cover
Contact Name
Dame Evalina Simangunsong
Contact Email
dameevalinas8@gmail.com
Phone
+6281362434160
Journal Mail Official
penelitian@poltekkes-medan.ac.id
Editorial Address
Jl. Jamin Ginting KM 13,5 Kel. Lau Cih Kec. Medan Tuntungan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist)
ISSN : 26230046     EISSN : 26852764     DOI : 10.36911
Core Subject : Health,
Jurnal PANNMED merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang kefarmasian, analis kesehatan, keperawatan, gizi, kebidanan, kesehatan lingkungan, dan keperawatan gigi.
Articles 748 Documents
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT TK IV 01.07.001 KESDAM I/BB PEMATANGSIANTAR Khodijah, Dodoh; Siburian, Yessika Rouli; Sinaga, Renny
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.293 KB)

Abstract

Latar belakang :Sekalipun terdapat kesan tindakan operasi persalinan makin liberal tetapi bukan tanpa alasan medis atau indikasi yang tepat. Data yang diperoleh di Rumah Sakit Tk IV 01.07.001 Kesdam I/BB Pematangsiantar bahwa kejadian Sectio Caesarea meningkat mulai tahun 2011-2012 sebesar 2 %. Tujuan penelitian ini akan menghubungkan faktor karakteristik ibu dengan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Tk IV 01.07.001 Kesdam I/BB Pematangsiantar. Metode penelitian ini bersifat analitik menggunakan data Sekunder. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin di Rumah Sakit Tk IV 01.07.001 Kesdam I/BB Pematangsiantar tahun 2013 sebanyak 535 orang. Pengambilan sample menggunakan rumus Slovin dengan sistem Random Sampling berjumlah 230 orang. Kemudian dibuat tabulasi frekuensi dan tabulasi silang dengan taraf signifikan α=0,05.  Hasil penelitian tentang hubungan karakteristik Ibu dengan Sectio Caesarea terdapat hubungan faktor Umur dan Indikasi dengan kejadian persalinan SC. Tingginya angka kejadian SC perlu dilakukan penyuluhan tentang pentingnya kesehatan reproduksi dalam kehamilan dan deteksi dini untuk mengatasi terjadinya komplikasi sehingga perlu adanya pemeriksaan kehamilan secara teratur.
UJI EFEK ANTIBAKTERI REBUSAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Rezi, Jafril; Andarwati, Rini; Fauzi, Zulfa Ismaniar
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.465 KB)

Abstract

Salah satu penyebab infeksi adalah bakteri Staphylococcus aureus. Antibakteri telah memberikan kontribusiyang efektif terhadap kontrol infeksi Staphylococcus aureus. Salah satu tanaman tradisional yang dianggapmemiliki khasiat antibakteri adalah daun sirsak (Annona muricata L.). Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui efektivitas rebusan daun sirsak (Annona muricata L.) sebagai antibakteri terhadap bakteriStaphylococcus aureus. Bakteri adalah sel prokariotik dan uniselular. Bakteri Staphylococcus aureusmerupakan salah satu bakteri gram positif dan dapat menyebabkan penyakit diare,nyeri otot, dan penyakitkulit seperti jerawat, borok dan bisul. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental secara ujimikrobiologi dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel penelitian adalah daun sirsak(Annona muricata L.) yang diambil dari daerah Perumnas Mandala - Medan. Uji aktivitas antibakteridilakukan menggunakan metode difusi yaitu menggunakan media agar yang telah ditanami bakteri,kemudian dibuat 5 hole. Empat hole ditetesi larutan uji yaitu rebusan daun sirsak 10%, 20%, 30%, 40% dansatu hole ditetesi kontrol negatif yaitu aquadest. Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV, zona hambatanantibakteri yang memuaskan adalah 14-16 mm. Dari data hasil pengamatan dapat dilihat bahwa rebusan daunsirsak 10% dan 20% belum dapat dikatakan sebagai antibakteri, tetapi sudah dapat menghambatpertumbuhan bakteri. Rebusan daun sirsak 30% dan 40% telah dapat dikatakan sebagai antibakteri denganmasing-masing diameter zona hambatnya 14,8 mm dan 18,5 mm. Kontrol negatif yaitu aquadest ternyatatidak memiliki efek antibakteri
HUBUNGAN PERANAN KELUARGA TERHADAP KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK SEBUAH RUMAH SAKIT DI SUMATERA UTARA Soep, Soep
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.258 KB)

Abstract

Dalam setiap rumah tangga dengan perkiraan penduduk Indonesia 185 juta jiwa paling tidak terdapat satu orang yang mengalami gejala gangguan kesehatan jiwa, dan membutuhkan pelayanan kesehatan jiwa.  Pada penelitian ini metode yang digunakan kuantitative, dengan pendekatan cross sectional.  Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga darisetiap pasien skizofrenia yang berjumlah 1.108 orang, sedangkan sampel dalam penelitian 42 orang menggunakan Accidental sampling.  Metode pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner berupa daftar pertanyaan dengan lembar Check-list.  Dari hasil uji statistic Chi square diperoleh hasil p value < 0.05.  Secara statistic menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara peranan keluarga terhadap kekambuhan pada pasien skizofrenia.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara hubungan peranan keluarga dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di poliklinik sebuah Rumah Sakit Di Sumatera Utara.
EFEKTIFITAS METODE CERAMAH DAN BERMAIN DALAM PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP PENGETAHUAN SISWA/I SD N 064026 LADANG BAMBU MEDAN TUNTUNGAN 2014 Ramadhan, Ety Sofia
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.324 KB)

Abstract

Umumnya pendidikan kesehatan gigi dan mulut diperoleh melalui penyuluhan. Kelompok masyarakatyang sering dituju adalah anak-anak sekolah dasar, karena usia 6-14 tahun tergolong usia rentan danmerupakan masa yang baik untuk meletakkan dasar-dasar pendidikan kesehatan. Ada beberapametode penyuluhan diantaranya metode ceramah dan bermain yang bertujuan untuk meningkatkanpengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada siswa/i kelas V SD N 064026 Ladang Bambu,Medan Tuntungan. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan Uji T-tes, sampel adalahseluruh siswa/i kelas V SD N 064026 Ladang Bambu Medan Tuntungan yang berjumlah 60 0rangsiswa/i. Dari hasil penelitian yang didapat rata-rata skor pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhankesehatan gigi dan mulut dengan metode ceramah adalah 10,87, dengan metode bermain adalah 13.Nilai rata-rata skor pengetahuan sesudah penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan metodeceramah adalah 11,07. Dengan metode bermain adalah 14,3, kemudian dari hasil Uji statistikmenunjukkan selisih skor rata-rata sebelum dan sesudah penyuluhan dengan metode ceramah adalah2,3 dan selisih skor rata-rata sebelum dan sesudah penyuluhan dengan metode bermain sebesar 3,23 /p(0,016) ; p<0,05 secara statistik ada perbedaan yang bermakna. Dapat ditarik kesimpulan bahwa darikedua metode penyuluhan yang digunakan dapat meningkatkan pengetahuan siswa/i tentangkesehatan gigi dan mulut namun metode bermain lebih efektif pada anak-anak dibandingkan denganmetode ceramah.
PENGARUH PENYULUHAN DENGAN METODE CERAMAH DAN DISKUSI KELOMPOK TENTANG ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU PEKERJA LAS DI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN TAHUN 2013 Siregar, Geminsah Putra
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.371 KB)

Abstract

There are some informal welding shops in Percut Sei Tuan Subdistrict, especially at Kelurahan Kenanganand Kenangan Baru. From the preliminary survey, it has been found that there are still many employees whodo not use Personal Protection Devices (APD). The objective of the research was to know the influence ofspeech and group discussion methods in counseling on the increase of welding employees’ behavior. Thetype of the research was quasi-experiment with pretest-posttest group design; the research was conductedfrom February until May, 2013. The population was 42 welding employees at Kelurahan Kenangan andKenangan Baru, and all of them were used as the samples. The result of bivariate analysis showed that therewas the influence of speech method (p=0.000) and group discussion (p=0.000) in counseling on the increaseof the employees’ knowledge, attitude.and action. The result of multivariate analysis showed that groupdiscussion was better than speech in increasing the employees’ knowledge and attitude; it was identified bythe high level of the average grade in group discussion: 6.67>4.67 for knowledge and 18.48>13.00 forattitude (p<0.05), While the action aspect showed no significant difference to the use of personal protectivedevices by value (p = 1.000). It is recommended that the management of the Health Office in Deli SerdangDistrict as the policy maker should encourage all Public Health Centers (Puskesmas) in their working areato carry out the UKK (work health effort) program in order to increase the behavior of employees ininformal sector, especially about personal protection devices and the Department of Labor in order to moreactively monitor the informal sector workers especially workers in the use of welding personal protectivedevices. The owners of welding shops should provide personal protection devices to the employeesaccording to their specialization and supervise workers to wear personal protective devices while working
PEMERIKSAAN BADAN KETON PADA URINE PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II (NIDDM) YANG DI RAWAT INAP DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN Siregar, Ice Ratnalela
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.035 KB)

Abstract

Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme dari distribusi gula oleh tubuh. Penderitadiabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, atau tidak mampu menggunakaninsulin secara efektif, sehingga terjadi kelebihan gula dalam darah. Kelebihan gula yang kronis dalamdarah ( hiperglikemia) ini menjadi racun dalam tubuh. Sebagian glukosa yang bertahan di dalam darahitu melimpah ke system urin untuk di buang melalaui urin. Pada tubuh yang sehat pancreas melepashormone insulin yang bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untukmemasok energi. Pencetus utama Diabetes mellitus tipe II dapat di sebut karena factor obesitas ataukegemukan dan factor lain adalah adalah pola makan yang salah, proses penuaan, dan stress yangmengakibatkan terjadinya resistensi insulin. Kelompok diabetes mellitus tipe II dapat mengalaiketoasiosis, tetapi hal ini jarang terjadi.Ketoasidosis terjadi karena tidak adanya insulin yang dihasilkan. Akibat dari defisiensi insulin yang lain adalah pemecahan lemak menjadi asam-asam lemakbebas dan gliserol. Asam-asam lemak bebas akan di ubah menjadi badan keton oleh hati. Badanketone bersifat asam dan bila bertumpuk dalam sirkulasi darah badan keton akan menimbulkanketoasidosis diabetic. Ketoasidosis diabetic adalah komplikasi akut diabetes mellitus yang serius danharus segera ditangani. Ketoasidosis diabetic memerlukan penanganan yang cepat dan tepatmengingat angka kematian yang tinggi. Pemeriksaan badan ketone pada urin penderita diabetesmellitus di lakukan di laboratorium. Telah di lakukan pemeriksaan badan ketone pada urine penderitadiabetes mellitus tipe II yang di rawat inap di RSUP H Adam Malik Medan dengan sampel urine segaryang di laksanakan di laboratorium politeknik Kesehatan Jurusan Analis Kesehatan Medan padatanggal 12-16 juli 2010 terhadap 20 orang pasien baik pria atau wanita. Dari hasil penelitiandiperolehkesimpulan bahwa pada saat melakukan penelitian tidak di temukan badan ketone pada urinpenderita diabetes mellitus.
UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amarylifolius) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA Aedes aegypti Suparni Suparni
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 8 No. 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.234 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v8i3.371

Abstract

Nyamuk Aedesaegypti merupakan (vektor) utama penyakit demam berdarah dengue yang benyakmenyerang Negara tropis termasuk Indonesia. Tindakan pengendalian antara lain melakukan pemberantasanvektor dengan larvasida. Seperti tamaman tersebut adalah tanaman pandan wangi (Pandanus amaryllifolius)mengandung senyawa saponin dan polifenol yang dapat menghambat bahkan membunuh larva Aedesaegypti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pendan wangi (Pandanusamaryllifolius) terhadap pertumbuhan dan perkembangan larva Aedes aegypti. Metode penelitianmenggunakan deskritif eksperimental. Sampel adalah ekstrak daun pandan wangi dan sebagai indikatoradalah larva Aedes aegypti instar III dan IV. Hasil pada konsentarsi ekstrak daun pandan wangi yangdigunakan adalah 0% (g/ml) (kontrol), 5% (g/ml), 6.5% (g/ml), 8% (g/ml), 9.5% (g/ml), 11% (g/ml), 12.5%(g/ml), 14% (g/ml), 15.5% (g/ml), 17% (g/ml), 18.5% (g/ml) dan replikasi sebanyak tiga kali percobaan.:persentase kematian larva Aedes aegypti adalah 0% pada konsentrasi 0%, kematian larva Aedes aegypti14.66% pada konsentrasi 5%, kematian larva Aedes aegypti 81.33% pada konsentrasi 6.5%, kematian larva98.66% pada konsentrasi 8%, dan kemaian larva Aedes aegypti 100% pada konsentrasi 9.5% sampaikonsentrasi 18.5%.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT Daud, Nasdiwaty
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.966 KB)

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa di dalamdarah. Indonesia menduduki peringkat ke-4 penderita diabetes mellitus di dunia setelah Amerika Serikat,India dan China. Banyak tumbuhan yang dapat dijadikan alternative sebagai obat diabetes, salah satunyaadalah temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitasektrak etanol rimpang temulawak terhadap penurunan kadar gllukosa darah dan kadar yang paling efektifdalam menurunkan kadar glukosa darah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental,dimana hewan uji yang digunakan adalah 18 ekor mencit, yang terbagi dalam 6 kelompok dan masingmasingkelompok terdiri dari 3 ekor mencit. Kelompok 1 diberikan aquadest, kelompok 2 diberikan CMC0,5%, kelompok 3 diberikan suspensi metformin 65 mg / Kg BB, kelompok 4 diberikan ekstrak etanolrimpang temulawak dosis 0,5 g / Kg BB, kelompok 5 diberikan ekstrak etanol rimpang temulawak dosis 1 g/ Kg BB, kelompok 6 diberikan ekstrak etanol rimpang temulawak dosis 2 g / Kg BB. Kadar glukosa darahdiperiksa setiap 15 menit selama 2 jam setelah pemberian glukosa 1 g / Kg BB secara oral. Hasil daripenelitian menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh pemberian ekstrak etanolrimpang temulawak dosis 0,5 g / Kg BB, 1 g / Kg BB dan 2 g / Kg BB. Ekstrak etanol rimpang temulawak 2g / Kg BB lebih efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah daripada ekstrak etanol rimpang temulawakdengan dosis 0,5 g/ Kg BB dan 1 g / Kg BB serta mempunyai efek yang hampir sama dengan metformin.
ANALISA KADAR TIMBAL PADA SAYUR KUBIS (Brassica oleracea L.var. capitata L) YANG DITANAM DI PINGGIR JALAN TANAH KARO BERASTAGI Nasution, Sri Bulan
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.039 KB)

Abstract

Kubis (Brassica oleracea L.var capitata L) merupakan sumber vitamin serta mineral dan terkandungbeberapa macam vitamin yang sangat penting untuk memenuhi nutrisi kita. Kubis cukup banyakmengandung vitamin C bila dibandingkan dengan sayuran yang lain. Penelitian Kadar Timbal ( Pb ) padasayur Kubis dilakukan di Laboratorium Kimia Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Medan Jurusan AnalisKesehatan dan Balai Laboratorium Kesehatan Medan pada Bulan Maret – juli 2013. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui kadar Timbal (Pb) pada sayur kubis. Sampel diambil Dipinggir Jalan Tanah KaroBerastagi sebanyak 5 sampel sayur kubis secara acak. Pemeriksaan Kadar Timbal pada Sayur Kubisdilakukan dengan Metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) panjang gelombang 248,3 nm dengansampel berjumlah 5 sayur Kubis. Hasil uji kuantitatif diperoleh kadar Timbal pada Sayur Kubis berkisar0,25 mg% - 0,55 mg%. Sedangkan batas maksimum Timbal pada sayuran menurut SNI sebanyak 0,5. Dandari hasil tersebut menunjukkan dimana Kadar Timbal (Pb) pada Sampel 2 melebihi dari batas maksimum.
REBUSAN RIMPANG ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICAL L) MEMBERIKAN EFEK DIURETIK PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) DI MENIT KE 90 Mambang, D. Elysa Putri
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.769 KB)

Abstract

Obat tradisional yang digunakan sebagai diuretik salah satunya adalah tumbuhan alang-alang(Imperata cylindrical L) dan yang digunakan adalah rimpangnya. Rimpang alang-alang mengandungmanitol, glukosa, sakarosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrene, cylindol A, graminoneB, imperanene, stigmasterol, campesterol, β-sitosterol, fernenol, arborinone, arborinol, isoarborinol,simiarenol, anemonin dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek diuretik dari rebusanrimpang alang-alang yang diberikan secara oral pada mencit sebagai hewan percobaan. Rebusan padapenelitian ini adalah sediaaan cair yang dibuat secara merebus rimpang alang-alang dengan air padasuhu 90˚C selama 30 menit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dimana hewan ujiyang digunakan adalah 18 ekor mencit, yang terbagi dalam 6 kelompok masing-masing kelompokterdiri dari 3 ekor mencit. Kelompok 1 sebagai kontrol (tidak diberikan apa-apa), kelompok 2diberikan aquadest kelompok 3 diberikan rebusan rimpang alang-alang konsentrasi 30%, kelompok 4diberikan rebusan rimpang alang-alang konsentrasi 40%, kelompok 5 diberikan rebusan rimpangalang-alang konsentrasi 30% dan kelompok 6 diberikan suspensi furosemida. Mencit kelompok 1, 2,3, 4, 5 dan 6 diteliti selama 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan rimpang alang-alangkonsentrasi 30%, 40% dan 50% menghasilkan efek diuretik pada menit ke 90. Sedangkan suspensifurosemida memberikan efek diuretik pada menit ke 60. Suspensi furosemida lebih cepat memberikanefek diuretik dari pada rebusan rimpang alang-alang

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Dsember 2025 Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2025 Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2025 Vol. 19 No. 3 (2024): Vol. 19 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2024 Vol. 19 No. 2 (2024): Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2024 Vol. 19 No. 1 (2024): Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2024 Vol. 18 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2023 Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2023 Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2023 Vol. 17 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2022 Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2022 Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode januari -April 2022 Vol. 16 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2021 Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2021 Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2021 Vol. 15 No. 3 (2020): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2020 Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2020 Vol 14 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2019 Vol. 14 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2019 Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2019 Vol 13 No 3 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2019 Vol. 13 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2018 Vol. 8 No. 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014 Vol 13 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2018 Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2018 Vol 12 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2018 Vol. 12 No. 3 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2018 Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017 Vol. 12 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2017 Vol. 11 No. 3 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2017 Vol. 11 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2016 Vol. 11 No. 1 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2016 Vol. 10 No. 3 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2016 Vol 10 No 3 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2016 Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2015 Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015 Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015 Vol 9 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2014 Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014 Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014 Vol 8 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2013 Vol 7 No 3 (2013): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2013 Vol 7 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2012 More Issue