Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Gambaran Kompetensi Kognitif Mahasiswa Profesi Dokter di Rumah Sakit Pendidikan FK UNISMA Ariani, Dewi; Rizki, Anisa
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol 7, No 02 (2018): Jurnal Kesehatan Islam
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Kompetensi kognitif mahasiswa profesi dokter di Indonesia dievaluasi melalui Uji Kompetensi Mahasiswa Program studi Profesi Dokter (UKMPPD) secara nasional yangmerupakan exit examdalam pendidikan kedokteran Indonesia. Tujuan. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengevaluasi kompetensi kognitif mahasiswa program studi profesi dokter FK UNISMA sebagai persiapan untuk menghadapi UKMPPD melaluiprogress test. Metode.Jenis penelitian deskriptif dengan menampilkan data hasil progress test berdasarkan laboratorium yaitu ilmu penyakit dalam (IPD), bedah, neurologi dan mata dari empat rumah sakit pendidikan yang berbeda. Data ditampilkan dalam mean±SD skor progress test. Hasil.Hasil progress test untuk soal IPD, mahasiswa yang menempuh kepaniteraannya di RS Syamrabu Bangkalan, RS Mardi Waluyo Blitar, RS Kanjuruhan Kepanjen, dan di RS Blambangan Banyuwangi yaitu 57,47±9,31; 53,26±7,77; 50,21±7,85; dan 57,38±6,74. Untuk soal Ilmu Bedah, mahasiswa yang menempuh kepaniteraannya di RS Syamrabu Bangkalan, RS Mardi Waluyo Blitar, RS Kanjuruhan Kepanjen, dan di RS Blambangan Banyuwangi mendapatkan nilai 35,71±11,53; 54,48±8,39; 42,91±8,27; dan 49,63±7,88. Untuk soal Ilmu Neurologi, mahasiswa yang menempuh kepaniteraannya di RS Syamrabu Bangkalan, RS Mardi Waluyo Blitar, RS Kanjuruhan Kepanjen, dan di RS Blambangan Banyuwangi mendapatkan nilai 54,82±8,03; 52,71±9,73; 45,29±7,54; dan 54,51±8,28. Untuk soal Ilmu Kesehatan Mata, mahasiswa yang menempuh kepaniteraannya di RS Syamrabu Bangkalan, RS Mardi Waluyo Blitar, RS Kanjuruhan Kepanjen, dan di RS Blambangan Banyuwangi mendapatkan nilai 52,38±4,76 ; 53,17±11,32 ; 48,72±10,10 dan 57,90±10,79. Rata-rata nilai progress test dari keempat bidang tersebut (IPD, Bedah, Neurologi, dan Mata) di RS Syamrabu Bangkalan, RS Mardi Waluyo Blitar, RS Kanjuruhan Kepanjen, dan di RS Blambangan Banyuwangi didapatkan 50,10 ; 53,41 ; 46,78 ; dan 54,86.Kesimpulan.Hasil progress test mahasiswa program studi profesi dokter FK UNISMA semester gasal. TA 2018-19 untuk soal bidang ilmu penyakit dalam, ilmu bedah, ilmu neurologi dan ilmu kesehatan mata masih belum mencapai nilai batas lulus UKMPPD.  Kata kunci: kompetensi kognitif, progress test, rumah sakit pendidikan, ujian nasional. 
Pengaruh Pemberian Antibodi Monoklonal Human Zona Pelusida 3 (mAb HZP3) terhadap Jumlah Sel Granulosa pada Ovarium Mencit (Mus Musculus) jannah, miftahul; Putri, Rismaina; Ariani, Dewi
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.964 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.4

Abstract

Antibodi ZP3 merupakan salah satu kandidat metode imunokontrasepsi. Penelitian sebelumnya mengevaluasi bahwa antibodi ZP3 dapat mengganggu fungsi gap junction sehingga mengganggu komunikasi dan transportasi growth factor antara sel granulosa dan oosit serta profil hormon. Sel granulosa memiliki peran yang sangat penting dalam folikulogenesis. Sel granulosa akan berproliferasi dan berdiferensiasi, menghasilkan hormon steroid dan mengekspresikan growth factor yang dibutuhkan untuk perkembangan oosit. Perkembangan sel granulosa yang terhambat dan tidak maksimal dapat menyebabkan perkembangan oosit yang tidak maksimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian Mab-hZP3 terhadap ekspresi KL di sel granulosa dan kadar FSH mencit (mus musculus). Metode penelitian adalah posttest only control group design. 48 ekor mencit dikelompokkan menjadi 12, yaitu kontrol (adjuvan), kelompok perlakuan (mAb hZP3 dosis 20 µg, 40 µg dan 60 µg), pengorbanan masing masing kelompok dilakukan pada hari  ke 10, 15 dan 20. Penghitungan jumlah sel granulosa dilakukan dengan metode HE. Mencit yang diimunisasi dengan berbagai dosis Mab-hZP3 (dosis 20 µg, 40 µg dan 60 µg) dan diterminasi pada hari ke 10, 15 dan 20, jumlah sel granulosa tidak menunjukkan perbedaan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Mab-hZP3 diproduksi dengan menggunakan “bacterial system” dan berperan sebagai “spesific blocker”. Kesimpulannya Monoklonal antibodi human ZP3 tidak meningkatkan ekspresi KL dan kadar FSH. Hal ini memperkuat pengembangan Mab sebagai metode kontrasepsi alternatif yang aman.
Pengaruh Relaktasi Suplementer Dikombinasikan dengan Pijat Oksitosin dan Aromaterapi Lavender terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi di Malang Raya ariani, dewi; Mastuti, Ni Luh Putu Herli; Hastuti, Nur Aini Retno; Lovita, Agnestia Naning Dian
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.024 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.10

Abstract

Di Indonesia ada banyak ibu yang tidak dapat menyusui bayinya karena berbagai alasan. Berbagai upaya dilakukan agar ibu dapat menyusui bayinya kembali, salah satunya dengan relaktasi suplementer dikombinasikan aromaterapi lavender dan pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh relaktasi suplementer, aromatherapy lavender dan pijat oksitosin terhadap peningkatan berat badan bayi di Malang Raya. Quasi Experiment dengan rancangan penelitian Randomized Post Test Only Control Group Design dilakukan pada ibu yang menginginkan kembali menyusui bayinya dengan usia bayi ≤ 6 bulan. Sampel dibagi dalam 4 kelompok : relaktasi suplementer (kontrol), relaktasi suplementer dan aromaterapi lavender, relaktasi suplementer dan pijat oksitosin, relaktasi suplementer dan kombinasi (aromaterapi lavender + pijat oksitosin). Perlakuan diberikan sejak hari pertama intervensi sampai dinyatakan berhasil melakukan relaktasi. Variabel yang diukur adalah peningkatan berat badan bayi. Hasil analisis pada variable peningkatan berat badan bayi tidak menunjukkan ada beda yang signifikan antar semua kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan yang memberikan dampak terbaik adalah relaktasi suplementer metode kombinasi. Penelitian ini telah dinyatakan laik etik oleh Komisi Etik Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Pengaruh Konsumsi Susu Sapi Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dismenore Primer Pada Siswi Jurusan Keperawatan Di SMKN 2 Malang Febriani, Devi; Ariani, Dewi; Kusumastuty, Inggita
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.483 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.02.3

Abstract

Primary dysmenorrhea is a common gynecological disorder among adolescents females without pathological abnormalities. Primary dysmenorrhea usually begins two days before menstruation or during menstruation and lasts up to 48-72 hours. This is due to high levels of prostaglandins that cause contraction in the myometrium. The incidence of dysmenorrhea in Indonesia is 64.25%, which 54.89% has primary dysmenorrhea while 9.36% has secondary dysmenorrhea. In principle there are two therapies for treatment of primary dysmenorrhea that is pharmacological and non-pharmacological. Cow milk is a food that containing high calcium and can be used as one of the non-pharmacological therapy to reduce pain intensity of primary dysmenorrhea. This study aims to determine the influence of cow milk consumption to decrease the pain intensity of primary dysmenorrhea in students of nursing department at SMKN 2 Malang. The research design used was true experiment with pre test-post test with control group design. The sample in this study were 21 people and divided into three groups taken by simple random sampling. The results showed that there was a difference of decrease pain intensity in three groups using One Way Anova test with p value 0.000 (p <0.005). The optimal dose can decrease pain intensity of primary dysmenorrhea is cow milk with 1000 mg calcium which has the highest pain delta value of 4.57 compared with experimental group II and control group. So it can be concluded that the higher value of the delta pain then the greater the dose effect given to decreased pain intensity of primary dysmenorrhea.
Hubungan Kejadian Melasma dengan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Suntik dan Pil Kombinasi di BPM Dwi Astutik, Desa Petungsewu, Dau, Kabupaten Malang Jannah, Fauqo Wildatil; Ariani, Dewi; Sariati, Yuseva
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.29 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.03.2

Abstract

ABSTRAKJannah, Fauqo Wildatil. 2018. Hubungan Kejadian Melasma dengan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Suntik Kombinasi dan Pil Kombinasi di Bidan Praktik Mandiri Dwi Astutik, Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Tugas Akhir, Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Pembimbing: (1) Dewi Ariani, SST, MPH (2) Yuseva Sariati, SST, SE, M.Keb.Peningkatan penggunaan kontrasepsi hormonal di Indonesia berhubungan dengan beberapa keuntungan yang diberikan, seperti efektif, murah, dan terjangakau berbagai kalangan. Terlepas dari beberapa keuntungan yang diberikan oleh kontrasepsi hormonal, terdapat salah satu efek samping yang dianggap merugikan bagi penggunanya, yaitu melasma. Melasma merupakan suatu bentuk hiperpigmentasi yang ditimbulkan akibat adanya penumpukan melanin pada epidermis, dermis, maupun keduanya. Melasma  dapat muncul pada pengguna kontrasepsi hormonal seperti pil kombinasi maupun suntik kombinasi, dan sering muncul pada area wajah sehingga hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup sehari- hari. Munculnya melasma pada pengguna pil dan suntik kombinasi dipengaruhi oleh adanya hormon estrogen dan progesteron yang terkandung dalam kontrasepsi tersebut yang akan mengakibatkan penumpukan di dalam tubuh. Hormon estrogen dan progesteron saling berkaitan dalam mempengaruhi pigmentasi sel, dimana mereka berperan secara langsung pada melanosit sebagai salah satu reseptornya. Kandungan hormon yang berbeda dapat memberikan pengaruh yang berbeda pula pada kejadian melasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian melasma dengan penggunaan kontrasepsi hormonal suntik kombinasi dan pil kombinasi di BPM Dwi Astutik Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah desain case control dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 34 orang, pada tiap kelompok (kasus dan kontrol). Analisis data menggunakan Uji Chi Square dan diapatkan nilai α= 0,015 (signifikan) dan odd ratio sebesar 3,378. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan pada penggunaan kontrasepsi hormonal suntik kombinasi dan pil kombinasi dengan kejadian melasma dengan besar resiko yaitu penggunaan suntik kombinasi 3,378 kali lebih beresiko menimbulkan melasma dibanding penggunaan pil kombinasi.Kata kunci: Kontrasepsi Hormonal, Suntik Kombinasi, Pil Kombinasi, Melasma ABSTRACTJannah, Fauqo Wildatil. 2018. The Correlation between Melasma Occurrence with The Use of Injection Combination and Pills Combination of Hormonal Contraception in Dwi Astutik Maternity Home, Petungsewu Village in Dau District of Malang Regency. Final Assignment, Midwifery Program, Faculty of Medicine, Brawijaya University. Supervisors: (1)  Dewi Ariani, SST, MPH (2) Yuseva Sariati, SST, SE, M.Keb.The Increasing of hormonal contraceptives use in Indonesia is related to its advantages, such as effective, inexpensive, and affordable. In spite of some advantages which is provided by the hormonal contraceptives, there is a bad effect that causes any harm, which is called melasma. Melasma is a form of hyperpigmentation arising due to the buildup of melanin in the epidermis, dermis, or both. Melasma can appear on the users of hormonal contraceptives such as the pill or injection combination and tend to appear on face areas so that it can be influencing the life’s quality. The appearance of melasma on the user of injection and pill combination is affected by the presence of estrogen and progesterone hormones which is contained in contraception and it will cause kind of accumulation in the body. Estrogen and progesterone hormones are interrelated in affecting cells pigmentation, as one of melanocyte's receptor. The difference of hormonal substances can give different influence to the genesis of melasma. This research aims to know the correlation between melasma occurrence with the use of injection combination of hormonal contraceptives and pills combination in Dwi Astutik Maternity Home, Petungsewu Village in Dau District of Malang Regency. The research design used was the design of the case-control sampling technique using a purposive sampling technique. The number of respondents as many as 34 people, on each group (case and control). Data analysis using the Chi-Square Test and obtained the value of α = 0.015 (significant) and the odds ratio of 3.378. The conclusion of this study is there is a correlation between injection and pill combination and the genesis of melasma. the use of injection combination 3.378 times is riskier to emerge melasma than the use of pill combination. Keyword: Hormonal Contraception, Injection Combination, Combination Pills, Melasma
Factors Related to the Need of Sexuality Education in Primary School in Gondanglegi Sub-District, Malang Regency Wati, Linda Ratna; Putri, Rismaina; Ariani, Dewi; Hidayah, Nurul; Reksohusodo, Subandi; Silvani, Yulia
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.831 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.01.1

Abstract

Semakin tingginya kekerasan dan pelecehan seksual pada anak di wilayah Kabupaten Malang serta adanya proses tumbuh kembang anak, dimana pada usia 9-12 tahun anak mulai memasuki masa pubertas, maka anak sekolah dasar perlu mendapatkan pendidikan seksualitas. Dan pendidikan seksualitas akan lebih baik jika diberikan sesuai kebutuhan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan pendidikan seksualitas pada anak sekolah dasar di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan rancangan explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pada 317 sampel pada 24 sekolah dasar. Analisa data secara univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariate dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (70.03%) membutuhkan pendidikan seksualitas dengan variabel yang berpengaruh pada kebutuhan pendidikan seksualitas adalah informasi (OR= 4.870), pengetahuan (OR=3.028), dan sikap terhadap pendidikan seksualitas (OR= 4.271).
Pengaruh Pemberian Masase Effleurage Menggunakan Minyak Aromaterapi Mawar terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dismenore pada Remaja Putri di SMK Negeri 2 Malang Jurusan Keperawatan Hikmah, Nurul; Amelia, Coryna Rizky; Ariani, Dewi
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.501 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.02.4

Abstract

Dismenore merupakan istilah dari nyeri yang dirasakan wanita pada perut bagian bawah sebelum ataupun sesaat menstruasi. Dismenore terbagi menjadi 2 yaitu dismenore dimana nyeri menstruasi yang dirasakan murni disebabkan oleh adanya kontraksi dari miometrium karena produksi prostaglandin dan dismenore sekunder dimana nyeri menstruasi yang dirasakan disebabkan kelainan patologis pada pelvis. Di Indonesia, 43-93% penderita dismenore adalah remaja putri. Masase effleurage menggunakan minyak aromaterapi mawar adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk menurunkan intensitas nyeri dismenore. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian masase effleurage menggunakan minyak aromaterapi mawar terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di SMKN 2 Malang Jurusan Keperawatan. Desain penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan jenis Non Equivalent Control Group Design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 24 orang yang dibagi dalam 4 kelompok tindakan yaitu kelompok eksperimental 1 dan eksperimental 2 yang diberikan masase effleurage menggunakan minyak aromaterapi mawar serta kelompok kontrol 1 dan 2 yang diberikan masase effleurage menggunakan sweet almond oil, masing-masing kelompok diberikan tindakan selama 15 menit dan 10 menit. Tindakan yang paling efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore adalah masase effleurage menggunakan minyak aromaterapi mawar selama 15 menit berdasarkan nilai mean uji Two Way Anova yaitu sebesar 3,83 serta angka signifikansi untuk variabel waktu 0,015 (signifikan), variabel jenis minyak 0,000 (signifikan) dan angka signifikansi antara variabel waktu dan jenis minyak secara bersamaan 0,154 (tidak signifikan). Dari hasil penelitian ini disarankan bagi remaja putri untuk menerapkan metode ini saat mengalami dismenore karena mudah dilakukan sehingga remaja tersebut tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.
Pengaruh Konsumsi Kacang Mente (Anacardium occidentale) Sangrai Pada Penurunan Skala Nyeri Dismenore Primer Siswi SMA Negeri 1 Lawang Periode November-Desember 2017 Lestari, Intan Indah; Ariani, Dewi; Kusumastuty, Inggita
Journal of Issues in Midwifery Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.047 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2019.003.02.3

Abstract

ABSTRACTPrimary dysmenorrhea is painful menstrual cramps without any evident pelvic pathology and it happened more than 50% of menstrual period females and causes significant disruption in quality of life. Pain in primary dismenorrhea and other systemic symptoms caused by high levels of prostaglandins. Primary dismenorrhea can be treated by pharmacological and nonpharmacological therapy. Cashew nut consumption  is one of the nonpharmacological therapy that can reduce the pain intensity of primary dismenorrhea because it contains high magnesium. This study aim to determine the effect of cashew nut consumption (Anacardium occidetale) to reduce the pain intensity of primary dismenorrhea in students of SMAN 1 Lawang. The design of this research used was true experiment with pre test and post test with control group design. The samples were used in this study are 21 people divided into three groups. This study was conducted during one menstrual cycle. The results showed that there was a difference of decrease pain intensity between three group using One way ANOVA test with significance number of 0.000 (p<0.05). From this research result the best dose to reduce pain intensity of primary dismenorrhea is 68 gr cashew nut that contain 300 mg of magnesium.Therefore this study suggest that teenagers can use cashew nut consumption as a choice to reduce pain in primary dismenorrhea.Keywords: Primary Dysmenorrhea, Cashew nut, Magnesium  ABSTRAKDismenore primer merupakan nyeri kram menstruasi tanpa adanya kelainan pada panggul dan terjadi lebih dari 50% pada wanita yang mengalami mentruasi dan mengganggu kualitas hidup seseorang. Nyeri pada dismenore primer dan gejala sistemik lain yang muncul disebabkan pleh tingginya kadar prostaglandin. Dismenore primer dapat diobati dengan terapi secara farmakologis dan nonfarmakologis. Konsumsi kacang mente adalah salah satu  terapi nonfarmakologis yang dapat menurunkan intensitas nyeri dismenore primer karena mengandung magnesium yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh konsumsi kacang mente terhadap penurunan skala nyeri dismenore primer pada siswi SMAN 1 Lawang. Desain penelitian menggunakan desain eksperimental murni dengan pre test-post test with control group. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 21 orang yang dibagi menjadi tiga kelompok. penelitian ini dilakukan selama satu siklus menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan penurunan intensitas nyeri dismenore primer pada ketiga kelompok menggunakan uji One way ANOVA dengan angka signifikansi 0.000 (p<0.05). Dari hasil penelitian ini didapatkan dosis terbaik untuk menurunkan nyeri dismenore primeradalah 68 gram kacang mente yang mengandung 300 mg magnesium. Maka dari itu disarankan kepada remaja putri untuk dapat menjadikan konsumsi kacang mente sebagai pilihan untuk menurunkan nyeri dismenore primer.Kata kunci: Dismenore Primer, Kacang Mente, Magnesium
ANALISIS VALIDITAS BUKU AJAR UNTUK SISTEM PERKULIAHAN E-LEARNING PADA MATA KULIAH KIMIA DASAR DI FKIP UMMY SOLOK -, Afrahamiryano -; Ariani, Dewi
JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) Vol 1 No 2 (2017): JEP : Jurnal Eksakta Pendidikan
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.49 KB) | DOI: 10.24036/jep.v1i2.55

Abstract

E-learning lecture system is a lecture system that has been the talk of the world for several years. With regard to this e-learning process, there will still be teaching materials that are made. Teaching materials in the form of material for one semester published through e-learning media. Each teaching material needs to go through the validation process. So far, teaching materials created by lecturers only to support the lecture process, not many lecturers who validate the teaching materials given to students. The importance of validation of teaching materials is necessary to see the suitability of teaching materials to business / industry needs, so that the teaching materials are appropriate and suitable for use in learning. Therefore, the research is conducted to determine the validity of this resource. The formulation of the problem in this research is how the validity of basic chemistry textbook content for e-learning lecture system in FKIP UMMY Solok? To answer the problem formulation used R & D research method using 4D development model. The content validation of Textbook is done by expert consideration method and for data analysis of expert consideration result, used CVR index developed by Lawshe. Validation of this textbook aims to see the suitability of the content or substance of teaching materials. Triangulation results of expert consideration data obtained information that the validity of Basic Chemistry Basic textbook relevant / viable in terms of content and can be used for e-learning lecture system.
Pengaruh Pemberian Kompres Daun Kubis Dingin sebagai Terapi Pendamping bendungan ASI terhadap Skala Pembengkakan dan Intensitas Nyeri Payudara serta Jumlah ASI pada Ibu Postpartum di RSUD Bangil Damayanti, Ervi; Ariani, Dewi; Agustin, Danik
-
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2020.004.02.1

Abstract

Breast engorgement is a common problem in early postpartum, causing discomfort to become one of the obstacles in exclusive breastfeeding. Therefore, an effective method is needed to solve this problem. This study aimed to determine the effect of cold cabbage leaf compression on the engorgement scale and breast pain intensity, and the amount of breast milk in postpartum mothers. This study was Quasy Experimental with pre-test post-test with control group design, with 32 samples of postpartum mothers with breast engorgement, divided into two groups (intervention and control), with sampling technique of quota sampling. The data collection used a questionnaire sheet containing Six Point Engorgement Scale, Numeric Ratting Scale/NRS. Analysis of this study using Wilcoxon and Mann-Whitney test. The results showed that the compression of cold cabbage leaves had a significant effect on the decrease of engorgement scale and the intensity of pain, and increase of breastmilk with p-value of 0.000 (α <0,05), the control group (hand expression) also had significant influence on engorgement  scale and the intensity of pain, and the amount of breastmilk with p-value α <0,05. There were significant differences in both groups in reducing engorgement and pain intensity (p-value <0.005), but in increasing the amount of breast milk did not show a significant difference between the two groups (p-value 0.344). The conclusion of this study is cold cabbage leaf compresses can be used as a therapy to reduce the scale of engorgement and the intensity of breast pain in mothers with breast engorgement.