cover
Contact Name
Fredi Setiawan
Contact Email
fredi@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Farmasi
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : -
Core Subject : Health,
Berisikan berbagai kara ilmiah kefarmasian obat dan makanan, mulai terbit tahun 2016, terbit 4 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
Potensi Daun Tithonia diversifolia Sebagai Antibakteri Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Penyebab Karies Gigi Kasim, Allya Nurkhairunnisa; Novalina, Dhiah; Putri, Novita Eka
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.20890

Abstract

Karies gigi merupakan masalah kesehatan mulut yang umum, dengan Streptococcus mutans sebagai salah satu bakteri utama penyebabnya. Penggunaan obat kumur berbahan kimia dapat menimbulkan efek samping, sehingga pencarian alternatif berbahan alami menjadi penting. Tithonia diversifolia (paitan) mengandung senyawa bioaktif flavonoid, alkaloid, dan saponin yang memiliki potensi antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi antibakteri ekstrak daun Tithonia diversifolia terhadap Streptococcus mutans secara in vitro dan untuk menentukan konsentrasi ekstrak daun T. diversifolia yang paling efektif menghambat pertumbuhan S. mutans. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu: konsentrasi ekstrak etanol daun Tithonia diversifolia sebesar 10%, 30%, dan 50%; kontrol positif berupa oksitetrasiklin 30 µg; serta kontrol negatif berupa metanol. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram (Kirby & Bauer), dengan mengukur diameter zona hambat di sekitar cakram. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis dan uji Post-Hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun T. diversifolia memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans pada konsentrasi 30%, dan 50%, rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk berturut-turut adalah 10,72 mm, dan 11,55 mm. Kontrol negatif (metanol) tidak menunjukkan zona hambat, sedangkan kontrol positif (oksitetrasiklin 30 µg) menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 34,41 mm. Meskipun terdapat peningkatan zona hambat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun Tithonia diversifolia berpotensi sebagai  antibakteri terhadap Streptococcus mutans, namun efektivitasnya belum signifikan sehingga memerlukan penelitian lanjutan dengan variasi konsentrasi yang lebih luas.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA SEDIAAN LOTION EKSTRAK KULIT BUAH SIRSAK (Annona muricataL.) DENGAN METODE DPPH Handayani, Erina; Wulandari, Shinta; Al Kausar, Radho; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.22710

Abstract

Buah sirsak mengandung vitamin, serat pangan dan senyawa antioksidan sedangkan kulit buahsirsak termasuk ke dalam limbah organik karena banyak mengandung air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiaktivitas antioksidan pada ekstrak kulit sirsak dan lotion ekstrak kulit buah sirsak (Annonamuricata L.) dengan pereaksi DPPH secara spektrofotometri UV-Vis. Sampel kulit buah sirsak diekstraksi dengan metode maserasi kemudian dibuat dalam bentuk sedian lotion. Reagen DPPH digunakan untuk menganalisis aktivitas anti okisdan.Hasil nilai IC50 pada ekstrak kulit sirsak mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat yaitu 1,347ppm. HasilnilaiIC50padalotionekstrakkulitsirsak pada semua formulamempunyaiaktivitasantioksidansangatkuatyaitu ≤50ppm.
PENETAPAN KADAR PROTEIN STIK TAHU DAN STIK TEMPE DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Fadmawati, Lutfia; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23290

Abstract

Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang sangat diperlukan oleh manusia, salah satunya yaitu protein nabati. Kelompok protein nabati berasal dari kacang kacangan khususnya kacang kedelai. Olahan yang berasal dari kacang kedelai antara lain tahu dan tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein dan tingkat kesukaan pada stik tahu dan stik tempe. Stik dibuat dengan menggunakan tiga formulasi F0 (stik bawang original), F1 (stik tahu) dan F2 (stik tempe). Stik yang dibuat dilakukan uji organoleptik, uji hedonik dan uji kadar protein. Uji kadar protein ditetapkan dengan menggunakan metode kjeldahl, melalui tiga tahap yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Hasil uji organoleptik, stik memiliki bentuk pipih panjang, berwarna kuning kecoklatan, berbau khas stik bawang, rasa gurih dan tekstur renyah. Hasil uji hedonik dinyatakan bahwa stik tahu memiliki tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan stik tempe dan stik bawang original. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil kadar protein pada F1 5,23%, pada F2 9,69% dan pada F3 9,77%. Stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan stik bawang original. Penelitian ini menunjukkan bahwa stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein, sehingga dapat dijadikan sebagai inovasi makanan ringan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL TUMBUHAN ENDEMIK KALIMANTAN UTARA Salsabillah, Nasywa Amelsya; Ahmad, Aktsar Roskiana; Syarif, Rezki Amriati
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.22110

Abstract

North Kalimantan is home to a unique biodiversity, including medicinal plants traditionally used by local communities such as the Dayak people. Several of these plants are endemic—found exclusively in this region. Two notable endemic species, Dayak onion (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) and rose myrtle (Rhodomyrtus tomentosa), are known to contain secondary metabolites, including phenolic compounds. This study aimed to determine the total phenolic content of these two endemic plants. Extraction was performed using Ultrasonic-Assisted Extraction (UAE), resulting in extract yields of 11.42% (11.42 g) for Dayak onion and 24.33% (24.33 g) for rose myrtle. Preliminary phytochemical screening using 1% FeCl₃ reagent indicated the presence of phenolic compounds, evidenced by a color change to bluish-green or dark green. The quantitative analysis was performed using UV–Vis spectrophotometry at a wavelength of 752 nm, applying the Folin–Ciocalteu method with gallic acid as the standard. The results showed that Dayak onion extract contained 1.410 mg GAE/g extract (0.141%), while rose myrtle extract contained 2.259 mg GAE/g extract (0.2259%) of total phenolic compounds. These findings highlight the phenolic potential of endemic medicinal plants from North Kalimantan and support their further exploration for pharmacological and nutraceutical applications
UJI KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI DEODORAN SPRAY EKSTRAK DAUN ANTING-ANTING (Acalypha indica L.) TERHADAP Staphylococcus epidermis Rahmah, Corry' Nanda Nabilla; Ambarwati, Nadya; Sandhori, Fajar Jamaluddin
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.22239

Abstract

Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan suhu tinggi dan kelembapan rendah, yang menyebabkan tubuh mengeluarkan keringat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun anting-anting (10%, 20%, 30%) terhadap karakteristik fisik sediaan deodoran spray, meliputi organoleptik, pH, homogenitas, pola semprot, waktu kering, stabilitas, viskositas, uji hedonik, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian menggunakan desain eksperimental dengan tiga formula: F1 (10%), F2 (20%), dan F3 (30%). Hasil menunjukkan bahwa seluruh sediaan berbentuk cair dengan warna dan aroma yang bervariasi: F1 berwarna coklat muda beraroma lavender, F2 coklat beraroma lavender, dan F3 coklat tua dengan aroma khas anting-anting. Semua formula memiliki pH 5, sesuai standar, dan terdapat perbedaan signifikan (p = 0.010). Sediaan homogen, tanpa partikel kasar atau endapan. Pola semprot rata-rata 6 cm, waktu kering 47 detik, dan stabilitas baik. Viskositas memenuhi kriteria (56,30 ± 1,51 cps; p = 0.015). Uji hedonik menunjukkan formula F2 paling disukai oleh 30 responden berdasarkan aroma, warna, dan tekstur. Sementara itu, F3 (30%) menunjukkan aktivitas antibakteri yang paling kuat terhadap S. epidermidis.
FORMULASI DAN UJI VITAMIN C SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT KOMBINASI KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia Rebaudiana) Juba, Selvi Laust; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23296

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) memiliki komposisi zat gizi, salah satunya flavonoid dan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C dan mutu fisik dalam sediaan serbuk effervescent ini. Kulit pisang dicuci, dirajang kemudian dikeringkan dengan oven lalu diblender. Sediaan serbuk effervescent ini kemudian dievaluasi mutu fisik berupa uji organoleptis, kadar air, kecepatan alir, sudut diam dan pH. Kemudiaan serbuk effervescent dianalisis kandungan vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji organoleptis menunjukan adanya bentuk, warna, aroma dan rasa pada serbuk effervescent ini memenuhi syarat mutu. Didapatkan kadar air pada variasi formula F1, F2 dan F3 dengan kadar 1,47%; 3,09%; 3,20% memenuhi syarat yaitu kurang dari 10%. pH yang didapatkan dalam sediaan ini pada formulasi 1,2 dan 3 yaitu 5,54; 5,11; 5,09 pH dalam sediaan effervescent tergantung pada formula yang digunakan, tetapi pH yang baik yaitu mendekati netral. Kecepatan alir yang didapatkan yaitu pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 5,56; 5,2; 5,26 g/s memenuhi syarat dengan rentang 4-7 g/s. Sudut diam yang didapatkan pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 29,08°; 34,54°; 35,86° memenuhi syarat
POTENSI LARVASIDA ALAMI DARI GRANUL EKSTRAK AKAR PULAI TERHADAP LARVA Aedes aegypti Salamah, Intan Fitrotus; Rejeki, Desi Sri; Alfiraza, Ery Nourika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.21569

Abstract

Larvasida alami merupakan pestisida yang mampu membunuh larva. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai larvasida alami adalah pulai (Alstonia scholaris (L) R. Br). Tumbuhan pulai mengandungan senyawa saponin, alkaloid, flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai larvasida alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai LC50 dan aktivitas larvasida terbaik dari granul ekstrak akar pulai terhadap larva Aedes aegypti. Uji aktivitas larvasida granul dibuat pada konsentrasi 0%:10%:15%:20%. Pengujian dilakukan dengan menambahkan 0,4 gram granul dari semua perlakuan, 0,01 gram kontrol positif serbuk abate dan kontrol negatif granul tanpa ekstrak yang kemudian ditambahkan ke dalam 100 mL aquades. Larva yang digunakan adalah larva Aedes aegypti instar III, setiap replikasi menggunakan 10 larva. Nilai LC50 diperoleh melalui analisis regresi probit menggunakan program statistik SPSS. Didapatkan LC50 dari granul ekstrak akar pulai sebesar 14,541% yang memiliki aktivitas cukup beracun. Hal ini menunjukkan bahwa LC50 yang lebih tinggi dapat mengakibatkan aplikasi granul tidak efektif karena toksisitasnya yang rendah, sedangkan LC50 yang lebih rendah menunjukkan granul yang lebih toksik. Aktivitas larvasida terbaik ditunjukkan dengan kematian semua larva Aedes aegypti dengan pengamatan 24 jam pada formulasi 3 granul ekstrak akar pulai dengan konsentrasi 20%. Hal ini menunjukkan semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi aktivitas granul untuk membunuh larva.
EVALUASI FORMULASI SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth) DENGAN VARIASI LAKTOSA Abil, Nawa Al; Purnama, Robby Candra; Octonariz, Vito Zhafran
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23233

Abstract

Tanaman herbal merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya penyembuhan baik daun, batang, maupun akarnya. Senyawa flavonoid yang dimiliki daun kenikir memiliki sifat antioksidan dan mempunyai bioaktifitas sebagai obat. Selain flavonoid, daun kenikir juga mengandung beberapa senyawa metabolit lainnya seperti minyak atsiri, saponin, tanin, polifenol, alkaloid maupun terponoid. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan serbuk effervescent menggunakan ekstrak daun kenikir dengan variasi laktosa serta uji fisik sediaan serbuk effervescent. Dalam penelitian ini menggunakan variasi laktosa dengan tujuan sebagai tingkat kemanisan dan juga untuk melihat sifat laju aliran sediaan serbuk effervescent. Effervescent dibuat dengan menggunakan tiga formulasi. Serbuk effervescent dievaluasi fisik meliputi uji organoleptik, uji efek karbonasi, uji pH, uji kadar air, uji laju aliran, uji sudut diam dan uji kompresibilitas. Hasil uji organoleptik, serbuk effervescent memiliki bentuk granul, berwarna coklat, berbau khas daun kenikir dan memiliki rasa manis, masam dan khas kenikir. Hasil uji efek karbonasi menunjukkan hasil bahwa seluruh formulasi terdapat adanya efek karbonasi, pH berada pada rentang 6-7, uji kadar air kurang dari 5%, uji laju aliran berada pada rentang 4-10 g/s, uji sudut diam kurang dari 40°, dan uji kompresibilitas kurang dari 20%. Dari penelitian yang telah dilakukan, ekstrak daun kenikir dapat dibuat sediaan serbuk effervescent dan berdasarkan uji fisik sediaan effervescent semua formulasi dinyatakan memenuhi persyaratan.