cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024)" : 27 Documents clear
Eksplorasi jenis bambu penghasil bigar dan karakteristik bigar bambu dari Desa Suruh Tembawang Kabupaten Sanggau Sisillia, Lolyta; Eny, Julia; Yanti, Hikma
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.15514

Abstract

Bigar merupakan zat silika berbentuk kristal yang terdapat pada rongga ruas bambu dari jenis bambu tertentu. Tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi jenis-jenis bambu penghasil bigar dan menjelaskan karakteristik fisik bigar bambu dari Desa Suruh Tembawang Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau. Penelitian menggunakan metode survei eksplorasi, dengan mendatangi lokasi tempat tumbuh bambu dan mendata bambu-bambu yang menghasilkan bigar melalui bantuan informasi masyarakat pencari bigar. Identitas bambu penghasil bigar diperoleh melalui identifikasi dengan mengamati ciri-ciri morfologi bambu. Karakteristik fisik bigar dengan cara pengamatan langsung di rongga batang bambu dan di tempat pengumpulan bigar. Teridentifikasi bambu penghasil bigar adalah Schizostachyum brachycladum Kurz. dan Gigantochloa apus (Schult.f) Kurz. Ciri-ciri khusus batang bambu sebagai tanda bahwa terdapat keberadaan bigar dalam rongga ruas bambu yaitu dengan adanya perubahan pada kondisi batang bambu dan warna kulit pada ruas batang bambu. Karakteristik bigar bambu di Desa Suruh Tembawang memiliki tekstur yang padat dan berwarna putih kusam. Karakteristik fisik bigar asal Desa Suruh Tembawang sudah sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh Badan Karantina Pertanian, yaitu kualitas bigar kelas A, B, dan C.
Pengaruh karakteristik habitat mangrove terhadap akumulasi timbal (Pb) dan tembaga (Cu) pada sedimen di sekitar Pelabuhan Lembar, Lombok Barat Sari, Diah Permata; Hidayati, Eni; Webliana B., Kornelia
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14434

Abstract

Habitat mangrove merupakan faktor penting yang mendukung pertumbuhan, perkembangan dan keberhasilan rehabilitasi serta pengelolaan ekosistem mangrove.  Pencemaran menjadi salah satu faktor kerusakan mangrove yang mana logam-logam berat sebagai salah satu jenis polutan dapat masuk ke dalam perairan dapat mengendap di dasar perairan dengan sedimen kemudian akan masuk ke dalam sistem rantai makanan ekosistem perairan.  Hutan mangrove sebagai salah satu ekosistem perairan dapat berperan sebagai bioakumulator logam berat.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh karakteristik habitat mangrove terhadap akumulasi Pb dan Cu pada sedimen di kawasan mangrove sekitar Pelabuhan Lembar.  Parameter karakteristik habitat mangrove yang diambil meliputi kerapatan mangrove, ketebalan lumpur, suhu, pH, Dissolved Oxygen (DO), dan salinitas.  Data kerapatan diambil pada 30 plot pengamatan sekaligus pengambilan sampel sedimen untuk analisis Pb dan Cu di laboratorium.  Pengaruh diuji menggunakan korelasi dan regresi dengan software SPSS.  Hasil penelitian menunjukkan karakteristik habitat mangrove yang meliputi pH, suhu, salinitas dan dissolved oxygen (DO) masih memenuhi baku mutu.  Akumulasi Pb dan Cu pada sedimen mangrove juga masih memenuhi baku mutu.  Rata-rata kerapatan pohon mangrove 44,89 individu/ha dan kerapatan pancang 151,11 individu/ha yang berarti pohon dan pancang mangrove memiliki kerapatan jarang.  Karakteristik habitat mangrove di sekitar Pelabuhan Lembar yang berpengaruh dengan Cu pada sedimen hanya pH dan ketebalan lumpur, sedangkan yang berpengaruh dengan Pb tidak ada. 
Kajian penggunaan madu dan sarang lebah madu oleh masyarakat Pulau Timor sebagai obat tradisional Tukan, Gerardus Diri; Nadut, Anggelinus; Taek, Maximus Markus; Lengary, Helena Hapa; Tukan, Amandha Victoria Dwiputri; Wokal, Monika Woli; Lasar, Maria Wilhelmina
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.13909

Abstract

Madu Timor merupakan salah satu komoditi hasil hutan di pulau Timor yang dikenal oleh masyarakat di luar pulau Timor sebagai salah satu jenis obat herbal. Belum banyak informasi ilmiah mengenai  penggunaan madu dan sarang lebah madu oleh masyarakat Timor. Penelitian ini untuk mengetahui penggunaan madu lebah dan sarang lebah madu oleh masyarakat pulau Timor, dalam kaitannya dengan penanganan kesehatahn secara tradisional. Metode penelitian yakni survei di lima kabupaten dalam wilayah Pulau Timor, dengan menggunakan angket sebagai instrumen penggalangan pendapat responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu lebah yang dipanen oleh masyarakat untuk dijual dan juga digunakan sebagai obat yaitu dari lebah jenis Trigona sp, Apis cerana dan Apis dorsata. Yang merupakan lebah liar. Jenis penyakit yang diobati menggunakan madu lebah yaitu: sariawan, panas dalam, mag, sakit lambung, batuk dan flu, dan penyakit dalam. Cara penggunaan yakni diminum. Sarang lebah digunakan oleh masyarakat di Timor Tengah Utara sebagai obat batuk, pilek dan penyakit dalam. Cara penggunaannya adalah sarang lebah direbus dan dikonsumsi, dapat dokonsmsi langsung atau dimasak bersama dengan sayur.
Implementasi agroforestri dan peran perempuan dalam pengelolaan lahan di KPH Batutegi Provinsi Lampung Qurniati, Rommy; Putra, Aji Mandala; ., Duryat
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.13164

Abstract

Implementasi agroforestri merupakan upaya untuk memulihkan fungsi lindung dan rehabilitasi hutan dan lahan dengan meningkatkan jumlah dan jenis pohon di lahan garapan petani di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Batutegi. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis perkembangan implementasi agroforestri dan pengelolaan lahan yang dilakukan laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga petani penggarap lahan di KPH Batutegi. Penelitian ini dilakukan tahun 2023 di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur dan Gapoktan Wana Tani Lestari yang menggarap lahan di kawasan hutan lindung KPH Batutegi. Hasil penelitian menunjukkan jenis tanaman yang ada di lahan garapan petani berbeda-beda baik antar petani maupun antar petak lahan pada petani yang sama. Jenis dan jumlah per jenis pada tanaman tajuk tinggi di kedua Gapoktan mengalami peningkatan dibandingkan data tahun 2016. Keragaman komposisi ini dapat memperkaya biodiversitas landskap agroforestri di KPH Batutegi akan tetapi jenis dan jumlah tanaman terutama tajuk tinggi masih perlu ditingkatkan agar mampu mengembalikan fungsi lindung dan fungsinya sebagai catchment area. Keterlibatan perempuan pada kegiatan pengelolaan lahan perlu ditingkatkan karena masih terbatas pada kegiatan yang tidak membutuhkan tenaga yang kuat dan dapat dilakukan diantara perannya pada kegiatan aktivitas rumah tangga.
Analisis perubahan kesehatan ekosistem Kebun Raya di Provinsi Lampung Safe'i, Rahmat; Gunawan, Rhezandhy
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.17219

Abstract

Pemantauan perubahan kondisi ekosistem dapat dijadikan sebagai bentuk evaluasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan keberlanjutan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui nilai akhir perubahan kesehatan ekosistem Kebun Raya di Provinsi Lampung. Tahapan yang dilakukan pada penelitian, antara lain: observasi untuk penetapan dan pembuatan plot ukur; pengukuran parameter dan penilaian akhir kesehatan ekosistem kebun raya menggunakan teknik Forest Health Monitoring (FHM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Kebun Raya Liwa (KRL) terjadi kenaikan nilai dan kategori dari pengukuran pertama ke kedua, adapun pada Kebun Raya ITERA (KRI) mengalami penurunan. Secara ekologis, kenaikan dan penurunan ini dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara, dan faktor hama penyakit pohon. Kedua faktor tersebut signifikan mempengaruhi kondisi pohon seperti kerusakan pohon, kondisi tajuk, kesuburan tanah, dan produktivitas tegakan. Selain itu pihak pengelola dan stakeholders  memberikan kontribusi terhadap upaya pemeliharaan terhadap Kebun Raya. Dengan demikian, Kebun Raya di Provinsi Lampung mengalami fluktuasi nilai perubahan pada kondisi kesehatan ekosistem..
Kajian strategi pengembangan Ekowisata Batu Dinding di Tahura Bukit Soeharto Wijaya, Anang Adi; Matius, Paulus; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Rujehan, Rujehan; Sulistioadi, Yohanes Budi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.13707

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena pada sektor pariwisata di Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto. Hal ini disebabkan karena dengan adanya sektor pariwisata dapat mengembangkan atau menciptakan peluang lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Dengan hal ini pemerintah sebagai pemangku kepentingan harus bisa bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk menjaga dan membantu mengembangkan wisata di Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto. Tujuan penelitian ini yaitu dapat mengetahui kondisi Batu Dinding yang berada di Tahura Bukit Soeharto, Dapat menjelaskan potensi pemanfaatan dan pengembangan Batu Dinding sebagai ekowisata, Dapat mengetahui presepsi masyarakat terhadap Batu Dinding sebagai ekowisata. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekowisata Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto sangat menjanjikan dan menguntungkan bagi masyarakat yang bertempat tinggal di Kawasan Tahura Bukit Soeharto, namun. Pemerintah dan pengelola ekowisata Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto harus bisa berupaya untuk melakukan pengembangan di beberapa area menuju ekowisata Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto serta konsisten dalam memberikan fasilitas kepada pengunjung.
Evaluasi kesesuaian penggunaan lahan terhadap kualitas lingkungan di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Studi kasus kawasan rawan bencana longsor di Kota Tarakan) Natalia, Ike Deasy; Widiyanto, Widiyanto; Nurhasanah, Nurhasanah
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.16883

Abstract

Dinamika pembangunan di Kota Tarakan berkembang cukup pesat karena tingginya pertumbuhan penduduk yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan lahan sebagai tempat beraktivitas sedangkan ketersediaan lahan sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penggunaan lahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah yang berpengaruh pada perubahan kualitas lingkungan di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggambarkan data yang terkumpul secara sistematis mengenai kondisi atau fenomena tertentu berupa fakta-fakta, keadaan, sifat-sifat individu atau kelompok serta hubungan antara fenomena yang diteliti. Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik pengumpulan data spasial berupa peta dasar fisik, peta tematik dan peta rencana dengan bantuan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang bertujuan untuk dapat menggambarkan kondisi faktual di lapangan dan mengidentifikasi kesesuaian penggunaan lahan dengan kemampuan lahan dan juga Rencana Tata Ruang serta pengaruhnya terhadap perubahan kualitas lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesesuaian penggunaan lahan diklasifikasikan sesuai, sesuai bersyarat dan tidak sesuai yang dalam pemanfaatannya terindikasi berpengaruh terhadap perubahan kualitas lingkungan, baik dampak positif maupun dampak negatif. 

Page 3 of 3 | Total Record : 27