Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pergeseran Nilai Ritual Kaghombo dalam Tradisi Masyarakat Muna La Tarifu; La Ode Herman Halika
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 1, No 01 (2018)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.25008/wartaiski.v1i01.2

Abstract

Penelitian ini membahas pergeseran nilai ritual Kaghombo sebagai makna interaksi simbolik dalam masyarakat Muna dilihat dari segi aspek budaya dan komunikasi antarbudaya. Ritual Kaghombo merupakan salah satu ritual masyarakat Muna yang dilaksanakan sebagai puncak kangkilo (sunatan) dari anak perempuan, dan memiliki nilai-nilai luhur yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Muna khususnya di Desa Mabolu. Nilai-nilai dalam ritual ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat Muna karena memuat aspek sosial, religius, filosofis dan kesejarahan. Perubahan ritual Kaghombo dalam perkembangannya dipengaruhi oleh berbagai aspek internal dan eksternal perubahan masyarakat pendukungnya. Faktor internal meliputi kepercayaan, agama, dan perkembangan Pendidikan, sedangkan faktor eksternal antara lain aspek ekonomi. Adapun hasil penelitian: pemikiran masyarakat Desa Mabolu khususnya  kalambe wuna (gadis yang dipingit) mulai terpengaruh dengan hal-hal baru yang didapat dari pendidikan modern. Pemikiran ini menganggap pada beberapa bagian ritual, tahapannya bertentangan dengan pemikiran modern. Misalnya, bahwa ritual ini dilakukan sebagai proses pematangan dan pensucian diri dalam menghadapi kehidupan sehari-hari dan kehidupan rumah tangga.
Peran Public Relations Dalam Membangun Citra Perusahaan Melalui Program Corporate Social Responsibility PT. Antam Tbk. Kolaka Sulawesi Tenggara Zulfiah Larisu; Sumadi Dilla; La Ode Herman
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-3 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Company do not at moment's notice Corporate Social Responsibility (CSR) in running its effort. Some company applying CSR is exactly assumed to behave too social. There is also a success company apply CSR, but society exactly look into company fail to draw public sympathy. Target of company give benefit at society at the same time create image, but inacceptable sometimes better. This matter happened because CSR done conducted is not arranged and not supported by good concept. Target of this article is to make efficient and effective CSR concept for the application of by company.
DONASI RAME-RAME : ANALISIS MEDIA SIBER KITABISA.COM Fera Tri Susilawaty; La Ode Herman Halika
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v5i1.129

Abstract

Era digital membawa banyak perubahan dalam tatanan hidup manusia. Salah satunya adalah budaya berdonasi. Hadirnya platform crowdfunding Kitabisa.com menjadikan donasi dengan hanya sekali klik, donasi langsung dapat tersalurkan. Data tahun 2020 dari website Kitabisa.com menyebutkan lebih dari 6 juta orang melakukan donasi pada platform ini. Pada riset ini, bertujuan untuk menggambarkan bagaimana platform digital membentuk sebuah budaya pengumpulan donasi yang melibatkan banyak masyarakat digital dengan gaya dan trend yang baru yakni dengan berdonasi digital. Metode riset yang digunakan yaitu metode etnografi virtual yakni metode penelitian kualitatif yang merupakan penyesuaian dari beberapa karakteristik khusus pada etnografi tradisional yang memiliki bertujuan untuk mengkaji budaya dan praktek-prakteknya yang ada dalam komunikasi berbasis teks melalui media komputer. Riset ini juga menggunakan analisis media siber (AMS) yaitu tataran level ruang media, dokumen media, objek media dan pengalaman. Melalui analisis media siber, Kitabisa.com memiliki karakteristik platform yang menarik, mudah dan persuasif. Menarik secara tampilan, fitur-fitur yang mudah, persuasif melalui sapaan, teks dan foto yang digunakan serta fitur share yang dapat ditautkan pada sosial media lain sehingga mengajak para calon donatur untuk berdonasi. Keywords: donasi; kitabisa.com; crowfunding; media siber
Penggunaan Aplikasi i-Pusnas dalam Pemenuhan Referensi Perkuliahan pada Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2017 FISIP UHO Kurniati Kurniati; Asrul Jaya; La Ode Herman
Jurnal Literasi Perpustakaan dan Informasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 1, No 3 (2021): Edisi Agustus
Publisher : Halu Oleo University Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.742 KB) | DOI: 10.52423/jlpi.v1i3.21923

Abstract

Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2017 FISIP UHO memilih untuk menggunakan Aplikasi iPusnas, sebagai sarana dan media untuk memenuhi kebutuhan referensi perkuliahan mereka. Penggunaan Aplikasi iPusnas inilah yang menjadi daya tarik untuk diteliti bagaimana iPusnas mampu memenuhi Referensi Perkuliahan Mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Penggunaan Aplikasi iPusnas pada Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2017 FISIP UHO dalam memenuhi kebutuhan referensi perkuliahannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini informan dipilih melalui Teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Aplikasi iPusnas  telah mampu  memenuhi  referensi perkuliahan Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasii Angkatan 2017 FISIP UHO dan Aplikasi iPusnas  telah selaras dengan Teori Uses and Gratificatiopn dalam memenuhi kebutuhan referensi perkuliahan dan juga Aplikasi iPusnas telah mampu memenuhi  aspek kemudahan akses koleksi pada teori Technology Acceptance Model (TAM) dimana Aplikasi iPusnas dapat digunakan kapan saja dan dimana saja hanya melalui Android dan Smartphone dari pengguna. 
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA REMAJA SOCIAL NETWORKING ADDICTION DI DESA LELEKA KECAMATAN WOLASI KABUPATEN KONAWE SELATAN Adrian Tawai; Faturachman Alputra; La Ode Herman Halika; Fera Tri Susilawaty; Reski Reski; Marsela Marsela
Jurnal Pengabdian NUSANTARA Vol 2, No 2 (2022): Juli - Desember
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpnus.v2i2.29166

Abstract

The purpose of this writing is to identify and provide an understanding of the Use of Social Media In Adolescent Social Networking Addiction In Leleka Village, Kec. Wolasi District, South Konawe. The method is through training, workshops, mentoring and evaluation as a concrete form of community service activities. The results of Community Service in Leleka Village, Wolasi District, South Konawe Regency are that adolescents can reduce the level of social networking addiction by removing social media installed on smartphones if using social media via a computer, turning off notifications while working, studying, or doing other important things, providing regular schedule for accessing social media, looking for fun or other activities outside of social media, leaving all gadgets in a separate room when hanging out with family, and visiting relatives and family in person to make relationships warm.
Upaya KPBA (Kelompok Pencinta Bacaan Anak) Dalam Meningkatkan Minat Baca Anak di Kota Kendari La Ode Herman Halika; Idul Idul; Muh. Zein Abdullah
Jurnal Literasi Perpustakaan dan Informasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 2, No 1 (2022): Edisi Februari
Publisher : Halu Oleo University Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.812 KB) | DOI: 10.52423/jlpi.v2i1.24107

Abstract

Di Kota Kendari minat baca anak masih rendah hal ini dikatakan oleh ketua Kelompok Pecinta Bacaan Anak (KPBA), penyebab kurangnya minat baca dikarenakan orang tua lebih memanjakan anak-anaknya aktif menggunakan gadget di bandingkan membaca buku serta kurangnya keterlibatan orang tua untuk memberikan pemahaman akan pentingnya membaca.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Upaya Kelompok Pencita Bacaan Anak (KPBA) Dalam Meningkatkan Minat Baca Anak Di Kota Kendari. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Teknik penentuan informan dilakukan dengan cara purposiveatau penentuan secara sengaja di tentukan langsung oleh peneliti untuk dijadikan informan, pengumpulan data dilakukan dengan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di KPBA (Kelompok Pencinta Bacaan Anak) di Kota Kendari. Berdasarkan hasil penelitian di atas, penulis dapat menarik kesimpulan yaitu Upaya Kelompok Pencita Bacaan Anak (KPBA) Dalam Meningkatkan Minat Baca Anak di Kota Kendari berjalan dengan baik.
Representasi Budaya Komunikasi Masyarakat Jawa dan Eropa Dalam Film Guru Bangsa Tjokroaminoto Selvia Ningsi; Cecep Ibrahim; Marsia Sumule G.; La Ode Herman Halika; La Iba; Eko Harianto; Wa Ode Lusianai
Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Vol 8 No 1 (2023): Journal of Computer Science and Visual Communication Design
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jikdiskomvis.v8i1.669

Abstract

The film Guru Bangsa Tjokroaminoto is one of Garin Nugroho's films with a theme related to Javanese and European cultural values ​​during the Dutch East Indies colonial period. Islamic Union. In the film, there are various elements of Javanese culture, including manners in everyday life, speaking, and dressing according to age and strata. This is different from the culture that existed in European society, during the colonial period the Dutch East Indies made the order of social life complicated because in it there were cultural differences between the Javanese and European communities. This study aims to understand the meaning of Jhon Fiske's semiotic television codes, namely the level of reality, the level of representation, and the level of ideology in representing elements of Javanese and European culture. The research method used is descriptive qualitative which can represent, describe and explain based on the facts of the research object. The data analysis technique used is Jhon Fiske's semiotic analysis which explains an event on television based on social codes with the help of the Nvivo application's Thematic Coding content analysis to facilitate data visualization. The results of film analysis in representing Javanese and European culture are two very different cultures that influence each other but still maintain the culture they already have. The results of the analysis obtained are that the Javanese people still maintain and preserve Javanese culture even though they were colonized by Europeans who brought with them European culture and influenced the Javanese people towards their culture. Javanese culture which persisted above the power of the European government during the colonial period made the benchmark that even though it was influenced by outside cultures, the community had to maintain and preserve the cultures that had been passed down from generation to generation.
Pemanfaatan Media Tiktok sebagai Sarana Proses Pembelajaran pada Siswa Menengah Pertama Negeri 11 Kendari La Ode Muh. Umran; La Ode Herman; La Iba; Joko; Muhammad Rajab; Mohammad Ricky Ramadhan Rasyid
Kongga : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Laboratorium Ilmu Politik dan Pemerintahan FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/kongga.v1i2.17

Abstract

Artikel ini membahas pemanfaatan media TikTok sebagai sarana pembelajaran pada siswa SMP Negeri 11 Kendari. Dengan tema "Siswa Pintar Yuk Manfaatkan TikTok dalam Proses Pembelajaran," kegiatan sosialisasi berlangsung selama 4 jam dan melibatkan siswa kelas VII. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, perizinan, sosialisasi materi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan positif pada pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengelola konten dan memahami proses pembelajaran dengan TikTok. Aplikasi TikTok, Keterampilan yang dilatih melibatkan berbicara, literasi, dan kreativitas. TikTok memungkinkan siswa merekam suara, video, menambahkan suara latar, dan melakukan kolaborasi dengan pengguna lain. Kegiatan dilengkapi dengan evaluasi langsung setelah penyampaian materi. Gambaran fitur-fitur TikTok membuktikan bahwa aplikasi ini memenuhi kebutuhan belajar dan menarik minat siswa. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa TikTok dapat dijadikan media pembelajaran yang baik, memenuhi kriteria interaktif dan menarik, Dengan demikian, hasil kegiatan pengabdian ini memberikan gambaran positif terkait potensi dan manfaat TikTok sebagai sarana pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik generasi milenial.
Sosialisasi Pemanfaatan Aplikasi Michat sebagai Media Komunikasi Efektif melalui Fitur People Nearby La Ode Herman; La Ode Muh. Umran; La Iba; Joko; Muhammad Rajab; Mohammad Ricky Ramadhan Rasyid
Kongga : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Laboratorium Ilmu Politik dan Pemerintahan FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/kongga.v1i2.20

Abstract

Berbicara tentang proses komunikasi, perlu kita ketahui bersama bahwa komunikasi yang efektif ialah komunikasi yang melibatkan pertemuan secara tatap muka atau yang biasa disebut dengan komunikasi langsung. Dengan melakukan komunikasi langsung dengan lawan bicara, efek atau umpan balik bisa didapatkan secara real-time atau langsung pada saat itu juga. Permasalahan yang sering dialami adalah ketika mahasiswa yang sedang melakukan tugas perkuliahan yang melibatkan informan di daerah sekitar menjadi terhambat karena tidak ada media yang pas untuk mendapatkan informan. Selain itu, masih banyak orang yang menganggap MiChat sebagai aplikasi yang bermuatan negatif, padahal fitur yang disediakan bisa membawa kita pada hal-hal positif. Solusi yang ditawarkan dari permasalahan tersebut adalah mengedukasi peserta sosialisasi tentang bagaimana cara bijak menggunakan aplikasi MiChat dengan memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia. Tujuan tersebut dilaksanakan dengan metode sosialisasi serta pendampingan kepada para peserta. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan perubahan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menguasai salah satu bentuk perkembangan teknologi.
MENGEFEKTIFKAN PENGELOLAAN ASET DAERAH MELALUI PEMBELAJARAN ORGANISASIONAL: Mediasi Job Crafting sebagai Faktor Kunci Syamsul Alam; Zulfiah Larisu; Faturachman Alputra Sudirman; Taufik; La Ode Herman Halika
Journal Publicuho Vol. 7 No. 4 (2024): November - January - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v7i4.574

Abstract

This study aims to explore the role of organizational learning and job crafting in enhancing the effectiveness of asset management in South Konawe Regency. The primary issue addressed is the low effectiveness in asset management aspects, such as planning, procurement, utilization, assessment, and administration. This research examines how individuals, through job crafting, can improve asset management performance and support more effective organizational learning. Data were collected through in-depth interviews, document studies, and observations at the Regional Financial and Asset Management Agency, as well as related agencies such as the Education and Health Offices. The findings indicate that limited organizational learning and a lack of policies supporting collaboration and the use of technology hinder asset management effectiveness. Job crafting, focusing on task crafting, relational crafting, and cognitive crafting, can improve collaboration and enhance employees' understanding of their contributions to organizational goals. This study suggests that policies should better support team-based learning, technology, and cross-unit collaboration. Leadership must also promote job crafting implementation to boost employee motivation and commitment to more efficient asset management. This research is expected to provide a foundation for better policies and encourage more efficient and sustainable asset management practices in the future.