cover
Contact Name
Nita Anggraini
Contact Email
nita_anggraini@um-palembang.ac.id
Phone
+6281367478600
Journal Mail Official
bearing@um-palembang.ac.id
Editorial Address
Jln. Jend. A. Yani 13 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
ISSN : 20856261     EISSN : 26231409     DOI : https://doi.org/10.32502/jbearing.v5i4
Core Subject : Engineering,
BEARING is a research journal and study in civil engineering that presents research results in the fields of building and structural engineering, transportation, water resources engineering and management, geotechnical engineering, infrastructure management, and environmental engineering.
Articles 174 Documents
ANALISA CURAH HUJAN UNTUK PENDUGAAN DEBIT PUNCAK PADA DAS AUR KECAMATAN SEBERANG ULU II PALEMBANG Jonizar, Jonizar; Utari, Ririn
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2019): Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbearing.2199201961

Abstract

Sungai Aur merupakan salah satu dari anak Sungai Musi yang berada di Kecamatan Seberang Ulu II Palembang. Sungai ini mempunyai panjang 1400 meter dengan lebar 11 meter dan rata-rata tinggi salurannya 2,5 meter. Sungai Aur dulunya adalah saluran sungai dengan dinding tanah, tetapi sekarang sungai Aur sudah dilakukan normalisasi dengan membangun dinding saluran beton. Tinggi muka air sungai Aur dipengaruhi oleh siklus pasang surut sungai musi, dan juga siklus tahunan musim penghujan. Siklus pasang surut pada sungai Musi dan siklus tahunan musim penghujan akan mempengaruhi ketinggian muka air sungai Aur yang menyebabkan tinggi muka air akan berbeda setiap waktunya.Dari hasil pengamatan dan analisa data di lapangan saluran berbentuk trapesium, didapat hasil sebagai berikut : Saluran DAS Area I : H = 2,84 m, y = 0,68 m, p = 550 m. Saluran DAS Area II : H = 3 m, y = 0,83 m, p = 500 m. Saluran DAS Area III : H = 3 m, y = 0,9 m, p = 200 m. dengan mampu menampung debit saluran sebagai berikut : Saluran DAS Area = 156,07 m3/detik, Saluran DAS Area II = 115,746 m3/detik, Saluran DAS Area III = 193,629 m3/detik.
PEMETAAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR SEBAGAI UPAYA MITIGASI DI KOTA PAGAR ALAM Dinata, Alharia; Dhiniati, Fameira
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2019): Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbearing.2204201961

Abstract

The practice of land-use change that occurs in the city of Pagar Alam is an impact of economic growth. Its existence located at an altitude of 315.9 - 3150.9 masl and the type of wet-very wet climate is a driving factor for the occurrence of landslides so that it can harm the material and even fatalities. The purpose of this study is to analyze the distribution of hazards, vulnerabilities, capacities, and risks of landslides. The research method used is a quantitative survey and descriptive analysis using a GIS approach. The results of overlaying parameters according to their respective weights show that, the percentage of landslide hazard distribution with index 0-0.33 covering 289.25 km2 (46%), index 0.34-0.66 covering 243.25 km2 (38%), and index 0.67-1 covering 100.72 km2 (16%). Vulnerability index from 0.67 to 0.68 as many as 3 districts administered and index from 0.59 to 0.68 as many as 32 districts administered. While the index capacity of 0.33 is 16 districts administered and 19 districts administered have a capacity index of 0.67. The percentage of moderate landslide disaster risk distribution is 10% and 90% with a high-risk class.
ANALISIS MENGENAI FUNGSI KOLAM RETENSI ARIO KEMUNING SEBAGAI PENCEGAH TERJADINYA BANJIR PADA DAS SUNGAI BENDUNG DI KOTA PALEMBANG Ayat, Matsuri; Kimi, Sudirman
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2019): Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbearing.2200201961

Abstract

Kolam retensi Ario kemuning adalah salah satu dari beberapa kolam retensi yang ada di kota Palembang yang terletak di Jl Swadaya Lorong Perikanan IV Kelurahan Talang Aman dan berjarak + 6 km dari pusat kota. Dengan jarak tempuh +15 menit dengan kendaraan mobil atau motor dan dengan kondisi jalan aspal yang baik. Kolam retensi ini berada dalam satu sistem dengan sistem saluran bendung. Kolam Retensi Ario kemuning berada diatas tanah dengan luas + 14,977m2. Kondisi kolam retensi Ario kemuning termasuk dalam kondisi daratan rendah dan daerah yang berawa-rawa, dengan topografi relatif datar dan merupakaan daratan rendah. Pada setiap hujan deras, genangan air sering terjadi di daerah saluran masuk kolam retensi Ario Kemuning, dimana genangan air yang terjadi menyebabkan rusaknya jalan, dan juga terhambatnya pengguna jalan kaki.Berdasarkan hasil penelitian ini kolam retensi Ario kemuning melalui dimensi saluran inlet dengan nilai h = 3 meter, tidak lagi dapat menahan Q Inflow = 5,060 m3/det. Untuk dapat menahan debit air yang masuk saluran inlet kolam retensi tersebut mesti diperbaiki nilai h saluran tersebut begitu juga dengan saluran outletnya mesti dibersihkan sedimen dan penumpukan sampah agar air yang mengalir disaluran tersebut lancar. Kolam retensi Ario Kemuning tidak dapat lagi menampung, air apabila hujan selama lebih dari 41,4 menit dikarenakan kurangnya perawatan dari instansi terkait, sehingga menyebabkan tergangunya sistem kerja dari kolam retensi tersebut. Saluran inlet dan saluran outlet tidak dapat menampung air masuk kedalam kolam dan keluar kolam dikarenakan adanya sedimen dan penumpukan sampah sehinga menganggu aliran air.
KONSEP PEMBANGUNAN PERMUKIMAN BERWAWASAN LINGKUNGAN Ayat, Matsuri; Jonizar, Jonizar
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2019): Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbearing.2830201962

Abstract

Tujuan pembangunan pada dasarnya adalah untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan manusia itu sendiri, oleh karena itu pengelolaan sumber daya alam harus dilaksanakan dengan sebijaksana mungkin. Manusia sebagai komponen ekosistem alam, secara alami kehidupannya sangat tergantung kepada alam atau lingkungan tempat tinggalnya. Namun dengan kemajuan manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), manusia dapat merekayasa sumberdaya alam serta memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin untuk kesejahteraannya.Permukiman adalah area tanah yang digunakan sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan merupakan kawasan perkotaan maupun pedesaan. Pembangunan berwawasan lingkungan atau pembangunan berkelanjutan (sustainable development) adalah adalah uapaya sadar dan berencana dalam menggunakan dan mengelola sumberdaya secara bijaksana dalam pembangunan yang berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup. Syarat-syarat permukiman yang berwawasan lingkungan adalah bebas dari bencara banjir, jauh dari sumber pencemar dan kebisingan, kondisi lahan yang stabil, tersedianya sumber air bersih yang cukup, mudah dijangkau atau mempunyai aksesibilitas yang baik dan mempunyai lahan hijau terbuka yang cukup..Pemeliharaan lingkungan di perumahan dan permukiman sering menjadi permasalahan bagi penghuni, pengembang dan pemerintah setempat terutama pada ruang-ruang terbuka untuk kepentingan umum. Daerah-daerah ini dapat meliputi jalan-jalan utama, pedestrian, taman-taman dan jalur hijau terbuka. Sedangkan daerah-daerah yang masih dapat diidentifikasikan menjadi bagian penghuni, seperti misalnya penggalan jalan dan saluran air hujan di muka rumah, biasanya dipelihari oleh penghuni masing-masing.Tujuan sosio-ekonomi pembangunan akan tampak jelas bilamana permukiman sudah dihuni. Bila dikemudian hari terwujud suatu komunitas yang mampu memelihara dan mengembangkan kehidupan sosial serta lingkungan fisik, tidak saja secara internal, melainkan juga dengan lingkungan disekitarnya. Maka satuan permukiman tersebut dapat memberikan harapan lebih pasti akan terwujudnya cita-cita pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development).
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS PENGEMBANGAN SOMA CITY WALK JALAN VETERAN PALEMBANG Royan, Noto; Sarwandy, MH Agung; Rahmadona, Efrilia
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2019): Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbearing.2835201962

Abstract

Analisis Dampak Lalu lintas (ANDALALIN) merupakan salah satu kajian yang digunakan untuk mengidentifikasi dampak lalu lintas akibat terjadinya perubahan guna lahan yang mengakibatkan timbulnya bangkitan dan tarikan perjalanan yang akan mempengaruhi kinerja lalu lintas pada jalan. Analisis Dampak Lalu Lintas dilakukan untuk memberikan gambaran yang tepat dan jelas dalam meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh pengembangan SOMA CITY. Hasil yang didapat area parkir sudah memenuhi syarat berdasarkan SK Dirjen Darat No. 272/Hk.105/DJRD/96 dengan menyediakan fasilitas parkir parkir mobil 1048 SRP, parkir mobil box untuk loading unloading 2 SRP, parkir sepeda motor 488 SRP, parkir mobil untuk disabilitas 1 SRP. Penanganan dampak lalu lintas menggunakan pendekatan manajemen rekayasa lalu lintas.
PENGARUH DEBIT ALIRAN TERHADAP SEDIMENTASI DI SUNGAI LEMATANG KABUPATEN LAHAT Sri Martini, RA; Bahri, Zainul; Miranda, Ade Tricia
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2020): Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbearing.2841202063

Abstract

Sedimentation that occurred in the Lematang River in Lahat Regency was caused by river bank erosion, construction activities, and household waste brought by the flow discharge. The flow of the Lematang river will certainly affect the amount of sedimentation that will occur in the Lematang river.Based on the test results of the analysis of sediment sample filters, the results obtained d50 = 0.425 mm, and the results of research on the river cross-section with the aim to calculate the volume of base sediment sediment / bed load that occurs by flowing Lematang river flow obtained H = 0.41 m, B = 0 , 41 m, V = 2,650 m / sec.Based on the results of the analysis of the influence of flow discharge on sedimentation in the Lematang River, Lahat Regency, it is known that the type of bed load sediment in the Lematang River is poorly graded sand with large sediment transport carried by the flow discharge in the study segment of 0.022 (m3 / sec) with the duboy's method and 0.0000004 (kg / sec / m) with the shield's method, so the sediment volume for the next one year is 693,792 (m3 / sec) m for the duboy's method and 126,144 (kg / sec / m) for the shield's method .
ANALISA PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN CAMPURAN KAWAT BENDRAT BERKAIT (HOOKED) 45° DAN 90° PADA KUAT TEKAN BETON Junaidi, Ahmad
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2020): Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbearing.3218202064

Abstract

Beton ini biasanya digunakan untuk pelat lantai basement, pile cap, jalan serta pada jembatan. Karena sangat kuat dan kokoh. Memiliki komposisi dimana agregat kasar lebih banyak dari agregat halus. Berbagai penelitian dan percobaan dibidang beton dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas beton. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas beton dengan penggunaan bahan tambah.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan beton dengan menggunakan bahan campuran kawat bendrat dengan dua jenis bentuk yang berbeda yaitu 45° dan 90° serta membandingkannya dengan beton normal. Setelah umur 7, 14, dan 28 hari dilakukan kuat tekan dengan variasi yaitu Beton Normal Fc’30 dan Beton Normal + kawat bendrat 45° 6%, 8%,10% dan kawat bendrat 90° 6%, 8%,10% dengan 3 sampel pada setiap variasi.Setelah dilakukan uji kuat tekan beton, maka didapat kuat tekan beton normal yang sebesar 29,89 (N/mm2) pada umur 28 hari. Pada penambahan kawat bendrat 45° 8% dihasilkan sebesar 32.88, (N/mm2), dan peningkatan kuat tekan beton umur 28 hari tertinggi terjadi pada campuran variasi beton normal + kawat bendrat 45° 6% dengan presentase 2.44%. Sedangkan pada variasi campuran beton normal + kawat bendrat 45° 10% mengalami penurunan sebesar 1.90%. Terbukti bahwa campuran variasi beton terbaik itu terjadi pada variasi campuran beton normal + kawat bendrat 45° 8% sebesar 7,38%.Kata kunci : Kawat Bendrat berkait (Hooked)
PENGARUH PENAMBAHAN QUICKCURE CX TERHADAP UJI KUAT TEKAN BETON K-500 Agusri, Erny; Jaya, Wahyu Pratama
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2020): Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbearing.3223202064

Abstract

Quickcure CX is a chemical for concrete designed using the latest technological innovations, this added material can accelerate and increase the compressive strength of concrete by 5 - 10% and can reduce the moisture content in the concrete mixture by 5 - 10%. The purpose of this study was to increase and accelerate the effect of the compressive strength value of concrete produced by Quickcure CX added material on K-500 concrete.The research sample is a cube-shaped test object with a size of 15cmx15cmx15cm. There are 4 sample variations, namely: Normal Concrete, Normal Concrete + Quickcure cx 0.25%, Normal Concrete + Quickcure cx 0.45%, and Normal Concrete + Quickcure cx 0.65%, each variation consisting of 15 samples.After conducting the concrete compressive strength test, this study obtained the highest average compressive strength test results in Normal Concrete (503.2kg / cm2), Normal Concrete + Quickcure cx 0.25% (513.8kg / cm2), Normal Concrete + Quickcure 0.45% (536.4kg / cm2) and Normal Concrete + Quickcure cx 0.65% at 551.6kg / cm2 at the age of 28 days. So of the 4 variations in the value of the compressive strength test of concrete, it still increases in Normal Concrete + Quickcure cx 0.65%, and accelerating the concrete does not accelerate because the average age is 21 days with a variation of Normal Concrete + Quickcure cx 0.65% with a value of 488.8 kg / cm2 so the concrete has not reached the compressive strength that was planned.Keywords: Concrete, Quikcure CX, Compressive Strength, K-500
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH DAN SERBUK KACA TERHADAP KUAT TEKAN BETON K-300 Agusri, Erny; Efranda, Fajriyansyah
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2019): Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbearing.2831201962

Abstract

Pada penelitian ini penulis mengambil fly ash dan serbuk kaca sebagai bahan tambah pada campuran beton. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh penggunaan fly ash dan serbuk kaca terhadap kuat tekan beton K-300. Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk kubus dengan ukuran 15x15x15. Jumlah keseluruan benda uji pada penelitian ini sebanyak 45 sempel, masingmasing 9 sempel benda uji pada 5 variasi yaitu beton normal, beton normal + fly ash 14% + serbuk kaca 18%, beton normal + fly ash 15% + serbuk kaca 18%, beton normal + fly ash 16% + serbuk kaca 18% dan beton normal + fly ash 17% + serbuk kaca 18%. Setelah dilakukan uji kuat tekan beton, maka kuat tekan beton karakteristik pada penambahan fly ash 14 % dan serbuk kaca 18% didapat nilai kuat tekan beton maksimum sebesar 180, 55 Kg/Cm2 pada umur 3 hari, 252,59 Kg/Cm2 pada umur 14 hari, dan 355,30 Kg/Cm2 pada umur 28 hari. Hasil tersebut melebihi nilai kuat tekan karakteristik beton normal dan menunjukkan bahwa fly ash dan sebuk kaca meningkatkan kuat tekan beton. Terjadi pengaruh yang kuat dari penambahan fly ash dan serbuk kaca dengan variasi penambahn dan umur beton tertentu.
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH TERPADU POLITEKNIK PARIWISATA PALEMBANG Arfan, Muhammad; Setiawati, Mira; Kateni, Darul
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2020): Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbearing.2837202063

Abstract

This researcher focused on an exprimental study of the carryng capasity of a group pile foundation used in the palembang tourism polytechnic integrated lecture building, bearing in mind that this type of foundation is capable of supporting a considerable burden. To determine the carryng capacity of the pile foundation carrying capacity calculation based on N-SPT data using tarzaqi and Peck (1948)Researches conducted at point P6 2b at the integrated lecture building in palembang tourism polytechnic using diameter variation of Ø30, Ø35, Ø40, Ø60 with depth variations of 24,25,26 meters and quality of concreate k-500.The result of the carrying capacity of the group pile foundation,at point P6 2b by using the calculation of tarzaqi and peck (1948) amounted to 3803. 19 Kn. From the calculation of variations at point P6 2b the e Øen Ø30 is a depth of 35.5 m with a volume of 15.60 m3 with KnKeywords: Efficiency of bearing carryng, variations in group piles, Terzaghi and peck (1948)

Page 7 of 18 | Total Record : 174