cover
Contact Name
Fredi Setiawan
Contact Email
fredi@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Farmasi
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : -
Core Subject : Health,
Berisikan berbagai kara ilmiah kefarmasian obat dan makanan, mulai terbit tahun 2016, terbit 4 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
PENETAPAN KADAR LOGAM TIMBAL PADA SANTAN SEGAR DAN SANTAN INSTAN YANG DIJUAL DI PASAR PASIR GINTUNG BANDAR LAMPUNG SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) Robby Candra Purnama; Agustina Retnaningsih; Diki Prakoso
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5488

Abstract

Santan adalah cairan putih yang diperoleh dari pemerasan atau pengepresan daging buah segar yang diparut dengan atau tanpa penambahan air. Sumber kontaminasi timbal banyak digunakan untuk mematri atau menyambung logam dan alat dapur yang digunakan terbuat dari hasil pematrian timbal. Syarat cemaran logam timbal pada santan dalam SNI 01-3816-1995 yaitu maksimum 0,1 mg/kg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam timbal pada santan segar dan santan instan secara spektrofotometri serapan atom. Sampel diambil dari Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung. Uji kuantitatif timbal menggunakan metode spektrofotometri serapan atom dengan panjang gelombang 283,28 nm. Dari uji kuantitatif diperoleh persamaan regresi linier y = 0,031020 x + 0,0030167 dengan koefisien korelasi 0,9993 didapatkan kadar santan segar A-1,6477 ± 0 mg/kg dan santan segar B-1,6368 ± 0 mg/kg dan santan segar C-1,3963 ± 0,0014 mg/kg dan santan instan -1,3238 ± 0,0014 mg/kg. Dari hasil penelitian ini santan segar dan santan instan negatif mengandung logam timbal dan yang terbaca hanya noisepada saat analisis. Kata kunci: Santan Segar, Santan Instan, Timbal, Spektrofotometri Serapan Atom
PENETAPAN KADAR ALKALI BEBAS PADA SABUN CUCI KRIM YANG DIJUAL DI MINI MARKET SECARA ASIDIMETRI Puput Kusuma Dipaningrum; Ade Maria Ulfa; Sudewi Mukaromah Khoirunnisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.5956

Abstract

Laundry soap cream is one PKRT (Household Health) which is used to clean equipment and to wash clothes. The main constituent component of fat and soap is alkaline, where if there is excess base does not react with the excess fat there will be alkali-free. If in the soap containing alkali-free high, it can cause skin irritations such as rough skin, flushed, sometimes there are small spots of water and cause itching. Limit allowed in the free alkali soap cream by the Indonesian National Standard 06-2048-1990 ie a maximum of 0.1%. This study aims to determine the levels of free alkaline detergent contained in the cream is sold in the mini market of Bandar Lampung. The method used is acidimetry, where the principle is the determination of free alkaline by neutralizing acids and bases. In this study HCl titrant used is a strong base that is titrated by using a strong acid, an indicator used is phenolpthalien with stretch pH 8.2 to 9.6 and endpoint occurring from pink to white. From the results obtained with the sample five different brands the average level of alkali-free for sample A: 3.06% B: 2.86%, C: 1.08%, D: 0.40%, E: 1.11 %. Based on the research results obtained showed that the alkali-free in all samples of soap cream does not meet the requirements of the maximum levels of Indonesian National Standard 06-2048-1990 ie 0.1%.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L) TERHADAP BAKTERI Escherichia Coli DAN Staphylococcus Aureus DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM Marantika Komalasari; Radho Alkausar; Agustina Retnaningsih
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.5938

Abstract

This study aims to determine the antibacterial inhibition of soursop leaf extract against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. Antibacterial test against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria using disc diffusion method. The concentration of soursop leaf extract used was 25%, 50%, 75% and 100% with Tetracycline antibiotics as a positive control.  The results of this study showed soursop leaf extract against Escherichia coli bacteria at a concentration of 25%, namely 0.00 mm, at a concentration of 50%, namely 8.30 mm, at a concentration of 75%, namely 8.80 mm, and at a concentration of 100%, namely 9.90  mm.  While soursop leaf extract against Staphylococcus aureus bacteria at concentrations of 25%, 50%, 75% and 100% did not get inhibition zones in each repetition. The results of testing the inhibitory power of soursop leaf extract were more effective on Escherichia coli bacteria which are gram- negative bacteria.
IDENTIFIKASI RHODAMIN B PADA KEMBANG GULA DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5484

Abstract

Jajanan merupakan salah satu pilihan masyarakat untuk mendapatkan makanan dengan cepat dan praktis tanpa harus menunggu waktu yang lama, contohnya kembang gula. Kembang gula disukai karena rasanya yang manis dan warna menarik. Namun, beberapa produsen kembang gula masih menggunakan rhodamin B sebagai pewarna, padahal rhodamin B dilarang digunakan dalam makanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang identifikasi pewarna rhodamin B pada kembang gula. Metode yang digunakan yaitu kromatografi lapis tipis. Prinsip metode ini yaitu pemisahan dua senyawa dengan menggunakan 2 fase , fase diam danfase gerak. Fase diam yang digunakan silika gel GF 254nm dan fase gerak yang digunakan n-butanol : Asam asetat glasial : air dengan perbandingan 40 : 10 : 24 dan masing-masing sampel dilakukan dua kali pengulangan. Sampel penelitian adalah kembang gula berwarna merah muda cerah, dua yang bermerk yang dijual di swalayan dan toko kue dan tujuh sampel yang tidak bermerk dijual di Pkor Way Halim Bandar Lampung. Hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa dari kesluruhan sampel tidak mengandung rhodamin B.Kata kunci : kromatografi lapis tipis, rhodamin B, kembang gula, makanan jajanan
PERBANDINGAN KADAR BESI (Fe) PADA DAUN KELOR (Moringa oleifera) YANG TUMBUH DI DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) Amelia Wilda Pratiwi; Nofita Nofita; Diah Astika Winahyu
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.5945

Abstract

Moringa leaves are a multipurpose medicinal plants commonly consumed as vegetables. Moringa leaves are rich in nutrients, one of which is iron (Fe) as much as 7 mg / 100g. Iron is useful for preventing anemia. Moringa grows in the highlands and lowlands with different soil conditions, so this allows for differences in iron levels in the leaves. This study aims to determine whether there are significant differences between Moringa leaves that grow in the highlands and lowlands. Samples were obtained from one of the residents' yards in kec. Gisting (highland) and kec. Teluk Betung (lowland). The sampling technique was carried out by purposive sampling. The tools used for iron analysis are Atomic Absorption Spectrophotometry at a wavelength of 248.40 nm. Linear regression line equation is obtained, which is y = 0.010483 + 0.09074x with a correlation coefficient (r) that is 0.9985. The average level of iron from Moringa leaves that grew in the highlands and lowlands respectively 6.26 mg / 100g and 6.16 mg / 100g. The results of the calculation of the t test found that tcount = 1.06. This tcount value will be compared with ttable with a 99% confidence level of 4.60. If tcount is smaller than ttable then Ho is accepted and Ha is rejected so that there is no significant difference between iron in moringa leaves that grow in the highlands and lowlands.
PENETAPAN KADAR PEWARNA TARTRAZIN PADA MIE INSTAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV–VIS Yuyun Wulandari
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5489

Abstract

Mie instan merupakan salah satu contoh makanan instan atau siap saji. Didalam mie instan terdapat zat pewarna sintetis. Warna merupakan daya tarik terbesar untuk menikmati makanan setelah aroma. Namun penggunaan pewarna sintetis harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku karena dapat merugikan kesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan monitoring pewarna sintetis pada makanan. Metode analisis yang digunakan adalah Spektrofotometri Uv-Vis. Pewarna sintetis yang terkandung dalam sampel tersebut adalah pewarna yang memungkinkan penggunaannya untuk makanan oleh PERMENKES RI seperti Tartrazin. Telah dianalisis bahwa pewarna tartrazin memiliki panjang gelombang maksimum 430 nm dengan kadar Sampel A 11,3 mg/Kg, Sampel B 7,5 mg/Kg, Sampel C 12,3 mg/Kg, Sampel D 6,3 mg/Kg, Sampel E 8,4 mg/Kg, Sampel F 5,4 mg/Kg, Sampel G 8,8 mg/Kg. Berdasarkan BPOM RI Nomor 37 Tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan BTP Pewarna ditetapkan bahwa pewarna tartrazin diizinkan dalam kategori pangan pada pasta dan mie denganbatas maksimum 70 mg/Kg. Kata kunci: Pewarna Sintetis, Tartrazin, Spektrofotometri Uv-Vis
PERBANDINGAN KADAR AIR DAN KADAR MINYAK ATSIRI PADA RIMPANG KENCUR (Kaempferia galangal L.) DENGAN PERBEDAAN PERLAKUAN PENGERINGAN Mita Anggraini; Gusti Ayu Rai Saputri
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.5940

Abstract

Kencur rhizome (Kaempferia galangal L.) is widely used as a health drink and traditional medicine in Indonesia. Kencur rhizome is widely used as a medicine for colds, indigestion, analgesic and antipyretic, and beauty because it has the content of essential oils. This research has made simplicia rhizome kencur. The purpose of this study was to determine the ratio of water content and essential oil content in kencur rhizome with different drying treatment. The method used is simple distillation. With the sample treatment is a fresh kencur rhizome after being washed and cleaned of impurities, thinly sliced more or less with a thickness of 3-4 mm. Then each shredded result is dried in two ways, ie with sunlight and oven temperature 50oC. Drying done until dry with moisture content below 10%. Simplicia rhizome kencur, then analyzed water kadai and essential oil content. The results showed that the drying method had significant effect on water content and essential oil content. To get simplicia with relative high volatile oil content can be done by drying using sunlight.
IMPLEMENTASI PENGENDALIAN KUALITAS AKURASI DAN PRESISI HASIL ANALISIS PROTEIN Dian Ayu Afifah; M.Muslihudin Muslihudin; Devy Cendekia
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5485

Abstract

Jaminanmutumerupakansuatucarauntukmeyakinkanpelangganbahwakualitashasil ujilaboratorium yang dihasilkansudahmemenuhipersyaratan. Kestabilan pada suatualatpengukuranmerupakanhal yang penting. Hal inidiperlukanuntukmemperolehhasilpengukuran dan mutuproduk yang baik. Penelitianinidilakukanuntukmelihatkestabilansuatumetodepengukuran proteinpada kuekeringsehinggadapatmenjaminkualitas data yang dihasilkan. Data yang digunakanadalah data akurasi dan presisipengujian protein pada kuekering yang dinutrifikasiikantepung ikan nila. Data tersebutdianalisismenggunakanmetodeStatistikaPengendalianMutudengan diagram grafikkendali Xsebagaigrafikkendalimutuakurasi dan grafikkendali (R) sebagaigrafikkendalipresisi. Adapun hasil yang diperolehadalahgaris kendalipada grafik X, akurasidapatditerimakarena data beradadiantara garis UWL dan LWL (2SD), dan data akandiperingatkanjika data tersebutberadadiantara UCL dan LCL. Pada grafik R, presisidapatditerimakarena data berada di bawahantara 2 sdataudibawah garis UWL. Data dinyatakan outlier jika data akurasi dan presisiberadadiluar garis UCL dan LCL.Kata kunci: akurasi, presisi, peta kendali, peta kendali X, peta kendali R
POTENSI KEBERADAAN SENYAWA AKRILAMIDA DALAM MAKANAN Oktaf Rina; Abdi Dharma; Afrizal Afrizal
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.5949

Abstract

This of the study was to examine the potential presence of acrylamide compounds in foods containing the amino acid asparagine and reducing sugars that are processed at high temperatures. The initial research was carried out to determine the levels of precursors in the raw material and then analyzed the amount of acrylamide using HPLC-RP LC-6A Shimadzu with a C18 column and sterile aqueous mobile phase. The optimization condition of the instrument was achieved with a column temperature of 35oC, a wavelength of 254 nm and a flow rate of 0.8 mL/min. The retention time of acrylamide was observed at 3.8 min. The food sample tested was banana chips. The results showed that banana chips with a moisture content of 7.74% (w/w) ± 0.01 contained acrylamide 115.5 to 565 g/kg. Acrylamide content is influenced by the amount of precursor, temperature and duration of food processing.
ANALISIS KUALITATIF BAHAN KIMIA OBAT (BKO) NATRIUM DIKLOFENAK PADA JAMU PEGEL LINU DI KELURAHAN MERJOSARI MALANG MUHAMMAD HASAN WATTIHELUW
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i2.7541

Abstract

Obat Tradisional adalah campuran bahan-bahan alami yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, dan gelenika atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan. Jamu pegal linu saat ini sering digemari masyrakat. Produsen jamu banyak yang menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) ke dalam jamu untuk meraih keuntungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat BKO natrium diklofenak yang terdapat dalam jamu pegel linu di kelurahan Merjosari kota Malang. Jamu pegel linu yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 macam sampel yang diberi label A, B, dan C yang dijual di kelurahan Merjosari kota Malang. Analisis kualitatif bahan kimia obat natrium diklofenak dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT), menggunakan fase diam silika gel dan fase gerak toluen: etil asetat: asam asetat glasial (60:40:1). Hasil analisis menunjukkan sampel A positif mengandung natrium diklofenak karena diperoleh harga Rf 0,62 dan selisih harga Rf sampel dengan baku pembanding dibawah 0,05 yaitu 0,01.