Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
The journal is for publications focusing on social life in which communication occurs through the use of various media. The manuscripts to be published include the results of research, theoretical thinking, and the study of various phenomena of human life in communication. As a scientific periodical, the journal is subject to standard provisions of peer reviews conducted by Communication Scholars from various universities.
Articles
160 Documents
Pola Penyebaran Pesan Melalui Akun Facebook pada Karyawan Generasi Milenial di PT. XXX Indonesia
Ulani Yunus;
Gustina Gustina
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 1, No 02 (2018)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.25008/wartaiski.v1i02.20
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pola penyebaran pesan yang oleh Generasi Milineal sebagai karyawan melalui Facebook. Penelitian ini dilakukan karena Generasi Milenial menjadi mayoritas di Indonesia, yaitu 1 dari 3 jumlah penduduk Indonesia, demikian juga jumlah yang ada pada perusahaan; Facebook (FB) adalah media sosial yang menempati posisi pertama di dunia sebagai media sosial yang paling banyak digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terbuka dan observasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat pola penyebaran pesan melalui FB oleh generasi milenial melalui berita baik dalam bentuk foto atau tulisan sela-sela jam kerja mereka. FB juga merupakan media yang menjadi sumber berita bohong yang disebarkan oleh akun pribadi. Akun FB perusahaan tidak mendapat perhatian karyawan sehingga tidak cocok untuk menyebarkan informasi untuk kepentingan internal.
Aseksualitas dalam Drama TV Sherlock di Televisi BBC One
Muslikhin Muslikhin;
Elsa Tesalonika Lalong
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 1, No 01 (2018)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.25008/wartaiski.v1i01.8
Sherlock adalah sebuah adaptasi dari cerita Sherlock Holmes dalam bentuk drama televisi di BBC One. Sherlock menggunakan latar abad ke-21, sebagai pengganti jaman Victoria (1830-1901) seperti cerita asli Sherlock Holmes. Karakter tokoh Sherlock Holmes, terutama orientasi seksualnya menimbulkan perdebatan di kalangan kritisi dan penggemar cerita Sherlock. Hal ini terjadi karena penulis cerita tidak secara jelas dan tegas memberikan gambaran tentang orientasi seksual dari Sherlock Holmes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanda-tanda yang merepresentasikan aseksualitas pada tokoh Sherlock Holmes sebagai pribadi yang menunjukkan ciri-ciri aseksualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah Semiotika Ferdinand de Saussure. Dasar analisis aseksualitas yang digunakan adalah 10 ciri-ciri aseksualitas dari Decker. Penelitian ini menyimpulkan Sherlock Holmes adalah seorang aseksual karena memenuhi 8 dari 10 ciri-ciri aseksual menurut Decker.
Strategi Manajemen Brand Ambassador Artis pada Industri Kuliner di Purwokerto
Ajeng Puspita Priantana;
S Bekti Istiyanto
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 2, No 02 (2019)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.25008/wartaiski.v2i02.38
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanastrategi manajemen menggunakan Brand Ambassador artis komedian Sule Sutisna berhasil mendorong kemajuan industri kuliner di Purwokerto, Jawa Tengah. Studi menempatkan Rumah Makan “Parte Ceker Rempah” milik Sule sebagai subyek penelitian dan konsumen bersama manajemen rumah makan itu sebagai informan penelitian. Sampel diambil menggunakan purposive sampling, yakni memilih informan yang mengetahui permasalahan. Analisa menggunakan analisis interaktif, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Trend penggunaan Brand Ambassador artis Sule Sutikna dinilai tepat dari sisi pengelolaan manajemen rumah makan. Hasil penelitian dengan menggunakan metode SWOT menyatakan, strategi manajemen reputasi pada industri kuliner menggunakan brand ambassador berhasil menarik minat konsumen untuk berkunjung ke rumah maka “Parte Ceker Rempah” yang berujung pada peningkatan profit usaha setiap bulannya.
Acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TVOne dalam Perspektif Public Sphere
Ageng Kurniawan
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 2, No 01 (2019)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.25008/wartaiski.v2i01.25
Tayangan talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One sejauh ini diminati khalayak, sehingga selalu ditunggu pemirsa televisi, bahkan sampai memiliki penonton loyal. Tema ILC menjadi bahan obrolan menarik di masyarakat. Keunikan dalam setiap segmen di ILC adalah, siapa pun boleh berbicara apa pun terkait dengan isu terkini tentang masalah sosial, hukum dan politik, sesuatu yang dulu relatif tabu dan tidak bisa diakses oleh khalayak. Acara itu juga “didengar” pemerintah dan pihak terkait yang permasalahannya menjadi tema diskusi, sehingga ini seperti memperagakan konsep public sphere yang disodorkan Habermas. Penelitian ini menggunakan teknik studi kepustakaan, wawancara dengan pemirsa tayangan ILC dan pengamatan langsung dengan melihat acara tersebut di televisi. Kesimpulan penelitian: acara ILC memiliki kekuatan intrinsik berupa kualitas program, pengakuan dalam bentuk penghargaan dan pencapaian rating tinggi. Tayangan tersebut mampu mewujudkan hubungan saling menguntungkan antara TVOne dengan pengamat sosial, politikus, lawyer, dan masyarakat umum.
Keterbukaan Informasi Publik pada Konsil Kedokteran Indonesia
Leila Mona Ganiem
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 1, No 02 (2018)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.25008/wartaiski.v1i02.15
Transparansi terhadap informasi adalah salah satu pelaksanaan demokrasi suatu negara. Melalui keterbukaan informasi, publik memperoleh kesempatan untuk menikmati hasil kemajuan negara dan berpartisipasi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) mengamanahkan agar badan publik yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara membuka informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik. Salah satunya Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Beberapa tantangan terhadap akses informasi publik yang dihadapi oleh Komisi Informasi sedunia dirasakan oleh sejumlah lembaga di dunia, termasuk masalah keamanan data yang merupakan salah satu kejahatan besar di Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana KKI mengelola keterbukaan informasi publik dan upaya apa saja yang dilakukan oleh KKI dalam menjaga keamanan data KKI. Metode penelitian dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data secara primer dengan interview dan sekunder dengan kajian dokumen, teks, hasil presentasi, regulasi terkait. Hasilnya, bentuk keterbukaan informasi publik dari KKI dilakukan secara hati-hati meliputi Informasi Publik Berkala, Informasi Publik Serta Merta, Informasi Publik Setiap Saat, Informasi Publik Kecuali (ketat terbatas dan rahasia). Upaya menjaga keamanan informasi KKI dilakukan dengan cara: mengacu pada pasal 27, Perkonsil No 18 Tahun 2014 Tentang Sistem Informasi Registrasi Dokter dan Dokter Gigi Berbasis Elektronik; penggunaan sistem registrasi internal yang dimiliki dan dioperasikan sendiri; memperoleh ISO 9001:2008 yaitu Sistem Manajemen Mutu dan Budaya Organisasi Pelayanan Publik; Berikutnya, KKI juga menerapkan penomoran yang unik bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara terkait pemanfaatan sertifikat elektronik pada sistem elektronik di KKI.
Pergeseran Nilai Ritual Kaghombo dalam Tradisi Masyarakat Muna
La Tarifu;
La Ode Herman Halika
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 1, No 01 (2018)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.25008/wartaiski.v1i01.2
Penelitian ini membahas pergeseran nilai ritual Kaghombo sebagai makna interaksi simbolik dalam masyarakat Muna dilihat dari segi aspek budaya dan komunikasi antarbudaya. Ritual Kaghombo merupakan salah satu ritual masyarakat Muna yang dilaksanakan sebagai puncak kangkilo (sunatan) dari anak perempuan, dan memiliki nilai-nilai luhur yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Muna khususnya di Desa Mabolu. Nilai-nilai dalam ritual ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat Muna karena memuat aspek sosial, religius, filosofis dan kesejarahan. Perubahan ritual Kaghombo dalam perkembangannya dipengaruhi oleh berbagai aspek internal dan eksternal perubahan masyarakat pendukungnya. Faktor internal meliputi kepercayaan, agama, dan perkembangan Pendidikan, sedangkan faktor eksternal antara lain aspek ekonomi. Adapun hasil penelitian: pemikiran masyarakat Desa Mabolu khususnya kalambe wuna (gadis yang dipingit) mulai terpengaruh dengan hal-hal baru yang didapat dari pendidikan modern. Pemikiran ini menganggap pada beberapa bagian ritual, tahapannya bertentangan dengan pemikiran modern. Misalnya, bahwa ritual ini dilakukan sebagai proses pematangan dan pensucian diri dalam menghadapi kehidupan sehari-hari dan kehidupan rumah tangga.
Komunikasi Dakwah di Pesantren Terpadu Lembaga Pemasyarakatan
Siti L Latifah;
Yasyifa F Nursyamsi;
Hari R Hakim;
Emil Permanasari;
Uwes Fatoni
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 2, No 02 (2019)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.25008/wartaiski.v2i02.33
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas komunikasi dakwah dengan segala permasalahan yang terjadi pada pesantren terpadu At-Taubah di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B, Cianjur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Temuan penelitian ini adalah pesantren di dalam lembaga pemasyarakatan berbeda dengan pesantren yang berada di luar lembaga pemasyarakatan. Pesantren yang berada di luar lembaga pemasyarakatan menjadi tempat untuk belajar ilmu-ilmu agama, sedangkan pesantren di dalam Lembaga Pemasyarakatan selain tempat belajar ilmu-ilmu agaman juga menjadi pusat penyadaran para Warga Binaan, sebutan lain dari penghuni Lembaga Pemasyarakatan yang sedang menjalani hukuman pidana.
Pembelajaran Politik untuk Pemilih Pemula Melalui Media Sosial di Purwokerto – Jawa Tengah
Sri Pangestuti;
Ch Herutomo;
S Bekti Istiyanto
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 1, No 02 (2018)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.25008/wartaiski.v1i02.21
Pembelajaran politik untuk pemilih pemula adalah subjek penelitian yang menarik. Pemilih pemula, merupakan segmen yang strategis untuk direkrut dalam kegiatan pemilihan umum baik dalam pemilihan Presiden, legislatif, dan kepala daerah di tahun politik 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana komunikasi melalui media mampu memberikan pengaruh untuk para remaja yang mempunyai rentang usia 17-21 tahun dalam menerima informasi politik sebagai bagian pembelajaran berpolitik. Asumsi dasar dari penelitian ini adalah bagaimana belajar berpolitik melalui media sosial untuk remaja merupakan fenomena yang menarik dan dapat memprediksi keberhasilan kegiatan politik praktis bagi pemilih pemula secara tepat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan focus of group discussion (FGD). Informan merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi yang merupakan pemilih pemula. Karakteristik informan dibatasi dengan kriteria berumur dari 17-21 tahun, tahun 2019 merupakan partisipasi pertama dalam politk praktis seperti kegiatan pemilihan umum dan atau kepala daerah. Hasil dari studi ini: pembelajaran politk bagi pemilih pemula umumnya dipengaruhi oleh lingkungan terdekat di mana mereka tinggal; Strategi pembelajaran politik yang diperlukan untuk pemilih pemula dalam kegiatan politik praktis berjalan efektif menggunakan media sosial yang sesuai.
‘The Heart of East Java’: Branding Pariwisata Humas Pemerintah Kabupaten Malang
Anindya Widita;
Yanuarita Kusuma;
Nisrin Husna;
Gabriella Sagita
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 2, No 02 (2019)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.25008/wartaiski.v2i02.39
Untuk mendukung program pemerintah terkait pembangunan sektor pariwisata nasional, pemerintah daerah berlomba-lomba mengembangkan pariwisata mereka. Kabupaten Malang yang memiliki potensi pariwisata yang beragam pun tak mau ketinggalan dengan branding yang dicetuskan pemerintah Kabupaten (PemKab) Malang melalui tagline ‘The Heart of East Java’ yang diharapkan mampu meningkatkan jumlah wisatawan ke tempat wisata di Kabupaten Malang. Target khusus studi ini yaitu menganalisis inisiatif dan realisasi program branding pariwisata yang dilakukan oleh Humas Kabupaten Malang dan juga mendiskusikan tantangan yang dihadapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui interview ke informan terpilih dari pihak PemKab dan Dinas Pariwisata serta observasi online dan lapangan ke tempat wisata yang dipilih. Sebagai pisau analisis penelitian ini kerangka acuan yang akan digunakan adalah destination branding yang menekankan pentingnya peran berbagai pihak untuk menyukseskan konsep branding. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi atau rekomendasi kepada pihak Pemkab Malang maupun pemerintah daerah lain terkait branding pariwisata dan program terkait untuk memaksimalkan kinerja pembangunan daerah wisata serta Kabupaten Malang secara keseluruhan.
Praktik Prosumption Kalangan Kelas Menengah Yogyakarta di Instagram: Culture, Network Society
Rama Kertamukti
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 2, No 01 (2019)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.25008/wartaiski.v2i01.26
Prosumption melibatkan praktik produksi dan konsumsi tidak berfokus pada salah satu praktik produksi atau praktik konsumsi saja dalam Instagram, dan ini seringkali dilakukan oleh kelas menengah. Ada realitas yang dimediasi tidak hanya terdiri dari konteks komunikasi massa namun merupakan proses total dari mediasi kehidupan. Instagram dalam konteks kultural juga dipahami oleh kelas menengah dengan melakukan kontruksi, negosiasi dan rekontruksi makna produksi dan konsumsi. Penelitian ini menggunakan etnografi virtual dengan akun yang diteliti @herni_maryuliani dan @rosakusumaazhar, keduanya adalah bagian dari kelas menegah dan aktif dalam menggunakan instagram dalam kehidupannya. Hasil yang diperlihatkan dalam melakukan produksi dan konsumsi diwakili kedua subyek ini sebagai kelas menengah adalah pengguna instagram yang beraktivitas dengan yang mengunggah foto ataupun mengomentari foto, mereka juga mengunggah barang di situs online dalam kata lain kelas menengah berupaya menjadi pengguna yang mengkonsumsi materi yang ada di instagram tetapi juga sangat aktif dalam memproduksi pesan untuk dikonsumsi pengguna lain dengan makna leisure economy.