cover
Contact Name
Fredi Setiawan
Contact Email
fredi@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Farmasi
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : -
Core Subject : Health,
Berisikan berbagai kara ilmiah kefarmasian obat dan makanan, mulai terbit tahun 2016, terbit 4 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
PENGARUH PIJAT MINYAK LAVENDER TERHADAP NYERI MENSTRUASI PADA MAHASISWI KEBIDANAN DI ASRAMA GREEN DORMITORY UNIVERSITAS MALAHAYATI TAHUN 2017 ana mariza; Dwi Sriwinih
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2790

Abstract

Masa pubertas adalah masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masadewasa. Pubertas mulai dengan awal berfungsinya ovarium, pubertas berakhir padasaat ovarium sudah berfungsi dengan mantap dan teratur. Menurut WHO (2012)didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalamidismenorea dengan 10-15% mengalami dismenorea berat. Dari hasil prasurvey yang dilakukan peneliti terhadap 35 orang mahasiswi kebidanan yang mengalami nyeri menstruasi, terdapat 20 mahasiswi mengkonsumsi obat penghilang rasa nyeri, 15 mahasiswi beristirahat saat merasakan nyeri. Tujuan penelitian adalah diketahui pengaruh pijat Minyak Lavender terhadap Nyeri Menstruasi Pada Mahasiswi di Asrama Green Dormitory Universitas Malahayati tahun 2017Metode penelitian ini merupakan penelitian tindakan pra-eksperimen denganmengunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Kebidanan yang mengalami nyeri menstruasi dan yang tinggal di Asrama Green Dormitory Universitas Malahayati sebanyak 35 orang. Sampel 20 orang, teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner dan analisa data yang digunakan adalah uji T-dependent.Hasil penelitian didapatkan bahwa frekuensi nyeri menstruasi pada remajasebelum diberikan pijat minyak lavender diasrama Green Dormitory dengan nilai rata-rata score frekuens  nyeri 4,6, standar devisiasi 0,94 standar error 0,21 sesudah frekuensi nyeri dengan nilai rata-rata score frekuensi nyeri menstruasi 3,2, standar devisiasi 0,83 standar error 0,18. Disarankan remaja yang mengalami_ nyeri menstruasi untuk menggunakan minyak lavender pada hari pertama sampai ketiga, karena minyak lavender efektif untuk mengurangi nyeri menstruasi.Kata Kunci : Pijat, minyak lavender, nyeri menstruasi
PERBANDINGAN KADAR NIFEDIPIN PADA TABLET GENERIK DAN NAMA DAGANG SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2779

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan tekanan darah lebih tinggi dari normal. Tablet nifedipin merupakan salah satu obat antihipertensi lini pertama golongan antagonis kalsium. Tablet nifedipin tersedia dalam tablet generik dan nama dagang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah tablet nifedipin memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia Edisi IV yaitu tidak kurang dari 90,0 % dan tidak lebih dari 110,0 % dari jumlah yang tertera pada etiket dan mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar yang signifikan antara tablet nifedipin dan nama dagang. Obat nifedipin diambil di Apotek Enggal Bandar Lampung dan tersedia tiga sampel yaitu sampel tablet nifedipin generik, nama dagang 1, dan nama dagang 2. Metode yang digunakan untuk menganalisis tablet nifedipin adalah spektrofotometri ultraviolet. Dari hasil penelitian diperoleh x maksimum 212 nm dan persamaan regresi y = 0,043 x -0,0058 dengan r = 0,9968. Hasil kadar yang didapat dari nifedipin generik adalah 95,8331 0/0, kadar nifedipin nama dagang 1 101,8283 0/0, kadar nifedipin nama dagang 2 99,6063 0/0. Kadar nifedipin yang diperoleh melalui penetapan kadar kemudian diuji signifikansinya dengan menggunakan uji statistik yaitu uju t. Dari uji t untuk nifedipin generik dan nama dagang 1 -percobaan< ttabel, yaitu 2,0412 < 2,132 dan nifedipin generik dan nama dagang 2 -percobaan< ttabel yaitu 1,5092 < 2,132 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak artinya tidak terdapat perbedaan kadar yang signifikan antara tablet nifedipin generik dan nama dagang 1, maupun tablet nifedipin generik dan nama dagang 2. Kata Kunci : Hipertensi, Tablet Nifedipin, Spektrofotometri Ultraviolet
PENENTUAN ANGKA DISSOLVED OXYGEN (DO) PADA AIR SUMUR WARGA SEKITAR INDUSTRI CV. BUMI WARAS BANDAR LAMPUNG Agung Sutisna
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2816

Abstract

Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat,energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Sumur gali menyediakan air yang berasal dari lapisan air tanah yang relatif dekat dari permukaan tanah, yang mudah terkontaminasi oleh rembesan, sehingga berpotensi mengalami penurunan kualitas air. Kontaminasi paling umum berasal dari sampah rumah tangga atau sarana pembuangan sampah, septic tank WC yang kurang permanen dan limbah industri. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan angka Dissolved Oxygen (DO) pada air sumur warga Kampung Jambu ;,Way Lunik, Panjang Bandar Lampung. Penentuan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Sampel air diambil di tiga sumur gali yang berbeda dan dianalisis menggunakan metode titrasi iodometri. Hasil penelitian didapatkan rata-rata Angka Dissolved Oxygen (DO) pada sampel 1 yaitu 3,7781 mg/L, pada sampel 2 yaitu 4,5877 mg/L dan pada sampel 3 yaitu 4,3178 mg/L. Ketiga sampel air sumur gali memiliki angka Dissolved Oxygen (DO) dibawah angka batas minimum 6 mg/L, sehingga tidak memenuhi syarat air kelas satu yang telah ditentukan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.Kata kunci: Pencemaran air, Sumur gali, Dissolved Oxygen (DO), Iodometri.
UJI CEMARAN BAKTERI Coliform PADA MINUMAN ES DAWET YANG BEREDAR DI KECAMATAN KEDATON BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN) Annisa Primadiamanti; Niken Feladita; Iga Jelita Budiono
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2803

Abstract

Di Kecamatan Kedaton Bandar Lampung, terdapat beberapa pedagang esdawet yang menggunakan gerobak keliling maupun menetap. Bakteri Coliformmerupakan kelompok bakteri indikator untuk menentukan kualitas air. Penelitian inibertujuan untuk menentukan uji bakteriologis pada es dawet yang beredar dikecamatan Kedaton Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakanmetode Most Probable Number (MPN), dimana terdapat dua uji dalam metode MostProbable (MPN) tersebut, yaitu uji penduga yang menggunakan media Lactose Broth Single Strength (LBSS) dan Lactose Broth Double Strength (LBDS). Selanjutnya sampel positif dari hasil uji penduga dilanjutkan untuk uji penegasan, yang menggunakan media Brilliant Green Lactose Bile 5% Broth (BGLBB). Sampeldiinokolum menggunakan jarum ose yang telah dipanaskan, kelima sampel dibeli saat hari penelitian. Penelitian dilakukan di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Lampung. Dari hasil yang dilakukan terhadap kelima sampel es dawet tersebut didapatkan 100% sampel es dawet mengandung bakteri Coliform Dapat disimpulkan bahwa es dawet yang beredar di kecamatan Kedaton Bandar Lampung, terdapat bakteri Coliform melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor HK.00.06.1.52.4011 batasan Coliform pada kelapa dan hasil olahannya yaitu) 3 koloni/gram.Kata Kunci : Cemaran Bakteri, Coliform, Es dawet, MPN.
PENETAPAN KADAR KADMIUM (Cd) PADA WORTEL YANG DITANAM DI DAERAH LIWA SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM DETERMINATION OF CADMIUM CONTENT IN CARROTS GROW IN THE AREA OF LIWA WITH ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY Nofita Nofita; Annisa Primadiamanti
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2786

Abstract

Wortel sering kali diberi pestisida dan pupuk kimia agar hasil panen bagus dankualitasnya baik. Pupuk dan pestisida yang digunakan secara berlebihan akanmenjadi sumber cemaran logam berat seperti kadmium (Cd)bagi wortel tersebut.Badan Standardisasi Nasional telah menetapkan batas maksimum cemaran kadmium dalam sayuran berupa umbi yaitu 0,2 mg/kg.Toksisitas kronis Cd bisa merusak sistem fisiologis tubuh, antara lain sistem urinaria, respirasi, sirkulasi darah dan jantung, juga mengakibatkan kerapuhan tulang. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai penetapan kadar kadmium pada wortel yang ditanam di daerah Liwa_ secara spektrofotometri serapan atom dengan tujuan untuk mengetahui apakah kadar kadmium dalam wortel didaerah tersebut memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh badan standardisasi nasional.Metode spektrofotometri serapan atom dalam analisis logam memiliki beberapa keunggulan yaitu akurat, sensitif dan cepat. Sebelum dapat dianalisis terlebih dahulu dilakukan preparasi sampel, sampel diubah menjadi abu menggunakan tanur pada suhu 250°C sampai 500°C agar zat organik yang terdapat dalam sampel dapat lebur dan tersisa logam yang akan dianalisis. Abu putih hasil preparasi kemudian dilarutkan dengan HNO; 1%.Setelah itu larutan sampel dapat langsung dianalisis menggunakan spektrofotometri serapan atom. Dari hasil penelitian kadar rata- rata kadmium dalam wortel A  sebesar 0,0338 mg/kg dan wortel B sebesar 0,0348 mg/kg. Maka dapat disimpulkan kadar kadmium dari wortel yang ditanam di Daerah Liwa memenuhi persyaratan yaitu kurang dari 0,2 mg/kg.Kata kunci: Kadmium (Cd), Logam Berat, Spektrofotometri Serapan Atom, Wortel
PENETAPAN KADAR ASAM SALISILAT PADA PEMBERSIH WAJAH (FACIAL FOAM) YANG DI JUAL DI PASAR TENGAH BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE Nofita Nofita; Gusti Ayu Rai Saputri; Atika Septiani
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2775

Abstract

Pembersih wajah (Facial foam) adalah sabun muka yang teksturnya halus. Fungsi utama untuk membersihkan kotoran (debu, sisa kosmetik) fungsi lainnya tergantung varian dan merk (ada yang untuk mengurangi minyak, mencerahkan, anti jerawat, dan lain-lain). Salah satu senyawa yang sering ditambahkan ke dalam facial foam adalah asam salisilat. Asam salisilat merupakan zat anti acne sekaligus keratolitik yang lazim diberikan secara topikal. Berdasarkan keputusan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No.HK.00.05.42.1018 Tahun 2010 tentang kosmetik, asam salisilat dipergunakan dalam kosmetik dengan kadar maksimum 2%. Telah dilakukan penelitian penetapan kadar asam salisilat pada pembersih wajah (facial foam) yangdi jual di Pasar Tengah Bandar Lampung dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah lima sampel, dengan kriteria pembersih wajah (facial foam) yang tidak mencantumkan kadar asam salisilat pada produk kosmetika pembersih wajah tersebut. Penelitian penetapan kadar asam salisilat menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 533 nm. Dari hasil penelitian didapatkan kadar rata-rata : A mendapat kadar rata-rata 0,014 0/0, sampel B mendapat kadar rata-rata 0,0097 %, sampel C mendapat kadar rata-rata 0,0042 0/0, sampel D mendapat kadar rata-rata 0,0058 %, dan sampel E mendapat kadar rata-rata 0,0016 0/0. Kelima sampel tersebut masih memenuhi syarat perizinan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No.HK.00.05.42,1018 Tahun 2010. Kata Kunci : Asam Salisilat, Pembersih Wajah (Facial Foam), Spektrofotometri UV-VIS
PENETAPAN KADAR PROTEIN PADA JAMUR GRIGIT (Schizophyllum commune) DENGAN METODE KJELDAHL Siti Komariyah
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2821

Abstract

Masalah gizi di Indonesia salah satunya adalah Kurang Energi Protein (KEP).Hal ini disebabkan oleh kurangnya konsumsi bahan pangan sumber energi, salahsatunya protein. Seiring berkembangnya zaman kini telah banyak sumber nabati yang dikembangkan diantaranya adalah jamur yang dikenal mengandung protein yang cukup tinggi. Untuk mengetahui kadar protein pada jamur dapat digunakan metode Kjeldahl dan sampel yang digunakan merupakan sampel jamur segar. Penetapan kadar protein dengan metode kjeldahl dilakukan dengan tiga tahapan yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Pada tahap destruksi bertujuan untuk memecahkan H2S0O4 menjadi unsur-unsurnya. Kemudian pada tahap destilasi bertujuan untuk memisahkan zat yang diinginkan. Dan pada tahap titrasi bertujuan untuk mengetahui kelebihan HCl 0,1N. Kemudian dilakukan penetapan kadar nitrogen lalu kadar protein dapat ditentukan dengan mengalikan kadar nitrogen yang diperoleh dengan faktor konversi (6,25). Dari hasil penelitian kadar protein pada jamur grigit didapat kadar yaitu 2,23%.Kata kunci : jamur grigit, protein, kjeldahl.
PENETAPAN KADAR NaCl PADA PEMBUATAN TELUR ASIN REBUS DAN TELUR ASIN OVEN DENGAN VARIASI WAKTU PENYIMPANAN SECARA ARGENTOMETRI Niken Feladita Santoso; Annisa Primadiamanti; Ninuk Tri Meilina
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2808

Abstract

Telur merupakan salah satu produk peternakan yang dihasilkan oleh unggas.Namun, telur memiliki kelemahan yaitu masa simpannya relatif pendek sehinggadiperlukan upaya pengawetan untuk memperpanjang masa simpannya. Prosesnyasangat sederhana, hanya dengan waktu pemeraman 7 hari pada media yangmerupakan campuran garam, serbuk bata merah dan air. Semakin lama_ telurdisimpan, maka rasa telur akan semakin asin. Penelitian ini bertujuan untukmenetapkan kadar NaCl pada sampel telur asin rebus dan oven dengan variasi waktu penyimpanan. Metode argentometri Mohr yaitu penetapan kadar NaCl denganmenggunakan larutan standar AgNO3 dan menambahkan indikator K2CrO4 5 %. Titik akhir titrasi ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata muda. Sampel yang digunakan adalah media pengasinan 3, 5, 7 hari. Kadar yang didapat dengan masa simpan 3, 5, 7 hari pada telur asin rebus berturut-turut sebesar 1,18%, 1,70%,2,31% sedangkan kadar telur asin oven berturut-turut sebesar 1,38%, 1,85%, 2,51%.Kandungan garam yang terkandung dalam telur asin minimal 2,0% (SNI 01-4277-1996). Kesimpulan dari penelitian ini, telur asin rebus dan oven berdasarkan waktupenyimpanan 3, 5, 7 hari memenuhi persyaratan yang masa simpan 7 hari,sedangkan yang 3 hari dan 5 hari belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh SNI. Metode perebusan dan pengovenan tidak mempengaruhi kadar Nacl. Olehkarena itu, masa penyimpanan telur asin minimal 7 hari.Kata Kunci : Telur asin, lama penyimpanan, kadar NaCl
PERBANDINGAN KADAR FUROSEMIDA PADA SEDIAAN TABLET GENERIK DAN NAMA DAGANG SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV Ade Maria Ulfa; Nofita N; Ni Made Novi Puspitawati
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2791

Abstract

Adanya anggapan masyarakat yang cenderung menilai kualitas obat deganmelihat harganya, dimana obat nama dangan harganya lebih mahal memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan obat generik yang relatif lebih murah. Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan kadar furosemid dalam sediaan tablet generik dan nama dagang. Furosemid adalah turunan sulfonamida merupakan diuretika kuat yang memiliki fungsi utama untuk memobilisasi cairan edema. Obat ini banyak digunakan pada penyakit hipertensi dan gagal jantung. Tujuan analisis ini untuk mengetahui kadar furosemid dalam sediaan tablet generik dan nama dagang memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia Edisi IV atau tidak, yaitu tidak kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari 110,0%. Serta untuk membandingkan kadar furosemid dalam sediaan generik dan nama dagang.. Perbandingan kadar furosemid ini dilakukan secara Spektrofotometri Ultraviolet kemudian dilanjutkan analisa data dengan menggunakan uji t. Hasil analisa menunjukkan bahwa kadar yang didapat dari tablet furosemid generik dan nama dagang masing-masing adalah 98,78% dan 101,69%. Kadar furosemid yang diperoleh melalui penetapan kadar kemudian duiji signifikannya dengan  menggunakan uji statistic, yaitu uji t. dari uji diperoleh toercobaan<trabel Yaitu 0,9081 dan 3,347. Dari analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga tidak terdapat perbedaan kadar secara signifikan antara tablet furosemid generik dengan nama dagang.Kata Kunci : furosemida, tablet, generik, nama dagang, Spektrofotometri UV.
PENETAPAN KADAR KADMIUM (Cd) PADA EYESHADOW YANG BEREDARDI KOTA BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE MICROWAVE PLASMA ATOMIC EMMISION SPECTROSCOPY (MPAES) Anggi Oktia Dewi
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i2.4079

Abstract

Eyeshadow merupakan bagian dari sediaan rias mata yang dipakai di kelopak mata dibawah alis. Penggunaaannya agar mata terlihat lebih gelap dan lebih cekung kedalam. Kadmium merupakan logam berat yang biasanya ditambahkan dalam kosmetik sebagai penarik warna dan pengotor. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan apakah eyeshadow yang dijual di Lorong King, Bandar Lampung mengandung logam berat kadmium dan berapa kadar kadmium yang terdapat dalam eyeshadow tersebut. Digunakan metode MPAES pada penelitian ini dengan prinsip mengukur intensitas energi radiasi yang dipancarkan oleh plasma. Berdasarkan hasil penandaan kemasan pada sampel eyeshadow yang digunakan tidak memenuhi persyaratan BPOM No. 19 tahun2015 tentang persyaratan teknis kosmetika.Dan pada uji kuantitatif didapatkan kadar rata-rata pada sampel A -3,99 mg/kg; sampel B -3,99 mg/kg; sampel C -3,99 mg/kg; sampel D -2,99 mg/kg; sampel E -3,99 mg/kg; sampel F -2,99 mg/kg; sampel G -3,99mg/kg; sampel H -3,99 mg/kg; dan sampel I -3,99 mg/kg. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kadar tersebut tidak melebihi persyaratan BPOM Nomor 17 tahun 2014 tidak lebih dari 5 mg/kg.Kata kunci : Eyeshadow, Kadmium, MPAES

Page 9 of 23 | Total Record : 228