cover
Contact Name
Fredi Setiawan
Contact Email
fredi@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Farmasi
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : -
Core Subject : Health,
Berisikan berbagai kara ilmiah kefarmasian obat dan makanan, mulai terbit tahun 2016, terbit 4 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
IDENTIFIKASI FLAVONOID DAUN MANTANGAN (Merremia peltata (L.) Merr) DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Endah Ratnasari Mulatasih; widia bela via; dias ardini
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7358

Abstract

Merremia peltata (L.) Merr mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, steroid dan flavonoid. Berdasarkan sifatnya, flavonoid dapat digolongkan menjadi antosianin, proantosianidin, flavonol, flavon, glikoflavon, biflavonil, khalkon dan auron, flavanon, dan isoflavon. Flavon, flavonol, dan glikoflavon merupakan jenis flavonoid yang tersebar luas pada daun.Tujuan penelitian ini adalah mendeteksi golongan flavonoid yang terdapat pada daun Merremia peltata (L.) Merr jika dilakukan penapisan fitokimia dari ekstrak Merremia peltata (L.) Merr dengan menggunakan metode Kromatografi lapis tipis. Pada penelitian ini, dilakukan skrining fitokimia senyawa flavonoid pada serbuk simplisia daun mantangan. Selain itu, metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan Kromatografi Lapis tipis dengan menggunakan pelarut forestal (asam asetat-HCL pekat-air; 30:3:1). Ekstraksi pada daun mantangan diawali dengan pemanasan selama 30-40 menit menggunakan HCl 2M. Kemudian, dilakukan pengocokan menggunakan corong pisah dengan menggunakan pelarut etil asetat 3 x 10 mL, kemudian ekstrak dipanaskan hingga kering di atas waterbath dan ekstrak tersebut dielusi. Hasil penelitian skrining fitokimia senyawa flavonoid menunjukkan adanya warna jingga pada lapisan amil alkohol. Hasil penelitian kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa daun mantangan tidak mengandung biflavonil, flavon, dan glikoflavon. Warna pada kromatogram sebelum dilihat di bawah lampu UV yaitu berwarna coklat pudar hingga coklat tua. Sedangkan, setelah dilihat di bawah lampu UV warna pada kromatogram menunjukkan warna kuning kehijauan, coklat muda, dan coklat tua. Nilai Rf dari kromatogram beragam, yaitu 0,40 hingga 0,73. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu daun mantangan tidak mengandung senyawa flavon, flavol, biflavonil, dan glikoflavon.
ANALISIS KADAR PROTEIN PADA JANTUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L) SEBELUM DAN SESUDAH PEREBUSAN DENGAN METODE KJELDHAL shinta wulandari; Rosalinda Rosalinda
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7269

Abstract

Telah dilakukan pengujian di Laboratorium terhadap kadar protein total jantung pisang kepok dengan Uji kualitatif menggunakan uji Biuret dan penetapan kadar protein secara kuantitatif dengan metode Kjeldahl. Metode Kjeldahl dilakukan dengan menetapkan kandungan nitrogen yang terdapat didalam bahan. Analisis protein dengan metode Kjeldahl dibagi menjadi tiga tahapan yaitu proses destruksi, proses destilasi, proses titrasi. Dari hasil penelitian uji identifikasi menggunakan uji Biuret larutan sampel menunjukkan adanya protein pada sampel jantung pisang kapok. Kadar protein total yang didapatkan dengan metode Kjeldahl ini didapatkan dua hasil yaitu sampel jantung pisang kepok yang tidak sebesar 0.52% dan sampel jantung pisang  kepok  yang  direbus sebesar 0.34% Disimpulkan bahwa jantung pisang kepok memiliki kandungan protein yang sangat sedikit. Perebusan pada jantung pisang kepok mengurangi kadar protein sebesar 0,18%.
PENETAPAN KADAR PROTEIN KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminata balbisiana colla) DAN KULIT PISANG TANDUK (Musa corniculata) DENGAN METODE KJELDAHL Radho Al Kausar; Ani Suryani
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i2.8182

Abstract

Untuk mengetahui kadar protein total pada kulit pisang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah kulit pisang kepok dan kulit pisang tanduk . Penetapan kadar protein total dilakukan dengan menggunakan metode Kjeldahl yang merupakan metode sederhana untuk penetapan kadar protein dan senyawa yang mengandung protein. Hasil penelitian menunjukan kadar protein yang diperoleh pada sampel kulit pisang kepok 2,112% dan kulit pisang tanduk 4,309% yang cukup bagi tubuh.
PENETAPAN KADAR PROTEIN PADA DAUN KELOR MUDA DAN DAUN KELOR TUA (Moringaoleifera L.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Gusti Ayu Rai Saputri; Tutik Tutik; Ayu Indah Permatasari
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.2239

Abstract

Protein merupakan komponen penting dari makanan manusia yang dibutuhkan untuk penggantian jaringan, pasokan energi, dan makro molekul serba guna disistem kehidupan yang mempunyai fungsi penting dalam semua proses biologi seperti sebagai katalis, transportasi, berbagai molekul lain seperti oksigen, sebagai kekebalan tubuh dan menghantarkan impuls saraf Oleh karena itu, dilakukan penelitian penetapan kadar protein pada daun kelor muda dan daun kelor tua dengan metode kjeldahl. Daun kelor (Moringa oleifera L.) terbukti ampuh mengatasi berbagai penyakit, di antaranya diabetes, hepatitis, jantung, dan kolesterol tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada kandungan protein pada daun kelor (Moringa oleifera L.) dan berapa besar kandungan protein daun kelor tersebut. Sampel dari penelitian ini adalah daun kelor yang diambil dari salah satu kebun masyarakat di kawasan Jl. Pangeran Antasari, Bandar Lampung. Penetapan kadar protein secara kuantitatif dengan metode Kjeldahl dimana pada penelitian ini dilakukan penentuan kandungan nitrogen yang terdapat didalam bahan, kemudian kadar protein dapat ditentukan dengan cara mengkalikan kadar nitrogen yang diperoleh dengan suatu faktor konversi. Analisa protein dengan metode kjeldahl pada dasarnya dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap destruksi, tahap destilasi dan tahap titrasi. Pengujian kandungan protein menggunakan metode kjeldahl dengan dua kali pengulangan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa daun kelor muda diperoleh rata-rata 1,3092% dan daun kelor tua diperoleh rata-rata 11,3473%, sehingga dapat disimpulkan bahwa daun kelor tua memiliki kadar protein yang tinggi dibandingkan dengan daun kelor muda.Kata kunci : Protein, Daun Kelor, Kjeldahl
ANALISIS KADAR PROTEIN PADA TEPUNG JAGUNG (Zea mays L.) YANG DIBELI DENGAN MEREK L DI DAERAH PASAR SEMULI JAYA LAMPUNG UTARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Robby Chandra Purnama; Ageng Luhur Pakerti
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i2.8186

Abstract

Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Salah satu kandungan protein yaitu terdapat pada tepung jagung. Pengujian ini digunakan untuk penetapan protein. Prinsip metode ini yaitu penetapan jumlah protein secara epidermis berdasarkan jumlah kadar nitrogen (N) total dan dikonversikan (faktor konversi 6,25). Metode Kjeldahl di akhiri titrasi ditandai dengan perubahan warna larutan dari bening menjadi warna merah muda. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil %N pada pengulangan I, II, dan III didapatkann hasil masing-masing 7,65%, 7,66%, dan 7,76%. Hasil dari %N didapatkan nilai rata-rata %N yaitu 7,69%. Kesimpulan yang didapat yaitu tepung jagung (Zea mays L.) memiliki kandungan protein 7,69% yang cukup bagi tubuh.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG BOMBAY (Allium cepa L) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli PENYEBAB DIARE Agustina Retnaningsih; siska anggraini
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7287

Abstract

Bawang bombay (Allium cepa L) merupakan salah satu jenis bahan alam yang sering digunakan untuk bumbu masak. Bawang bombay (Allium cepa L) biasanya dianggap sebagai sayuran, juga memiliki sejarah panjang penggunaan obat, salah satunya sebagai antibakteri. Setelah dilakukan skrining fitokimia bawang bombay memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, saponin, steroid, dan alkaloid. Senyawa tersebut berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak bawang bombay (Allium cepa L) terhadap bakteri Escherichia coli merupakan bakteri penyebab diare. Ekstraksi yang digunakan menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, Uji daya hambat bakteri Escherichia coli menggunakan metode difusi cakram. Metode ini memiliki mekanisme kerja yaitu antibakteri fraksi yang akan diuji diserapkan pada kertas cakram dan ditempelkan pada media agar yang telah dihomogenkan dengan bakteri kemudian di inkubasi sampai terlihat zona hambat didaera sekitar cakram. Pada penelitian ini digunakan aquadest steril sebagai kontrol negatif dan antibiotik tetrasiklin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak bawang bombay konsentrasi 25% sebesar 8,10mm, konsentrasi 50% sebesar 10,65mm, dan 75% sebesar 10,88mm.
PERHITUNGAN ANGKA LEMPENG TOTAL (ALT) BAKTERI PADA JAMU GENDONG BERAS KENCUR YANG BEREDAR DI PASAR TRADISIONAL WAY KANDIS DANPASAR TEMPEL WAY HALIM Niken Feladita Santoso; Rahma Astriani
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i2.8183

Abstract

Untuk mengetahui Angka Lempeng Total (ALT) pada jamu gendong beras kencur apakah telah memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia tahun 2009 bahwa angka lempeng total kurang dari 106cfu/ ml. Metode yang digunakan adalah agar tuang dan media yang digunakan yaituNutrient Agar(NA). Prinsip metode ini yaitu menumbuhkan bakteri dari sampel jamu gendong beras kencur kedalam cawan petridenganmetodeagartuang.Hasildarikeempatsampeljamugendongberas kencur yaitu sampel (1) 7,2 x 102, sampel (2) 9,3  x 104, sampel (3) 8,5 x 104, sampel (4)8,1x104.Berdasarkanhasilpenelitianmenunjukanbahwakeempatsampeljamu gendongberaskencurtelahmemenuhiStandarNasionalIndonesiatahun2009yaitu <106cfu/ml .
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI DALAM SEDIAAN SALEP DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP KELINCI JANTAN Niken Feladita Santoso; Sindi Novita Mala
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7325

Abstract

Daun binahong adalah tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif flavonoid, alkaloid dan saponin. Flavonoid yang berperan sebagai antibiotik dan efek farmakologi sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas salep antiinflamasi daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Pelarut yang digunakan yaitu etanol 96%. Perlakuan pada lima ekor kelinci, kelinci pertama diberikan sediaan salep dengan konsentrasi 5%, kelinci kedua diberikan sediaan salep dengan konsentrasi 10%, kelinci ketiga diberikan sediaan salep dengan konsentrasi 20% dan kelinci keempat sebagai kontrol negatif, kelinci kelima sebagai kontrol positif. Pengolesan dilakukan satu hari sekali dan pengamatan penyembuhan radang dilakukan selama tujuh hari. Salep daun binahong dengan berbagai konsentrasi dilakukan pengujian evaluasi sedian salep. Pengujian evaluasi dilakukan uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat dan uji daya sebar. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pada sediaan salep dengan konsentrasi 20% menunjukkan aktivitas penyembuhan peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-3, salep dengan  konsentrasi 10% menunjukkan aktivitas penyembuhan peradangan pada hari ke-4 untuk salep dengan konsentrasi 5% menunjukan aktivitas penyembuhan peradangan pada hari ke-6. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sediaan salep daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) aktif dalam penyembuhan peradangan, sediaan salep yang paling aktif yaitu pada sediaan dengan konsentrasi 20%. Semakin tinggi konsentrasi maka aktivitas antiinflamasi semakin baik.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BUAH PAPRIKA HIJAU,KUNING, DAN MERAH (Capsicum annuum L) TERHADAP BAKTERI Esherichia coli PENYEBAB DIARE Agustina Retnaningsih; Alia Yulina
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i2.8178

Abstract

Paprika(CapsicumannuumL)merupakansalahsatujenisbahanalamyangsering digunakanuntukbumbumasak.Paprika(CapsicumannuumL)biasanyadianggapsebagai sayuran, juga memiliki sejarah panjang penggunaan obat, salahsatunya sebagai antibakteri.Setelahdilakukanskriningfitokimiabawangbombaymemilikikandungan senyawasepertiflavonoid,saponin,steroid,danalkaloid.Senyawatersebutberfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambatekstrak Paprika (CapsicumannuumL)terhadapbakteriEscherichiacolimerupakanbakteripenyebab diare.Ekstraksiyangdigunakanmenggunakanmetodemaserasidenganmenggunakan pelarut etanol 96%, Uji daya hambat bakteriEscherichia colimenggunakan metodedifusicakram.Metodeinimemilikimekanismekerjayaituantibakterifraksiyangakandiuji diserapkanpadakertascakramdanditempelkanpadamediaagaryangtelah dihomogenkan dengan bakteri kemudian di inkubasi sampai terlihat zona hambat didaera sekitar cakram. Pada penelitian ini digunakan aquadest steril sebagai kontrol negatif dan antibiotiktetrasiklinsebagaikontrolpositif.Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwaaktivitasantibakteriekstrakbawangbombaykonsentrasi25%sebesar8,10mm,konsentrasi 50% sebesar 10,65mm, dan 75% sebesar 10,88mm.
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KADAR AMOKSISILIN TABLET YANG DIUKUR MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Robby Chandra Purnama; Martika Putri Ningtias
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.7286

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan terhadap kadar amoksisilin tablet. Metode yang digunakan adalah spektrofotometri UV-Vis, pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kadar amoksisilin tablet. Prinsip metode ini yaitu mengukur jumlah cahaya yang diabsorpsi atau ditransmisikan oleh molekul-molekul di dalam larutan, sebagian energi cahaya tersebut akan diserap (diabsorpsi). Sampel yang digunakan yaitu amoksisilin tablet (generik) yang dibeli di apotek X di Bandar Lampung dengan baku pembanding amoksisilin BPFI, dilakukan dengan tiga kali pengulangan menggunakan larutan NaOH. Pengukuran kadar sampel amoksisilin tablet dilakukan dengan variasi suhu penyimpanan suhu dingin (2-8oC), suhu ruang (15-30oC), suhu panas (35-40oC) dengan hasil penyimpanan pada suhu dingin didapatkan kadar 58,88%; penyimpanan suhu ruang 101,76%; penyimpanan suhu panas 74,24%, kesimpulan yang didapat yaitu perbedaan suhu penyimpanan menyebabkan penurunan kadar sampel, penyimpanan suhu ruang memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia Edisi V, sedangkan untuk suhu dingin dan suhu panas kadarnya tidak memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia edisi V yaitu 90- 120%.