cover
Contact Name
Syafrullah
Contact Email
klorofil@um-palembang.ac.id
Phone
0711511731
Journal Mail Official
jurnalklorofilfpump@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani 13 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian
ISSN : 20859600     EISSN : 24433985     DOI : https://doi.org/10.32502/jk.v14i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini fokus pada kajian hasil-hasil penelitian bidang pertanian khususnya agroteknologi, budidaya pertanian.
Articles 183 Documents
APLIKASI PUPUK CAIR LIMBAH TAHU UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DENGAN JUMLAH BENIH YANG BERBEDA Aminah, R. Iin Siti; Palmasari, Berliana; Zamrodah, Siti
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2023): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v18i2.7727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan dosis pupuk cair limbah tahu dan jumlah benih perlubang tanam yang terbaik terhadap produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian ini dilaksanakan di lahan milik petani di Jl. H. M. Asyik Aqil, RT 49, RW 17, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Waktu penelitian dari bulan April sampai Juli 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 9 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut, petak utama : Jumlah benih perlubang tanam (L) : L? = 1 butir, L? = 2 butir, dan L? = 3 butir. Anak petak :  Pupuk cair limbah tahu (P) : P?= 0 ml/L air, P? = 200 ml/L air, dan P? = 400 ml/L air. Peubah yang diamati dalam penelitian adalah jumlah polong/ tanaman (polong), berat 100 biji (g), dan berat biji/ petak (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tabulasi kombinasi jumlah 3 benih per lubang tanam dengan pupuk cair limbah tahu 400 ml/L air memberikan hasil tertinggi terhadap produksi kacang hijau sebesar 493 g/ petak atau setara dengan 1,31 ton/ha.This research aims to determine and obtain the best dose of tofu waste liquid fertilizer and the number of seeds in the planting holes for the production of green bean plants (Vigna radiata L.). This research was carried out on farmer's land on Jl. H. M. Asyik Aqil, RT 49, RW 17, Sukajadi Village, Talang Kelapa District, Banyuasin Regency, South Sumatra Province. The research period is from April to July 2022. The research uses a Split Plot Design with 9 treatment combinations which are repeated 3 times. The treatment in question is as follows, main plot: Number of seeds in planting holes (L): L? = 1 grain, L? = 2 grains, and L? = 3 grains. Subplot: Tofu waste liquid fertilizer (P): P?= 0 ml/L water, P? = 200 ml/L water, and P? = 400 ml/L water. The variables observed in the research were the number of pods/plant (pods), weight of 100 seeds (g), and weight of seeds/plot (g). The results of the research show that tabulatedly, the combination of 3 seeds per planting hole with liquid fertilizer from tofu waste at 400 ml/L of water gave the highest results for green bean production of 493 g/plot or the equivalent of 1.31 tones/ha.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Strut.) PADA LAHAN KERING MASAMTERHADAP PEMBERIAN KOMPOS LIMBAH PERKEBUNAN DAN PUPUK N, P DAN K Moelyohadi, Yopie
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2024): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v19i1.8718

Abstract

Tanaman  jagung  manis  (Zea mays Saccharata Sturt) merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak  dikonsumsi  oleh  masyarakat, karena memiliki rasa yang manis dan nilai gizi yang tinggi serta memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Dalam usaha meningkatkan produktivitas tanaman jagung manis diperlukan inout teknologi budidaya yang tepat terutama dalam pemberian pupuk. Hasil jagung dapat ditingkatkan dengan pemupukan yang tepat, baik dosis dan waktu maupun jenis pupuk yang diberikan. Tandan kosong kelapa sawit  (tangkos),  Blotong (hampas tanaman tebu)  dan komopos tanaman legume cover crops (LCC) merupakan  limbah yang dihasilkan dari kegiatan proses budidaya dan pasca panen perkebunan kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ketersediaan  bahan organik dan kesuburan  tanah di lahan pertanian. Berdasarkan hasil analisis keragaman, menunjukkan bahwa perlakuan pemberian jenis kompos limbah perkebunan dan perlakuan tingkat pemupukan N, P, dan K memberikan pengaruh yang nyata sampai sangat nyata pada setiap peubah yang diamati. Sedangkan interaksi antara jenis kompos limbah perkebunan dan perlakuan tingkat pemupukan N, P, dan K berpengaruh tidak nyata pada setiap peubah pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis pada lahan kering masam.   Sweet corn (Zea mays Saccharata Sturt) is a food crop that is widely consumed by the public, because it has a sweet taste and high nutritional value and has quite high economic value. In an effort to increase the productivity of sweet corn plants, appropriate cultivation technology is needed, especially in the application of fertilizer. Corn yields can be increased with the right fertilization, both the dose and time and type of fertilizer applied. Empty oil palm fruit bunches (tangkos), Blotong (sugar cane waste) and legume cover crops compost (LCC) are waste produced from the cultivation and post-harvest activities of oil palm plantations which can be used to increase the availability of organic material and soil fertility on the land. agriculture. Based on the results of the diversity analysis, it shows that the treatment of providing types of plantation waste compost and the treatment of N, P, and K fertilization levels had a significant to very significant influence on each variable observed. Meanwhile, the interaction between the type of plantation waste compost and the level of N, P and K fertilization treatment had no significant effect on each variable of growth and production of sweet corn plants on acid dry land.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccaharata) TERHADAP PEMBERIAN KOMPOS LIMBAH PERKEBUNAN DAN PUPUK MIKORIZA PADA LAHAN KERING MASAM Moelyohadi, Yopie
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2023): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v18i2.7728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh pemberian berbagai jenis kompos limbah perkebunan dan mikoriza terhadap pertumbuahan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata) di lahan kering masam. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan milik petani yang terletak, Kelurahan Sukarami, Kec. Alang-Alang Lebar, Palembang, Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei sampai Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan petak terbagi (Spli tplot design) dengan 12 kombinasi perlakuan yang di ulangi sebanyak 3 kali. Dengan Faktor perlakuan Utama aadalah pemberian berbagi jenis kompos limbah perkebunan yang meliputi:  .K? : Kompos Tankos (10 ton/ha). K2: Kompos  Blotong (10 ton/ha). K3: Kompos LCC (Mucuna bracteates) (10 ton /ha). Dan Faktor kedua: pemberian pupuk  mikoriza yang meliputi : M0: (Tanpa pemberian mikoriza) (kontrol).M1: 5 g/tanaman. M2: 10 g/tanaman. Dan M3:15g/tanaman. Berdasarkan hasil penelitian yang diterapkan didapatkan data yang menunjukkan  bahwa  pemberian jenis kompos limbah perkebunan dan pemberian pupuk mikoriza memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada setiap peubah yang diamati. Sedangkan interaksi antar perlakuan berpengaruh tidak  nyata pada setiap peubah yang diamati.This research aims to determine and study the effect of providing various types of plantation waste compost and mycorrhiza on the growth and production of sweet corn (Zea mays saccharata) in acidic dry land. This research was carried out on land owned by farmers located in Sukarami Village, Kec. Alang-Alang Lebar, Palembang, South Sumatra. This research was carried out from May to August 2023. This research used a split plot design (Split plot design) with 12 treatment combinations which were repeated 3 times. The main treatment factor is the provision of various types of plantation waste compost which include: .K?: Tankos Compost (10 tons/ha). K2: Blotong Compost (10 tonnes/ha). K3: LCC (Mucuna bracteates) Compost (10 tons /ha). And the second factor: application of mycorrhizal fertilizer which includes: M0: (Without mycorrhizal application) (control). M1: 5 g/plant. M2: 10 g/plant. And M3:15g/plant. Based on the results of the applied research, data was obtained showing that the application of plantation waste compost and the application of mycorrhizal fertilizer had a very real influence on the growth and yield of sweet corn plants for each variable observed. Meanwhile, the interaction between treatments had no significant effect on each observed variable.
PENINGKATAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI LAHAN KERING MASAM Rosmiah, Rosmiah; Palmasari, Berliana; Rizki, Kholik
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2024): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v19i1.8719

Abstract

Lahan kering masam mempunyai potensi besar untuk pengembangan pertanian tanaman pangan dan juga tanaman hortikultura. Bawang merah salah satu komoditas hortikultura unggulan yang perlu dikembangkan karena memiliki peluang pasar yang besar baik lokal maupun ekspor, salah satunya dengan sistem perluasan lahan pertanian dengan memanfaatkan lahan kering masam. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui dan mendapatkan  jenis varietas bawang merah (Allium ascalonicum L.) yang sesuai  di lahan kering masam. Penelitian ini dilaksanakan dilahan petani Kecamatan Sukarami, Kelurahan Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan 3 perlakuan dan diulang 9 kali. Adapun perlakuannya jenis varietas (V) yaitu V1 = Bima brebes, V2 = Tajuk dan V3 = Sanren. Peubah yang diamat dalam penelitian ini antara lain : jumlah umbi (umbi), bobot umbi peru rumpun (g), dan bobot umbi per petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas yang dicobakan pada lahan keing masam menunjukkan tidak signifikan tetapi secara tabulasi jenis varietas Tajuk memberikan produksi tertinggi 0,47 kg/petak setara 1,88 ton/ha.Dry acid land has great potential for the development of agricultural food crops and also horticultural crops. Shallots are one of the leading horticultural commodities that need to be developed because they have large market opportunities both locally and for export, one of which is through a system of expanding agricultural land by utilizing acidic dry land. This research aims to determine and obtain types of shallot varieties (Allium ascalonicum L.) that are suitable for acid dry land. This research was carried out on farmers' land in Sukarami District, Sukarami Village, Palembang City, South Sumatra. This research used an experimental method with a non-factorial randomized block design (RAK) with 3 treatments and repeated 9 times. The type of variety (V) treated is V1 = Bima brebes, V2 = Tajuk and V3 = Sanren. The variables observed in this research included: number of tubers (tubers), weight of tubers per cluster (g), and weight of tubers per plot (kg). The results of the research showed that the varieties tried on sour dry land showed no significance but tabulatedly the Tajuk variety gave the highest production of 0.47 kg/plot equivalent to 1.88 tons/ha.
POTENSI PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) TERHADAP PEMBERIAN POC LIMBAH IKAN Lusia, Maria; Pratama, M. Bayu; Gusmiatun, Gusmiatun
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2023): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v18i2.7729

Abstract

 The use of organic waste as the main ingredient for making organic fertilizer for agriculture is being developed, because it is easy to obtain, cheap and more environmentally friendly. This research aims to determine the effect of providing liquid organic fertilizer (POC) from fish washing waste on the growth and production of rice plants (Oryza sativa L.) in polybags. This research was carried out in Simpang Padang Karet Village, TumbakUlas Village, Pagar Alam Selatan District, Pagar Alam City, South Sumatra Province. The research method used a non-factorial randomized block design (RAK) with 1 treatment, namely the POC dose consisting of 5 levels, namely D0 = control, D1 = 150 ml/L, D2 = 250 mL/L, D3 = 350 mL/L, D4 = 450 mL/L, each level was made in 5 repetitions. The variables observed were plant height (cm), number of productive tillers, leaf color, panicle length (cm), number of grains per panicle (grains), weight of 1000 grains (g). The research results showed that POC treatment at the level of 450 mL/L was the best treatment for the growth and production of rice plants (Oryza sativa L.) in polybagsPemanfaatan limbah organik sebagai bahan utama pembuatan pupuk organik untuk bidang pertanian sedang dikembangkan, dikarenakan sifatnya yang mudah diperoleh, murah dan lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) limbah cucian ikan terhadap pertimbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L) di polybag.  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Simpang Padang Karet, Kelurahan TumbakUlas, Kecamatan Pagar Alam Selatan Kota Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan.  Metode penelitian yaitu menggunakan Rancangan Acak Kelompok  (RAK) Non Faktorial dengan 1 perlakuan yaitu dosis POC yang terdiri dari 5 taraf yaitu D0  = kontrol, D1 = 150 ml/L, D2 = 250 mL/L, D3 = 350 mL/L, D4 = 450 mL/L , masing-masing taraf dibuat sebanyak 5 ulangan.  Adapun peubah yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah anakan produktif, warna daun, panjang malai (cm), jumlah gabah per malai (butir), berat gabah 1000 butir (g).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC pada taraf 450 mL/L merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) di polybag. 
INVENTARISASI GULMA DOMINAN DI LAHAN JAGUNG (Zea mays L.) DI DESA SEMBAWA KECAMATAN SEMBAWA KABUPATEN BANYUASIN Nurjannah, Hegar; Almaniar, Siska; Junainah, Junainah; Feriadi, Feriadi
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2024): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v19i1.8720

Abstract

Inventarisasi Gulma Dominan di Lahan Jagung (Zea mays L.) di Desa Sembawa Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin. Praktek lapangan ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Februari 2018 di Desa Sembawa Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Praktek lapangan ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari jenis-jenis gulma dominan pada tanaman jagung. Metode yang digunakan dalam praktek lapangan ini adalah metode observasi, wawancara (kuisioner), dokumentasi dan analisis vegatasi gulma dengan metode kuadrat. Hasil praktek lapangan yang telah dilakukan menunjukkan gulma yang ditemukan pada areal pertanaman jagung di desa Sembawa Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin terdiri dari 9 jenis gulma dari 7 famili. Pada lahan pertanaman jagung umur dua minggu terdapat 4 jenis gulma dari 4 famili. Pada lahan pertanaman jagung umur empat minggu terdapat 9 jenis gulma dari 7 famili. Nilai SDR tertinggi pada lahan pertanaman jagung umur 2 minggu adalah Cyperus rotundus L dengan nilai SDR 50,06% dan Nilai SDR tertinggi pada lahan pertanaman jagung umur 4 minggu adalah Cyperus rotundus L dengan nilai SDR 21,63%. Hasil perhitungan koefisien komunitas, menunjukkan bahwa kedua komunitas terdapat kesamaan sebesar 16,72 % berdasarkan kerapatan mutlak, dan 16,35 % berdasarkan kerapatan nisbi.Inventory Of Dominant Weeds In Corn Field (Zea mays L.) Villages In Sub District Of Banyuasin District. This field practice was carried out from January to March 2018 in the village of Sembawa sub district of Sembawa Banyuasin district of South Sumatra. This field practice aims to identify and study the dominant weed species in corn crops. The method used in this field practice is the method of observation, interview (Quisioner), documentation and analysis of weed vegetation by quadratic method. The result of field practice that has been done shows that weeds found in corn plantation area in Sembawa village, subdistrict of Banyuasin district of South Sumatera consist of 9 species of weeds from 7 families. In the first corn cultivation area there are 4 species of weeds from 4 families. In the second corn plantation area there are 9 types of weeds from 7 families. The highest SDR value on the first corn cultivation area was Cyperus rotundus L with an SDR value of 50,06%. The highest SDR value in the second corn cultivation area was Cyperus rotundus L with SDR value of 21,63%. The result of community coefficient calculation shows that both communities have similarity equal to 16,72% based on absolute density, and 16,35% based on relative density.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI KARET DI KELURAHAN PANGKALAN BALAI KECAMATAN BANYUASIN III KABUPATEN BANYUASIN Rismarini, Rismarini; Nurjannah, Hegar; Junainah, Junainah; Feriadi, Feriadi; Rahayu, Waliah Nur
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 2 (2024): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v19i2.9363

Abstract

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Karet di Kelurahan Pangkalan Balai Kecamatan BAnyuasin III Kabupaten Banyuasin. Kegiatan penelitian  ini di laksanakan di Kelurahan Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Waktu pelaksanaan penelitian ini dimulai dari bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Karet Di Kelurahan Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin. Metode yang digunakan dalam penelitian  adalah metode observasi dengan cara melakukan pengamatan langsung ke lapangan dan wawancara langsung kepada petani mengenai hal-hal yang erat kaitannya dengan topik penelitian (Rokhamah, 2024). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa luas lahan, jumlah produksi dan harga karet sangat mempengaruhi jumlah pendapatan petani dan biaya produksi untuk tanaman karet. Selain itu ada juga faktor lain yang mempengaruhi pendapatan petani karet, yaitu kondisi cuaca dan lingkugan.Factors that Influence the Income of Rubber Farmers in Pangkalan Balai Subdistrict, Banyuasin III District, Banyuasin Regency. This research activity was carried out in Pangkalan Balai Village, Banyuasin III District, Banyuasin Regency, South Sumatra Province. The time for carrying out this research starts from August to October 2024. This research aims to determine the factors that influence the income of rubber farmers in Pangkalan Balai sub-district, Banyuasin III sub-district, Banyuasin regency. The method used in the research is the observation method by conducting direct observations in the field and direct interviews with farmers regarding matters that are closely related to the research topic (Rokhamah, 2024). The results of this research show that the area of land, the amount of production, the price of rubber greatly influence the amount of farmer income and production costs for rubber plants. Apart from that, there are also other factors that influence rubber farmers' income, namely weather and environmental conditions.
PENGATURAN JARAK TANAM DAN APLIKASI PUPUK HAYATI PETROBIO PADA TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Amir, Nurbaiti; Paridawati, Ika; Adytia, Ichwan Saputra
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 2 (2024): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v19i2.9364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan jarak tanam dengan dosis pupuk hayati petrobio yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian ini telah dilaksanakan pada lahan petani bertempat di jalan Sukarela lrg mataram Kec. Sukarame, kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Dilaksanakan dari bulan Maret sampai Juni 2024. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan rancangan petak terbagi (split plot design), terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama (Petak Utama) Jarak tanam (J) yaitu J1 = 60 cm x 20 cm, J2 =60 cm x 30 cm dan J3 = 60 cm x 40 cm sedangkan faktor kedua (Anak Petak) Dosis Pupuk hayati Petrobio (P) yaitu P1 = 30 kg/ ha ; P2 = 60 kg/ha dan P3 = 90 kg/ha. Parameter pengamatan dalam penelitian ini antara lain tinggi tanaman (cm), Jumlah daun (helai), berat tongkol per tanaman (g) dan produksi per petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tabulasi kombinasi perlakuan jarak tanam 60 cm x 40 cm dengan pupuk hayati petrobio dosis 3,57 kg/petak memberikan hasil tinggi dengan produksi 3,57 kg/petak setara dengan 17,85 ton/ha.This research aims to find out and determine the planting distance with the correct dose of Petrobio biofertilizer on the growth and yield of sweet corn. This research was carried out on farmers' land located on Jalan Sukarela Lrg Mataram Kec. Sukarame, Palembang city, South Sumatra Province. Conducted from March to June 2024. This research used a field experimental method with a split plot design, consisting of 9 treatment combinations and 3 replications. The first factor (Main Plot) is Planting distance (J), namely J1 = 60 cm x 20 cm, J2 = 60 cm x 30 cm and J3 = 60 cm x 40 cm while the second factor (Subsidiary Plot) is Petrobio Biofertilizer Dosage (P), namely P1 = 30 kg/ha; P2 = 60 kg/ha and P3 = 90 kg/ha. Observation parameters in this research include plant height (cm), number of leaves (strands), ear weight per plant (g) and production per plot (kg). The results of the research show that in tabulation the combination of treatment with a planting distance of 60 cm x 40 cm with Petrobio biological fertilizer at a dose of 3.57 kg/plot gives high yields with a production of 3.57 kg/plot equivalent to 17.85 tonnes/ha.
PENINGKATAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) LOKAL DI LAHAN PASANG SURUT Gusmiatun, Gusmiatun; Palmasari, Berliana; Saputra, Abdi
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 2 (2024): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v19i2.9361

Abstract

Pemanfaatan lahan pasang surut untuk mendukung program ketahanan pangan  memiliki  peluang  keberhasilan  yang  cukup  besar, salah satunya dengan sistem perluasan lahan pertanian dengan memanfaatkan lahan pasang surut. Strategi pengembangan tanaman pangan di lahan pasang surut dapat ditempuh melalui dua pendekatan. Melalui peningkatan produktivitas, khususnya penanaman di setiap musim serta melalui pengenalan teknologi baru. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui dan mendapatkan  jenis varietas padi (Oryza sativa L.) lokal yang sesuai  di lahan pasang surut. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu lahan petani Desa Trimulya Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, dilaksanakan dari bulan Maret sampai Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan 3 perlakuan dan diulang 8 kali. Adapun perlakuannya jenis varietas (V) yaitu V1 = 42 Vietnam , V2 = Ciherang Tw dan V3 = Inpari 32. Peubah yang diamat dalam penelitian ini antara lain : jumlah gabah per malai (butir), bobot 1000 butir (g), dan bobot gabah per petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis varietas Inpari 32 memberikan produksi terbaik pada lahan pasang surut dengan produksi 1,62 kg/petak setara dengan 6,48 ton/ha.Utilizing tidal land to support food security programs has a fairly large chance of success, one of which is the system of expanding agricultural land by utilizing tidal land. The strategy for developing food crops in tidal areas can be taken through two approaches. Through increasing productivity, especially planting in each season as well as through the introduction of new technology. This research aims to find out and obtain local varieties of rice (Oryza sativa L.) that are suitable for tidal land. This research was carried out on one of the farmers' fields in Trimulya Agung Village, Lalan District, Musi Banyuasin Regency, South Sumatra Province, from March to August 2024. This research used an experimental method with a non-factorial randomized block design (RAK) with 3 treatments and repeated 8 times. The treatment was for the type of variety (V), namely V1 = 42 Vietnam, V2 = Ciherang Tw and V3 = Inpari 32. The variables observed in this research included: number of grains per panicle (grain), weight of 1000 grains (g), and grain weight per plot (kg). The research results showed that the Inpari 32 variety provided the best production on tidal land with a production of 1.62 kg/plot equivalent to 6.48 tons/ha.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS ( Zea mays Saccharata Strut.) PADA LAHAN KERING MASAM TERHADAP PEMBERIAN KOMPOS LIMBAH PERKEBUNAN DAN PUPUK N, P, K Moelyohadi, Yopie
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 2 (2024): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v19i2.9362

Abstract

Tanaman  jagung  manis  (Zea mays Saccharata Sturt) merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak  dikonsumsi  oleh  masyarakat, karena memiliki rasa yang manis dan nilai gizi yang tinggi serta memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.Dalam usaha meningkatkan produktivitas tanaman jagung manis diperlukan inout teknologi budidaya yang tepat terutama dalam pemberian pupuk. Hasil jagung dapat ditingkatkan dengan pemupukan yang tepat, baik dosis dan waktu maupun jenis pupuk yang diberikan. Tandan kosong kelapa sawit  (tangkos),  Blotong (hampas tanaman tebu)  dan komopos tanaman legume cover crops (LCC) merupakan  limbah yang dihasilkan dari kegiatan proses budidaya dan pasca panen perkebunan kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ketersediaan  bahan organik dan kesuburan  tanah di lahan pertanian. Berdasarkan hasil analisis keragaman, menunjukkan bahwa perlakuan pemberian jenis kompos limbah perkebunan dan perlakuan tingkat pemupukan N, P, dan K memberikan pengaruh yang nyata sampai sangat nyata pada setiap peubah yang diamati. Sedangkan interaksi antara jenis kompos limbah perkebunan dan perlakuan tingkat pemupukan N, P, dan K berpengaruh tidak nyata pada setiap peubah pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis pada lahan kering masam.Sweet corn (Zea mays Saccharata Sturt) is one of the food crops that is widely consumed by the public, because it has a sweet taste and high nutritional value and has quite high economic value. In an effort to increase the productivity of sweet corn plants, appropriate cultivation technology is needed. especially when applying fertilizer. Corn yields can be increased with the right fertilization, both the dose and time and type of fertilizer applied. Empty oil palm fruit bunches (tangkos), Blotong (sugar cane waste) and legume cover crops compost (LCC) are waste produced from the cultivation and post-harvest activities of oil palm plantations which can be used to increase the availability of organic material and soil fertility on the land. agriculture. Based on the results of the diversity analysis, it shows that the treatment of providing types of plantation waste compost and the treatment of N, P, and K fertilization levels had a significant to very significant influence on each variable observed. Meanwhile, the interaction between the type of plantation waste compost and the level of N, P and K fertilization treatment had no significant effect on each variable of growth and production of sweet corn plants on acid dry land.