cover
Contact Name
Lilin Rosyanti
Contact Email
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Phone
(0401) 3190492
Journal Mail Official
edoffice@myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral A.H Nasution No.G-14, Anduonohu, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93231, Phone (0401) 3190492
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Health Information : Jurnal Penelitian
ISSN : 20850840     EISSN : 26225905     DOI : 10.36990/hijp
Core Subject : Health,
Health Information : Jurnal Penelitian adalah jurnal kesehatan yang bersifat mandiri, amanah, rasional, akuntabel dan global yang berisi hasil penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif.
Articles 266 Documents
Search results for , issue "Content Digitized" : 266 Documents clear
Asosisasi Kejadian Priapismus Dengan Riwayat Penggunaan Antipsikosis Cahyo, Adrian Meta
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Priapismus merupakan salah satu kegawatdaruratan urologis yang membutuhkan intervensi segera. Priapismus memiliki angka prevalensi yang rendah pada populasi umum, namun memiliki peningkatan risiko pada populasi tertentu. Terdapat berbagai faktor yang meningkatkan risiko priapismus yaitu pada pasien dengan gangguan hematologi, konsumsi obat-obatan tertentu, malignansi, dan gangguan neurologi. Priapismus akibat obat-obatan dapat disebabkan oleh obat antipsikotik/ Anti Psycotic Drugs (APD), antidepresan, antihipertensi, antikoagulan, penghambat alfa, dan beberapa zat psikoaktif. APD diperkirakan menyumbang setengah dari kasus priapismus yang dipicu oleh obat. Karena hal ini, pentinguntuk tenaga medis mengetahui asosiasi kejadian priapismus dan APD, untuk lebih selektif dalam meresepkan obat tertentu pada pasien. Metode: Penulis mencari, menyeleksi, dan memilih jurnal yang berkaitan dengan asosiasi kejadian priapismus dan APD melalui beberapa database penelitian antara lain ScienceDirect, Google Scholar, PubMed, dan Wiley. Kata kunci yang digunakan adalah “Priapismus”, “Antipsikotik”, dan “Asosiasi”. Hasil: Berbagai studi telah menunjukkan asosiasi yang signifikan antara kejadian priapismus dengan riwayat konsumsi APD. APD menyumbang 50% kejadian priapismus yang dipicu oleh obat-obatan. Kombinasi dari APD dengan obat psikotropika atau obat lainnya meningkatkan risiko kejadian priapismus. Simpulan: Kejadian priapismus memiliki asosiasi dengan riwayat konsumsi APD.
Fuchs Uveitis Syndrome : Tinjauan Komprehensif Terkini Gunadi, Angelica; Chandra Sumampouw, Heiddy; Adythia Pause, Andreino; Harlendo, Kent; Rinaldo, Alvin
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Fuchs uveitis syndrome (FUS) adalah kondisi mata kronis, dapat unilateral, ditandai dengan sindrom peradangan ringan menyebabkan katarak dan glaukoma sekunder.Prevalensi FUS lebih tinggi di negara maju dan lebih rendah di negara berkembang. Hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya akibat kelainan FUS yang kurang dapat dikenali dengan baik kecuali oleh spesialis uveitis. Pada kondisi ini literatur terbaru yang mengulas FUS dari berbagai sumber literatur masih sulit dijumpai.Tujuan: Penulis ingin menyatukan berbagai literatur terkait FUS serta memberikan referensi terbaru terkait FUS. Metode:Sampel diambil menggunakan database Google Scholar, PubMed, Cochrane Library dengan kata kunci “fuchs uveitis syndrome” dalam kurung waktu 5 (lima) tahun. Studi diambil jika memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Hasil:Fuchs uveitis syndrome atau Fuchs heterochromic iridocyclitis merupakan penyebab tersering terjadinya uveitis anterior. Etiologi tersering oleh virus rubela dan sitomegalovirus. Tanda khas dijumpai peradangan ruang anterior, keratik presipitat berbentuk bintang. Kesimpulan: Pemilihan terapi pada kelainan FUS penting untuk diketahui bagi tenaga kesehatan terutama dalam penatalaksanaan dan pencegahan terjadinya komplikasi lanjut.
Hubungan Antara Pendidikan Ibu Dengan Status Gizi Anak Usia 1 Tahun 6 Bulan Sampai 2 Tahun Di Rs Sumber Waras Shaputri, Wahyu Eka; Dewanto, Naomi Esthernita
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan orang tua merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi status gizi pada anak. Tingkat pendidikan orang tua khusunya ibu, berkaitan dengan pemahaman pemberian nutrisi yang baik untuk anak. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dengan status gizi anak usia 1 tahun 6 bulan sampai 2 tahun di RS Sumber Waras Jakarta Barat. Jenis penelitian ini bersifat observasional menggunakan desain cross- sectional (potong lintang) dengan data rekam medik sebanyak 64 peserta anak berusia 1 tahun 6 bulan sampai 2 tahun. Metode statistika yang digunakan untuk menguji korelasi antar variabel pada penelitian ini adalah uji korelasi kendall’s tau. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan p value 0.003 (<0.05), sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan status gizi anak usia 1 tahun 6 bulan sampai 2 tahun. Terdapat korelasi koefisien positif sebesar r 0.323, hal ini menunjukkan semakin tinggi tingkat pendidikan ibu semakin baik status gizi anak. Dengan demikian hasil penelitian ini terdapat hubungan yang erat antara tingkat pendidikan ibu dengan status gizi anak usia 1 tahun 6 bulan sampai 2 tahun di RS Sumber Waras Jakarta Barat. Oleh karena itu penting untuk melihat tingkat pendidikan dan pemahaman ibu agar dapat memenuhi status gizi yang baik pada anak.
Risk Prediction Acute Kidney Injury Pada Pasien Sepsis Elhapidi, Nafisa Zulpa; Kalew, Priska Amanda; Darmadji, Edlin Gisela; Pake, Indry Agatha Rihi; Regina, Sheren
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepsis merupakan kondisi disfungsi organ yang disebabkan oleh terganggunya respon inflamasi tubuh dalam mengatasi infeksi. Acute kidney injury (AKI) merupakan keadaan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) secara tiba-tiba selama ? 7 hari, peningkatan kreatinin serum ?0.3 mg/dL dalam 48 jam atau peningkatan kreatinin serum ?1.5 kali dari nilai awal dalam 7 hari atau volume urin <0.5 mL/kgBB/jam selama 6 jam. Sepsis-associated acute kidney injury (S-AKI) adalah komplikasi yang umumnya terjadi pada pasien sepsis yang dirawat dan meningkatkan risiko perburukan penyakit dan risiko mortalitas. Beberapa faktor risiko dikatikan dengan terjadinya S-AKI tetapi faktor risiko secara lengkap belum sepenuhnya diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko terjadinya S-AKI. Desain penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka terkait faktor risiko terjadinya AKI pada pasien sepsis. Sumber pustaka diperoleh dari Pubmed, Google Scholar, ScienceDirect, Ebsco dan Hindawi yang dipublikasikan dalam 5 tahun terakhir. Secara keseluruhan faktor risiko terjadinya AKI pada pasien sepsis adalah jenis kelamin, ras, riwayat gagal jantung, diabetes, obesitas, penggunaan Angiotensin-converting enzyme inhibitors (ACEI) atau angiotensin II receptor blockers (ARB), bilirubin, kreatinin, blood urea nitrogen (BUN) dan ventilasi mekanik. S-AKI merupakan komplikasi yang umum terjadi pada pasien sepsis. Faktok risiko S-AKI harus dinilai sejak dini untuk mengurangi risiko mortalitas.
Perbandingan Efek Pemberian Salep Ekstrak Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Tenore) Steenis) Dan Salep Silver Sulfadiazine 1% Pada Penyusutan Luka Bakar Derajat Ii Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Pangayoman, Sia Gibran Damar
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar adalah kerusakan jaringan yang disebabkan oleh panas yang ekstrem, bahan-bahan kimia, listrik, radioaktivasi, dan paparan sinar matahari yang berkepanjangan. Daun binahong mengandung senyawa flavonoid, saponin, asam askorbat, asam ursolik, dan asam oleanolat yang meningkatkan angiogenesis dan merangsang pembentukan kolagen yang berperan dalam perkembangan kesembuhan luka. Studi ini bertujuan membuktikan dampak diberikannya ekstrak daun binahong terhadap proses penyembuhan cedera bakar derajat II. Metode yang diimplementasikan dalam studi ini merupakan metode Post Test Only Control Group Design. Studi ini membutuhkan sampel, yaitu 25 ekor., sampel terbagi dalam 5 bagian, yaitu diberikannya basis salep (K), diberikannya ekstrak daun Binahong (P1), diberi ekstrak daun Binahong 20% (P2), diberi ekstrak daun Binahong 40% (P3), serta diberi salep silver sulfadiazine 1% (P4) diberikan perlakuan selama 30 hari. Data dianalisis menggunakan uji Repeated measure ANOVA yang diproses melalui uji Tukey. Temuan penelitian mendeskripsikan bahwa nilai uji Repeated measure ANOVA adalah P Value 0,000 yang menunjukan adanya perbedaan yang berarti antara tiap kelompok perlakuan. Hasil uji Tukey adalah P Value signifikan pada kelompok ekstrak daun binahong 20% (P2) daripada hasil dari tim lainnya, kesimpulan dari hasil temuan adalah ekstrak daun binahong 20% berdampak pada reduksi area permukaan luka bakar.
Gambaran Perilaku Personal Hygiene Pada Lansia Di Posyandu Lansia Desa Ngadirejo Pratiwi, Amelia Sari; Kartinah, Kartinah
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personal hygiene merupakan faktor penting dalam mempertahankan derajat kesehatan individu. perilaku personal hygiene lansia yang harus dipenuhi, yaitu merupakan kebutuhan dasar yang meliputi perawatan kulit, mandi, perawatan mulut, perawatan mata, hidung, telinga, perawatan rambut, serta perawatan kaki dan kuku. Peningkatan personal hygiene dan perlindungan terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan merupakan perlindungan khusus yang dapat mempengaruhi tingkat Kesehatan. hasil wawancara dengan 6 responden didapatkan data bahwa perilaku personal hygiene lansia di Posyandu Dewi Ratih 2 dinyatakan kurang baik dalam memperhatikan kebersihan diri terutama pada kebersihan gigi dan mulut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran personal hygiene yang berfokus pada lansia di desa Ngadirejo. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling dan mendapatkan 92 lansia. Hasil dari penelitian ini diperoleh sebagian besar lansia berperilaku membersihkan badan atau kulit dengan kategori cukup yaitu sebanyak 49 lansia (53,3 %). sebagian besar lansia berperilaku membersihkan kuku dengan kategori cukup yaitu sebanyak 71 lansia (77,2 %) sebagian besar lansia berperilaku membersihkan rambut dengan kategori cukup yaitu sebanyak 77 lansia (83,7 %). sebagian besar lansia berperilaku berpakaian dengan kategori kategori cukup yaitu sebanyak 67 lansia (72,8 %). sebagian besar lansia berperilaku membersihkan gigi dengan kategori cukup yaitu sebanyak 68 lansia (73,9%) sebagian besar lansia berdandan dengan kategori cukup yaitu sebanyak 71 lansia (77,2 %). sebagian besar lansia berperilaku membersihkan telinga dengan kategori cukup yaitu sebanyak 76 lansia (82,6 %). sebagian besar lansia berperilaku melakukan kebersihan umum dengan kategori cukup yaitu sebanyak 60 lansia (65,2 %). sebagian besar lansia berperilaku menjaga personal hygiene dalam kategori cukup yaitu sebanyak 52 lansia (56,5%). Kesimpulan : Perilaku personal hygiene lansia di posyandu lansia desa Ngadirejo Sebagian besar pada kategori cukup.
Pencitraan Computed Tomography Pada Pasien Trauma Thoracolumbar RSUP PROF. DR. I.G.N.G. Ngoerah Tahun 2022 Samantha, Vicky; Sitanggang, Firman Parulian; Martadiani, Elyasanti Dwi; Asih, Made WIdhi
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trauma thoracolumbar merupakan salah satu jenis trauma pada tulang yang dapat menyebabkan disabilitas, deformitas dan defisit neurologis, baik secara transien maupun permanen. Dampak keterlambatan diagnosis trauma thoracolumbar dapat menyebabkan kecacatan secara permanen dan mengurangi kualitas hidup. Oleh karena itu, klasifikasi berdasarkan pencitraan perlu dilakukan sesegera mungkin untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik gambaran radiologi computed tomography pada pasien trauma thoracolumbar RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah tahun 2022. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode cross sectional dengan jenis penelitian berupa deskriptif retrospektif. Pengumpulan sampel diperoleh melalui data pasien dengan trauma thoracolumbar di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah pada tahun 2022. Analisis data penelitian ini berupa analisis deskriptif berupa frekuensi dan persentase pada data kategorik serta rata-rata dan standar deviasi pada data numerik menggunakan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 26.0. Berdasarkan usia, didapatkan responden terbanyak yang mengalami trauma thoracolumbar berada pada usia 51-59 (31,3%). Berdasarkan jenis kelamin, pasien laki-laki (68,7%) dan perempuan (31,3%). Berdasarkan gejala klinis, pasien dengan nyeri punggung (90,7%) dan gangguan neurologis (28,1%). Berdasarkan riwayat pencitraan radiologis, didapatkan listhesis (21,9%), korpus kompresi (100%), korpus retropulsi (78,1%), dislokasi facet (6,3%), interspinous distance (3,1%). Berdasarkan tipe trauma dapat dibagi menjadi tiga, yaitu tipe compression (15,6%), tipe burst (78,1%), dan tipe chance (12,5%). Rerata canal encroachment juga ditemukan sebesar 37,63 ± 27,97. Karakteristik responden yang terbagi dalam 4 kategori, yaitu usia, jenis kelamin, gejala klinis, dan pencitraan radiologis dengan CT Scan
A Patient With Ruptured Bullae Caused By Intrapulmonary Complications Of Tuberculosis : A Case Report Simanjuntak, Debora Ruth Octavia; I. Pantow, Suzette Gloria; Darto, Sherly; Dewiyanti, Lilia; Cipta
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit menular serius yang dikenal sebagai tuberkulosis (TB) disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis (MTB), yang biasanya menyerang paru-paru (TB paru) tetapi juga dapat menyerang tempat lain (TB ekstra paru). Jika tuberkulosis paru tidak diobati dengan benar, komplikasi dapat terjadi. Salah satu konsekuensi TB yang terkenal adalah pneumotoraks spontan. Sekitar 1,5% penderita TB paru dan pleura mengalami pneumotoraks sebagai komplikasi. SSP yang tidak mendapat intervensi segera dapat berkembang menjadi tension pneumotoraks. Kami dengan ini menyajikan kasus seorang wanita berusia 17 tahun dengan riwayat pengobatan TB yang tidak lengkap dengan komplikasi paru yang muncul sebagai pneumotoraks persisten.
Efektivitas Alternate Day Fasting Terhadap Profil Lipid Pada Pasien Non Alcoholic Fatty Liver Disease Damara, Cindy; Glennasius, Tania; Agata, Berliana; Monik, Caroline; Natali, Veren
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NAFLD sering dikaitkan dengan dislipidemia (trigliserida tinggi, HDL rendah, VLDL tinggi) dan peningkatan kadar sitokin proinflamasi yang bersifat aterogenik dan mendorong perkembangan penyakit kardiovaskular. Potensi efek menguntungkan dari alternate-day fasting pada dislipidemia masih kontroversial. Kolesterol, total direct HDL, LDL, dan trigliserida telah terbukti berkurang dengan diet puasa, tetapi efek ini secara statistic tidak berbeda dari nilai awal. Dalam penelitian Cai et. al, 2019 ditemukan penurunan kadar trigliserida pada kelompok intervensi dua kali lipat lebih tinggi dari kelompok control (± 1,9% vs ± 1%). Akumulasi bukti menunjukkan bahwa penurunan berat badan >5% diperlukan untuk meningkatkan konsentrasi lipid plasma dan factor glukoregulasi, oleh karena itu penurunan berat badan yang dicapai oleh diet kontrol mungkin tidak cukup besar untuk menimbulkan efek pada dislipidemia. Temuan pada pasien dengan ADF dibanding dengan kelompok kontrol, terdapat penurunan signifikan pada kadar LDL. Namun, tidak ada perubahan signifikan pada semua parameter lipid yang diukur (kolesterol total, LDL, HDL, dan TG) setelah 8 minggu protocol MACR (Modified Alternate-day Calorie Restriction). Ini mungkin dikarenakan durasi intervensi yang singkat dan tidak ada rejimen olahraga yang ditentukan. Penelitian ini dilakukan untuk meninjau lebih dalam tentang peran alternate day fasting terhadap profil lipid pada pasien NAFLD. Pencarian literatur dilakukan dari artikel jurnal dengan rentang waktu 2013-2023 dengan database berupa Pubmed, Ebsco, Google Scholar, Science Direct, Medline, Cochrane, dan Hindawi. Penurunan enzim hati dapat dijelaskan dengan peningkatan lemak visceral dan steatosis di hati. Di sisi lain, peningkatan enzim hati yang paradoks telah diamati setelah puasa, namun peningkatannya minimal dan reversible saat pemberian makan ulang. Diketahui dari literatur bahwa autophagy terganggu pada NAFLD dan IF tampaknya telah mendorong proses pemulihan hepatosit. Namun, diketahui penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivasi PPARa dari puasa mendorong degradasi nuclear receptor co-repressor 1 (NCoR1) dan autophagy hati berikutnya.
The Whole Genome Sequencing Of Mycobacterium Tuberculosis For Drug Resistance Prediction Puspitasari, Melya; Andriansjah, Andriansjah; Erlina, Linda
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Whole-genome sequencing (WGS) has shown tremendous potential in rapid diagnosis of drug-resistant tuberculosis (TB). In the current study, we performed WGS on drug-resistant Mycobacterium tuberculosis isolates obtained from Shanghai (n = 137) and Russia (n = 78). We aimed to characterise the underlying and high-frequency novel drug-resistance-conferring mutations, and also create valuable combinations of resistance mutations with high predictive sensitivity to predict multidrug- and extensively drug-resistant tuberculosis (MDR/XDR-TB) phenotype using a bootstrap method. Most strains belonged to L2.2, L4.2, L4.4, L4.5 and L4.8 lineages. We found that WGS could predict 82.07% of phenotypically drug-resistant domestic strains. The prediction sensitivity for rifampicin (RIF), isoniazid (INH), ethambutol (EMB), streptomycin (STR), ofloxacin (OFL), amikacin (AMK) and capreomycin (CAP). The mutation combination with the highest sensitivity for MDR prediction was rpoB S450L + rpoB H445A/P + katG S315T + inhA I21T + inhA S94A, with a sensitivity of 92.17%, and the mutation combination with highest sensitivity for XDR prediction was rpoB S450L + katG S315T + gyrA D94G + rrs A1401G, with a sensitivity of 92.86%. The molecular information presented here will be of particular value for the rapid clinical detection of MDR- and XDR-TB isolates through laboratory diagnosis.

Page 6 of 27 | Total Record : 266