cover
Contact Name
Moh Cholisatur Rizaq
Contact Email
deskovi@umaha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deskovi@umaha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
DESKOVI : Art and Design Journal
ISSN : 26545381     EISSN : 2655464X     DOI : -
Core Subject : Art,
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022" : 13 Documents clear
Papua: Surga Industri Kreatif Berbasis Budaya (Studi Kasus Industri Kreatif Noken, Lukisan Ludah Pinang Dan Papeda) Efa Rubawati Syaifuddin; Saiful Umam
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami keberadaan budaya lokal yang dapat dijadikan sebagai industri kreatif. Papua kaya akan industri kreatif yang berbasis budaya, dalam tulisan ini difokuskan kepada noken, lukisan ludah pinang dan papeda. Ketiganya kini mulai dikembangkan baik secara personal, organisasi maupun Pemerintah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk membuat gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena mengenai industri kreatif Noken, Ludah Pinang dan Papeda. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi pustaka, data yang dihasilkan direduksi, selanjutnya data disajikan dan dilakukan penarikan kesimpulan. Noken, lukisan ludah pinang dan Papeda adalah sebagian dari bentuk industri kreatif berbasis budaya di Papua. Masih banyak produk budaya lain yang belum dioptimalkan dengan baik. Dengan dibuatnya produk budaya menjadi industri kreatif, meskipun ada beberapa hal yang harus disesuaikan dengan pasar dan perkembangan, namun hakikatnya tidak menghilangkan esensi dasar dari budaya itu sendiri. Budaya Papua harus dijaga dan dilestarikan, salah satunya dengan mengenalkan budaya tersebut kepada generasi muda. 
Pengembangan Brand Visual Identity untuk Kebun Raya Mangrove Surabaya Christian Anggrianto
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1656

Abstract

Memiliki sebuah Kebun Raya merupakan sebuah kebanggaan bagi sebuah kota, dan Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia baru saja mendapatkan predikat Kebun Raya bagi Hutan mangrovenya. Dengan begitu hutan mangrove tersebut tidak hanya menjadi tujuan wisata alam namun juga berfungsi sebagai wisata belajar, edukasi, konservasi, dan inovasi. Berubahan status ini sekaligus menjadi sebuah peluang untuk Hutan mangrove melakukan proses pembenahan brand image-nya dengan strategi destination branding. Tujuan dari brand destination adalah untuk menciptakan identitas yang bernilai jual dan menarik bagi target market-nya, salah satunya dengan menciptakan brand visual identity atau lebih dikenal dengan logo. Agar Kebun Raya Mangrove memiliki logo yang representative maka diperlukan proses penggalian data terhadap stakeholder-nya, dan melalui proses desain thinking kemudian diolah menjadi desain logo, logo yang dihasilkan ini kemudian divalidasi melalui proses polling untuk menemukan logo yang paling disukai oleh konsumen.
Kreativitas Pesindhen dalam Memanfaatkan Media Virtual Titik Samiarsih
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1738

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu cara untuk memproduksi, menciptakan kebaruan, menemukan ide yang sebelumnya tidak pernah kita sadari, mengimajinasikan atau menggambarkan sesuatu hal, membentuk, mengkonsepsikan, mengkontruksikan, menghasilkan, melihat masa depan dan lain sebagainya sehingga keberadaannya memiliki makna yang sangat kompleks. Sebuah kreativitas seseorang dipengaruhi oleh tiga hal penting, yaitu goncangan baru, proses kreatif dan produk kreatif. Kreativitas seorang pesindhen akan menunjukkan sebuah keberhasilan jika didukung oleh beberapa persyaratan tersebut. Namun tidak dipungkiri dengan adanya karya baru tersebut akan mendorong generasi berikutnya untuk lebih berani dalam menciptakan sesuatu serta memanfaatkan media virtual sebagai penyaluran kreativitasnya. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan meneliti secara mendalam tentang studi kasus yang dialami oleh ketiga tokoh sindhen yang sudah profesional.  
Kabut Sebuah Imajinasi Penciptaan Film Alhadi Nelsa
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1741

Abstract

Intuisi dan imajinasi adalah sesuatu yang tidak bisa dirancang, kedatanganya secara tiba-tiba diterima oleh seorang seniman. Kabut sebagai objek  dirasa memiliki kencenderungan meyakini „sesuatu? adalah penyebab ataupun hakikat. Faktor intuitif pada konteks film dijadikan landasan ide. Proses ide berawal respon individu pada kabut, intuisi terkait sejalan dengan imajinasi. Kabut didefinisikan sebagai anggapan dasar yang mengarahkan individu dalam menentukan kerangka ontologis. Paradigma muncul sesudah terjadi anomali pada fenomena kabut. Kabut dilihat sebagai objek, memiliki kejanggalan. Kejanggalan pada fenomena kabut yang hilang menandakan bahwa sebenarnya kabut itu masih tetap ada. Hakikat dari pembuatan film yang tidak konvensial mendorong terciptanya metode tersendiri yang berbeda dengan metode umum penciptaan film. Intuisi  dan  imajinasi sebagai bahan utama lahirnya karya film “Kabut” melebur menjadi karya utuh yang sebelumnya terurai dari tahapan-tahapan. Subjektivitas pada menginventarisir ide penciptaan karya berdasarkan imajinasi dan intuisi mendorong individu untuk melakukan observasi atau pengamatan langsung objek yang berkaitan dengan perubahan kehidupan sosial saat setiap orang mempunyai handphone sebagai perpanjangan panca indera. Esensi dari film eksperimental mengacu pada individu mengolah gagasan dengan capaian tertentu. Ciri khas dari individu pada penciptaan dalam mengekspresikan dirinya melalui film “Kabut” mengacu pada pemakaian handphone.  Cara kerja eksperimental dihadirkan melalui handphone sebagai simbol-simbol pribadi.
Konsep Dialog Bunyi pada Karya Musik Cang Panah Rico Gusmanto; Surya Rahman
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1793

Abstract

“Cang Panah” merupakan sebuah komposisi musik dari hasil reinterpretasi keude kupi sebagai axis mundi masyarakat Aceh dalam bentuk dialog bunyi. Banyaknya aktivitas sosial yang dilakukan masyarakat di keude kupi menjadi fenomena menarik yang diusung dalam karya musik ini. Aktivitas ini dilandasi oleh kebiasaan masyarakat Aceh yang saban hari menghabiskan waktu di keude kupi. Beragam aktivitas ini muncul disebabkan oleh terjadinya interaksi sosial antar masyarakat. Interaksi sosial yang terjadi di keude kupi dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu interaksi antara individu dengan individu, interaksi individu dengan kelompok, dan interaksi kelompok dengan kelompok. Karya ini disajikan dalam tiga bagian karya, yang mana setiap bagian merupakan representasi dari setiap jenis interaksi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untu mengetahui bentuk dialog bunyi yang digunakan dalam mengaktualisasikan gagasan pada karya seni musik “Cang Panah”. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis musik. Hasil penelitian yang ditemukan adalah dialog bunyi diinterpretasikan dalam bentuk permainan reponsorial melalui teknik call and respons.
Nilai Estetika Tari dalam Kesenian Ronggiang pada Masyarakat Multietnis Pasaman Barat Oktavianus Oktavianus; Wardi Metro
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1815

Abstract

Ronggiang merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang berkembang di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Kesenian ini terdiri atas tari dan syair berupa pantun yang diiringi oleh musik. Kesenian Ronggiang lahir dari sebuah proses akulturasi antara budaya etnis Jawa, Mandailing, dan Minangkabau. Etnis-etnis ini merupakan etnis yang mendiami wilayah Pasaman Barat, sehingga daerah ini juga dikenal dengan daerah multietnis. Sebagai suatu seni dengan eksistensi dan keberadaannya di tengah masyarakat, Ronggiang memiliki nilai estetika atau keindahan yang terkandung dalam kesenian tersebut. Nilai estetika dapat dilihat atau diamati dari tiga aspek, yaitu bentuk atau wujud, gagasan atau isi, dan penampilan. Nilai estetika ini merupakan mutu dari suatu seni yang memengaruhi eksistensinya di tengah masyarakat. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah menguraikan dan menganalisis estetika kesenian Ronggiang pada masyarakat multietnis Pasaman Barat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural dan estetis koreografis yang terdiri dari lima tahapan, yaitu tahap pra lapangan, lapangan, pengolahan data, penyajian data, dan pelaporan.
Kajian Garap Kendang Pada Gending Kagok Respati Harun Isma'il
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1845

Abstract

This research is entitled "Study of Garap Kendang on Gending Kagok Respati". The research aimsto explain and analyze in depth one musical case of garap kendangan. The garap kendangan is focused on the gending of Kagok Respati. The problems revealed are related to the way of serving gending and the application of kendang instrument play to the Kagok Respati gending. Both problems were studied using the concept of garap. To obtain results that were as expected, this study used qualitative research methods with a discriptive analysis approach. A discriptive approach to analysis is used to explain the shape and structure of the kagok respati gending kendangan pattern. Based on the results of the analysis, it was concluded that the road of serving gending Kagok Respati starts from buka, merong, umpak inggah, inggah, and suwuk. The pattern of the kendangan gending Kagok Repati part of the merong uses a kendangan setunggal merong kethuk 2 (loro) laras pelog. In the inggah section, it uses a Surakarta-style ciblon kendangan.
Pengembangan Desain Ragam Hias pada Kupiah Riman di Kabupaten Pidie Sartika Br Sembiring; Fauziana Izzati; Putri Dahlia
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1870

Abstract

Propinsi Aceh kaya akan berbagai kerajinan tradisional serta masih memuat nilai-nilai sejarah. Banyak hasil kebudayaan Aceh yang tidak terlepas dari nuansa Islami, salah satu contoh dalam seni rupa adalah kupiah riman yang digunakan oleh kaum laki-laki Aceh. Sampai saat ini kerajinan kupiah riman masih diproduksi di Kabupaten Pidie. Kupiah riman memiliki ciri khas motif tradisional Aceh, seperti: motif pinto Aceh, bungong kupula, bungong jeumpa,dan lain-lain. Kekayaan alam yang terdapat di daerah Pidie dapat menjadi sumber inspirasi dalam rangka memperkenalkan daerah tersebut melalui kreativitas, salah satunya adalah melalui pengembangan desain motif pada kupiah riman yang biasanya digunakan oleh kaum laki-laki di daerah tersebut. Penelitian karya seni ini bertujuan agar masyarakat dapat mengenal ragam hias sebagai ciri khas Kabupaten Pidie yang berangkat dari hasil kekayaan alam dan kebudayaan masyarakat setempat. Penelitian ini akan menggunakan teori tata kelola desain Victor Papanek yaitu metode, kegunaan, kebutuhan, telesis, asosiasi dan estetika untuk mengembangkan desain motif kupiah riman. Hasil penelitian ini nantinya dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai kupiah riman. Hal ini juga berpengaruh terhadap industri kerajinan kupiah riman yang ada di Kabupaten Pidie karena diharapkan melalui penelitian ini produk kupiah riman serta hasil kekayaan alam daerah Pidie semakin dikenal melalui pengembangan motif. 
Digitalisasi Ornamen Aceh. Studi Kasus: Museum Cut Nyak Dhien Niko Andeska; Muhammad Ghifari
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1891

Abstract

Ornamen Aceh yang ditempatkan disetiap dinding rumah tradisional Aceh memiliki nilai – nilai kearifan lokal Aceh, akan tetapi dengan seiringnya berkembangan pengetahuan dan masuknya pengaruh budaya luar juga mempengaruhi minat masyarakat terhadap model rumah hunian dan bangunan lainnya di Aceh. Hal tersebut dapat memberikan dampak yang buruk terhadap keberadaan ornamen Aceh itu sendiri. Penelitian dengan judul pelestarian ornamen Aceh berbasis teknologi digital studi kasus Museum Rumah Cut Nyak Dhien di Aceh Besar ini dilakukan sebagai langkah untuk merekam fungsi, bentuk, dan nilai melalui aplikasi Corel Draw dan Photoshop. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan data melalui pengukuran dan merekam visual lalu dilanjutkan dengan mengkonstruksi ulang menggunakan aplikasi Corel Draw dan Photoshop. Model pelestarian ini menjadi pedoman atau dokumen berbasis digital yang dapat digunakan bagi masyarakat umum dan tenaga konstruksi untuk mempelajari, mengkonstruksi ulang, dan mengembangkan bentuk dan fungsi ornamen-ornamen Aceh. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, ornamen Aceh  di Museum Rumah Cut Nyak Dhien di ukir oleh pengrajin dari Jepara, Jawa Tengah sesuai dengan ornament Aceh, sehingga ada beberapa bentuk ukiran ornamen aceh yang menyerupai pola ukir ornament jepara, pada umumnya bentuk ornamen yang terdapat di rumah Cut Nyak Dhien berangkat dari bentuk tumbuhan.
Bentuk Penyajian Musik Kesenian Nandong pada Upacara Khitanan di Desa Lataling Kecamatan Teupah Selatan Kabupaten Simeulue Abdul Rozak; Haria Nanda Pratama; Nadra Akbar Manalu
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1935

Abstract

Kesenian Nandong adalah seni vokal yang diwariskan secara turun-tumurun pada masyarakat Simeulue. Kesenian Nandong merupakan sejenis seni tutur yang syair-syairnya berisikan karangan yang mengandung nasehat, sindiran, rintihan yang dilantunkan dengan iringan alat musik yaitu kedang/gendang dan biola. Nandong  dilantunkan menggunakan bahasa Devayan khas bahasa Simeulue, namun dalam kesenian Nandong juga menggunakan bahasa Aneuk Jamee. Keunikan Nandong selain terdapat dalam bahasa Aneuk Jamee yaitu dilantunkan dengan nada yang tinggi dan melengking serta saling bersahut-sahutan oleh pria dengan suara tinggi dan melengking. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yang berusaha mengaplikasikan teori untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi pada objek penelitian. Metode dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif yang diwujudkan dalam bentuk keterangan atau gambar tentang kejadian atau kegiatan yang dilakukan menyeluruh dengan mendatangi langsung di Desa Lataling, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue. Adapun langkah tersebut dilakukan dengan tahapan yaitu: penentuan subjek penelitian; pemilihan setting dan instrumen penelitian, teknik, dan analisis data. Hasil penelitian akan menunjukkan bahwa terdapat analisis terhadap fenomena musik pada kesenian ini. Fenomena tersebut seperti pemakaian timbre low, disusul timbre high dengan berbagai intensitas kemunculan, serta diperoleh deskripsi tangga nada (scale), dan pengurutan nada-nada yang terdapat dalam Nandong tersebut dimulai dari nada terendah sampai nada yang tertinggi.

Page 1 of 2 | Total Record : 13