cover
Contact Name
Sulaiman Ali
Contact Email
sulaimanali@utu.ac.id
Phone
+6281360045520
Journal Mail Official
mekanova@utu.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar, Jalan Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh.
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 24775029     EISSN : 25020498     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Mekanova merupakan kumpulan karya ilmiah para akademisi, peneliti dan praktisi yang bertujuan menyatukan pengalaman-pengalaman, ide-ide dan hasil penelitian terutama dalam bidang“Mekanikal, Inovasi dan Teknologi”.
Articles 308 Documents
UJI PERFORMA MESIN MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR PERTAMAX DAN PERTAMAX TURBO PADA MESIN 4 LANGKAH CAHYA NEGARA, ABDI MUHAMMAD; Atmanto, Ireng Sigit; Mrihardjono, Juli
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i1.7096

Abstract

Performance and vehicle exhaust emissions are determined by many factors that come from various components and take place in a related manner. This test uses 4 types of motorcycles with different cylinder volumes. The test was conducted using a dynamometer test equipment. How to test on a dynamometer using fuel pertamax and Pertamax turbo. Data were taken on transmission gears 1, 2, 3 and 4 at speeds of 20 km, 40 km and 60 km. For emission testing follows the procedure of taking power and torque data and performed simultaneously.The content of emissions in the exhaust gas is CO, CO2, HC and O2 based on the results of the use of exhaust emissions test equipment.The relationship between vehicle speed and gear position to power, torque and exhaust emissions on 2 different fuels is the higher the transmission gear position and speed, the result is high, namely on pertamax fuel (power, torque, CO gas emissions) and pertamax turbo (Power, Torque, CO gas emissions, CO2 gas), the lower the transmission gear position and speed, the result is high, namely on pertamax fuel (CO2) and the lower the transmission gear position and speed, the result is high, namely HC on pertamax fuel and pertamax turbo.The test results of statistical tests t-test 2 samples obtained the results of the fuel test pertamax = Pertamax turbo fuel test on 4 vehicles with different cylinder volumes. Exceptions exist in 160 cylinder volume vehicles in the HC test and 125 cylinder volume vehicles in the CO2 test.
ANALISIS HUBUNGAN INTENSITAS PANAS ENERGI MATAHARI DENGAN PROSES FOTOSINTESIS PADA TANAMAN PADI Mayasari, Sinta; Sudarti, Sudarti; Yushardi, Yushardi
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i1.6681

Abstract

Intensitas cahaya merupakan kuat cahaya yang dipancarkan oleh suatu sumber cahaya. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis hubungan antara intensitas cahaya yang dihasilkan oleh matahari dengan proses fotosintesis. Dalam penelitian ini digunakan metode studi literatur dari berbagai jurnal yang telah dikumpulkan. Jurnal berisi tentang informasi dari pengaruh intensitas terhadap oksigen yang dihasilkan dan pertumbuhannya sehingga dapat diketahui hubungan antara satu dengan yang lain. Tanaman padi adalah bahan utama yang digunakan dalam penelitian. Penentuan intensitas cahaya dilakukan dengan cara menganalisis besarnya intensitas cahaya matahari yang ada pada bahan. Dengan adanya analisis tersebut maka manusia dapat memanfaatkannya untuk memprediksi pertumbuhan tanaman.Kata Kunci: Intensitas Cahaya, Tumbuhan Padi
Analisis Pemahaman Mahasiswa Pendidikan Fisika terhadap Mekanisme Pembangkit Listrik Tenaga Angin Azizah, Auliatul; Yushardi, Yushardi; Sudarti, Sudarti
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i1.6697

Abstract

Angin adalah aliran gas berskala besar yang disebabkan oleh rotasi bumi dan perbedaan udara di sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman mahasiswa Pendidikan Fisika terhadap mekanisme pembangkit listrik tenaga angin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif untuk mempelajari fenomena yakni dengan mengumpulkan data dari mahasiswa Pendidikan Fisika angkatan 2022 Universitas Jember. Penentuan sampel dengan kuota sampel sebanyak 50 mahasiswa. Periode penelitian adalah November 2022 dengan kuesioner yang terdiri dari 10 pertanyaan. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner (gogle form) yang dibagikan melalui Whatsapp. Hasil survey dari populasi yaitu menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menjawab soal dengan benar, sehingga persentase jawaban yang benar secara keseluruhan adalah 80%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa skor termasuk dalam kategori pemahaman yang baik.
ANALISIS KINERJA MOTOR BAKAR PENGGERAK GENERATOR SET DENGAN CAMPURAN BAHAN BAKAR PERTAMAX DAN ETANOL Wibisono, Anggit; Handayani, Sri Utami; Darmanto, Seno
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i1.7467

Abstract

Energi merupakan salah satu kebutuhan utama penunjang kehidupan manusia modern. Salah satu bentuk energi yang digunakan oleh manusia adalah energi listrik. Energi listrik dihasilkan oleh peralatan pembangkit listrik yaitu generator. Penggerak mula generator skala kecil menggunakan motor pembakaran dalam (motor bakar) dengan bahan bakar minyak. Tingginya emisi pada pembakaran di generator set dikarenakan rendahnya efisiensi motor bakar yang salah satunya berasal dari rendahnya kualitas dari bahan bakar yang digunakan. Salah satu cara untuk menanggulanginya dengan meningkatkan efisiensi motor bakar yaitu menambahkan etanol pada campuran bahan bakar pertamax. Pembuatan tugas akhir ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kinerja motor bakar sebagai penggerak generator set dengan bahan bakar campuran pertamax dan etanol. Kinerja motor bakar yang dimaksud menghitung daya mesin, konsumsi bahan bakar spesifik, efisiensi thermal, dan emisi gas buang dari pengujian alat generator set skala laboratorium. Variabel pengujian adalah campuran bahan bakar pertamax dengan etanol 5%, 10%, 15%, dan beban generator (Watt). Alat uji yang digunakan dalam proyek akhir adalah genenerator set yang dikopel dengan mesin 4 tak 1 silinder General ET-3200L. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kinerja mesin dengan bahan bakar campuran pertamax dengan etanol 10% lebih tinggi dibandingkan bahan bakar pertamax murni, campuran etanol 5% dan campuran etanol 15%.Kata kunci : generator set, bahan bakar, pertamax, etanol, kinerja motor bakar
CONTROL DAN MONITORING SYSTEM PH OTOMATIS UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SISTEM AIR PENDINGIN CCW (CLOSE COOLING WATER) DI PGE AREA KARAHA Taufik, Muhamad; Kusmadi, Kusmadi
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i1.7203

Abstract

Close Cooling Water System adalah sebuah sistem pendingin tertutup dengan media air yang digunakan untukmendinginkan equipment critical pada sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Karena digunakan secara berulang dengan sistem tertutup, air yang digunakan harus dijaga kualitasnya. Dampak yang dapat disebabkan jika kualitas air di dalam Close Cooling Water System buruk yaitu dapat menyebabkan korosi pada pipa. Untuk itu dilakukan sebuah treatment agar dapat menjaga kualitas air tersebut. Salah satunya treatment yaitudengan menjaga kualitas pH pada air Close Cooling Water System. Jika kualitas pH air tidak sesuai kriteria, maka air akan dibuang atau diberi bahan chemical agar kualitas air kembali sesuai kriteria normal yaitu pH 8.5 – pH 10.5. Monitoring kualitas air tersebut dilakukan secara manual dengan cara mengambil sampling air lalu di check kualitasnya di laboratorium. Selanjutnya hasil sampling air akan dibandingkan antara alat control dengan alat laboratorium denganmengunakan metode Root Mean Square Error (RMSE) untuk mengetahui efektifitas error alat. Adapun hasil yang didapatkan yaitu untuk pengkalibrasian mengunakan 4 larutan uji untuk jumlah Square Error yang didapatkan sebesar 0.05  dan nilai Root Mean Squared Error (RSME) sebesar 0.11. Sedangkan implementasi sistem control dan monitoring pH secara otomatis dengan alat laboratorium menghasilkan selisih kurang dari 1% error dengan nilai Root Mean SquaredError (RSME) sebesar 0.12.Sehingga menggunakan Alat Control dan Monitoring System pH Otomatis untuk Meningkatkan Kualitas Sistem Air Pendingin inidiharapkan dapat menjadi solusi agar Monitoring kualitas air dilakukan secara otomatis dengan memantau kualitas pH dilayarLiquid Crystal Display (LCD).
ANALISA STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADA BAJA S55C SETELAH DILAKUKAN PROSES TEMPERING Anantanur, Devi; Setyoko, Bambang; Murni, Murni
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i1.7289

Abstract

Proses tempering merupakan  proses pemanasan kembali baja yang sudah dilakukan hardening dan quenching. Penelitian kali ini memiliki rumusan masalah tentang bagaimana dilakukan pengujian heat treatment dengan variable  tempering yang berbeda, dampak terhadap struktur mikro dan kekerasan, serta pengaruh media pendinginan. Tujuan dari dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses mana yang memberikan hasil terbaik setelah dilakuakan tempering dengan variable berbeda. Pada penelitian ini digunakan material aja karbon S55C untuk diberikan perlakuan panas kemudian menganalisa perlakuan panas terseut terhadap nilai struktur mikro dan kekerasan pada baja S55C. Komposisi dari Baja Karbon S55C terdiri dari 0,55% C, 0,15% Si, 0,6% Mn, 0.02% P, 0,03% S, 0,2% Kr, 0,2% Ni, 0,3% Cu. Standarisasi pengujian kekerasan menggunakan metode Rockwell D dan untuk pengujian metalografi menggunakan stamdar ASTM E3. Pada pengujian ini, perlakuan panas divariasikan dengan metode quenching menggunakan air dan oli, kemudian adanya perlakuan tempering terhadap material pada suhu 300⸰C dan 600⸰C. Pengujian ini mendapatkan hasil Pada pendinginan menggunakan air struktur yang terbentuk dominan martensit, sedangkan pada pendinginan menggunakan oli struktur yang terbentuk ferrit, perlit dan sedikit martensit. Hal ini karena laju pendinginan menggunakan air lebih cepat, sehingga struktur martensit terbentuk. Kemudian perlakuan tempering menunjukan adanya penurunan kekerasan yang sebanding dengan kenaikan suhu tempering. Dengan demikian didapatkan hasil urutan terbaik untuk perlakuan panas material S55C pada pada spesimen B, dengan perlakuan quenching menggunakan oli dan tempering pada suhu 300⸰C. Menghasilkan struktur mikro dominan Perlit dengan kekerasan 36,3 HRD.Kata kunci : Baja S55C, Perlakuan panas, Kekerasan, Metalografi
PENGARUH GESEKAN MATERIAL RAW MIX PENYEBAB KEAUSAN TERHADAP VERTICAL MILL PADA TYRE VERTICAL MILL Darmadi, Herry; Gultom, Golfrid; Mustakim, Mustakim; Kurnia, Dian; Husainy, Husainy; Syabil, Irfan
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i1.7136

Abstract

Vertical roller mill is a combination of the system on millstone and rocker arm, in the process the millstone is driven by a motor so that it can rotate, the material enters through the middle of the millstone, with the centrifugal force the material above the millstone is ground by a roller which is pressured by a hydraulic cylinder. Tyre I experienced the largest wear rate with a total wear rate of 46,79 gr/hour, Tyre II experienced a wear rate of 38,58 gr/hour, Tyre III experienced a wear rate of 31,74 gr/hour, and the smallest Tyre IV experienced a wear rate of 24,90 gr /hour. And maintenance is done on the main components of the vertical mill so that the raw mix material can be processed properly.
Penggunaan metode Min-Max dalam pengendalian component material biodiesel pada PT.X Lubis, Muhammad Fiza
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i1.7513

Abstract

Rapid growth in the economy increases industry competition; if planning is done correctly, one of which is stock planning using the min-max stock method, the company's strategy to lower production costs, called efficiency, will occur. The goal of this study is to ascertain whether the min-max stock method is more effective for the examination of biodiesel auxiliary components. The findings showed that there was an excess of inventory for Methanol Auxiliary Materials (CH3OH) of 80.37 percent when only 19.63% was required using the Min-Max method. Specifically, PT. X's initial stock for 2019 was 416,185 kg, while safety stock calculated using the Min-Max method was 317,127.58 kg. In those two years, it was demonstrated that the amount of final inventory of HCl raw materials at PT. X is very large in comparison to inventory calculated using the min-max stock method and that the amount of final inventory of Catalist raw materials (CH3ONa) at PT. X is also very large.
Analisa Proses Perpindahan Panas Konveksi Pada Mesin Pengering Rempah-Rempah Otomatis Sari, Handini Novita; Nurjannah, Ika; Ramadhani, Muhammad Fikri Haikal; Arsana, I Made; Arizal, Heru; Ramadani, Ali Hasbi
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i1.7370

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini dibutuhkan untuk memberikan solusi yang tepat dari permasalahan yang ada, terutama dalam bidang industri. Saat ini penggunaan teknologi pada industri makanan dan minuman telah berkembang begitu pesat. Inovasi mesin-mesin produksi mulai bermunculan dengan tujuan agar proses produksi lebih efektif dan efisien. Bahan dari mesin produksi berbasis foodgrade menjadi suatu hal penting jika dikaitkan dengan proses produksi makanan dan minuman, salah satunya adalah stainless steel, selain telah memenuhi standart foodgrade, stailess steel juga merupakan bahan dengan penghantar kalor yang baik. Fokus pada penelitian ini adalah  menganalisa perpindahan panas konveksi pada mesin pengering rempah-rempah otomatis, mesin ini digunakan dalam proses produksi jamu. Uji coba mesin pengering otomatis menggunakan beban yang berupa rempah- rempah seberat 10 kg. Pengambilan data pada proses uji coba dilakukan selama 2 jam. Dimulai saat pertama kali mesin dinyalakan dan kontrol suhu diaktifkan dengan batasan suhu maksimal 70℃. Berdasarkan hasil eksperimen diperoleh bahwa energi yang dibutuhkan mesin agar bisa mencapai suhu 68°C adalah 2.428,2 KJ.
Analisa Pengaruh Temperatur Terhadap Laju Pengeringan Crumb Rubber Pada Dryer Menggunakan Energi Panas Pembakaran Pada Burner Simanjuntak, Agus Wiranto; Darmadi, Herry; Rahmansyah, Abdul Azis; Nelza, Novia; Bukhari, Bukhari
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i1.7572

Abstract

Crumb rubber is a semi-finished natural rubber product that still contains moisture content. One of the most needed crumb rubber standards is SIR 20 (crumb rubber) with a maximum moisture content of 0.80% according to Indonesia National Standard. To remove the water content, it is necessary to carry out the drying process. Drying is a process to evaporate water in a material by using heat. The drying process is carried out in the dryer unit. Hot air is obtained from burning a burner with a temperature of 130°C. The burner will heat the air and then distribute the hot air to the dryer unit with a dryer temperature of 116°C. In the dryer unit, crumb rubber will be dried with a drying process time of 172.62 minutes. The total heat required to dry the crumb rubber with an incoming feed weight of 626.66 kg, and the moisture content of the crumb rubber after drying is an average of 0.53%, this result still meets the standards of crumb rubber. ) SIR 20 of a maximum of 0.80%.