cover
Contact Name
Nur Aini Retno Hastuti, SST., M.Keb
Contact Email
nurainiretno@ub.ac.id
Phone
+6285642140459
Journal Mail Official
joim@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Issues in Midwifery
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25496581     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Issues in Midwifery (JOIM) adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Jurusan kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Indonesia. JOIM terbit tiga kali dalam setahun pada periode bulan April - Juli , Agustus - November , dan Desember - Maret dan memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian utuh, tinjauan pustaka, laporan kasus dan komunikasi singkat dalam bidang kebidanan.
Articles 117 Documents
Hubungan Aktifitas Fisik dengan Derajat Dysmenorrhea Primer pada Remaja Wati, Linda Ratna; Arifandi, Maya Devi; Prastiwi, Fatma
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.176 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.1

Abstract

ABSTRACTDysmenorrhea becomes on of the most common menstrual problems experienced by teenagers. Dysmenorrhea is divided into primary and secondary dysmenorrhea. Primary dysmenorrhea occurs without pelvic organ pathology. Physical Activity is one factor risk of primary dysmenorrhea. The aim of this study is to determine the association between physical activity with degree of primary dysmenorrhea in young women in The Undergraduate Midwifery Study Program of Medicine Faculty of Brawijaya University Malang. The design of this study is an observational analytical with prospective approach. The sample in this study amounted to 52 people selected by using purposive sampling. This study was conducted during two menstrual cycles. The test result by chi square analysis demonstrated an association between physical activity with the degree of primary dysmenorrhea with p value 0,000 (p <0,005). The conclusion from this study is a negative associated between physical activity with a degree of primary dysmenorrhea. As the result of this study there is suggestion that young women should be more concerned about their physical activity can reduce the pain felt at the time dysmenorrhea. The necessity of the role of health professionals to provide health education on primary dysmenorrhea so that the young woman concerned about their health. 
Efektifitas Masase Efflurage Terhadap Pengurangan Sensasi Rasa Nyeri Persalinan Pada Ibu Primipara fatmawati, fatma wati; Arifiani, Farizka Puspita
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.806 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.6

Abstract

Nyeri selama persalinan merupakan hal yang fisiologis, setiap wanita menunjukkan respon yang berbeda – beda atau ada yang berlebihan. Berdasarkan data awal pada bulan Maret 2012 ditemukan ada 11 orang (89%) yang mengalami respon negatif saat persalinan. Oleh karena itu, untuk menguranginya diperlukan manajemen sensasi nyeri persalinan menggunakan metode masase efflurage. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektifitas masase efflurage terhadap pengurangan rasa nyeri persalinan pada ibu primipara.            Desain penelitian menggunakan pra eksperimen. Populasinya ibu primipara yang bersalin di Pustu Poto’an Laok periode bulan Mei 2012. Teknik sampling menggunkan accidental sampling. Besar sample 8 orang. Analisa data menggunakan uji wilcoxon match pairtest dengan derajat kesalahan 0,05. Variabel independennya masase efflurage dan variabel dependennya sensasi nyeri persalinan kala satu.            Hasil penelitian didapatkan bahwa nyeri persalinan sebelum masase efflurage nyeri sedang 62,5%. Sedangkan setelah masase efflurage menjadi nyeri ringan 62,5%. Hasil uji statistik menunjukkan H1 diterima yaitu ρ < α (0,005 < 0,05). Berarti masase efflurage efektif terhadap pengurangan sensasi rasa nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin primipara.            Untuk itu pemberian masase efflurage dapat dijadikan suatu intervensi dalam memanajemen sensasi nyeri persalinan sebagai bentuk asuhan sayang ibu dalam pelayanan kebidanan. 
Hubungan Pola Menyusui dengan Fekuensi Kejadian Sakit pada Bayi Putri, Rismaina; Illahi, Suci Aji
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.195 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.01.3

Abstract

ABSTRACTBased on data coverage of exclusive breastfeedingin Malang on 2014,the coverage of exclusive breastfeeding was 74.13%, while complete exclusive breastfeeding was 56.98%. This achievement had exceeded the target of 72%. Meanwhile, according to data from the Health Service of Malang, on 2014, therewas 871 pneumonia cases, 5405 cough not pneumonia cases, and 1540 diarrhea cases in infants. Those three diseases were the most common cases that occurred to 0-12 months-old infants in Malang. This study aimed to investigate the correlation between breastfeeding patterns with frequency of illness in infants. This study was an observational study with cross sectional design.Sampling method in this studyused purposive sampling method. Result of this study showed that based on statistical test result, the value of likelihood ratio is 0,00 (p<0,05). It means that the pattern of breastfeeding had a relation with the frequency of illness in infants.The conclusion from this study is there is significant relationship between the pattern ofbreastfeeding with the frequency of infantsillness in Pandanwangi,Blimbing district, Malang City. 
Pengaruh Pemberian Probiotik Lactobacillus reuteri Terhadap Presentase Sel T regulator dan Sel T helper 22 Pada Limpa Mencit Nifas yang Diinduksi Bakteri Staphylococcus aureus Wardhani, Ratih Kusuma; Sumarno, Sumarno; Endharti, Agustina Tri
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.626 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.03.2

Abstract

Infeksi nifas merupakan infeksi yang terjadi akibat adanya bakteri di traktus genitalia setelah melahirkan, akibat adanya perlukaan pada daerah serviks, vulva, vagina, dan perineum pada proses persalinan. Beberapa penelitian menjelaskan bakteri yang sering menyebabkan infeksi traktus genitalia wanita adalah Staphylococcus aureus dan terdapat trauma atau luka maka sebagai media masuknya Staphylococcus aureus untuk terjadinya infeksi. Infeksi Staphylococcus aureus menjadi masalah yang serius saat ini, karena meningkatnya resistensi bakteri terhadap berbagai jenis antibiotik. Penelitian lain mengemukakan Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) resisten terhadap antibiotik jenis β-lactam, penisilin, cephalosporins, dan carbapenem. Meluasnya resistensi bakteri terhadap obat-obatan yang ada, mendorong untuk penggalian sumber antibakteri dari bahan lain, seperti penggunaan probiotik. Probiotik terdiskripsikan sebagai mikroorganisme non patogen atau komponen bakteri dalam makanan suplementasi, termasuk golongan flora bakteri, yang mempunyai manfaat bagi kesehatan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit, ketika dalam jumlah yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ada pengaruh pemberian Lactobacillus reuteri terhadap presentase sel Treg dan sel Th22 pada limpa mencit nifas yang diinduksi Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental sesungguhnya dengan menggunakan pendekatan post test only control group design. Sampel yang digunakan mencit (Mus musculus Galur Balb/c) bunting 13 hari dengan replikasi 40 mencit yang terbagi 8 kelompok. Dosis Lactobacillus reuteri 1x1010 CFU/mencit sebanyak 250μl diberikan per oral. Dosis Staphyloccus aureus 5x107 CFU/mencit sebanyak 200μl diberikan per vaginal. Presentase sel Treg dan sel Th22 dianalisis melalui pemeriksaan flowsitometri. Penelitian ini menunjukkan hasil pemberian probiotik Lactobacillus reuteri tidak terbukti mempengaruhi presentase sel Treg dan sel Th22 pada hari pertama postpartum. Pemberian probiotik Lactobacillus reuteri sampai hari ketiga postpartum terbukti mempengaruhi presentase sel Treg dan sel Th22.
Kehamilan dengan Katub Jantung Prostetik Mekanik dan Penggunaan Antikoagulan Indriani, Anin; Rahardjo, Bambang; Tjahjono, Cholid Tri
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.65 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.01.2

Abstract

Wanita hamil yang menggunakan katub jantung prostetik mekanik, meningkatkan morbiditas dan mortalitas terhadap ibu dan janin. Heparin sangat aman bagi janin dibandingkan warfarin, namun memiliki efek antikoagulasi yang lebih rendah dibandingkan warfarin. Studi kasus ini melaporkan seorang wanita 39 tahun dengan katub jantung prostetik mekanik yang mengalami kehamilan setelah 2 tahun pemakaian. Selama kehamilan penderita menggunakan antikoagulan warfarin. pada usia kehamilan 5 minggu psien mengalami abortus iminens namun bisa diatasi. Pada usia kehamilan 22-24 minggu pasien mengalami serangan asma namun dapat diterapi dengan baik. Selanjutnya pasien menentukan cara persalinan perabdominam pada usia kehamilan 38 minggudilanjutkan dengan prosedur tubektomi. Hasil akhir dari tatalaksana yang digunakan, didapatkan outcome yang baik terhadap ibu maupun janin. Tidak didapatkan tanda–tanda embriopati akibat penggunaan warfarin pada trimester pertama. Dari studi kasus ini juga tampak bahwa warfarin cukup efektif untuk mencegah terjadinya tromboemboli pada ibu, dan pemakaian UFH dapat digunakan sebagai alternatif untuk persiapan persalinan.
Pengaruh Pemberian Masase Effleurage Menggunakan Minyak Aromaterapi Mawar terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dismenore pada Remaja Putri di SMK Negeri 2 Malang Jurusan Keperawatan Hikmah, Nurul; Amelia, Coryna Rizky; Ariani, Dewi
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.501 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.02.4

Abstract

Dismenore merupakan istilah dari nyeri yang dirasakan wanita pada perut bagian bawah sebelum ataupun sesaat menstruasi. Dismenore terbagi menjadi 2 yaitu dismenore dimana nyeri menstruasi yang dirasakan murni disebabkan oleh adanya kontraksi dari miometrium karena produksi prostaglandin dan dismenore sekunder dimana nyeri menstruasi yang dirasakan disebabkan kelainan patologis pada pelvis. Di Indonesia, 43-93% penderita dismenore adalah remaja putri. Masase effleurage menggunakan minyak aromaterapi mawar adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk menurunkan intensitas nyeri dismenore. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian masase effleurage menggunakan minyak aromaterapi mawar terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di SMKN 2 Malang Jurusan Keperawatan. Desain penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan jenis Non Equivalent Control Group Design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 24 orang yang dibagi dalam 4 kelompok tindakan yaitu kelompok eksperimental 1 dan eksperimental 2 yang diberikan masase effleurage menggunakan minyak aromaterapi mawar serta kelompok kontrol 1 dan 2 yang diberikan masase effleurage menggunakan sweet almond oil, masing-masing kelompok diberikan tindakan selama 15 menit dan 10 menit. Tindakan yang paling efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore adalah masase effleurage menggunakan minyak aromaterapi mawar selama 15 menit berdasarkan nilai mean uji Two Way Anova yaitu sebesar 3,83 serta angka signifikansi untuk variabel waktu 0,015 (signifikan), variabel jenis minyak 0,000 (signifikan) dan angka signifikansi antara variabel waktu dan jenis minyak secara bersamaan 0,154 (tidak signifikan). Dari hasil penelitian ini disarankan bagi remaja putri untuk menerapkan metode ini saat mengalami dismenore karena mudah dilakukan sehingga remaja tersebut tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.
Perbedaan Disfungsi Sexual Wanita yang Melahirkan Secara Pervaginam dengan Episiotomy Mediolateral dan Seksio Sesarea Irwanto, Yahya; Mustofa, Edy
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.722 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.03.5

Abstract

Generally, the causes of Postpartum Female Sexual Dysfunction (PPFSD) are dyspareunia, perineal pain, the discomfort of incision lesion including surgery, reduction of libido, lack of lubrication in the vagina, changes in seeing body image to be negative, and anorgasm irelated to pain and trauma. Perineal pain and dyspareunia are post partum problems which occur frequently and interfere with normal sexual function, that usually are caused by perineal trauma, episiotomy, and child birth instrumentation.This study was conducted by a cross-sectional study. Research subjects consisted of women  post vaginal delivery with mediolateral episiotomy and postcesarean section. Each group consisted of 45  people. After three months post partum sexual function as sessed using FSFI scores (Female Sexual Function Index) as well as an assess ment of demographic data include age, religion, education, employment, insurance coverage/BPJS, gestational age, birthweight, stitches condition, medical treatment, nursing, assistance of baby sitter and problems in the family. The data had to fulfill the inclusion and exclusion criteria in the form of question naires were further tested withc hi-square analysis and independent t-test.In the demographic data analysis withc hi-squareanalys is didn’t find any significant differences  between the two groups, with p>0.05. The sexual dysfunction among women after vaginal delivery  with mediolateral episiotomy and cesarean section  there was no significant difference p=0.081, and p>0.05. On the FSFI scores domains there are significant differences between the two group son the variables of sexual  desire, orgasm, pain and FSFI total scores.
Perbandingan Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Antara Metode Brain Storming Dan Simulation Game (SIG) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Mengenai Kanker Payudara Pada Siswi Kelas XII SMAN 4 Malang Maharani, Sri Ayu; Wati, Linda Ratna; Sariati, Yuseva
Journal of Issues in Midwifery Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.76 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2019.003.01.5

Abstract

Kanker payudara adalah sebuah penyakit dengan prevalensi tertinggi yang menyerang wanita. Salah satu pencegahan kanker payudara yaitu dengan meningkatkan pengetahuan mengenai kanker payudara sedini mungkin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan efektivitas penyuluhan kesehatan antara metode brain storming dan simulation game terhadap peningkatan pengetahuan mengenai kanker payudara pada siswi kelas XII di SMAN 4 Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimental dengan pendekatannonequivalent control group design. Sampel pada penelitian ini yaitu siswi kelas XII SMAN 4 yang memenuhi kriteria inklusi dan berjumlah 72 orang. Purposive sampling adalah teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini. Pada penelitian ini kuisioner digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc mnggunakan uji Mann Whitney.Hasil post test didapatkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok brain storming dan simulation game (p 0,000) terkait peningkatan pengetahuan mengenai kanker payudara. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penyuluhan kesehatan menggunakan metode simulation game dan brain storming dapat meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kanker payudara pada Siswi Kelas XII SMAN 4 Malang dan metode simulation game lebih efektif dibandingkan dengan brain storming dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kanker payudara.
Perbedaan Antara Asupan Vitamin B1, B6 dan B12 Dengan Kejadian Dysmenorrhea pada Remaja Putri di SMAN 8 Kota Malang dan MA Nurul Ulum Munjungan Kabupaten Trenggalek Pratiwi, Tiara Dewi; Putri, Rismaina; Wilujeng, Catur Saptaning
Journal of Issues in Midwifery Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.505 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2019.003.02.1

Abstract

Dysmenorrhea merupakan salah satu masalah menstruasi yang paling sering dialami oleh remaja putri. Dysmenorrhea dibagi menjadi dysmenorrhe primer dan sekunder. Dysmenorrhea terjadi tanpa disertai patologi organ pelvik. Kekurangan mikronutrien yakni vitamin B1, B6 dan B12 merupakan salah satu faktor penyebab dari dysmenorrhe primer. Konsumsi seimbang dari ketiga vitamin pada menu harian dapat mencegah terjadinya dysmenorrhe primer  karena ketiga vitamin ini mampu menghambat sintesa prostaglandin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara asupan vitamin B1, B6 dan B12 dengan kejadian dysmenorrhea pada remaja di SMAN 8 Kota Malang dan MA Nurul Ulum Munjungan, Trenggalek. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik menggunakan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Uji analisis hubungan asupan Vitamin B1, B6 dan B12 dengan kejadian dysmenorrhea menggunakan uji Spearman Rank dan Regresi Linier. Hasil uji Spearman diperoleh nilai p<0,05 untuk hubungan asupan Vitamin B1, B6 dan B12 dengan kejadian dysmenorrhea. Hasil analisis Regresi Linier diperoleh p<0,05. Uji beda dilakukan untuk melihat adanya perbedaan antara asupan vitamin B1, B6 dan B12 dari kedua sekolah dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil uji menunjukkan p>0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan asupan vitamin B1, B6 dan B12 dari SMAN 8 Kota Malang dan MA Nurul Ulum Munjungan, akan tetapi zat mikronutrien yang paling berpengaruh dari kedua sekolah berbeda. Vitamin B12 merupakan vitamin yang paling berpengaruh di SMAN 8 Kota Malang, sedangkan di MA Nurul Ulum Munjungan Vitamin B1 yang paling berpengaruh.
Karakterstik Ibu (Usia, Paritas, Pendidikan, Pengalaman KB) Berhubungan dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Indahwati, Lilik; Wati, Linda Ratna; Wulandari, Devi Trias
-
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.292 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.2

Abstract

Pencapaian peserta KB MKJP lebih rendah dibandingkan non MKJP. Rendahnya angka penggunaan MKJP ini dinilai menimbulkan beberapa permasalahan seperti tingginya angka kegagalan penundaan atau penjarangan memiliki anak. Pemilihan metode kontrasepsi in tentunya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan karakteristik ibu dengan pemilihan metode kontrasepsi di Puskesmas Lawang Kabupaten Malang. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pengguna KB baru yang terdaftar dalam buku Register KB Puskesmas Lawang pada periode April—Juni 2016. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Cluster Sampling berjumlah 222 Ibu. Variabel independen pada penelitian ini adalah usia, paritas, pendidikan dan pengalaman KB sedangkan variabel dependen adalah pemilihan metode kontrasepsi. Hasil penelitian didapatkan karakteristik ibu yang menggunakan kontrasepsi yaitu paling banyak berusia 20-35 tahun (62,2%), memiliki 2-3 anak (69,8%), pendidikan SD-SMP (54,5%) dan pengalaman KB sebagai akseptor baru (56,7%).  Berdasarkan uji analisis dengan menggunakan Chi Square diperoleh nilai signifikansi usia dan pengalaman KB 0,000, paritas 0,006 dan pendidikan 0,010. Terdapat hubungan antara usia, paritas, pendidikan dan pengalaman KB dengan pemilihan metode kontrasepsi. Diharapkan institusi pelayanan kesehatan dapat mengembangkan strategi komunikasi pelayanan kontrasepsi.

Page 3 of 12 | Total Record : 117