cover
Contact Name
Achmad Arifiyanto
Contact Email
achmad.arifiyanto@fmipa.unila.ac.id
Phone
+6281252496386
Journal Mail Official
achmad.arifiyanto@fmipa.unila.ac.id
Editorial Address
Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23384344     EISSN : 2686200X     DOI : https://doi.org/10.23960/jbekh.vxxx.xxx
This journal focuses on the fields of Agricultural, Animal Sciences, Bioconservation, Biopharmacology, Biotechnology, Biomedical, Biological control, Behavioural ecology, Plant Sciences, Ecology, Fishery, Marine Biology, Fresh Water Biology, Microbiology, Immunobiology, Ecotoxicology, and Parasitology. This journal utilizes both the LOCKSS and CLOCKSS systems to create a distributed archiving system among participating libraries and permits those libraries to create permanent archives of the journal for purposes of preservation and restoration
Articles 231 Documents
PENINGKATAN PERTUMBUHAN Daphnia sp. MENGGUNAKAN MEDIA KOTORAN AYAM YANG DICAMPUR DEDAK PADI DENGAN KONSENTRASI BERBEDA Putri Dara Yunda; Sri Murwani; Endang Linirin Widiastuti
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v3i1.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan populasi dan laju pertumbuhan populasi spesifik Daphnia sp. pada media kotoran ayam yang dicampur dedak padi dengan konsentrasi berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Molekuler II Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung pada Bulan Desember 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan yaitu P1 (kotoran ayam 100%), P2 (dedak padi 100%), P3 (kotoran ayam 75% + dedak padi 25%), P4 (kotoran ayam 50% + dedak padi 50%), dan P5 (kotoran ayam 25% + dedak padi 75%) dengan pengulangan sebanyak 4 kali pada masing-masing perlakuan. Parameter yang diamati adalah kepadatan populasi, laju pertumbuhan populasi spesifik, dan kualitas air. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan tertinggi populasi Daphnia sp. adalah pada media campuran kotoran ayam 75% + dedak padi 25% yaitu dengan jumlah 970 ind/L, sedangkan kepadatan populasi terendah yaitu pada media menggunakan dedak padi 100% sebesar 730 ind/L. Media kultur terbaik adalah campuran kotoran ayam75% + dedak padi 25% dengan laju pertumbuhan populasi spesifik tertinggi Daphnia sp. yaitu sebesar 43,11%/hari.
KOMBINASI KOTORAN TERNAK (AYAM, KAMBING, DAN KUDA) SEBAGAI MEDIA KULTUR PERTUMBUHAN Daphnia sp. Fadilah Suci; Sri Murwani; Tugiyono Tugiyono; Endang Linirin Widiastuti
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v3i1.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan populasi dan laju pertumbuhan Daphnia sp. pada beberapa media yang menggunakan kotoran ayam, kotoran kuda, kotoran kambing, dan kombinasi kotoran tersebut serta mengetahui media kultur terbaik dalam menunjang peningkatan populasi Daphnia sp. Disamping itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kepadatan fitoplankton media dengan kepadatan Daphnia sp. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan yang diulang 3 kali, yaitu P1: kotoran ayam 100%, P2: kotoran kambing 100%, P3: kotoran kuda 100%, P4: kotoran ayam 50% + kotoran kambing 25% + kotoran kuda 25%, P5: kotoran kambing 50% + kotoran ayam 25% + kotoran kuda 25%, P6: kotoran kuda 50% + kotoran ayam 25% + kotoran kambing 25%. Parameter yang diamati adalah kepadatan populasi Daphnia sp., laju pertumbuhan populasi spesifik, pertumbuhan fitoplankton sebagai pakan Daphnia sp., uji proksimat (kotoran ayam, kambing, kuda, dan kombinasinya), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kotoran ternak (ayam, kambing, dan kuda) memberikan pengaruh yang nyata terhadap kepadatan populasi Daphnia sp. (p<0,05) serta berpengaruh nyata juga terhadap laju pertumbuhan populasi spesifik Daphnia sp. (p<0,05). Perlakuan P4 kombinasi kotoran ayam 50% + kotoran kambing 25% + kotoran kuda 25% menghasilkan kepadatan puncak populasi Daphnia sp. terbaik sebesar 1.840 individu/L dan laju pertumbuhan populasi spesifik sebesar 56,51%/hari.
PENGARUH PEMBERIAN STRESS OSMOTIK TERHADAP KADAR TOTAL LIPID MIKROALGA Porphyridium sp. DAN Isochrysis sp. PADA SALINITAS YANG BERBEDA Lia Anggraini; Endang Linirin Widiastuti; Sri Murwani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v3i1.72

Abstract

Mikroalga merupakan salah satu produsen primer yang diduga memiliki kandungan lipid tinggi untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif. Mikroalga yang memiliki kandungan lipid cukup tinggi diantaranya adalah Porphyridium sp. dan Isochrysis sp. Pemberian stress osmotik diduga dapat meningkatkan kadar total lipid mikroalga Porphyridium sp. dan Isochrysis sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian stress osmotik berupa perbedaan salinitas terhadap kadar total lipid pada mikroalga Porphyridium sp. dan Isochrysis sp. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2016 di Laboratorium Biologi Molekuler Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan faktorial yang terdiri dari 2 jenis mikroalga serta 4 taraf salinitas 20 ppt, 25 ppt, 30 ppt, dan 35 ppt, serta 3 kali ulangan. Parameter yang diamati yaitu kepadatan populasi, laju pertumbuhan, dan kadar total lipid. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan diuji lanjut dengan Uji Tukey HSD pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan populasi tertinggi terjadi pada perlakuan Isochrysis sp. pada salinitas 35 ppt. Mikroalga yang menyumbang lipid tertinggi pada tiap selnya adalah Porphyridium sp. pada salinitas 20 ppt sebesar 6x10-6 g/sel dan Isochrysis sp. pada salinitas 20 ppt sebesar 45x10-7 g/sel.
PREVALENSI NEMATODA USUS PADA KAMBING (Capra sp.) DENGAN PEMBERIAN PAKAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT DI KELURAHAN SUMBER AGUNG, KECAMATAN KEMILING, BANDAR LAMPUNG Amanda Amalia Putri; Sri Murwani; Suratman Umar
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v3i1.73

Abstract

KEANEKARAGAMAN PHYTOTHELMATA DI KAWASAN PEMUKIMAN DAN PERKEBUNAN DESA TAMAN SARI, GEDONG TATAAN, PESAWARAN Welmi Nopia Ningsih; Emantis Rosa; Jani Master
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v3i1.74

Abstract

Nyamuk merupakan vektor dari beberapa jenis penyakit yang merugikan manusia. Jumlah populasi nyamuk dapat dipengaruhi oleh tempat perindukan. Tempat perindukan nyamuk sangat beragam, salah satunya phytothelmata yang termasuk ke dalam tempat perindukan alami nyamuk. Phytothelmata merupakan tumbuhan penampung genangan air sehingga dapat digunakan sebagai tempat perindukan serangga termasuk nyamuk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman phytothelmata di lokasi beberapa pemukinan dan perkebunan sekitar kawasan Desa Taman Sari, Gedong Tataan, Pesawaran yang dilaksanakan dari Januari-Maret 2016. Proses identifikasi nyamuk dilakukan di Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung. Analisis data menggunakan Indeks Keanekaragaman Shanon-Wiener dan Indeks Dominansi Simpons. Jenis phytothelmata yang ditemukan di area pemukiman sebanyak delapan jenis dan di perkebunan sebanyak tujuh jenis. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman phytothelmata di area pemukiman dan perkebunan dalam kategori sedang (1,835 dan 1,613) dan kategori rendah untuk indeks dominansi (0,182 dan 0,262).
Phyllanthus tenellus Roxb. (Phyllanthaceae): A NEW RECORD TO THE FLORA OF SUMATERA Muhammad Rifqi Hariri; Arifin Surya Dwipa Irsyam; Arieh Mountara
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v7i2.75

Abstract

Phyllanthus is a genus with many members that are quite widespread throughout the world. Previously, this genus belonged to the Euphorbiaceae family but based on molecular studies it was separated into separate Phyllanthaceae families. Botanical explorations carried out on the islands of Bangka and Belitung indicated that Phyllanthus tenellus had not been recorded yet in Phyllanthus in Sumatra. Phyllanthus tenellus is a new alien plant record for the flora of Sumatra and increases the number of Phyllanthus species in Sumatra to 14 species. This species is thought to have been introduced accidentally and has naturalized in urban areas. A brief description, the factors causing the presence of this species in Sumatra, and their potential uses are described.
LAJU PERTUMBUHAN Oithona sp. YANG DIBERI PAKAN ALAMI Nannochloropsis sp., Isochrysis sp., DAN KOMBINASINYA Agung Munandar; Sri Murwani; Rochmah Agustrina
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v3i2.77

Abstract

Peningkatan produksi perikanan adalah dengan memperhatikan kualitas pakan ikan pada fase larva. Salah satu jenis pakan alami yang dipergunakan antara lain Oithona sp. karena memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan ikan. Untuk meningkatkan produktivitas Oithona dibutuhkan pakan yang berkualitas seperti mikroalga. Mikroalga yang banyak digunakan sebagai pakan alami zooplankton diantaranya Nannochloropsis sp. dan Isochrysis sp. karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan Oithona sp. yang diberi pakan alami Nannochloropsis sp. (N), Isochrysis sp. (Is) dan kombinasinya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2016 – April 2016 di Laboratorium Akuatik, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (N 100% ; N 75% dan Is 25% ; N 50% dan Is 50% ; N 25% dan Is 75% : Is 100%), dan diulang 4 kali. Data dianalisis ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan alami Nannochloropsis sp. 75% dan Isochrysis sp. 25% memberikan hasil kepadatan puncak populasi Oithona sp yang paling tinggi yaitu 215 ind/L dan laju pertumbuhan tertinggi 5,08%/hari.
PERBANDINGAN PERKEMBANGAN LARVA Graphium agamemnon (LEPIDOPTERA: PAPILIONIDAE) PADA BEBERAPA JENIS TANAMAN PAKAN LARVA Nikken Fallupi; Emantis Rosa
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v3i2.79

Abstract

Penelitian perbandingan perkembangan larva Graphium agamemnon pada beberapa jenis tanaman pakan larva dilakukan pada bulan Februari-April 2016 di Taman Kupu-kupu Gita Persada Lampung untuk mengetahui perbandingan perkembangan larva pada enam jenis tanaman dan mengetahui tanaman yang paling baik digunakan dalam perkembangan larva. Penelitian menggunakan metode rancangan acak kelompok dengan 10 kali pengulangan. Lima pasang kupu-kupu G. agamemnon dilepaskan dalam kandang penangkaran untuk mendapatkan telur. Setelah menetas, larva G. agamemnon dikembangkan pada daun enam jenis tanaman pakan larva yaitu sirih hutan (Piper aduncum), cempaka (Michelia champaca), sirsak (Annona muricata), alpukat (Persea americana), glodokan (Polyalthia longifolia), dan srikaya (Annona squamosa). Parameter yang diukur adalah panjang tubuh, berat tubuh, lebar kepala, dan lama waktu untuk menjadi pupa. Data yang diperoleh kemudian di analisis dengan menggunakan ANARA yang dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf nyata 5 %, dengan bantuan program SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan perkembangan larva G. agamemnon pada enam jenis tanaman pakan larva. Pada instar dua dan instar tiga, pertumbuhan panjang dan berat larva pada tanaman sirih hutan lebih baik dari pada larva pada tanaman pakan yang lainnya. Lama waktu perkembangan yang dibutuhkan larva menjadi pupa paling cepat adalah 17 hari yaitu pada tanaman sirih hutan.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH (Zingiber officinale Roxb var Rubrum) TERHADAP JUMLAH SPERMATOGENIK MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI SIPROTERON ASETAT Nur Bebi Ulfah Irawati; Sutyarso Sutyarso; Hendri Busman
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v3i2.80

Abstract

Infertilitas merupakan kondisi yang umum ditemukan dan dapat disebabkan oleh faktor perempuan atau laki-laki, parameter kesuburan dapat dilihat melalui kemampuan spermatozoa yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol jahe merah dalam meningkatkan jumlah spermatogenik mencit(Mus musculus L.) yang diinduksi siproteron asetat. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi secara acak menjadi 5 kelompok yaitu kontrol normal, dimana hanya akan diberi pakan dan aquades. Kontrol negatif, diberikan siproteron asetat 1,17mg/ml secara oral selama 7 hari. Kelompok P1, P2 dan P3 diinduksi siproteron asetat 1,17mg/ml secara oral selama 7 hari kemudian diberikan ekstrak etanol jahe merah dengan dosis P1: 6 mg/ml, P2: 12mg/ml, dan P3: 24mg/ml selama 28 hari. Parameter yang dihitung dan diamati pada penelitian ini adalah jumlah sel spermatogonium, sel spermatosit primer dan sel spermatid mencit jantan. Pengaruh ekstrak terhadap parameter dianalisis dengan Analysis of Varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol jahe merah yang diberikan pada dosis yang berbeda dapat meningkatkan jumlah sel spermatogonium, sel spermatosit primer dan sel spermatid mencit jantan yang diinduksi siproteron asetat.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L.) DENGAN OBAT IMODIUM TERHADAP ANTIDIARE PADA MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN YANG DIINDUKSI OLEUM RICINI Afrisa Herni Putri; Hendri Busman; Nuning Nurcahyani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v3i2.81

Abstract

Diare merupakan pengeluaran feses cair berulang kali atau lebih dari tiga kali sehari. Penyebab diare bermacam-macam, antara lain adanya infeksi virus, infeksi bakteri, makanan basi, beracun atau alergi terhadap makanan. Zat aktif kimia yang terdapat dalam rimpang rumput teki (C. rotundus L.) teki antara lain: alkaloid, flavonoid, tanin, pati, glikosida serta secara farmakologi rimpang teki mengandung senyawa antidiare sedangkan obat imodium merupakan obat kimia yang dapat mengatasi penyakit diare. Dengan adanya berbagai zat kimia tersebut maka dilakukan penelitian mengenai uji efektivitas ekstrak rimpang rumput teki (C. rotundus L.) dengan obat imodium untuk mencegah terjadinya diare. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Zoologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung pada bulan April-Juni 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas ekstrak rimpang rumput teki dengan obat imodium dalam upaya menurunkan diare. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, kontrol negatif, diberi 0,4 ml /40 gr BB aquabides (A), dosis ekstrak rumput teki 4,5 mg/ 40 gr BB dalam 0,4ml/100 grBB aquabides (B), dosis ekstrak rumput teki 45 mg/40 grBB dalam 0,4ml/100 gr BB aquabides (C), dosis ekstrak rumput teki 135 mg/40 grBB dalam 0,4ml/100 gr BB aquabides (D), dosis obat antidiare dengan dosis 0,4 mg dalam 0,4 ml/100 gr BB aquabides (E). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak rimpang rumput teki (C. rotundus L.) dengan dosis 135 mg/40 grBB dapat menunjukkan adanya khasiat antidiare, tetapi efeknya lebih kecil dibandingkan dengan obat imodium (Loperamide). Hal ini disebabkan karena di dalam rimpang rumput teki terkandung senyawa flavonoid dan alkaloid sebagai senyawa antidiare pada mencit.

Page 7 of 24 | Total Record : 231