cover
Contact Name
Fredi Setiawan
Contact Email
fredi@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Farmasi
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : -
Core Subject : Health,
Berisikan berbagai kara ilmiah kefarmasian obat dan makanan, mulai terbit tahun 2016, terbit 4 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
PENETAPAN KADAR KALSIUM PADA IKAN TERI BASAH DAN IKAN TERI KERING YANG DIJUAL DI PASAR SMEP BANDAR LAMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN KOMPLEKSOMETRI Gusti Ayu Rai S.R.; Nofita N
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2806

Abstract

Ikan teri adalah sekelompo ikan laut kecil Famili Engraulidae. Kalsium yangterdapat pada ikan teri dapat memenuhi kebutuhan kalsium yang bekerja samadengan laktosa dan vitamin D untuk pembentuk masa tulang karena dikonsumsidengan tulangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar kalsium yang terkandung dalam ikan teri nasi basah dan ikan teri nasi kering yang di jual di pasar SMEP Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif yaitu dengan menggunakan metode titrasi Kompleksometri. Sampel ikan teri nasi basah dan ikan teri nasi kering yang telah diabukan dititrasi dengan menggunakan Na2EDTA sebagai pentiternya dan menggunakan indicator murexid menghasilkan titik akhir berwarna ungu. Hasi Ipenelitian menunjukkan kadar kalsium pada 3 sampel ikan teri nasi basah dan ikan teri nasi kering yaitu sampel A = 1,06 %, sampel B = 1,24 % dan sampel C = 1,08 % dan kadar kalsium pada 3 ikan teri nasi kering (asin) sampel A = 2,58 %, sampel B = 2,33% dan sampel C = 2,56 %. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapatnya perbedaan antara kadar  kalsium pada ikan teri nasi basah dan ikan teri nasi kering. Hal ini disebabkan oleh factor kadar air yang terkandung didalam sampel, karena kadar air dapat membawa kalsium sehingga semakin sedikit kadar air yang terdapat didalam sampel maka semakin tinggi kadar kalsium yang terdapat didalam ikan nasi basah dan ikan nasi kering.Kata kunci: Ikan teri nasi basah dan kering, kalsium, kompleksometri.
PENGARUH MERENDAM KAKI DENGAN AIR HANGAT TERHADAP PENGURANGAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI BPS HENNY SULISTIOWATI KECAMATAN TERBANGGI BESAR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2016 Susilawati Susilawati
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2789

Abstract

Berdasarkan hasil prasurvey pada bulan januari 2016 di BPS Henny SulistiowatiLampung Tengah, pada bulan januari terdapat 38 ibu bersalin, dimana dari 28ibu bersalin tersebut mengalami nyeri persalinan kala 1 yang sangat hebat,dimana membuat ibu bersalin tersebut merasa cemas dan khawatir. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Merendam Kaki dengan Air HangatTerhadap Pengurangan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di BPS Henny Sulistiowati Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2016.Jenis penelitian kuantitatif, Desain penelitian ini adalah pre eksperimen denganpendekatan One Group Pre-test - Post-test Design. Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh ibu bersalin yang ada di BPS Henny Sulistiowati Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah pada tanggal 1 november sampai dengan 30 november 2017 dengan jumlah 36. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 dengan kriteria inklusi Ibu bersalin yang bersedia menjadi responden, ibu bersalin kala I fase aktif (pembukaan 4 cm - 9 cm), ibu bersalin yang tidak memiliki komplikasi.Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan cara purposive sampling.Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan Skala Visual Numeric.Analisa menggunakan uji statistic t-test dependent.Hasil penelitian menunjukan rata-rata hasil skala nyeri sebelum dilakukanintervensi dengan cara merendam kaki dengan air hangat sebesar 6,59. Dan rata-rata hasil skala nyeri sesudah dilakukan intervensi dengan cara merendam_ kakidengan menggunakan air hangat sebesar 4,47. Hasil uji statistik t-test dependentdidapatkan Ada Pengaruh Merendam Kaki dengan Air Hangat Terhadap Pengurangan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di BPS Henny Sulistiowati Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2016 dengan hasil ( P-Value 0,000 < 0,05). Saran dalam penelitian ini agar tenaga kesehatan memberikan terapi rendam kaki dengan air hangat sebagai salah satu alternative peghilang nyeri persalinan non- farmakologi dan sebagai salah satu asuhan saying ibu.Kata Kunci :Merendam kaki dengan air hangat, pengurangan nyeri pada ibubersalin.
PENGARUH METODE EKSTRAKSI MESERASI TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatuni Ruiz & Pay) PADA BAKTERI Staphylococcus aureus MENGGUNAKAN METODE SUMUR DIFUSI Fionita Soleha
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2778

Abstract

Masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun lalu sudah menggunakan teknik perendaman untuk mengolah obat yang berasal dari tanaman. Teknik perendaman yang dilakukan dapat juga dikatakan sebagai teknik ekstraksi maserasi yaitu teknik ekstraksi tanpa pemanasan. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional dan dapat digunakan sebagai antibakteri yaitu daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pay). Kandungan yang terdapat dalam daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pay) yang berfungsi sebagai antibakteri yaitu tanin. Mekanisme kerja tanin sebagai antibakteri yaitu dengan cara tanin akan berkaitan dengan dinding sel bakteri sehingga akan menginaktifkan kemampuan menempel bakteri. Untuk menguji pengaruh metode ekstraksi maserasi yang menggunakan daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pay) terhadap aktivitas penghambat bakteri Staphylococcus aureus digunakan metode sumur difusi. Prinsip dari metode ini yaitu membuat lubang sumuran pada media agar lalu dimasukan ekstrak yang akan diuji kemudian hirung zona hambat (wilayah jernih). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa teknik ekstraksi maserasi dengan daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pay) dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Teknik ekstraksi maserasi mendapatkan hasil rata-rata zona hambat (wilayah jernih) 12,3 mm. Kata kunci : Maserasi dan Infusa, Daun sirih merah, Difusi sumuran.
UJI ANTIMIKROBA INFUSA DAUN JAMBU BIJI DAGING BUAH PUTIH DAN DAGING BUAH MERAH (Psidium guajava L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Salmonella typhi Agustina Retnaningsih; Annisa Primadiamanti; Abdul Aziz
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2824

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit yang banyak diderita masyarakatIndonesia sejak dulu, diantaranya adalah infeksi usus (diare). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antimikroba infusa daun jambu biji daging buah putih dan daging buah merah (Psidium guajava L.) terhadap bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi. Konsentrasi sari daun jambu biji daging buah putih dan daging buah merah (Psidium guajava L.) yang digunakan adalah 25 %, 50 %, 75 %, dan 100 %, dengan antibiotik kloramfenikol sebagai kontrol positif. Uji antimikroba infusa daun jambu biji daging buah putih dan daging buah merah (Psidium guajava L.) terhadap bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi menggunakan metode difusi agar melalui pengukuran zona hambat di sekitar kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa daun jambu biji daging buah putih dan daging buah merah (Psidium guajava L.) tidak dapat menghambat pertumbuhan  bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi, Kesimpulan berupa penolakan H, sehingga hipotesa yang diperoleh Ho diterima dan H, ditolak, ar tinya tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi. Kontrol positif yaitu kloramfenikol pada bakteri Escherichia coli terdapat zona hambat sebesar 25,28 mm dan pada bakteri Sa/monella typhi sebesar 29,02 mm.Kata kunci : Psidium guajava L., Escherichia coli, Salmonella typhi, Kloramfenikol
UJI DAYA HAMBAT DAUN, KULIT BATANG DAN BUAH SAWO MANILA MUDA (Manilkara zapota L)TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus MENGGUNAKAN METODE DIFUSI SUMURAN Annisa Primadiamanti; Robby Chandra Purnama; Riza Aulia
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2815

Abstract

Penggunaan obat tradisional semakin diminati dibandingkan obat kimia, halini disebabkan karena mahalnya obat-obatan kimia, serta efek samping yang relatiftinggi. Tanaman sawo manila muda merupakan salah satu tanaman obat yangmempunyai senyawa antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun, kulit batang dan buah sawo manila muda (Manilkara Zapota L) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Serbuk kering daun, kulit batang dan buah sawo manila muda diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 80%. Uji antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan prinsip membuat lubang sumuran pada permukaan agar padat. Penelitian ini menggunakan kontrol positif cotrimokasazole dan kloramfenikol, dan kontrol negatif menggunakan aquadest steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun, kulit batang dan buah sawo manila muda memiliki aktivitas antibakteri pada Escherichia coli dan Staphylococcus aureus terdapat perbedaan aktivitas pada setiap konsentrasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit batang sawo manila muda lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus dibandingkan dengan bakteri Escherichia coli, pada konsentrasi 100% dengan diameter sebesar 17,70 mm.Kata Kunci : Difusi Sumuran, Tanaman Sawo Manila Muda, Antibakteri, Escherichiacoli, Staphylococcus aureus.
IDENTIFIKASI METHANYL YELLOW PADA SEDIAAN KOSMETIK YANG DIJUAL DI PASAR TENGAH BANDAR LAMPUNG Rama Ardhy Permana
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2802

Abstract

Kosmetik saat ini masih menjadi salah satu pilihan untuk mempercantik dirimisalnya perona pipi, perona mata dan perona bibir. Kosmetik ini merupakan jeniskosmetik dekoratif yang bersifat mencerahkan kulit wajah serta dapat menutupibagian wajah yang kurang sempurna. Zat warna yang tidak diizinkan yang mungkinsengaja ditambahkan dalam kosmetik ini adalah Methanyl Yellow. BerdasarkanPeraturan Kepala BPOM RI Nomor HK.03.1.23.08.11.07517 TAHUN 2011 tentang persyaratan teknis bahan kosmetika bahwa tidak boleh mengendung zat warna yang tidak diizinkan sebagai bahan pewarna pada kosmetik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian pada kosmetik seperti perona pipi, perona mata dan perona bibir. Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengetahui apakah terdapat pewarna Methanyl Yellow pada sampel sediaan padat perona pipi, perona mata dan perona bibir yang dijual di Pasar Tengah Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah Kromatografi Lapis Tipis dengan fase diam silika gel G dan fase geraknya yaitu n-butanol : etanol : air : asaam asetat glasial dengan perbandingan 60:10:20:0,5. Dari hasil identifikasi pada sampel perona pipi, perona mata dan perona bibir menunjukan bahwa ketiganya tidak mengandung Methanyl Yellow, kemudian identifikasi dengan deteksi secara visual tidak menunjukan adanya bercak pada totolan sampel. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sampel negatif mengandung Methanyl Yellow.Kata kunci : Methanyl Yellow, Kosmetik, KLT.
IDENTIFIKASI RHODAMIN B PADA KUE BERWARNA MERAH MUDA YANG DI JUAL DI PASAR BAMBU KUNING BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Robby Candra Purnama; KOmang Arya Wiguna
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2785

Abstract

Bahan Tambahn Pangan (BTP) adalah bahan yang ditambahan kan kedalamproduk panganan untuk mempengaruhi sifat atau karakteristik pangan, baik yangmempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi. Berdasarkan Mentri kesehatan RI No.239/MENKES/Per/V/1985 tentang Rhodamin B ditetapkan pewarna sintensis yangdigunakan pada indutri tekstil dan kertas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiapakah kue yang berwarna merah muda yang dijual di Pasar Bambu Kuning BandarLampung mengandung Rhodamin B atua tidak.Sampel yang diambil tiga macemsampel dengan tempat yang berbeda. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasiRhodamin B adalah metode kromatografi lapis tipis yang prinsipnya berdasarkan padapenyerapan (adsoban) dan pembagian kelarutan (partisi) suatu zat dalam dua feseyaitu fese gerak dan fase diam. Dari hasil indentifikasi terhada tiga sampel yangberbeda, sampel A, B dan C menujukan hasil sampel tidak mengandung Rhodamin Bdilihat dari tidak adanya bercak yang timbul, seingga dapat diambil kesimpulan bahwaketiga sampel yang diambil semunya negatif mengandung Rhodamin B.Kata kunci : Rhodamin B, Kue, Kromatografi Lapis Tipis.
PENENTUAN JUMLAH BAKTERI COLIFORM DALAM SANTAN YANG DIJUAL DI PASAR KOGA DENGAN METODE MPN (MOST PROBABLE NUMBER) Dermawan D
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2769

Abstract

Santan adalah emulsi minyak dalam air yang berwarna putih, yang diperoleh dengan cara memeras daging kelapa segar yang telah diparut atau dihancurkan dengan atau tanpa penambahan air. Santan sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan makanan atau minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri coliform dalam santan yang akan diolah menjadi bahan tambahan pangan yang dijual di Pasar Koga Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Prinsip dari metode ini yaitu pertumbuhan bakteri coliform yang ditandai dengan terbentuknya gas dalam tabung durham. Pengujian ini menggunakan media cair Lauryl Sulfate Tryptose Broth (LSTB) dan media Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLBB). Sampel penelitian ini adalah santan cair yang akan digunakan sebagai tambahan makanan atau minuman dari 4 pedagang. Seluruh sampel yang diambil positif tercemar coliform dimana jumlah bakteri coliform melebihi persyaratan BPOM RI No.HK.00.06.1.52.4011 yaitu <3 APM/g. Kata Kunci : santan, Most Probable Number (MPN), coliform, perhitungan jumlah bakteri.
PENETAPAN KADAR PROTEIN IKAN TERI KERING (Stolephorus sp) YANG DIJUAL DI PASAR TANI KEMILING BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE KIJELDAHL Sutarno S
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2820

Abstract

Ikan teri adalah bahan makanan hewani laut yang biasa dikonsumsi olehmasyarakat Indonesia, ikan teri umumnya diawetkan. Ikan teri banyak dikonsumsikarena kaya akan kandungan gizinya, diantaranya adalah protein. Kebutuhan protein orang dewasa Indonesia menurut Permenkes RI , No. 75. Tahun 2013 adalah ltaki-laki 62 gram /hari dan perempuan 56 gram /hari. Telah dilakukan dilakukan pengujian terhadap kadar protein ikan teri (Stolephorus sp) dengan metode Kjeldahl. Penentapan kadar protein secara kuantitatif dengan metode Kjeldahl dimana padapenelitian ini dilakukan penentuan kandungan nitrogen yang terdapat didalam bahan, setelah diketahui kandungan nitrogennya kemudian kadar protein dapat ditentukan dengan mengkalikan kadar nitrogen yang diperoleh dengan suatu faktof konversi. Analisa protein dengan menggunakan metode Kjeldahl pada dasarnya dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap destruksi, destilasi dan titrasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di dapat masing-masing kadar protein total ikan teri tawar 3,72 g/2 g bahan, ikan teri asin 1,38 g/2 g bahan dan ikan teri rebus 1,91 g/2 g bahan.Berdasarkan penelitian tersebut bahwa Ikan Teri yang dijual di Pasar Tani KemilingBandar Lampung cukup untuk memenuhi kebutuhan protein perhari orang dewasayaitu laki-laki 62 g/100 g bahan, perempuan 56 g/100 g bahan.Kata kunci : Ikan Teri, Protein, Kjeldahl
PENETAPAN KADAR KALSIUM PADA KACANG PANJANG SEGAR DAN REBUS SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Robby Candra Purnama; Gusti Ayu Rai Saputri; Hendra Afriando
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2807

Abstract

Kacang panjang (Papilionaceae/Leguminosae) adalah salah satu sayuran yangmengandung beragam mineral penting diantaranya adalah kalsium. Fungsi kalsiumadalah membentuk tulang dan gigi, berperan dalam pertumbuhan dan sebagai faktorpembantu dan pengatur reaksi biokimia dalam tubuh. Kacang panjang dapat diolahmenjadi berbagai macam masakan selain itu, dapat juga dimakan mentah sebagailalapan. Ditinjau dari cara konsumsi kacang panjang baik secara segar maupundirebus maka penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungankalsium pada kacang panjang. Sampel kacang panjang didekstruksi kering, kemudian Analisis kualitatif, setelah dipastikan ada atau tidaknya kandungan kalsiumnya, kemudian Analisis kuantitatif kalsium dilakukan dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) yaitu logam kalsium pada panjang gelombang 422,7 nm.Keuntungan dari metode ini adalah dapat menentukan kadar suatu logam tanpadipengaruhi oleh keberadaan logam lain dan dapat menganalisis logam dalam jumlah kecil. Pada penelitian ini dilakukan dua perlakuan yang berbeda, yaitu kacang panjang segar dan rebus. Hasil penelitian menunjukan kadar kalsium pada kacang panjang segar sebesar 5.7999 mg/100g dan pada kacang panjang rebus adalah sebesar 4.2758 mg/100g. Sedangkan, persentase penurunan kadar kalsium pada kacang panjang adalah 26.31 %. Secara statistik didapatkan beda rata-rata yaitu signifikan antara kadar kalsium pada kacang panjang segar dan rebus.Kata kunci : Kacang Panjang, Kalsium, Spektrofotometri Serapan Atom

Page 8 of 23 | Total Record : 228