cover
Contact Name
Dame Evalina Simangunsong
Contact Email
dameevalinas8@gmail.com
Phone
+6281362434160
Journal Mail Official
penelitian@poltekkes-medan.ac.id
Editorial Address
Jl. Jamin Ginting KM 13,5 Kel. Lau Cih Kec. Medan Tuntungan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist)
ISSN : 26230046     EISSN : 26852764     DOI : 10.36911
Core Subject : Health,
Jurnal PANNMED merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang kefarmasian, analis kesehatan, keperawatan, gizi, kebidanan, kesehatan lingkungan, dan keperawatan gigi.
Articles 748 Documents
PERANAN PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP PENINGKATAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT SISWA-SISWI KELAS VII-1 SMP N 31 MEDAN KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN TAHUN 2014 Manurung, Nelly Katharina
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.829 KB)

Abstract

  Anak usia sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit gigi dan mulut, seperti masalah gigi berlubang, bau mulut, karang gigi dan pola makan yang dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena itu anak sekolah perlu mendapat perhatian khusus dalam hal peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi salah satunya adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan gigi melalui penyuluhan. Penelitian ini bersifat diskriptif dengan menggunakan pretest-posttest design dengan memberikan perlakuan berupa penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan metode ceramah dan demonstrasi yang bertujuan untuk mengetahui peranan penyuluhan kesehatan gigi terhadap peningkatan kebersihan gigi dan mulut siswa. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang dilakukan pada siswa-siswi kelas VII-1 SMP N 31 Medan Kecamatan Medan Tuntungan dengan jumlah responden 40 orang. Penelitian dilakukan dengan cara pemeriksaan langsung dan diperoleh hasil bahwa penyuluhan sangat berperan penting dalam meningkatkan kebersihan gigi dan mulut. Hal ini dapat dilihat dari adanya perbedaan yang nyata  pada rata-rata OHI-S siswa sebelum dan sesudah penyuluhan. Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) siswa-siswi sebelum penyuluhan 3.37 dengan kriteria buruk dan setelah penyuluhan  menjadi 2.05 dengan kriteria sedang. Persentase OHI-S  sebelum penyuluhan dengan kriteria buruk yaitu 60% sesudah penyuluhan menjadi 7,5%, dengan kriteria sedang yaitu 30% menjadi 75% dan tidak dijumpai (0%) siswa dengan angka OHI-S dalam kriteria baik sebelum penyuluhan, namun setelah penyuluhan meningkat menjadi 17,5%. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan gigi dan mulut sangat berperan penting dalam meningkatkan kebersihan gigi dan mulut.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP REMAJA KELAS XI TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH (INTERCOURSE) DI SMA DHARMA BAKTI MEDAN TAHUN 2014 Saragih, Hanna Sriyanti; Sianturi, Rika Dinata; Sitepu, Jujuren
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.764 KB)

Abstract

The lack of information received by adolescents about reproductive health and lack of knowledge causes an effect on adolescent attitudes toward sexual behavior. Destination of the research for factors associated with adolescent attitudes toward class xi premarital sexual relations (intercourse) Medan of Dharma Bakti Senior High School year 2014. The role of parents also influence adolescent attitudes toward premarital sexual relations. Additionally teenagers often receive information about sex instead of one source, even misleading, for example, of the mass media that actually abused by teens. This research is analytic approach to cross-sectional design with a sample size of 60 respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate Chi-Square test. The analysis showed that factors associated with adolescent attitudes toward premarital sexual intercourse in high school is Dharma Bakti field of reproductive health knowledge p value = 0,005 (<0,05), the role of parents p value = 0,001 (<0,05), the role of the mass media p value = 0,010 (<0,05). It is expected that the school can make this research as a guide to improve the provision of information or education about reproductive health especially about sex education for adolescent in school.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN DENGAN TINDAKAN INDUKSI DAN AKSELERASI DALAM PERSALINAN DI KOTA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2013 Simanjuntak, Tumiar; Simbolon, Tiamin; Sianipar, Kandace
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.66 KB)

Abstract

Hasil survei demografi kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 menunjukkan terdapat 258 kasus dari 1046 ibu bersalin yang dilakukan induksi pada saat persalinan yang dilakukan di sejumlah rumah sakit umum di Indonesia. Hasil survey yang dilakukan oleh Depkes Sumatera Utara ditemukan sebanyak 250 ibu hamil perbulan dilakukan induksi saat persalinan. Tindakan induksi persalinan berhubungan dengan kenaikan angka kejadian tindakan Sectio Caesar. Pada beberapa induksi persalinan ditemukan adanya tanda-tanda fetal distress, anoksia dan cedera pada bayi, sedangkan pada ibu dapat terjadi ruptur uteri, atonia uteri, laserasi serviks. Sesuai dengan Kepmenkes RI No. 369/Menkes/SK/III/2007 tentang standar profesi bidan Akselerasi dan induksi persalinan merupakan bagian dari pengetahuan dan keterampilan tambahan yang harus dimiliki oleh seorang bidan. Hasil survey di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar  diketahui pada tahun 2011 terdapat 63 (20,13%) ibu bersalin yang diinduksi dan akselerasi  dari 313 persalinan dan pada tahun 2012 terdapat 49 (13,4%) dari 366 persalinan. Sekitar 30–45 % pasien yang diinduksi dan akselerasi di RSUD Dr.Djasamen Saragih rumah sakit tersebut merupakan rujukan dari bidan dan berakhir dengan Secsio Sesarea terutama disebabkan karena kegagalan dari induksi dan akselerasi tersebut. Tujuan penelitian  ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap bidan tentang induksi/akselerasi  persalinan dengan tindakan induksi dan akselerasi dalam persalinan di Kota Pematangsiantar  tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis Explanatory Research (penelitian penjelasan) yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat melalui pengujian hypothesis yang dirumuskan dan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional, yaitu subyek hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap karakter atau variabel subyek pada saat pemeriksaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan yang memiliki praktek mandiri dan berdomisili di Kota Pematangsiantar dan pada 6 bulan terakhir ada melakukan induksi dan akselerasi persalinan sebanyak 45 orang dan 31  menjadi subjek penelitian. Pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan lembar kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square dan regresi logistik.
PELATIHAN DAN PENDIDIKAN MEMPENGARUHI BIDAN PRAKTEK MANDIRI DALAM PEMBERIAN VITAMIN K 1 PADA BAYI BARU LAHIR DI KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2013 Ginting, Idau; Desfauza, Evi; Elizawarda, Elizawarda
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.603 KB)

Abstract

Angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian balita (AKBAL) di Indonesia masih tergolongtinggi yaitu sekitar 34/1000 kelahiran hidup, terbesar masa neonatal yaitu sekitar 43%. MenurutRiskesdas 2007, penyebab kematian neonatal yaitu asfiksia, prematuritas dan BBLR, sepsis,hipotermi, kelainan darah/Ikterus, postmatur dan kelainan kongenital. Salah satu bentuk dari kelainandarah pada neonatal adalah defisiensi vitamin K (PDVK). Kematian bayi dengan perdarahanintrakranial akibat PDVK sekitar 10 – 50% pada rentang umur 2 minggu sampai 6 bulan.Untukmengetahui faktor yang mempengaruhi bidan praktik mandiri dalam pemberian Vit K1 di kabupatenDeliserdang tahun 2013, Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dan dapat digunakan untukmembuat suatu kebijakan. Rancangan penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desaincross sectional, populasi adalah bidan praktek mandiri (BPM) di kabupaten Deli Serdang sebanyak436 orang sampel sebanyak 82 orang, pengambilan sampel menggunakan metode simple randomsampling dengan menggunakan tabel random C Survey, analisis data secara univariat, bivarial danmultivariat. Hasil penelitian dari analisis bivariat, ada 4 variabel yang berhubungan dengan pemberianvitamin K1 pada bayi baru lahir adalah sikap dengan p value 0,008, lama bekerja p value 0,016,pelatihan p value 0,000, dukungan dari pihak terkait p value 0,38 dari uji regresi logistik 87,8 % 4faktor yang memiliki pengaruh dalam pemberian vitamin K1 oleh bidan praktek mandiri pada bayibaru lahir yaitu pelatihan dengan nilai B Expected paling besar 28,133, urutan kedua pendidikannilai nilai B Expected 7,344, ketiga Lama bekerja nilai B Expected 6,130 dan urutan keempatSikap nilai B Expected 6,130. Pelatihan sangat dominan mempengaruhi pemberian vitamin K1padabayi baru lahir, maka diharapkan pada organisasi profesi (IBI) agar lebih sering memberikanpenyegaran pada BPM dengan mengikutsertakan BPM dalam pelatihan-pelatihan dan seminarseminarserta menguji pengetahuan dan sikap BPM yang berhungan dengan pertolongan persalinandan bayi baru lahir pada saat memperpanjang surat izin praktek
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKIKUTSERTAAN MENJADI AKSEPTOR KB PADA IBU BERSALIN PESERTA JAMPERSAL DI RSUD DR.DJASAMEN SARAGIH PEMATANGSIANTAR TAHUN 2013 Purba, Juliani; Wahyuni, Tengku Sri; Sirait, Sri Hernawati
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.425 KB)

Abstract

Sumatera Utara dengan angka fertilitas 3,8 merupakan provinsi keempat terbesar jumlah penduduknya di Indonesia. Sebagai upaya untuk pengendalian jumlah penduduk dan keterkaitannya dengan Jaminan Persalinan (Jampersal), maka pelayanan KB pada masa nifas perlu mendapatkan perhatian. Tatalaksana pelayanan KB mengacu kepada pedoman pelayanan KB dan KIA yang diarahkan pada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) atau Kontrasepsi Mantap (Kontap). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakikutsertaan menjadi akseptor KB pada ibu bersalin peserta Jampersal di RSUD Dr.Djasamen Saragih Pematangsiantar. Penelitian ini merupakan Explanatory Research dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah 41 ibu bersalin peserta jampersal di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar ditentukan dengan cara consecutive sampling. Pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi tahapan analisis univariat, analisis bivariat dengan  uji chi square, analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda dengan kemaknaan p<0,05 dan rasio prevalen dengan CI 95%. Hasil penelitian ini mendapatkan proporsi ibu bersalin peserta Jampersal di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar tahun 2013 ada 22  (53,7%) yang tidakikut menjadi akseptor KB. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor predisposisi yaitu umur dan paritas berhubungan dengan ketidakikutsertaannya menjadi akseptor KB dengan nilai p= 0,032; RP 0,50  dan CI 0,28-0,88 dan p= 0,003; RP 3,19; CI (1,31-7,74). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa paritas merupakan variabel  yang paling dominan dari ibu bersalin peserta  Jampersal dengan ketidakikutsertaannya menjadi akseptor KB. Diharapkan kepada kepada petugas kesehatan yang memberikan pelayanan pemeriksaan kehamilan, persalinan dan nifas hendaknya memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu agar menggunakan alokontrasepsi tanpa harus menunggu selesai masa nifas dan bagi ibu dengan paritas ≤ 2 diharapkan tetap menggunakan MKJP dengan tujuan untuk mengatur waktu yang tepat untuk hamil, mengatur jarak kehamilan dan menentukan jumlah anak.
PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP PENGGUNAAN CREAM PEMUTIH WAJAH PADA MAHASISWA JURUSAN ANALIS KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI MEDAN Setiyawati, Dewi
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.509 KB)

Abstract

The widespread cosmetic use influenced by the life style of community recently has caused the increasingincident of skin disease or disorder due to the use of cosmetic. The incident of skin disorder, among otherthings, is caused by the wrong or excessive use of cosmetic, the poor cosmetic process, and the inappropriateuse of active ingredients in cosmetics. This condition is the background of this study. The purpose of thisexplanatory survey study with the description of causal relationship between the variables throughhypothesis testing was to analyze the influence of life style on the use of whitening facial cream by thestudents of Health Analyst Department of Health Polytechnic, Ministry of Health, Republic of Indonesia,Medan. The population of this study was all of the 239 students in the Health Analyst Department of HealthPolytechnic, Ministry of Health, Republic of Indonesia, Medan. The result of this study with 4 (four)variables on 76 respondents using the whitening facial cream showed that 55 respondents (72.4%) used thewhitening facial cream because of the factors of knowledge, 56 respondents (73.7%) because of students’attitude, 41 respondents (53.9%) because of peer influence, and 46 respondents (60.5%) because of mediainfluence. The result of statistical test using Chi-square test at α = 95% (p < 0.05) showed that there was theinfluence of life style on the use of whitening facial cream in the students in the Health Analyst Department ofHealth Polytechnic, Ministry of Health, Republic of Indonesia, Medan in which the factors of knowledge (p =0.027 < 0.05), peer influence (p = 0.012 < 0.05), and media influence (p = 0.004 < 0.05). However, theresult of the second multivariate test showed that media influence had the most dominant and significantinfluence (p = 0.004 < 0.05) with B = 2.069 and the factor of attitude did not have any influence at all (p =0.275 > 0.05). Community members are suggested to be alert in choosing and using the cosmetics withwhitening cream. The desire to looking beautiful should not be materialized by using any product that canbring bad impact to your face. Good eating pattern and healthy life can help make your skin and bodysmooth. If you want to use whitening facial cream, you may use the one which has been analyzed and testedby BPOM (Drugs and Food Control Agency). The prohibited certain brands can be found out in the mediaor releases issued by BPOM (Drugs and Food Control Agency).
EVALUASI KEPUASAN MAHASISWA DALAM PROBLEM BASED LEARNING ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN DI PROGRAM STUDI KEBIDANAN PADANGSIDIMPUAN Batubara, Irwan; Dasuki, Djaswadi; Hasanbasri, Mubasysyir
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.934 KB)

Abstract

Lulusan pendidikan bidan yang ditempatkan di fasilitas kesehatan dan desa belum memberikan konstribusi efektif  terahadap percepatan penurunan angka kematian ibu dan angka kematian  bayi. Pendidikan D III kebidanan dengan kurikulum berbasis  kompetensi berupaya melakukan perubahan sistem pembelajaran konvensional menuju pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning). Salah satu ciri problem-based learning (PBL) self-directed learning, diintegrasikan dalam diskusi kelompok, diaplikasikan di laboratorium dan praktek klinik pada objek nyata mewujudkan sikap profesi bidan mandiri yang mampu memberi pelayanan dalam siklus kehidupan wanita berdasarkan bukti. Untuk mengetahui hubungan kegiatan pembelajaran yang diterapkan dosen/tutor di kelas, laboratorium, praktek klinik dan kelengkapan alat-bahan pembelajaran dengan kepuasan mahasiswa dalam asuhan kebidanan diagnosa kehamilan di Program Studi Kebidanan Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan cross-sectional  study. Populasi mahasiswa tingkat II reguler Program Studi Kebidanan Padangsidimpuan berjumlah 50 orang ditambah 3 orang fasilitator, seluruhnya dijadikan subjek penelitian (purposive sampling). Analisis data menggunakan chi-square, regresi logistik dengan pemodelan dan analisa kualitatif. Hubungan kegiatan pembelajaran yang diterapkan dosen/tutor dengan kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran asuhan kebidanan diagnosa kehamilan bermakna dengan nilai  p= 0,0001; RP sebesar 9,5 (CI95%=3,75-24.01) menjelaskan kegiatan pembelajaran  memiliki risiko 9,5 kali  mempengaruhi kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran asuhan kebidanan diagnosa kehamilan. Kegiatan pembelajaran sesuai kriteria seven jump signifikan meningkan kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran asuhan kebidanan diagnosa kehamilan.
SOSIAL, BUDAYA SERTA PENGETAHUAN IBU HAMIL YANG TIDAK MENDUKUNG KEHAMILAN SEHAT Pasaribu, Rina Doriana; Setia, Tria Feni; Gultom, Lusiana
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.244 KB)

Abstract

Sosial dan budaya kehamilan merupakan faktor tidak langsung penyumbang angka kematian ibu.Tingkat kurangnya pengetahuan ibu hamil juga menjadi faktor lainnya.Dalam Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 AKI di Indonesia yaitu mencapai 359 per 100 ribu kelahiran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosial dan budaya serta pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan di Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2014. Penelitian bersifat deskriptif dengan data primer.Populasi penelitian adalah semua ibu hamil di Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2014 pada bulan Mei sampai Juni 54 ibu hamil.Pengambilan sampelnya dengan teknik total populasi. Dari hasil penelitian dari segi sosial umumnya ibu hamil berinteraksi dengan suami dan tetangga (100%), orang tua (27,77%),mertua (12,96%),bidan (11,11%),sesama ibu hamil (9,25%).Interaksi Ibu hamil saat ada keluhan memiliki persentase dengan suami(100%),orang tua (18,51%),mertua dan tetangga (9,25%) bidan (12,96%),interaksi terdekat ibu hamil dengan suami (100%),orang tua (22,22%) mertua dan bidan (5,55%). sumber nasehat saat hamil bersumber dari mertua (62,96%),orang tua (53,70%) tetangga (37,30%).dari segi budaya umumnya ibu hamil memiliki kepercayaan berpantang makan, perilaku, mengikuti nasehat saat hamil,melaksanakan upacara kehamilan.Berdasarkan pengetahuan ibu hamil berpengetahuan kurang (68,51%),berpengetahuan baik (7,41%) dan cukup (24,08%). Disarankan bagi kepala desa agar meningkatkan kesehatan ibu hamil dengan bekerjasama dengan bidan dan melakukan pendekatan melalui orang terdekat ibu hamil.
STATUS GIZI BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS TANAH TINGGI BINJAI TAHUN 2013 Hastuty, Yulina Dwi; Meliasari, Dewi; Suswati, Suswati
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.478 KB)

Abstract

ISPA adalah penyakit saluran pernafasan yang bersifat akut dengan berbagai macam gejala (sindrom) yang disebabkan oleh berbagai sebab, yang terutama mengenai struktur saluran pernapasan diatas laring. Menurut WHO tahun 2012, sebesar 78% balita yang berkunjung ke pelayanan kesehatan adalah akibat ISPA, khususnya pneumonia. Kematian balita akibat ISPA di Asia Tenggara sebanyak 2.1 juta balita pada tahun 2004. India, Bangladesh, Indonesia, dan Myanmar merupakan negara dengan kasus kematian balita akibat ISPA terbanyak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan dengan tingkat kejadian ISPA pada balita di Puskesmas  Tanah Tinggi Binjai tahun 2013. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Dengan menggunakan data sekunder dan primer yang diperoleh melalui catatan rekam medik dan mengukur berat badan balita, yang dilakukan terhadap 53 responden. Teknik pengambian sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Dari 35 orang balita dengan status gizi tidak baik, mayoritas kejadian ISPA pada balita dengan kategori berat yaitu 23 orang (65,7%) dan minoritas dengan ISPA ringan yaitu 2 orang (5,7%). Dari 18 orang balita dengan status gizi baik, mayoritas dengan ISPA ringan yaitu 11 orang (61,1%) dan minoritas dengan ISPA berat yaitu 2 orang (11,1%). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa  p value = 0,000 < 0,05, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi balita dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Tanah Tinggi Binjai.
PENINGKATAN ANGKA PEROKSIDA PADA MINYAK GORENG CURAH TERHADAP PENGGORENGAN BERULANG TEMPE Hasibuan, Rosmayani
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.797 KB)

Abstract

Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang digunakan dalam memasak sebagai mediapenghantar panas pada proses menumis maupun menggoreng yang akan memberikan citarasa yanglebih lezat, dan aroma serta penampilan makanan yang lebih menarik. Kerusakan minyak gorengditandai dengan terjadinya perubahan bau atau flavor dalam minyak yaitu berupa bau tengik yangdisebabkan oleh karena penggunanan minyak goreng secara berulang - ulang dan juga karenapenyimpanan minyak goreng yang tidak baik sehingga menyebabkan minyak terhidrolisis danteroksidasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan angka peroksida pada minyakgoreng curah terhadap penggorengan berulang tempeyangdilaksanakan di Laboratorium PoliteknikKesehatan Jurusan Analis Kesehatan dengan menggunakan metode titrasi Iodometri pada bulanApril– Juni 2012. Dari hasil penelitian terhadap 5 (lima) sampel minyak goreng curah sebelumpenggorengan, terdapat 1 (satu) sampel yang memenuhi syarat mutu minyak goreng sesuai denganSNI-3741-1995 yaitu sampel A sebesar 1,99 meq/kg, sedangkan 4 (empat) sampel yang lainnya ( B,C, D dan E) tidak memenuhi syarat mutu minyak goreng, yaitu sebesar 2,19-2,80 meq/kg. Setelahdilakukan penggorengan berulang sebanyak 5 (lima) kali, terjadi peningkatan angka peroksidayaitupada penggorengan I sebesar 1,19-1,28 meq/kg, penggorengan II sebesar 2,30-2,62 meq/kg,penggorengan III sebesar 2,96-3,15 meq/kg,penggorengan IV sebesar3,67-4,00 meq/kg danpenggorengan V sebesar 5,44-5,76 meq/kg.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Dsember 2025 Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2025 Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2025 Vol. 19 No. 3 (2024): Vol. 19 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2024 Vol. 19 No. 2 (2024): Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2024 Vol. 19 No. 1 (2024): Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2024 Vol. 18 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2023 Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2023 Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2023 Vol. 17 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2022 Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2022 Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode januari -April 2022 Vol. 16 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2021 Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2021 Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2021 Vol. 15 No. 3 (2020): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2020 Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2020 Vol 14 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2019 Vol. 14 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2019 Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2019 Vol 13 No 3 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2019 Vol. 13 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2018 Vol. 8 No. 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014 Vol 13 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2018 Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2018 Vol. 12 No. 3 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2018 Vol 12 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2018 Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017 Vol. 12 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2017 Vol. 11 No. 3 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2017 Vol. 11 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2016 Vol. 11 No. 1 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2016 Vol. 10 No. 3 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2016 Vol 10 No 3 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2016 Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2015 Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015 Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015 Vol 9 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2014 Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014 Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014 Vol 8 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2013 Vol 7 No 3 (2013): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2013 Vol 7 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2012 More Issue