cover
Contact Name
Ahmad Abas Musofa
Contact Email
abas@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tsaqofah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
ISSN : 2528732X     EISSN : 26846926     DOI : -
Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2021): JUNI" : 8 Documents clear
Agama Masyarakat Suku Laut Kampung Panglong Desa Berakit, Kabupaten Bintan (1965-2011) Syahrul Rahmat; Rajabbul Amin; Rista Dilfa Riana; sumiyati sumiyati
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i1.4474

Abstract

Abstrak Setelah memutuskan untuk hidup di darat, Suku Laut di Kampung Panglong Desa Berakit, Kabupaten Bintan mulai meninggalkan sistem kepercayaan mereka dan mulai memeluk agama. Selain merubah sistem kepercayaan, mereka juga mengubah pola hidup dari awalnya nomaden kepada pola hidup menetap. Masyarakat Suku Laut bebas memeluk agama yang mereka inginkan, sehingganya terdapat lebih dari satu agama dalam satu komunitas masyarakat. Keberadaan Suku Laut di Kepulauan Riau sebenarnya bukanlah hal baru, mereka tercatat sudah eksis sejak ratusan tahun lalu dan terlibat pada beberapa peristiwa bersejarah di kawasan tersebut, hanya saja pada periode itu mereka belum menganut agama sekalipun menjadi bagian dan berada di bawah pemerintahan kerajaan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses memeluk agama oleh Suku Laut Kampung Panglong serta menganalisa praktik-praktik keagamaan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang di dalamnya terdapat langkah heuristik, kritik, interprestasi dan historiografi. Sejarah agama Suku Laut Kampung Panglong dapat dibagi pada dua fase, yaitu pertama fase percaya pada sistem kepercayaan lokal (sebelum 1965) dan kedua fase percaya pada agama (setelah 1965). Selain itu, dalam menjalankan kehidupan sehari-hari masih terdapat kebiasaan-kebiasaan dari kepercayaan sebelumnya yang terbawa ke dalam aktivitas setelah memeluk agama.
Seni Arsitektur Dinasti Safawi dan Dinasti Mughal Fatkhatul Mar'ah; Kholid Mawardi; Adi Purnomo
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i1.4450

Abstract

Arsitektur dalam rangkaian sejarah acapkali dipergunakan sebagai instrumen untuk memperoleh legitimasi kekuatan, kekuasaan serta kejayaan. Diantara tokoh yang mengedepankan hubungan antara arsitektur dan negara yang merupakan ahli sejarah dari Maghrib yaitu Ibn Khaldun (1332-1406), ia menyatakan bahwa kota termasuk segenap bangunannya mencerminkan dinasti yang membangunnya.Perkembangan seni arsitektur islam pada awalnya hanya menyentuh tiga bidang, yaitu : bidang bangunan sipil (Imarah Madaniyah), bangunan agama (Imarah Diniyah), dan bangunan militer (Imarah Harbiyah). Perkembangan seni arsitekstur dinasti Safawi ditandai dengan pembangunan pusara Harun-I Vilayat, pembangunan kota Isfahan, Chehel Sotoun, penginapan Caravanserai, sekolah Charbagh. Pada masa dinasti Mughol, karya bidang arsitektur bangunan dapat dilihat dari Benteng Merah Agra, Taj Mahal, Makam Humayun, Buland Darwaza, Panch Mahal, Istana Jahangir (Jahangir Mahal), Istana Fatehpur Sikri, Makam Akbar, Jama Masjid dan Rambagh.
Dinamika Sains dalam Islam pada Masa Keemasan: Kontribusi & Rekonstruksi dalam Perkembangan Keilmuan Kekinian Tri Wibowo
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i1.4276

Abstract

This article discusses the track record of the development of Islamic science in the golden age (Abbasid Dynasty) which has a very significant contribution to the development of contemporary science. The reason for taking the topic is to know and study more deeply about the contributions and triggers of the rapid progress of Islamic science during the Abbasid Dynasty so that it can be reconstructed for the development and progress of contemporary science. The contribution of Islamic science in the golden age (Abbasid Dynasty) to the Western Renaissance was to provide an ideal model of human civilization imbued with Islamic values that could support the realization of civil society that had a collective awareness of the rights and obligations that must be carried out. The existence of collective awareness can encourage the achievement of the ideals of a community effectively and efficiently. Reconstruction took the form of reviving movements in the field of science such as strengthening the philosophical foundation of Islamic science that is unique in the realm of epistemology. The epistemological domain includes sources of knowledge, methods and instruments of knowledge. The sources of knowledge in Islam are al-Qur'an and al-Hadith which are understood through the universe, reasons and history. The method of obtaining knowledge uses dialectical methods as well as instruments used to acquire knowledge in Islam through the senses, ratios and intuition.
Kebijakan Pendidikan Pemerintah Kolonial Belanda pada Masa Politik Etis di Lampung Karsiwan Karsiwan; Lisa Retno Sari; Lisa Retno Sari
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i1.4375

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan pemerintah kolonial Belanda dalam bidang pendidikan pada masa politik etis di Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan teknik pengumpulan data melalui teknik studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa Penyelenggaraan pendidikan pada masa politik etis semakin masif sejak Gubernur Jenderal Van Heutz mengizinkan pendirian sekolah-sekolah desa, dengan sumber pembiayaan oleh masyarakat desa. Pembangunan sekolah, pengadaan tenaga pengajar dan anggaran gaji guru bersumber dari keuangan desa. Subsidi biaya penyelenggaraan pendidikan di Lampung baru diberikan pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1922 hingga 1942. Jumlah keseluruhan sekolah yang tercatat di Karesidenan Lampung terdiri dari 42 sekolah desa, 4 sekolah rakyat dan 6 sekolah lanjutan yang tersebar di Onder Afdeling Teluk Betung dan Kota Agung.
Variasi Gapura Masa Kesultanan Islam: Sebuah Tinjauan Pendahuluan Hubungan Religi dan Kekuasaan Nainunis Aulia Izza
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i1.4313

Abstract

 Penelitian ini membahas mengenai 5 gapura peninggalan masa Islam di Nusantara, yaitu Gapura Sendang Duwur, Gapura Masjid Kudus, Gapura Asta Tinggi Sumenep, Gapura Masjid Jami’ Sumenep, dan Gapura Labhang Mesem. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma kuasa dari Michel Foucault yang dikorelasikan dengan aspek religi yang tercermin pada gapura yang menjadi objek penelitian. Pembahasan dan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelima gapura tersebut terdapat relasi antara religi dan kekuasaan yang kuat, namun kadar dari korelasi itu berbeda-beda.
Ulama-Ulama Sufi Penyebar Islam dari Aceh (Biografi, Karya dan Ajaran) Depi kurniati
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i1.4398

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Sumber-sumber dari penelitian ini di dapatkan dari jurnal-jurnal dan buku-buku. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Hamzah Fansuri merupakan ulama yang menjadi pelopor utama dalam memajukan kesusasteraan Melayu melalui syair-syairnya. Syekh Syamsuddin sendiri merupakan murid dari Hamzah Fansuri dan mereka berdua merupakan ulama yang menganut aliran wihdatul wujud. Mengenai Biografi dan tempat kelahiran keduanya tidak ditemukan catatan yang jelas mengenai itu. Sedangkan Syekh Nuruddin ar-Raniri merupakan ulama sufi yang juga ahli dalam bidang ilmu yang lain, seperti teologi, hadits, politik dan perbandingan agama. Beliau datang dan membawa ajaran baru serta mengecam ajaran yang dibawa oleh Hamzah Fansuri dan Syamsuddin al-Sumatrani mengenai wihdatul wujud.  
Konstruksi Sumpah dan Pelaksanaannya dalam Masyarakat Suku Serawai Idwal Idwal; Rohimin Rohimin; Syukraini Ahmad; Suhilman Mustofa
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i1.4156

Abstract

Sumpah dalam masyarakat Islam seringkali dimaknai dan difahami dalam berbagai pengertian, fungsi dan praktek. Sumpah tidak lagi murni dalam pengertian agama dan digunakan tidak pada tempatnya. Praktek-praktek sumpah dalam komunitas umat beragama yang telah didominasi dengan tradisi dinilai sebagai sumpah yang bersumber dari ajaran agama Islam. Sumpah juga dikenal dalam masyarakat suku Serawai. Suku Serawai merupakan suku bangsa dengan populasi terbesar kedua yang hidup di daerah Bengkulu. Sebagian besar masyarakat suku Serawai berdiam di kabupaten Bengkulu Selatan, di antaranya di kecamatan Sukaraja, Seluma, Talo, Pino, Manna, dan Seginim. Dapatlah dipahami bahwa sumpah dalam masyarakat suku Serawai itu, benar-benar sakral dan suci karena itu tidak boleh dijadikan sebagai mainan atau gurauan. Dan pasti dia akan mendapatkan sanksinya baik itu sesuai dengan apa yang diucapkannya.
Kulturasi Agama dan Budaya dalam Struktur Pemerintahan Kerajaan Balanipa Abad 17 - 18 Lutfiah Ayundasari; Muh. Farrel Islam
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i1.4471

Abstract

In the pre-Islamic era in the archipelago, a traditional state had existed with its distinctive and varied system of government. In balanipa kingdom as one of the superior kingdoms in the confederation of Pitu Ulunna Salu and Pitu Babana Binanga, developed a governmental structure based on the social state of its people. Post-penetration of Islamic culture, balanipa kingdom accommodates Islam in its governance structure by giving a special position to ulama in the efforts to enforce Islamic sharia. The purpose of this research is to describe the transformation of the governance structure of the Kingdom of Balanipa XVII – XVIII Century. This research relies on the use of credible primary and secondary data with historical methods. The results of this study show that Islam is accommodated in the governance structure of the Kingdom of Balanipa through a position in a customary structure called Kali. In this position, Kali acts as an enforcer of Islamic law.

Page 1 of 1 | Total Record : 8