cover
Contact Name
Nur Aini Retno Hastuti, SST., M.Keb
Contact Email
nurainiretno@ub.ac.id
Phone
+6285642140459
Journal Mail Official
joim@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Issues in Midwifery
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25496581     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Issues in Midwifery (JOIM) adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Jurusan kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Indonesia. JOIM terbit tiga kali dalam setahun pada periode bulan April - Juli , Agustus - November , dan Desember - Maret dan memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian utuh, tinjauan pustaka, laporan kasus dan komunikasi singkat dalam bidang kebidanan.
Articles 117 Documents
Pengaruh Penggunaan Magnesium Sulfate (MgSO4) saat Antenatal sebagai Neuroprotektor Bayi Prematur terhadap Perkembangan Motorik Kasar Usia 2-3 Tahun sariati, yuseva; Nooryanto, Mukhamad; Anggraini, Putri Diah Ayu
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.949 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.7

Abstract

AbstractIndonesia is the country with the fifth highest figure in the world of prematurity. The incidence of severe preeclampsia in Indonesia as much as 31.04%.Indonesia still use magnesium sulfate as an anti-seizure medications and recurrent seizures. Some developed countries in the world have been using magnesium sulfate as a neuroprotective fetus during antenatal for baby with a risk of premature birth. Premature babies have an increased risk of morbidity short term and long term. Nearly 50% of premature babies have neurological problems such as motor disorders. This study aimed to determine the effect of a history of the use of magnesium sulfate in the mother during antenatal against gross motor development in children aged 2-3 years. Analytic observational research with cross-sectional approach. Samples were selected by using purposive sampling with 30 respondents. Collecting data on the data preterm infants with a history of giving antenatal magnesium sulfate obtained through medical record RSIA Puri Bunda Malang and gross  motor  development  is  obtained  by means of door-to-door using a checklist denver II. Analysis of the results  of  studies  using the  Fisher  Exact Test correlation test. The research data is obtained as much as 43.3% of respondents with a history of antenatal magnesium sulphate diagnosed normal gross motor development,  6.7%  suspect  and  no  diagnosed untestable. While the respondents without a history of antenatal magnesium sulphate showed 16.7% of children diagnosed normal gross motor development and 33.3% suspect and no respondents who were diagnosed untestable. The results showed that there was a significant effect (p value = 0.008), so that it can be concluded that a history of antenatal magnesium sulfate use in premature babies  have a better effect than the group that did not have a history of use of antenatal magnesiumsulfate.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perkembangan Anak Prasekolah pada Ibu yang Menikah Dini di Wilayah Puskesmas Jabung Windari, Era Nurisa; Trisintyandika, Idkha; Santoso, Djoko
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.61 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.01.4

Abstract

Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan atau skill struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai proses diferensiasi sel tubuh, jaringan tubuh, organ, dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Perkembangan anak terdiri dari 4 aspek yaitu motorik kasar, motorik halus, bahasa dan personal sosial. Salah satu yang memengaruhi perkembangan anak prasekolah adalah pola asuh orang tua. Usia pernikahan ibu juga berpengaruh dalam perannya memberikan pola pengasuhan yang tepat pada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan anak prasekolah pada ibu yang menikah dini di wilayah puskesmas Jabung. Desain penelitian yang digunakan yaitu observational analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang tua dan anak usia prasekolah. Variabel independen yaitu pola asuh orang tua pada ibu yang menikah dini yang diukur dengan menggunakan kuisoner, sedangkan variabel dependennya yaitu perkembangan bayi yang diukur dengan menggunakan Denver II. Hasil uji statistik Chi Square dengan = 0,05 diperoleh nilai p= 0,026 maka dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua pada ibu yang menikah dini dengan perkembangan anak prasekolah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan pola asuh orang dengan perkembangan anak prasekolah pada ibu yang menikah dini di wilayah puskesmas Jabung.
Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Anak Usia 3 – 4 Tahun Rosyidah, Rafhani; Aprilia, Puput
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.891 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.03.3

Abstract

BSTRACT Development is the increasing ability, body functions, and structures more complex in regular patterns and can be predicted as a result in the process of maturation. One that affects child development is nutritional status. From the preliminary data, it was found 15.9% had less nutrition in 2015 in Sidoarjo regency than the government target of 15% .The purpose of this study was to know the relationship of nutritional status with the development of children aged 3-4 years.The research design used with analytic with cross sectional approach. Data collection using KPSP to assess child development, and KMS to assess nutritional status. A sample size of 31 children aged 3-4 years. Data is presented with frequency table and cross tabulation, then analyzed by using chi square test with significance level α = 0,05. From the test results obtained p value = 0.034. Children whose development corresponds to more good nutritional status (86.7%), compared with less nutritional status (43.7%). And the dubious development of more nutritional status is less (56,3%), compared to good nutrition status (13,3%).The conclusion of this research is there is relationship of nutritional status with the development of children aged 3-4 years. Parents should strive to meet the child's nutrition for good development.
Amenore Primer et causa Hiperplasia Adrenal Kongenital Non Klasik Arifiandi, Maya Devi; Wiyasa, I Wayan Arsana
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.658 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.01.3

Abstract

ABSTRACTPrimary amenorrhea is menarche delayed at 14 of age without secondary sex or absent of menstruation at 16 of age with appearance of normal secondary sex. Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) is one of endocrine disturbance can cause primary amenorrhea. Three CAH phenotypes are classical salt wasting and classical simple virilizing, also non classical CAH with late onset in symptoms and diagnosis which unknown in prenatal time. Non classical CAH caused by P450C21(21-hydroxilase) deficiency, where autosomal recessive cause by mutation of gene CYP21A2. A case 16 years old female patient came with absent of menstruation and mass near vagina as penis like. Number of screening and  examination, diagnosis for this patient is Non Classical Congenital Adrenal Hyperplasia.                  Keywords : primary amenorrhea, non classical congenital adrenal hyperplasia   ABSTRAKAmenore primer adalah tertundanya menarke pada usia 14 tahun tanpa disertai seks sekunder atau tidak adanya menstruasi pada usia 16 tahun dengan adanya pertumbuhan normal seks sekunder. Hiperplasia Adrenal Kongenital (HAK) merupakan salah satu gangguan endokrin yang dapat menyebabkan terjadinya amenore primer. Terdapat tiga fenotip HAK, HAK tipe klasik yaitu  classical salt wasting dan classical simple virilizing sejak lahir serta HAK non klasik dengan late-onset baik gejala maupun diagnosisnya dimana saat prenatal tidak diketahui. HAK non klasik disebabkan karena adanya defisiensi  enzim P450C21 (21-hidroksilase) yang merupakan kelainan autosomal resesif yang diakibatkan oleh mutasi gen CYP21A2. Sebuah kasus seorang pasien wanita lajang usia 16 tahun dengan keluhan belum menstruasi sama sekali dan memiliki benjolan di dekat vagina menyerupai penis. Dilakukan serangkaian pemeriksaan, diagnosis pada pasien ini adalah Hiperplasia Kongenital Adrenal Kongenital (HAK) non klasik.     Kata kunci: amenore primer, hiperplasia adrenal kongenital (HAK) non klasik 
Pengaruh Pemberian Air Tape Ketan Putih terhadap Kadar Hemoglobin Tikus Rattus norvegicus Bunting Laili, Sauli Nur; Mayangsari, Elly; Rahayu, Indriati Dwi
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.996 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.02.2

Abstract

Tape merupakan hasil proses fermentasi yang akan menghasilkan alkohol. Pada beberapa daerah, banyak larangan ibu hamil untuk mengkonsumsi tape karena dipercaya dapat menyebabkan keguguran. Keguguran merupakan salah satu dampak dari anemia. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air tape ketan putih terhadap kadar hemoglobin pada tikus Rattus novegicus bunting. Penelitian ini menggunakan desain experimental sejati dengan rancangan penelitian Post Test Only Control Group Design. Sampel yang digunakan sebanyak 20 tikus bunting yang dibagi menjadi 4 kelompok; kelompok kontrol (K), kelompok perlakuan dengan 3 dosis air tape ketan putih dengan kadar 2,79% (P1=20 ml/kgBB, P2=30 ml/kgBB, P3=40 ml/kgBB). Air tape ketan putih diberikan hari pertama sampai hari ke-19 kebuntingan. Kemudian pada hari ke-20 tikus dikorbankan dan diambil darahnya dari jantung untuk penghitungan kadar hemoglobin. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa kadar hemoglobin setelah perlakuan menunjukkan kecenderungan menurun tetapi tidak berbeda secara signifikan p = 0,1 (p>0,05). Namun berdasarkan hasil uji d-type effect size pada P3 menunjukkan pengaruh yang sangat besar dengan ES = 1.40540541 dalam menurunkan kadar hemoglobin. Hasil uji korelasi pearson p= 0,017 (p<0,05) menunjukkan ada hubungan yang cukup kuat dan berlawanan arah p=– 0,529 (p>0,5). Kadar hemoglobin setelah perlakuan menunjukkan kecenderungan menurun tetapi tidak berbeda secara signifikan. Kata kunci: hamil,air tape ketan putih, kadar hemoglobin
Pengaruh Pemberian Edamame (Glycin max (L) merrill) Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Nifas Primipara Di Bpm Dillah Sobirin Kecamatan Pakis Kabupaten Malang safitri, rani
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.293 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.03.4

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan investasi terbaik bagi kesehatan dan kecerdasan anak. Salah satu penyebab rendahnya pemberian ASI Eksklusif adalah asupan gizi yang rendah dan jumlah ASI yang diproduksi tidak cukup untuk memenuhi permintaan bayi. Kedelai sayur (Glycine max L.Merill), dikenal dengan sebutan Edamame memiliki potensi untuk nutrisi ibu menyusui, karena mengandung senyawa fitosterol yang berfungsi meningkatkan dan memperlancar produksi ASI (efek lactagogum). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian edamame (Glycine max L.Merill) terhadap produksi ASI pada ibu nifas primipara di BPM Dillah Sobirin Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest Sampel penelitian adalah ibu nifas primipara hari ke 3-7 sebanyak 20 responden. Pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Pemberian edamame sebanyak 65 gram /hari selama 5 hari. Analisis secara bivariat menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan p value = 0,009 dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh pemberian Edamame terhadap produksi ASI pada ibu nifas primipara hari ke 3-7 di BPM Dillah Sobirin Pakis Kabupaten Malang. Saran kepada petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan asupan nutrisi yang tepat pada ibu nifas saat menyusui sehingga mampu menunjang keberhasilan program pemerintah dalam upaya peningkatan cakupan pemberian ASI Eksklusif.
Pengaruh Ekstrak Etanol Brokoli Terhadap Histologi Tuba Fallopi yang Dipapar MSG Chusyairi, Onnitia Dwi Putri; Nurdiana, Nurdiana; Mastuti, Ni Luh Putu Herli
Journal of Issues in Midwifery Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.514 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2019.003.01.4

Abstract

Latar belakang: kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji di Indonesia mencapai 88%/hari. MSG dapat membahayakan kesehatan, terutama organ reproduksi wanita yang dapat menyebabkan infertilitas. Tujuan: membuktikan adanya pengaruh ekstrak etanol brokoli dalam peningkatan total sel epitel sekretorik dan ketebalan otot polos tuba fallopi yang terpapar MSG. Metode: rancangan penelitian ini yaitu Randomized Post Test Only dengan membandingkan variabel yang diteliti antar kelompok perlakuan. Kelompok dibagi menjadi 5 yaitu: K(-) tidak diberi paparan MSG dan ekstrak etanol brokoli; K(+) diberi paparan MSG 0,7 mg/gBB; P1 (MSG 0,7 mg/gBB +500 mg/kgBB ekstrak etanol brokoli); P2 (MSG 0,7 mg/gBB+1000 mg/kgBB ekstrak etanol brokoli); P3 (MSG 0,7 mg/gBB+2000 mg/kgBB ekstrak etanol brokoli). Pemberian perlakuan dilakukan selama 28 hari. Terminasi dilakukan di hari ke 29 saat tikus dalam fase proestrus, selanjutnya dilakukan pengecatan HE untuk mengetahui gambaran histopatologi tuba fallopi tikus kemudian diamati dengan mikroskop. Hasil: uji ANOVA pada rerata sel epitel sekretorik menghasilkan perbedaan yang bermakna (p= 0,000 atau < 0,05), sedangkan hasil uji HSD membuktikan tidak semua kelompok perlakuan diperoleh perbedaan yang signifikan. Pada jumlah tebal lapisan otot polos menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Simpulan: ekstrak etanol brokoli mampu meningkatkan rerata sel epitel sekretorik dan tebal lapisan otot polos tuba fallopi yang dipapar MSG, meskipun tidak diperoleh perbedaan yang signifikan antar kelompok.
Pengaruh Pemberian Infusa Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Berat Uterus Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Postpartum Dzakiyah, Nuha Uliya; Kalsum, Umi; Indahwati, Lilik
Journal of Issues in Midwifery Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.206 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2019.003.02.2

Abstract

Puerperal period is the period after childbirth until the organs recover as before preganancy, where one of the important sequences during the puerperium period is uterine involution. Involution of the uterus reflects changes in the shape and position of the uterus that affect the decrease in uterus size. Temulawak is one of native plants in Indonesia and widely used as a traditional medicine. This plant is also believed to improve postpartum health and suspected to have synergistic effect with the involution of the uterus.The purpose of this research is to know the influence of giving infusa temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) to the uterine weight in rats (Rattus norvegicus) that had been given birth.  Experimental study using Post Test Only Control Group Design with female rats who have given birth and are breastfeeding. The sample is divided into four groups, that is one the control group and three for treatment groups given infusa temulawak with dosage concentrations of 10%, 20%, and 40%. The results was tested by One-way ANOVA and showed there was no significantly difference in uterine weight (p=0,139). The conclusions of this study is that giving the infusa temulawak quantitavely can lose weight of uterus rats at concentrations 10%, but there is not a statistically meaningful difference between groups.
Pengaruh Dukungan Tenaga Kesehatan terhadap Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sisir Kelurahan Sisir Kota Batu Windari, Era Nurisa; Dewi, Amalia Kusuma; Siswanto, Siswanto
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.539 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.3

Abstract

Dukungan tenaga kesehatan adalah kenyamanan fisik dan psikologis, perhatian, penghargaan, maupun bantuan dalam bentuk lainnya yang diterima individu dari tenaga kesehatan. Dukungan tenaga kesehatan dapat berwujud dukungan emosional, penghargaan, instrumental, dan informasi. Tenaga kesehatan merupakan sumber dukungan sosial yang berasal dari individu lain yang sangat jarang memberi dukungan dan memiliki peran yang sangat cepat berubah. Dukungan kepada ibu menjadi satu faktor penting dalam memberikan ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskemas Sisir Kota Batu. Desain penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional dan uji statistik menggunakan Chi Square. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2016. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 ibu. Variabel independen yaitu dukungan tenaga kesehatan dan variabel dependen yaitu pemberian ASI eksklusif yang diukur menggunakan kuesioner. Pada penelitian ini didapatkan p=0,000 (< 0,05) dan ratio prevalen sebesar 10,5 hal ini berarti ibu yang mendapat dukungan tenaga kesehatan kurang mempunyai kemungkinan untuk tidak memberikan ASI eksklusif 10,5 kali lebih besar dari pada ibu yang mendapat dukungan tenaga kesehatan baik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sisir Kota Batu yang bermakna. 
Perbedaan Kecemasan Ibu Bersalin Primigravida kala I yang Diberi dengan Yang Tidak Diberi Aromaterapi Lavender fatmawati, fatma wati; Wulani, Septia Intan
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.043 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.9

Abstract

Peristiwa persalinan merupakan suatu pengalaman baru dan merupakan saat yang dinantikan. Namun disisi lain sering terdapat hambatan yang dapat beresiko buruk bagi ibu maupun bayinya karena proses persalinan bukan hal yang fisiologis, namun diwarnai dengan psikologis sehingga proses persalinan dapat menimbulkan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kecemasan ibu bersalin primigravida kala I yang diberi dan tidak diberi aromaterapi.Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental. Dengan populasi sebanyak 20 ibu bersalin primigravida kala I. Sampel yang ditentukan sebagai subyek penelitian ini adalah semua ibu bersalin di Pondok Bersalin Hikmah Desa Lesong Daya Kec. Batu Marmar Kab. Pamekasan. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling, dimana pemilihan sampel sesuai kriteria sampai kurun waktu tertentu, sehingga jumlah yang terpenuhi sebanyak 16 responden. Untuk mengetahui tingkat kecemasan ibu bersalin digunakan skala penilaian dari HRS-A.Dari hasil penelitian didapatkan hasil sebanyak 25% ibu bersalin yang diberi aromaterapi tidak mengalami kecemasan. Sedangkan 6,25% ibu bersalin yang tidak diberi aromaterapi tidak mengalami kecemasan. Harga Z hitung sebesar -1,890 dan Z tabel untuk taraf signifikansi 0,05 sebesar 30, maka Z hitung < Z tabel (-1,890 < 30) dan p<0,05 (p=0,006 < 0,05).            Rata-rata ibu bersalin yang diberi aromaterapi tidak mengalami kecemasan dibandingkan dengan ibu yang tidak diberi aromaterapi. Sehingga dapat disimpulkan ibu bersalin yang ada di Pondok Bersalin Hikmah rata-rata tidak mengalami kecemasan, yang perlu diupayakan tenaga kesehatan memberikan aromaterapi di tempat bersalin agar ibu dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. 

Page 4 of 12 | Total Record : 117