiko yang ada, indikator yang mempengaruhi, serta informasi posisi laba menggunakan grafik maupun gauge. Early warning system dikeluarkan menggunakan data dua bulan sebelumya agar dapat dilakukan pendeteksian.
Penentuan Interval Waktu Perawatan Mesin Blowing dan Mesin Filling Menggunakan Teori Reliability dan Model Age Replacement (Studi Kasus pada PT. XYZ) : - Prasetyaningsih, Endang; Ruchiyat, Ilyas; Muhammad, Chaznin R.
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 22 No. 2 (2020): JSTI Volume 22 Number 2 July 2020
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v22i2.3762

Abstract

Engine performance will decrease when it is operated continuously so that maintenance is needed. Improper maintenance time intervals can reduce engine reliability and still causes machine damage suddenly. Therefore, maintenance time intervals must be determined precisely. This study aims to determine the engine maintenance time intervals using Reliability Theory and Age Replacement Model, then calculate the total maintenance cost. The result shows that the application of new maintenance time interval increases machine reliability.
Pembelian Bahan Baku Optimal Ready Mix Concrete dengan Metode Economic Order Quantity: Pembelian Bahan Baku Optimal Ready Mix Concrete dengan Metode Economic Order Quantity nasution, Andri; indriya, claudia
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 22 No. 2 (2020): JSTI Volume 22 Number 2 July 2020
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v22i2.3827

Abstract

PT. Kreasibeton Nusapersada merupakan perusahaan pabrik pengolahan ready mix concerete dan produk lainnya seperti tiang pancang, ryol dan udit. Pengolahan beton ini membutuhkan material seperti campuran antara kerikil, semen, pasir dan zat adiktif. Perusahaan memiliki supplier tetap untuk memasok bahan-bahan semen, kerikil, pasir dan zat adiktif. Untuk mengetahui jumlah optimal dalam pembelian bahan baku dan jumlah persediaan.. Berdasrkan perhitungan safety stock untuk semen yaitu 22,7 ton/ hari, pasir 16,15 ton/hari, batu 2-3 yaitu 13,69 ton/hari, batu 1-2 yaitu 18,5 ton/hari, batu guli yaitu 9,27 ton/hari dengan titik dimana perusahaan harus memesan ulang kembali pada saat semen berjumlah 119 ton di silo, pasir berjumlah 480 ton di stock yard,batu 2-3 berjumlah 300 ton di stock yard, batu 1-2 berjumlah 259 ton di stock yard dan batu guli berjumlah 60 ton di stock yard..
Identifikasi: Kriteria untuk Menilai Teknologi Pengolahan Air Limbah Ishak, Aulia; novalin, Susi Diriyanti; Asfriyati
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 22 No. 2 (2020): JSTI Volume 22 Number 2 July 2020
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v22i2.3878

Abstract

Hirarki AHP adalah sarana terstruktur untuk memodelkan keputusan yang ada. Ini terdiri dari tujuan keseluruhan, sekelompok opsi atau alternatif untuk mencapai tujuan, dan sekelompok faktor atau kriteria yang menghubungkan alternatif dengan tujuan. Kriteria selanjutnya dapat dipecah menjadi subkriteria dan sebagainya, dalam level sebanyak yang diperlukan masalah. Kriteria untuk penilaian teknologi pengolahan air limbah ditentukan melalui review literatur yang luas. Literatur adalah jurnal yang diterbitkan tentang suatu topik. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui kriteria yang dapat digunakan untuk penilaian teknologi pengolahan air limbah.

Page 8 of 22 | Total Record : 216