cover
Contact Name
I Made Krisna Adhi Dahrma
Contact Email
krisna.imade@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
maligearsitektur_journal@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Journal Malige (Media Arsitektur Lintas Generasi)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 26568160     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Karya Ilmiah Bidang Arsitektur, Kawasan Kota dan Pemukiman, Terbit 2(dua) Periode Per Tahun.
Articles 46 Documents
Desain Mandi Cuci Kakus (MCK) Umum di Kampung Eks Suku Bajo Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo Kota Kendari Muhammad Zakaria Umar; Ishak Kadir; Satria Wibowo; Rony Rony
Jurnal Malige Arsitektur Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Kendari terdapat permukiman kampung eks suku Bajo yang didaratkan. Kampung ini terletak di Jalan Gaya Baru, RT 07, RW 03, Kelurahan Petoaha, Kecamatan Nambo, Kota Kendari. Pada pemukiman ini dibangun lima unit Mandi Cuci Kakus (MCK) umum. Namun, MCK umum tampak terbengkalai karena masyarakat lebih senang melakukan aktifitas MCK di laut atau di belakang rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain MCK umum yang sesuai dengan karakteristik masyarakat eks Suku Bajo dengan penerapan sistem pengelolaan limbah yang efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer terdiri dari bangunan MCK lama, data eksisting tapak, dan toilet cemplung warga. Data sekunder berasal dari SNI 03-2399-2002. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi. Data dianalisis dengan data direduksi, data disajikan, dan data disimpulkan. Berdasarkan hasil desain penelitian ini disimpulkan bahwa desain MCK umum diadaptasi dari toilet cemplung seadanya dengan mencuplik dan memodifikasi beberapa bagian bangunan, serta menerapkan sistem pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.
PENGGUNAAN ENERGI PADA PERMUKIMAN PADAT DI KAMPUNG SANGKRAH KOTA SURAKARTA Maulina Sukmawatie Budiharjo; Ahmad Sarwadi
Jurnal Malige Arsitektur Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPermukiman merupakan salah satu aspek yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Jumlahpopulasi penduduk yang semakin bertambah banyak, semakin mendorong kualitas permukiman yang buruk diIndonesia. Berbagai permasalahan mengenai tata ruang seperti ketersediaan lahan untuk permukiman danberaktivitas, semakin sedikitnya lahan yang disediakan hingga masalah fasilitas-fasilitas yang ada di sekitar areapermukiman tersebut. Keberadaan kondisi lahan yang sempit dan semakin banyaknya penduduk semakinmenjadikan permasalahan ini menjadi semakin kompleks dan rumit. Salah satu kampung di Kota Surakarta yangmendapatkan program perbaikan adalah Kampung Sangkrah. Kampung Sangrah pada jaman dahulu sudahdikenal sebagai kampung yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi serta keadaan lingkungan yangkumuh. Dalam penelitian kali ini modelling merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mendapatkansimulasi dari suatu keadaan baik dalam kawasan, maupun kota. Salah satu cara yang tepat digunakan untukmengevaluasi lingkungan dan konsekuensi sosial dari sebuah fregmentasi lanskap adalah dengan menggunakanmodelling proyeksi yang secara spasial merupakan pola dari perubahan penggunaan lahan. Tujuan dari penelitiankali ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat penggunaan energi yang dihasilkan pada Kawasan tersebut, sertauntuk mengetahui faktor-faktor yang terkait dengan penggunaan energi di dalamnya. Adapun hasil penelitianyang telah dilakukan akan mendapatkan fakta bahwa masih banyak penggunaan energi yang berada di atas batasnormal penggunaan konsumsi energi per Kawasan dan bangunannya, faktor luas bangunan di dalam Kawasanpenelitian menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam menghasilkan energi pada tiap-tiap bangunan. Untukmendapatkan nilai konsumsi energi yang sesuai dengan beban bangunan perlu dilakukan penyesuaian terhadapbeberapa aspek pendukung dalam pembangunan, seperti luas area, arah hadap bangunan, jumlah lantai, material,dan luas bukaan bangunan tersebutKata kunci: Permukiman padat, konsumsi energi, modeling, bangunanABSTRACTSettlement is one aspect that can not be separated from human life. Increasing number of population,increasingly encouraging poor quality settlements in Indonesia. Various problems regarding spatial planningsuch as the availability of land for settlements and activities, the lack of land available to the problem of existingfacilities around the residential area. The existence of narrow land conditions and the increasing number ofresidents increasingly makes this problem even more complex and complicated. One of the villages in the city ofSurakarta that gets a repair program is Sangkrah Village. The village of Sangrah in the past was known as avillage that has a high level of population density and slum environment. In this research, modeling is one of themethods used to get a simulation of a situation both in the region and cities. One appropriate way to evaluate theenvironmental and social consequences of landscape fragmentation is to use projection modeling that isspatially a pattern of land use change. The purpose of this study is to identify the level of energi use produced inthe area, as well as to determine the faktors associated with the use of energi in it. As for the results of theresearch that has been carried out will get the fact that there are still many energi uses that are above thenormal limits of energi consumption per Area and its building, the area of the building area within the ResearchArea is the most influential faktor in producing energi in each building. To get the value of energi consumptionin accordance with the burden of the building needs to be adjusted to several aspects of support in development,such as the area, direction of the building, the number of floors, materials, and area of the building opening.Keywords: Dense settlements, energi consumption, modeling, buildings
ANALISIS TAPAK PADA DESAIN GEDUNG KANTOR KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH (KPUD) DI KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN Muhammad Zakaria Umar; Dimas Jaya Ningrat
Jurnal Malige Arsitektur Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perancangan arsitektur terdapat analisis tapak yang merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah rancangan. Di sisi lain, pada tahap pertama Gedung Kantor KPUD Kabupaten Konawe Kepulauan penting dianalisis tapak bangunan. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis tapak bangunan Gedung Kantor KPUD Kabupaten Konawe Kepulauan agar dihasilkan bangunan yang proporsional. Penelitian ini menggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini antara lain kondisi eksisting dan sirkulasi, sedangkan sumber data sekunder antara lain aturan-aturan bangunan serta studi preseden. Sumber data primer dan sekunder pada teknik wawancara dilaksanakan dengan mewawancarai tokoh masyarakat. Sumber data sekunder yang dikumpulkan dengan cara teknik dokumentasi dilaksanakan dengan mendapatkan dari relasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan cara data direduksi, data disajikan, dan data disimpulkan. Berdasarkan hasil analisis tapak penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: pertama, pada analisis tapak tentang kondisi eksisting tapak antara lain diketahui luas tapak sekitar 8.214,846 m2; kedua, pada analisis tapak orientasi matahari antara lain bentuk atap tritisan dibuat dengan bentuk lebar-lebar; ketiga, pada analisis tapak angin antara lain menghasilkan konstruksi rangka atap dibuat dengan sambungan yang kuat; keempat, pada analisis tapak view menghasilkan bentuk fasad didesain estetis, formal, dan berwibawa; kelima, pada analisis tapak sirkulasi antara lain pembuatan sirkulasi kendaraan utilitas. 
PROFIL PENGELOLAAN SANITASI DI KOTA KENDARI santi santi; Hapsarianty Hapsarianty; La Ode Amrul Hasan
Jurnal Malige Arsitektur Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJumlah penduduk Kota Kendari berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2019 berjumlah 340.796 jiwa,dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,20% per tahun. Pertumbuhan penduduk yang terusmeningkat dan didukung dengan peningkatan di sektor pembangunan perekonomian telah memicu terjadinyaperubahan terhadap kualitas lingkungan di Kota Kendari. Salah satu permasalahan lingkungan yang akandihadapi yaitu peningkatan jumlah timbulan sampah, dan air limbah domestik. Tujuan penelitian untukmemberikan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan pelayanan sanitasi terutama sarana pengelolaan airlimbah domestik, pembangunan tempat pengelolaan sampah, dan pembangunan drainase lingkungan di KotaKendari. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.Hasil dari penelitian ini menunjukkan menunjukkan capaian layanan persampahan di kota Kendari tahun 2020mencapai 84%, capaian layanan air limbah mencapai 71% dari target nasional sebesar 90%, artinya KotaKendari kekurangan layanan sebesar 19%, serta capaian pelayanan drainase Kota Kendari sebesar 25,23% daritarget nasional sebesar 50% artinya Kota Kendari kekurangan layanan drainase sebesar 24,77%.Kata Kunci : Sanitasi, sampah, air limbah, drainaseABSTRACTThe population of Kendari city based on the results of the 2019 population census is 340.796 people, with anaverage population growth rate of 0,20% each year. Population growth that continues to increase and issupported by improvements in the economic development sector has triggered changes to the environmentalquality in Kendari City. One of the environmental problems that will be faced is the increase in the amount ofwaste generation, domestic wastewater. The purpose of this study is to provide an overview of the level ofachievement of the results of the coverage of sanitation services, especially domestic wastewater managementfacilities, construction of waste management sites, and construction of environmental drainage in Kendari City.The research method used is descriptive research with a quantitative approach. The results of this study indicatethat the achievement of solid waste services in the city of Kendari in 2020 reached 84%, the achievement ofwastewater services reached 71% of the national target of 90%, meaning that Kendari City lacked services by19%, and the achievement of drainage services in Kendari City was 25,23% of the national target of 50% meansthat Kendari City lacks drainage services by 24,77%.Keywords: Sanitation, waste, waste water, drainage
KARAKTERISTIK HUNIAN DI KAWASAN PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI LASOLO Nuzul Iqra Muhammad; Ishak Kadir; Sitti Rosyidah
Jurnal Malige Arsitektur Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Kendari merupakan salah satu Kota perdagangan dan jasa yang berkembang pesat sehingga menimbulkan daya tarik bagi masyarakat luar untuk urbanisasi. Salah satu permukiman yang memiliki kepadatan hunian yang tinggi yakni di bantaran Sungai Lasolo. Fenomena yang berkembang yakni adanya bangunan yang berdiri di bantaran tanggul sungai padahal hal tersebut bertentangan dengan regulasi yang ditetapkan, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskriptifkan karakteristik bentuk hunian di Permukiman Bantaran Sungai Lasolo dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sebagai upaya memaknai suatu fenomena dengan menganalisis data berdasarkan indikator keteraturaan bangunan, kualitas bangunan, dan kepadatan bangunan. Metode pengambilan data dilakukan dengan observasi sample hunian, kemudian dianalisis berdasarkan indikator tersebut. Hasil penelitian karakteristik hunian pada tampilan bangunan secara visual tidak beraturan karena dipengaruhi arah aliran sungai sehingga berpola linear memanjang dengan komposisi kepadatan bangunan yang besar serta pola hubungan ruang yang bersifat terbuka. Beberapa faktor yang mempengaruhi bentuk hunian di permukiman Bantaran Sungai lasolo membuat masyarakat tidak memiliki jalan lain selain mempertahankan bentuk huniannya yakni dipengaruhi oleh aspek sosial berkaitan dengan kependudukan, faktor ekonomi terkait tingkat penghasilan, dan budaya yang berkaitan dengan status kepemilikan hunian sehingga mempengaruhi tatanan bentuk hunian.
PENERAPAN ARSITEKTUR TRADISIONAL BUTON PADA HUNIAN MASYARAKAT DESA WAKALAMBE KECAMATAN KAPONTORI KABUPATEN BUTON Kartika Damayanti Nur; Ishak Kadir; Asri Andrias Herman B
Jurnal Malige Arsitektur Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRumah atau hunian masyarakat Desa Wakalambe merupakan salah satu hunian yang ada di KabupatenButon. Adanya beberapa aspek yang dapat membuat bergesernya arsitektur tradisional Buton pada rumah yaknikurangnya pemahan terhadap arsitektur tradisional Buton, bahkan sampai ke taraf ekonomi yang kurangmemadai. Membuat masyarakat membangun berdasarkan intuisi dan kondisi yang ada. Ini dapat menjadi dasarpertimbangan bagaimana Arsitektur Tradisional Buton diterapkan oleh masyarakat Desa Wakalambe kedalamhunian atau rumah. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif. Hasil penelitian yang diperolehyaitu, penerapan arsitektur tradisional Buton pada hunian masyarakat Desa Wakalambe dilihat dari topologi dantipologi yang didasarkan oleh elemen fix, semi fix dan non fix. Dimana pada elemen fix antara lain pemaknaanarah ujung pohon, letak kabelai berada di tengah rumah, terdapat spasial ruang yaitu yaroa, kamara dan rapu,begitupun pada arah vertikal yaitu kapeo, karona banua dan pa, jumlah 4 tingan tada, jumlah anak tangga ganjil,menggunakan pintu geser dan jendela geser dan sistim engsel dan terdapat pabate segi tiga. Sedangkan padaelemen semi fix antara lain terdapat tatengkala, pada rumah terdapat ragam hias tora, totora, sala-salapa danjalima pada pabate. Dan pada elemen non fix antara lain melakukan ritual pembangunan rumah dan melakukanritual haroa.Kata Kunci: Arsitektur Tradisional Buton, Rumah Masyarakat Desa Wakalambe, PenerapanABSTRACTHouse or residence of the people of Wakalambe Village is one of the dwellings in Buton Regency. There areseveral aspects that can make the traditional Butonnese architecture shift in the house, namely the lack ofunderstanding of traditional Butonnese architecture, even to an inadequate economic level. Making society buildbased on intuition and existing conditions. This can be the basis for consideration of how Buton TraditionalArchitecture is applied by the people of Wakalambe Village into their dwellings or houses. The research methodused is a qualitative method. The results obtained are, the application of traditional Butonese architecture to thehouses of the people of Wakalambe Village seen from the topology and typology based on fixed, semi-fixed andnon-fixed elements. Where the elements fix among others purport toward the end of the tree, where the kabelai isin the middle of the house, there is a spatial space that is yaroa, Kamara and Rapu,as well as in the verticaldirection that is kapeo, Karona banua and pa,number 4 tingan tada, the number of steps odd, using sliding doorsand sliding windows and hinge systems and there is a pabate triangular. While the semi-fixed elementsinclude tatengkala, in the house there are various decorations of tora, totora, sala-salapa and jalima on pabate.And the non-fixed elements include performing house construction rituals and performingrituals haroa.Keywords: Traditional Buton Architecture, Wakalambe Village Community House, Application
BASIS DATA KETERSEDIAAN PERUMAHAN DALAM RANGKA PENYELENGGARAAN PERUMAHAN DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA santi santi; Masykur Kimsan; Mutmainnah Mutmainnah; Siti Belinda Amri
Jurnal Malige Arsitektur Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan dan permukiman merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia dan faktor penting dalam peningkatan harkat dan martabat manusia Indonesia, maka perlu adanya penciptaan kondisi yang dapat mendorong pembangunan perumahan untuk menjaga kelangsungan penyediaan rumah dan permukiman. Berdasarkan proyeksi penduduk, penduduk Sulawesi Tenggara tahun 2020 sebanyak 2.624.875 jiwa yang terdiri atas 1.330.594 penduduk laki-laki dan 1.294.281 penduduk perempuan. Laju pertumbuhan penduduk Sulawesi Tenggara pertahun sebesar 1,58 persen. Berdasarkan basis data, backlog kepemilikan rumah di provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2021 yaitu 127.684 unit rumah, sedangkan backlog penghunian rumah sebanyak 41.002 unit rumah. Di Provinsi Sulawesi Tenggara masih terdapat Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di kabupaten/ kota. RTLH di Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2021 berjumlah 188.069 unit. Ketersediaan rumah susun di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2021 yaitu 11.332 unit. Rumah susun pada umumnya diperuntukan untuk MBR, pegawai, mahasiswa/pelajar. Untuk jumlah perumahan yang dibangun oleh pengembang sebanyak 24.416 unit rumah, dengan bentuk rumah adalah tapak. Ketersediaan rumah khusus di provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2021 yaitu sebanyak 563 unit yang terdapat pada beberapa kabupaten/kota, pada umumnya rumah khusus ini diperuntukan sebagai masyarakat nelayan, masyarakat didaerah tertinggal, serta masyarakat berdampak relokasi.
PENYEDIAAN DATA PERMUKIMAN KUMUH MELALUI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS GOOGLE MAPS DI KECAMATAN KADIA KOTA KENDARI aspin aspin; Nur Nafsi
Jurnal Malige Arsitektur Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKegagalan perencanaan pembangunan daerah seringkali dikarenakan ketersediaan data yang minim dalampenyusunan perencanaan, maka dari itu ketersediaan data menjadi prioritas dalam pembangunan daerah untukmenyusun perencanaan yang tepat sasaran. Perkembangan teknologi yang pesat kini tentunya menjadikeuntungan bagi instansi tergantung bagaimana kita mengambil peran dalam pemanfaatan teknologi tersebut.Untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi pemangku daerah tersebut, maka dibutuhkan suatu inovasi yangmampu mendorong terciptanya perubahan mendasar pembangunan daerah. Adapun tujuan dari penelitian iniadalah untuk menyediakan data permukiman kumuh melalui sistem informasi geografis berbasis google mapsyang meliputi input data, prosesing data dan output data. Dalam penelitian ini menggunakan sistem informasigeografis untuk pengolahan data dan ilmu kartografi untuk pembuatan peta yang baik dan benar denganmenggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dengan adanya penyediaan datapermukiman kumuh melalui sistem informasi geografis berbasis google maps dapat membantu menyediakaninformasi data pendukung dalam perencanaan pembangunan yang lebih baik khususnya dalam penangananpermukiman kumuh dan menyediakan akses informasi bagi masyarakat terkait data permukiman kumuh.Kata kunci : Data Permukiman Kumuh, Sistem Informasi Geografis, Google MapsABSTRACTThe failure of regional development planning is often due to the minimal availability of data in thepreparation of plans, therefore the availability of data is a priority in regional development to develop targetedplans. The rapid development of technology is now certainly an advantage for the agency depending on how wetake part in the use of the technology. To solve the problems faced by regional stakeholders, an innovation isneeded that is able to encourage the creation of fundamental changes in regional development. The purpose ofthis research is to provide data on slum settlements through a geographic information system based on googlemaps which includes data input, data processing and data output. In this study using a geographic informationsystem for data processing and cartography for making good and correct maps using qualitative descriptivemethods. The results of this study indicate that the provision of slum settlement data through a geographicinformation system based on google maps can help provide supporting data information in better developmentplanning, especially in handling slum settlements and providing access to information for the communityregarding slum settlement data.Keywords : Slums Data, Geographic Information System, Google Maps
TIPOLOGI HUNIAN PESISIR DI PERKAMPUNGAN BAJO DESA LAMANGGAU KECAMATAN TOMIA KABUPATEN WAKATOBI ARIFIN ARIFIN; ISHAK KADIR; LA ODE AMRUL HASAN
Jurnal Malige Arsitektur Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRumah atau hunian pesisir yang ada di desa Lamanggau pulau Tolandono merupakan salah satu langgam hunian yang ada di kabupaten Wakatobi. Di desa Lamanggau dihuni oleh masyarakat asli Wakatobi dan masyarakat suku Bajo sehingga terdapat elaborasi budaya yang mengakibatkan banyaknya sebaran-sebaran hunian yang diyakini memiliki nilai arsitektur tersendiri yang perlu dikaji dan diangkat sebagai salah satu langgam arsitektur yang memiliki ciri khas tersendiri. Di Pulau Tomia khususnya di desa lamanggau sendiri, pengetahuan terkait wajah dari arsitektur lokalnya sudah mulai dilupakan bahkan banyak yang sudah tidak mengenalnya, hal inilah yang kemudian menjadi sebuah dasar untuk kembali menggali nilai-nilai arsitektur lokal yang ada di pulau Tomia khususnya desa Lamanggau dengan mengungkap wajah dan bentuk rumah tradisional mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif rasionalistik.Hasil penelitian ini menemukan bahwah permukiman pesisir di desa Lamanggau terdiri dari tiga zonasi kawasan yaitu zona perairan, zona peralihan dan zona daratan, sementara tipologi hunian pesisir yang ada di desa Lamanggau dikelompokan kedalam tiga kategori. Pertama berdasarkan bentuk bangunanya (Physical Sistem) hunian di desa Lamanggau terbagi menjadi tiga tipe yaitu hunian tipe sa poporoki, hunian tipe dua poporoki dan hunian tipe tolu poporoki, berdasarkan strukturnya (Physical Sistem) hunian di desa Lamanggau terbagi menjadi dua tipe yaitu hunian tipe tolu ndeu dan hunian tipe hato ndeu. Sementara berdasarkan tatanan spasialnya (Spasial Sistem), hunian di desa Lamanggau terbagi menjadi dua tipe yaitu hunian asli suku Wakatobi di desa Lamanggau dan hunian asli suku Bajo di desa Lamanggau dan berdasarkan ragam hias atau ornement (Stylitic Sistem) hunian di desa Lamanggau terbagi menjadi dua tipe yaitu tipe hunian dengan ragam hias berupa tuora hetade, tuora hembale atau les dindeh dan balo-balo atau tontongah dan tipe hunian dengan ragam hias hanya terdapat balo-balo atau tontongah.Kata Kunci: Tipologi, Arsitektur Tradisional Wakatobi, Permukiman Pesisir,  Lamanggau. ABSTRACTThe house or coastal dwelling in the village of Lamanggau, Tolandono island is one of the residential styles in Wakatobi district. In the village of Lamanggau, it is inhabited by the indigenous Wakatobi people and the Bajo tribal community, so there is a cultural elaboration that results in a large number of residential distributions which are believed to have their own architectural value that needs to be studied and appointed as an architectural style that has its characteristics. On Tomia Island, especially in the village of Lamanggau itself, knowledge related to the face of the local architecture has begun to be forgotten even many who do not know it, this is what later became a basis for re-exploring the local architectural values that exist on the island of Tomia, especially in the village of Lamanggau by revealing the faces and shapes of their traditional houses. This study uses a rationalistic qualitative research method. This study found that coastal settlements in Lamanggau village consist of three regional zonings, namely the water zone, the transition zone, and the land zone. In contrast, the typology of coastal settlements in the village of Lamanggau is grouped into three categories. First, based on the form of the building (Physical System), the dwelling in Lamanggau village is divided into three types, namely the sa poporoki type dwelling, the dua poporoki type dwelling, and the tolu poporoki type dwelling. Tolu ndeu and hato ndeu type housing. Meanwhile, based on the spatial arrangement (Spatial System), the houses in the village of Lamanggau are divided into two types, namely the original homes of the Wakatobi tribe in the town of Lamanggau and the original places of the Bajo tribe in the village of Lamanggau. The type is the type of dwelling with decorations in the form of tuora hetade, tuora hembale or les dindeh and balo-balo or tontongah and the type of dwelling with decorations that only has balo-balo or tontongah.Keywords: Typology, Wakatobi Traditional Architecture, Coastal Settlements, Lamanggau.
PEMAHAMAN ARSITEK VERNAKULAR MODEREN TERHADAP STRUKTUR BAWAH BANGUNAN RUMAH TOKO Muhammad Zakaria Umar
Jurnal Malige Arsitektur Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini penting dilaksanakan sebagai berikut: (1) Pengetahuan bangunan arsitek vernakular moderenterformulasi tetapi tidak tertulis; (2) Arsitektur neo vernakular adalah arsitektur vernakular moderen denganarsitek para pekerja bangunan moderen; (3) Struktur bangunan vernakular responsif terhadap bencana alamgempa bumi; (4) Pembangunan ruko cukup menguntungkan. Di Kota Kendari bangunan-bangunan moderenseperti ruko cenderung diciptakan oleh arsitek vernakular moderen. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmemformulasikan pengetahuan arsitek vernakular moderen dalam menciptakan struktur bawah ruko dua lantai.Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Objek arsitektural yang dipilih adalahstruktur bawah ruko dua lantai. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif.Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan diskusi mendalam terhadap pekerja bangunan.Teknik analisis menggunakan deskriptif naratif. Berdasarkan uraian di atas penelitian ini disimpulkan bahwaarsitek vernakular moderen dalam menciptakan struktur bawah bangunan berlantai dua dibuat dengan formulacepat, mudah, ekonomis, dan tepat.Kata kunci: Arsitek neo vernakular, struktur bawah, ruko dua lantai.ABSTRACTIt is important to carry out this research as follows: (1) The knowledge of modern vernacular architects isformulated but not written; (2) Neo vernacular architecture is modern vernacular architecture with architects ofmodern building workers; (3) The vernacular structure is responsive to earthquake natural disasters; (4) Theconstruction of shop houses is quite profitable. In Kendari City, modern buildings such as shop houses tend to becreated by modern vernacular architects. The purpose of this research is to formulate the knowledge of modernvernacular architects in creating the substructure of a two-story shophouse. This type of research is a case studywith a qualitative approach. The architectural object chosen is the structure under a two-story shophouse. Themethod of data collection is done by means of observation and in-depth discussion of construction workers. Theanalysis technique uses descriptive narrative. Based on the description above, this research concludes thatmodern vernacular architects in creating the substructure of a two-story building are made with a quick, easy,economical, and precise formula.Keywords: Neo vernacular architect, substructure, two storey shophouse.