cover
Contact Name
Fatmala Sari Okaviani
Contact Email
fatmala.oktaviani@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
gentabahterakepri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bintan,
Kepulauan riau
INDONESIA
Genta Bahtera : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan
ISSN : 25032135     EISSN : 26561085     DOI : -
Core Subject : Education,
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan is a journal of language studies published by Language Agency of Kepulauan Riau (Kantor Bahasa Kepulauan Riau). It is a research journal which publishes various research reports, literature studies, and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics, and other scientific fields related to language studies.
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
DIKSI DALAM MANTRA BAHASA BANJAR Hestiyana Hestiyana
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 3, No 1 (2017): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2448.094 KB) | DOI: 10.47269/gb.v3i1.3

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi dalam mantra bahasa Banjar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis data. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) metode simak, baik simak libat cakap atau simak bebas libat cakapdan(2) teknik catat. Teknik wawancara juga digunakan dalam mengumpulan data.Analisis data dilakukan dengan pengkajian setiap teks naskah mantra untuk melihat keseluruhan gejala kelainan bahasa. Setelah dilakukan penelitian secara mendalam mengenai diksi dalam mantra bahasa Banjar dapat disimpulkan bahwa sampai saat ini masyarakat Banjar masih ada yang mempercayai mantra. Mantra ini menjadi alternatif pilihan pengobatan penyakit yang sering dialami sehari-hari. Dari hasil penelitian jugaditemukan adanya penggunaan pilihan kata atau diksi. Pilihan kata atau diksi mencakup diksi dengan makna denotatif, diksi dengan makna konotatif, diksi dengan makna sinonim, diksi dengan makna antonim, diksi dengan makna homonim, diksi dengan simbol-simbol agama, dan diksi yang berhubungan dengan budaya. Kata kunci: diksi, mantra,bahasa Banjar  AbstractThis study aims to describe diction in spell in Banjar language. This research uses descriptive method with qualitative approach to analyze the data. Data is collected using (1) listening methods, either conversation engage listening or conversation engage free listening and (2) log writing technique. Interview technique is also used in gathering data. Data analysis is performed by studying each manuscripts of spells to find out the overall symptoms of language disorders. After in-depth research on diction in spellin Banjar languageit can be concluded that up to now there are people in Banjar community who believe inspell. Spell has become an alternative treatment that is often used for commondisease. The research finds out that there isapplicationof word choice or diction. Diction includes diction with denotative meaning, connotative meaning, synonym meaning, antonym meaning, homonym meaning, religious symbolic meaning, and cultural meaning. Key words: diction, spell, Banjar language
MAKNA SIMBOL SENYUMAN DALAM CERPEN PEREMPUAN SUNYI DAN SAUDARANYA KARYA YUS R. ISMAIL Yuliadi Muh Rahim
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 3, No 2 (2017): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.997 KB) | DOI: 10.47269/gb.v3i2.17

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengungkap makna simbol senyuman dalam cerpen Perempuan Sunyi dan Saudaranya karya Yus R. Ismail. Aspek simbol senyuman itu diungkap melalui peristiwa dan dialog tokoh dalam cerpen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah cerpen Perempuan Sunyi dan Saudaranya berisi simbol universal, simbol kultural, dan simbol individual. Kata kunci: Makna simbol, cerpen Perempuan Sunyi dan Saudaranya, semiotika  AbstractThis research is conducted to reveal the symbol smile meaning in Perempuan Sunyi dan Saudaranya short story by Yus R. Ismail. This symbol aspect would be revealed through the depiction of incident in the story and dialogue. The theory used in this study was The Semiotic theory. The method used in this research was qualitative descriptive method whilst data collection used literary technique. The results obtained in this study was Perempuan Sunyi dan Saudaraanya short story form universal symbols, cultural symbols and individual symbols. Keywords: Symbol meaning, Perempuan Sunyi dan Saudaranya short story, semiotics
ANALISIS KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA PADA UNGGAHAN DALAM GRUP DARING JUAL-BELI DI KOTA TANJUNGPINANG Tasliati Tasliati
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 2 (2018): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.953 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i2.66

Abstract

This study expects impoliteness on uploads in a group of selling and buying in Tanjungpinang City. The study is conducted to see the impoliteness on uploads using impoliteness theory of Jonathan Culpeper. This study aims to describe impoliteness strategies and factors that influence the impoliteness. Observation by recording and tapping collects the data. The determinant is the intuition of researchers as Indonesian speakers. Data analysis uses a pragmatic equivalent by pragmatic sorting technique and distributional method by direct elements deviding techniques. The results shows that there are three impoliteness strategies found, namely positive impoliteness, negative impoliteness, and pseudo politeness. Impoliteness occurs because of the following factors: expressing anger, fury, or resentment; provoking speech partner reactions; and humiliating or demeaning. AbstrakPenelitian ini menduga adanya ketidaksantunan pada unggahan dalam grup daring jual-beli di Kota Tanjungpinang. Penelitian dilakukan untuk melihat ketidaksantunan dalam unggahan dengan menggunakan teori ketidaksantunan Jonathan Culpeper. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi-strategi ketidaksantunan dan faktor yang memengaruhi ketidaksantunan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dengan teknik catat dan sadap. Alat penentunya adalah intuisi peneliti sebagai penutur jati bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik daya pilah pragmatis dan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi ketidaksantunan yang ditemukan, yaitu ketidaksantunan positif, ketidaksantunan negatif, dan kesantunan semu. Ketidaksantunan terjadi karena didorong oleh faktor-faktor berikut: mengungkapkan kemarahan, kegeraman, atau kekesalan; memancing reaksi mitra tutur; dan mempermalukan atau merendahkan.Kata Kunci: ketidaksantunan berbahasa, strategi ketidaksantunan, unggahan, grup daring jual-beli
STUDI KOMPARASI EMIK DAN ETIK MASYARAKAT TERHADAP MENJAMURNYA TAYANGAN DRAMA ASING DI INDONESIA: KAJIAN ANTROPOLOGI KONTEMPORER Siti Maryam
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 3, No 1 (2017): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2668.022 KB) | DOI: 10.47269/gb.v3i1.8

Abstract

AbstrakBahasa merupakan suatu hal yang telah membuat manusia menjadi makhluk istimewa. Sejak lahir, setiap manusia telah dibekali dengan alat akuisisi bahasa yang sering diistilahkan dengan Language Acquisition Device (LAD). Seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi yang semakin maju, semakin berkembang pula dunia perfilman di setiap negara, terutama negara India, Korea, Amerika Latin, Filipina, dan Turki. Seperti yang kita lihat, belakangan ini sekitar tahun 2014 sampai sekarang, drama-drama India, Korea, Amerika Latin, Filipina, dan Turki yang sedang marak di layar kaca Indonesia. Dalam hal ini, karena semakin maraknya drama-drama luar, maka banyak sekali pengaruh yang ditimbulkan drama-drama tersebut kepada masyarakat Indonesia terutama para remaja, misalnya karena sering menonton drama Korea mereka jadi mengikuti gaya bicara, berpakaian, dan bahasanya seperti, Annyeong Haseyo (Hallo), Gamsamhamnida (Terima Kasih), Mianhae (Maaf), dan masih banyak lagi. Hal serupa juga sama dilakukan bagi masyarakat yang menyukai drama India, Amerika Latin, Filipina, dan Turki. Tidak disangka dari drama tersebutlah budaya dari negara-negara tersebut jadi semakin dikenal oleh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, dianggap penting untuk melakukan kajian tentang persepsi masyarakat terkait menjamurnya drama asing di Indonesia sebagai bahan informasi untuk menambah wawasan masyarakat. Adapun drama yang dimaksud terwujud dalam bentuk film, sebab antara film dengan drama memiliki persamaan terutama dalam ihwal bentuk tayangan dan konten yang disajikan. Hal tersebut yang menyebabkan terjadinya berbagai persepsi di tengah masyarakat yang menikmatinya. Kata kunci: komparasi, emik dan etik, drama asing, antropologi kontemporer  AbstractLanguage is something that has made human a special being. Since birth, every human has been equipped with language acquisition tools that are often called the Language Acquisition Device (LAD). Along with the development of the era and the progress of technology, the more developed the world of cinema in every country, especially India, Korea, Latin America, Philippines, and Turkey. As we see, lately around 2014 until now, the dramas of India, Korea, Latin America, Philippines, and Turkey are often broadcasted on the Indonesian television. In this case, since the increase of the widespread of foreign dramas, many influences caused by those dramas to Indonesian, especially the teenagers. For instance because of watching Korean dramas, the youth follow the style of speech, dressing, and language like, Annyeong Haseyo (Hallo), Gamsamhamnida (Thank You), Mianhae (Sorry), and so on. The same is also true for people who love India, Latin America, Philippines, and Turkey dramas. Unexpectedly, based on those dramas, the culture of those countries become increasingly recognized by Indonesian people. Therefore, it is considered important to conduct a study on public perceptions related to the proliferation of foreign dramas in Indonesia as an information material to increase community insight. About dramas is being in the film, causes between film and dramas having the same is the structure of showing and content. That’s same be the caused of perception variated in the people community.  Key words: comparation, emik and ethics, foreign drama, contemporary anthropology
ANALISIS REDUPLIKASI KATA KERJA DALAM KALIMAT BAHASA MANDARIN Niza Ayuningtias
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 1 (2018): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1977.92 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i1.54

Abstract

Morphology is part of linguistic study about morpheme and analysing structure and classification of words.There are two kinds of morphemes. They are free morpheme and bound morpheme. Free morpheme is amorpheme that can stand alone as a word. While bound morpheme is a morpheme that cannot stand alone as aword or needs other morphemes. The process discussing about words in morphology is called morphemicprocess or morphology process. Reduplication is a kind of morphemic process. There are one reduplications(reduplication of verb) discussed in this research. The purpose of this research is to describe patterns ofmorphemic reduplication in Mandarin sentences. The theory used in this research is structural morphologytheory from Ramlan an instrument to analyze the data. Structural morphology is a kind of linguistics discussabout the structure and the process of word formation. The method used in this research is qualitative researchmethod which describes about structures and patterns of morphemic reduplication in Mandarin. Based on theresults of the analysis can be seen that the reduplication of verbs there is repetition of the whole and there is alsoa repetition in combination with affix. The pattern of verb reduplication is the repetition of the monosilabelverb has AA pattern, the repetition of infected verbs has A N A pattern and the repetition of the verbs dislabikhas an ABAB pattern AbstrakMorfologi adalah bagian linguistik yang mempelajari morfem serta menganalisis struktur, bentuk,dan klasifikasi kata-kata. Ada dua jenis morfem, yaitu morfem bebas dan morfem terikat. Morfembebas secara morfemis adalah morfem yang dapat berdiri sendiri, sedangkan morfem terikat adalahmorfem yang tidak bisa berdiri sendiri dan membutuhkan morfem lainnya. Proses morfemis salahsatu di antaranya adalah proses reduplikasi. Reduplikasi yang dibahas dalam penelitian ini adalahreduplikasi kata kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis danpola-pola reduplikasi morfemis dalam kalimat bahasa Mandarin. Teori yang digunakan dalampenelitian adalah teori morfologi struktural oleh Ramlan sebagai alat untuk menganalisis datayang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yangbersifat deskriptif dengan memaparkan jenis-jenis dan pola-pola reduplikasi morfemis bahasaMandarin. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa pada reduplikasi kata kerja terdapatpengulangan seluruh dan ada juga yang mengalami pengulangan yang berkombinasi denganafiks. Pola reduplikasi kata kerja yaitu pengulangan kata kerja monosilabel memiliki pola AA,pengulangan kata kerja berinfiks memiliki pola ANA dan pengulangan kata kerja dislabik memilikipola ABABKata kunci : morfologi, morfem, reduplikasi kata kerja
HEGEMONI BUDAYA DALAM NOVEL MERPATI KEMBAR DI LOMBOK KARYA NURIADI: KAJIAN HEGEMONI ANTONIO GRAMSCI Rozali Jauhari Alfanani
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 5, No 1 (2019): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.103 KB) | DOI: 10.47269/gb.v5i1.81

Abstract

Abstrak: Penelitian ini terkait dengan hegemoni budaya yang terdapat dalam novel Merpati Kembar di Lombok karya Nuriadi. Permasalahan penelitian ini adalah wujud hegemoni budaya yang terdapat dalam novel Merpati Kembar di Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud hegemoni budaya yang terdapat pada novel Merpati Kembar di Lombok. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan sifat deskriptif. Dalam hal ini, pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan dan teknik catat. Kemudian, analisis data dilakukan dengan menerapkan teori hegemoni Antonio Gramsci dengan mengikuti langkah-langkah berupa identifikasi data, reduksi data, penganalisisan data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Selanjutnya, hasil analisis data menunjukan wujud hegemoni budaya yang dilakukan oleh golongan bangsawan dalam novel Merpati Kembar di Lombok dapat dikatagorikan menjadi dua tingkatan yakni hegemoni merosot dan hegemoni minimum.Kata Kunci: hegemoni, budaya, novel, perlawananAbstract: This research is related to cultural hegemony contained in novel Merpati Kembar in Lombok by Nuriadi. The problem of this research is the form of cultural hegemony contained in Merpati Kembar novel in Lombok. The research has a purpose that is describing the form of cultural hegemony contained in the novel Merpati Kembar in Lombok. This research is qualitative with descriptive nature. In this case, data collection using literature method and record technique. Then data analysis is done by applying Antonio Gramsci hegemony theory by following the steps in the form of data identification, data reduction, data analysis, data presentation, and conclusion. Furthermore, the results of data analysis shows the form of cultural hegemony performed by the noble class in the novel Merpati Kembar in Lombok is categorized into two levels of hegemony degenerate and minimum hegemony. 
NILAI KEROHANIAN DALAM TUTURAN TRANSAKSI JUAL-BELI BERBAHASA BANJAR DI HULU SUNGAI NAGARA Rissari Yayuk
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 3, No 2 (2017): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.537 KB) | DOI: 10.47269/gb.v3i2.13

Abstract

AbstrakNilai kerohanian adalah salah satu nilai yang lahir melalui proses yang panjang dalam sebuah masyarakat yang memiliki budaya beradab. Salah satu unsur nilai kerohanian adalah nilai mora- l. Nilai ini biasanya ditemukan dalam ragam karya sastra. Penelitian mengkaji nilai kerohanian dengan objek yang berbeda, yaitu dalam tuturan lisan pada transaksi jual-beli sebuah pasar di Kalimantan Selatan, Pasar Nagara, di Hulu Sungai Selatan.Teori yang digunakan adalah berhubungan dengan nilai kerohanian yang salah satunya unsur pembangunnya dari nilai moral. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi dan rekam.Hasil penelitian dalam tuturan transaksi jual-beli ini ditemukan nilai kejujuran, mandiri, tolong-menolong, dan kepedulian. Hal ini membuktikan bahwa nilai positif dalam kehidupan tidak hanya dapat digali dari karya sastra semata, tapi teori kesastraan yang berkaitan dengan nilai kerohanian ini dapat diterapkan dalam tuturan lisan sehari-hari, salah satunya pasar yang terdapat di tengah masyarakat. Kata kunci: nilai, kerohanian, transaksi  AbstractSpiritual value is one of the values that were born through a long process in a society that has a civilized culture. One element of spiritual values is moral value. This value is usually found in a variety of literary works. The present study is to examine the issue of spiritual value with different objects, namely the oral at a market in South Kalimantan, Nagara Market, at Upper South River. The theory used was related to spiritual values, one of which elements of the builder of moral values. The method used was descriptive. Data collecting techniques were documentating and recording. The results of research are that in speech of buying and selling is found the values of honesty, self-contained, helping, and caring. This proves that the positive values in life not only can be extracted from the literature alone, but literary theory related to spiritual values can be applied in everyday oral speech, one of which markets are in the community. Keywords: values, spirituality, transactions
REALITAS KOMUNIKASI PENGENDARA OJEK ONLINE DI JAKARTA: STUDI KASUS PEMILIHAN BAHASA DRIVER GO-SEND Nico Harared
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 2 (2018): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.658 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i2.61

Abstract

This study aims to describe the language phenomenon of online motorcycle taxi drivers in Jakarta related to the choice of language in conversations on social media. The method used is descriptive qualitative. Data is obtained through observation techniques on the conversations of Go-send online motorcycle taxi riders via the WA group messaging application. Based on the results of the study, it was found that Gosend motorcycle taxi drivers chose a variety of languages when interacting in the WA group. Most drivers start using and creating new languages, and use English when communicating. This phenomenon is influenced by the language created and used by drivers. They feel more comfortable when communicating in the WA application. Therefore, they choose other language codes, for example Indonesian or foreign languages. In addition, a similar incident resulted from the development of several new languages so that the Go-send motorcycle taxi drivers were nicknamed ninja turtles. Various new vocabulary or terms have sprung up among them, such as drivers, scans, cancel, orders, blur, WD, gacor, sherloc, nopon, telephone, opang, and others that were viral in the WA group application conversation. Without hesitation they choose the vocabulary or term in communicating with their interlocutors who may actually rarely meet. This is the reality of cross-cultural communication on Go-send motorcycle taxi drivers that occur in big cities like Jakarta. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena kebahasaan pengendara ojek online di Jakarta terkait pemilihan bahasa dalam percakapan di media sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik simak pada percakapan pengendara ojek online Gosend melalui aplikasi pesan grup WA. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pengendara ojek online Go-send memilih beragam bahasa dalam berinteraksi di grup WA. Sebagian besar para pengendara mulai memakai dan menciptakan bahasa baru, serta menggunakan bahasa Inggris saat berkomunikasi. Fenomena ini dipengaruhi oleh bahasa yang dikreasikan dan dipakai oleh para pengendara. Mereka merasa lebih nyaman saat berkomunikasi di aplikasi WA tersebut. Oleh karena itu, mereka memilih kode bahasa yang lain, misalnya bahasa Indonesia atau bahasa asing. Selain itu, kejadian serupa sebagai akibat berkembangnya beberapa bahasa baru sehingga pengendara ojek Go-send ini mendapat julukan kura-kura ninja. Berbagai kosakata atau istilah baru pun bermunculan di kalangan mereka, seperti driver, scan, cancel, order, blur, WD, gacor, sherloc, nopon, rekpon, opang, dan lainnya yang kemudian viral di percakapan aplikasi grup WA. Tanpa sungkan mereka memilih kosakata atau istilah tersebut dalam berkomunikasi dengan lawan bicaranya yang secara nyata mungkin jarang bertemu. Inilah realitas komunikasi lintas budaya pengendara ojek online Go-send yang terjadi di kota besar seperti Jakarta.Kata Kunci: komunikasi, lintas budaya, pemilihan bahasa, pengendara ojek gosend
MORFOLOGI CERITA RAKYAT MAK YONG DAERAH KAMPUNG MATANG ARANG, KECAMATAN BINTAN TIMUR, KEPULAUAN RIAU Riau Wati
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 3, No 1 (2017): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2228.297 KB) | DOI: 10.47269/gb.v3i1.4

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengambil karya sastra seni peran Mak Yong sebagai objek penelitian dan pokok masalah yang menjadi penelitian berkaitan dengan penyebaran fungsi tokoh cerita rakyat Mak Yong, berdasarkan teori strukturalisme Vlademir Propp, karena pembahasan terhadap karya sastra lama tersebut masih tergolong sedikit dan teori Vladimir Propp belum pernah diuji dalam cerita rakyat Mak Yong oleh peneliti sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode pustaka, metode deskripsi dan metode struktural, karena berdasarkan metode tersebut dapat segera dikemukakan hasil penelitian, disertai pertanggungjawaban mengenai alasan pemilihan metode tersebut. Berdasarkan hasil penelitian (1) fungsi pelaku menjadi unsur yang stabil dan tetap di dalam sebuah cerita tanpa memandang bagaimana dan siapa yang melakukannya, (2) fungsi pelaku yang diketahui jumlahnya terbatas, (3) urutan fungsi pelaku di dalam cerita rakyat selalu sama dan (4) sebuah cerita rakyat memiliki kesamaan jika dipandang dari struktural. Kesimpulannya, hasil penelitian yang ditemui dalam cerita rakyat Mak Yong tidak ada perbedaan antara hasil penelitian fungsi pelaku menurut Vladimir Propp. Kata kunci: morfologi, foklor, Mak Yong  AbstractThis research took the literary work of art of the role of Mak Yong as the research object and the subject matter of the research related to the deployment of the function figure folklore Mak Yong, based on the theory of structuralism Vlademir Propp, for a discussion of the work of old literature is still quite a bit and the theory of Vladimir Propp has not been tested in folklore Mak Yong by previous researchers. This study uses literature, method descriptions and structural methods, as based on the method can be immediately presented results of the study, along with the accountability of the reasons for the selection of the method. Based on the results of the study (1) the function of the perpetrator becomes an element that is stable and remains in a story regardless of how and who did it, (2) the function of the perpetrators are known to a limited number, (3) the order of the functions actors in folklore is always the same and ( 4) a folklore have in common when viewed from the structural. In conclusion, the results encountered in folklore Mak Yong is no difference between the results of research actors function according to Vladimir Propp.  Key words: morphology, folklore, and Mak Yong
EKSISTENSI SUFISME SASAK DALAM NOVEL SANGGARGURI DAN PERANNYA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DI PULAU LOMBOK Siti Maryam
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 1 (2018): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.841 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i1.44

Abstract

Sasak Sufism is one concept that set the values and norms, in particular the ones in public order Sasak in Lombok island. Its existence more universal when it is stated in the form of literary works in the form of the novel Sanggarguri. The novel through planting and character development Sufism Sasak continue so that the role of Sufism the Sasak can be felt its benefits in people's lives. Therefore, this study aims to describe a form of Sufism Sasak of the novel, along with a variety of its role in the life of society on the island of Lombok in order to be known and manifested in real life by the entire community. In this case, the theory of Roland Barthes semiotik became surgical tools research done by the method of observation in the form of the interview against the author of the novel Sanggarguri and the study of librarianship. As for the research conducted this generates data in the form of 10 kinds of flower or flowers be symbolizing the concept of Sufism Sasak in the novel Sanggarguri. Flower-the flower in addition to conceptual or in denotative meaning, also contains the wisdom of Sufism that can be used as a guideline for the community. In addition, the role of Sufism Sasak in Lombok island in the people's life consists of his role in the fields of education, social, and cultural events. Thus, the concept of Sufism is the concept that the Sasak can not only be a guideline or reference Sasak community, but worth the universal which means that it can be dipedomani by the community outside the Sasak Lombok island or outside. AbstrakSufisme Sasak merupakan salah satu konsep yang mengatur nilai dan norma berkehidupan, khususnya dalam tatanan masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok. Eksistensinya pun semakin universal ketika tertuang dalam wujud karya sastra berupa novel yang berjudul Sanggarguri. Melalui novel tersebut, penanaman dan pengembangan karakter sufisme suku Sasak terus dilakukan sehingga peran sufisme Sasak tersebut dapat dirasakan manfaatnya dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud sufisme Sasak dalam novel tersebut beserta berbagai perannya dalam kehidupan masyarakat di Pulau Lombok agar diketahui dan diwujudkan dalam kehidupan nyata oleh seluruh masyarakat. Dalam hal ini, teori semiotik Roland Barthes menjadi alat bedah penelitian yang dilakukan dengan metode observasi berupa wawancara terhadap penulis novel Sanggarguri dan studi kepustakaan. Adapun penelitian yang dilakukan ini menghasilkan data berupa 10 jenis kembang atau bunga yang menjadi simbolisasi konsep sufisme Sasak dalam novel Sanggarguri. Kembang-kembang tersebut selain bermakna konseptual atau denotatif, juga mengandung hikmah sufisme yang dapat dijadikan pedoman bagi masyarakat. Selain itu, peranan sufisme Sasak dalam kehidupan masyarakat di Pulau Lombok terdiri atas perannya dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan budaya. Dengan demikian, konsep sufisme Sasak merupakan konsep yang tidak hanya dapat menjadi pedoman atau acuan masyarakat Sasak, tetapi juga bernilai universal yang artinya dapat dipedomani pula oleh masyarakat di luar suku Sasak atau luar Pulau Lombok.