cover
Contact Name
Fredi Setiawan
Contact Email
fredi@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Farmasi
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : -
Core Subject : Health,
Berisikan berbagai kara ilmiah kefarmasian obat dan makanan, mulai terbit tahun 2016, terbit 4 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta L) TERHADAP Staphylococcus aureus dengan METODE DIFUSI CAKRAM Habib Abdul Muiz; Shinta Wulandari; Annisa Primadiamanti
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.5942

Abstract

Patikan kebo (Euphorbia hirta L) is a grass-shaped plant and is often used as a traditional medicine by the community. The people of Pasir Sakti use patikan kebo as a medicine for skin infections. Skin infection is the most common disease caused by Staphylococcus aureus bacteria. Based on research by Harlis 2010 patikan kebo leaves has active compounds of flavonoids and tannins that can inhibit bacterial growth. This study aimed to examine the potential of patikan kebo leaf extract in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria using variants of the concentration of patikan kebo leaf extract, namely 30%, 40%, 50%, and 60%. Tetracyline as positive control and sterile distilled water as negative control. Antibacterial activity test was carried out by disc diffusion method. Based on the results of the inhibition test with three repetitions, the consentration of 30% has inhibition zone of 10.48 mm, the concentration of 40% has inhibition zone 12.26 mm, the concentration of 50% has inhibition zone 14.32 mm, and the concentration of 60% has inhibition zone of 15.26 mm. The conclusion of this study, patikan kebo leaf extract has antibacterial activity against the growth of Staphylococcus aureus bacteria.
PENETAPATAN KADAR BETA KAROTEN PADA KULIT BUAH NAGA MERAH DAN KULIT BUAH NAGA PUTIH DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Diah Astika Winahyu; Ade Maria Ulfa; Risqi Indri Lestari
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5486

Abstract

Buah naga merah terkenal sebagai salah satu sumber beta karoten yang sangat berguna sebagai pengganti antioksidan, meningkatkan sistem imun dan mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikadar beta karoten pada kulit buah naga merah dan kulit buah naga putih dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Ekstraksi senyawa beta karoten dari kulit buah naga dilakukan dengan menggunakan petroleum eter kemudian di sentrifuge selama 5 menit. Setelah itu ditambahkan natrium sulfat anhidrat dan dibekukan selama 24 jam.Setelah dilakukan analisis senyawa beta karoten dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga mengandung senyawa beta karoten. Berdasarkan hasil analisis spektrofotometri UV-Vis, pada panjang gelombang maksimum sebesar 451 nm, kulit buah naga merah memiliki kadar rata-rata beta karoten sebesar 0,015%dan kulit buah naga putih memiliki kadar rata-rata beta karoten sebesar 0,027%. Hasil ini sesuai dengan Ha dimana kadar beta karoten pada kulit buah naga merah lebih besar daripada kulit buah naga putih.Kata kunci :kulit buah naga, beta karoten, spektrofotometri UV-Vis
AKTIVITAS INFUSA KULIT DAUN LIDAH BUAYA (ALOE VERA L.) SEBAGAI PENGOBATAN INFEKSI JAMUR Rafika Sari
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.5950

Abstract

Dermatophytosis is an infection of tissue containing horny substances, such as the stratum corneum in the epidermis, hair, and nails. The infection is caused by the fungus of the genus Trichophyton, one of which is Trichophyton mentagrophytes. Aloe vera leaves contain saponins and flavonoids which are known to have an antimicrobial effect and inhibit fungi. Antifungal products can be processed in various dosage forms, one of which is spray. This study aims to determine the ability of the preparation of aloe vera L. leaf spray in killing T. mentagrophytes. Aloe vera leaves are made using the infusion method with concentrations of 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%. Evaluation of preparations made included organoleptic examination and determination of pH values. Testing of antifungal activity was carried out using the diffusion method. The results showed that the spray produced had a liquid texture with sediment, cloudy yellow, menthol odor, pH on days 0, 7, and 14 had a range of values from 4.5 to 4.7. Aloe vera leaf peel spray preparations have antifungal activity against Trichophyton mentagrophytes with a maximum concentration of 100%. 
PERBANDINGAN KADAR ZAT BESI (Fe) PADA BAYAM HIJAU DAN BAYAM MERAH YANG DIJUAL DI PASAR SMEP BANDAR LAMPUNG SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Nofita Nofita; Robby Candra Purnama; Mochammad Arief Hidayat
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5491

Abstract

Bayam merupakan sayuran hijau yang tumbuh sepanjang tahun, bayam yang dijual di pasaran dan biasa dikonsumsi dikenal bayam hijau dan bayam merah. Bayam banyak dikonsumsi karena banya mengandung zat besi (Fe). Zat besi berguna untuk mencegah anemia. Masyarakat masih menganggap bayam merah yang masih musiman lebih banyak mengandung zat besi dari pada bayam hijau yang bisa ditemui kapan saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan signifikan antara bayam hijau dan bayam merah. Sampel didapatkan dari Pasar Tradisional Di Bandar Lampung yaitu Pasar Smep. Sampel dilakukan secara random, sampel yang digunakan sebanyak dua sampel. Sampel yang akan dianalisa terlebih dahulu dipreparasi. Instrumen yang digunakan untuk analisa zat besi yaitu Spektrofotometri Serapan Atom SHIMADZU AA-7000 dengan didapat panjang gelombang 248,44 nm. Didapat persamaan regresi linear y = 0,105456x + 0,002378 dengan nilai koefisien korelasi (r) = 0,9999. Kadar rata-rata zat besi pada bayam hijau 0,0740 mg/100g dan rata-rata zat besi pada bayam merah 2,0744 mg/100g. Dari perhitungan uji t didapat thitung= 6,6744 yang dibandingkan dengan ttabeldengan taraf kepercayaan 99% yaitu 4,60. Jika thitunglebih besar dari ttabelmaka Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak dan terdapat perbedaan signifikan antara bayam hijau dan bayam merah yang dijual di Pasar Smep Bandar Lampung.Dengan demikian, kadar Fe bayam merah lebih besar dari bayam hijau.Kata kunci : Fe, bayam hijau, bayam merah, spektrofotometri serapan atom
PENETAPAN KADAR PROTEIN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) DAN JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) DENGAN METODE KJELDAHL Dara Callista Dinda Amelia; Diah Astika Winahyu
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.5944

Abstract

Mushrooms are plants that contain high levels of vitamin B complex and are the only non- animal foods with vitamin D content that are used for bone health.White oyster mushrooms and straw mushrooms have a lot of nutritional content, one of which is protein. Proteins are complex organic compounds of high molecular weight. Quantitative testing with the Kjedahl method has three stages, namely destruction, distillation, and titration. The results of the quantitative test using the Kjedahl method showed that oyster mushrooms had a protein content of 2.39% and straw mushrooms were 1.46%.
PENETAPAN KADAR HIDROKUINON PADA HAND BODY LOTION YANG DIJUAL DI SITUS BELANJA ONLINE DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Niken Feladita Santoso; Annisa Primadiamanti; Marleni Irama Juita
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5487

Abstract

Lotionmerupakan sediaan cair berupa suspensi atau dispersi, digunakan sebagai obat luar. Hidrokuinon yang ditambahkan secara berlebih pada hand body lotion dapat mengakibatkan efek toksisitas hiperpigmentasi pada kulit. Penggunaan hidrokuinon menurutperaturan BPOM termasuk obat golongan keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar hidrokuinon pada hand body lotion yang dijual di situs belanja online dengan metode spektrofotometri Uv-Vis dengan teknik pengambilan sampelpurposive sampling. Sampel diuji secara kualitatif dan kuantitatif, pada panjang gelombang maksimum hidrokuinon 294 nmpengujian sampel secara kualitatif dengan spektrofotometri uv-vis, sampel yang positif mengandung hidrokuinon ialah sampel A, C, dan E, karena spektrum yang dihasilkan identik menyerupai bentuk spektrum larutan baku, sedangkan sampel B, dan D negatif mengandung hidrokuinon. Pada uji kuantitatif dengan spektrofotometri uv-vis dengan pelarut etanol hasil pengujian sampel yang positif mengandung hidrokuinon ialah sampel A, C, dan E dengan kadar hidrokuinon yangdiperoleh sampel A 0.0039 % ± 0,00457, sampel C 0.0627 % ± 0,00366, dan sampel E 0.0096 % ± 0,00015 dapat disimpulkan 3 dari 5 sampel positif mengandunghidrokuinon Kata Kunci: Hand body lotion, Hidrokuinon, situs belanja online,UV-Vis
UJI DAYA HAMBAT KRIM KULIT APEL MANALAGI (Malus sylvestris Mill) TERHADAP BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNE PENYEBAB JERAWAT DENGAN METODE DIFUSI SUMURAN Liana Fajriah; Robby Candra Purnama
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.5951

Abstract

Manalagi apple (Malus sylvestris Mill) is one type of poor apple that has been widely consumed by the people of Indonesia because it has a sweet, delicious taste, and is easy to obtain. This study aimed to test the effectiveness of the anti-acne cream of Manalagi Apple (Malus sylvestris Mill) peel extract against Propionibacterium acnes bacteria. The extract obtained by maceration using 96% ethanol solvent was made into two formulations of cream concentration, namely 5% and 10% then tested on Propionibacterium acne bacteria using MHA media. The method used is the well diffusion method. Manalagi Apple peel extract was declared to meet the requirements for a good cream preparation. The 5% cream formulation has shown an inhibitory effect on Propionibacterium acne bacteria with an average diameter of 19.72 mm (intermedied), a concentration of 10% with a value of 20.11 mm (sensitive). From the results obtained it can be concluded that the preparation of Manalagi apple peel extract cream (Malus sylvestris Mill) is effective in inhibiting the growth of Propionibacterium acne bacteria. The most effective cream is in cream preparations with an extract concentration of 10%.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN DAN BATANG SAMBILOTO (Andhrographis paniculata) PADA PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella thypi DENGAN METODE DIFUSI SUMURAN Agustina Retnaningsih; Gusti Ayu Rai Saputri; Riska Pandala Putri
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5492

Abstract

Tanamansambiloto (Andrographis paniculata Nees) merupakan tanaman yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk dijadikan obat herbal, karena efektif, efisien, aman dan ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daun sambiloto dan batang sambiloto dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella thypi penyebab demam tifoid, maka dilakukan uji daya hambat ekstrak etanol daun dan batang sambiloto dengan menggunakan metodedifusi sumuran. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Tumbuhan Sambiloto jenis Andrographis paniculata Nees dalam bentuk simplisia. Uji dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan dengan menggunakan masing-masing konsentrasi sebesar 20%, 40%, 60%,80%, dan 100%. Hasil penelitian memperlihatkan tidak adanya daerah bebas kuman atau zona jernih disekitar lubang sumuran yang telah mengandung batang dan daun sambiloto. Kesimpulan hasil ini ialah ekstrak etanol daun dan batang Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) tidak mempunyai efek antibakteri terhadap Salmonella thypi.Kata kunci: Daun dan Batang Sambiloto, Salmonella thypi, metode sumuran
ANALISIS KADAR TIMBAL PADA PERONA BIBIR YANG BEREDAR DI LOKING (SIMPUR) BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE SSA Gusti Ayu Rai Saputri; Nofita Nofita; Cicih Ratnasari
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5483

Abstract

Timbal pada kosmetik dapat diakibatkan sebagai kontaminan dari bahan bakuyang digunakan atau penggunaan pigmen yang mengandung timbal, selain itu timbal biasanya ditambahkan untuk sediaan warna.Temuan kosmetik berbahaya di dominasi oleh kandungan pewarna merah K3, merah K10, rhodamin, dan timbal yang banyak digunakan pada produk perona bibir, cemaran logam berat arsen, dan merkuri.Senyawa timbal organik umumnya masuk ke dalam tubuh melalui jalur pernafasan, dan atau penetrasi melalui kulit.Penyerapan lewat kulit ini dapat disebabkan karena senyawa ini dapat larut dalam minyak dan lemak.Pada umumnya timbal yang terdapat dalam sediaan sangat kecil maka untuk itu dipilih metode analisis yang mempunyai kepekaan sangat tinggi yaitu SSA.Karena SSA merupakan instrument yang dapat digunakan untuk analisis kuantitatif unsur-unsur logam dalam jumlah sekelumit (race) dan sangat sekelumit (ultra trace).Berdasarkan hasil analisis kadar logam timbal pada perona bibir kadar rata-rata yang diperoleh dari lima sampel yaitu : sampel A 1,66 mg/g, sampel B 0,15 mg/g, sampel C 1,39 mg/g, sampel D -0,11 mg/g, dan sampel E -0,38 mg/g. Sehingga apat disimpulkan bahwa kadar tersebut tidak melebihi kadar batas kadar yang telah ditetapkan oleh BPOM. Sedangkan pada analisa penandaan kemasan maka sampel tidak memenuhi persyaratan teknis kosmetika oleh BPOMKata Kunci : Perona Bibir; Timbal; SSA
IDENTIFIKASI HIDROKUINON DALAM SABUN PEMUTIH PEMBERSIH WAJAH DI TIGA KLINIK KECANTIKAN DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Risna Agustin; Destiana Eka Oktaviantari; Niken Feladita
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.2236

Abstract

Sabun cair merupakan sediaan pembersih kulit berbentuk cair yang terbuat dari bahan sabun dengan penambahan bahan-bahan yang diinginkan. Hidrokuinon yang ditambahkan secara berlebih dalam sabun cair seperti sabun pemutih pembersih wajah dapat menyebabkan hiperpigmentasi pada kulit. Penggunaan hidrokuinon menurut peraturan BPOM termasuk golongan obat keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hidrokuinon pada sabun pemutih pembersih wajah yang dijual pada tiga klinik kecantikan di Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling.Sampel diuji secara kualitatif dengan metode kromatografi lapis tipis dan spektrofotometri UV-Vis. Prinsip Kromatografi Lapis Tipis yaitu pemisahan senyawa multi komponen dengan menggunakan dua fase yaitu fase diam dan fase gerak.Fase diam yang digunakan yaitu silika gel GF 254 nm dan fase gerak yang digunakan yaitu toluen dan asam asetat glasial (8:2). Hasil nilai selisih Rf dinyatakan positif jika ≤ 0,05 dan dinyatakan negatif jika hasil nilai Rf ˃ 0,05. Diperoleh hasil dari ketiga sampel tersebut ketiganya negatif mengandung zat hidrokuinon dikarenakan nilai selisih Rf ≥ 0,05 dengan hasil Rf baku 0, 07 dan selisih Rf masing-masing sampel A = 0,185 B = 0,185 C = 0, Kemudian dilanjutkan dengan metode Spektrofotometri UV-Vis dengan membandingkan spektrum larutan baku dengan sampel, diperoleh hasil negatif pada ketiga sampel karena gambar spektrum larutan baku dan sampel tidak identik.Kata Kunci : Sabun Pemutih Pembersih Wajah, Hidrokuinon, Klinik Kecantikan, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometri UV-Vis.