cover
Contact Name
LIA KAMELIA
Contact Email
lia.kamelia@uinsgd.ac.id
Phone
(022) 7800535
Journal Mail Official
alkhidmat@uinsgd.ac.id
Editorial Address
LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jl. AH Nasution No. 105 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 26232006     EISSN : 26544431     DOI : -
Jurnal Al-Khidmat , with registered number ISSN 2654- 4431 (print), ISSN 2623-2006 (online) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 135 Documents
Edukasi Emosi Berbasis Film: Implementasi Hasil Screening SDQ Dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Cantika Lutfiah; Diah Susanti; Muhammad Faqih Thufail; Muhammad Fahmi Abdulhafizh; Ratu Alivya Syahrazard R; Agus Suyadi Raharusun
Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v9i1.50854

Abstract

ABSTRAK Kesehatan mental dan emosional anak merupakan aspek penting dalam perkembangan yang optimal. Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) digunakan sebagai instrumen screening untuk mengidentifikasi masalah emosional dan perilaku anak secara dini. Media film, khususnya film edukatif, memiliki potensi besar sebagai sarana pembelajaran emosi yang menarik dan mudah dipahami anak-anak. Artikel ini membahas implementasi program Edukasi Emosi Berbasis Film Inside Out yang disesuaikan dengan hasil screening SDQ dalam kegiatan pemberdayaan Mitra Orda Pemda Kota Cimahi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan mixed methods sederhana, dimulai dengan screening SDQ terhadap 87 siswa Sekolah Rakyat Merdeka Pelajar 8, dilanjutkan dengan pemutaran film, diskusi interaktif, permainan ekspresi emosi, dan refleksi bersama. Hasil screening menunjukkan bahwa 47% siswa mengalami masalah emosional, lebih dari 53% menghadapi kesulitan perilaku, serta 23% mengalami hambatan dalam hubungan dengan teman sebaya. Setelah mengikuti program, anak-anak tampak lebih mampu menyebutkan emosi dasar, berani mengekspresikan perasaan, serta lebih terbuka kepada guru maupun teman. Guru juga menilai adanya perubahan positif dalam keterbukaan emosional siswa. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis film dapat meningkatkan literasi emosi dasar anak, meskipun terbatas pada efek jangka pendek. Diperlukan keberlanjutan program dengan melibatkan guru, orang tua, serta dukungan lembaga terkait agar intervensi lebih berdampak jangka panjang. Kata Kunci : Film edukatif, SDQ, Literasi emosi, pemberdayaan. ABSTRACT Children’s mental and emotional health is a crucial aspect of optimal development. The Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) is used as a screening instrument to identify children’s emotional and behavioral problems at an early stage. Film media, particularly educational films, holds great potential as an engaging and accessible tool for children’s emotional learning. This article discusses the implementation of the Inside Out Film-Based Emotional Education Program, which was adapted to the results of the SDQ screening within the empowerment program of Mitra Orda Pemda Kota Cimahi activities. The study employed a simple mixed-methods approach, beginning with SDQ screening of 87 students from Sekolah Rakyat Merdeka Pelajar 8, followed by film screening, interactive discussions, emotional expression games, and collective reflections. The screening results indicated that 47% of students experienced emotional problems, more than 53% faced behavioral difficulties, and 23% encountered challenges in peer relationships. After participating in the program, children appeared more capable of identifying basic emotions, expressing their feelings confidently, and being more open with teachers and peers. Teachers also reported positive changes in students’ emotional openness. This program demonstrates that a film-based approach can enhance children’s basic emotional literacy, although its impact remains limited to the short term. Program continuity involving teachers, parents, and institutional support is required to achieve longer-term effects. Keywords: Educational film, SDQ, Emotional literacy, Community Service Program.  
Penguatan Literasi Digital Al-Qur'an dan Hadis Santri PKP Al-Hidayah Jambi Dalam Menangkal Hoaks Keagamaan Hasbullah Hasbullah; Muhammad Al Fikri; Muhammad Syachrofi
Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v9i1.53998

Abstract

Abstrak Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Penguatan Literasi Al-Qur’an dan Hadis Berbasis Digital bagi Santri PKP Al-Hidayah Provinsi Jambi dilaksanakan sebagai respons atas meningkatnya penyebaran hoaks keagamaan di media sosial yang kerap memanipulasi ayat Al-Qur’an dan hadis tanpa rujukan otoritatif. Fenomena ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman keagamaan dan konflik sosial, sehingga pesantren dipandang memiliki peran strategis dalam memperkuat literasi digital keagamaan. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui lima tahapan: to know, to understand, to plan, to act, dan to change. Kegiatan meliputi observasi awal, diskusi kelompok terarah, penguatan materi literasi digital, pelatihan penggunaan aplikasi dan situs tafsir serta hadis digital, analisis studi kasus hoaks keagamaan, dan praktik verifikasi langsung. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan literasi digital Al-Qur’an dan hadis santri, ditandai dengan kenaikan skor pre-test dari 46,67 menjadi 92,87 pada post-test. Selain itu, santri menunjukkan peningkatan kemampuan verifikasi keabsahan informasi keagamaan dan terbentuknya budaya “saring sebelum sharing” sebagai etika bermedia sosial. Program ini juga memperkuat kapasitas guru dan pengurus pesantren serta mendorong terbentuknya komunitas literasi digital santri. Dengan keberlanjutan program melalui integrasi ke kegiatan pesantren, PKP Al-Hidayah berpotensi menjadi model penguatan literasi digital keagamaan di Provinsi Jambi. Kata Kunci: literasi digital, Al-Qur’an dan hadis, hoaks keagamaan, pesantren, PAR   Abstract The Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PkM) entitled Strengthening Digital-Based Qur’anic and Hadith Literacy for Santri of PKP Al-Hidayah, Jambi Province was implemented in response to the increasing spread of religious hoaxes on social media, which frequently manipulate Qur’anic verses and hadith without authoritative sources. This phenomenon poses a serious threat, as it may lead to religious misunderstandings and social conflict. Islamic boarding schools (pesantren), as centers of Islamic education, hold a strategic position in strengthening digital religious literacy to counter such hoaxes. This program employed a Participatory Action Research (PAR) approach through five stages: to know, to understand, to plan, to act, and to change. Activities included initial observation, focus group discussions, enrichment of digital religious literacy materials, training on the use of digital tafsir and hadith applications and websites, analysis of religious hoax case studies, and hands-on verification practices. The results indicate a significant improvement in the santri’s digital Qur’anic and hadith literacy, as reflected in the increase of pre-test scores from 46.67 to 92.87 in the post-test. Moreover, participants demonstrated enhanced skills in verifying the authenticity of religious information and the establishment of a “filter before sharing” culture as a new norm of ethical social media engagement. The program also strengthened the capacity of teachers and pesantren administrators and fostered the formation of a santri digital literacy community. With sustained implementation through integration into pesantren activities, PKP Al-Hidayah has the potential to serve as a model for strengthening digital religious literacy in Jambi Province. Keywords: digital literacy; Qur’an and hadith; religious hoaxes; pesantren; PAR
Penguatan Literasi Pemasaran dan Akuntansi Syariah Melalui Program Capacity Building Pada Mahasiswa dan Siswa SMK di Bogor Rendra Fahrurrozie; Rizky Nanda Verina; Heru Wibowo; Sholeh Abdul Qudus; Aisyah As-Salafiyah
Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v9i1.54893

Abstract

Abstrak Rendahnya literasi ekonomi syariah pada mahasiswa dan siswa sekolah menengah menunjukkan adanya kesenjangan antara penguasaan konseptual dan kesiapan aplikatif dalam bidang ekonomi Islam. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan penguatan literasi berbasis capacity building yang terintegrasi dengan mekanisme knowledge transfer dan pemberdayaan berkelanjutan. Program dilaksanakan melalui tiga seminar tematik, Pemasaran Syariah, Audit Syariah, dan Pemasaran Syariah (Batch 2) dengan pendekatan pembelajaran orang dewasa (adult learning approach) yang menekankan relevansi praktis dan studi kasus aplikatif. Sebanyak 75 responden terlibat dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan rata-rata sebesar 98,3% dan kesiapan mengikuti kegiatan lanjutan sebesar 88,2%, dengan 100% respons positif pada dua seminar terakhir. Tahap hilirisasi dilakukan melalui sosialisasi literasi ekonomi syariah pada enam sekolah mitra di wilayah Cibinong dan Kota Bogor, yang menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap prinsip akad, etika transaksi, serta diferensiasi sistem ekonomi syariah dan konvensional. Secara konseptual, model ini menghasilkan efek multiplikatif (multiplier effect), di mana penguatan kapasitas mahasiswa berkontribusi pada perluasan literasi di tingkat sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pengabdian berbasis penguatan kapasitas internal dan ekspansi literasi eksternal efektif dalam membangun ekosistem literasi ekonomi syariah yang berjenjang dan berkelanjutan. Kata Kunci: capacity building, literasi ekonomi syariah, adult learning, knowledge transfer, pengabdian masyarakat Abstract The limited level of Islamic economic literacy among university and secondary school students reflects a gap between conceptual understanding and practical readiness in the field of Islamic economics. This community engagement program aimed to develop an integrated literacy enhancement grounded in capacity building, incorporating a structured knowledge transfer mechanism and sustainable community empowerment principles. The program was implemented through three thematic seminars, Islamic Marketing, Islamic Auditing, and Islamic Marketing (Batch 2), employing an adult learning approach that emphasized practical relevance and case-based applications. A total of 75 respondents participated in the seminars. Evaluation results demonstrated an average satisfaction rate of 98.3% and a follow-up readiness rate of 88.2%, with 100% positive responses recorded in the latter two seminars. The dissemination phase was conducted in six partner schools in the Cibinong and Bogor areas, revealing improved student understanding of Islamic contract principles, ethical transactions, and distinctions between Islamic and conventional economic systems. Conceptually, the model generated a multiplier effect, whereby strengthened student capacity at the university level contributed to the expansion of Islamic economic literacy at the secondary education level. These findings indicate that an integrated approach combining internal capacity strengthening and external literacy expansion is effective in fostering a tiered and sustainable Islamic economic literacy ecosystem. Keywords: capacity building, Islamic economic literacy, adult learning, knowledge transfer, community  service
Pendampingan Pengembangan Potensi Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Desa Tanah Kuning Kabupaten Bulungan Sebagai Desa Wisata Dan Industri Woro Kusmaryani; Enditiyas Pratiwi; Tri Cahyono; Ramli; Sulidah; Ratno Achyani; Anang Sulityo
Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v9i1.55302

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi generasi muda dalam pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Desa Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, sebagai desa wisata dan industri. Kegiatan dilaksanakan dengan desain service learning melalui bentuk pendampingan kepada siswa-siswi SMAN 1 dan SMKN 1 Tanjung Palas Timur. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 26 November 2025 di aula sekolah mitra melalui dua sesi utama, yaitu sosialisasi potensi pariwisata desa dan sosialisasi potensi ekonomi kreatif. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi, diskusi partisipatif, identifikasi potensi lokal, serta latihan penyusunan ide produk dan jasa kreatif berbasis sumber daya setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengenali potensi unggulan Desa Tanah Kuning yang meliputi pantai, spot sunset, mangrove, kuliner lokal, dan cerita lokal sebagai modal dasar pengembangan desa wisata. Pada aspek ekonomi kreatif, peserta berhasil merumuskan sejumlah gagasan usaha, seperti produk amplang ikan, suvenir berbasis anyaman manik dan kain batik, serta jasa konten kreatif untuk promosi destinasi dan UMKM. Kegiatan ini juga menunjukkan partisipasi mitra yang aktif, ditandai dengan kehadiran 89 peserta, keterlibatan intensif dalam diskusi, dan munculnya 17 ide pengembangan. Dampak utama kegiatan terletak pada meningkatnya pengetahuan peserta, tumbuhnya kesadaran akan peran pelajar dalam pembangunan lokal, serta munculnya inisiatif tindak lanjut berupa pembentukan kelompok siswa peduli wisata dan ekonomi kreatif, produksi konten destinasi, dan rencana kolaborasi sekolah dengan desa. Dengan demikian, kegiatan pendampingan ini efektif sebagai langkah awal dalam menumbuhkan kapasitas, kepedulian, dan kreativitas generasi muda untuk mendukung pengembangan Desa Tanah Kuning sebagai desa wisata dan industri berbasis potensi lokal. Kata Kunci: desa tanah kuning, desa wisata, ekonomi kreatif, generasi muda, service learning.    Abstract This community service program aimed to enhance young people’s understanding and participation in developing the tourism and creative economy potential of Tanah Kuning Village, Bulungan Regency, as a tourism village and industrial village. The program was implemented using a service-learning design through a mentoring approach involving students of SMAN 1 and SMKN 1 Tanjung Palas Timur. The activity was conducted on November 26, 2025, in the partner schools’ hall through two main sessions, namely the socialization of village tourism potential and the socialization of creative economy potential. The implementation methods included material presentation, participatory discussion, identification of local potential, and guided exercises in designing product and creative service ideas based on local resources. The results showed that participants were able to identify the main potential of Tanah Kuning Village, including beaches, sunset spots, mangrove areas, local culinary products, and local stories as fundamental assets for tourism village development. In the creative economy aspect, participants successfully formulated several business ideas, such as fish amplang products, souvenirs based on beaded weaving and batik fabric, as well as creative content services for promoting destinations and local micro, small, and medium enterprises. The program also demonstrated active partner participation, as reflected in the attendance of 89 participants, intensive engagement in discussions, and the emergence of 17 development ideas. The main impacts of the activity were the improvement of participants’ knowledge, the growth of awareness regarding students’ roles in local development, and the emergence of follow-up initiatives such as the establishment of a student group concerned with tourism and creative economy, destination content production, and plans for collaboration between schools and the village. Therefore, this mentoring activity proved effective as an initial step in fostering the capacity, awareness, and creativity of young people to support the development of Tanah Kuning Village as a tourism and industrial village based on local potential. Keywords: economy, tanah kuning village, tourism village, service-learning, youth.  
Penguatan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas Pada Remaja Di Garut Dimas Yudhistira; Teguh Tuhu Prasetyo; Pradhana Wahyu Nariendra
Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v9i1.55332

Abstract

Abstrak Guna menerapkan pendekatan Manajemen Transportasi yang menekankan pada isu keselamatan berlalu lintas dan perilaku berkendara, perlu merancang sebuah program penguatan peningkatan kesadaran keselamatan berlalu lintas untuk remaja. Program yang dibingkai dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat ini menyasar target remaja yang sedang bersekolah di area Kabupaten Garut. Disinyalir para remaja yang berumur rata-rata 17 tahun mengabaikan aturan keselamatan berlalu lintas di jalan raya Kabupaten Garut, saat mengendarai kendaraan bermotor khususnya sepeda motor. Aduan pihak sekolah terhadap perilaku berkendara ini merupakan dasar utama dilaksanakan program penguatan kesadaran berlalu lintas ini. Adapun program penguatan kesadaran berlalu lintas ini menggunakan metode ceramah dan praktik. Sedangkan metode pengukuran pemahaman dari para peserta dilakukan dengan pengisian pre-test dan post-test. Dari kedua tes tersebut didapatkan data jawaban peserta yang kemudian diolah menggunakan metode statistika uji nonparametik. Setelah dilakukan program ini dapat disimpulkan bahwa kesadaran para remaja meningkat dari sisi kesadaran atas lingkungan, kesadaran atas keselamatan bersama, dan keselamatan diri sendiri. Juga pengetahuan remaja terkait marka jalan dan rambu lalu lintas mengalami kenaikan. Dapat diargumentasikan jika program pengabdian kepada Masyarakat ini memberikan dampak signifikan terhadap perilaku remaja saat membawa kendaraan bermotor di jalan raya. Namun, dampak positif ini perlu dilakukan monitoring yang berkelanjutan guna menjaga kelestarian pemahaman para remaja. Kata Kunci: Kabupaten Garut, transportasi, keselamatan berlalu lintas, perilaku, remaja   Abstract By applying a Transportation Management approach that emphasizes traffic safety issues and driving behavior, we designed a program aimed at strengthening adolescents’ awareness of road safety. This community engagement initiative targets high school students in the Garut Regency area. Evidence suggests that many adolescents, with an average age of 17, tend to disregard traffic safety regulations when operating motor vehicles—particularly motorcycles—on public roads in Garut. Complaints from schools regarding students’ unsafe driving behavior served as the primary basis for implementing this awareness‑building program. The results indicate that the program successfully enhanced adolescents’ awareness in several dimensions: environmental awareness, awareness of collective safety, and awareness of personal safety. Their knowledge of road markings and traffic signs also showed measurable improvement. The program employed a combination of lectures and practical activities, while participants’ understanding was assessed through pre‑tests and post‑tests. The responses from both tests were subsequently analyzed using non‑parametric statistical methods. It can be argued that this community service program has had a significant impact on adolescents’ behavior when operating motor vehicles on public roads. Nevertheless, sustained monitoring is required to ensure the long‑term preservation of these positive outcomes. Keywords: Garut, transportation, traffic safety, awareness, adolescents