cover
Contact Name
Syafrullah
Contact Email
klorofil@um-palembang.ac.id
Phone
0711511731
Journal Mail Official
jurnalklorofilfpump@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani 13 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian
ISSN : 20859600     EISSN : 24433985     DOI : https://doi.org/10.32502/jk.v14i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini fokus pada kajian hasil-hasil penelitian bidang pertanian khususnya agroteknologi, budidaya pertanian.
Articles 183 Documents
POTENSI PENINGKATAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Sturt.) MELALUI KOMBINASI APLIKASI VERMIKOMPOS DAN PUPUK KCl
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2022): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v17i1.4945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan dosis pupuk vermikompos dengan pupuk KCl yang sesuai terhadap hasil tanaman jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 2020, menggunkan rancangan acak kelompok faktorial dengan 9 kombinasi dan 3 ulangan. Adapun faktor perlakuan yang dimaksud adalah Pupuk Vermikompos (V) yaitu V1 = 1,5 ton/ ha  ; V2 = 3 ton/ ha ; V3 = 4,5 ton/ ha dan pupuk KCl (K) yaitu K1 = 150 kg/ha ; K2 = 300 kg/ha ; K3 = 450 kg/ha. Variabel pengamatan dalam penelitian ini yaitu panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm), berat tongkol per tanaman (g) dan berat tongkol per petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tabulasi kombinasi pupuk vermikompos 3 ton/ha dengan pupuk KCl 300 kg/ha memberikan hasil tertinggi pada jagung manis yaitu 5,53 kg/petak.This study aims to determine and determine the appropriate dose of vermicompost fertilizer with KCl fertilizer on the yield of sweet corn (Zea mays Saccharata Sturt.). This research was conducted from June to September 2020, using a factorial randomized block design with 9 combinations and 3 replications. The treatment factors in question are Vermicompost Fertilizer (V), namely V1 = 1,5 ton/ha ; V2 = 3 ton/ha ; V3 = 4,5 ton/ha and KCl fertilizer (K), namely K1 = 150 kg/ha ; K2 = 300 kg/ha ; K3 = 450 kg/ha. Observation variables in this study were the length of the ear (cm), diameter of the ear (cm), weight of the ear per plant (g) and weight of the ear per plot (kg). The results showed that tabulated combination of vermicompost 3 tons/ha with KCl 300 kg/ha gave the highest yield of sweet corn, which was 5,53 kg/plot.
PEMBERIAN TAKARAN PUPUK ORGANIK CAIR NATURAL NUSANTARA (POC NASA) TERHADAP PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L.) DI DALAM POLIYBAG
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2022): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v17i1.4944

Abstract

This research was conducted in the experimental garden of the Agricultural Faculty, Sjakhyakirti University, Palembang, from March to July 2021. The design used was a Randomized Block Design (RAK), with four replications and six treatments. Each treatment was repeated four times (6 x 4) so that there were 24 experimental units and each experimental unit consisted of four corn plants, so there were 96 polybaq. The treatments consisted of: P0 = without Nasa POC fertilizer (0 ml/liter), P1 = Nasa POC 5 ml/liter, P2 = Nasa POC 10 ml/liter, P3 = Nasa POC 15 ml/liter, P4 = Nasa POC 20 ml/liter liters, and P5 = POC Nasa 25 ml/liter. The variables observed were the weight of the ear (g), the circumference of the ear (cm), the length of the ear (cm), and the weight of the cob of the whole treatment (kg). The results showed that the NASA POC fertilizer treatment had an effect on the weight of the cobs planted and the weight of the cobs of all polybaq in one treatment in each group or replication. The dose of 20 ml/liter (Treatment P4) on sweet corn plants gave the best results on the weight of the cobs of planting and the weight of the cobs of whole polbaq corn plants.Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Pakultas Pertanian Universitas Sjakhyakirti Palembang, berlangsung dari bulan Maret sampai dengan Juli 2021. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan empat ulangan  dan enam perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali (6 x 4) sehingga terdapat 24 unit percobaan dan setiap unit percobaan terdiri dari empat tanaman  jagung, sehingga terdapat  96 polybaq. Perlakuannya terdiri :P0 = tanpa pupuk POC Nasa  ( 0 ml/liter), P1 = POC Nasa 5 ml/liter, P2 = POC Nasa 10 ml/liter, P3 = POC Nasa 15 ml/liter, P4 = POC Nasa 20 ml/liter, dan P5 = POC Nasa 25 ml/liter. Peubah yang diamati adalah berat tongkol  (g), lingkar tongkol ( cm), panjang tongkol (cm), dan berat tongkol seluruh poloybaq perlakuan  (kg). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk POC NASA memberikan pengaruh terhadap berat tongkol pertanaman dan berat tongkol seluruh polibaq dalam satu perlakuan  pada setiap kelompok atau ulangan. Dosis 20 ml/liter ( Perlakuan P4) pada tanaman jagung manis memberikan hasil yang terbaik terhadap berat tongkol pertanaman dan berat tongkol tanaman jagung seluruh polybag.
JENIS MULSA ORGANIK DAN PUPUK HAYATI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2022): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v17i1.4942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan jenis mulsa organik dan dosis pupuk hayati yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan milik petani yang terletak di jalan Sukarela, Kelurahan Kebun Bunga, Kec. Sukarami,  Km 7 Palembang Sumatera Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Mei sampai Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot design) terdiri dari 9 kombinasi perlakuan yang di ulang 3 kali. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut petak utama : jenis mulsa organik (M) yaitu M1 = tanpa mulsa ;  M2 = mulsa sekam padi ; M3 = mulsa serbuk gergaji sedangkan anak petak : dosis pupuk organik hayati  (H) yaitu H1=10 ml/L  ; H2 = 20 ml/L ; H3= 30 ml/L. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah Tinggi tanaman (cm), Diameter buah (cm). Jumlah buah, Berat buah pertanaman (g) dan Berat buah perpetak (kg). Berdasarkan hasil  penelitian menunjukkan bahwa secara tabulasi perlakuan kombinasi jenis mulsa sekam padi dengan pupuk hayati 20 ml/L air menghasilkan produksi tertinggi sebesar 8,77 kg/petak atau setara dengan 35,08 ton/ha.This study aims to determine and obtain the right type of organic mulch and dose of biological fertilizer on the growth and production of cucumber (Cucumis sativus L.) plants. This research has been carried out on land owned by farmers located on Jalan Sukarela, Kelurahan Kebun Bunga, Kec. Sukarami, Km 7 Palembang, South Sumatra. This research was carried out from May to August 2021. This study used an experimental method with a Split-plot design consisting of 9 treatment combinations which were repeated 3 times. The treatments in question are as follows: Main plot: Use of organic mulch (M) type, namely M1 = no mulch; M2 = rice husk mulch; M3 = sawdust mulch while Sub-plots: dosage of biological organic fertilizer (H), namely H1=10 ml/L; H2 = 20 ml/L ; H3 = 30 ml/L. The variables observed in this study were plant height (cm), fruit diameter (cm). Number of fruit, weight of fruit per plant (g) and weight of fruit per plot (kg). Based on the results of the study, it was shown that tabulated combination treatment of rice husk mulch with biological fertilizer 20 ml/L of water resulted in the highest production of 8.77 kg/plot or equivalent to 35.08 ton/ha.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL PANEN TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI JENIS KOMPOS LIMBAH PERKEBUNAN PADA BERBAGAI TINGKAT PEMUPUKAN KIMIA PADA LAHAN KERING SUB OPTIMAL
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2022): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v17i1.4943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mempelajari dan menentukan jenis kompos limbah perkebunan yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) pada berbagai tingkat pemupukan kimia pada lahan kering sub optimal. Penelitian ini telah di laksanakan di lahan pertanian milik petani yang terletak di Desa pulau semambu Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei sampai Agustus 2021. Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu benih kacang tanah varietas jerapah, kapur dolomit, pupuk Urea, SP36, KCl, tankos, LCC, bekatul, gula pasir, EM4 dan air. Sedangkan alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cangkul, parang, meteran, tali rafia, ember, pompa air, selang, gergaji, waring, kayu, martil, paku, garu, tugal, papan nama, timbangan, sprayer serta alat tulis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Percobaan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Sebagai perlakuan petak utama adalah pemberian berbagai jenis kompos limbah perkebunan, dengan tiga taraf perlakuan , yaitu: B0 = Tanpa pemberian kompos (kontrol), B1 = Kompos tankos (10 Ton/Ha), dan B2 = Kompos LCC (10 Ton/Ha) Perlakuan anak petak adalah pemberian pupuk kimia pada berbagai tingkat pemupukan dengan empat taraf perlakuan, yaitu: K1 = 25 % dosis pupuk kimia (17,5 kg/ha urea + 25 kg/ha SP36 + 12,5 kg/ha KCl), K2 = 50 % dosis pupuk kimia (35 kg/ha urea + 50 kg/ha SP36 + 25 kg/ha KCl), K3 = 75 % dosis pupuk kimia (52,5 kg/ha urea + 75 kg/ha SP36 + 37,5 kg/ha KCl)., K4 = 100 % dosis pupuk kimia (75 kg/ha urea + 100 kg/ha SP36 + 50 kg/ha KCl). Cara kerja pada penelitian ini terbagi menjadi ; 1). Pembuatan kompos, 2).Pengolahan lahan, 3). Pengapuran, 4). Penanaman, 5). Pemupukan, 6). Pemeliharaan, dan 7). Panen. Peubah pengamatan dalam penelitian ini meliputi ; 1). Tinggi tanaman (cm), 2). Jumlah cabang primer (tangkai), 3), Jumlah polong isi/tanaman (polong), 4).  Berat polong/petak (g), 5). Berat 100 butir biji (g), 6). Hasil panen/hektar (ton) . Dari hasil percobaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis kompos limbah perkebunan dan pemberian pupuk kimia pada berbagai tingkat pemupukan berpengaruh sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati. Begitu juga dengan interaksi antar perlakuan berpengaruh sangat  nyata terhadap semua peubah yang diamati. Kombinasi pemberian kompos tankos dan pupuk kimia pada tingkat pemupukan 100% memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah, dengan hasil panen rata-rata mencapai 2,33 ton polong kering/hektar.
PENINGKATAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) DENGAN SISTEM OLAH TANAH DAN TINGKAT PEMUPUKAN KIMIA BERBEDA Amir, Nurbaiti; Paridawati, Ika; Palmasari, Berliana; Saputra, Hendra
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2022): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v17i2.5703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan sistem olah tanah dan tingkat pemupukan kimia yang tepat dalam meningkatkan produksi jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.). Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan milik petani yang terletak di jalan Sukarela, Kelurahan Kebun Bunga, Kec. Sukarami,  Km 7 Palembang Sumatera Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Februari sampai Mei 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot design) terdiri dari 12 kombinasi perlakuan yang di ulang 3 kali. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut petak utama : sistem pengolahan tanah (T) yaitu T1 = tanpa olah tanah ;  T2 = olah tanah minimum ; T3 = olah tanah maksimum sedangkan anak petak : tingkat pemupukan kimia (P) yaitu P0= pupuk organik kotoran sapi ; P1= ; 50% dosis pupuk kimia ; P2 = 75% dosis pupuk kimia ; P3= 100% dosis pupuk kimia. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm), berat tongkol per tanaman (g) dan produksi perpetak (kg). Berdasarkan hasil  penelitian menunjukkan bahwa secara tabulasi perlakuan kombinasi olah tanah maksimum dan tingkat pemupukan kimia 100 % memberikan pengaruh tertinggi terhadap produksi jagung manis sebesar 7,90 kg/petak atau setara 10,53 ton/ha  This study aims to determine and determine the tillage system and the appropriate level of chemical fertilization in increasing the production of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt.). This research was carried out on farmer's land located on Jalan Sukarela, Kelurahan Kebun Bunga, Kec. Sukarami, Km 7 Palembang, South Sumatra. This research was conducted from February to May 2022. This research used an experimental method with a Split-plot design consisting of 12 treatment combinations which were repeated 3 times. The treatment in question is as follows main plot: tillage system (T), namely T1 = no tillage; T2 = minimum tillage; T3 = maximum tillage, while subplots: level of chemical fertilization (P), namely P0 = cow dung organic fertilizer; P1= ; 50% dose of chemical fertilizers; P2 = 75% dose of chemical fertilizers; P3 = 100% dose of chemical fertilizer. The variables observed in this study were cob length (cm), cob diameter (cm), cob weight per plant (g) and production per plot (kg). Based on the results of the study, it was shown that in tabulation, the maximum tillage combination treatment and 100% chemical fertilization level had the highest effect on sweet corn production of 7.90 kg/plot or equivalent to 10.53 tons/ha.
RESPON TANAMAN BAYAM (Amarantus tricolor L.) PADA TAKARAN PUPUK ORGANIK KOTORAN AYAM Rusnaini, Rusnaini; Karuniawan, Arif
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2022): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v17i2.5704

Abstract

Pupuk kandang adalah pupuk yang berbahan organik yang berasal dari kotoran hewan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Kemapuan pupuk kandang ayam dalam meningkatkan produktivitas tanaman tidak terlepas dari kandungan hara yang ada di dalamnya. Berdasarkan penelitian Yohanes (2013) menyatakan bahwa pemberian pupuk organik kotoran ayam sangat berpengaruh nyata dan mampu meningkatkan produksi per petak pada tanaman kangkung dengan takaran 15 ton/ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman bayam terhadap takaran  pupuk organik kotoran ayam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan. Adapun perlakuan nya adalah  A = Pupuk kandang kotoran ayam dengan takaran 5 ton/ha atau 0,5 kg/ petak, B = Pupuk kandang kotoran ayam dengan takaran 10 ton/ha atau 1 kg/petak, C= Pupuk kandang kotoran ayam dengan takaran 15 ton/ha atau 1,5 kg/petak, D = Pupuk kandang kotoran ayam dengan takaran 20 ton/ha atau 2 kg/petak, dan E = Pupuk kandang kotoran ayam dengan takaran 25 ton/ha atau 2,5 kg/petak. Dari hasil analisis keragaman bahwa perlakuan jenis dan takaran pupuk organik kotoran ayam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman, berat kering tanaman, dan produksi perpetak, namun berpengaruh tidak nyata terhadap panjang akar tanaman. Hasil produksi per petak yang terbaik terdapat pada takaran 20 ton pupuk organik kotoran ayam atau 2 kg/petak yaitu 2.23 kg Manure is organic fertilizer derived from animal waste which can increase soil fertility. The ability of chicken manure to increase plant productivity is inseparable from the nutrient content in it. Based on research by Yohanes (2013) it was stated that the application of organic chicken manure had a significant effect and was able to increase production per plot of kale at a rate of 15 tonnes/ha. This study aims to determine the response of spinach plants to the dose of chicken manure organic fertilizer. This study used a randomized block design (RBD) with 5 treatments and 6 replications. The treatments were A = Chicken manure manure at the rate of 5 tons/ha or 0.5 kg/plot, B = Chicken manure manure at the rate of 10 tons/ha or 1 kg/plot, C= Chicken manure manure at the rate 15 tons/ha or 1.5 kg/plot, D = Chicken manure at the rate of 20 tons/ha or 2 kg/plot, and E = Chicken manure at the rate of 25 tons/ha or 2.5 kg/plot . From the results of the analysis of diversity, the type and dosage of chicken manure organic fertilizer had a significant effect on plant height, number of leaves, plant fresh weight, plant dry weight, and plot production, but had no significant effect on plant root length. The best yield per plot is found at the rate of 20 tons of chicken manure organic fertilizer or 2 kg/plot, which is 2.23 kg.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Strut.) TERHADAP PEMBERIAN JENIS KOMPOS KOTORAN TERNAK DAN PUPUK NPK MAJEMUK PADA LAHAN KERING SUBOPTIMAL Moelyohadi, Yopie
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2022): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v17i2.5705

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis kompos kotoran ternak dan dosis NPK majemuk terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays saccharata Strut) pada lahan kering sub optimal  dalam rangka pengembangan inovasi teknologi budidaya tanaman jagung manis  yang mudah, murah dan berkelanjutan pada lahan kering suboptimal. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan milik petani yang terletak di jalan Sukarela, Kelurahan Kebun Bunga, Kec. Sukarami, Km 7 Palembang Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan dari Bulan Mei sampai Agustus 2021. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini, meliputi:  benih jagung Varietas Bonanza F1, pupuk kotoran ayam, kotoran sapi, kotoran kambing dan NPK majemuk15: 15:15 . Sedangkan alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : cangkul, meteran, , handspayer, tali rafia, papan nama, jangka sorong dan timbangan. Penelitian ini menggunakan metode rancangan petak terbagi (Split-Plot Design) terdiri dari 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga di dapatkan 36 petak.  Dengan Faktor perlakuan sebagai berikut : Petak Utama = Jenis Kompos Kotoran Hewan (H) :H1 = Kompos Kotoran Ayam, H2 = Kompos Kotoran Kambing dan H3 = Kompos Kotoran Sapi. Sedankan untuk perlakuan anak petak adalah penerapan  Dosis Pupuk NPK Majemuk 16: 16:16  (P) dengan taraf perlakuan : P0 = 0 kg/ha (tanpa pupuk), P1 = 150 kg/ha, P2 = 300 kg/ha dan perlakuan P3 = 450 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk kandang dan  dosis pupuk NPK majemuk memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati. Sedangkan interaksi antar perlakuan berpengaruh tidak  nyata pada setiap peubah yang diamati. Pemberian kompos kotoran ayam degnan  takaran 5 ton/ha memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.), Pemberian Pupuk NPK majemuk 15:15:15 dengan dosis 300 kg/ha memberikan pengaruh terbaik  terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) dan Secara tabulasi kombinasi kompos kotoran ayam dan pupuk NPK majemuk dengan dosis 300 kg/ha memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) dengan produksi rata-rata sebesar 8,77 kg/petak atau setara dengan 11,70 ton/ha.
JENIS MULSA DAN PUPUK ORGANIK KOTORAN SAPI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris Scard.) Hidayat, Singgih; Gusmiatun, Gusmiatun; Aminah, R. Iin Siti
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2022): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v17i2.5706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan jenis mulsa dan dosis pupuk organik yang tepat terhadap produksi tanaman semangka (Cucumis vulgaris Scard..). Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan  petani di Desa Tanah Lembak, Kec. Rambutan, Kab. Banyuasin Sumatera Selatan yang. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Mei sampai Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot design) terdiri dari 12 kombinasi perlakuan yang di ulang 3 kali. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut petak utama : jenis mulsa organik (M) yaitu M0 = tanpa mulsa ;  M1 = mulsa alang-alang ; M2 = mulsa jerami padi ; M3 = mulsa plastik sedangkan anak petak : dosis pupuk kotoran sapi (D) yaitu D1=10 ton/ha  ; D2 = 20 ton/ha ; D3= 30 ton/ha. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah Diameter buah (cm), Panjang buah (cm), Berat buah pertanaman (kg) dan Berat buah perpetak (kg). Berdasarkan hasil  penelitian menunjukkan bahwa secara tabulasi perlakuan kombinasi Secara tabulasi penggunaan jenis mulsa jerami padi dengan dosis pupuk pupuk kandang kotoran sapi 30 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap produksi tanaman semangka per petak  sebesar 49,87 atau setara dengan 66,49 ton/ha. This study aims to determine and obtain the right type of mulch and organic fertilizer dosage for the production of watermelon plants (Cucumis vulgaris Scard..). This research was carried out on farmer's land in Tanah Lembak Village, Kec. Rambutan, Kab. Banyuasin, South Sumatra. This research was conducted from May to August 2022. This research used an experimental method with a Split-plot design consisting of 12 treatment combinations which were repeated 3 times. The treatment in question is as follows main plot: type of organic mulch (M), namely M0 = without mulch; M1 = reed mulch; M2 = rice straw mulch; M3 = plastic mulch while subplots: dose of cow manure (D), namely D1 = 10 tons/ha ; D2 = 20 tonnes/ha ; D3 = 30 tonnes/ha. The variables observed in this study were fruit diameter (cm), fruit length (cm), fruit weight per plot (kg) and fruit weight per plot (kg). Based on the results of the study, it was shown that tabulated combination treatment tabulated the use of rice straw mulch with a dose of 30 tons/ha of cow dung manure gave the highest yield of watermelon plant production per plot of 49.87 or the equivalent of 66.49 tons/ha.
APLIKASI JENIS PUPUK ORGANIK DAN DOSIS PUPUK ANORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) Rosmiah, Rosmiah; Marlina, Neni; Asikin, Ardo
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2022): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v17i2.5707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan jenis pupuk organik dan dosis pupuk anorganik  yang sesuai dalam meningkatkan produksi ubi jalar (Ipomea batatas L.). Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan milik petani yang terletak di Desa Tanjung Steko Indralaya Utara km 32 Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Mei sampai September 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari 12 kombinasi perlakuan yang di ulang 3 kali. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut faktor pertama : jenis pupuk organik (O) yaitu O0 = tanpa pupuk organik ; O1 = pupuk biofosfat ; O2 = pupuk kandang kotoran ayam sedangkan faktor kedua : dosis pupuk anorganik (D) yaitu D1= 25% ; D2= ; 50% ; D3 = 75% ; D4= 100%.. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang umbi (cm), diameter umbi (mm), berat umbil per tanaman (g) dan berat umbi perpetak (kg). Berdasarkan hasil  penelitian menunjukkan bahwa secara tabulasi perlakuan kombinasi jenis pupuk organik biofosfat dengan dosis pupuk anorganik 75 % memberikan produksi tertinggi tanaman ubi jalar sebesar 2,97 kg/petak setara 5,9 ton/ha. This study aims to determine and obtain the appropriate types of organic fertilizers and inorganic fertilizer doses in increasing the production of sweet potato (Ipomea batatas L.). This research was carried out on farmer's land located in Tanjung Steko Indralaya Utara Village km 32, Ogan Ilir District, South Sumatra. This research was conducted from May to September 2021. This research used an experimental method with a Factorial Randomized Group Design (RBD) consisting of 12 treatment combinations which were repeated 3 times. The treatment in question is as follows: first factor: type of organic fertilizer (O), namely O0 = without organic fertilizer; O1 = biophosphate fertilizer; O2 = chicken manure while the second factor: the dose of inorganic fertilizer (D), namely D1 = 25% ; D2= ; 50% ; D3 = 75% ; D4 = 100%. The variables observed in this study were tuber length (cm), tuber diameter (mm), tuber weight per plant (g) and tuber weight per plot (kg). Based on the results of the study, it was shown that in tabulation the combination treatment of organic biophosphate fertilizer with a dose of 75% inorganic fertilizer gave the highest production of sweet potato plants of 2.97 kg/plot equivalent to 5.9 tons/ha.
POTENSI PENINGKATAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) MELALUI KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN PUPUK ORGANIK CAIR DI POLYBAG Amir, Nurbaiti; Paridawati, Ika; Sofian, Ahmad; Susanto, Irfan
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2023): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v18i1.6455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan komposisi media tanam dan konsentrasi pupuk organik cair yang tepat dalam meningkatkan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan milik petani yang terletak di jalan Sukarela, Kelurahan Kebun Bunga, Kec. Sukarami,  Km 7 Palembang Sumatera Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan April sampai Juli 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari 9 kombinasi perlakuan yang di ulang 3 kali. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut Faktor 1 : komposisi media (M) yaitu M1 = 1 : 1 : 1 ;  M2 = 1 : 2 : 1 ; M3 = 1 : 1 : 2 sedangkan Faktor 2 : pupuk organik cair (N) yaitu N1 = 3 ml/L ; N2= 5 ml/L ; N3= 8 ml/L. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah umbi perumpun (umbi), berat umbi perumpun (g) dan berat umbi perperlakuan (g). Berdasarkan hasil  penelitian menunjukkan bahwa secara tabulasi perlakuan kombinasi komposisi media tanam 1 : 1 : 2 dan konsentrasi pupuk organik cair 8 ml/L memberikan hasil tertinggi sebesar 443,33 g. This study aims to identify and determine the composition of the planting medium and the appropriate concentration of liquid organic fertilizer to increase the yield of shallots (Allium ascalonicum L.). This research was carried out on farmer's land located on Jalan Sukarela, Kelurahan Kebun Bunga, Kec. Sukarami, Km 7 Palembang, South Sumatra. This research was conducted from April to July 2022. This research used an experimental method with a Factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of 9 treatment combinations which were repeated 3 times. The treatment referred to is as follows. Factor 1: composition of the media (M), namely M1 = 1 : 1 : 1 ; M2 = 1 : 2 : 1 ; M3 = 1 : 1 : 2 while Factor 2 : liquid organic fertilizer (N), namely N1 = 3 ml/L ; N2 = 5 ml/L ; N3 = 8 ml/L. The variables observed in this study were the number of tubers (tubers), the weight of the tubers (g) and the weight of the treated tubers (g). Based on the results of the study, it was shown that in tabulation, the combination treatment of the composition of the planting medium 1: 1: 2 and the concentration of liquid organic fertilizer 8 ml/L gave the highest yield of 443.33 g.