cover
Contact Name
Nur Aliyyah Irsal
Contact Email
-
Phone
+6285758012912
Journal Mail Official
jp2ms@unib.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat FKIP Lt.2 Jl. Raya KandangLimun, Bengkulu 38171A
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 2581253X     DOI : 10.33369/jp2ms
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah (JP2MS) memuat hasil-hasil penelitian ilmiah terkait upaya peningkatan mutu pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar dan menengah
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2025): April" : 15 Documents clear
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TIME TOKEN PADA SISWA KELAS VIII PONDOK PESANTREN DARUL FIQHI MERANGIN Aini, Arrisatul; Isnaniah, Isnaniah; Aniswita, Aniswita; Risnawita, Risnawita
JP2MS Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.1.112-120

Abstract

Masalah yang ditemukan di kelas delapan menjadi pendorong untuk penelitian ini. Metode pembelajaran sebagian besar berpusat pada guru, yang mengakibatkan keterlibatan siswa pasif dan tingkat keterampilan komunikasi matematika yang buruk di antara siswa, menurut pengamatan dan wawancara. Penerapan teknik token waktu, model pembelajaran kooperatif, adalah salah satu cara yang mungkin untuk mengatasi kesulitan ini. Pendekatan Perbandingan Kelompok Statis, desain pra-eksperimental, digunakan dalam penyelidikan ini. Semua siswa kelas delapan di Pondok Pesantren Darul Fiqhi Merangin merupakan populasi untuk penelitian ini, dan pengujian awal dilakukan pada data populasi untuk memastikan kenormalan, homogenitas, dan kesetaraan rata-rata. Teknik pengambilan sampel secara acak merupakan metodologi yang digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B yang merupakan kelompok eksperimen dan kelas VIII C yang merupakan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen adalah 64,69, menengahkan rata-rata kelompok kontrol adalah 53,19. Nilai t hitung sebesar 2,65 dan nilai t krusial sebesar 1,67 diperoleh dari analisis data menggunakan uji-t. Karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t krusial, hipotesis alternatif (H1) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak pada tingkat signifikansi α = 0,05. Dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tradisional, dapat dikatakan bahwa siswa Pondok Pesantren Darul Fiqhi Merangin yang menggunakan strategi token time untuk pembelajaran kooperatif menunjukkan kemampuan komunikasi matematika yang lebih bagus.
KONFLIK KOGNITIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KEKONGRUENAN DAN KESEBANGUNAN DI KELAS VII SMPN 22 KOTA BENGKULU Syaffitri, Afiifah Khania; Maulidiya, Della; Lestary, Ratnah
JP2MS Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.1.23-35

Abstract

Teori Piaget menyatakan bahwa konflik kognitif berperan dalam menyegarkan konsep yang dimiliki oleh peserta didik. Peserta didik yang mengalami miskonsepsi memiliki peluang untuk memperbaiki pemahaman mereka melalui konflik kognitif. Mengingat pentingnya konflik kognitif dalam pembentukan konsep matematika yang benar, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan jenis konflik kognitif peserta didik pada penyelesaian masalah kesebangunan Pada Kelas VII SMP N 22 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini studi kasus dengan metode eksploratori. Subjek penelitian ini terdiri dari enam peserta didik dengan kemampuan matematis rendah, sedang dan tinggi. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan mengunakan tes konflik, wawancara dan dokumentasi berupa video realtime. Konflik kognitif yang muncul pada peserta didik tersebut adalah konflik kognitif tipe I, II dan III. Konflik kognitif tipe I terjadi karena terjadinya kontradiksi antara pemahaman konsep kesebangunan yaitu rumus perbandingan sisi yang bersesuaian dengan hasil jawaban pada permasalahan peserta didik dengan sudut-sudut yang bersesuaian. Konflik kognitif tipe II terjadi ketika terjadinya ketidakseimbangan antara skema baru konsep kesebangunan tentang ketiga sudut yang bersesuaian sama besar dengan hasil jawaban peserta didik menggunakan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian. Konflik kognitif tipe III terjadi ketika peserta didik mengalami miskonsepsi antara skema yang ada pada struktur kognitif peserta didik dalam segi visual dengan konsep kesebangunan yaitu perbandingan sisi yang bersesuaian. Gejala atau ciri-ciri fisik yang muncul saat peserta didik mengerjakan permasalahan pada kesebangunan dalam rekaman video antara lain meletakkan kepala di meja, meletakkan pena di kepala, membolak-balikkan kertas, melihat teman sebaya, melamun, dan menggaruk kepala.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL Boas, Boas; Suryani, Mulia; Yunita, Alfi
JP2MS Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.1.77-87

Abstract

Pemahaman konsep matematika menjadi salah satu hal yang penting dan mendasar dalam pembelajaran matematika. Proses pembelajaran yang baik akan mempengaruhi tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika sehingga siswa dapat lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel Kelas VII SMP Tamansiswa Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Tamansiswa Padang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes dan wawancara. Hasil tes dianalisis berdasarkan indikator kemampuan pemahaman kosep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa dengan kategori sangat tinggi sebesar 7,14%, kategori tinggi sebesar 21,43%, kategori cukup sebesar 7,14% dan kategori sangat rendah sebesar 64,29%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa pada indikator pertama sebesar 39,29% termasuk dalam kriteria sangat rendah, indikator kedua sebesar 33,93% termasuk dalam kriteria sangat rendah, indikator ketiga sebesar 44,64% termasuk dalam kriteria rendah, indikator keempat sebesar 28,57% termasuk dalam kriteria sangat rendah dan indikator kelima sebesar 32,14% termasuk dalam kriteria sangat rendah. Pemahaman konsep siswa pada setiap indikator masih rendah, sehingga perlu perhatian lebih dari guru untuk  konsep persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel bisa dipahami siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA Selviani, Diah; Yul, Fadlul Amdhi; Siska, Jumiati; Maryaningsih, Maryaningsih
JP2MS Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.1.88-94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap hasil belajar siswa SMA kelas XII di kota Bengkulu pada mata pelajaran Matematika materi Peluang. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan kerjasama kelompok. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan menggunakan pre-test dan post-test. Untuk kelompok eksperimen yang menggunakan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), rata-rata skor pre-test sebelum pembelajaran adalah 62,5, sementara rata-rata skor post-test setelah pembelajaran meningkat menjadi 85,3. Selisih ini menunjukkan peningkatan sebesar 22,8 poin, yang merupakan indikasi positif bahwa model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berkontribusi signifikan terhadap pemahaman materi Peluang oleh siswa SMA. Pada kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional, peningkatan hasil belajar juga terlihat, namun dengan selisih yang lebih kecil, yaitu dari rata-rata skor pre-test 63,0 menjadi 74,2 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 11,2 poin. Hal ini menunjukkan bahwa Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep-konsep matematis di kalangan siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS BERDASARKAN GENDER Ralmugiz, Uke; Zulfikar, Ryan Nizar; Mbayi, Hendrikus Hapu; Syarief, Nur Hasanah
JP2MS Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.1.44-55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan gender. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif berupa kata-kata, teks-tulis atau lisan dari orang-orang yang diamati. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas XI SMAN  2 Kupang, Subjek penelitian yang diambil siswa/i  kelas XI IPA 2 & IPA 3 sedangkan objek dalam penelitian adalah Kemampuan Komunikasi Matematis Berdasarkan Gender. Istrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu soal tes dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan subjek dengan kategori kemampuan komunikasi tinggi, subjek perempuan mampu memenuhi semua indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu written text, drawing, dan mathematical expression. Sedangkan subjek laki-laki dengan kemampuan tinggi hanya mampu pada indikator written text dan drawing, subjek laki-laki tidak mampu pada indikator mathematical expression. Selanjutnya kemampuan komunikasi matematis pada kategori sedang, subjek laki-laki dan perempuan hanya mampu pada indikator written text dan drawing, subjek laki-laki dan perempuan tidak mampu pada indikator mathematical expression. Kemudian pada kategori rendah, subjek laki-laki tidak dapat memenuhi pada semua indikator kemampuan komunikasi matematis. Sedangkan subjek perempuan dapat memenuhi satu indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu pada indikator written text.

Page 2 of 2 | Total Record : 15