cover
Contact Name
Sulaiman Ali
Contact Email
sulaimanali@utu.ac.id
Phone
+6281360045520
Journal Mail Official
mekanova@utu.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar, Jalan Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh.
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 24775029     EISSN : 25020498     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Mekanova merupakan kumpulan karya ilmiah para akademisi, peneliti dan praktisi yang bertujuan menyatukan pengalaman-pengalaman, ide-ide dan hasil penelitian terutama dalam bidang“Mekanikal, Inovasi dan Teknologi”.
Articles 308 Documents
Pengembangan Sistem Pembacaan Otomatis Berbasis Arduino Mega untuk Pengukuran Suhu dalam Praktikum Pindah Panas Joni, Joni; Efendi, Rustam
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 2 (2023): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i2.8160

Abstract

Pengukuran suhu merupakan elemen penting dalam praktikum pindah panas. Namun, seringkali pengukuran manual menggunakan termometer air raksa menghadapi kendala, seperti kesalahan pembacaan akibat posisi yang miring. Untuk mengatasi masalah ini, solusi yang lebih andal adalah menggunakan sistem pembacaan otomatis. Salah satu pilihan yang terjangkau dan mudah didapatkan adalah menggunakan sensor MAX6675 berbasis Arduino Mega data logger. Walaupun demikian, keakuratan pembacaan dari sistem ini memerlukan kalibrasi yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan kalibrasi sederhana dengan membandingkan hasil bacaan termokopel tipe K dengan termometer air raksa. Data kalibrasi kemudian dianalisis dan diplot pada lembar kerja Excel menggunakan metode regresi linier untuk mendapatkan standar pembacaan yang sejajar dengan termometer air raksa yang sudah terkalibrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rancang bangun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat error rata-rata sebesar 1.10%. Setelah dilakukan kalibrasi, selisih suhu sebesar 0.5℃ terlihat pada kondisi suhu kamar. Selain itu, dalam penelitian ini juga dilakukan analisis exponential smoothing dengan menggunakan nilai alfa sebesar 0.2.
ANALISA NILAI PENYIMPANGAN MESIN BUBUT CNC HARDINGE GSV 200 MENGGUNAKAN MATERIAL NILON Ratlalan, Roberth Marshall
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 2 (2023): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i2.8472

Abstract

AbstrakSeiring dengan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi, suatu alat atau mesin dituntut untuk dapat memberikan kepuasan atau pelayanan yang prima kepada konsumen meliputi kepresisian, ketepatan, fleksibilitas, efesiensi waktu dan kapasitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menetukan kelayakan mesin bubut CNC Hardinge GSV200. Diketahui Nilai persentase error tingkat ketepatan pada mesin bubut CNC Hardinge GSV200. Metode yang digunakan unutk pemecahan permasalahan ini dengan cara mengukur hasil pembubutan menggunkan micrometer skrup dengan tingkat ketelitian 0,001 mm untuk diameter dan jangka sorong  dengan tingkat ketelitian 0,05 mm untuk panjang pemakanan. Benda kerja yang di gunakan yaitu poros bahan nilon batangan dengan diameter awal 50 mm dan panjang 75 mm. Hasil pengujian menunjukan bahwa kinerja mesin bubut CNC Hardinge GSV200 terhadap 10 spesimen benda kerja dengan 2 jenis program yang berbeda. Berdasarkan Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa sumbu X memiliki tingkat ketepatan 99,80% dan Sumbu Z memiliki tingkat ketepatan 99,59%.Kata Kunci : Mesin Bubut CNC, Tingkat Ketepatan, Persentase Nilai  Error  AbstractAlong with science and technological developments, a tool or machine is required to be able to provide satisfaction or excellent service to consumers including precision, accuracy, flexibility, time efficiency and product capacity. This study aims to determine the feasibility of the CNC Hardinge GSV200 lathe. The value of the percentage error of the accuracy level on the CNC Hardinge GSV200 lathe is known. The method used to solve this problem is to measure the results of turning using a micrometer screw with an accuracy of 0.001 mm for the diameter and a caliper with an accuracy of 0.05 mm for the length of the feed. The workpiece used is a nylon rod with an initial diameter of 50 mm and a length of 75 mm. The test results show that the performance of the CNC Hardinge GSV200 lathe against 10 workpiece specimens with 2 different types of programs. Based on the results of the research conducted, it shows that the X-axis has an accuracy rate of 99.80% and the Z - axis has an accuracy rate of 99.59%.Keywords : CNC Lathe, Level of Accuracy, Percentage of Error Value. 
Rancang Bangun Mobile Robot Pelempar Bola pada Olahraga Sepak Bola Satria, Novian Fajar; Binugroho, Eko Henfri; Fiandy, Kevin Rizqi
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 2 (2023): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i2.8171

Abstract

Beberapa peneliti telah melakukan penelitian dan pengembangan sebuah alat berupa Ball Launcher. Penelitian yang telah dilakukan masih terdapat beberapa keterbatasan yaitu, pada saat hendak menembak atau melontarkan bola ke gawang, pengaturan arah alat harus dilakukan dengan cara manual, jika ingin mengubah pengaturan kecepatan dari pelontar, pengoprasiaanya masih menjadi satu kesatuan pada alat tersebut dan untuk memindahakan alat tersebut masih dengan cara manual. Pada penelitian ini, dikembangkanlah sebuah mobile robot pelempar bola yang dapat melontarkan bola ke arah yang dapat diatur, baik ke arah horizontal maupun vertikal secara otomatis. Untuk memindahkan  mobile robot pelempar bola dapat dioperasikan melalui aplikasi yang terinstal di handphone. Hasil dari penelitian ini, bahwa alat dapat melontarkan bola dari titik pinalti ke arah gawang sebanyak 71 kali, dengan total tembakan tepat sasaran sebanyak 67 kali dan tembakan tidak tepat sasaran sebanyak 4 kali. Alat dapat mengarahkan lontaran bola secara horizontal maupun vertikal dengan baik, untuk pergerakan arah vertikal alat dapat berputar sebesar 30° ke arah atas gawang dan untuk pergerakan arah horizontal alat dapat berputar  sebesar 18° ke arah kanan maupun kiri gawang. Posisi alat dapat dioperasikan melalui handphone dan pergerakannya dapat berjalan dengan baik mengarah ke arah depan, belakang, kanan dan kiri alat di lapangan sepak bola.  Kata kunci—Mobile Robot, Pelempar Bola, Sepak Bola, Rancang Bangun.
BESARNYA DEFORMASI YANG DISEBABKAN OLEH TEKANAN TBR (TANDAN BUAH REBUS) TERHADAP POROS BUNCH CRUSHER Darmadi, Herry; Kurnia, Dian; Malau, Frans Aditiya
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 2 (2023): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i2.8498

Abstract

The research object observed was the amount of deformation caused by the pressure of the TBR (Boiled Fruit Bunches) on the shaft of the bunch crusher. Bunch crusher is a tool that functions to crush loose lumps left in empty bundles by pressing the stacks between two rollers rotating in opposite directions. Operation of a bunch crusher that exceeds its processing capacity and as a result of continuous pressure can cause the shaft of the bunch crusher to experience a deflection which will disrupt the ongoing processing of palm oil. This study aims to determine the magnitude of the bending moment and the magnitude of the deflection in the shaft of the bunch crusher due to the pressure of the boiled fruit bunches. From the day of the research, it was concluded that the bending moment on the bunch crusher shaft when separating the loose fruit bunches from the boiled fruit bunches was 84194,3 kg.mm and the magnitude of the deflection on the bunch crusher shaft due to the TBR (boiled fruit bunches) pressure when separating the loose fruit bunches from the bunches was 0,000155 cm.
ANALISIS KELEBIHAN KEKURANGAN PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR MELALUI PROSES PIROLISIS Salsabila, Nabila; Yushardi, Yushardi; Sudartik, Sudartik
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 2 (2023): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i2.6702

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi industri dan bertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan peningkatan produksi sampah terutama sampah plastik. Pirolisis merupakan salah satu cara alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah dengan mengolahnya menjadi bahan bakar minyak (BBM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan proses pirolisis dalam hal kualitas dan produk yang dihasilkan dari olahan limbah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data literature review atau studi pustaka. Data hasil penelitian dikumpulkan dengan cara mencari sumber literature terkait, kemudian direview dan dianalisis terkait kelebihan dan kekurangan pengolahan limbah plastik melalui proses pirolisis, lalu diambil kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian studi pustaka ini adalah plastik jenis PolyEthylene Terephthalate (PET) efektif dan cocok apabila digunakan sebagai bahan dasar pengolahan sampah dengan metode pirolisis. Kesimpulannya adalah kelebihan dan kekurangan metode pirolisis terletak pada keberhasilan pembuatan alat, jenis plastik yang digunakan, dan juga suhu pembakaran yang menjadi faktor paling terpenting. Oleh karena itu, dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dalam diri masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberadaan sampah disekitar karena banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan apabila dapat diolah dengan tepat.
Uji Karateristik Briket Serbuk Kayu Terhadap Laju Pembakaran Siregar, Zufri Hasrudy; Mawardi, Mawardi; Alhadi, Rafli; Sembiring, Anita Christine
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 2 (2023): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i2.8445

Abstract

The burning rate is used to measure the quality of sawdust briquettes. In this study, sawdust briquettes were selected as the primary raw material and studied how the properties of briquettes affect the rate of combustion. Sawdust briquettes are considered a potential alternative to address problems that arise with using conventional fuels. Sawdust briquettes are made during the research process using various compositions and manufacturing techniques. Combustion tests are also performed on briquettes in the laboratory by tracking the combustion rate. The results showed that the process of authoring and carbonization of new teak sawdust resulted in charcoal yields of 37.30% and 40.70% for lam teak, respectively. The results of laboratory testing on manufacturing charcoal briquettes with which the igniter material is added are overall excellent. Several parameters, such as the calorific value (7970.668 cal/gram and 8291.831 cal/gram), the volatility of substances (9.957%), and the yield of charcoal is 37.30%.
Analisis Kinerja Mesin dengan Penggunaan Bahan Bakar Pertalite-Octane Booster Amrullah, Amrullah; Hamri, Hamri; Hisyam, Muhammad Fikri; Efendi, Rustam
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 2 (2023): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i2.7839

Abstract

Penghematan bahan bakar dengan pencampuran zat aditif mampu meningkatan kadar oktan dan penurunan konsumsi bahan bakar dan penurunan emisi gas buang serta meningkatkan kinerja mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja mesin bensin dengan campuran oktan booster ke dalam pertalite. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian adalah metode eksperimental dengan pencampuran octane booster (20ml, 15ml, 10ml, dan 5ml) untuk setiap liter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencampuran octane booster mampu menurunkan konsumsi bahan bakar pada berbagai variasi putaran mesin dan pembebanan mesin. Secara umum penggunaan kadar octane booster 20ml memiliki tingkat pemakain bahan bakar lebih rendah dibandingkan yang lain (5ml, 10ml, dan 15 ml).
Pengaruh Variasi Temperatur baja AISI 1050 Terhadap Kekerasan Permukaan Alat Pemanen Sawit Saputra, Edi; Razi, Muhammad; Murthadahadi, Murthadahadi; Dailami, Dailami; Hamdani, Hamdani
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i1.9286

Abstract

Dalam industri pertanian ataupun perkebunan di Indonesia,  Baja AISI 1050 umumnya digunakan sebagai material utama untuk memproduksi alat pemanen buah sawit (egrek dan dodos), Parang, Kampak, dan mata pencacah. Material tersebut berasal pegas bekas yang sudah patah atau aus, material pegas yang berkualitas terbuat dari AISI 1050 atau yang sejenis denganya. Dilapangan sering didapatkan produk pemanen buah sawit seperti dodos atau egrek mengalami kecacatan pada sisi pisau yang tajam, kecacatan tersebut biasanya terjadi karena adanya gesekan ataupun benturan yang keras antara mata pisau dengan cangkang sawit, Kekerasan permukaan dan ketangguhan suatu  material sangat menentukan kualitas egrek/dodos. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kekerasan permukaan dan ketangguhan mata pisau. Pack carburizing adalah metode yang digunakan untuk meningkatkan kekerasan  permukaan dan ketangguhan baja, Peningkatan sifat mekanik dapat dilakukan dengan penambahan unsur paduan karbon (carburizing).  Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan serbuk cangkang kelapa sawit yang telah dihaluskan mencapai mesh 20 dengan memvariasiakan  temparatur  dari 950oC, 1000 oC, dan 1050 oC, dengan holding time selama 120 menit selanjutnya dilakukan normalizing, Uji kekerasan dilakukan dengan micro vickers, nilai kekerasan rata-rata baja AISI 1050 sebelum adanya perlakuan panas (heat treatment) adalah sebesar 145,7 HV,  dan setelah dilakukan heat treatmen dengan proses carburizing pada suhu 950 OC nilai kekerasan baja AISI 1050 meningkatkan menjadi 187.45 HV dengan pendinginan normalizing,  pada temperature 1000 oC  nilai kekerasan meningkat sebesar 62.61 Persen (236.93 HV), sedangkan ketika temperature dinaikkan  mencapai 1050  O C nilai kekerasan baja AISI 1050 meningkat sebesar 137. 31  persen ( 345.77 HV)Kata kunci— AISI 1050 , pack carburizing, holding time, heat treatment, cangkang sawit, variasi temperatur.
KEKUATAN LELAH (FATIGUE) PADA PEGAS ULIR TEKAN DI UNIT VIBRATING SCREEN AKIBAT ADANYA BEBAN SIKLIK (BERULANG) YANG DIHASILKAN OLEH GETARAN BANDULDENGAN MENGGUNAKAN UJI FATIK (FATIGUE TEST) Darmadi, Herry; Tarigan, Nurlianna; Sitompul, Roganda; Kurnia, Dian
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i1.9360

Abstract

Pegas merupakan sebuah elemen fleksibel yang digunakan untuk menghasilkan gaya atau torsi dan pada saat yang sama menyimpan energi. Pada vibrating screen, pegas ulir tekan digunakan sebagai pendistribusian gaya yang dihasilkan oleh getaran bandul. Getaran bandul pada vibrating screen memberikan beban siklik (berulang) terhadap pegas, yang mengakibatkan pegas mengalami kelelahan pada sifat elastisitasnya secara berkala. Kelelahan yang terjadi pada pegas merupakan faktor penyebab berkurangnya effisiensi berdasarkan kuantitas. Karena pegas dapat mengalami kelelahan maka haruslah diperhitungkan kekuatan lelah (fatigue) pegas yang akan digunakan, guna menghindari terjadinya kerusakan pada pegas. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kelelahan pada pegas ulir tekan dengan bahan baja Carbon AISI 1045 dengan kategori baja Carbon menengah menggunakan alat uji mesin rotary bending. Pada pengujian kelelahan menggunakan beban 20 Kg (I), 30 Kg (II), dan 40 Kg (III) besarnya tegangan lentur (σl) pada bahan uji I, II, dan III adalah 101,92 Mpa, 152,88 Mpa, dan 203,84 Mpa. Besarnya tegangan patah (σB) pada bahan uji I, II, dan III adalah 28,30 Kg/mm2, 42,46 Kg/mm2, dan 56,61 Kg/mm2. Waktu yang dibutuhkan pada bahan uji I, II, dan III adalah 78,40 menit, 5,59 menit, dan 1 menit. Siklus yang yang terjadi pada bahan uji I, II, dan III adalah 73829 putaran, 5612 putaran, dan 938 putaran.
Analisa Kegagalan Baut Pengikat Pelat Trunnion Linner pada Unit Cement Mill 1 Di PT. X Hendri, Darwin; Irwansyah, Irwansyah; Susanto, Herdi; Ali, Syurkarni
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i1.8815

Abstract

This research aims to identify the causes of the failure of the fastening bolts for the trunnion plate on cement mill unit 1 at PT. X. The research method used is an empirical study consisting of two main phases. The first phase involves identifying the causes of bolt fractures through macroscopic observations to examine the patterns of bolt fractures. The second phase involves analyzing the forces acting on the bolts by calculating the inertial forces generated due to torque tightening, followed by determining the centrifugal forces produced by the ground material and calculating the bending moments affecting the bolts. The results of this research revealed that the main cause of bolt failure is the presence of crack patterns characterized by significant plastic deformation in the bolt body; this type of fracture is categorized as ductile fracture. Analysis of the forces acting on the bolt also revealed that the stress applied to the bolt exceeds its strength capacity. The stress reached 436 MPa, whereas the bolt's strength was only around 330 MPa (yield strength). The findings of this research are expected to serve as initial data for further research that will investigate the metallurgical aspects as a deeper cause of bolt failure.