cover
Contact Name
Dame Evalina Simangunsong
Contact Email
dameevalinas8@gmail.com
Phone
+6281362434160
Journal Mail Official
penelitian@poltekkes-medan.ac.id
Editorial Address
Jl. Jamin Ginting KM 13,5 Kel. Lau Cih Kec. Medan Tuntungan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist)
ISSN : 26230046     EISSN : 26852764     DOI : 10.36911
Core Subject : Health,
Jurnal PANNMED merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang kefarmasian, analis kesehatan, keperawatan, gizi, kebidanan, kesehatan lingkungan, dan keperawatan gigi.
Articles 748 Documents
ANALISIS PEMBERIAN TABLET FE DENGAN KOMBINASI VITAMIN C DAN VITAMIN A TERHADAP ANEMIA PADA SISWI SMU DI KECAMATAN MEDANG DERAS KABUPATEN BATUBARA Yulina Dwi Hastuty; Dodoh Khodijah
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.855 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v12i2.17

Abstract

Kadar Hb yang rendah (anemia) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh seorang wanita tidak terkecuali remaja. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia dibandingkan dengan remaja laki-laki karena remaja perempuan setiap bulan mengalami siklus menstruasi dan memiliki kebiasaan makan yang salah. Anemia pada remaja akan berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, penurunan kesehatan dan gangguan pertumbuhan sehingga tinggi badan dan berat badan tidak mencapai normal. Kehamilan pada usia remaja juga memberi efek yang panjang yaitu menyebabkan kematian ibu, bayi, atau risiko melahirkan bayi dengan BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah), selain itu dapat menyebabkan penurunan antibody sehingga mudah sakit karena terserang infeksi dan dapat menimbulkan kelelahan, badan lemah, penurunan kapasitas/kemampuan atau produktivitas kerja Di Indonesia prevalensi kejadian anemia remaja cukup tinggi mencapai 57,1 %. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan peningkatan kadar Hb antara pemberian Fe kombinasi dengan Vitamin A atau Vitamin C dengan hanya pemberian Fe. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan randomized control trial design pretest posttest control group, Jumlah Sampel Sebanyak 105 yang dibagi dalam 3 kelompok perlakuan. Data dianalisis dengan menggunakan uji T dan Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Fe dengan vitamin A memiliki peningkatan rerata Hb yang lebih tinggi dibanding 2 kelompok perlakuan lainnya.
ANALISA KANDUNGAN ASAM BENZOAT PADA MANISAN BUAH JAMBU BIJI YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR TEMBUNG MEDAN TAHUN 2017 Geminsyah Putra Siregar
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.237 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v12i2.18

Abstract

Indonesia memiliki iklim tropis namun banyak sumber daya alam yang belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat seperti jambu biji. Jambu biji merupakan tanaman multifungsi dan serbaguna, jambu biji disebut klutuk yang merupakan salahsatu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Jambu biji juga sering dibuat manisan. Pada manisan buah jambu biji biasanya produsen menggunakan bahan tambahan makanan yang sering disebut asam benzoate, dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan mikroba, jamur dan dapat menjadi bahan pengawet yang dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama. Biasanya manisan jambu biji yang tidak menggunakan bahan pengawet hanya dapat bertahan paling lama kurang dari lima hari, lebih dari itu manisan tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi, sebab akan tercemar mikroba ataupun jamur.Tempat penelitian dilakukan di : Laboratorium Jurusan Analis Kesehatan jalan Williem Iskandar pasar V Barat Medan. Waktu penelitian : Juni – Agustus 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah : bersifat Eksperimen laboratorium yaitu dengan menggunakan metode titrasi alkalimetri sedangkan uji kualitatif dengan etanol dan asam sulfat untuk mengetahui ada tidaknya asam benzoat yang terdapat dalam sampel. Berdasarkan hasil penelitian dari 5 sampel manisan jambu biji kadar Asam benzoat yang di dapat kode A= 0,1075 g/kg, kode B = 0,1137 g/kg, kode C= 0,0834 g/kg, kode D= 0,1064 g/kg, kode E= 0,0573 g/kg, berkisar antara 0,0573 g/kg – 0,1137 g/kg hasil ini masih dalam ambang batas yang diperbolehkan. Sesuai Peraturan Kementrian Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/1988 tentang penggunaan asam benzoate yang diperbolehkan adalah tidak melebihi 1 g/kg. Dengan demikian, manisan buah jambu biji yang diperjualbelikan di Pasar Tembung Medan masih aman untuk di konsumsi.
PENGARUH PENAMBAHAN ZIRKONIUM OKSIDA DAN SERAT KACA PADA BAHAN BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS TERHADAP KEKUATAN IMPAK DAN TRANSVERSAL Eddy Dahar; Allya Nurul Laily
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v12i2.19

Abstract

Resin akrilik polimerisasi panas banyak digunakan sebagai bahan pembuat basis gigi tiruan karena memiliki beberapa kelebihan diantaranya bersifat biokompatibel, estetis baik, mudah diproses, tanpa membutuhkan tenaga ahli laboratorium dan harganya relatif murah. Namun, resin akrilik polimerisasi panas merupakan bahan basis gigi tiruan yang mudah mengalami fraktur karena memiliki kekuatan impak dan transversal yang kurang memadai. Kekuatan impak dan transversal dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan penguat nanopartikel zirkonium oksida dan serat kaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan nanopartikel zirkonium oksida konsentrasi 5% dan serat kaca potongan kecil ukuran 6 mm konsentrasi 2% pada bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap kekuatan impak dan transversal. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Penelitian ini dilakukan pada sampel yang berukuran 80 mm x 10 mm x 4 mm untuk uji kekuatan impak dan 65 mm x 10 mm x 2,5 mm untuk uji kekuatan transversal. Jumlah keseluruhan sampel adalah 60 sampel yang terdiri dari 30 sampel untuk kelompok uji kekuatan impak dan 30 sampel untuk kelompok uji kekuatan transversal. Setiap sampel diuji menggunakan alat Amslerotto Walpret Werke GMBH, Germany untuk uji kekuatan impak dan Torsee’s Electronic System Universal Testing Machine untuk uji kekuatan transversal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dengan penambahan nanopartikel zirkonium oksida konsentrasi 5% menghasilkan kekuatan impak dan transversal lebih tinggi dan signifikan dari pada penambahan serat kaca potongan kecil ukuran 6 mm konsentrasi 2% dan tanpa penambahan bahan penguat.
DETERMINAN PSIKOLOGIS YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUANG RAWAT INAP RSJ PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM TAHUN 2017 Endang Susilawati; Pondang Purba
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.365 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v12i2.20

Abstract

Gangguan jiwa (mental disorder) merupakan salah satu dari empat masalah kesehatan utama di negara-negara maju. Penyakit yang menempati urutan empat besar adalah penyakit degeneratif, gangguan jiwa, dan kecelakan. Gangguan jiwa tidak dianggap sebagai gangguan yang menyebabkan kematian secara langsung, namun beratnya gangguan tersebut dalam arti ketidk mampuan serta invaliditas baik secara individu maupun kelompok akan menghambat pembangunan, karena mereka tidak produktif dan tidak efisien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan psikologis yang berhubungan dengan terjadinya halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa di ruang rawt inap RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan tahun 2017. Jenis peneliti ini adalah analitik observasional yaitu untuk mencari hubungan antar variabel. Desain penelitian ini adalah cross sectional, yaitu penelitian yang pengukuran variabel-variabelnya dilakukan hanya satu kali, pada satu saat. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik systematic sampling besar sampel sebanyak 39 responden. Analisan datta menggunakan uji chi square, uji ini akan dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 16,0 dengan nilai signifikan p<0,15. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara determinan psikologis terhadap terjadinya halusinasi pendengaran dengan nilai p value= 0,00 dengan (p<0,15). Kesimpulan, ada hubungan antara determinan psikologis terhadap terjadinyahalusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa.
PENGARUH PENAMBAHAN ZIRKONIUM OKSIDA DAN SERAT POLIPROPILEN TERHADAP KEKUATAN IMPAK DAN TRANSVERSAL BAHAN BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS Eddy Dahar; Raudhatul Husna
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.502 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v12i2.21

Abstract

Heat polymerized acrylic resin is the most common material used for making denture base because of it’s advantages. However, this material still hasn’t fulfill all the ideal requirements as a denture base. Some disadvantages that need to be fixed are low impact and transverse strength causing an easy base of fracture. Several attempts were made to improve the mechanical properties of heat polymerized acrylic resin materials by adding reinforcing materials. Zirconium oxide is one of chemical group that can be used as a reinforcing material and polypropylene fiber which is including in fiber reinforcing groups. This study aims to determine whether there is a difference in the effect of the addition of 5% ZrO2 nanoparticles and 2% chopped polypropylene fibers 6 mm in length on the impact and transverse strength of heat polymerized acrylic resin denture base material. The design of this study is a laboratory experimental and the number of samples in this study are 60 samples. The result of this study shows the mean value of the impact and transverse strength of heat polymerized acrylic resin with ZrO2 nanoparticles reinforced is greater than the control group and heat polymerized acrylic resin group with polypropylene fiber reinforced with significant difference, and the mean value of impact and transverse strength of heat polymerized acrylic resin with polypropylene fibers reinforced is greater than the control group with significant difference.
PENGARUH METODE PENGERINGAN DENGAN TEMPERATUR RUANG DAN MICROWAVE TERHADAP KEKUATAN KOMPRESI DAN PERUBAHAN DIMENSI GIPS TIPE IV MODEL KERJA GIGI TIRUAN Dwi Tjahyaning Putranti; Yosanna Hayati Sitorus
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.276 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v12i2.23

Abstract

Bahan yang umum digunakan dalam proses pembuatan gigi tiruan adalah gips yang berasal dari kalsium sulfat dihidrat murni. Gips tipe IV merupakan gips yang digunakan sebagai bahan model kerja untuk proses pembuatan mahkota dan jembatan gigi tiruan. Model kerja gigi tiruan yang akurat harus memiliki kekuatan kompresi dan perubahan dimensi yang baik. Waktu yang menjadi pertimbangan dokter gigi dan tekniker dalam hal menunggu pengerasan model kerja sebelum melakukan prosedur laboratoris dapat diatasi dengan metode pengeringan alternatif yaitu pengeringan microwave. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan dengan temperatur ruang dan microwave terhadap kekuatan kompresi dan perubahan dimensi gips tipe IV sebagai model kerja gigi tiruan. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Sampel penelitian yang digunakan adalah gips tipe IV yang dikeringkan dengan temperatur ruang 23o±2oC selama 24 jam,microwave 600 W selama 5 menit dan 10 menit dengan ukuran sampel 20 mm x 40 mm untuk uji kekuatan kompresi dan 20 mm x 30 mm untuk uji perubahan dimensi. Jumlah sampel sebanyak 60 sampel yang terdiri dari 30 sampel untuk uji kekuatan kompresi dan 30 sampel untuk uji perubahan dimensi. Setiap sampel dilakukan uji kekuatan kompresi dan perubahan dimensi, kemudian dianalisis dengan uji ANOVAuntuk mengetahui pengaruh metode pengeringan temperatur ruang 23o±2oC selama 24 jam dengan microwave 600 W selama 5 menit dan 10 menit terhadap kekuatan kompresi dan perubahan dimensi gips tipe IV sebagai model kerja gigi tiruan, kemudian dilanjutkan dengan uji LSD untuk melihat perbedaan pengaruh antara masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengeringan microwave 600 W selama 5 menit dapat menjadi metode pengeringan alternatif untuk meningkatkan kekuatan kompresi dengan perubahan dimensi yang rendah.
PENGARUH PENAMBAHAN ZIRKONIUM OKSIDA PADA BAHAN BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS TERHADAP KEKUATAN IMPAK DAN TRANSVERSAL Eddy Dahar; Sri Handayani
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.53 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v12i2.24

Abstract

Resin akrilik yang dipolimerisasi panas (RAPP) telah banyak digunakan sebagai bahan dasar gigi tiruan karena memiliki kelebihan seperti keadaan biokompatibel, jauh lebih estetis, mudah diproses, tidak memerlukan keahlian laboratorium untuk memperbaiki dan harganya relatif murah. Namun, RAPP adalah bahan dasar gigi tiruan yang mudah patah karena kekuatan impak dan transversal yang rendah. Kekuatan impak dan transversal dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan penguat nanopartikel zirkonium oksida (ZrO2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan nanopartikel ZrO2 konsentrasi 5%, 6% dan 7% pada bahan basis gigi tiruan RAPP terhadap kekuatan impak dan transversal. Nanopartikel ZrO2 dilapisi dengan lapisan trimetoksisilipropilmetrilat (TMSPM) sebelum disonikasi dalam monomer ( MMA) dengan konsentrasi yang berbeda 5%, 6% dan 7% menurut beratnya. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Sampel penelitian ini adalah bentuk persegi panjang dengan ukuran batang uji 80 mm x 10 mm x 4 mm untuk uji kekuatan impak dan 65 mm x 10 mm x 2,5 mm untuk uji kekuatan transversal. Total sampel sebanyak 48 sampel terdiri dari 24 sampel untuk kelompok uji kekuatan impak dan 24 sampel untuk kelompok uji kekuatan transversal. Setiap sampel diuji Amslerotto Walpret Werke GMBH, Jerman untuk uji kekuatan Impak dan Electronic System Universal Testing Machine, Jepang untuk uji kekuatan transversal. Kesimpulan penambahan nanopartikel ZrO2 konsentrasi 5% dan 6% pada bahan basis gigi tiruan dari RAPP dapat meningkatkan kekuatan impak dan transversal namun dapat menurunkan kekuatan impak dan transversal dengan penambahan nanopartikel ZrO2 7% pada bahan basis gigi tiruan RAPP.
PERBEDAAN KEKASARAN PERMUKAAN BASIS RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS MENGGUNAKAN BAHAN PUMIS, CANGKANG TELUR DAN PASTA GIGI SEBAGAI BAHAN POLES Syafrinani Syafrinani; Yudi Setiawan
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.907 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v12i2.25

Abstract

Denture base widely were made from heat polymerized acrylic resin. Either one of physical properties on this material must be concern is surface roughness, rough surface could interfere patient’s comfort, and microbial colonization. Therefore polishing procedure were needed, polishing material that mostly used on acrylic resin was pumice, there is another alternative material i.e eggshell and toothpaste because had abrasive ability. The aim of this research is to determine the difference surface roughness of heat polymerized acrylic denture base resin used pumice, eggshell and toothpaste as polishing materials. The design research in this study is laboratory experimental with rectangle sample with size 50 x 20 x 3 ±1 mm. There are 30 samples for 3 groups. The result of this research shows a significant difference between pumice group and eggshell group with p value = 0,0001 (p < 0,05), pumice and toothpaste with p value = 0,0001 (p < 0,05), egghsell and toothpaste with p value = 0,032 (p < 0,05). Polishing that used an alternative material from eggshell and toothpaste produce lower surface roughness score rather than pumice.
EFEKTIVITAS MENGKONSUMSI TEBU DAN JAMBU BIJI TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK PADA SISWA/I SMP NEGERI 31 KODYAMEDAN KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN TAHUN 2017 Yetti Lusiani; Herlinawati Herlinawati; Aminah br Saragih
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.414 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v12i2.26

Abstract

Latar Belakang: Plak adalah suatu lapisan lunak yang biasanya berwarna kuning pucat, terdiri atas mikroorganisme yang berkembang biak di atas suatu matriks yang terbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi yang tidak dibersihkan. Tebu dan jambu biji merupakan buah yang memiliki kandungan serat dan air yang cukup banyak. Keduanya memerlukan pengunyahan yang cukup keras oleh karena itudapat membersihkan gigi dari sisa – sisa makanan secara alami, sehingga dapat mempengaruhi angka indeks plak. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik dengan metode Quasi Eksperimen dengan desain penelitian two group pre test and post test design. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah mengkonsumsi tebu dan jambu biji terhadap penurunan indeks plak. Penelitian ini dilakukan pada siswa/i SMP Negeri 31 Kodya Medan Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2017 dengan jumlah sampel 68 orang dan pengambilan sampel secara random sampling. Hasil: Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan penurunan indeks plak sebelum mengkonsumsi tebu terdapat rata-rata 2,38 dan sesudah mengkonsumsi tebu 1,44, sedangkan penurunan indeks plak sebelum mengkonsumsi jambu biji dengan rata-rata 2,05 dan sesudah mengkonsumsi jambu biji sebesar1,20. Kesimpulan : Dari penelitian ini ada perbedaan yang signifikan dari mengkonsumsi tebu dan jambu biji terhadap penurunan indeks plak. Mengkonsumsi tebu lebih efektif dari jambu biji.Dimana selisih indeks plak rata–rata sebelum dan sesudah mengkonsumsi tebu sebesar 0,94, sedangkan selisih indeks plak rata–rata sebelum dan sesudah mengkonsumsi jambu biji sebesar 0,85. Terjadi penurunan indeks plak yang lebih besar dengan mengkonsumsi buah tebu dari pada jambu biji pada siswa/i SMP Negeri 31 Kodya Medan Kecamatan Medan TuntunganTahun 2017.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG PADA IBU AKSEPTOR KB DI DESA TENGAH KECAMATAN PANCUR BATU WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANCUR BATU TAHUN 2017 Elizawarda Elizawarda
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.297 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v12i2.27

Abstract

Program KB Nasional mempunyai konstribusi penting dalam upaya meningkatkan kualitas penduduk. Kontribusi Program KB dapat dilihat pada pelaksanaan program Making Pragnancy Safer (PMS), dimana rencana strategi nasional PMSadalah bahwa setiap kehamilan harus merupakan kehamilan yang diinginkan. Untuk mewujudkan pesan kunci tersebut, KB merupakan upaya pelayanan preventif yang paling dasar dan utama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan denganpemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang dilaksanakan di DesaTengah Kecamatan Pancur Batu..Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruhakseptor KB di Desa Tengah wilayah kerja Puskesmas Pancur Batu pada bulan Desember 2016 berjumlah 123 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 94 orang dengan tehnik pengambilan sampel adalah simple random sampling dan data dianalisis dengan menggunakan uji statistic Fisher Exact. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan umur dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang dengan nilai p-value 0,011, ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang dengan nilai p-value 0,001 dan ada hubungan faktor dukungan suami dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang dengan nilai p-value 0,001 pada ? 0,05. Kesimpulannya terdapat hubungan umur, pengetahuan dan dukungan suami dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjangdi Desa Tengah Kecamatan Pancur Batu. Disarankan bagi wanita usia subur untuk meningkatkan pengetahuannya dengan lebih banyak bertanya kepada petugas kesehatan dan meningkatkan komunikasi dengan suami.

Page 2 of 75 | Total Record : 748


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Dsember 2025 Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2025 Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2025 Vol. 19 No. 3 (2024): Vol. 19 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2024 Vol. 19 No. 2 (2024): Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2024 Vol. 19 No. 1 (2024): Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2024 Vol. 18 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2023 Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2023 Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2023 Vol. 17 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2022 Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2022 Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode januari -April 2022 Vol. 16 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2021 Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2021 Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2021 Vol. 15 No. 3 (2020): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2020 Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2020 Vol 14 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2019 Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2019 Vol. 14 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2019 Vol 13 No 3 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2019 Vol. 13 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2018 Vol. 8 No. 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014 Vol 13 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2018 Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2018 Vol. 12 No. 3 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2018 Vol 12 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2018 Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017 Vol. 12 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2017 Vol. 11 No. 3 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2017 Vol. 11 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2016 Vol. 11 No. 1 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2016 Vol 10 No 3 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2016 Vol. 10 No. 3 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2016 Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2015 Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015 Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015 Vol 9 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2014 Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014 Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014 Vol 8 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2013 Vol 7 No 3 (2013): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2013 Vol 7 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2012 More Issue