cover
Contact Name
Fredi Setiawan
Contact Email
fredi@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Farmasi
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : -
Core Subject : Health,
Berisikan berbagai kara ilmiah kefarmasian obat dan makanan, mulai terbit tahun 2016, terbit 4 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
PENETAPAN KADAR LOGAM TIMBAL (Pb) PADA IKAN (Rastrelliger kanagurta)DI DAERAH KAMPUNG NELAYAN KECAMATAN PANJANG DENGAN SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) Robby Candra Purnama; Agustina Retnaningsih; Ahmad Andriyan
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2818

Abstract

Ikan kembung memiliki warna kehijauan di bagian atas dan bagian bawahberwarna putih kekuningan. Habitat ikan kembung tersebar membentuk gerombolan(schooling) besar di wilayah perairan pantai. Telah dilakukan penelitian penetapankadar logam timbal (Pb) pada ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) secaraspektrofotometri serapan atom (SSA). Hasil uji Kualitatif dilakukan dengan ujipengendapan membentuk endapan putih yang berarti sampel mengandung positiftimbal. Dari hasil analisis diperoleh rata-rata sampel A 1,3691 mg/kg, sampel B1,1398 mg/kg, sampel C 1,3436 mg/kg dan diperoleh kesimpulan dari ketiga sampelsemua tidak layak untuk dikonsumsi jika dilihat dari keamanan pangan berdasarkanBadan Standarisasi Nasional Nomor 7387:2009 tentang Batas Maksimum CemaranLogam Berat dalam pangan tidak boleh melebihi 0,3 mg/kg.Kata Kunci : Ikan kembung, Logam timbal (Pb), Spektrofotometri Serapan Atom.
PENETAPAN KADAR BESI (Fe) PADA DAUN TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L) SEBAGAI OBAT TRADISIONAL ANEMIA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Diah Astika Winahyu; Agustina Retnaningsih; Tries Saraswati
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2805

Abstract

Daun tapak liman merupakan jenis rumput-rumputan yang tumbuh sepanjangtahun. Kandungan senyawa yang terdapat dalam daun tapak liman antara lain zatbesi, elephantopin, dan deoxyelephanthopin. Daun tapak liman dapat digunakansebagai obat tradisional untuk anemia karena terdapat kandungan zat besi. Zat besimerupakan mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar zat besi (Fe) yang terkandung dalam daun tapak liman. Sampel didapatkan dari salah satu daerah yang tumbuh tanaman tapak liman dengan subur. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil daun dimulai dari daun ke-3 setelah pucuk. Alat yang digunakan untuk analisis zat besi yaitu Spektrofotometri Serapan Atom menggunakan lampu katoda Fe pada panjanggelombang 248,40 nm. Dari hasil penyerapan panjang gelombang diperolehpersamaan garis regresi linier yaitu y = 0,0929x + 0,011 dengan koefisien korelasi (r) yaitu 0,9989. Pengukuran kadar zat besi dilakukan sebanyak tiga kali, diperoleh kadar zat besi pada pengukuran 1 sebesar 24,463 mg/100gram, pengukuran 2 sebesar 24,367mg/100gram, dan pengukuran 3 sebesar 24, 345mg/100gram. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kadar rata-rata zat besi dari daun tapak liman yaitu 24,392 mg/100g.Kata kunci : Fe, Anemia, Daun Tapak Liman, SSA
PENGARUH KENAIKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL YANG DIBERI BUAH BIT DI PUSKESMAS NGAMBUR KABUPATEN PESISIR BARAT TAHUN 2017 ike ate yuviska; Dina Cilvina Anggani
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2788

Abstract

anemia pada Kenamilan merupakan masalan nasional Karena mencerminkankeadaan sosial ekonomi masyarakat dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan hasil prasurvey yang telah peneliti lakukan pada tanggal 10-12 Februari 2017 di Puskesmas Ngambur Kabupaten  Pesisir Barat berdasarkan data rekam medik terdapat 86 ibu hamil yang melakukanpemeriksaan kehamilan dimana 32 ibu hamil mengalami anemia. Tujuan daripenelitian ini adalah diketahui pengaruh kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamilyang diberi Buah Bit di Puskesmas Ngambur Kabupaten Pesisir Barat tahun 2017.Jenis Penelitian Kuantitatif, rancangan penelitian metode quasi eksperimendengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi seluruh ibu hamil trimester II sebanyak 23 orang. Sampel sebanyak 15 orang dengan kriteria inklusi Responden yang sedang hamil TM II, Responden dengan kesadaran penuh dan bersedia menjadi subjek penelitian. Dengan teknik sampling purposive sampling. Analisa data dengan uji T-test.Hasil penelitian menunjukan rata-rata hemoglobin sebelum intervensi 10.20,sesudah dilakukan intervensi sebesar 10.73. Diketahui Ada pengaruh kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang diberi Buah Bit di Puskesrnas Ngambur Kabupaten Pesisir Barat tahun 2017.Hasil uji t didapat p value 0,000 < a (0,05). Disarankan bagi tenagakesehatan khususnya bidan agar menganjurkan kepada ibu hamil untukmengkonsumsi buah bit sebagai pendamping Fe karena dapat menaikankadar hemoglobin pada ibu hamil.Kata Kunci : Buah Bit, Kadar hemoglobin
PENETAPAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DAGING BURGER SAPI YANG DIJUAL DI PINGGIR JALAN PKOR WAY HALIM BANDAR LAMPUNG SECARA SEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Arum Dinda Bestari
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2777

Abstract

Burger daging sapi merupakan produk olahan daging sapi yang digiling dan dihaluskan, kemudian diaduk dengan lemak sampai tercampur bumbu. Timbal dalam daging burger sapi dapat mengakibatkan toksisitas apabila kadarnya melebihi persyaratan BPOM yaitu 1,0 mg/kg. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan timbal pada daging burger sapi yang dijual dipinggir jalan PKOR Way Halim Bandar Lampung secara spektrofotometri serapan atom. Penelitian ini menggunakan 3 sampel burger sapi dengan pengambilan sampel berdasarkan stratified random sampling yaitu pengambilan dengan jarak <10 meter, ± 10 meter, >10 meter. Sampel di uji secara kualitatif dan kuantitatif pada uji kualitatif sampel ditambahkan dengan beberapa tetes pereaksi, sampel tidak terbentuk endapan putih, dengan artian sampel tidak mengandung timbal. Pada uji kuantitatif sampel ditimbang kemudian dimasukkan kedalam vessel, lalu ditambahkan HNO3 dan H202 lalu dimasukkan kedalam alat microwave selama 25 menit dengan suhu 480°C, kemudian dianalisis menggunakan spektrofotometri serapan atom dengan panjang gelombang 283,3 nm. Hasil analisis kuantitatif kadar timbal rata-rata dalam sampel A, B, C yaitu : -0,9289 mg/kg, -0,9571 mg/kg, -1,7420 mg/kg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sampel negatif mengandung timbal (Pb). Kata kunci : Burger sapi, timbal, spektrofotometri serapan atom.
PERBANDINGAN KADAR FLAVONOID PADA EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KERSEN (Muntingia calabura L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Diah Astika Winahyu; Nofita N; Rahma Dina
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2823

Abstract

Daun dan buahnya memiliki senyawa saponin, flavonoid dan tanin yangberkhasiat sebagai obat. Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat dan untuk mengetahui adakah perbedaan yang signifikan antara keduanya dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Pada ujji kualitatif ekstrak etanol dan etil asetat dilakukan menggunakan reaksi warna. Pada ujji kuantitatif menggunakan larutan induk quersetin yang dianalisa menggunakan spektrofotometer UV-Vis didapatkan panjang gelombang maksimum 438 nm. Hasil kualitatif ekstrak etanol terbentuk warna jingga dan ekstrak etil asetat terbentuk warna kuning yang menandakan sampel mengandung flavonoid. Hasil analisa kuantitatif kadar rata-rata flavonoid ekstrak etanol yaitu 5,12 % dan ekstrak etil asetat yaitu 52,56 % dengan waktu maserasi selama 2 hari. Hasil statistik menggunakan uji t didapatkan nilai thitung 234,0661 lebih besar dari ttabel dengan nilai derajat kebebasan 4 dengan tarafkepercayaan 99% yaitu 4,60. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan kadar flavonoid ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat.Kata kunci : Daun kersen, flavonoid, spektrofotometri UV-Vis.
PERBANDINGAN KADAR KALSIUM DALAM TERI NASI KERING DAN TERI NASI BASAH DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2811

Abstract

Ikan teri merupakan salah satu sumber kalsium yang baik, karena dikonsumsibersama dengan tulangnya. Berbeda dengan ikan lain yang hanya dikonsumsidagingnya saja. Didalam teri nasi terkandung, protein, air, lemak, kalsium, fosfor, dan zat besi. Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat didalam tubuh yaitu 1,5-2% atau 1 kg dalam tubuh orang dewasa. Kalsium didalam tubuh berfungsi sebagai pembentukan tulang dan gigi, pembentukan darah, sebagai katalisator reaksi-reaksi biologik, serta kontraksi otot. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh atau yang sering disebut dengan osteoporosis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar kalsium pada teri nasi kering dan teri nasi basah dengan metode spektrofotometri serapan atom. Penetapan kadar kalsium dilakukan dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom Shimazu AA-7000 menggunakan nyala udara-astilen pada panjang gelombang 422,51 nm. Hasil penetapan kadar kalsium diperoleh persamaan regresi Y= -0,00118x + 0,0323 dengan koefisien korelasi r = 0,9995 dan diperoleh kadar kalsium teri nasi kering 281,87 mg/kg, 271,65 mg/kg, dan 298,91 mg/kg. Sedang kalsium pada teri nasi basah sebesar 217,68 mg/kg, 214,59 mg/kg, dan 239,34 mg/kg. Dari hasil perhitungan uji t didapat bahwa thitung = 0,7351 dan traber = 4,60.Sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar kalsium pada terinasi kering dan teri nasi basah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapatdisimpulkan bahwa kadar kalsium teri nasi kering lebih tinggi daripada teri nasi basah.Kata kunci: ikan teri, sumber mineral, kalsium, SSA.
ANALISIS SENYAWA FENOLIK PADA EKSTRAK SEGAR DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav) MENGGUNAKAN METODE Folin Cioceltau SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Hersa Novitasari
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2800

Abstract

Masyarakat Indonesia sejak dulu telah mengenal tanaman yang mempunyaikhasiat obat. Salah satu tanaman yang memiliki khasiat obat adalah sirih merah Piper crocatum Ruiz & Pav. Sirih merah memiliki berbagai kandungan diantaranya alkaloid, flavanoid, tanin dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa fenolik dari ekstrak metanol daun sirlh merah Piper crocatum Ruiz & Pav segar.Analisis ekstrak metanol daun sirih merah Piper crocatum Ruiz & Pav segar dilakukan secara kuantitatif, untuk mengetahui kadar senyawa fenolik dilakukan dengan metode Folin Cioceltau. Prinsip dari metode ini adalah terbentuknya senyawa komplek berwarna biru dari fosfomolibdat-fosfotungstat yang direduksi senyawa fenolik dalam suasana basa yang dapat diukur dengan  spektrofotometri UV-Vis. Sebagai pembanding digunakan asam_ galat yang merupakan turunan dari asam hidroksibenzoat yang tergolong asam fenol sederhana serta merupakan senyawa polifenol yang terdapat di hampir semua tanaman yang bersifat stabil dan murni. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak segar daun sirih merah Piper crocatum Ruiz & Pav mempunyai kadar senyawa fenolik berturut-turut sebesar 171,00 ppm dan 172,07 ppm yang diukur pada panjang gelombang 785 nm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun sirih merah Piper crocatum Ruiz & Pav segar memiliki kadar senyawa fenolik sebesar 171,53 ppm.Kata kunci :Daun Sirih Merah, Senyawa Fenolik, Spektrofotometri UV-Vis
IDENTIFIKASI HIDROKUINON PADA KRIM PEMUTIH RACIKAN YANG BEREDAR DI PASAR TENGAH BANDAR LAMPUNG SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) Annisa Primadiamanti; Niken Feladita; Entin Rositasari
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2783

Abstract

Kosmetik termasuk sediaan farmasi yang digunakan untuk mempercantikwajah. Kosmetik yang berbahaya mengandung komposisi dari berbagai macamsenyawa kimia misalnya hidrokuinon. Penggunaan hidrokuinon menurut peraturanBPOM termasuk golongan obat keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter, hidrokuinon dilarang digunakan tanpa resep dokter karena memiliki efek samping berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapathidrokuinon pada krim pemutih racikan yang beredar di Pasar Tengah BandarLampung. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 7 merk Krim PemutihRacikan yang dijual di Pasar Tengah Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampeldilakukan secara populative sampling. Senyawa hidrokuinon ini diidentifikasi dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis. Prinsip Kromatografi Lapis Tipis yaitu pemisahan senyawa multi komponen dengan menggunakan dua fase yaitu fase diam dan fase gerak. Fase diam yang digunakan yaitu Silika Gel GF 254 nm dan fase gerak yang digunakan yaitu toluen dan asam asetat glasial (8:2). Diperoleh hasil dari 7 sampel di dapat 3 sampel teridentifikasi mengandung senyawa hidrokuinon dengan warna bercak ungu untuk sampel, baku pembanding dan sampel ditambah baku serta diperoleh hasil harga Rf untuk masing-masing sampel yaitu sampel D = 0,05, E = 0,05,G = 0,02.Diperoleh kesimpulan pada krim pemutih racikan yang dijual di Pasar TengahBandar Lampung dengan metode Kromatografi Lapis Tipis dalam 7 merk Krim Pemutih Racikan diperoleh hasil 43% dari sampel tersebut mengandung senyawa hidrokuinon.Kata Kunci : Hidrokuinon, Krim Pemutih Racikan, Pasar Tengah Bandar Lampung,Kromatografi Lapis Tipis (KLT)
IDENTIFIKASI VITAMIN B1 PADA JAMU PENGUAT TUBUH YANG BEREDAR DI BANDAR JAYA SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Niken Feladita Santoso; Nofita N; Anita Caroline JN
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2768

Abstract

Pengobatan tradisional merupakan upaya yang diselenggarakan dengan cara tradisional untuk meningkatkan kesehatan (promotif), pencegahan (preventif), penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitative). Pengobatan tradisional yang masih banyak diminati masyarakat adalah dengan meminum jamu. Salah satunya, jamu penguat tubuh. Jamu penguat tubuh biasanya diindikasikan untuk memelihara stamina kesehatan, atau daya tahan tubuh, serta menyegarkan badan. Agar produk yang dihasilkan dapat laku dengan keras dalam persaingan, perdagangan suatu industri obat tradisional mungkin menambahkan bahan kimia obat vitamin B1 dalam jamu penguat tubuh, karena akan memberikan efek yang lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya vitamin B1 yang terdapat dalam jamu yang beredar di daerah Bandar Jaya. Penelitian dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) karena metode ini memberikan fleksiblitas yang lebih besar dalam pemilihan fase gerak,memerlukan waktu yang relatif singkat, mudah dilakukan dan biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah. KLT merupakan proses pemisahan senyawa berdasarkan perbedaan kepolarannya, penelitiaan ini menggunakan fase gerak berupa campuran air : piridina : ammonia : methanol : asam asetat glassial (6:6:5:1:1) dan fase diamnya silica gel GF 254nm. Diperoleh hasil denga selisih harga Rf 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua sampel jamu penguat tubuh positif mengandung BKO Vitamin B1,dan tidak memenuhi syarat peraturan Menteri Kesehatan nomor 006 Tahun 2012, pada pasal 37 . Kata Kunci : Jamu Penguat, Vitamin B1, KLT
PENETAPAN KADAR PROTEIN DALAM TAUCO DENGAN METODE KJELDAHL Tri Maryani
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2819

Abstract

Tauco merupakan produk hasil ferrmentasi. Meskipun kandungan protein taucocukup tinggi, tetapi tauco tidak dapat digunakan sebagai sumber protein dalammakanan karena biasanya hanya dimakan dalam jumlah yang kecil. Akan tetapi tauco dapat digunakan sebagai alternatif penambah sumber gizi, terutama gizi protein..Penetapan kadar protein dalam tauco bertujuan untuk mengetahui apakah kadarprotein yang terdapat pada tauco memenuhi persyaratan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang telah ditetapkan yaitu 6,9 gram/ 100 gram. Uji identifikasi kualitatif yang dilakukan yaitu uji biuret. Hasil dari uji tersebut adalah sampel tauco + NaOH encer + CuSO, encer, larutan berwarna biru violet, kontrol (+) larutan berwarna biru violet, kontrol (-) larutan berwarna biru. Penetapan kadar protein dalam tauco dilakukan dengan menggunakan metode Kjeldahl yang melalui tiga tahap yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Pada analisis tersebut didapat kadar protein sampel A = 11,52% + 0,0608, sampel B = 9,17% + 0,3819, sampel C = 8,96% + 0,2082, sampel D = 7,87% + 0,0387, dan sampel E = 9,68% + 0,0848. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelima sampel memenuhi persyaratan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang telah ditetapkan yaitu 6,9 gram/100 gram.Kata kunci : Tauco, Protein, Metode Kjeldahl

Page 7 of 23 | Total Record : 228