cover
Contact Name
Moebari
Contact Email
moebari54@yahoo.com
Phone
(0274) 587677
Journal Mail Official
lppmkaryahusada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tentara Rakyat Mataram No. 11 B
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Karya Husada
ISSN : 2337649X     EISSN : 26558874     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Karya Husada merupakan Jurnal kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kesehatan Karya Husada pada tahun 2013. Jurnal Kesehatan Karya Husada terbit 2 kali setahun pada bulan Januari dan Agustus.
Articles 350 Documents
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB DAN TANDA GEJALA ANAK DENGAN CEREBRAL PALSY Nining Sulistyawati; Arif Rohman Mansur
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Anak dengan Cerebral palsy (CP) merupakan Anak Berkebutuhan Khusus dimana terjadi kelumpuhan otak yang menyebabkan gangguan dalam proses tumbuh kembang baik secara fisik maupun emosional yang akan berpengaruh pada perkembangannya. Metodologi Penelitian : Penelitian Deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran factor risiko penyebab kejadian Cerebral Palcy. Lokasi penelitian di Children House/Griya Lare Utami Bantul dan SLB Negeri 1 Bantul dengan sampel sebanyak 20 orang tua dan anak CP yang diambil secara purposive sampling. Analisis data dengan analisis univariat. Hasil Penelitian : Faktor Penyebab dengan faktor prenatal penyebab kejadian CP 60% dengan kehamilan patologis berupa kehamilan dengan penyakit TORCH, tumor otak, preeklamsia, dan infeksi lain. Faktor penyebab dengan factor kelahiran 20% anak lahir secara SC, 5% dengan persalinan sungsang, dan 75% dengan persalinan spontan pervaginam. 20% lahir premature, dan 80% lahir cukup bulan. Berat badan lahir bayi 20% BBLR, 5% dengan cacat bawaan, dan 75% dengan berat badan lahir normal. Faktor penyebab setelah kelahiran 40% anak terinfeksi TORCH, 35% anak dengan penyakit hidrocepalus, dan 5% dengan tumor otak. Tanda gejala anak CP adalah keterlambatan dalam perkembangan seperti tengkurap duduk dan berjalan yang tidak sesuai tahapan perkembangan.. Kesimpulan : Faktor penyebab kejadian CP terdiri dari factor prenatal, factor kelahiran, dan factor setelah kelahiran. Tanda gejala anak CP adalah mengalami keterlambatan dalam perkembangan pada usia kurang dari 2 tahun. Saran : Perlu perencanaan kehamilan yang untuk mengurangi risiko komplikasi terhadap ibu dan bayi, serta pentingnya memantau tumbuh kembang anak sehingga bila ditemukan keterlambatan bisa dilakukan intervensi sedini mungkin. Kata Kunci : Faktor Penyebab, Tanda Gejala Cerebral palcy, Cerebral Palcy
UPAYA DETEKSI DINI CA SERVIKS OLEH BIDAN PRAKTEK MANDIRI SEBAGAI PERWUJUDAN HAK REPRODUKSI PEREMPUAN DITINJAU DARI ASPEK HUKUM DAN HAM Amri Wulandari
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ca Serviks merupakan penyebab kematian tertinggi kedua di dunia pada wanita setelah kanker payudara. Di seluruh dunia dialami oleh 1,4 juta wanita. Data yang didapat dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) diketahui terdapat 493.243 jiwa per-tahun penderita kanker serviks baru dengan angka kematian sebanyak 273.505 jiwa per-tahun. Mayoritas perempuan yang telah terdiagnosa kanker serviks sebelumnya tidak melakukan deteksi dini (skrining) atau tidak melakukan tindak lanjut setelah ditemukan adanya hasil abnormal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) pasien dan faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam perwujudan hak reproduksi. Penelitian ini merupakan deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis sosiologis, jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder, dengan analisis kualitatif. Pemenuhan HAM pasien dalam pelaksanaan deteksi dini Ca serviks oleh bidan praktik mandiri belum tercapai dengan maksimal. Sedangkan pelaksanaan deteksi dini kanker serviks oleh bidan praktik mandiri sebagai perwujudan hak kesehatan reproduksi perempuan ditinjau dari aspek hukum dan Hak Asasi Manusia belum terselenggara dengan baik meskipun sudah menjadi program rutin pelayanan di tempat praktik. Faktor penghambatnya belum adanya Peraturan Pemerintah daerah tentang IVA, sedikitnya jumlah tenaga kesehatan yang terlatih, masih minimnya sosialisasi kepada masyarakat, kesadaran masyarakat yang kurang untuk melakukan deteksi dini Ca Serviks, serta faktor ekonomi masyarakat. Faktor pendukung adanya komitmen bidan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya pemeriksaan IVA mengingat dampak dan resiko tidak melakukan deteksi dini Ca Serviks cukup berbahaya. Kata Kunci : Deteksi dini Ca Serviks, Hak Reproduksi Perempuan, Hukum dan Hak Asasi Manusia
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KETERGANTUNGAN ANAK TERHADAP PENGGUNAAN GADGET Vitrianingsih Vitrianingsih; Sitti Khadijah; Inayati Ceria
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Usia pra sekolah merupakan masa kritis bagi perkembangan anak dimana pada masa ini anak mampu menerima informasi dan menyerap ilmu pengetahuan dari berbagai media, salah satunya melalui teknologi gadget . Banyak manfaat positif yang diperoleh dari penggunaan gadget, namun penggunaan gadget secara continue akan berdampak buruk bagi pola perilaku anak dalam keseharian anak. Pengasuhan yang tepat dari orang tua sangatlah penting diberikan kepada anak, karena anak masih terlalu muda dan belum memiliki pengalaman untuk membimbing perkembangannya sendiri ke arah kematangan. Metode: Jenis penelitian yaitu survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh orang tua dan anak pra sekolah di TK Gugus IX Kecamatan Depok dengan jumlah sampel 103 yang diambil secara purposive sampling.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakananalisisunivariat dan bivariat menggunakan ujichi square. Hasil: Peran orang tua dalam penggunaan gadget di gugus IX Kecamatan Depok Sleman Yogyakarta sebanyak 87% dalam kategori baik, sebanyak 26,2% anak pra sekolah di TK gugus IX ketergantungan dengan gadget, ada hubungan peran orang tua dengan ketergantungan gadget pada anak dengan p-value 0,008. Kesimpulan: Ada hubungan peran orang tua dengan ketergantungan gadget pada anak Kata Kunci: Peran orang tua, ketergantungan gadget, anak pra sekolah
LITERATUR REVIEW ASPEK SPIRITUALITAS / RELIGIUSITAS DAN PERAWATAN BERBASIS SPIRITUAL / RELIGIUS PADA PASIEN KANKER Imron Rosyadi; Kusbaryanto Kusbaryanto; Falasifah Ani Yuniarti
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Kanker merupakan penyakit mengancam jiwa yang dapat menimbulkan masalah bio-psiko-sosio-spiritual bagi penderitanya. Saat ini kajian aspek spiritual/religius pasien kanker khususnya di Indonesia belum banyak dilakukan. Tujuan : Menganalisis aspek spiritualitas/religiusitas, karakteristik aspek spiritual/religius dan perawatan berbasis spiritual/religius pada pasien kanker. Metode Penelitian : Literatur review dengan metode scoping review. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran di internet menggunakan Google Scholar, PubMed, dan Proquest dengan kata kunci spiritual kanker, religius kanker pada jurnal yang diterbitkan tahun 2013-2018. Hasil : Ditemukan 2.727 penelitian sesuai kata kunci. Dilakukan review terhadap 47 jurnal penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Didapatkan aspek spiritualitas/religiusitas : koping menggunakan spiritual/religius, keyakinan spiritual/religius, dukungan komunitas, transformasi spiritual/religius, dan ritual spiritual/religius. Karakteristik aspek spiritual/religius : penggunaan ajaran agama sebagai koping, penggunaan keyakinan terhadap Tuhan, kebutuhan terhadap keluarga dan komunitas, proses perkembangan spiritual/religius, dan peningkatan kegiatan ritual keagamaan. Perawatan berbasis spiritual/religius pada pasien kanker meliputi spiritual healing, MATCH, spiritual group terapi, SEFT, RIME, MBSR, psikoterapi spiritual, dan terapi terintegrasi dalam. Kesimpulan : Terdapat lima aspek spiritual/religius pada pasien kanker dan karakteristiknya merupakan komponen yang penting diketahui oleh perawat dalam pemberian asuhan keperawatan terhadap pasien kanker. Kata Kunci : perawatan spiritual, perawatan religius, kanker
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KLINIK MODEL BEDSIDE TEACHING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK MAHASISWA Helsy Desvitasari
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pembelajaran merupakan suatu proses dalam menjembatani perilaku dan tindakan yang diwujudkan dalam bentuk sebuah transformasi nilai, salah satunya dalam bentuk kemampuan professional yang dihasilkan dari gerakan psychomotor. Kemampuan psikomotorik mahasiswa diranah profesi turut dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang digunakan yaitu bedside teaching serta peran serta preceptor sebagai seorang educator dan mentor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran klinik model bedside teaching dalam meningkatkan kemampuan psikomotorik mahasiswa profesi ners. Metodologi Penelitian : Desain penelitian ini adalah eksperimental quasi, pre dan post test dengan control grup. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan pencocokan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 orang mahasiswa yang sedang melakukan praktik keperawatan dewasa dengan kompetensi pengkajian dan perawatan luka selanjutnya sampel dibagi kedalam 2 kelompok yaitu 42 mahasiswa kelompok eksperimen dan 38 kelompok control. Instrument yang digunakan adalah lembar checklist MINI CEX dan DOPS. Hasil Penelitian : Hasil penelitian diuji dengan Wilcoxon. Dari hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan tingkat kemampuan psikomotorik mahasiswa dalam melakukan pengkajian luka yang ditunjukkan dengan nilai p 0.001 dan adanya peningkatan kemampuan psikomotorik dalam melakukan perawatan luka dengan nilai p 0.002. Kesimpulan : Metode pembelajaran klinik model bedside teaching lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional dalam meningkatkan kemampuan psikomotorik mahasiswa. Kata Kunci : bedside teaching, psikomotorik
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) DI BIDAN E KABUPATEN BOGOR Yuanita Viva Avia Dewi; Atika Sukma Kushartanti
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Keluarga sebagai komponen dari masyarakat berperan signifikan dalam mempengaruhi status kesehatan. Ibu dan anak merupakan anggota keluarga yang perlu mendapatkan prioritas dalam penyelenggaraan upaya kesehatan, karena ibu dan anak merupakan kelompok yang rentan. Kekurangan Gizi pada usia dini dapat dicegah dengan pemberian ASI Eksklusif. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan salah satu indikator keberhasilan ASI Eksklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang Inisiasi Menyusui Dini berdasarkan umur, pendidikan, paritas, pekerjaan, sumber informasi, ekonomi dan jumlah ANC. Metodologi Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross-secsional. Analisa data dengan menggunakan uji Chi-square. Jumlah responden 97 dengan teknik accidental sampling. Hasil : Terdapat hubungan pada variabel pengetahuan, umur, pendidikan, sumber informasi dan jumlah kunjungan ANC. Sedangkan variabel ekonomi menunjukkan tidak ada hubungan. Kesimpulan : Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, umur, pendidikan, sumber informasi dan jumlah kunjungan ANC sangat mempengaruhi ibu dalam melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Kata Kunci: Pengetahuan, IMD
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA GONORHOE DI PUSKESMAS TANAH SAREAL KOTA BOGOR Mukhlisiana Ahmad
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Negara Indonesia merupakan negera dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia. Tahun 2011 dimana infeksi Gonorhoe sebesar 79%. Kasus PMS di Jawa Barat pada tahun 2010 – 2011 sebanyak 19.769 kasus, dimana kasus Gonorhoe (GO) dan sifilis sebanyak 2.189 orang. Di Kota Bogor Pada tahun 2017 kasus IMS berjumlah 3.016 termasuk Gonorhoe. Di Puskesmas Tanah Sareal tercatat kasus PMS Gonorhoe Tahun 2018 Kota Bogor adalah laki-laki 16 orang dan perempuan 32 orang. Metodologi Penelitian : Jenis Penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan faktor hubungan terjadinya PMS gonorhoe di wilayah kerja Puskesmas Tanah Sareal. Pengolahan data menggunakan aplikasi SPPS V21. Hasil : Hasil penelitian Berdasarkan Jenis kelamin kejadian Gonorhoe tertinggi pada jenis kelamin perempuan 32 orang (66,70%). Berdasarkan usia kejadian Gonorhoe tertinggi pada usia 20-29 tahun 22 orang (45,80%). Berdasarkan pekerjaan kejadian Gonorhoe tertinggi pada wiraswasta 27 orang ( 56,30%). Kesimpulan : Berdasarkan tingkat resiko terdampak gonorhoe yang berisiko tinggi adalah jenis kelamin laki- laki, berdasarakn usia adalah usia 30-39 tahun dan berdasarkan pekerjaan adalah wiraswasta. Diharapakan hasil penelitian ini menjadi bahan informasi dan salah satu referensi pembelajaran, masukan bagi para tenaga kesehatan untuk selalu dapat meningkatkan promosi Kesehatan tentang Gonorhoe. Kata Kunci : IMS, gonorhoe
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASETAT (IVA) TEST DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CANGKRINGAN SLEMAN YOGYAKARTA Siti Fadhilah; Noviana Wulandari; Tutik Astuti
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Karya Husada (JKKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v9i2.315

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penderita kanker leher rahim di Indonesia semakin tinggi.Promosi kesehatan dan deteksi dini menjadi prioritas untuk mencegah dan menangani penyakit.Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 9 Februari 2018 oleh penelitiyang dilakukan di Puskesmas Cangkringan Sleman Yogyakarta menunjukan bahwa terdapatJumlah ibu yang melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual asetat (IVA) test yaitu pada tahun2017 masih sangat rendah dan belum memenuhi target dibandingkan dengan jumlah PUS yangada di wilayah kerja Puskesmas Cangkringan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungandukungan suami dengan perilaku pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) test di wilayahkerja Puskesmas Cangkringan Sleman Yogyakarta.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode korelasi prediktif denganrancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 70 orang dengan teknik pengambilan dataProbability Samples dengan menggunakan Proportionate Stratified Rendom Sampling. Analisisdata menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Sebagianbesar suami mendukung perilaku pemeriksaan IVA test yaitu sebanyak 48 orang (68,57%).Sebagian besar perilaku pemeriksaan IVA test pada ibu tidak teratur yaitu sebanyak 40 orang(57,14%). Hasil uji chi square antara dukungan suami dengan perilaku pemeriksaan inspeksivisual asetat (IVA) test didapat nilai signifikansi 0,021 (<0,005). Kesimpulan: Ada hubunganyang signifikan dukungan suami dengan perilaku pemeriksaan inspeksi visual asetat (IVA) test
HUBUNGAN NILAI TROMBOSIT DAN HEMATOKRIT DENGAN KEGAGALAN ARTERIOVENOUS FISTULA PADA PASIEN GAGAL GINJAL DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Muhammad Satria; Raflis Rustam; Vendry Rivaldy
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Karya Husada (JKKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v9i2.409

Abstract

ABSTRAK Abstrak: Hubungan Nilai Trombosit dan Hematokrit dengan Kegagalan Arterovenous Fistula pada pasien Gagal Ginjal Kronis di RSUP Dr.dr.M.Djamil Padang Hemodialisis adalah pengobatan pada gagal ginjal yang menggunakan mesin untuk mengirimkan darah pasien melalui sebuah penyaring. Fistula arteriovenosa dan cangkok arteriovenosa merupakan akses vaskuler yang didesain untuk penggunaan jangka panjang. Di dunia jumlah pasien gagal ginjal kronis (GGK) stadium akhir yang memerlukan hemodialisis semakin mening­kat. Akan tetapi hampir 50% fistula arteriovenosa tidak pernah dapat digunakan untuk hemodialisis, dan jika dapat digunakan, 25% akan mengalami kega­galan setelah 2 tahun. Banyaknya faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan AVF, diantaranya kerusakan dinding endotel atau adanya aliran darah yang lambat atau hiperkoagulasi. Kata Kunci.Gagal ginjal kronis, Hemodialisis, Arterovenous Fistula, Kegagalan AVF
EFEKTIVITAS MASSASE NAPE TERHADAP PERCEPATAN PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM Endah Tri Wahyuni; Ratna Wulan Purnami
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Karya Husada (JKKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v9i2.410

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) merupakan asupan yang sangat penting bagi bayi. Organisasi WHO (World Health Organization) dan UNICEF merekomendasikan pemberian ASI secara ekslusif semenjak lahir sampai usia 6 bulan pertama agar bayi mencapai pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan secara optimal. Pencapaian yang optimal tersebut dapat dicapai salah satunya dengan menerapkan massase nape pada ibu post partum agar pengeluaran ASI lebih cepat keluar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menjelaskan, bagaimana efektivitas massase nape terhadap percepatan pengeluaran ASI pada ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik II Sleman . Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan post test, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dibagi menjadi kelompok yang diberikan intervensi dan kelompok kontrol yang diambil secara purposive sampling. Analisis data univariat dan bivariat..Hasil penelitian menunjukkan, efektivitas massase nape terhadap percepatan pengeluaran ASI menurut uji statistic Mann Whitney Test didapatkan hasil (p value 0,002) < 0,05, artinya massase nape efektiv dalam percepetan pengeluaran ASI.

Page 11 of 35 | Total Record : 350