cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2023)" : 12 Documents clear
Daya dukung ekowisata Bontang Mangrove Park di Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur Siti Haryanti; Albert Laston Manurung; Rustam Rustam; Chandradewana Boer; Rachmat Budiwijaya Suba
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.8894

Abstract

Bontang Mangrove Park (BMP) merupakan bagian kawasan mangrove dari Taman Nasional Kutai yang berada di Kota Bontang seluas kurang lebih 200 hektar. Pemberian nama BMP menekankan arti bahwa kawasan hutan mangrove yang dimaksud berada di wilayah Kota Bontang, menunjukkan bahwa pengembangan kawasan ini diperuntukkan untuk masyarakat dan pemerintah Kota Bontang dan bukan hanya menjadi milik BTNK, dikembangkan untuk kepentingan rekreasi, konservasi, edukasi dan petualangan. Tingkat kunjungan yang berlebih akan menurunkan kualitas kawasan ekowisata itu sendiri. Oleh karena itu perlu adanya analisis daya dukung ekowisata dalam upaya mencapai pengeloaan yang berkelanjutan. Untuk itu setiap jenis aktivitas wisata yang dikembangkan harus diarahkan untuk memperhatikan aspek daya dukung. Penelitian ini dilakukan pada rentang antara Desember 2019 sampai Januari 2020 dengan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif yang diambil secara langsung di lapangan dan wawancara bersama pengunjung, masyarakat dan pengelola. Hasil perhitungan terhadap daya dukung fisik kawasan Bontang Mangrove Park untuk ketiga tempat kegiatan (boardwalk, dermaga, camping ground) berturut-turut yaitu 433 orang/hari, 123 orang/hari, dan 1.102 orang/hari.
Keterpulihan ekosistem lahan pasca tambang batubara tertinggal jauh di belakang keberhasilan rehabilitasi lahan Triyono Sudarmadji; Wahjuni Hartati
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.8377

Abstract

Penambangan batubara di kawasan hutan menimbulkan kerusakan ekosistem yang sangat signifikan sehingga harus segera dilakukan tindakan rehabilitasi lahan pasca tambang. Upaya pemulihan ekosistem pasca tambang harus dievaluasi guna mengetahui tingkat dan status keberhasilan serta potensi keterpulihannya. Penilaian keberhasilan reklamasi hutan pada areal Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan - IPPKH (sekarang disebut Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan - PPKH) pada konsesi PT Santan Batubara di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur dilaksanakan di 6 (enam) lokasi yaitu OPDM2 (4,2 Ha), IPDF1 (6,7 Ha), IPDC1 Komodo (0,9 Ha), IPDC2 Komodo (1,8 Ha), IPDB Komodo (3,3 Ha) dan IPDCM1 (6,2 Ha) dengan total luasan 23,10 Ha. Skor hasil penilaian keberhasilan rehabilitasi lahan adalah 87,0 yang meliputi penataan lahan (27,0), pengendalian erosi- sedimentasi (16,0), serta revegetasi hutan (44,0). Skor karakteristik ekosistem dengan penciri utama terbentuknya kembali matarantai ekosistem hutan berdasarkan keberadaan herbivora - predator - karnivora dan tanpa kehadiran karnivora puncak yang menunjukkan satus dan nilai ekosistemnya adalah 70. Nilai ini bermakna bahwa harkat pemulihan ekosistem dengan status prospektif, yang mengindikasikan bahwa proses-proses dan tahapan pemulihan ekosistem hutan telah mengarah pada keterpulihan yang diharapkan yaitu kondisi rona awal sebelum adanya kegiatan penambangan batubara. 
Pengelolaan tanaman dan konservasi tanah menentukan tingginya tingkat bahaya erosi di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu Kiamah Fathirizki Agsa Kamarati; Fachruddin Azwari
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.10146

Abstract

Kajian ini dilakukan di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu. Peningkatan jumlah penduduk yang semakin cepat akan berpengaruh pada peningkatan kebutuhan hidup baik secara kuantitas maupun kualitas terhadap penggunaan tanah. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap kebutuhan akan lahan untuk berbagai kepentingan manusia yang semakin lama semakin meningkat sehingga terjadi perubahan fungsi lahan. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi nilai erosi dengan menggunakan Metode USLE. Metode tersebut digunakan untuk menilai kehilangan tanah akibat erosi. Parameter yang dianalisis terdiri dari faktor erosivitas limpasan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan (LS), pengelolaan tanaman dan konservasi tanah (CP). Berdasarkan data analisis diketahui bahwa Tingkat Bahaya Erosi lokasi penelitian memiliki kategori sangat berat dengan nilai 75,55 ton/ha/th. Perencanaan konservasi pada kawasan tersebut dengan mempertahankan kondisi tanaman penutup tanah dan tetap melakukan penanaman tanaman penutup tanah, sistem penanaman tumpang sari, pembuatan teras gulud searah garis kontur serta pembuatan teras saluran.
Keanekaragaman jenis vegetasi penyusun ruang terbuka hijau PT Kaltim Methanol Industri Ahmad Ainun Ridlo; Meitikasari Meitikasari; Ichsan Nur Kholilah; Septiana Tri Ambarsari; Rusdi Zuhud; Zaenal Abidin; Eka Wijayanto; Hery Abriyanto
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.8107

Abstract

PT Kaltim Methanol Industri (KMI) adalah salah satu perusahaan berlokasi di Kota Bontang yang bergerak dibidang petrokimia dengan produk berupa methanol. PT KMI terletak di kawasan industri PT Kaltim Industrial Estate (KIE) yang merupakan anak perusahaan dari PT Pupuk Kalimantan Timur. Kepedulian PT KMI terhadap lingkungan memiliki bukti nyata yaitu dengan berhasilnya pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Methanol yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bontang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan status konservasi vegetasi penyusun Taman Methanol. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Mei 2022 menggunakan teknik systematic sampling dengan intensitas sampling sebesar 17,8%, sehingga petak ukur yang dibuat sebanyak 22 plot. Untuk pengambilan sampel dilakukan dengan membuat plot kuadrat berukuran 20 m × 20 m. Vegetasi penyusun Taman Methanol sangat beragam yaitu terdapat 39 jenis dari 14 famili, dan jenis Acacia mangium Willd menjadi jenis dengan nilai INP tertinggi dari semua tingkatan hidup. Keanekaragaman di Taman Methanol tergolong ke dalam kategori sedang dengan tingkat kemerataan yang tinggi dan nilai dominansi yang rendah. Selain itu, jenis-jenis yang ada di dalam Taman Methanol sebagian besar tidak terancam punah, hanya 3 jenis yang sangat terancam dan ketiga jenis tersebut semua berasal dari genus Shorea.
Sifat fisik dan kimia media semai cetak dengan berbagai komposisi bahan organik Sudarsono Efendi Sofyan; Melya Riniarti; Ceng Asmarahman; Hendra Prasetiya; Slamet Budi Yuwono; Yulia Rahma Fitriana
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.10162

Abstract

Pada dasarnya persemaian memiliki permasalahan berupa ongkos pengangkutan yang mahal, jumlah pekerja yang kurang dan persentase kerusakan bibit semakin tinggi.  Perlu dilakukan teknologi pengembangan media tumbuh semai yang mudah untuk dibawa dan murah,  sehingga ongkos pengangkutan akan rendah serta dapat disediakan dalam jumlah banyak dengan jumlah pekerja yang terbatas. BPDAS WSWS Lampung mengembangkan Media Semai Cetak (MSC). MSC merupakan media yang dibuat untuk pengganti polybag didalam pembibitan, berukuran kecil (2cm x 2cm) dan didesain digunakan sebagai media semai sekaligus media tumbuh, sehingga tidak ada kegiatan penyapihan.  Hal ini membuat penggunaan MSC akan sangat efisien, selain akan mengurangi ongkos angkut dalam transportasi bibit ke lapangan. Namun, kajian secara ilmiah efetivitas MSC belum dilakukan, demikian pula kajian tentang komposisi MSC yang tepat, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia media semai cetak dengan berbagai komposisi bahan organik sebagai media tumbuh tanaman kehutanan. Sifat fisik yang diteliti meliputi kekerasan media MSC, berat volume MSC dan sifat kimia meliputi kandungan hara pada media semai cetak. Hasil penelitian menunjukan bahwa MSC memiliki nilai kekerasan bernilai berkisar 2 - 4 dan berat MSC bernilai 1,50g/cm2 – 1,84g/cm2 juga memiliki unsur kimia tanah pH (5,55-7,73) N total (0,06-0,15), P(2,17-39,28) ,K (0,76-1,62) serta C organik (1,38-4,01). 
Perubahan struktur dan komposisi tegakan pada areal bekas tebangan sistem TPTI di Kalimantan Timur Marjenah Marjenah; Paulus Matius; Doto Tri Purnomo; Kiswanto Kiswanto; Sutedjo Sutedjo
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.8385

Abstract

Komposisi jenis permudaan alami dan tegakan tinggal, menganalisis struktur dan volume tegakan tinggal pada areal hutan bekas tebangan umur 6 tahun, 4 tahun dan 2 tahun. Metode pembuatan plot menggunakan metode Purposive Sampling. Plot sampel berukuran 20 m x 125 m untuk pohon, sub plot berukuran 5 m x 5 m untuk pancang dan sub plot berukuran 2 m x 2 m untuk data semai. Hasil perhitungan yang diperoleh, komposisi jenis tingkat semai plot umur 6 tahun 29.500 individu/ha (28 jenis), tingkat pancang 7.360 individu/ha (35 jenis), tingkat pohon 356 individu/ha (46 jenis). Pada umur 4 tahun tingkat semai 77.000 individu/ha (26 jenis), tingkat pancang 8.400 individu/ha (33 jenis), tingkat pohon 360 individu/ha (50 jenis). Pada plot umur 2 tahun tingkat semai 44.500 individu/ha (37 jenis), tingkat pancang 2.400 individu/ha (17 jenis), tingkat pohon 272 individu/ha (43 jenis). Struktur tegakan tinggal di plot penelitian menunjukkan pada fase akhir pertumbuhan pohon memiliki jumlah yang semakin sedikit dan terdapat kesinambungan struktur horizontal dan vertikal. Potensi tegakan penebangan pada plot umur 6 tahun, sebesar 561,7 m3/ha dan 385,5 m3/ha; plot umur 4 tahun 406,3 m3/ha dan 150,3 m3/ha; pada plot umur 2 tahun 472,4 m3/ha dan 248,7 m3/ha; semuanya termasuk jenis komersil.
Respon pertumbuhan Acacia crassicarpa A.Cunn. Ex Benth. terhadap pemberian pupuk cair yang berbeda di persemaian PT Mayawana Persada, Pontianak, Kalimantan Barat Eviyanti Palimbong; Ibrahim Ibrahim; Rachmat Budiwijaya Suba; Yosep Ruslim; Kiswanto Kiswanto; Heru Herlambang
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.9717

Abstract

Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) merupakan salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan kayu. Penggunaan pupuk dalam manajemen HTI diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman yang dikembangkan. Penggunaan jenis pohon yang cepat tumbuh, dalam hal ini Acacia crassicarpa, patut dipertimbangkan. Penelitian ini  menganalisa persentase hidup, pertambahan tinggi, diameter dan jumlah daun semai A. crassicarpa sebagai respon pemberian pupuk dengan jenis yang berbeda. Sedangkan respon pertumbuhan semai A. crassicarpadiuji di persemaian PT Mayawana Persada  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan dengan Agrimore N, Agrimore P, Agrimore K dan NPK berpengaruh signifikan terhadap persentase hidup, diameter, tinggi, dan jumlah daun semai A. crassicarpa. Persentase hidup tanaman tertinggi yaitu pada perlakuan B2A3 dan B3A1 (100%). Persentase pertumbuhan semai pada perlakuan lainnya juga masih dikategorikan baik sekali (>90%) dengan rentang 96-98%. Perlakuan pupuk NPK memberikan pertambahan tinggi 42 cm/tahun. Perlakuan pupuk Agrimore K memberikan pertambahan diameter terbesar (3,86 mm/tahun), sedangkan pertambahan jumlah daun tertinggi dihasilkan dengan menggunakan pupuk Agrimore P (15,22 helai daun). Pemupukan dengan Agrimore P, Agrimore K sebanyak 2 gram/liter, NPK sebanyak 2 gram/liter, dan Agrimore K 2 gram/ltr memberikan hasil yg terbaik untuk tinggi, diameter dan jumlah daun untuk tanaman A. crassicarpa.
Pemanfaatan kayu resak (Vatica sp.) dari lahan terbiarkan sebagai bahan konstruksi bangunan Kusno Yuli Widiati; Sri Asih Handayani; Karyati Karyati; Karmini Karmini
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.8363

Abstract

Lahan-lahan di daerah Kalimantan Timur yang terbiarkan diakibatkan karena beberapa faktor seperti modal, pemilik lahan jauh dari lokasi, tanah kurang subur untuk komoditi tanaman cepat panen dan sesungguhnya memilki banyak potensi jika dimanfaatkan dengan optimal. Hal ini dikarenakan setelah beberapa tahun terlantar, umumnya lahan di Kalimantan Timur ini akan berubah menjadi layaknya hutan sekunder sehingga banyak ditumbuhi pohon-pohon pionir seperti jenis resak. Meskipun jenis resak cukup populer, namun sebagian masyarakat di Kalimantan Timur masih belum memanfaatkan dengan baik, terutama untuk menggantikan kayu-kayu yang sudah terkenal sebelumnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kayu resak dari lahan terbiarkan sebagai bahan konstruksi bangunan sesuai Standar Nasional Indonesia SNI yaitu SNI 03-3527. 1994 dan PKKI NI-5.2002. Sampel diambil mulai dari bagian pangkal, tengah dan ujung. Pembuatan sampel dan pengujian sifat fisika mekanika kayu menggunakan standar Jerman (DIN). Nilai keteguhan geser dan MoR masuk kelas kuat I, MoE dan keteguhan tekan sejajar serat masuk kelas kuat II. Dilihat dari nilai acuan kuat berdasarkan atas pemilahan mekanis pada kadar air 15% sesuai standar SNI keteguhan geser dan MoR masuk kategori E26, tekan sejajar serat E23 dan MoE dibawah E10.
Analisis risiko dampak pembukaan lahan pada kegiatan pertambangan emas PT Meares Soputan Mining Eka Yudhiman; Agus Susanto; Lieza Corsita
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.9905

Abstract

Kegiatan pertambangan membawa berdampak negatif jika tidak dikelola dengan baik, seperti menurunnya kualitas air permukaan, kualitas udara ambien dan terganggunya flora dan fauna akibat pembukaan lahan untuk menunjang kegiatan pertambangan. Untuk itu diperlukan upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dengan melaksankan program reklamasi lahan bekas tambang secara progresif, seperti pada kasus kegiatan pertambangan emas PT Meares Soputan Mining (PT MSM).  Tujuan penelitian ini untuk menganalisis risiko dampak pembukaan lahan pada kegiatan pertambangan emas PT Meares Soputan Mining dalam meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui pelaksanaan program reklamasi lahan terganggu selama tahap operasi produksi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui analisis numerik atau statistik menggunakan teknik Discounting dan Habitat Equivalency Analysis (HEA) untuk analisis risiko lingkungan yang memerlukan tahapan yang harus dilakukan secara cermat, dimana setiap tahapan merupakan langkah penting karena akan menetukan hasil akhir dari kompensasi kerusakan lingkungan yang dihitung dalam skala restorasi. Analisis data menggunakan rasio tutupan lahan dengan metode Habitat Equivalency Analysis (HEA). Perangkat lunak yang digunakan untuk analisis data statistik adalah MS-Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil perhitungan analisis risiko terhadap rasio tutupan lahan menunjukkan bahwa untuk mengganti kerugian (debit) sebesar 1.876,16 DSHaYs, diperlukan program reklamasi (kredit) seluas 25,76 hektar setiap tahun selama 28 tahun untuk meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Model Pendugaan Volume Tegakan Jati (Tectona grandis Linn.F) di Hutan Produksi Wemata Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Belu Aah Ahmad Almulqu; Meilyn Renny Pathibang; Clara Maria Ximenes; Flora Evalina Kleruk; Yudisthira A.N.Rua Ora; Adrin Adrin; Fransiskus X Dako; Ni Kade Ayu D Aryani; Dina Tiara Kusumawardhani; Rinaldo Davinsy
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.10391

Abstract

Pendugaan model tegakan jati (Tectona grandis Linn.f) di kawasan hutan produksi Wemata dilakukan pada 150 pohon contoh, dimana sebanyak 90 pohon menjadi pohon model dan 60 pohon dijadikan dasar untuk memvalidasi model yang telah disusun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan potensi tegakan jati (Tectona grandis Linn.f) berdasarkan model terbaik yang terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi tegakan jati seluas 154, 741 ha sebanyak 26.259,4 m3 – 27.420,1 m3. Penentuan model terbaik berdasarkan nilai koefisien determinasi (R²), bias (SEE), dan validasi model berdasarkan nilai rata-rata deviasi (SR), deviasi aggregate (SA), root mean square of deviation (RMSE) dan bias (e). model yang terbaik berdasarkan kriteria-kriteria tersebut adalah V = -0.17 + 0.865 D2T (R² = 98.1 %), SEE = 0.095, SR = 0.436%, SA = 0.18%, RMSE = 0.78 dan e = 0.33. dengan potensi tegakan jati (Tectona grandis Linn.f), sebesar 36.001,017m3- 37.741,329 m3

Page 1 of 2 | Total Record : 12