cover
Contact Name
Achmad Arifiyanto
Contact Email
achmad.arifiyanto@fmipa.unila.ac.id
Phone
+6281252496386
Journal Mail Official
achmad.arifiyanto@fmipa.unila.ac.id
Editorial Address
Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23384344     EISSN : 2686200X     DOI : https://doi.org/10.23960/jbekh.vxxx.xxx
This journal focuses on the fields of Agricultural, Animal Sciences, Bioconservation, Biopharmacology, Biotechnology, Biomedical, Biological control, Behavioural ecology, Plant Sciences, Ecology, Fishery, Marine Biology, Fresh Water Biology, Microbiology, Immunobiology, Ecotoxicology, and Parasitology. This journal utilizes both the LOCKSS and CLOCKSS systems to create a distributed archiving system among participating libraries and permits those libraries to create permanent archives of the journal for purposes of preservation and restoration
Articles 223 Documents
EFEK PERBEDAAN JENIS PAKAN DAN HABITAT TERHADAP NILAI FEMALE MATURITY INDEX (FMI) PADA PENELURAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) Muhammad Zulhafid; Gregorius Nugroho Susanto; Sri Murwani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i1.97

Abstract

KARAKTERISTIK POHON UNTUK TIDUR MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI KAWASAN YOUTH CAMP TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN LAMPUNG Aji Setiawan; M. Kanedi; Elly L. Rustiati; Ronald H. P. Panjaitan
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i1.98

Abstract

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) adalah primata yang mudah beradaptasi dengan aktivitas manusia. Jenis monyet ini mudah dijumpai di kawasan hutan yang dekat dengan kawasan pemukiman, perladangan, dan perkebunan, contohnya adalah area Youth Camp di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Metode Observasi dari bulan Agustus sampai September 2012 di areal Youth Camp Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Lampung. Parameter yang diamati adalah saat monyet istirahat (immobile), yaitu diam, berdiri, duduk, tidur, serta posisi saat mencari lokasi untuk tidur pada suatu pohon sehingga dapat diketahui jenis pohonnya. Data yang terkumpul diinterpretasikan secara deskriptif. Terdapat enam jenis pohon yang digunakan untuk tidur yaitu bambu (Bambusa sp.), dahu (Dracontomelon dao Merr. Et Rolfe.), ki hujan (Samanea saman (Jacq.) Merr.), pulai (Alstonia pneumatophora Back. Ex don Berger.), dadap (Erythrina variegate L.), benda (Artocarpus elasticus Reinw. ex Blume). Pohon untuk tidur monyet ekor panjang berkarakteristik tinggi dan memiliki tajuk yang luas, serta dekat dengan sumber air.
STUDI TUMBUHAN SUMBER PAKAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI KAWASAN YOUTH CAMP TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN LAMPUNG Bona Quinda; M. Kanedi; Nuning Nurcahyani; Ronald H. P. Panjaitan
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i1.99

Abstract

Jenis pakan monyet ekor panjang dapat berupa daun, buah, biji, bunga, serangga, dan telur burung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan dan bagian tumbuhan yang digunakan sebagai sumber pakan monyet ekor panjang serta lokasi tempat mencari makan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus sampai dengan September 2012 di kawasan Youth Camp Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Lampung. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Terdapat 10 jenis tumbuhan yang menjadi sumber pakan monyet ekor panjang, yaitu dahu (Dracontomelon dao Merr. Et Rolfe.), hampelas (Ficus tinctoria), bayur (Pterospermun javanicum), waluhan (Cucurbitaceae), waru (Hibicus tiliaceus), keranji (Dalium plattysepalum), bambu (Bambusa sp.), matoa (Pometia pinnata J. R. & G.Forst.), nangka (Arthocarpus integra), dan melinjo (Gnetum gnemon). Bagian pohon yang dimakan berupa buah, daun dan bunga.
EFEK EKSTRAK LADA HITAM (Piper nigrum L.) TERHADAP LIBIDO MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN YANG BERBEDA UMUR Tia Wida Ekaputri Hz; M. Kanedi; Sutyarso Sutyarso; Hendri Busman
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v2i1.100

Abstract

UJI TOKSISITAS EKSTRAK Selaginella willdenowii TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP JUVENIL IKAN MAS (Cyprinus sp.) Akmalia Rahmani; Endang L. Widiastuti; M. Kanedi; Gregorius Nugroho Susanto
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v2i1.101

Abstract

STUDI EKOLOGI TEMPAT PERINDUKAN VEKTOR MALARIA DI DAERAH RAWA DESA LEMPASING KECAMATAN PADANG CERMIN KABUPATEN PESAWARAN PROPINSI LAMPUNG Annisa Mulia Anasis; Endah Setyaningrum; Suratman Suratman
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v2i1.102

Abstract

Kabupaten Pesawaran merupakan wilayah dengan tingkat endemisitas malaria yang tinggi di Provinsi Lampung, karena sebagian wilayahnya berupa pantai berawa dan terdapat tambak yang terbengkalai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tempat perindukan vektor malaria dan hubungan antara faktor abiotik dengan kepadatan larva nyamuk pada tempat perindukan vektor malaria di daerah rawa. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan mengamati faktorfaktor ekologi berupa faktor fisik dan kimia (suhu air, kedalaman air, pH, kadar oksigen terlarut (DO), dan salinitas air,), dan faktor biologi yaitu jenis tumbuhan air, hewan yang terdapat di sekitar perindukan, dan kepadatan larva pada tiga rawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tempat perindukan vektor malaria yaitu, suhu 26,220C, Kedalaman 18,2 cm, pH 6,77, DO 2,71 mg/L, dan Salinitas 3,430/00, dan. Kepadatan larva hanya ditemukan pada Rawa 2 yaitu 0,33 ekor/250 ml kemudian jenis tumbuhan yang ditemukan di sekitar tempat perindukan yaitu kangkung, alga, pohon kelapa, dan pohon asam serta hewan air berupa ikan mujair dan keong. Nilai kimia seperti DO 2,71 mg/L dan salinitas 3,430/00 yang kecil ini tidak mendukung kehidupan larva sehingga hubungan antara faktor fisik dan kimia dengan kepadatan larva tidak memberikan korelasi signifikan pada taraf nyata 0,05.
PROFIL ANATOMI DAUN CABAI MERAH KERITING (Capsicum annuum L.) AKIBAT PEMBERIAN EKSTRAK AIR BIJI KEMBANG SUNGSANG (Gloriosa superba L.) Annisa Destiliani; Eti Ernawiati; Yulianty Yulianty
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v2i1.103

Abstract

STUDI VARIASI MORFOLOGI TANAMAN TOMAT GUNUNG (Lycopersicum esculentum Mill. var. cerasiforme) DI BANDAR LAMPUNG Fatimah Fitriyati; Ellyzarti Ellyzarti; Martha L. Lande
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v2i1.104

Abstract

Tomat gunung merupakan tomat pertama yang didomestikasi yang berasal dari Peru dan Chili. Varietas tomat ini memiliki tekstur yang berair, ketika matang berwarna merah menyerupai buah ceri dan berukuran kecil dengan diameter sekitar 1,5 cm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi morfologi tanaman tomat gunung. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Mei sampai Agustus 2013. Tahap pertama adalah pengumpulan sampel buah tomat gunung di pasar yang ada di Bandar Lampung. Tahap kedua adalah penanaman biji tomat selama 3 bulan dan pengamatan morfologi batang, daun, bunga dan buah, pada saat tanaman berumur 3 minggu hingga berbuah. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan foto. Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, diperoleh morfologi batang bulat, beruas-ruas dengan permukaan yang kasar serta berbulu. Batang memiliki banyak cabang dan berwarna hijau kecoklatan. Daun tomat gunung tersusun majemuk menyirip dengan anak daun ganjil, berwarna hijau tua, permukaannya kasar dan berbulu, tepinya dengan toreh berlekuk dan bentuk daun memanjang, ujung daunnya runcing dan pangkal daunnya tumpul. Bunga tersusun majemuk, berbentuk bintang, zigomorf, mahkota berwarna kuning, dan kelopak berwarna hijau tua. Terdapat tiga tipe variasi buah tomat, yaitu bulat, bulat lonjong, dan bulat pipih.
STUDI KANDUNGAN PROTEIN DI COLUMELLA, LOCULAR CAVITY dan PERICARP WALL SELAMA PROSES PEMATANGAN BUAH TOMAT PLUM (Solanum lycopersicum L. var. roma) Indah Mayang Ika Permani; Zulkifli Zulkifli; Martha L. Lande
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v2i1.105

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan protein columella, locular cavity dan pericarp wall selama proses pematangan buah tomat. Penelitian ini dilaksanakan dalam rancangan acak lengkap dengan satu faktor utama yaitu tingkat kematangan, dan 6 level: tahap 1 = green, tahap 2 = breakers, tahap 3= turning, tahap 4 = pink, tahap 5 = light red, dan tahap 6 = full red dengan 6 ulangan. Parameter dalam penelitian ini adalah nilai tengah kandungan protein. Analisis ragam dan uji BNT dilakukan pada taraf nyata 5%. Kandungan protein diukur dengan metode Biuret. Kandungan protein tertinggi pada Columella terjadi pada tahap 1 (0,962 ± 0,054 mg/g jaringan) dan terendah pada tahap 3 (0,523 ± 0,053 mg/g jaringan). Kandungan protein tertinggi pada Locular Cavity terjadi pada tahap 1 (0,991 ± 0,074 mg/g jaringan) dan terendah pada tahap 3 yaitu 0,583 ± 0,073 mg/g jaringan. Kandungan protein tertinggi pada Pericarp Wall terjadi pada tahap 1 (1,066 ± 0,067 mg/g jaringan) dan terendah pada tahap 4 (0,547 ± 0,051 mg/g jaringan). Pola perubahan kandungan protein di columella dan locular cavity relatif mengikuti pola respirasi klimakterik. Sedangkan pericarp wall tidak mengikuti pola respirasi klimakterik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tahap 1 dan tahap 2 merupakan perioda praklimakterik, awal klimakterik terjadi pada tahap 3, dan puncak klimakterik terjadi pada tahap 5.
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI HUTAN PENDIDIKAN KONSERVASI TERPADU TAHURA WAN ABDUL RACHMAN PROVINSI LAMPUNG Fredy Rahman Dani; Sugeng P. Harianto; Nuning Nurcahyani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v2i1.106

Abstract

Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura WAR (HPKTTW) merupakan bentuk kerjasama Dinas Kehutanan Provinsi Lampung dengan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, dengan luas 1.143 ha. Hutan pendidikan ini dapat membentuk komponen ekosistem bagi habitat burung yang tinggal di tajuk pohon atau di batang pohon (UPTD Tahura WAR, 2009). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung di Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura Wan Abdul Rachman. Penelitian burung dilakukan dengan pengamatan secara langsung menggunakan metode terkonsentrasi yaitu peneliti tetap berada pada tempat tertentu tanpa bergerak ke titik yang lain selama waktu pengamatan yaitu 2 jam lalu mencatat jenis dan jumlah burung yang ditemukan. Keberadaan burung diamati melalui perjumpaan dan suara. Pengamatan dilakukan pagi hari pada pukul 06.00–08.00 WIB dan sore hari pukul 16.00–18.00 WIB. Pengamatan dilakukan secara berulang sebanyak 3 kali pengulangan pada 4 titik pengamatan. Data populasi yang didapat digunakan untuk menghitung indeks keanekaragaman dan indeks kesamarataan Shannon-Wienner. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 46 spesies burung dari 20 famili dengan total individu 1235. Secara rinci dibedakan 11 spesies burung terdaftar dalam status lindung Undang-Undang RI No. 7 tahun 1999, 2 spesies burung terdaftar dalam Appendix II CITES, dan 4 spesies burung terdaftar dalam status lindung IUCN. Keanekaragaman jenis burung keseluruhan di Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura WAR tergolong tinggi dengan indeks keanekaragaman sebesar (3,4386), ini menunjukkan bahwa komunitas burung di lokasi penelitian tinggi, serta dalam kondisi komunitas yang stabil dengan nilai indeks kesamarataan sebesar (0,8931) yaitu tidak ada dominansi spesies burung tertentu.

Page 9 of 23 | Total Record : 223