cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
ojsjpp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muzizatakbarrizki@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian
ISSN : 18581625     EISSN : 26851725     DOI : -
Core Subject : Health,
Objective of JOURNAL OF DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL EXTENTION DEVELOPMENT REVIEW: AGRICULTURE REVIEW ISSUES issued with the aim of describing conceptual thoughts or ideas and results of research to participate in developing animal husbandry studies, with open and contributions from various scientific disciplines and approaches that meet at the intersection of research results and critical analysis of contemporary development issues, including research articles, literature studies and other scientific reviews.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 23 (2016): Juli" : 12 Documents clear
Analisis Pendapatan Peternak Sapi Perah Kecamatan Mojosongo Dan Cepogo, Kabupaten Boyolali U. L., Premisti, P.; Setiadi, A.; Sumekar, W.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.465 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.109

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh peternak Kecamatan Mojosongo, dan Kecamatan Cepogo, dan untuk mengetahui perbedaan pendapatan Kecamatan Mojosongo, dan Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2015. Penentuan lokasi dipilih menggunakan metode purposive dengan kriteria kecamatan yang memiliki usaha ternak sapi perah terbanyak di Kabupaten Boyolali. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei. Penentuan sampel responden dilakukan dengan metode purposive sampling. Penentuan jumlah responden untuk mewakili populasi dilakukan dengan perhitungan rumus Slovin. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 66 responden. Data primer diperoleh secara langsung melalui kegiatan observasi di peternakan dan kegiatan wawancara dengan responden menggunakan kuisioner yang telah disiapkan. Hasil penelitian menunjukan rata-rata pendapatan peternak Kecamatan Mojosongo Rp 1,327,996.00/bulan, dan peternak di Kecamatan Cepogo sebesar Rp 2,312,258.00/bulan.
Manfaat Nutrisi Bagi Performa Burung Kicauan J., Daryatmo,; Widiarso, B. P.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.174 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.102

Abstract

Banyak masalah yang bisa terjadi pada burung berkicau, seperti kesehatan yang buruk, rendahnya kesuburan dan daya tetas dan penurunan rentang hidup dapat berhubungan dengan gizi buruk. Nutrisi yang tidak tepat dapat menyebabkan burung rentan terhadap banyak penyakit dan mengakibatkan performa yang buruk secara keseluruhan dan kurangnya vitalitas. Istilah "gizi yang tidak tepat" tidak selalu berarti kekurangan gizi, dapat juga berarti kelebihan gizi. Menyediakan terlalu banyak makanan dengan frekuensi terlalu sering dan memberikan terlalu banyak hal yang baik serta kurang bervariasi seringkali menjadi penyebab masalah Ada lebih dari 8000 jenis burung,  mungkin tidak akan pernah ada diet yang ideal untuk semua jenis burung. Namun, untuk rata-rata pemilik burung peliharaan pengetahuan umum tentang konsep-konsep nutrisi dasar dan makanan dapat bermanfaat ketika keputusan harus dibuat (Butcher and Miles, 2014). Probiotik, sumber bakteri menguntungkan yang sangat terkonsentrasi, menjaga usus burung tetap sehat dan seimbang serta meminimalkan efek dari bakteri berbahaya. Bakteri berbahaya yang menyebabkan diare dan gangguan pencernaan lainnya yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk menyerap nutrisi (Burroughs, 1998). Semua hewan memiliki miliaran bakteri menguntungkan dalam sistem pencernaan mereka serta bakteri berbahaya. Burung tidak terkecuali. Bakteri bermanfaat benar-benar membantu proses pencernaan dan membantu dalam penyerapan nutrisi. Tanpa bakteri menguntungkan, usus akan menjadi lebih banyak diisi dengan bakteri berbahaya yang dapat membuat sakit. Diperkirakan bakteri menguntungkan dalam usus adalah spesies tertentu. Tidak cocok memberikan burung probiotik kelas manusia, atau yang dikembangkan untuk digunakan pada anjing (Burroughs, 1998). Dapat disimpulkan bahwa pakan seimbang, diet bervariasi akan memainkan peran utama dalam membantu burung peliharaan hidup panjang dan sehat.
Pemanfaatan Soybean Oligosaccharides Dari Bungkil Dan Kulit Kedelai Terhadap Ketahanan Tubuh Ayam Broiler (Utilization Of Soybean Oligosaccharides Derived From Soybean Meal And Soybean Hull On Immune Responses In Broiler Chickens) Z, Wulansari; Suthama, N; Mangisah, I
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.177 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.115

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan soybean oligosaccharides dari bungkil dan kulit kedelai dalam ransum terhadap bobot relatif bursa fabricius, bobot relatif limpa, rasio heterofil limfosit, dan pertambahan bobot badan ayam broiler. Ternak yang digunakan dalam penelitian adalah ayam broiler strain Lohman sebanyak 160 ekor umur 7 hari dengan bobot badan awal 112, 24 ± 6,70 g. Penelitian 48 Pemanfaatan Soybean Oligosaccharides dari Bungkil dan Kulit Kedelai Terhadap Ketahanan TubuhAyam Broiler menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan menggunakan soybean oligosaccharides dalam bentuk ekstrak dari bungkil kedelai(EBK) dan ekstrak kulit kedelai(EKK) meliputi T0 (kontrol), T1 (EBK 0,15%), T2 (EBK 0,3%), T3 (EKK 0,15%), dan T4 (EKK 0,3%). Parameter yang diukur meliputi bobot relatif bursa fabricius, bobot relatif limpa, nilai rasio heterofil limfosit, dan pertambahan bobot badan. Data dianalisis varians dan dilanjutkan dengan uji Wilayah Ganda Duncan. Hasil penelitianmenunjukan bahwa penambahan soybean oligosaccharide dalam bentuk ekstrak kulit kedelai maupun bungkil kedelai tidak berpengaruh nyata terhadap bobot relatif organ limfoid, tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rasio heterofil limfosit dan pertambahan bobot badan ayam broiler. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan soybean oligosaccharides dari bungkil kedelai maupun kulit kedelai mampu mempertahankan kondisi kesehatan dilihat dari bobot organ limfoid yang normal dan menurunkan rasio heterofil limfosit. Soybean oligosaccharides dari bungkil kedelai taraf 0,3% menghasilkan pertambahan bobot badan yang terpenuhi.
Pengaruh Penggunaan Rumput Laut Dan Pare Dalam Ransum Terhadap Jumlah Leukosit Dan Persentase Bobot Bursa Fabrisius Ayam Broiler S., Puspitasari,; Isroli, Isroli; Kusumanti, E.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.923 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh menggunakan rumput laut (Gracilaria verrucosa) dan pare (Momordica charantia) dari total leukosit dan bursa fabricius ayam broiler. Percobaan menggunakan 100 DOC (Day Old Chicken) ayam pedaging. Ransum untuk broiler terdiri dari rumput laut, pare, dedak, bungkil kedelai, meta meal unggas, dan topmix. Desain percobaan  yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 5 broiler. Ransum diklasifikasikan sebagai: ransum T0 = kontrol tanpa rumput laut dan bitteer melon, T1 = ransum menggunakan 2% pare, T2 = ransum menggunakan 7% rumput laut, T3 = ransum menggunakan 2% pare dan 7% rumput laut. Parameter yang diukur adalah total leukosit dan berat relatif bursa Fabricius pada usia 3 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan secara signifikan dipengaruhi (P <0,05) jumlah leukosit, tapi tidak (P> 0,05) pada berat relatif bursa Fabricius. Total leukosit pada T0, T1, T2, T3 adalah 12,35 (× 103 / ml), 9,98 (× 103 / ml), 9,02 (× 103 / ml), Dan 10,81 (× 103 / ml), dan berat relatif bursa Fabricius adalah 0,28%, 0,25%, 0,18%, dan 0,21%. Penggunaan rumput laut dan pare sebagai bahan pakan dapat meningkatkan daya tahan tubuh dilihat dari normalnya jumlah leukosit dan bobot relatif bursa fabrisius, serta meningkatkan bobot badan ayam broiler.
Ultrasonografi Perkembangan Folikel Ovaria Selama Siklus Estrus Dan Kebuntingan Awal Pada Sapi Peranakan Ongole (PO) Supriyanto,, Supriyanto,; Pramu, Pramu; Ahadiati, N.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.909 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan folikel ovarium selama siklus estrus dan awal kehamilan. Sebanyak dua belas sapi Ongole-persilangan yang disinkronisasi menggunakan prostaglandin, kemudian diperiksa melalui ultrasonografi (USG)  dan diambil serum darah  berturut-turut pada hari 19 (proestrus), hari 0 (estrus) atau pada saat inseminasi, hari 5 (metestrus), hari 15 ( diestrus), hari 19, hari 30 dan 60 setelah inseminasi. Penegasan status reproduksi sapi eksperimental dilakukan dengan penentuan konsentrasi estrogen dan progesteron. Pemeriksaan ultrasonografi selama siklus estrus dan awal kehamilan menunjukkan gambar perkembangan folikel  tahap metestrus, diestrus dan awal kehamilan perubahan menjadi corpus tingkat luteum.Estrogen (pg / ml) vs progesteron (ng / ml) menunjukkan bahwa 19 hari setelah esrus (8,611 ± 0,126 dan 1,422 ± 0,097), b. Estrus (15,844 ± 0.150 dan 0,866 ± 0.100), c. Metestrus 5 hari setelah IB (3,667 ± 0,281 vs 2,788 ± 0,153); d. Diestrus 15 hari setelah IB (4,044 ± 0,235 vs 7,076 ± 0,122); e. bunting 30 hari setelah IB (4,272 ± 0,101 vs 8,186 ± 0,120).
Pengaruh Pemberian Aditif Pakan Probiotik Rhizopus Oryzae Dalam Ransum Terhadap Bobot Dan Panjang Organ Pencernaan Ayam Kampung Isroli, Isroli; N., Rendika,; Yudiarti, T.
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.063 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.111

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian probiotik Rhizopus oryzae sebagai aditif pakan pada ayam kampung terhadap bobot dan panjang organ pencernaan.  Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus?11 Oktober 2014 di Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro.  Materi yang digunakan adalah Day Old Chick (DOC) ayam kampung sebanyak 100 ekor (unsexed) dengan bobot badan 37,90 ± 1,36 g.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Perlakuan dosis kultur kering probiotik Rhizopus oryzae T0 (kontrol), T1 (0,1%) dan T2 (0,2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik Rhizopus oryzae dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05)  terhadap sebagian besar bobot dan panjang organ pencernaan ayam kampung.  Bobot organ pencernaan tertinggi pada perlakuan T1 yang kemudian diikuti T2 dan T0, sedangkan panjang organ pencernaan diperoleh tertinggi pada perlakuan T2 yang kemudian diikuti T1 dan T0.  Kesimpulan penelitian adalah pemberian Rhizopus oryzae dengan dosis 0,1% dan 0,2% pada pakan ayam kampung dapat meningkatkan sebagian besar bobot dan panjang organ pencernaan ayam kampung.
Tampilan Ferning Pre - Post Inseminasi Buatan Berdasarkan Umur Sapi Simpo F1 Dan F2 Di Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah A., Andini, N.; Setiatin, E. T.; Sutopo, Sutopo
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.088 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tampilan ferning sapi betina SIMPO F1 dan F2 berdasarkan umur di Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 20 ekor sapi betina SIMPO, masing-masing 7 ekor SIMPO F1 dan 13 ekor SIMPO F2 milik peternak rakyat. Metode pengambilan lendir serviks menggunakan ulas vagina, dikoleksi sebanyak 6 jam sekali dalam 24 jam, dengan menggunakan cotton bud. Parameter yang diamati meliputi tampilan ferning, kelimpahan dan konsistensi lendir serviks. Gambaran ferning diperoleh dengan cara mengoleskan lendir serviks di atas object glass, dikeringudarakan kemudian diamati dengan bantuan mikroskop dengan perbesaran 10x10. Gambaran tampilan ferning sapi betina SIMPO F1 dan F2 bervariasi, berupa cabang primer, sekunder dan tersien. Kemudian dievaluasi berdasarkan skoring. Gambaran terlihat lebih jelas dan nyata membentuk daun pakis. Hasil uji observasional dan deskriptif dapat disimpulkan bahwa tampilan ferning, kelimpahan dan konsistensi berbeda pada 20 SIMPO F1 dan F2. 
Efisiensi Penggunaan Protein Pada Ayam Broiler Yang Diberi Pakan Dengan Penambahan Soybean Oligosakarida Sebagai Sumber Prebiotik (The Effects Of Feeding Soybean Oligosaccharides Derived From Extract Soybean Meal And Soybean Hull On Weight Of Carcass, Protein Meat And Water Holding Capacity In Broiler Chickens) A, Wijayanti D; Suthama, N; Pramono, Y B
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.132 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek pemberian soybean oligosakarida dari ekstrak bungkil kedelai (EBK) dan ekstrak kulit kedelai (EKK) terhadap bobot karkas, kandungan protein daging dan rasio efisiensi protein (REP). Materi penelitian adalah 160 ekor ayam broiler unsex dengan bobot badan 112,24±6,70 g pada umur 8 hari. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan (masing-masing 8 ekor ayam). Perlakuan terdiri dari : T0 (ransum basal), T1 (ransum basal+0,15% EBK), T2 (ransum basal+0,3% EBK), T3 (ransum basal+0,15% EKK), T4 (ransum basal+0,3% EKK). Data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian soybean oligosakarida dari EBK dan EKK nyata (P<0,05)  meningkatkan bobot karkas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan protein dan REP. Simpulan penelitian adalah pemberian soybean oligosakarida dari ekstrak bungkil dan kulit kedelai sampai level 0,3% dapat meningkatkan bobot karkas ayam broiler.
Kombinasi Penambahan Sumber Inulin Dan Lactobacillus Sp. Terhadap Aktivitas Fosfatase Alkalis Dan Ketersediaan Energi Pada Ayam Kampung Persilangan M, Yunus; Suthama, N; Wahyuni, H I
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.036 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.112

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian tepung umbi dahlia sebagai sumber inulin yang dikombinasikan dengan Lactobacillus sp. terhadap aktivitas fosfatase alkalis dan ketersediaan energi pada ayam kampung persilangan. Ternak penelitian adalah ayam kampung persilangan (antara ayam kampung jantan dengan ayam petelur betina) umur satu hari sebanyak 168 ekor diberi perlakuan pada umur 3 minggu dengan rerata bobot badan awal 164,45±2,97 g. Penelitian menggunakan rancangan acak Kombinasi Penambahan Sumber Inulin dan lactobacillus sp. Terhadap Aktivitas Fosfatase Alkalis 31 dan Ketersediaan Energi Pada Ayam Kampung Persilanganlengkap pola faktorial 2x3 dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian dua level tepung umbi dahlia yaitu 0,8% (A1) dan 1,2% (A2), sedangkan faktor kedua adalah pemberian tiga level Lactobacillus sp. yaitu tanpa penambahan (B0), 1,2 ml (108 cfu/ml) (B1), dan 2,4 ml (108 cfu/ml) (B2). Parameter yang diamati adalah energi metabolis, aktivitas fosfatase alkalis dan pertambahan bobot badan harian (PBBH). Data hasil penelitian diuji F berdasarkan analisis sidik ragam dan jika terdapat pengaruh nyata (P<0,05) dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung umbi dahlia sebagai sumber inulin dikombinasikan dengan Lactobacillus sp. memberikan interaksi nyata (P<0,05) terhadap aktivitas fosfatase alkalis dan pertambahan bobot badan harian (PBBH), tetapi tidak terhadap energi metabolis. Kesimpulan bahwa pemberian tepung umbi dahlia sebagai sumber inulin 1,2% dan Lactobacillus sp. 1,2 ml (108 cfu/ml) merupakan kombinasi terbaik dilihat dari meningkatnya aktivitas fosfatase alkalis dan pertambahan bobot badan harian (PBBH) pada ayam kampung persilangan.
Strategi Pemasaran Kasus Segmentasi Dan Target Pasar Benih Padi Bersertifikat Pada PP Kerja Di Kabupaten Boyolali A. Z, Hesti Reva, H.; A,, Syaiful,; S, Agus,
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 13, No 23 (2016): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.357 KB) | DOI: 10.36626/jppp.v13i23.107

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu penentu dalam mengidentifikasi strategi prioritas ke depan yang nantinya selalu diterapkan PP Kerja dalam melakukan strategi pemasaran pada kasus segmentasi dan target pasar benih padi bersertifikat.Penelitian ini dilakukan di PP Kerja yang berlokasi di Desa Ngemplaksuren, Karangduren Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang mengembangkan usaha pembenihan padi bersertifikat. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan survei di lokasi penelitian, observasi lapangan, wawancara, dan studi pustaka mengenai petunjuk kerja pemasaran yang dilakukan dan laporan yang terkait pada PP Kerja di Kabupaten Boyolali.PP Kerja memiliki tujuh faktor kekuatan dengan skor 4,484, lima faktor kelemahan dengan skor 4,023, lima faktor peluang dengan skor 4,285, dan sepuluh  faktor ancaman dengan skor 4,098. Memiliki posisi strategi perusahaan pada kuadran I dengan koordinat X sebesar 0,461 dan Y sebesar  0,187 yaitu pada posisi SO berupa strategi agresif yang dapat menciptakan PP Kerja untuk memanfaatkan peluang dengan kekuatan yang dimiliki dalam menentukan kebijakan perusahaan serta menyusun strategi pemasaran untuk mencapai target pasar yang diinginkan di masa mendatang. PP Kerja juga menggunakan keputusan strategi utama yaitu dengan mempertahankan kualitas produk benih padi bersertifikat disertai dengan strategi kedua yaitu meningkatkan kualitas pelayanan penjualan benih padi bersertifikat, sehingga apabila target pasar dalam penjualan dapat terus meningkat setiap tahun karena dapat memanfaatkan peluang dengan kekuatan perusahaan melihat segmentasi pasar benih padi yang luas, maka visi dan misi PP Kerja dapat terealisasikan dengan salah satu tujuan yang diharapkan PP Kerja sebagai produsen swasta  benih padi bersertifikat

Page 1 of 2 | Total Record : 12