cover
Contact Name
Fredi Setiawan
Contact Email
fredi@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Farmasi
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : -
Core Subject : Health,
Berisikan berbagai kara ilmiah kefarmasian obat dan makanan, mulai terbit tahun 2016, terbit 4 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
PENETAPAN KADAR NATRIUM NITRITPADA SOSIS SAPI CURAH YANG DIJUAL DI PASAR TUGU KOTA BANDAR LAMPUNG DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV- VIS Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2817

Abstract

Daging adalah suatu komoditi pertanian hasil hewani yang dibutuhkan untukmemenuhi kebutuhan tubuh terhadap zat-zat gizi protein dimana protein dagingmengandung susunan asam amino yang lengkap.Sosis adalah suatu makanan yangterbuat dari daging cincang, lemak hewan dan rempah, serta bahan-bahan laintermasuk bahan tambahan pangan.Salah satu bahan tambahan pangan pada sosisadalah natrium nitrit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui berapa kadarnatrium nitrit pada sosis sapi curah apakah memenuhi Peraturan Kepala BPOM RINo.36 Tahun 2013 yaitu 30 mg/kg. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sosis sapi curah yang dijual di pasar Tugu Kota Bandar Lampung. Sampel yang digunakan adalah 4 sampel sosis sapi curah yang dijual di 4 pedagang berbeda. Analisis kuantitatif natrium nitrit ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Dari hasil penelitian dengan panjang gelombang (A) 523nm dengan persamaan y= ax+b sehingga diperoleh koefisien korelasi (r) 0,0997 menunjukkan kadar natrium nitrit pada sampel A sebesar 14,4 mg/kg, B sebesar 2,89 mg/kg, C sebesar 11,06 mg/kg, D sebesar 11,25 mg/kg. Dari ke-4 sampel yang dianalisis dapat disimpulkan memenuhi persyaratan Peraturan Kepala BPOM.Kata kunci: natrium nitrit, sosis sapi curah, spektrofotometri UV-Vis.
IDENTIFIKASI DEKSAMETASON PADA JAMU HABBATUSSAUDA YANG BEREDAR DI TOKO OBAT DAERAH PASAR TENGAH BANDAR LAMPUNG MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Robby Candra Purnama; Nofita N; I Made Laga Prandika
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2766

Abstract

Penggunaan obat tradisional dalam upaya memelihara kesehatan tubuh semakin banyak diminati oleh masyarakat. Jamu habbatussauda merupakan jamu yang dapat mengobati reumatik atau peradangan sendi yang kemungkinan di tambahkan bahan kimia obat deksametason. Berdasarkan Permenkes No.006/MenKes/Per/V/2012 pasal 33 dan 37 tentang industri dan usaha obat tradisional dinyatakan bahwa obat tradisional tidak boleh mengandung bahan kimia obat (BKO). Deksametason merupakan glukokortikoid sintetik dengan aktivitas imunosupresan dan anti inflamasi, yang kemungkinan ditambahkan oleh produsen. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu untuk mengetahui apakah jamu habbatussauda yang beredar di toko obat Pasar Tengah Bandar Lampung terdapat bahan kimia obat deksametason atau tidak. Jamu habbatussauda diektraksi menggunakan pelarut kloroform : metanol (9:1). Hasil ekstraksi kemudian ditambahkan 5 ml metanol kemudian ditotolkan pada plat KLT lalu dilakukan pemisahan senyawa menggunakan eluen dikloroetana : dietil eter : metanol : air (77:15:8:1,2). Dari hasil Rf didapatkan sampel A (0,78), B (0,50), C (0,80) dan Rf baku pembanding (0,20). Hal ini ditunjukkan dari warna bercak tidak sama dan nilai antara Rf sampel dan Rf baku pembanding tidak saling mendekati. Dari hasil identifikasi terhadap tiga merek jamu habbatussauda menunjukkan bahwa ketiga sampel tidak mengandung deksametason. Kata kunci : Deksametason, Habbatussauda, Kromatografi Lapis Tipis
UJI DAYA HAMBAT SARIAN EKSTRAK DAUN KI TOLOD (Hippobroma longliflora) KERING TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus MENGGUNAKAN METODE DIFUSI AGAR Agustina Retnaningsih; Niken Feladita; Retno Handayani
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2804

Abstract

Ki Tolod (Hippobroma longliflora) yang lebih dikenal sebagai gulma atautanaman liar ini ternyata banyak sekali khasiatnya salah satunya dapat digunakansebagai obat untuk mempercepat proses penyembuhan Iluka. Yaitu dengancaramenumbuk halus bagian daun tanaman Ki Tolod, kemudian ditempel pada bagian luka yang sakit, kemudian dibalut dengan kain bersih. Salah satu bakteri yang menyebabkan infeksi pada kulit luka yaitu bakteri S. aureus.Bakteri ini menghasilkan nanah, oleh sebab itu bakteri disebut bakteri piogenik. Daun Ki Tolod memiliki kandungan alkaloid yang dapat bersifat antibakteri.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya antibakteri ekstrak daun Ki Tolod terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Uji daya antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar.Daya anti bakteri dilihat dari besarnya diameter zona hambat yang terbentuk dengan adanya daerah jernih disekitar cakram yang berisi kandungan alkaloid dari daun Ki Tolod.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun Ki Tolod mempunyai daya antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dimana kontrol positif yaitu kloramfenikol memiliki diameter zona terbesar dalam menghambat Staphylococcus aureus diikuti dengan ekstrak daun Ki Tolod pada konsentrasi 100%.Kata kunci : ekstrak daun Ki Tolod, luka, daya antibakteri, metode difusi agar,Staphylococcus aureus
PENETAPAN KADAR SIKLAMAT PADA MINUMAN SERBUK RASA JERUK YANG DIJUAL DI MINI MARKET RAJA BASA BANDAR LAMPUNG SECARA GRAVIMETRI Gusti Ayu Rai S.R.; Syaifuloh S
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2787

Abstract

Minuman serbuk bisa diartikan sebagai produk pangan yang berbentuk butiranserbuk atau tepung yang penggunanya mudah larut dalam air dingin dan air panas.Dalam proses pembuatan minuman serbuk, salah satu pemanis sintetis yang seringditambahkan produsen adalah siklamat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikadar sikamat pada minuman serbuk rasa jeruk memenuhi Permenkes RI No.722/Menkes/Per/IX/88 yaitu 3 g/kg perbahan. Sampel siklamat yang digunakan untuk penelitian yaitu dari minuman serbuk rasa jeruk yang dijual di mini market Raja Basa Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah metode gravimetri secara kualitatif dan kuantitatif. Untuk kualitatif gravimetri yaitu siklamat pada suasana asam akan diuraikan oleh NaNO,, dan dengan penambahan BaCl, akan membentuk BaSO, yang berwarna putih, dimana adanya endapan putih menunjukkan bahwa_ sampel mengandung siklamat. Kuantitatif gravimetri dimana adanya endapan putih yang terbentuk setara dengan kadar siklamat dalam sampel. Hasil uji kualitatif terhadap 4 (empat) sampel terdapat semua sampel positif mengandung siklamat. Hasil uji kuantitatif kadar rata-rata siklamat dalam minuman serbuk terhadap 4 (empat) sampel yaitu A = 2,807 g/kg B = 6,4561 g/kg C = 6,7368 g/kg D = 12,3508 g/kg.Dari hasil yang diperoleh 4 (empat) sampel menunjukan bahwa kadar siklamatpada minuman serbuk hanya 1 (satu) sampel memenuhi persyaratan Permenkes RINo. 722/MenKes/Per/IX/88 tentang batasan penggunaan bahan tambahan panganuntuk minuman ringan yaitu tidak melebihi 3 g/kg perbahan.Kata kunci : minuman serbuk, siklamat, gravimetric
PENETAPAN KADAR RESIDU PESTISIDA DIAZINON PADA ANGGUR MERAH (Vitis Vinifera) DI PASAR BAMBU KUNING DENGAN VARIASI PENCUCIAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Ade Maria Ulfa; Gusti Ayu Rai Saputri; Wayan Sri Intan Sari
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2776

Abstract

Buah anggur dapat tumbuh balk di daerah subtropis, tanaman anggur dapat tumbuh balk di daerah dataran rendah dengan musim kemarau berkisar 4-7 bulan Karena kulit buah anggur yang tipis dan masa tumbuh buah anggur yang cukup lama tanaman ini rentan terserang hama sehingga dilakukan penyemprotan pestisida. Pestisida adalah substansi (zat) kimia yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan berbagai hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah apakah anggur yang dijual dipasar Bambu Kuning Bandar Lampung mengandung residu pestisida diazinon dan berapa kadar pestisida diazion pada buah anggur jika dilakukan dengan variasi pencucian menggunakan alat Spektrofotometri UV-Vis merk Spektrofotometri UV-1700 Series. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh penurunan residu pestisida diazinon dalam variasi pencucian. Sampel anggur tanpa perlakuan didapatkan residu pestisida sebesar 4,999 mg/kg. pada sampel anggur merah dengan LB pada pengulangan 1 dan 2 terbukti lebih besar menurunkan residu pestisida diazinon menjadi 3,1755 mg/kg, dan pada pengulangan 3 dan 4 didapatkan penurunan residu pestisida diazinon menjadi 2,9588 mg/kg, untuk sampel anggur merah dengan AH pada pengulangan 1 dan 2 didapatkan penurunan residu pestisida diazinon menjadi 3,4198 mg/kg, dan pada pengulangan 3 dan 4 didapatkan penurunan residu pestisida diazinon menjadi 3,3331 mg/kg, untuk sampel anggur merah dengan AB pada pngulangan 1 dan 2 didapatkan penurunan residu pestisida menjadi 3,475 mg/kg dan pada pengulangan 3 dan 4 didapatkan penurunan residu pestisida diazinon menjadi 3,8769 mg/kg. Berdasarkan hasil yang didapat oleh peneliti, kadar yang terdapat dalam sampel anggur menunjukkan penurunan kadar residu pestisida dengan beberapa variasi pencucian. Kata kunci : Diazionon, Anggur Merah, Spektrofotometri UV-Vis.
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KADAR VITAMIN C BUAH SEMANGKA (Citrullus vullgaris, Schand) DAGING BUAH BERWARNA MERAH DAN DAGING BUAH BERWARNA KUNING SECARA IODIMETRI Niken Feladita Santoso; Annisa Primadiamanti; Dila Yuni Antika
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2822

Abstract

Dari hasil uji kuantitatif didapatkan, kadar vitamin C buah semangka daging buahmerah yang disimpan pada suhu ruang 1,4313 mg/100 gram, buah semangka dagingbuah merah yang disimpan pada suhu dingin 20,34 mg/100 gram, buah semangkadaging buah kuning yang disimpan pada suhu ruang 10,1696 mg/100 gram, dan buahsemangka daging buah kuning disimpan pada suhu dingin 27,3586 mg/100 gram. Haditerima dan Ho ditolak (terdapat perbedaan pengaruh suhu). Sehingga disimpulkanbahwa kadarvitamin C pada buah semangka yang disimpan pada suhu dingin lebihtinggi dibandingkan dengan disimpan pada suhu ruang. Diperoleh hasil perhitunganmenggunakan t-test kadar vitamin C buah semangka daging buah merahpenyimpanan pada suhu ruang dan dingin P = 0,002* berbeda signifikan karena P<0,05, buah semangka daging buah kuning penyimpanan pada suhu ruang dan dingin P= 0,001* berbeda signifikan karena P< 0,05.Kata Kunci : Semangka, Vitamin C, Iodimetri.
PERBANDINGAN KADAR KAFEIN DALAM SEDUHAN KOPI BUBUK DAN TEH BUBUK DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV Ade Maria Ulfa; Nofita N
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2810

Abstract

Minuman adalah salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi setiaphari. Salah satu minuman yang terdapat di Indonesia adalah minuman xantin. Kopi,teh coklat, dan minuman kola merupakan minuman xantin yang paling popular.Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kadar kafein pada kopi bubuk dan teh bubuk,mengetahui perbedaan kadar yang terdapat dalam kopi bubuk dan teh bubuk.Penetapan kadar kafein dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri UV, metode ini dipilih karena kafein mempunyai gugus kromofor dan auksokrom Larutan standar kafein dengan 5 variasi konsentrasi 3 ppm, 6 ppm, 9 ppm, 12 ppm, 15 ppm.Persamaan kurva kalibrasi dari kafein adalah y = 0,043x + 0,03 dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,9993. Kadar rata-rata kafein dalam kopi bubuk yaitu 18,023 mg/gram, sedangkan dalam teh bubuk yaitu 16,18 mg/gram. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar yang signifikan dalam kopi bubuk dan teh bubuk.Kata kunci : kafein, kopi bubuk, teh bubuk, spektrofotometri UV.
PERHITUNGAN JUMLAH BAKTERI COLIFORM PADA ES KRIM PUTER YANG DIJUAL SEKITAR WILAYAH RAJABASA BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN) Agustina Retnaningsih; Annisa Primadiamanti; Dwi Mentari
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2792

Abstract

Es krim puter merupakan makanan jajanan yang dibuat dengan cara diputardengan bahan dasar nya yaitu santan. Oleh karena proses pembuatannya dilakukansecara tradisional, sehingga aspek higienitas sering terabaikan. Hal ini yangmenyebabkan adanya pencemaran bakteri Coliform. Coliform digunakan sebagaiindikator adanya polusi kotoran dan kondisi sanitasi yang tidak baik terhadap air,makanan, susu dan produk-produk susu. Adanya bakteri Coliform didalam minumanatau makanan menunjukkan kemungkinan adanya mikroorganisme yang bersifatenteropatogenik yang berbahaya bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini dilakukanuntuk bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri Coliform pada es krim puter yangdijual sekitaran wilayah Rajabasa Bandar Lampung. Pengujian dilakukan denganmetode Most Probable Number (MPN). Prinsip dari metode ini yaitu pertumbuhanbakteri Coliform yang ditandai dengan terbentuknya gas dalam tabung durham.Pengujian ini menggunakan media cair Lactose Broth dan Brilliant Green Lactose Bile Broth. Sampel penelitian ini adalah es krim puter yang diambil dari 5 pedagang es krim puter. Dari kelima sampel yang diambil positif tercemar Coliform dimana bakteri Coliform melebihi persyaratan SNI 03-7388-2009 yaitu Coliform tidak lebih dari 3 APM/g.Kata Kunci : Most Probable Number (MPN), es krim puter, Coliform, perhitunganjumlah bakteri
IDENTIFIKASI HIDROKUINON DALAM SABUN PEMBERSIH WAJAH YANG BEREDAR DI TOKO ONLINE (ONLINE SHOP) SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) Annisa Primadiamanti; Ade Maria Ulfa; Putri Anggraini
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2782

Abstract

Kosmetik termasuk sediaan farmasi yang digunakan untuk mempercantikwajah.Kosmetik yang berbahaya mengandung komposisi dari berbagai macamsenyawa kimia misalnya hidrokuinon.Penggunaan hidrokuinon menurut peraturanBPOM termasuk golongan obat keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resepdokter, hidrokuinon dilarang digunakan tanpa resep dokter karena memiliki efeksamping berbahaya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapathidrokuinon pada sabun pembersih wajah yang beredar melalui Toko Online (Onlineshop).Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 12 merk sabun pembersihwajah yang beredar melalui toko online (online shop).Teknik pengambilan sampeldilakukan secara populative sampling.Zat hidrokuinon ini diidentifikasi denganmenggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis.Prinsip Kromatografi Lapis Tipis yaitupemisahan senyawa multi komponen dengan menggunakan dua fase yaitu fase diamdan fase gerak.Fase diam yang digunakan yaitu Silika Gel GF 254 nm dan fase gerakyang digunakan yaitu toluen dan asam asetat glasial (8:2). Diperoleh hasil dari 12sampel didapat 6 sampel teridentifikasi mengandung zat hidrokuinon dengan warnabercak ungu untuk sampel, baku pembanding dan sampel ditambah baku sertadiperoleh hasil harga Rf untuk masing-masing sampel yaitu sampel E = 0,05, F =0,05, G = 0,03, H= 0,05,J] = 0,03,L = 0,01.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI PADA SEDIAAN KOSMETIK SEDIAAN WHITENING BODY LOTION TANPA NOMOR REGISTRASI YANG DIJUAL SECARA ONLINE DENGAN UJI AMALGAM DAN UJI REAKSI WARNA Annisa Primadiamanti; Robby Chandra Purnama; Siti Khamidhaturrohmah
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2767

Abstract

Merkuri termasuk bahan yang dilarang dalam penambahan pada kosmetik sesuai dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 tentang larangan penggunaan Merkuri dalam sediaan kosmetik. Telah dilakukan identifikasi kandungan merkuri (Hg) dalam sepuluh kosmetik sediaan whitening body lotion tanpa nomor registrasi yang dijual secara online dengan uji amalgam dan uji reaksi warna. Pada pengujian amalgam dibuat tiga larutan uji yang terdiri dari, larutan sampel, larutan baku dan larutan spiked sample, dengan menggunakan baku HgC12. Pengujian amalgam menunjukkan hasil negatif karena tidak terdapat bercak abu-abu mengkilap pada batang tembaga.Pada pengujian reaksi warna dilakukan pengujian garam I merkuri dan garam Ilmerkuri. Sebelum dilakukan pengujian sampel dideksruksi menggunakan campuran aqua regia. Pengujian garam I merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen HCI P, KI LP dan NaoH 1 N. Pengujian garam II merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen KI LP dan NaOH 1 N. Pengujian reaksi warna menunjukkan hasil negatif merkuri, karena pada hasil yang didapat tidak sesuai dengan kontrol positif.Dari penelitian yang telah dilakukan pada kosmetik sediaan whitening body lotion, didapat kesimpulan bahwa kesepuluh sampel negatif mengandung merkuri. Kata Kunci : Merkuri (Hg), Whitening Body Lotion, Uji Amalgam, Uji Reaksi Warna

Page 6 of 23 | Total Record : 228