cover
Contact Name
I Made Krisna Adhi Dahrma
Contact Email
krisna.imade@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
maligearsitektur_journal@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Journal Malige (Media Arsitektur Lintas Generasi)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 26568160     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Karya Ilmiah Bidang Arsitektur, Kawasan Kota dan Pemukiman, Terbit 2(dua) Periode Per Tahun.
Articles 46 Documents
RE-INTERPRETASI ELEMEN ARSITEKTUR TRADISIONAL JAWA SEBAGAI PENDEKATAN RANCANGAN BALAI RW 7 KELURAHAN MERJOSARI KOTA MALANG Suryo Tri Harjanto; Hamka Hamka; Adhi Widyarthara
Jurnal Malige Arsitektur Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi elemen arsitektur tradisional merupakan salah satu cara untuk melestarikan keberlanjutan tradisi arsitektur dalam idiom dan tampilan yang kontemporer sesuai dengan kebutuhan, material, dan teknologi saat ini. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis proses perubahan elemen arsitektur tradisional jawa untuk digunakan sebagai konsep desain Balai RW 7 Kelurahan Merjosari Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif yang dilengkapi dengan gambaran visual proses perubahan elemen arsitektur kedalam tampilan yang baru. Elemen-elemen arsitektur jawa didapatkan dari jurnal-jurnal nasional yang membahas topik arsitektur tradisional jawa. Pendekatan analisis yang digunakan adalah teori vernakular kontemporer terkait Re-Interpreting Tradition (interpretasi kembali tradisi) yaitu menggunakan idiom kontemporer untuk mengubah elemen tradisi dengan cara yang baru. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat beberapa elemen arsitekur tradisional jawa yang dapat ditransformasikan  pada konsep desain Balai RW 7 Kelurahan Merjosari yaitu elemen atap rumah, tatanan ruang, orientasi bangunan, ornamentasi, material, dan konstruksi bangunan yang dianggap unik. Keseluruhan elemen tersebut dikaji dan disesuaikan dengan kebutuhan, fungsi, dan aktivitas objek yang akan dirancang untuk kemudian divisualkan perubahannya dalam tampilan yang kontemporer.
REVITALISASI KAWASAN WISATA ALAM MELALUI KONSEP PENATAAN LANSEKAP BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE LANDSCAPE) (Studi Kasus : Permandian Air Tawar Toli-Toli) I Made Krisna Adhi Dharma; Irma Nurjannah; Arief Saleh Sjamsu
Jurnal Malige Arsitektur Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/malige.v4i1.26607

Abstract

ABSTRAK Wisata Toli-toli terletak di Kecamatan Lalunggasumeeto Kabupaten Konawe yang memiliki potensi wisata alam berupa permandian air tawar yang saat ini kondisinya tidak terawat sehingga mengancam kepariwisataan setempat, seperti terlihat pada konsisi kolam yang kotor, sarana penunjang bangunan fisik berupa ruang ganti yang telah rusak, akses jalan yang rusak dan telah tertutupi oleh rerimbunan semak belukar. Padahal objek wisata ini merupakan penyumbang pendapatan daerah dari sektor pariwisata dan pernah aktif sebagai objek wisata andalan daerah. Adanya berbagai ancaman terebut menjadi dasar dalam penelitian ini untuk untuk merencanakan kawasan wisata Toli-toli berbasis lansekap berkelanjutan dengan memperhatikan prinsip revitalisasi kawasan. Objek wisata Toli-toli pernah diresmikan oleh BJ Habibie yang saat ini ditandai menjadi  monumen bersejarah di sana. Adanya potensi-potensi alam mulai dari bentang alam yang indah dan flora dan fauna khas serta potensi wisata permandian air tawar menjadi dasar tujuan dilakukannya penelitian ini agar dapat menghasilkan rencana penataan kawasan wisata alam Toli-toli melalui revitalisasi kawasan berbasis penataan lansekap berkelanjutan. Metode penelitian secara kualitatif deskriptif dilakukan untuk mendeskripsikan kondisi eksisting kawasan, analisis potensi dan masalah hingga pada kondisi aspek kepariwisataan yakni aksesibilitas, amenitas dan atraktifitas (3A). Selain itu secara kualitatif menjabarkan rencana konsep pengembangan kawasan wisata Toli-toli melalui revitalisasi kawasan lansekap berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini yakni revitalisasi kawasan melalui konsep pengembangan lansekap berkelanjutan memperhatikan aspek-aspek alamiah seperti menjaga eksistensi flora dan fauna, menyediakan sarana dan prasaran fisik pendukung dengan mempertimbangkan meminimalisir intervensi alam secara berlebihan. Selain itu pengembangan aspek 3A dan peningkatan prasarana dasar dioptimalkan dengan harapan dapat menjadikan kawasan wisata Toli-toli dapat hidup kembali dan menjadi andalan sumber pendapatan daerah setempat. Kata Kunci : Kawasan wisata Toli-toli, revitalisasi, pariwisata alam ABSTRACTToli-toli tourism is located in Lalunggasumeeto District, Konawe Regency which has natural tourism potential in the form of fresh water baths, which are currently not maintained so that they threaten local tourism, as can be seen in the condition of dirty pools, supporting facilities for physical buildings in the form of damaged changing rooms, access roads are damaged and have been covered by thickets of shrubs. Even though this tourist attraction is a contributor to regional income from the tourism sector and has been active as a regional mainstay tourist attraction. The existence of these various threats is the basis for this research to plan a sustainable landscape-based Toli-toli tourism area by taking into account the principle of area revitalization. The Toli-toli tourist attraction was inaugurated by BJ Habibie which is currently marked as a historical monument there. The existence of natural potentials ranging from beautiful landscapes and unique flora and fauna as well as the potential for freshwater bathing tourism is the basis for the purpose of this research in order to produce a plan for structuring the Toli-toli natural tourism area through revitalizing the area based on sustainable landscape arrangement. Descriptive qualitative research method was carried out to describe the existing conditions of the area, analyze potential and problems to the conditions of the tourism aspects, namely accessibility, amenities and attractiveness (3A). In addition, it qualitatively describes the concept plan for the development of the Toli-toli tourist area through the revitalization of a sustainable landscape area. The results of this study are the revitalization of the area through the concept of sustainable landscape development taking into account natural aspects such as maintaining the existence of flora and fauna, providing supporting physical facilities and infrastructure by considering minimizing excessive natural intervention. In addition, the development of the 3A aspect and the improvement of basic infrastructure are optimized in the hope that the Toli-toli tourist area can come back to life and become a mainstay of local revenue sources.Keywords: Toli-toli tourist area, revitalization, nature tourism
EVALUASI PURNA HUNI MALL MANDONGA KOTA KENDARI DITINJAU DARI ASPEK PERILAKU Nuriah Riska Ramadani
Jurnal Malige Arsitektur Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/malige.v4i1.25842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kelayakan bangunan terhadap aspek fungsional pada bangunan Mall Mandonga, dan menghasilkan rekomendasi desain terhadap aspek fungsional bangunan Mall Mandonga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif pendekatan rasionalistik. Pengumpulan data dilakukan menurut parameter fokus dan subtansi studi penelitian terkait, yang disusun berdasarkan data primer dan data sekunder. Penggalian dan perekaman penelitian sebagai data primer menggunakan teknik survei pengamatan, fotografi, dan pengukuran pada objek-objek fisik terbangun, serta teknik wawancara kepada para pedagang dan pengunjung di lokasi studi penelitian. Data sekunder menggunakan teknik dokumentasi resmi tertulis melalui kajian teori suatu pustaka, studi literatur, dan peraturan atau kebijakan pemerintah. Hasil penelitian ini adalah bahwa penelitian ini dilakukan pada seluruh area yang termasuk dalam lingkup Mall Mandonga dengan mengevaluasi tingkat keberhasilan dan kegagalan bangunan. Identifikasi tiap masalah dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, penyebaran kuisioner dan observasi dengan menganalisa parameter aspek fungsional. Identifikasi dilakukan pada tiga parameter aspek fungsional, yaitu standar ruang, aksesibilitas, zonasi, fasilitas, dan perubahan ruang. Dari hasil pengamatan indikatif, sebagian besar pengunjung Mall Mandonga tidak merasa nyaman berbelanja di Mall Mandonga, hal ini dipengaruhi oleh fasilitas Mall Mandonga yang tidak tersedia dengan baik, seperti kondisi selasar Mall Mandonga yang tidak lenggang, akses keluar masuk yang sulit karena parkiran yang buruk serta sarana dan prasarana yang sangat kurang. Dari pengamatan kualitas dan kelayakan yang ditinjau dari aspek fungsional Mall Mandonga, akan dihasilkan rekomendasi desain yang diharapkan dapat membuat Mall Mandonga lebih baik kedepannya.Kata Kunci: EPH, Rekomendasi Desain Terhadap Aspek Fungsional
JATIDIRI ARSITEKTUR LOKAL DALAM PRINSIP-PRINSIP DESAIN ARSITEKTUR Muhammad Zakaria Umar
Jurnal Malige Arsitektur Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/malige.v4i1.25744

Abstract

Prinsip-prinsip desain dalam arsitektur menghasilkan elemen-elemen bangunan sehingga susunan komposisi bangunan terarah. Prinsip-prinsip desain arsitektur adalah penataan, pengaturan, dan pengorganisasian dalam rangka menyatukan seluruh komponen ruangan sehingga estetis. Dalam pengkajian prinsip-prinsip desain arsitektur ini penulis menggunakan objek desain bangunan Kantor Camat Tongkuno Selatan di Kabupaten Muna.  Objek bangunan ini digunakan sebagai berikut: (1) bangunan kantor pemerintahan paling kentara bentuk-bentuk arsitekturalnya; (2) pada umumnya analisis bangunan kantor pemerintahan terhadap prinsip-prinsip desain arsitektur lebih efektif karena berkesan formal dan berwibawa. Penelitian ini ditujukan untuk mendesain Gedung Kantor Camat Tongkuno Selatan di Kabupaten Muna terhadap prinsip-prinsip desain dalam arsitektur. Penelitian ini menggunakan metode preseden dengan pendekatan kualitatif. Lingkup penelitian ini adalah prinsip-prinsip desain arsitektur. Batasan penelitian ini antara lain tekstur, fasad bangunan, dan simetri. Penelaahan prinsip-prinsip desain arsitektur terdahulu dianalisis dari berbagai prinsip desain arsitektur. Penelaahan prinsip-prinsip tersebut menghasilkan kosa kata yang dijadikan sebagai acuan dalam proses perancangan. Metode preseden digunakan dalam analisis kajian formatif. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menemukan prinsip-prinsip desain arsitektur baru selain yang sudah ada sebelumnya. Penelitian ini disimpulkan bahwa prinsip-prinsip desain dalam arsitektur perlu ditambahkan prinsip jatidiri arsitektur lokal setempat. Hal ini disebabkan potensi jatidiri arsitektur lokal setiap daerah itu khas. Kekhasan ini menimbulkan keunikan tersendiri dan keunikan ini bisa menjadi potensi penekanan pada prinsip-prinsip desain arsitektur. Gedung Kantor Camat, prinsip desain arsitektur. 
STUDI KARAKTERISTIK HUNIAN DI WILAYAH ADAT MORONENE KAMPO HUKAEA LAEA KABUPATEN BOMBANA ADRIYAWAN JARSUL HAMASI
Jurnal Malige Arsitektur Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/malige.v4i1.24228

Abstract

Indonesia terdiri dari ribuan pulau ( ± 13.487 Pulau ) yang tersambung dari sabang sampai kota merauke, juga diikuti dengan berbagai suku, bahasa, agama yang berbeda, dan memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Pada Provinsi Sulawesi Tenggara dipercaya bahwa terdapat empat suku agung (Tolaki, Muna, Wolio dan Moronene) yang mendiami daerah tersebut. Kabupaten Bombana merupakan daerah yang diketahui sebagai wilayah  berpenduduk asli suku Moronene. Di Kabupaten Bombana khususnya Kampo Hukaea Laea terdapat bangunan-bangunan rumah tinggal yang memiliki bentuk khas seperti berbentuk rumah panggung dan masih menggunakan material lokal sebagai struktur dan konstruksinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi kondisi karakteristik dan menemukan bentuk arsitektur rumah yang ada di wilayah adat Moronene kampo Hukaea Laea Kabupaten Bombana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  kualitatif dengan pendekatan Rasionalistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh hunian yang ada di wilayah adat Moronene Kampo Hukaea Laea Kabupaten Bombana. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Karakteristik rumah di wilayah adat Moronene Kampo Hukaea Laea jika di lihat dari sistem spasial maka secara umum terdiri dari dua bagian yakni bagian botono (rumah inti) dan dapura (dapur) yang  memiliki perbedaan ketinggian lantai. 2) Faktor yang mempengaruhi karakteristik rumah di Kampo Hukaea Laea yakni faktor budaya, faktor ekonomi, faktor teknologi, faktor lingkungan dan faktor peraturan adat.. 3) Bentuk arsitektur rumah yang berada di  kampo Hukaea Laea berdasarkan denah maka terbagi menjadi empat bentuk dari keseluruhan sampel. jika di lihat berdasarkan fasad maka  yang ditemukan  terbagi menjadi dua bentuk. Kata Kunci: Rumah adat, Moronene, Kampo Hukaea Laea, Kabupaten Bombana
STUDI PEMANFAATAN RUANG PASAR SENTRAL KOTA KENDARI BERDASARKAN POLA PERILAKU PENGGUNA Dede Agustina; Annas Ma’ruf; Weko Indira Romanti Aulia
Jurnal Malige Arsitektur Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/malige.v4i1.25181

Abstract

         Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya minat pengunjung Pasar Sentral Kota Kendari terutama pada lantai 2 dan 3 yang dapat dilihat dari kurangnya penjual yang berjualan pada lantai 2 maupun lantai 3, Sehingga menyebabkan banyaknya los kosong yang tidak terpakai pada lantai 2 maupun lantai 3 yang menjadikan pasar ini tidak berjalan dengan dengan baik. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perilaku pengguna ruang dan pola aktifitas pengguna ruang Pasar Sentral Kota Kendari. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengamatan atau observasi, dan metode wawancara yang terdiridari kuisioner serta wawancara. Tahap analisa data yang pertama adalah mendeskripsikan pola pemanfaatan ruang pasar di Pasar Sentral Kota Kendari. Dari data fisik ruang yang didapat, akan dideskripsikan fungsi ruang yang sebenarnya lalu bagaimana pola pemanfaatan ruang oleh pengguna ruang yaitu pengunjung, pedagang dan pengelolah dapat menyebar keseluruh kawasan penelitian dan proses penyajian teknik behavioral mapping. Tahap analisa data yang kedua adalah mendeskripsikan pola perilaku pengguna ruang di Pasar Sentral Kota Kendari. Adapun pada tahap ini adalah kajian terhadap teori pola perilaku pengguna ruang meliputi bentuk penyesuaian pengguna ruang yaitu pengunjung, pedagang serta pengelolah terhadap ruang Pasar Sentral Kota Kendari dilihat dari teori arsitektur perilaku dan ruang, yaitu: Teritori, Crowding, Adaptasi, dan Adjustmen. Berdasarkan hasil penelitian, pola pemanfaatan ruang ditinjau dari behavior mapping dan pola perilaku pengguna ruang ditinjau dari aspek teori arsitektur perilaku Pasar Sentral Kota Kendari dipengaruhi oleh pola perilaku pengguna ruang yaitu pedagang yang cenderung menggunakan selasar sebagai area teritori dagang sehingga memengaruhi pengguna ruang lain seperti pengunjung/ pembeli dan pengelolah. Hal ini disebabkan karena tidak adanya batasan yang jelas mengenai teritori dagang, serta pola perilaku pengguna ruang yaitu pedagang masih menggunakan sistem berdagang secara tradisional yaitu dengan menggelar seluruh dagangan sehingga lebih mudah dilihat oleh pengunjung/pembeli yang berkunjung di Pasar Sentral Kota Kendari. Selain itu, pola perilaku pengguna ruang ditinjau dari aspek teori arsitektur di pengaruhi oleh penataan jenis komoditi dagang yang tidak tepat dan efisien, serta pola sirkulasi yang kurang baik sehingga menyebabkan banyaknya los yang terjadi dead spot. Hal inilah yang menyebabkan kurangnya minat pengunjung Pasar Sentral Kota KendariKata Kunci: Studi Penggunaan Ruang Berdasarkan Pola Perilaku Pengguna, Pasar Sentral Kota Kendari.