cover
Contact Name
Syafrullah
Contact Email
klorofil@um-palembang.ac.id
Phone
0711511731
Journal Mail Official
jurnalklorofilfpump@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani 13 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian
ISSN : 20859600     EISSN : 24433985     DOI : https://doi.org/10.32502/jk.v14i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini fokus pada kajian hasil-hasil penelitian bidang pertanian khususnya agroteknologi, budidaya pertanian.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2020): Klorofil" : 9 Documents clear
RESPON BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill.) TERHADAPTAKARAN PUPUK ORGANIK PLUS DI LAHAN PASANG SURUT Wuriesyliane, Wuriesyliane; Syafrullah, Syafrullah; Priyono, Joko
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i2.3859

Abstract

Pengaruh Dosis Pupuk Organik Plus Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max (L.) Merrill.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik plus dosis terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai yang berbeda. (Glycine max L) varietas di sawah. Penelitian ini dilakukan di lahan salah satu petani di Desa Suka Jadi, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Agustus 2019. Rancangan petak terpisah yang diterapkan dalam penelitian ini meliputi 9 kombinasi perlakuan dan dilakukan sebanyak 3 kali. Varietas merupakan perlakuan utama petak, sedangkan pupuk organik plus merupakan perlakuan sub petak. Sebagai perlakuan plot utama adalah jenis keragaman (V). V1 = Grobongan, V2 = Gema, V3 = Anjasmoro, dengan dosis pupuk organik dengan perlakuan anak petak (B). B1 = 500 kg per hektar (100 g/tanaman), B2 = 750 kg per hektar (150 g/tanaman), dan B3 = 100 kg per hektar (200 g/tanaman). Jumlah biji/polong (butir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Pupuk Organik Plus 500 kg/ha (100 g/tanaman) memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada kedelai, varietas Anjasmoro memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada kedelai, dan kombinasi 500 kg /ha (100g) Pupuk Organik Plus /tanaman) dan varietas Anjasmoro memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada kedelai (Glycine max L.). Effect of Organic Plus Fertilizer Dosing on Rice Field Growth and Production of Several Soybean (Glycine max (L.) Merrill.) Varieties The purpose of the study is to determine the effects of an organic fertilizer plus dosage on the growth and production of different soybean (Glycine max L) varieties in paddy fields. This study was conducted on the land of one of the farmers in the Suka Jadi Village, Banyuasin Regency, South Sumatra Province. This study was place between April and August of 2019. The split-plot design was applied in this study, which included 9 treatment combinations and was performed 3 times.Variety was the primary plot treatment, while organic fertilizer plus was the sub-plot treatment. As the main plot's treatment is the sort of diversity (V). V1 = Grobongan, V2 = Echo, V3 = Anjasmoro, with the dose of organic fertilizer with the sub-plot treatment (B). B1 = 500 kg per hectare (100 g/plant), B2 = 750 kg per hectare (150 g/plant), and B3 = 100 kg per hectare (200 g/plant). The total number of seeds/pods (grain).The results showed that the treatment with 500 kg/ha (100 g/plant) of Organic Fertilizer Plus gave the best growth and production in soybeans, that the Anjasmoro variety gave the best growth and production on soybeans, and that the combination of 500 kg/ha (100g) of Organic Fertilizer Plus /plant) and the Anjasmoro variety gave the best growth and production on soybeans (Glycine max L.).
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) PADA PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK Palmasari, Berliana; Paridawati, Ika; Astuti, Dessy Tri
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i2.3864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan jenis pupuk organik dan dosis pupuk NPK majemuk terbaik terhadap pertumbuhan bibit tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan milik petani Jl. H.M. Asyik Aqil Km 16 Kel. Sukajadi Kec. Talang Kelapa Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan. Penelitian ini telah berlangsung pada bulan September sampai Desember 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split plot design) disusun dengan 9 kombinasi diulang 3 kali, sebagai perlakuan petak utama : Jenis pupuk organik (O), O1 = kotoran ayam, O2 =kotoran sapi, O3 = sekam padi dan perlakuan anak petak : Dosis pupuk NPK majemuk (D), D1 =50 kg/ha, D2 = 100 kg/ha, D3 = 150 kg/ha. Peubah yang diamati adalah waktu keluar tunas (hst), tinggi tananam (cm), jumlah anakan, jumlah daun (helai), panjang akar (cm), dan jumlah akar (helai). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan jenis pupuk organic berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap peubah yang diamati sedangkan perlakuan dosis pupuk NPK majemuk dan interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang diamati. Kesimpulan yang dapat diambil secara tabulasi kombinasi  jenis pupuk organik kotoran ayam dan dosis pupuk NPK majemuk 150 kg/ha memberikan hasil tertinggi pada pertumbuhan bibit tanaman tebu.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) PADA PEMBERIAN PUPUK KANDANG KOTORAN SAPI DAN PUPUK FOSFAT Hawayanti, Erni; Palmasari, Berliana; Ardiansyah, Firli
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i2.3860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan dosis terbaik pemberian pupuk kandang kotoran sapi dan pupuk fosfat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.). Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Tanjung Tambak, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Penelitian ini di laksanakan dari bulan September sampai Desember 2019.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 12 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali. Adapun faktor perlakuannya yaitu Faktor I : Pupuk Kandang Kotoran Sapi (S) terdiri dari S1 = 5 ton/ha, S2 = 10 ton/ha, S3 = 15 ton/ha dan S4= 20 ton/ha. Faktor II : Pupuk Fosfat (F) terdiri dari F1 = 150 kg/ha ; F2 = 350 kg/ha dan F3 = 450 kg/ha. Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang tongkil (cm), diameter tongkol (cm), berat tongkol per tanaman (g), berat tongkol per petak (kg) dan berat berangkasan kering (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang kotoran ayam berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap peubah yang diamati sedangkan perlakuan pupuk fosfat dan interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata. Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini secara tabulasi kombinasi antara pupuk kandang kotoran sapi 15 ton/ha dengan pupuk fosfat 150 kg/ha memberikan hasil tertinggi terhadap produksi tanaman jagung manis sebesar 5,07 kg/petak setara dengan 66,66 ton/ha.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) MAIN NURSERY TERHADAP PENAMBAHAN DOSIS PUPUK HAYATI CAIR DI POLYBAG Aryani, Ida; Aminah, R. Iin Siti; Priangan, Deri Bakti
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i2.3865

Abstract

Growth Response Seed Oil Palm (Elaeis guineensis jacq) Main Nursery Against Biological Fertilizer Addition of Liquid Dosage in polybag. This study aims to identify and study the growth response of seedlings of oil palm (Elaeis guineensis Jacq) Main Nursery on the addition of liquid bio-fertilizer in polybag. This research was conducted at the experimental Agro Technology Faculty of Agriculture, University of Palembang and University of  Muhammadiyah Palembang in farmer's garden, Sukajaya Village, Sukarame District, Palembang City. Beginning in May to September 2019. This study used non factorial randomized block design with 5 treatments were repeated four times. The treatment is as follows: B0: Without Bio P, B1: 1cc / l of water, B2: 1,5cc / l of water, B3: 2cc / l of water, B4: 2,5cc / l of water, B5: 3cc / l of water. The parameters observed in this study is Added Plant height (cm), Added Total sheaths Leaves (strands), Added length sheaths leaves (cm), Total Roots Primer (strands), Long Roots Primer (cm), Weight Dry Plants (g) , The results showed that treatment Bio fertilizer P with a dose of 2.5 cc / l of water give good growth in plant height increment, the length of the leaf and stem of the plant dry weight, compared with other treatments. Keywords: Palm Oil Seeds, Liquid Biological Fertilizer.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica narinosa L) TERHADAP PENERAPAN KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK PELENGKAP CAIR PADA SISTEM BUDIDAYA VERTIKULTUR. Moelyohadi, Yopie
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i2.3861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari serta mendapatkan komposisi media tanam dan dosis pupuk pelengkap cair yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L) pada sistem budidaya vertikutur. Penelitian ini telah dilaksanakan di halaman rumah peneliti yang terletak di Jln. Sumur Tinggi I no. 1107 RT 10 RW 03 Kelurahan 5 Ilir Palembang. Penelitian telah dilaksanakan dari bulan September –Desember 2020.   Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (Split-plot design) dengan 9 kombinasi perlakuan yang di ulang 3 kali, dengan perlakuan sebagai berikut: 1).  Petak Utama (Split Plot): adalah komposisi media tanam yaitu:  M1  = 2 bagian tanah : 1 bagian sekam padi : 1 bagian kompos kotoran ayam, M2  = 1 bagian tanah : 2 bagian sekam padi : 1 bagian kompos kotoran ayam dan M3  = 1 bagian tanah : 1 bagian sekam padi : 2  bagian kompos kotoran ayam. 2. Anak petak adalah dosis pupuk pelengkap cair yaitu terdiri: D1 = 2 cc/liter air,  D2 = 4 cc/liter air dan  D3 = 6 cc/liter air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan komposisi media tanam dan perlakuan dosis pupuk pelengkap cair berpengaruh sangat nyata terhadap semua pebuah yang diamati. Akan tetapi untuk interaksi antar perlakuan berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap peubah panjang akar, berat segar, tinggi tanaman dan diameter kanopi daun/tanaman. Sedangkan untuk peubah jumlah daun/tanaman berpengaruh tidak nyata.  Hasil uji BNJ menunjukkan bahwa perlakuan interaksi  penerapan komposisi media tanam 1 bagian tanah : 1 bagian sekam padi : 2  bagian kompos kotoran ayam dan pemberian pupuk pelengkap cair dengan dosis 6 cc/liter air  memberikan pengaruh baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L)  pada sistem budidaya vertikutur dengan hasil panen rata-rata mencapai 129,0g  berat segar/tanaman.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA PERBEDAAN PEMBUMBUNAN Dali, Dali; Gusmiatun, Gusmiatun; Supeno, Gandi
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i2.3866

Abstract

Growth Response And Production Several Varieties of Peanut (Arachis hypogaea L.) On pile difference.This research was conducted attheexperimental Agro Technology Faculty of Agriculture, University of Palembang and University of  Muhammadiyah Palembang in farmer's garden, Sukajaya Village, Sukarame District, Palembang City., this study was conducted in May 2019 to August 2019. The method used is a split plot design (Split-plot design) with 9 treatment combinations and repeated 3 times. The treatment given is: Main Plot: Pile (P) consisting of: P0 = Without Pile, P1 = Pile1 times, P2 = Pile 2 times. and Son Plot: Varieties (V) consisting of: V1 = Variety Rabbit, V2 = Variety Giraffes, Elephants V3 = Variety. The parameters measured were (1). Plant height (cm), (2). Number of Branch Primary (stalk), (3). Number of pods / plant, (4). Weight pods / plant (g), (5). Weight pods / plot (kg), (6). Empty Pods percentage (%), (7). Berangkasan Dry Weight (g). The results showed that treatment of type varieties are very significant effect on all the observed variables. Pile effect no significant effect on variable number of branches, weight of 100 seeds, weight berangkasan dry and significant and very real on plant height, number of pods cropping, number of pods perpetak, while their interaction very significant effect on the observed variables pods crop and the number of perpetak pods and no real effect on plant height, number of branches, the percentage of empty pods, weight of 100 seeds, and dried berangkasan weight. Giraffes varieties give the best effect on the growth and production of groundnut (Arachis hypogea L.), treatment pile twice give the best effect on the growth and production of groundnut (Arachis hypogea L.) and Treatment varieties Giraffe and pile twice give the best effect against growth and production of groundnut (Arachis hypogea L.) with production of 1.68 tons / ha.
PENINGKATAN PRODUKSI KACANG HIJAU DENGAN PENERAPAN KOMPOS KOTORAN AYAM DAN JENIS MULSA Rompas, Joni Philep; Hawayanti, Erni; Rosmiah, Rosmiah; Novriansyah, Aan
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i2.3862

Abstract

Produktivitas kacang hijau di Sumatera Selatan  rata-rata 1,67 ton/ha, hal ini dikarenakan karena teknik budidaya yang belum optimal, salah satu usaha yang dapat dilakukan dengan menerapkan kompos kotoran ayam dan jenis mulsa.  Tujuan penelitian untuk menentukan takaran kompos kotoran ayam dan jenis mulsa yang tepat dalam meningkatkan produktivitas kacang hijau.  Penelitian ini   dilaksanakan di lahan petani Bapak Hermanto di Desa Sukatani, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin ,Provinsi Sumatra Selatan dari bulan September  2018 sampai Janauri 2019. Tata letak di lapangan menggunakan  Rancangan  Acak  Kelompok Faktorial (RAKF)   dengan  8  kombinasi perlakuan yang diulang 4 kali.  Sebagai Faktor 1.  Takaran Kompos Kotoran Ayam (T):    0 ton/ha (T0), 5 ton/ha (T1), 10 ton/ha (T2) dan 15 ton/ha (T3).  Faktor 2:  Jenis Mulsa (M): mulsa jerami padi (M1), mulsa plastik perak (M2).  Hasil penelitian memperlihatkan terjadi peningkatan produksi kacang hijau sebesar 753,75 g/petak (3,01 ton/ha) dengan pemberiann takaran  kompos kotoran  ayam  5  ton/ha  dan  menggunakan  mulsa  jerami  padi. The productivity of green beans in South Sumatra is 1.67 tons/ha on average, this is due to cultivation techniques that are not optimal, one of the efforts that can be done is by appliying chicken manure compost and types of mulch.The purpose of the study was to determine the right amount of chicken manure compost and the right type of mulch to increase the productivity of green beans.  This research was conducted on farmer Mr. Hermanto’s land in Sukatani Village, Tanjung Lago District, Banyuasin Regency, South Sumatra Province from September 2018 to January 2019.  The layout in the field used a Factorial Randomized Block Design (RAKF) with 8 treatment combinations repeated 4 times.  As a Factor 1. Chicken Manure Compost (T): 0 tons/ha (T0), 5 tons/ha (T1), 10 tons/ha (T2) and 15 tons/ha (T3).  Factor 2: Type of Mulch (M): rice straw mulch (M1) silver plastic mulch (M2).  The results showed an increase in green beans production by 753.75 g/plot (3,01 tons/ha) by offering a dose of chicken manure compost of 5 tons/ha and using rice straw mulch.
PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Amir, Nurbaiti; Gusmiatun, Gusmiatun; Goestian, Egi
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i2.3858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan jarak tanam terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa varietas tanaman kacang tanah  (Arachis hypogaea L.) Penelitian ini telah dilaksanakan di Lahan Petani di Desa   Prajen   Mariana   Kabupaten   Banyuasin   Provinsi   Sumatera   Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai September 2018. Penelitian ini menggunakan  Rancangan Petak Terbagi  (Split plot design) dengan  9  kombinasi perlakuan  yang  diulangi  sebanyak  3  kali.  Adapun  faktor  perlakuan  yang dimaksud adalah sebagi berikut : Petak Utama yaitu Jarak tanam (J) = J1 (20 x 20 cm), J2 (20 x 25 cm) dan J3 (20 x 30 cm). Anak petak yaitu Varietas (V) = V1 (Jerapah), V2 ( Tala 2), dan V3 (Tuban). Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), berat polong / petak (g), jumlah  polong berisi /tanaman, jumlah polong hampa /tanaman, berat berangkasan kering,  berat 100 biji. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan jarak tanam 20 x 30 cm dan  kacang tanah varietas Tala 2 memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah (Arachis  hypogaea L).
EFEKTIVITAS PEMBERIAN MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) ASAL STUM MATA TIDUR DI POLYBAG Gusmiatun, Gusmiatun; Aminah, R. Iin Siti; Wibowo, Ahmad
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i2.3863

Abstract

Giving the effectiveness of Monosodium Glutamate (MSG) on Growth Seed Rubber Origin Stum Sleep Eye in polybag. This study aims to get the best growth of seedling rubber (Hevea brasiliensis Muell. Arg) stum origin of sleep to the administration concentration and frequency of administration of MSG.  This research has been conducted in RT 04 RW 02 Village Langkan, Banyuasin, South Sumatra.  Has been carried out from April to July 2018.  This study uses a randomized block design (RAK) factorial with 3 replications 12 combined treatment and each treatment contained 3 plants examples.  The first treatment factors, namely concentration of MSG (M) consisting of: M0 = 0 g/liter of water, M1 = 15 g/liter of water, M2 = 30 g/liter of water and M3 = 45 g/liter of water.  A second treatment factor Frequency Provision of MSG (F) consisting of :  F1 = 1 time giving MSG, F2 = 3 time giving MSG, and F3 = 5 time giving MSG. Variables observed consisted of a time out shoots (day), shoot height (cm), the formation of an umbrella the first time (day), coiled shoots (cm), and the amount of the petiole (stalk). The results showed that administration of MSG concentrations do not affect significantly on all observed variables, except the variables observation time out buds and shoots significantly higher. Giving MSG concentration of 15 g/liter of water in the tabulation gives the highest yield against time out buds and shoots. MSG frequency of administration as much as 5 times in a tabulation gives the highest yield against time out rubber seeds sprout at the origin of the eye stum sleep. Interaction between MSG 15 g/liter of water in 3 times administration tabulation showed the highest results. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan terbaik dari bibit karet  asal stum mata tidur terhadap pemberian konsentrasi dan frekuensi pemberian MSG. Penelitian ini telah dilaksanakan di RT 04 RW 02 Desa Langkan, Banyuasin, Sumatera Selatan. Telah dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2018.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 12 kombinasi perlakuan 3 ulangan dan masing-masing perlakuan terdapat 3 tanaman contoh. Faktor perlakuan pertama yaitu Konsentrasi MSG (M) yang terdiri dari : M0 = tanpa MSG, M1 = 15 g/liter air, M2 = 30 g/liter air dan M3 = 45 g/liter air.  Faktor perlakuan kedua yaitu Frekuensi Pemberian MSG (F) yang terdiri dari : F1= 1 kali pemberian MSG, F2= 3 kali pemberian MSG dan F3 = 5 kali pemberian MSG. Peubah yang diamati terdiri dari waktu keluar tunas (hari), tinggi tunas (cm), waktu terbentuknya payung pertama (hari), lilit tunas (cm), dan jumlah tangkai daun (tangkai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi MSG berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang diamati, kecuali Peubah pengamatan waktu keluar tunas dan tinggi tunas berpengaruh nyata. Pemberian konsentrasi MSG 15 g/liter air secara tabulasi memberikan hasil tertinggi terhadap waktu keluar tunas dan tinggi tunas. Frekuensi pemberian MSG sebanyak 5 kali  secara tabulasi memberikan hasil tertinggi terhadap waktu keluar tunas pada bibit karet asal stum mata tidur.  Interaksi antara perlakuan  MSG 15 g/liter air dalam 3 kali pemberian secara tabulasi menunjukkan hasil yang tertinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 9