cover
Contact Name
Selma Intan Praditya Sari himawan
Contact Email
selma.intan@uai.ac.id
Phone
+6285711856586
Journal Mail Official
lp2m@uai.ac.id
Editorial Address
Kompleks Masjid Agung Al Azhar Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia
ISSN : 26556277     EISSN : 26568144     DOI : -
Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang layanan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 6 Documents clear
PENGENALAN DAN PELATIHAN PEMROGRAMAN DASAR BLOCKLY KEPADA SISWA SMA AL AZHAR 1, 2 DAN 3 Riri Safitri; Ade Jamal; Endang Ripmiatin; Denny Hermawan; Arif Supriyanto
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v1i1.331

Abstract

Abstrak Teknologi komputer mempengaruhi setiap bidang kehidupan saat ini. ia masuk dan mengubah setiap bidang di dunia, mulai dari industri dan bisnis, transportasi, komunikasi, kesehatan, dan lain-lain. Setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mempleajari dan menguasai teknologi, belajar coding, menguasai algoritma, mempelajari bagaimana cara membuat aplikasi, bagaimana internet bekerja, dalam rangka memupuk kreativitas dan keterampilan menyelesaikan masalah (problem solving) yang akan sangat berguna bagi kehidupan mereka di masa depan. Program komputer/perangkat lunak atau software akan menjadi hal yang sangat penting, bahkan mungkin akan menjadi bahasa dunia ke depan. Tidak menguasai programming atau bahasa komputer di masa depan, akan sama efeknya dengan tidak bias baca tulis saat ini. Belajar ilmu komputer tidak hanya belajar tentang teknologi itu sendiri, namun juga belajar logika, penyelesaian masalah (problem solving), dan kreativitas. Oleh karena itu perlu adanya pengenalan dan pelatihan pemrograman untuk siswa sekolah untuk melatih kemampuan logika dan problem solving. Pelatihan pemrograman diberikan dalam bentuk simulasi Blockly berupa games yang menarik dan interaktif. Hasil dari pelatihan didapatkan bahwa siswa SMA peserta pelatihan merasa kegiatan ini sangat menarik dan bermanfaat dan dapat menambah pamahaman dan keterampilan mereka dalam hal IT dan penerapannya.Kata kunci: Coding, Komputer, Pemrograman, TIKAbstractComputer technology affects every area of life today. he entered and changed every field in the world, starting from industry and business, transportation, communication, health, and others. Every student has the same opportunity to learn and master technology, learn coding, master algorithms, learn how to make applications, how the internet works, in order to foster creativity and problem solving skills that will be very useful for their lives in the future . Computer / software or software programs will be very important, maybe even become the world language in the future. Not mastering programming or computer language in the future, it will have the same effect as the current non-literacy. Learning computer science not only learns about technology itself, but also learns logic, problem solving, and creativity. Therefore there is a need for introduction and programming training for school students to practice logic and problem solving skills. Programming training is provided in the form of Blockly simulations in the form of interesting and interactive games. The results of the training found that high school students participating in the training felt this activity was very interesting and useful and could add to their understanding and skills in terms of IT and its application. Keywords: Coding, Computer, Computer Science, Programming
PELAYANAN KONSELING MELALUI KOMUNIKASI KELOMPOK UNTUK PENGURANGAN RISIKO BENCANA BAGI SISWA SEKOLAH AMAN BENCANA DI KOTA BOGOR JAWA BARAT Damayanti Wardyaningrum; Radhiya Bustan
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v1i1.336

Abstract

AbstractKota Bogor merupakan salah satu wilayah yang rentan bencana gempa bumi, banji dan tanah longsor. Paradigma bencana kini yang harus dibangun adalah pengurangan risiko, dan fokus kedepan adalah kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana sehingga harus ditumbuhkan kemandirian dan kesadaran individu. Oleh karenanya kesiapsiagaan bencana harus diperkenalkan sejak usia dini dan terus menerus sesuai kapasitas komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas komunitas dengan memelihara ingatan serta meningkatkan kepedulian siswa dan guru tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana. Metode yang digunakan konseling melalui komunikasi kelompok yang  diawali dengan wawancara guru dan siswa, pengamatan terhadap lingkungan sekolah yang dekat sungai Ciliwung dan rawan longsor di Sekolah Dasar Negeri Sempur Kota Bogor Jawa Barat. Kegiatan konseling dilakukan melalui permainan kelompok (ular tangga, dan kartu pesan bencana), dan drama musikal. Dari konseling melalui komunikasi kelompok, siswa memperoleh beberapa manfaat yaitu: pemenuhan identitas diri, pertukaran informasi, kesempatan menunjukkan kreativitas, mengenal inovasi tentang informasi bencana serta belajar tentang perbedaan peran dalam pertolongan bencana.Kata kunci: Bencana, Komunikasi Kelompok, Pelayanan Konseling AbstractBogor is one the most vulnerable areaof natural disaster in West Java of earthquake and landslide. The aim of this activity is to build the capacity of local community starting from elementary school to the student, teacher and also their community. The school of Sekolah Dasar Sempur Keler Bogor located between big river and landslide. The activity base on preleiminary research with interviewing to the local government of disaster anagement, teacher and students. Methode use in the activity with framework of group communication in counselling services. Theme of the activity is bulding disaster preapardenes by using some disaster games with card and art performance. From the service community activity which base on research students not only have some benefiaciary in some knowledge, fulfill their identity, sharing information, performing their creativity,recognizing the inovations of disaster information, and playing role for the disaster helpness.Keywords : Counseling Services, Grup Communications, Disaster.
PEMANFAATAN TEKNIK HIDROPONIK ALTERNATIF BAGI RPTRA PONDOK KELAPA BERSERI Arief Pambudi; Nita Noriko; Yunus Effendi; Risa Swandari Wijihastuti
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v1i1.332

Abstract

AbstrakSalah satu masalah produksi pangan di Indonesia khususnya di daerah perkotaan adalah terbatasnya area pertanian. Hidroponik dapat menjadi satu solusi untuk masalah ini. Hidroponik umumnya menggunakan formula nutrisi AB-Mix yang terkadang masyarakat sulit mendapatkannya. Bahan alternatif yang memiliki potensi sebagai sumber nutrisi hidroponik adalah air sisa pencucian beras. Ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Pondok Kelapa Berseri merupakan suatu komunitas yang dapat direkomedasikan untuk produksi sayuran daerah urban khususnya di wilayah Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan air beras sebagai medium hidroponik memiliki potensi untuk dikembangkan walaupun penambahan konsentrasi air beras masih perlu dilakukan. Sosialisasi dan sharing pengalaman dengan masyarakat dilakukan pada 50 peserta sekitar RPTRA dan mendapat respon yang baik. Pengurus RPTRA berharap kegiatan seperti ini dilakukan periodik dan disinkronkan dengan jadwal kegiatan PKK di RPTRA Pondok Kelapa lebih banyak orang mendapatkan manfaatnya.Kata kunci: Hidroponik, Media Tumbuh Hidroponik, Media Alternatif Hidroponik Abstract One problem of food production in Indonesia, especially in urban areas is the limited area of agriculture. Hydroponics can be a solution to this problem. Hydroponics generally uses the AB-Mix nutritional formula, which is sometimes difficult to get. Alternative material that potential as a hydroponic nutrient source is residual rice washing water. RPTRA Pondok Kelapa Berseri is a community that can be  recommended to vegetable production in urban area, especially in the Pondok Kelapa, East Jakarta. The results of the activity indicate that the use of rice water as a hydroponic medium has the potential to be developed even though additional concentrations of rice water still need to be done. Socialization and sharing experiences with the community were carried out on 50 participants around RPTRA and received good responses. RPTRA hopes that activities like this will be conducted periodically and synchronized with the PKK schedule at RPTRA Pondok Kelapa, so more people will get the benefits.Keywords: Hydroponic, Hydroponic Medium, Hydroponic Alternative Medium
SOSIALISASI TEMPE SEBAGAI SUMBER PROTEIN BAGI IBU HAMIL DAN IBU MENYUSUI Riris Lindiawati Puspitasari; Dewi Elfidasari; Analekta Tiara Perdana
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v1i1.333

Abstract

AbstrakAngka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia adalah yang tertinggi di kawasan ASEAN. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan AKI di Indonesia adalah dengan memberikan edukasi dan informasi tentang gizi bagi ibu terutama ibu hamil. Kandungan protein pada tempe dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan protein ibu hamil dan menyusui. Masih terbatasnya informasi mengenai tempe sebagai sumber protein potensial bagi ibu hamil dan menyusui menyebabkan perlu dilakukan sosialisasi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan menyusui mengenai manfaat mengkonsumsi tempe sebagai asupan gizi sehari-hari. Sasaran kegiatan adalah kelompok ibu hamil dan menyusui di wilayah kerja praktek Bidan di Kotabumi Tangerang. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu memberikan informasi mengenai manfaat tempe, mengadakan tanya jawab, dan memberikan pendampingan gizi terutama bagi ibu hamil dan menyusui disertai informasi terkini yang bersumber dari artikel jurnal terkait. Hasil pendataan awal menunjukkan bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh ibu hamil dan menyusui belum sepenuhnya memahami potensi tempe. Sebagai tindak lanjutnya adalah melaksanakan sosialisasi potensi tempe dan hasil  yang didapat menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memberikan respon positif serta menyatakan perlunya menambahkan tempe sebagai menu harian keluarga.Kata kunci: Ibu hamil, Ibu menyusui, Nutrisi, Sosialisasi, Tempe Abstract The Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is the highest in the ASEAN region. One effort that could be done to reduce MMR in Indonesia was by providing education and information on good nutrition. High protein content in tempe would be used to meet the body's protein needs such as body tissue formation, especially in pregnant and lactating women. The limited information about tempe as a potential protein source for pregnant and lactating women caused the need to conduct socialization, especially in Tangerang, the activity carried out by socializing the benefits of tempe as a source of protein. The target activities were pregnant and lactating women in Kotabumi, Tangerang as widwifery practice work area. The results of the initial data collection indicated that the knowledge possessed by pregnant and lactating mothers did not fully understand about the potential of tempe. After socialization, it was seen that mothers' understanding could increase based on discussion session.Keywords: Lactating women, Nutrition, Pregnant women, Socialization, Tempe
PROGRAM KELOMPOK MENTORING BISNIS KOMUNITAS TANGAN DI ATAS WILAYAH JAKARTA SELATAN 5.0 Bambang Eko Samiono; Hanny Nurlatifah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v1i1.334

Abstract

AbstrakKomunitas Tangan Di Atas wilayah Jakarta selatan (TDA Jaksel) merupakan salah satu TDA Wilayah dibawah TDA Pusat dan merupakan pusat penggerak kegiatan dalam organisasi. Prioritas kegiatan utama TDA Jaksel adalah mengadakan peningkatan capacity building bagi anggotanya. Salah satu program TDA Jaksel untuk meningkatkan kemampuan manajemen dan pengelolaan usaha anggotanya adalah program Kelompok Mentoring Bisnis (KMB). Tahun 2018, KMB menggunakan format yang lebih terstruktur dengan konsep berkurikulum dan diikuti oleh member yang berbayar. Peserta program KMB berjumlah 32 orang yang terbagi dalam 4 group berdasarkan pilihan terhadap mentornya. Permasalahan yang ditemui pada saat evaluasi di pertengahan program KMB adalah ketidakefektifan dalam KMB. Team Pengabdian masyarakat bekerjasama dengan TDA Jaksel membantu memberikan solusi dengan menerapkan konsep efektifitas pelatihan melalui: pengelompokan kembali group program mentoring berdasarkan level bisnisnya, menyusun kurikulum mini/SAP untuk group basic, memberikan sesi mentoring sesuai SAP serta melakukan evaluasi. Sementara untuk pembekalan yang dilakukan oleh Team Pengabdian masyarakat UAI difokuskan pada kelompok basik yang berjumlah 6 orang dan sesi pertemuan dalam 4 tahap yang memadukan metode mentoring dan coaching. Di akhir program diperoleh evaluasi bahwa kepuasan dalam pelaksanaan program KMB ini meningkat 25% setelah dilakukan pengelompokan ulang dan dibenahi materi serta metode pengajarannya. Kata kunci: Bisnis, Elearning, Mentoring, Startup, TDA, Training, Wirausaha,                                          AbstractTDA Wilayah Jakarta Selatan (TDA Jaksel) is one of TDA wilayah under TDA Pusat and is the driving center for activities in the organization. TDA Jaksel's main priority is to increase capacity building for its members. One of the South Jakarta TDA programs to improve the management and management capabilities of its members is the Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) program. In 2018, KMB uses a more structured format with curriculum concepts and paid members only. 32 participants of the KMB program were divided into 4 groups based on their choice of mentor. The problem encountered during the evaluation in the middle of the KMB program was the ineffectiveness of the KMB. The Community Service Team in collaboration with TDA Jakarta helped provide solutions by applying the concept of training effectiveness through: grouping back mentoring programs based on their business level, compiling mini / SAP curriculum for the basic group, providing mentoring sessions according to SAP and conducting evaluations. While for the debriefing conducted by the UAI Community Service Team, the focus was on the basics group, which consisted of six people and meeting sessions in four stages, which combined mentoring and coaching methods. At the end of the program, an evaluation was obtained that satisfaction in the implementation of the KMB program increased by 25% after regrouping and fixing the material and teaching methods.Keywords: Business, E-learning, Mentoring, Startup, TDA, Training, Entrepreneurship,
PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELA-JARAN HARIAN BERBASIS KURIKULUM 2013 BAGI GURU-GURU PAUD Rohita Rohita; Nila Fitria
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v1i1.335

Abstract

Abstrak Hasil penelitian mengenai Pengetahuan, Pemahaman Dan Penerapan Kurikulum 2013 Guru-Guru TK yang dilakukan oleh Rohita dan Fitria (2017) diketahui bahwa tingkat pengetahuan guru mengenai kurikulum 2013, sebesar 95.8%,dan tingkat pemahaman sebesar 21%. Namun, 91,7% responden mengalami kesulitan dalam memahami kurikulum 2013 serta kesulitan dalam menggunakan kurikulum 2013. Sementara dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) berbasis kurikulum 2013, 58.40% guru belum menggunakan kurikulum 2013 dalam menyusun perencanaan pembelajaran, serta 79.20% merasa kesulitan dalam menyusun RPPH menggunakan kurikulum 2013. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru PAUD dalam menyusun RPPH berbasis Kurikulum 2013. Metode kegiatan yang dilaksanakan berupa pemberian pre tes, penyajian materi, simulasi pelaksanaan pembelajaran sesuai RPPH yang telah disusun sebelumnya, dan pemberian pos tes. Subjek penelitian adalah guru-guru PAUD di wilayah Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yaitu sebesar 25% yang diikuti dengan peningkatan kemampuan peserta dalam menyusun RPPH, yaitu sebesar 37.50% dibandingkan sebelum pelatihan. Hal ini disebabkan salah satunya karena metode pelatihan yang dilakukan dengan cara penyampaian materi, workshop dan simulasi. Namun dalam pelaksanaan simulasi, guru-guru PAUD belum mampu menghadirkan media sesungguhnya atau bentuk tiga dimensi dalam proses penyampaian materi. Sementara media yang digunakan masih lebih banyak pemakaian paper and pencil. Adapun simpulan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pemahaman guru PAUD dalam menyusun RPPH Berbasis Kurikulum sebesar 25% dan peningkatan kemampuan guru PAUD dalam menyusun RPPH Berbasis Kurikulum sebesar 37.50%.Kata Kunci : Guru PAUD, Kurikulum 2013, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran HarianAbstrak The results of the study on Knowledge, Understanding and Application of 2013 Curriculum for Kindergarten Teachers conducted by Rohita and Fitria (2017) revealed that the level of teacher knowledge about the 2013 curriculum was 95.8%, and the level of understanding was 21%. However, 91.7% of respondents experienced difficulties in understanding the 2013 curriculum and difficulties in using the 2013 curriculum. While in the preparation of the 2013 curriculum-based Daily Learning Plan (RPPH), 58.40% of teachers did not use the 2013 curriculum in preparing learning plans, and 79.20% felt the difficulty in preparing RPPH using the 2013 curriculum. The purpose of this activity was to improve the understanding and ability of PAUD teachers in compiling RPPH based on 2013 curriculum. The method of the activities carried out was giving pre-tests, presenting material, implementing simulation according to RPPH previously prepared, and giving test post. The research subjects were PAUD teachers in the Tanah Abang District, Central Jakarta. The results of the training activities showed an increase in participants' understanding of 25% followed by an increase in the ability of participants to prepare RPPH, which was 37.50% compared to before training. This is due to one of them because the training method is carried out by delivering material, workshops and simulations. But in the implementation of simulations, PAUD teachers have not been able to present real media or three-dimensional forms in the process of delivering material. While the media used is still using paper and pencil. The conclusion of this activity is that there is an increase in the understanding of PAUD teachers in compiling curriculum-based RPPH by 25% and an increase in the ability of PAUD teachers to develop curriculum-based RPPH of 37.50%.Keywords: 2013 Curriculum, Daily Learning Implementation Plan, PAUD Teachers   

Page 1 of 1 | Total Record : 6