cover
Contact Name
Dede Hidayatullah
Contact Email
dayatdh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.undas@kemdikbud.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra
ISSN : 18584470     EISSN : 26856107     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Undas is a journal of language and literature research. First published by Balai Bahasa South Kalimantan since 2006. This journal is a research journal that publishes various research reports, both literature studies and field studies, linguistics and literature include structural linguistics, applied linguistics, interdisciplinary linguistics, oral literature (folklore), philology, pure literature, applied literature, and interdisciplinary literature. Publish regularly twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
Pemetaan Penguasaan Materi Sastra Guru Bahasa Indonesia Tingkat SMP pada Tiga Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan Agus Yulianto
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2022): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v18i2.4737

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendesripsikan penguasaan materi sastra pada guru Bahasa Indonesia dalam buku ajar Bahasa Indonesia tingkat SMP dan untuk mengetahui adakah perbedaan penguasaan sastra pada guru Bahasa Indonesia dalam buku ajar Bahasa Indonesia tingkat SMP di pada kabupaten yang menjadi lokasi penelitian? Adapun masalah yang terdapat dalam penelitian ini dititikberatkan pada pemetaan penguasaan materi sastra, yaitu: 1. bagaimanakah tingkat penguasaan materi sastra guru Bahasa Indonesia dalam buku ajar Bahasa Indonesia tingkat SMP?; 2. Adakah perbedaan penguasaan  materi sastra guru Bahasa Indonesia dalam buku ajar Bahasa Indonesia tingkat SMP pada kabupaten yang menjadi lokasi penelitian?. Metode yang diguanakan dalam peneltian ini adalah metode  deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa memang terdapat perbedaan penguasaan materi sastra pada guru-guru Bahasa Indonesia tingkat SMP yang menjadi objek penelitian di tiga kabupaten yang menjadi lokasi penelitian, tetapi secara umum penguasaan materi sastra mereka masih tergolong baik. Kata kunci: Penguasaan, guru SMP, sastra AbstractThe purpose of this study was to determine and describe the mastery of Indonesian language teachers in Indonesian language textbooks at the junior high school level and to find out whether there are differences in the literary mastery of Indonesian teachers in Indonesian language textbooks at the junior high school level in the districts where the research was conducted. The problems contained in this study are focused on mapping the mastery of literary materials, namely: 1. how is the level of mastery of Indonesian teachers' literary materials in Indonesian language textbooks at the junior high school level?; 2. Are there differences in the mastery of Indonesian teachers' literary materials in Indonesian language textbooks at the junior high school level in the districts where the research is located? The method used in this research is descriptive quantitative and qualitative methods. Based on the analysis carried out, it can be seen that there are indeed differences in the mastery of literary material for Indonesian language teachers at the junior high school level who are the object of research in the three districts that are the research locations, but in general their mastery of literary material is still relatively good.  Keywords: Mastery, SMP teacher, literature
Nilai Religius dalam Novel Nikah Tanpa Pacaran Karya Asma Nadia: Kajian Sosiologi Sastra Syafrida Reza Aulia
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2022): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v18i2.4926

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai religius dalam novel Nikah Tanpa Pacaran Karya Asma Nadia. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan fakta-fakta dan data yang dihasilkan berupa kata-kata yang berbentuk kutipan, melalui pendekatan sosiologi sastra. Data yang digunakan berupa kata, kalimat atau ungkapan yang mengandung nilai religius yang bersumber dari Novel Nikah Tanpa Pacaran karya Asma Nadia. Teknik yang digunakan berupa teknik analisis dan studi pustaka untuk menganalisis nilai-nilai yang terdapat dalam novel dengan teknik analisis isi (konten) sebagai teknik pengolahan data. Hasil dari penelitian ini yakni terdapat setidaknya tiga nilai-nilai religius dalam novel Nikah Tanpa Pacaran karya Asma Nadia, yakni Aqidah dan Tauhid yang berupa rukun iman, Ibadah yang berupa ibadah kepada Allah dan sesama manusia, dan Akhlaq yang berupa akhlaq baik dan buruk. Ketiga nilai tersebut dapat memberikan pesan kepada masyarakat untuk menjauhi perilaku pacaran, dan lebih meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah.Kata kunci: nilai religius, novel nikah tanpa pacaran, asma nadia, sosiologi sastra Abstract: This study aims to explore religious values in the novel Nikah Tanpa Pacaran by Asma Nadia. The research method used is a descriptive qualitative method to describe the facts and the resulting data in the form of words in the form of quotations, through a sociological approach to literature. The data used are in the form of words, sentences, or expressions that contain religious values originating from the Novel Nikah Tanpa Pacaran by Asma Nadia. The technique is used in the form of analysis techniques and literature study to analyze the values contained in the novel with content analysis techniques (content) as a data processing technique. The results of this study are that there are at least three religious values in the novel Nikah Tanpa Pacaran by Asma Nadia, namely Aqidah and Tauhid in the form of the pillars of faith, Worship in the form of worshiping Allah and fellow human beings, and Akhlaq in the form of good and bad morals. These three values can give a message to the community to stay away from courtship behavior, and further improve the quality of worship to God.Key words;  Religious Values, Novel Nikah Tanpa Pacaran, Asma Nadia, Sociology of Literature
Etnisitas dalam Buku Puisi Benih Kayu Dewa Dapur karya Hanna Fransisca Arif Hidayat
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2022): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v18i2.4614

Abstract

Abstrak: tulisan ini bertujuan untuk mengungkap dimensi etnisitas yang ada dalam buku puisi Benih Kayu Dewa Dapur karya Hana Fransisca. Penelitian ini menggunakan teori wacana sebagai cara untuk mengungkap makna yang terkandung di dalam karya sastra. Penelitian ini berada pada wilayah analisis sastra yang berusaha untuk mengungkap ilmu pengetahuan pada puisi Benih Kayu Dewa Dapur karya Hana Fransisca untuk membuktikan kebenaran melalui deskripsi mendalam karena memasuki ranah berpikir kritis. Arahan penelitian ini bukan hanya interpretasi sebuah teks, melainkan lebih pada pemerincian tatanan institusional mengenai wacana-wacana sebagai integrasi sosial dan sistem sosial. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa buku puisi Benih Kayu Dewa Dapur karya Hanna Fransisca ditulis sebagai sebagai upaya membongkar realitas yang selama ini tak banyak diketahui publik. Puisi bagi tersebut menjadi suara yang kritis terhadap kehidupan yang membelenggu. Perasaan-perasaan kecintaan pada Indonesia dimunculkan sebagai suatu kehidupan yang memberinya kebebasan untuk berekspresi untuk etnis minoritas. Walaupun hidup di daerah perbatasan Kalimantan, ia merasa lahir dan hidup di Indonesia sehingga merupakan bagian dari Indonesia sebagai etnis Tionghoa.Kata kunci: puisi; wacana; etnis; dan nasionalisme.This paper aims to reveal the dimensions of ethnicity in the poem book Benih Kayu Dewa Dapur by Hana Fransisca. This study uses discourse theory as a way to reveal the meaning contained in literary works. This research is in the area of literary analysis which seeks to reveal knowledge in the poem Benih Kayu Dewa Dapur by Hana Fransisca to prove the truth through in-depth descriptions because it enters the realm of critical thinking. The direction of this research is not only the interpretation of a text, but rather the detailing of the institutional order regarding discourses as social integration and social systems. The results of this study reveal that the poetry book Benih Kayu Dewa Dapur by Hanna Fransisca was written as an effort to uncover a reality that has not been widely known to the public. Poetry for this is a critical voice for the life that is shackled. Feelings of love for Indonesia emerged as a life that gave him freedom of expression for ethnic minorities. Even though he lives in the border area of Kalimantan, he feels that he was born and lives in Indonesia so that he is part of Indonesia as an ethnic Chinese.
Tindak Ilokusi dalam Komentar Juri American Idol dan Indonesian Idol: Kajian Pragmatik Lintas Budaya Salimulloh Tegar Sanubarianto; Erika Alisia
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2022): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v18i2.5170

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tuturan juri American Idol musim kelima dan Indonesian Idol musim kesepuluh dalam kajian pragmatik lintas budaya. Dua musim tersebut dipilih sebagai sumber data karena memiliki rating share tertinggi bagi masing-masing acara di negaranya. Peneliti mengamati tindak ilokusi yang muncul pada tuturan juri dalam video tersebut. Metode pengumpulan data dengan dokumentatif. Peneliti melakukan transkripsi terhadap video sumber data kemudian menganalisisnya dengan teori tindak tutur Searle. Hasil penelitian menunjukkan dalam American Idol tindak tutur mengeluh (34%) muncul sangat dominan. Sebaliknya, dalam Indonesian Idol tindak tutur yang muncul secara dominan adalah memuji (28%). Dua tindak tutur yang dominan muncul bisa sangat berbeda bergantung pada latar belakang budaya masyarakat penikmat acara tersebut.Kata kunci: tindak ilokusi, American Idol, Indonesian Idol, pragmatik lintas budaya Abstract: This study aims to compare the judge’s speeches of the fifth season of American Idol and the tenth season of Indonesian Idol in a cross-cultural pragmatic study. The two seasons were chosen as data sources because they have the highest share rating for each program in their country. The researcher observed the illocutionary acts that appeared in the judge’s speech in the video. Documentation method of data collection. The researcher transcribed the video data source and then analyzed it using Searle’s speech act theory. The results showed that in American Idol the speech act of complaining (34%) appeared very dominant. On the other hand, in Indonesian Idol the dominant speech act was praising (28%). The two dominant speech acts that appear can be very different depending on the cultural background of the people who enjoy the event. Keywords: illocutionary act, American Idol, Indonesian Idol, cross-cultural pragmatic
Gangguan Berbicara pada Anak Penderita Cerebral Palsy Muhammad Yasser Irfan; Nuryani Nuryani; Robiatul Aliyah
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2022): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v18i2.4621

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk gangguan fonologis yang terdapat pada tuturan anak penderita cerebral palsy. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data pada penelitian ini adalah seorang anak penderita cerebral palsy yang sedang menempuh jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Jakarta, yaitu HDE yang berusia 18 tahun. Kemudian peneliti menjadikan tuturannya sebagai data pada penelitian ini. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak libat cakap dan teknik rekam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan fonologis pada tuturan anak penderita cerebral palsy mengalami tiga perubahan bentuk, yaitu penggantian, penambahan, dan penghilangan fonem. Pada bentuk penggantian fonem ditemukan beberapa penggantian fonem, yaitu penggantian fonem /a/ menjadi /i/, /b/ menjadi /g/, /c/ menjadi /k/, /d/ menjadi /j/, /j/ menjadi /g/, /r/ menjadi /h/, /r/ menjadi /l/, /r/ menjadi /y/, /t/ menjadi /k/, dan /u/ menjadi /i/. Pada bentuk penambahan fonem ditemukan beberapa penambahan fonem, yaitu penambahan fonem /ə/, /g/, /h/, /y/, dan /ŋ/. Pada bentuk penghilangan fonem ditemukan beberapa penghilangan fonem, yaitu penghilangan fonem /a/, /b/, /ə/, /h/, /k/, /ɲ/, dan /ŋ/.
Penggunaan Disfemisme dalam Tuturan Anak-Anak di Desa Bangka Jaya Kecamatan Dewantara-Aceh Utara Emilda Emilda; Rifka Khairuna; Ririn Rahayu
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2023): Vol 19, No 1 (2023): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v19i1.5270

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk serta makna disfemisme pada tuturan anak-anak di Desa Bangka Jaya Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Pendekatan yang digunakan berupa pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskripstif kualitatif. Data penelitian adalah kata dan frasa yang mengandung tuturan disfemisme. Sumber dari data penelitian adalah tuturan anak-anak di Desa Bangka Jaya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat. Teknik analisis data, yaitu dengan 3 tahap yang telah dijabarkan; reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebanyak 23 data dalam penggunaan tuturan yang bermakna disfemisme. Bentuk disfemisme berupa kata dijabarkan dengan rincian sebagai berikut:  a) kata dasar sebanyak 14, b) kata ulang sebanyak 3 data, c) kata majemuk sebanyak 4 data, sedangkan bentuk disfemisme berupa frasa sebanyak 3 dataKata kunci: disfemisme, tuturan, frasa, kata dasar, kata ulang Abstract: The study objective is to describe the forms and meanings of dysphemism in children's speech in Bangka Jaya Village, Dewantara District, North Aceh Regency. This research applies a qualitative approach. This type of research is descriptive qualitative. The research data are words and phrases that contain dysphemism. The research data source is the children's speech in Bangka Jaya Village. The data collection technique is observing and noting. Data analysis techniques include the three stages such as data reduction, data presentation, and conclusions. Based on the results, 23 data relating to the use of speech that contains dysphemism meaning. The dysphemism description in the word form is in the following details: a. fourteen are base words, b. three are in reduplication words, c. four are compound words, and three data are dysphemism in the form of phrases.Key words; dysphemism, speech, phrase, base word, reduplication
Fenomena Alih Kode dan Campur Kode Berdasarkan Penggunaan Tingkat Tutur Bahasa Jawa Perajin Batik Kota Pekalongan Vamelia Aurina Pramandhani; Trismanto Trismanto
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2023): Vol 19, No 1 (2023): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v19i1.5411

Abstract

Abstrak: Batik Pekalongan adalah batik yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Batik Pekalongan memiliki ciri khas yang unik dengan motif pesisir karena wilayah Pekalongan terletak di bagian utara pulau Jawa yang dekat dengan lautan. Dalam proses pembuatan batik pekalongan terdapat berbagai istilah dalam dunia batik. Pada saat peneliti melakukan wawancara dengan pemilik usaha batik, tanpa sengaja perajin memotong pembicaraan karena ingin menanyakan sesuatu tentang proses membatik. Karena tidak mengerti, pemilik usaha menerjemahkan kepada peneliti. Hal seperti inilah yang diteliti oleh penulis mengenai alih kode (code switching) dan campur kode (code mixing) pada perajin batik di Kampung Batik Pekalongan. Penulis menggunakan teori alih kode dan campur kode dari Haugen (1968). Penelitian kali ini menunjukkan hasil yaitu adanya pemakaian alih kode dan campur kode dalam komunikasi yang dilakukan oleh perajin dan pemilik. Penggunaan alih kode dan campur kode dimaksudkan agar peminat seni batik dapat memberi pemahaman istilah-istilah yang kerap muncul dalam proses pembuatan batik.Kata-kata kunci: Batik, code switching dan code mixing, bahasa Jawa Pekalongan Abstract: Pekalongan batik is one of batik type that is in high demand by the Indonesian people. Pekalongan batik has unique characteristic with a coastal pattern because the Pekalongan region is located in the northern part of Java island close to the ocean. In the process of making Pekalongan batik, there are various terms in the world of batik. When the researcher was conducting an interview with the batik business owner, the craftsman accidentally interrupted the conversation because he wanted to ask something about the batik process. Because they did not understand, the business owner translated to the researcher. Things like this that are being researched by the author are regarding code switching and code mixing of batik craftsmen in Pekalongan Batik Village. The author uses the theory of code switching and code mixing from Haugen (1968). The result shows that there was the use of code switching and code mixing in communications carried out by craftsmen and owners. The use of code switching and code mixing is intended so that batik art enthusiasts can understand the terms used in the batik making process.Keywords: Batik, code switching and code mixing, Javanese language Pekalongan 
Cover UNDAS Vol 19 No. 1 2023 Suyatno Suyatno
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2023): Vol 19, No 1 (2023): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v19i1.6566

Abstract

Cover UNDAS Vol 19 No. 1 2023
Pengembangan Modul Elektronik Keterampilan Berbicara Bipa 1 dengan Pendekatan Komunikatif bagi Pemelajar Diaspora Anak-Anak Choirul As'ari
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2023): Vol 19, No 1 (2023): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v19i1.5668

Abstract

Pembelajaran BIPA, baik di luar negeri maupun di Indonesia memiliki beragam tujuan dan level. Oleh karena itu, kebutuhan bahan ajar dalam pembelajaran BIPA semakin meningkat. Namun, ketersediaan bahan ajar dengan tujuan khusus berbanding terbalik dengan jumlah bahan ajar yang dibutuhkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menghasilkan modul elektronik keterampilan berbicara BIPA 1 menggunakan pendekatan komunikatif untuk pemelajar diaspora anak. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan ADDIE (analysis, design, development and production, implementation, and evaluation) yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Produk hasil pengembangan dalam penelitian ini berupa modul elektronik dengan pendekatan komunikatif untuk meningkatkan kemampuan berbicara pemelajar diaspora anak tingkat BIPA 1. Modul dalam penelitian ini disesuaikan dengan bahan ajar yang sudah ada dan ditambah beberapa topik agar lebih komunikatif. Pengembangan modul dalam penelitian ini memperhatikan 3 hal dalam prosesnya, yaitu tujuan modul, karakteristik modul, dan sistematika modul. Selain itu, masukan, komentar, dan saran dari para ahli juga sangat dipertimbangkan sehingga dapat menghasilkan modul elektronik yang layak untuk diimplementasikan.
Revitalisasi dan Konservasi Sastra Lisan Berbasis Destinasi Wisata Nur Seha Seha
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2023): Vol 19, No 1 (2023): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v19i1.5923

Abstract

AbstrakLae Mbilulu adalah destinasi wisata di Pakpak Bharat yang cukup populer dan menyimpan sastra lisan berupa cerita rakyat yang belum banyak diketahui oleh masyarakat terutama generasi  muda. Tulisan ini bertujuan mengungkap revitalisasi dan konservasi sastra berbasis destinasi wisata yang dapat dilakukan Pemerintah daerah dan berkolaborasi dengan beberapa pihak terkait. Metode yang digunakan adalah dekriptif kualitatif dengan teori folklor Dananjadja dan juknis revitalisasi dan konservasi sastra lisan yang ditawarkan Badan Pengembangan dan Pambinaan Bahasa. Hasil kajian yang didapat adalah revitalisasi dan konservasi sastra lisan pada legenda, mitos, dan dongeng Pakpak berbasis destinasi wisata dapat dilakukan dengan tiga langkah yakni sosialisasi, pengembangan, dan pemodernan sastra lisan. Sosialisasi dengan pembuatan dan penyebarluasan leaflet serta penampilan pendongeng bertema cerita rakyat Lae Mbilulu di area wisata tersebut. Pengembangan sastra lisan dilakukan dengan lomba bercerita dan dramatisasi legenda, mitos, dan dongeng Lae Mbilulu bagi siswa, sedangan pemodernan dilakukan dengan pengalihwahanaan ke dalam bentuk digital berupa video pendek dan buku elektronik serta sastra cetak berupa buku pengayaan. Peran serta Pemerintah daerah, sekolah, kampus, komunitas, masyarakat, dan media massa lokal sangat dibutuhkan untuk keberlangsungaan dan pemertahanan sastra lisan Pakpak. Selain sastra lisan Pakpak, promosi destinasi wisata Lae Mbilulu dapat lebih mudah dilakukan dengan media hasil revitalisasi dan konservasi. AbstractLae Mbilulu is a tourist destination in Pakpak Bharat which is quite popular and has oral literature in the form of folk tales that are not widely known by the public, especially the younger generation. This paper aims to reveal the revitalization and conservation of literature based on tourist destinations that can be carried out by local governments and in collaboration with several related parties. The method used is descriptive qualitative with Dananjadja's folklore theory and technical guidelines for the revitalization and conservation of oral literature offered by The Agency for Language Development and Cultivition. The results of the study obtained are that the revitalization and conservation of oral literature on Pakpak legends, myths, and fairy tales based on tourist destinations can be carried out in three steps, namely socialization, development and modernization of oral literature. Socialization by making and distributing leaflets and the appearance of storytellers with the theme of Lae Mbilulu folklore in the tourist area. Development of oral literature is carried out through storytelling contests and dramatization of legends, myths and fairy tales of Lae Mbilulu for students, while modernization is carried out by transferring them into digital form in the form of short videos and electronic books as well as printed literature in the form of enrichment books. The participation of local governments, schools, campuses, communities, communities, and local mass media is urgently needed for the continuity and maintenance of Pakpak's oral literature. In addition to Pakpak's oral literature, promotion of the Lae Mbilulu tourist destination can be more easily carried out with media resulting from revitalization and conservation.

Page 12 of 13 | Total Record : 123